Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

22 Agustus 2003 di Masjid Baitul Futuh, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Faktor  kesuksesan dan kemajuan nizam manapun adalah bergantung pada  orang-orang  yang berada dalam nizam itu dan  keitaatan mengikuti  secara sempurna  peraturan-peraturan  dan ketetapan-ketetapan nizam itu. Sesuai dengan itu perhatikanlah apa yang terjadi di negara-negara maju,  rata-rata jumlah orang-orang yang mentaati peraturan  jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang terdapat  di dunia ketiga atau di negara-negara yang sedang berkembang. Penyebab sangat besar  kemajuan negara-negara itu ialah  karena  pada umumnya, baik dia   seorang yang  besar ataupun   sebagai pemimpin.   jika  satu kali saja kesalahannya  tampil  ke permukaan maka sedemikian rupa terjadi keributan sehingga dia terpaksa menanggung beban berat  akibat  kesalahannya;  dan apapun hukuman  kesalahannya  dia terpaksa harus menjalaninya.

Adapun di negara-negara miskin atau dewasa ini di negara –negera ketiga,  kalian menyaksikan bahwa  jika ada terjadi kesalahan, maka  diupayakan dititup-tutupi sedemikian rupa   sehingga rasa penyesalan dan rasa malu pun  menjadi hilang  yang   sebagai dampaknya hal-hal seperti itulah kemudian menjadi penghalang bagi  kemajuan negara. Maka jika dalam nizam dunia sedemikian rupa pentingnya mentaati peraturan-peraturan , maka di dalam nizam ruhani yang turun dari  Tuhan   betapa akan lebih  pentingnnya mentaati peraturan   dan mengamalkan peraturan nizam itu.

Ingatlah, nizam agama  atau nizam ruhani, berhubung karena itu adalah dari  Tuhan dan dengan perantaraan rasul-rasul -Nya itu tegak di dunia ini,  karena itu dalam kondisi apapun  sesuai dengan peraturan-peraturan itulah  itu  akan berjalan sesuai dengan apa  yang Allah telah beritahukan pada kita dan dengan perantaraan nabi atau  dengan perantaraan para nabi   itu sampai; dan di dalam Islam, dengan perantaraan  Rasulullah saw nizam ini  sampai pada kita.

Ini merupakan ihsan /kebaikan agung   Allah swt kepada orang-orang  Ahmadi bahwa    tidak hanya sekedar mendapat taufik untuk ikut masuk dalam ummat penyuluh  jalan  sempurna itu ( (Rasulullah saw ) tetapi  pada zaman ini Dia juga telah menganugerahkan  taufik  untuk bergabung dalam  Jemaat Masih Mauud dan Jemaat Imam Mahdi. Yang di dalamnya berdiri nizam Jemaat dan  nizam khilafat. Di tangan kalian berada sebuah lingkaran besi  kokoh   yang tidak akan mungkin menjadi putus. Akan tetapi ingatlah, lingkaran besi/tali buhul ini  memang tidak akan putus, namun  jika kalian sedikit saja mengendorkan tangan kalian, maka akan terjadi  kemungkinan   terlepasnya kalian.   Semoga Allah menjaga setiap orang diantara kita. Oleh  karena itu,  senantiasa ingatlah  perintah untuk tetap  senantiasa berpegang teguh pada  tali Allah  dan tetap  melekat dengan nizam Jemaat sebab tanpa ini tidak akan ada keselamatan bagi kalian. Ingatlah, syaetan duduk mengintai di jalan. Dia akan senantiasa melakukan penipuan  untuk menggelincirkan kalian. Untuk itu senantiasa  perhatikanlah  ayat ini. Allah berfirman

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kesemuanya ke dalam lingkaran  itaat, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya  itu musuh kamu yang nyata.Al-Baqarah 205

Hadhrat Muslih Mauud dalam menafsirkan itu bersabda: Wahai orang-orang beriman, masuklah kamu sekalian sepenuhnya ke dalam Islam     dan ayunkanlah langkah kalian secara sempurna  pada jalan keitaatan  atau    wahai  orang-orang Islam tempuhlah  segenap jalan keitaatan dan kesetiaan, dan janganlah meninggalkan walau satu hukum sekalikpun. Di dalam ayat ini   juga dapat terpecahkan    كَافَّةً  dari     الَّذِينَ ءَامَنُوا dan kata السِّلْمِ juga.

