بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ الْمَسِيْحِ الْمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

 HADZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal  25-05-2007dari  Mesjid Baitul Futuh, London UK

 

Setelah mengucapkan Syahadat, dan membaca surat Al-Faatihah, Hudzhur atba menilawatkan ayat 17 surah Al maidah:

يَهْدِيْ بِهِ اللهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمتِ

 اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهِ وَيَهْدِيْهِمْ اِلى صِراطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

 

Artinya : Dengan itu Allah menuntun orang-orang yang mengikuti keridhoan-Nya pada jalan–jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menuntun mereka kepada jalan yang lurus

Pada bagian lain di dalam Al Quran Allah swt berfirman sebagai berikut:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلاِسْلام

 

Artinya : Sesungguhnya Agama yang paling dicintai Allah hanyalah Agama Islam.

 

Inilah agama yang apabila diamalkan ajaran-ajarannya maka manusia akan mendapatkan qurub Allah swt. Karena inilah agama yang sempurna sebagai penyebar keselamatan diatas dunia. Dengan meninggalkan agama ini bagaimana mungkin manusia dapat memperoleh keselamatan dan ketenteraman sejati dalam kehidupannya. Cobalah lihat keadaan didalam agama lain, kita menyaksikan disatu pihak nampak kekurangan-kekurangan dan dipihak lain nampak akses-akses yang membingungkan. Kita sangat beruntung sekali bahwa kita  telah menjadi para pengikut dari Nabi Allah Ta’ala tercinta dan Khatamul Anbiya saw  yang dengan perantaraan beliau telah diumumkan kepada dunia yakni :

              اَليَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِىْ

               وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلاِسْلاَمَ دِيْنًا

 

Artinya : Hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu bagimu, dan telah Ku-lengkapkan ni’mat-Ku atasmu dan telah Ku-sukai bagimu Islam sebagai agama.(Al Maidah ayat 4)

 

Inilah agama yang tidak terdapat sedikitpun kekurangan ataupun kesalahan didalamnya, dan inilah agama yang semua hukum-hukum dan semua ilmu pengetahuannya telah dikumpulkan didalamnya sebagai syariat yang sempurna. Dan semua ni’mat-ni’matnya dan semua khazanah ilmu pengetahuannya telah dihimpun dengan lengkap didalamnya. Mencakup semua perkara dari setiap macam perkara manusia sehari-hari sampai kepada perkara yang bertalian dengan urusan dunia termasuk keselamatan setiap keluarga dan keselamatan dunia umumnya. Itulah agama yang telah diridhoi bagi kamu sekalian.

 

            Jika ingin menyebarkan berkat-berkat keselamatan, persahabatan dan cinta-kasih  didalam rumah masing-masing atau didalam dunia secara luas ini maka gunakanlah sarana-sarana tersebut. Itu semua pemberitahuan dan janji Allah swt kepada manusia yang beriman dan ta’at mengamalkan ajaran-Nya yang telah diturunkan kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad saw.

Dalam khutbah Jum’at yang lalu saya telah menjelaskan beberapa bagian dari ajaran yang lengkap dan sempurna ini dengan merujuk kepada masalah keselamatan dan kedamaian. Dan pada khutbah hari ini, saya juga akan menjelaskan beberapa bagian lagi. Sebagaimana telah saya jelaskan juga bahwa masalah yang berkenaan rumah tanggapun telah dibahas dan ajarannyapun sudah diberikan. Demikian juga perkara lingkungan masyarakat sudah juga dibahas. Untuk menegakkan hubungan dengan masyarakat Internasional juga sesuai dengan ajaran Al Quran  perlu dibahas. Dan hal ini mempunyai berbagai macam segi. Oleh karena itu tidak mungkin dapat dibahas semuanya pada hari ini. Namun hanya sebagian kecil saja dari hal itu akan dijelaskan pada hari ini..

Sudah menjadi fitrat manusia apabila sebuah kalimat do’a diucapkan oleh seseorang kepada temannya, maka dengan sendirinya timbul perasaan halus dalam hati temannya itu. Kecuali orang yang menyampaikan salaam itu bersifat munafiq yang berkata manis dimulut, namun dipinggangnya disembunyikan  sebuah pisau. Akan tetapi bagi orang mu’min yang yakin setelah meninggal dunia ada kehidupan lagi dihari akhirat nanti, dia harus berusaha keras menjadikan zahir dan batinnya baik dan bersih agar dapat meraih apa yang telah dijanjikan Allah swt yaitu Darus-Salaam yang untuk itu jalan-jalannya telah Dia tunjukkan. Dan sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah swt untuk menyampaikan solidaritas keselamatan kepada yang lain, janganlah mengucapkan do’a keselamatan hanya dimulut saja, namun harus disertai perasaan cinta-kasih yang timbul dari lubuk hati yang paling dalam. Supaya dapat menjadi orang penerima hidayah menuju jalan-jalan keselamatan dari Allah swt. Supaya dengan izin Allah swt dapat keluar dari kegelapan berjalan kearah nur. Dan selalu menjadi orang-orang pewaris keridhoan Allah swt  yang berjalan diatas sirothol- mustaqim (jalan yang lurus).