Dalam corak pertama yang artinya ialah bahwa semua kalian masuklah dalam Islam,yakni  jangan  ada seorangpun diantara kalian  yang tidak berdiri pada  martabat itaat dan kesetiaan atau jangan terdapat  di dalam diri kalian  gejala-gejala pemberontakan dan pembangkangan . Dalam corak kedua  artinya  ialah, terimalah Islam itu sepenuhnya ,yakni jangan ada perintahnya  yang kalian tidak jalankan. Ini merupakan  pengorbanan yang  Allah nginkan dari orang-orang yang beriman. Yakni,  manusia seyogianya mengurbankan segenap  cita-citanya, segenap  keinginannya dan segenap harapan-harapannya  untuk Tuhan;   dan jangan sampai terjadi bahwa  baru mau melakukan sesuatu   apabila itu   sesuai dengan keinginannya, dan apa yang dia tidak  inginkan  itu  tidak dilakukannya. Yakni jika  syareat memberikan haknya, maka dia  mengatakan bahwa saya berjalan menurut  syareat dan sesuai dengan itulah  seyogianya  keputusan diambil; dan jika syareat memberikan  haknya sedikit dan undang-undang negara memberikan haknya (lebih banyak)maka mereka mengatakan bahwa keputusan seyogianya dimbil menurut  undang-undang pemerintah .

Beliau bersabda bahwa cara ini sama sekali benar-benar  bertentangan dengan iman yang hakiki. Sebab di dalam ayat yang lalu Allah memberitahukan bahwa di kalangan orang-orang  Islam terdapat juga sejumlah orang-orang  lemah  yang  dalam saat  kemajuan ummat dan pada saat   bangsa  sedang tenteram  mereka sibuk  menciptakan  fitnah dan  kerusuhan. Mereka lupa bahwa  sebelumnya kondisi kita  bagaimana dan kemudian Allah dengan karunia-Nya apa yang telah Dia anugerahkan kepada kita. Oleh karena itu, Allah menasehatkan kepada orang-orang Islam bahwa kalian benar –benar  dikatakan mu’min,tetapi kalian seyogianya ingat bahwa  hanya mengatakan diri sebagai orang-orang mukmin dengan mulut semata  tidak menjadikan kalian berhak untuk meraih keselamatan. Jika kalian ingin meraih keselamatan maka caranya ialah:

Pertama,  berupayalah menjauhkan segenap corak kemunafikan dan ketidak jujuran  dari diri kalian dan tegakkanlah segenap individu bangsa pada batu cadas  iman yang kuat.

Kedua,janganlah gembira dengan hanya  mengamalkan beberapa hukum belaka. Bahkan amalkan segenap perintah Tuhan dan berupayalah untuk menjadi bayangan dari sifat-sifat Ilahiah.

Disini di negara-negara  dimana undang-undang Islam tidak berlaku, umum terlihat- sebagaimana Hadhrat Maslih  Mauud bersabda- bahwa janganlah  sampai terjadi bahwa tujuan kalian  adalah hanya keuntungan peribadi  belaka. Dalam corak perselisihan dan pertikaian  dimana  melihat bahwa syareat memberikan hak  lebih baik,  maka segera mereka membuat permohonan  bahwa     Jemaatlah yang memutuskan kasus kami dan   dimana   undang-undang negera nampak menguntungkan ,  maka tanpa menanya pada Jemaat  mereka pergi pada pengadilan pemerintah. Kemudian  mereka dalam corak apapun  tidak siap menerima kata-kata/ saran-saran Jemaat. Karena pada waktu itu di kepalanya syaetan tengah  menungganginya. Dan jika undang-undang negara memberikan keputusan yang merugikannya maka mereka lari kembali pada nizam Jemaat lalu  mengatakan bahwa karena kesalahfahaman kami pergi ke pengadilan pemerintah untuk memintakan keputusan akan penyelesaian pertikaian kami, maka maafkanlah kami. Dan kini apa yang nizam putuskan, kami akan menerimanya. Nah, ingatlah, kini dalam corak seperti ini maksud kembali sperti itu    bukanlah itaat atau cinta pada nizam Jemaat,  bahkan ini merupakan sebuah upaya  mungkin  tipuan kami berhasil dan  ketua,amir atau ketua dewan qadha dalam corak apapun kami  dapat yakinkan lalu  mereka  mengeluarkan  keputusan yang memihak   kami.  Maka dalam kaitan ini  hendaknya ingat bahwa apabila sekali kalian  meninggalkan nizam Jemaat  lalu  pergi ke pengadilan pemerintah  untuk keputusan kalian   dan  tampa izin nizam Jemaat kalian pergi  atau kalian melakukan  penekanan pada nizam Jemaat bahwa kami tidak akan meminta  keputusan dari   Jemaat dan dalam corak apapun- izinkalah pada kami untuk mencari keputusan sesuai undang-undang pemerintah, maka orang-orang seperti itu kapan saja , apabila ada kasus, maka nizam Jemaat tidak akan mendengarkanya. Mereka jangan  pernah lagi membawa kasusnya pada Jemaat.

 Apabila Nizam Jemaat ingkar menyelesaikan  kasus orang seperti itu, maka orang-orang seperti itu  mulai mengadukan amir  atau  umur ammah (pada Hudhur) atau mulai melontarkan kritikan-kritikan. Yaitu, coba lihatlah, orang-orang ini   tidak mau bekerja sama dalam penyelesaian   kasus pertikaian  kami.  Kepada khalifahpun mereka menulis surat-surat yang panjang dan waktu  mereka sia-siakan.  Jadi ini semua merupakan angan-angan /pandangan syaetan.

Pertama, dia  memasukan was-was di dalam hati kalian bahwa lihatlah janganlah membawa kasus kalian pada Jemaat. Hubungan-hubungan  pihak kedua lebih banyak  dengan para pengurus. Mereka  akan menyuruh para pengurus  mengeluarkan  keputusan yang merugikan kalian dan akan menyuruh mengeluarkan  keputusn yang menguntungkan mereka. Nah  kemudian sekali masuk dalam cengkeraman syaetan, maka keluar dari itu akan menjadi  sulit dan akan segera mulai sebuah  lingkaran yang lambat laun  akan terus menimbulkan karat/noda di dalam hati.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud  a.s. bersabda: Hai orang-orang yang beriman, persembahkanlah  leher/tengkuk  kalian/serahkanlah diri kalian sepenuhnya  di jalan Tuhan dan janganlah memilih jalan-jalan syaetan karena  syaetan adalah  musuh kamu. Maksud syaetan disini adalah orang-orang yang mengajarkan keburukan. Satu sebabnya ialah bahwa karena pertikaian peribadi, apakah mereka menyuruh memutuskan lewat nizam Jemaat atau mereka tidak meminta keputusan  lewat nizam Jemaat  sebagaimana Hadhrat Aqdas Masih Mauud telah sabdakan  bahwa orang-oranglah yang mengajarkan  keburukan dan menciptakan khayalan-khayalan  buruk di dalam hati lalu menghasut orang –orang untuk menentang nizam Jemaat dan akibatnya kalian berada dalam lingkaran syaetan.