Maka jika seorang mu’min yang baik hati, selalu berusaha untuk berbuat sesuatu dengan akal dan pikiran yang bersih dan sehat, maka tidak mungkin masyarakat akan mendapat sedikitpun gangguan atau kesusahan daripadanya. Muncul sesuatu gangguan sudah biasa, namun tidak mungkin dengan kehadiran orang seperti itu masyarakat akan kehilangan manfaat daripadanya. Sekarang ada perintah dari Allah swt untuk meningkatkan kwalitas akhlaq dan juga untuk menghapus kerusuhan dan kecurigaan. Dan ada sebuah do’a juga yang bisa membangkitkan keserasian dan perasaan cinta kasih satu sama lain. Dan perintah ini berlaku apabila seseorang pergi bertamu kerumah orang lain. Apabila seseorang akan masuk kerumah orang lain daripada menggunakan tata-cara adat kebiasaan, gunakanlah cara yang sudah Allah swt perintahkan, yaitu mengucapkan salaam dengan suara keras.

Banyak orang yang memiliki rumah-rumah besar atau rumah yang sulit ditembus oleh suara dari luar. Kadangkala didepan gate (pintu gerbang) dipasang bell, telepon, dsb. Dengan alat-alat itu orang memanggil yang punya rumah keluar lalu minta izin masuk kepadanya sambil mengucapkan salaam dan memberi tahu nama sendiri. Itulah sebuah perintah yang diberikan Allah swt didalam Al Quranul Karim didalam surah An Nur ayat 28 sebagai berikut :

يـاَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَدُخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَبُيُوْتِكُمْ حَتّى تَسْتَأْنِسُوْا وَتُسَلِّمُوْا

عَلى اَهْلِهَا ذلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Artinya : Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu masuk kedalam rumah yang bukan rumahmu sendiri, sebelum kamu meminta izin dan memberi salaam kepada penghuninya . hal itu lebih baik bagi kamu, supaya kamu berhati-hati.

Ucapan salaam itu fungsinya sebagai do’a dari Allah swt, seperti yang akan saya jelaskan berikut ini. Menyampaikan salaam (keselamatan) ini sebuah perintah yang mengandung banyak hikmah. Daripadanya dapat diketahui bahwa bagaimana Al Quran-ul Karim berusaha mengajarkan kebaikan-kebaikan terhadap orang-orang mu’min. Mengucapkan salaam dengan suara keras maksudnya untuk meminta izin masuk kepada yang punya rumah. Jika diizinkan baru boleh ia masuk, kecuali yang punya rumah tidak menjawab salaam itu karena tidak ingin ditemui disebabkan ada kesibukan atau ada halangan lain, maka ia harus kembali.

Ada kebiasaan yang sangat buruk yang dilakukan oleh sebagian orang, yakni apabila tidak ada jawaban dari pemilik rumah, ia mulai mengintai-intai menembuskan pandangan kedalam rumah itu. Tindakan itu sangat buruk dan dicela, tidak boleh dilakukan, karena bisa menimbulkan pertengkaran. Atau kadangkala seseorang masuk kedalam rumah orang lain tanpa meminta izin atau tanpa mengucapkan salaam lebih dulu, karena menganggap sudah biasa dengan teman karib. Kadangkala perasaan pemilik rumahpun kurang senang kepada orang yang begitu saja masuk ke dalam rumahnya tanpa izinnya. Kemudian timbullah masalah yang tidak diinginkan. Kejadian seperti itu bukan insidentil, namun sering terjadi pada zaman sekarang ini. Disebabkan karena akan datang tanpa memberitahukan terlebih dahulu atau memasuki rumah tanpa izin pemiliknya karena sudah merasa tidak asing dengan temannya tersebut, maka akibatnya timbullah rasa marah dihati pemilik rumah itu. Jika seseorang pergi kerumah temannya, sampai disana temannya itu tidak ada dirumah, maka ia harus kembali lagi dari sana. Itulah cara yang terbaik. Dengan cara demikianlah keselamatan bisa berkembang. Dan selamatlah keduanya baik tamu maupun pemilik rumah dari prasangka buruk. Jangan memaksa orang yang punya rumah untuk membuka pintu dan masuk secara paksa kedalam rumah orang tersebut, atau langsung duduk disitu sampai pemilik rumah datang menjumpai. Kecuali pemilik rumah itu adalah keluarga yang sangat dekat dan saudara sedarah, jika keluarga itu dari luar, sekalipun sangat erat hubungan persahabatan dengannya sekali-kali jangan masuk. Jika hal ini diperhatikan betul-betul maka manusia akan terselamatkan dari macam-macam tuduhan dan macam-macam prasangka buruk. Maka baik yang datang berkunjung maupun pemilik rumah itu sendiri akan terselamatkan dari keburukan orang lain dan terlindung dari sangka buruk. Jadi tata-cara menyampaikan salaam ini gunanya demi keselamatan orang lain dan keselamatan diri sendiri yang diminta dari Allah swt. Dan makna salaam adalah terlindung dari marabahaya. Jadi kebiasaan mengucapkan salaam ini, dapat menyelamatkan kedua belah pihak dari banyak sekali marabahaya dan kesulitan baik bagi yang datang berkunjung maupun bagi yang dikunjungi.

Rasulullah saw sangat berpegang teguh kepada peraturan untuk memberi tahu nama sendiri dan mengucapkan salaam apabila datang untuk menjumpai seseorang dirumahnya. Tanpa mengucapkan salam lebih dulu beliau sangat keras melarang masuk kerumah orang lain.

Didalam sebuah riwayat dikatakan, ada seorang datang kepada Rasulullah saw, sampai dimuka pintu rumah beliau, dia langsung minta izin masuk tanpa mengucapkan salam lebih dulu. Maka beliau saw menyuruh seorang sahabat yang sedang duduk dekat beliau untuk keluar dan mengajarkan orang itu bagaimana caranya meminta izin masuk kedalam rumah  seseorang. Mula-mula ucapkan salaam, lalu sebut nama sendiri kemudian minta izin masuk kedalam rumah, jika diizinkan masuklah, jika tidak harus kembali pulang. Maka dengan cara mengucapkan kalimah do’a ini tanpa disadari pikiran menjadi bersih dan mampu berpikir kepada perkara yang suci bersih dan lebih baik. Faedahnya dapat memperkuat persahabatan kedua belah pihak, yang mengucapkan salaam dan yang menerima ucapan salaam.

Para sahabat sangat paham akan dalamnya hikmah dan pengertian ucapan salaam ini. Dan para sahabat sangat mendambakan do’a keselamatan yang keluar dari mulut Nabi Muhammad saw itu.

Terdapat dalam sebuah riwayat, katanya seorang sahabat mempunyai seorang budak (sahaya perempuan) yang masih kecil. Anak itu sedang berdiri ditepi pasar. Rasulullah saw lewat disampingnya dan bertanya kepadanya : Mengapa engkau menangis disini nak? Anak itu menjawab, saya disuruh oleh majikan saya untuk mengerjakan ini dan itu, saya telah melakukan kesalahan, karena itu saya takut kepada majikan saya karena ia sangat keras terhadap saya. Lalu Rasulullah saw pergi bersama anak itu kerumah majikannya. Kemudian beliau mengucapkan salaam kepada pemilik rumah itu, namun ucapan salaam beliau itu tidak dijawab. Lalu beliau mengucapkan salaam yang kedua kali, namun tidak dijawab juga. Lalu mengucapkan salaam yang ketiga kalinya, baru pemilik rumah itu keluar menghampiri Rasulullah saw dan menjawab salam beliau. Beliau saw bertanya kepadanya, mengapa engkau tidak menjawab cepat ucapan salaam saya? Apakah ucapan salam saya yang pertama dan kedua tidak engkau dengar? Apa jawaban sahabat itu? Katanya, Ya Rasulullah! Isteri saya berkata kepada saya, tidak ada yang lebih beruntung dari kita pada hari ini, seorang Rasul Allah sedang mengirmkan do’a keselamatan bagi kita!! Biar kita tunggu beliau mengucapkan salaam (do’a keselamatan) kepada kita sampai tiga kali!! Betapa indahnya jawaban itu!!

Memang benar, betapa dalamnya kesungguhan hati beliau saw tatkala mengucapkan salaam (do’a keselamatan) kepada seseorang, tidak dapat diketahui oleh siapapun. Dan siapa saja yang menerima ucapan salaam dari beliau saw dan Allah swt mengabulkan salaam (do’a keselamatan) beliau itu maka kehidupan orang itu akan mendapatkan perbaikan dunia dan akhirat.

Isteri sahabat itupun paham bahwa apabila ucapan salam sampai tiga kali tidak dijawabnya maka Rasulullah saw pasti kembali lagi, karena beliau pernah bersabda, bahwa jika yang punya rumah tidak menjawab salaam sampai tiga kali maka sesuai dengan hukum Al Quranul Karim, maka dia harus kembali lagi pulang.

Apa yang telah terjadi? Berkat kedatangan Rasulullah saw kerumah sahabat itu bersama seorang budak (sahaya perempuan) kecil itu, keluarga dan rumah sahabat itu telah dipenuhi dengan berkat-berkat salaam (do’a keselamatan) dari Allah swt. Akhirnya karena berkat beliau saw juga dengan senang hati sahabat itu telah membebaskan (memerdekakan) budak itu. Dan karena berkat dari ucapan salaam beliau itu pula sahaya itu telah terlepas dari belenggu perbudakan.

Ucapan salaam ini bukan hanya dilakukan kepada orang lain, namun kepada orang serumah juga harus dilakukan. Setiap waktu memasuki rumah, sekalipun rumah sendiri juga harus memberikan hadiah ucapan salaam. Sebab dengan itu berkat-berkat keselamatan akan tersebar memenuhi seluruh rumah. Karena hadiah keselamatan ini datangnya dari Allah swt. Sehingga akan menimbulkan kesan kepada manusia untuk berfikir bahwa setelah menerima hadiah-hadiah salaam dari Allah swt ini bagaimana seharusnya perilaku saya sehari-hari terhadap keluarga.

Allah swt berfirman didalam surah An Nur ayat 62 sebagai berikut ;

فَاِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللهِ مُبرَكَةً طَيِّبَةً

كَذلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمُ اْلايتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

 

Artinya : Maka apabila kamu masuk rumah berilah salaam kepada orang-orang karib-kerabat kamu dengan ucapan selamat dari sisi Allah yang penuh berkat dan kesucian. Demikianlah Allah menjelaskan bagimu perintah-perintah-Nya supaya kamu mempergunakan akal.

 

Para penghuni rumah yang saling menyampaikan pesan keselamatan dengan mengucapkan : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ dengan syarat mereka mengucapkannya dengan niat dan pikiran yang baik dan sehat, maka sesungguhnya hadiah keselamatan itu dari Allah swt. Tentu dalam kecintaan mereka satu sama lain akan bertambah. Dan akan menimbulkan lebih banyak perhatian dalam meningkatkan perasaan cinta-kasih satu sama lain. Jika didalam keluarga, seorang suami bertabiat keras dan isterinya ta’at menyampaikan pesan keselamatan itu dirumahnya, maka berkat seringnya menerima pesan keselamatan itu, isteri dan anak-anaknya akan terhindar dari kekerasan suaminya itu.

Didalam lingkungan masyarakat khususnya dan didalam dunia umumnya disebabkan kerasnya tabiat (karakter) dan kasarnya perlakuan para kepala rumah tangga secara tidak wajar dapat mengakibatkan anak-anak mereka menjadi pembangkang dan isteri-isteri mereka tinggal dalam ketakutan. Akhirnya tiba waktunya suami isteri harus berpisah walaupun mereka telah tinggal serumah bersama-sama untuk waktu yang cukup panjang. Anak-anak mereka sudah menjadi besar dan dewasa hidup terkatung-katung sehingga menimbulkan kprihatinan terhadap keluarga. Sebenarnya jika pesan keselamatan dibiasakan dalam rumah tangga itu tentu mereka akan terpelihara dari kejadian seperti itu. Dan jika sang isteri setiap masuk rumah sambil mengucapkan salaam, tentu ia akan mampu mengawasi rumah-tangga dengan baik dan dapat menjaga martabat dan kehormatan sang suami. Jika tarbiyyat anak-anak dilakukan sampai setaraf itu, setelah menjadi dewasa tentu mereka akan menjadi pembawa keselamatan, bukan hanya untuk keluarga saja namun untuk masyarakat juga, bukan menjadi pembawa kekacauan dan keburukan.

Pada umumnya apabila anak-anak meningkat dewasa karakter mereka cepat berubah menjadi buruk, namun jika semenjak kecil dibiasakan menyampaikan pesan keselamatan itu maka setelah dewasapun mereka akan terpelihara dan menjadi penyampai pesan-pesan keselamatan sampai kerumah-rumah.

Kewajiban para orang tualah untuk membiasakan menyampaikan pesan keselamatan dengan ucapan salaam (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ) itu supaya anak-anak mereka juga sambil berpegang kepada ketaqwaan menjadi para penyampai amanat keselamatan. Dan diwaktu anak-anak masih kecilpun, kebiasaan seperti itu harus dipelihara dan dilestarikan. Banyak anak-anak yang tidak terbiasa untuk mengucapkan salaam ( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ). Ada ibu  bapak yang memberikan alasan katanya, bahwa mereka masih kecil dan merasa malu mengucapkan salaam (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ). Jika sejak kecil dibiasakan mengucapkan salaam mereka pasti tidak akan merasa malu untuk melakukannya, sebaliknya mereka akan merasa malu untuk melakukan keburukan. Padahal didalam percakapan sehari-hari juga hal itu dapat dijadikan bahan tarbiyyat anak-anak.

Banyak anak-anak yang bertengkar satu sama lain. Pada suatu hari terjadi juga di halaman Masjid Al-Fazl London, anak-anak berkelahi satu sama lain diwaktu sedang bermain bersama-sama kawan mereka. Dan terjadi saling pukul secara kejam. Waktu itu tidak ada seorangpun yang merasa malu berbuat demikian. Padahal perbuatan itulah yang harus membuat mereka malu untuk melakukannya. Mereka harus malu berbuat demikian. Karena perbuatan itu buruk dan tercela.

Maka untuk menjadi pewaris keselamatan Allah swt, harus dibiasakan mengucapkan salaam pada diri anak-anak semenjak mereka masih kecil. Dan harus diajarkan kebiasaan itu bahwa anak-anak kecil harus mengucapkan salaam lebih dahulu kepada yang besar.

Setelah para sahabat mengetahui bahwa mengucapkan salaam itu begitu pentingnya sehingga telah menjadi adat kebiasaan bagi mereka seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits, Riwayat Hadzrat Anas bin malik r.a. mengatakan bahwa katanya ketika kami bersama-sama dalam perjalanan bersama Rasulullah saw, dan bila saja ditengah perjalanan ada sebatang pohon besar menghalangi, kami berjalan ke kanan kiri pohon itu, dan apabila sudah bertemu lagi lalu kami saling mengucapkan salaam ( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ) satu sama lain.

Demikianlah kebiasaan para sahabat rasulullah saw. Mengapa? Karena mereka faham bahwa ucapan salaam ( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ) itu perkara yang sangat penting untuk meningkatkan kecintaan satu sama lain. Hadiah do’a keselamatan yang turun dari Allah swt ini sangat penting sekali. Dan banyak orang-orang yang mendambakan ucapan salaam ini. Mereka mendambakan bagaimanapun juga caranya untuk mendapatkan berkat dari amanat keselamatan Allah swt ini. Dengan demikian mereka akan membuat reformasi (perubahan) didalam kehidupan dunia dan akhirat mereka.

Pada zaman sekarang ini bagaimana Pencinta dan Pengagum Sejati Rasulullah saw, yakni Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Mau’ud a.s. menerapkan hukum-hukum Al Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah saw dikalangan para sahabat beliau a.s. sehingga mereka berusaha dengan semangat sekali untuk mengucapkan salaam (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ) menyebarkan pesan keselamatan Allah swt ini. Sebagai contoh akan saya kemukakan disini.

Syekh Mohammad Ali dari Masania menceritakan, pada suatu hari saya terlambat tidak sempat sembahyang subuh berjemaah di mesjid. Saya sembahyang dirumah. Setelah sembahyang subuh, saya berjalan menuju pasar untuk sesuatu keperluan. Tiba-tiba nampak dari jauh Maulana Sher Ali Sahib, (seorang sahabat Hadzrat Masih Mau’ud a.s.) datang dari arah berlawanan. Saya sudah berniat dan azam dalam hati untuk mendahului beliau mengucapkan salaam, sebab Hadzrat Maulana Sher Ali Sahib selalu paling dulu mengucapkan salaam kepada siapapun, sekalipun kepada anak-anak dibawah umur. Saya merasa yakin hari itu akan berhasil mendahului beliau mengucapkan salaam. Saya masih sedang berfikir untuk melakukan itu, tiba-tiba dari jauh Maulana Sher Ali Sahib dengan suara keras mengucapkan salaam ( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ) lebih dulu kepada saya. Kemudian ketika sedang berjabatan tangan beliau berkata kepada saya, Shekh Sahib, jika ketinggalan sembahyang berjemaah di mesjid, sembahyanglah di mesjid juga, jangan dirumah supaya adat kebiasaan datang ke mesjid tetap terpelihara. Shekh Sahib berkata, saya sangat heran begitu tinggi firasat Hadzrat Maulana Sher Ali Sahib itu, tanpa saya beritahu bagaimana beliau mengetahui bahwa saya sembahyang di rumah. Itulah ketinggian firasat dan intelijensia serta kebijakan seorang yang telah mendarah daging menyampaikan amanat keselamatan (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ) dan mengingatkan seseorang dengan penuh kecintaan untuk melakukan amal soleh pada tempatnya.

Tentang Maulana Sher Ali Sahib ini terdapat riwayat lain lagi dari Maulvi Shekh Abdurrahman Sahib katanya, dalam kehidupan sehari-hari beliau menunjukkan tauladan sebagai seorang ahli surga. Apabila beliau datang kerumah, beliau mengucapkan salam dengan  suara keras. Hal itu sesuai dengan hukum Allah swt di dalam Al Quran, apabila kamu masuk kedalam rumah ucapkanlah selalu salaam (yakni السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ). Dan didalam rumahpun siapapun yang beliau temui beliau ucapkan salam kepada setiap orang. Beliau berjabat tangan sampai kepada yang kecil sekalipun. Lalu kalau ada anak yang paling kecil beliau pangku dengan kasih sayang dan berjalan-jalan berputar-putar didalam rumah dan bibir beliau bergerak-gerak membaca do’a. Itulah keadaan orang yang telah mendapat berkat dari pergaulan dengan Hadzrat Masih Mau’ud a.s. sehingga menjadi orang yang senantiasa menyebar luaskan amanat keselamatan dan mengembangkan rasa cinta-kasih satu dengan yang lain.

Perhatian Hadzrat Rasulullah saw begitu besar untuk mengajar para sahabat menyampaikan amanat keselamatan, untuk meningkatkan pengertian mereka tentang betapa besarnya berkat-berkat ucapan salam itu, dan juga untuk mengadakan Majlis-majlis persaudaraaan dan persahabatan serta untuk yang lain. Hal tersebut dapat dinilai dari riwayat berikut ini.

            Hadzrat Abu Hurairah r.a. menceritakan sebuah peristiwa katanya, pada suatu hari Rasulullah saw sedang duduk disebuah Majlis, tiba-tiba datang seseorang lewat disamping beliau lalu mengucapkan salaam  (السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ). Mendengar ucapan salam itu beliau saw bersabda, sepuluh kebaikan!! Lalu datang seorang lagi dan mengucapkan Assalaamu alikum warhmatullah! (وَرَحْمَةُ الله السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ ) Beliau saw bersabda, 20 kebaikan!! Kemudian datang lagi  seorang mengucapkan Assalaamu alaikum warahmtullahi wabarakatuh

وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُه السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. Beliau bersabda, tiga puluh kebaikan. Kemudian ada seorang keluar dari Majlis itu dan ia tidak mengucapkan salaam. Melihat gelagat orang itu sedemikian, beliau saw bersabda, rupanya sahabat engkau itu sudah lupa! Setiap orang masuk kedalam suatu Majlis ia harus mengucapkan salaam, apabila mendapat tempat duduk didalam Majlis itu ia harus duduk, dan apabila keluarpun dari Majlis itu ia harus mengucapkan salam.

Ada sebuah riwayat lain lagi yang diceritakan oleh Hadzrat Barra r.a katanya, Rasulullah saw bersabda, sebarluaskanlah ucapan salam, karena didalamnya terdapat keselamatan bagi kalian. Sebarluaskanlah ucapan salaam karena melalui salam itu engkau akan mendapat keselamatan. Semua keadaan rumah tangga dan keadaan sekeliling kalian akan selamat dan aman damai.

Ada lagi sebuah riwayat yang diceritakan oeleh Hadzrat Abu Dardaa r.a., katanya  Rasulullah saw bersabda, sebarluaskanlah salaam, dengan itu kamu akan mendapat kemenangan. Jadi kebiasaan ucapan salaam itu berkatnya adalah hubungan persaudaraan antara kalian akan tetap terjalin dengan eratnya dan hal tersebut juga akan meningkatkan eratnya hubungan kejemaatan pula. Dan disebabkan kuatnya hubungan didalam Jemaat itulah, akan bisa menimbulkan sarana untuk mencapai kemajuan dan kemenangan. Maka jika sarana persatuan tetap terjalin, kekuatan tetap terpelihara, sebagaimana Allah swt berfirman didalam surah Al Anfal ayat 47 sebagai berikut :

وَ اَطِيْعُوْا اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْاوَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْا اِنَّ اللهَ مَعَ الصّـبِرِيْنَ

 

Artinya : Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya serta janganlah kamu berselisih, maka kamu akan gentar dan kekuatanmu akan hilang dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Berkenaan dengan ayat tersebut Hadzrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, dari hari kehari terjadi perpecahan dikalangan golongan ummat Islam. Perpecahan sangat berbahaya bagi agama Islam. Oleh karena itu Allah swt berfirman :

وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْاوَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ

artinya : janganlah kamu berselisih , maka kamu akan takut dan kekuatanmu akan hilang

 

Semenjak terjadi perpecahan dikalangan ummat, dari hari kehari Islam terancam oleh kemunduran. Oleh sebab itu Allah swt telah menegakkan Jemaat ini supaya ummat Islam terhindar dari perselisihan, dan kemudian masuk kedalam Jema’at ini. Yaitu sebuah Jema’at yang masyarakatnya terjamin dari perpecahan yang sia-sia. Dan langkah-langkah Jema’at ini berada diatas jalan lurus sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan oleh Rasulullah saw. Maka orang-orang Ahmadi harus banyak merenungkan firman Tuhan diatas dan harus menjadi peringatan bagi kita untuk menyadari tanggung jawab sepenuhnya, baik tanggung jawab didalam lingkungan keluarga sendiri maupun didalam pergaulan sesama manusia. Kita harus menjadi orang-orang yang paling banyak menyampaikan pesan-pesan keselamatan dan menanamkan cinta-kasih baik didalam lingkungan rumah tangga sendiri maupun ditengah-tengah masyarakat umum. Dengan demikian disamping kita mendapat taufiq untuk menyebarkan kebiasaan ajaran agama Islam didalam lingkungan masyarakat, kita juga dapat menyampaikan amanat Ahmadiyah Islam sejati kepada mereka.

Dizaman sekarang masyarakat yang sudah rusak dan bobrok dan sudah penuh kejahilan ini, tentu tengah menyaksikan sebuah golongan yang memiliki reputasi tersendiri sebagai duta keselamatan dan kasih-sayang. Karenanya sekarang medan tabligh terbuka lebar. Dan pada zaman sekarang ini dengan do’a kecintaan dan amanat keselamatanlah kemenangan Islam dan Ahmadiyah akan diperoleh, insya Allah.

Hadzrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda, disebabkan pertikaian antara sesama, Islam bukan menuai kemajuan bahkan sebaliknya, setiap hari menelan kemunduran. Pada masa ini kita bisa menyaksikan dengan jelas. Sekarang sekalipun nampaknya mereka bersatu-padu melawan Jema’at Ahmadiyah, akan tetapi keadaan mereka yang sebenarnya sudah terpecah belah. Jika mereka berkumpul disatu tempat, tidak mau mereka sembahyang bersama-sama dibelakang seorang imam sholat tertentu. Mereka saling serang satu sama lain, orang Islam membunuh sesama orang Islam sendiri. Sangat memprihatinkan sekali. Kita do’akan semoga Allah swt mengasihani mereka !!

Beberapa hari yang lalu secara kebetulan saya menyaksikan sebuah tayangan TV, sedang terjadi sebuah panel diskusi tentang bagaimana usaha untuk mempererat hubungan antara orang-orang Islam Pakistan dan India. Pembicara seorang Islam dari Pakistan dan seorang Islam dari India, (mungkin ia seorang Hindu). Arah pembicaraan demikian bahwa pembicara dari India berkata, mengapa kalian menangisi situasi hubungan orang-orang Islam di India dan Pakistan, kalian tidak menengok bagaimana perlakuan sesama orang Islam dinegara-negara lain? Apa yang tengah terjadi didalam sekte-sekte Islam sendiri? Salah seorang Islam India dengan menyebut negara Iran sebagai misal, mengatakan, bagaimana perlakuan mayoritas orang Syiah terhadap minoritas orang-orang Sunni (Ahli Sunnah) disana? Apa pula yang akan mereka lakukan terhadap orang-orang minoritas Ahmadiyah? Mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut, Maulana didalam diskusi panel itu terdiam seribu bahasa, sedikitpun tidak bisa menjawab. Akhirnya dengan rasa malu dia berkata, tinggalkan orang-orang Ahmadiyah itu, mereka bukan orang-orang Islam!! Demikianlah keadaan dan karakter orang-orang Islam dizaman ini. Hubungan satu sama lain sangat buruk. Mereka mengatakan tinggalkan mereka itu, mereka tidak usah digubris. Mereka ingin menjalin hubungan dengan yang lain, namun karena sudah dianggap bukan Muslim, katanya tinggalkanlah mereka juga. Oleh karena itu dengan karakter demikian mereka lumpuh tidak akan mampu menyebarkan amanat keselamatan kepada yang lain. Mereka menganggap halal berbuat zalim terhadap orang-orang Ahmadiyah karena menganggap orang-orang Ahmadiyah ini bukan orang Islam. Dan mereka tidak menyadari bahwa disebabkan perlakuan kejam terhadap Jema’at Pencinta dan Pengagum Sejati Nabi Muhammad saw, Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi a.s. itulah keselamatan dan kedamaian telah dicabut dari tengah-tengah mereka. Dan sesungguhnya orang-orang Jema’at Ahmadiyah inilah yang sedang mengibarkan bendera ruhaniyat dan ilmu serta irfan keseluruh dunia. Namun mereka didalam negeri sendiri telah menderita akibat perlakuan buruk penduduk negeri sendiri dan disekat dibawah kekuasaan yang zalim. Katanya mereka bebas tidak ada diskriminasi apa-apa. Namun kenyataannya nyawa mereka diletakkan didalam sebuah botol, dan botol itu didalam genggaman tangan Jin yang selalu mengawasi gerak-gerik mereka setiap sa’at. Mereka tidak mempunyai sedikitpun kekuatan apapun. Walaupun mempunyai kekuatan untuk berbuat sesuatu, mereka tidak dapat melakukannya tanpa pengawasan dari sang Jin itu.  Itulah keadaan ummat Islam zaman sekarang, kita perlu mendo’akan semoga Allah swt mengasihani mereka. Alangkah baiknya jika mereka memahami betapa pentingnya pesan keselamatan ini, yang pada zaman sekarang ini penyebarannya telah ditaqdirkan yaitu oleh seorang Pencinta dan Pengagum Sejati Nabi Muhammad saw, Hadzrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani,. Untuk itu Allah swt telah mengutus beliau a.s. kedunia sebagai Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s.

Sebagaimana Hadzrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda bahwa, hanyalah Jema’at Ahmadiyah yang berada diatas jalan yang lurus, jalan mana yang telah diberitahukan oleh Hadzrat Rasulullah saw. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua untuk selalu berpijak diatas jalan yang lurus yaitu shirothol mustaqim ini. Yang untuk itu Allah swt dan Rasul-Nya telah memerintahkan kepada kita. Dengan berpijak diatasnya seorang mu’min pasti mendapatkan hidayah dari Allah swt. Dan pasti keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang. Sekarang dengan melihat kegelapan dunia yang menyesatkan dari jalan keselamatan dan hidayah ini telah menimbulkan rasa syukur kepada Allah swt didalam hati kita. Dan sepatutnya kita harus bersyukur kepada Allah swt Yang telah memberi Thaufiq kepada kita untuk beriman kepada Hadzrat Imam Zaman. Dan Dia telah menggabungkan kita ke dalam Jema’at-Nya. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita untuk menunaikan kewajiban didalam Jema’at-Nya ini.

Pada waktu ini saya ingin mengingatkan saudara-saudara kepada sebuah do’a. Sebagaimana kita semua mengetahui bahwa ajaran Jemaat Ahmadiyah selalu menasihatkan supaya menyebarkan pesan kasih-sayang dan keselamatan keseluruh pelosok dunia. Jika terdapat propaganda yang salah menentang Agama Islam dan Jemaat Ahmadiyah, kita harus memberi jawaban dan akan terus memberi jawaban tanpa mengeluarkan kata-kata buruk atau kata-kata caci maki apapun. Kita akan terus menjawab dengan benar dan tepat karena hal itu kewajiban kita semua. Dan mempertahankan ketinggian Islam adalah tugas kita semua siang-malam. Dan kewajiban kita juga untuk menyampaikan dan menyebar luaskan pesan persatuan Islam yang memancarkan sumber kedamaian dan cinta-kasih. Dan mencintai Yang Mulia Rasulullah saw adalah nyawa kita, dan patuh ta’at kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s adalah kewajiban kita. Dan melalui Hadzrat Masih Mau’ud a.s. inilah pada zaman ini kita telah menyaksikan gambaran Islam yang haqiqi. Karena hal itu semualah yang menjadikan kita semua siap-sedia mengorbankan jiwa-raga kita. Tidak ada gambaran sedikitpun dalam pikiran kita untuk melepaskan kesetiaan dari padanya.

Saya ingin mengatakan bahwa semenjak beberapa tahun yang lalu dibeberapa negara Arab, Islam telah menjadi target serangan Agama Kristian. Dan untuk menghadapi serangan mereka itu, jangankan orang-orang Islam awam, para pentolan ulamapun yang ada disana tidak mampu menjawabnya. Mereka tidak mampu dan memang tidak akan mampu menjawab jika mereka tidak mengambil berkat dari pada tulisan-tulisan Hadzrat Masih Mau’ud a.s.  Maka untuk menjawabnya, orang-orang Arab Ahmadi kita mulai menyusun program-program, mula-mula melalui MTA-1 dan MTA-2. Sebagai hasilnya, tidak terhitung banyaknya surat-surat dan fax telah diterima dari masyarakat awam sampai kepada para ulama dan cendekiawan Arab yang dengan gembiranya mengucapkan selamat, puji-syukur dan terima kasih atas karya yang baik dan tepat itu. Mereka berkata, kami sedang dalam keadaan sangat gelisah dan kesal karena diantara kami tidak ada yang mampu untuk memberi jawaban terhadap serangan-serangan dari pihak Kristian itu. Sekarang alhamdulillah sudah ada jawaban dari Tuan-tuan yang sangat baik dan tepat sehingga telah menenteramkan hati kami.

Didalam saluran MTA itu kamipun telah memberi kesempatan kepada Pendeta Kristian untuk berbicara. Didalam acara tanya-jawab orang-orang Kristiani mengajukan berbagai macam pertanyaan dan telah dijawab secara rinci dan panjang lebar sehingga menghabiskan waktu yang cukup panjang. Dengan jalan demikian semua perkara telah dijelaskan dengan gamblang sehingga pikiran masyarakat disana telah terbuka untuk menilai siapa yang sungguh-sungguh berada diatas kebenaran.

Setelah itu dengan karunia Allah swt kita telah mendapat taufiq untuk membuka saluran baru yaitu MTA 3 yang khusus menyiarkan berbagai macam programnya didalam bahasa Arab selama 24 jam setiap hari. Berkat adanya saluran baru ini, banyak sekali para ulama dan para pendeta kristiani menjadi gelisah. Bahkan seorang menteri di Mesir yang terkait dengan urusan ini dengan tergesa-gesa telah menuntut kepengadilan katanya, mengapa izin untuk ini telah diberikan kepada orang-orang Ahmadiyah.

Padahal yang sebenarnya kita dari pihak Jema’at tidak meminta sedikitpun izin untuk itu. Dan apa pula perlunya minta izin? Dan untuk membuat perjanjian kerjasama (kontrak) dengan pengusaha satelitpun tidak diperlukan sedikitpun izin. Yang sebenarnya mereka telah ketakutan bahwa kedok tuduhan mereka telah terbuka dengan jelas yang mengatakan Agama Islam telah disebarkan melalui kekerasan menggunakan pedang, sedangkan Kristian disebarkan dengan menggunakan dalil-dalil dan akal. Kejadian itu semua mendukung Jariullah ( sang Pahlawan Allah, yakni Hadzrat Masih mau’ud as, pent ) sebagai bukti adanya pertolongan Allah swt kepada beliau a.s. bahwa tuduhan yang pernah dilemparkan terhadap Islam tidak tepat sasaran, karena Islam adalah agama pembawa kedamaian dan keselamatan tidak pernah menggunakan kekerasan. Sekarang mereka terpaksa menggunakan dalil Hadzrat Pahlawan Islam ini, dan buktinya sekarang kekerasan dan paksaan yang dituduhkan kepada Islam malah sudah berada ditangan mereka sendiri. Mereka ribut mengajukan tuntutan kepengadilan, mereka berteriak-teriak sepanjang jalan melakukan protes-protes dan sebagainya.

Jadi dimana kita mendapatkan kegembiraan bahwa dengan adanya tuntutan dipengadilan itu sebenarnya menambah kuatnya dukungan terhadap kebenaran Hadzrat Masih Mau’ud a.s. Disini kita harus lebih banyak memusatkan perhatian kepada do’a supaya Allah swt melindungi Jema’at ini dari setiap keburukan, melindungi setiap orang Ahmadi dari kejahatan dan semoga Allah swt melindungi mereka yang tergabung dalam pengkhidmatan ini yang tinggal dinegeri mereka sendiri dari kejahatan pihak lawan. Dan semoga Allah swt mematahkan setiap usaha persekongkolan pihak mereka melawan kita. Karena semua urusan ini bukanlah semata-mata hasil usaha seseorang diantara kita, melainkan semata-mata bukti nyata sempurnanya janji-janji Allah swt yang pernah diberikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s.

Ada lagi peristiwa yang menggembirakan kita bahwa suratkabar-suratkabar telah memuat pujian dan pernyataan hormatnya kepada kita atas berhasilnya dengan gilang-gemilang karya-karya tersebut diatas. Diantara Ulama mereka ada yang menulis didalam suratkabar ditujukan kepada para pendeta Kristian katanya, dahulu mulut kalian komat-kamit sibuk melemparkan kata-kata buruk terhadap Islam ketika seorang Islampun tidak ada yang berani menjawab tuduhan-tuduhan kalian itu. Kalian dengan giat melemparkan tuduhan-tuduhan pedas terhadap Islam. Sekarang dengan munculnya jawaban yang halus dan sopan terhadap tuduhan-tuduhan itu, kalian mulai berteriak-teriak misterius. Itulah tulisan seorang ulama non Ahmadi. Semoga Allah swt memberi pembalasan yang baik kepadanya, yang telah menyatakan dukungannya terhadap Jema’at kita dan telah menunjukkan ghairah cintanya terhadap Islam dan terhadap Rasulullah saw. Bagaimanapun keadaan para anggota Jema’at dan dimanapun mereka berada harus memanjatklan do’a kepada Allah swt sebanyak-banyaknya sebab sekarang api perlawanan terhadap Jemaat Ahmadiyah sedang berkobar disebagian besar negara didunia, semoga Allah swt sendiri sesuai dengan janji-janji-Nya memadamkan api itu dan menjadikannya keselamatan dan kedamaian bagi kita semua. Dengan munculnya banyak perlawanan terhadap kita diberbagai negara didunia baik dari pihak agama Kristian maupun dari pihak orang-orang Islam sendiri nampaknya taqdir Allah swt sudah sangat dekat akan memperlihatkan kemenangan-kemenangan lagi kepada kita, insya Allah!! Sebabnya sejak dulu sampai sekarang perlakuan Allah swt seperti inilah yang kita saksikan terhadap Jema’at Hadzrat masih Mau’ud as. Semakin banyak perlawanan dan usaha kekerasan dilakukan pihak lawan terhadap Jema’at ini semakin banyak pula kemajuan diperoleh oleh Jema’at. Sekarang kewajiban kitalah untuk memanjatkan do’a dihadapan Allah swt, basahilah tempat sujud dengan cucuran air mata lebih banyak dari sebelumnya supaya Allah swt, Penegak Jema’at ini menganugerahkan kemenangan-kemenangan itu secepatnya kepada kita.  Untuk itu semoga Allah swt menurunkan taufiq-Nya kepada kita semuanya. Amin !!

Alihbahasa langsung dari Video Urdu oleh Hasan Basri

Dipublikasikan oleh www.ahmadiyya.or.id