Jadi inilah lingkaran itu apakah pergi  ke pengadilan pemerintah dalam corak terjadinya sebuah kasus pertikaian  atau   berupaya mencari pemecahan/penyelesaian melalui  nizam Jemaat. Nah, ada saja pihak yang  apabila turun   keputusan  yang merugikan  mereka,maka dengan melibatkan para pengurus  nizam, mereka mulai menentangnnya  dan mereka mulai  berperasangka buruk  pada nizam dan mulai menzahirkan perlawanan dengan mereka. Maka pada umumnya orang-orang seperti itu secara peraktiknya  mereka memisahkan diri dengan nizam Jemaat. Kemudian mereka tidak lagi disini dan tidak pula mereka berada  disana. Dalam kaitan ini hadis ini senantiasa kita hendaknya perhatikan.

           Terdapat sebuah riwayat dari Ibni Abbas r.a.  bahwa Rasulullah saw berabda:  Barangsiapa yang melihat sesuatu  yang  tidak mereka senangi pada hakimnya/ pimpinannya lalu mereka bersabar sebab  barangsiapa yang terpisah  sejengkal dengan nizam /Jemaat, maka  matinya akan mati  jahiliah.

Kemudian tertera dalam seebuah hadis bahwa Hadhrat Abdullah bin Umar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Tuhan tidak akan mengumpulkan ummatku dalam kesesatan dan kenistaan.  Pertolongan  Allah senantiasa bersama    Jemaat. Barangsiapa yang  bergeser/terpisah dari Jemaat dia seolah-olah telah  dilemparkan dalam api. Maka seyogianya   hal ini senantiasa  dicamkan  bahwa apapun kondisi yang terjadi senantiasa hendaknya bersabar. Dan  senantiasa  ingatlah    bahwa sabar pada manusia ada pada   perasaan   hak tengah diabaikan/(bersabar)menahan rasa ketidak adilan. Kini, disini saya  menggunakan kata perasaan ,sebab   kebanyakan orang  apabila  keputusan yang diambil itu merugikannya , maka terfikir olehnya bahwa  keputusan itu  adalah salah dan itu  tadinya merupakan   hak saya .  Jadi keluarkanlah anggapan seperti ini  dari hati kalian. Tentu   tidaklah mungkin terjadi bahwa mulai dari bawah sampai atas seluruh jajaran nizam terus mengambil  keputusan yang salah dan kemudian perasangka buruk ini sampai pula pada khalifah. Oleh karena itu,  setiap ahmadi seyogianya mencamkan firman  Tuhan sebagaimana tertera dibawah ini  :

 يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ    وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan terhadap para pemimpin kalian.  Kemudian jika kamu berselisih  pendapat tentang sesuatu, maka kasus seperti itu kembalikanlah  kepada Allah  dan Rasul , jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. An-Nisa’ 58

           Jadi kecuali lahir kondisi  dimana kalian  diperintahkan menentang yang   jelas-jelas merupakan hukum-hukum syareat. Itaat pada Allah dan rasul ialah kalian mengitaati para pengurus dan  nizam Jemaat. Mematuhi  perintah-perintah dan keputusan-keputusannya. Jika keputusan ini salah maka   Allah memberikan ganjaran  kesabaranmu, sebab kamu beriman pada hari akherat.oleh karena  itu, lepaskanlah perkara/urusan itu pada Allah. Tidak ada wewenang kamu untuk bersikeras pada ketidak setujuan kamu. Pekerjaan kamu ialah itaat,iatat dan  itaat.

          Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Taatlah  pada Allah dan   rasul­-Nya dan para pemimpin  yang ada.  Itaat merupakan perkara yang jika dilakukan dengan hati yang benar, maka akan timbul  nur di dalam kalbu, kelezatan di dalam ruh  dan cahaya. Mujahadah tidak sedemikian penting sebagaimana pentingnya itaat . Tetapi, syaratnya ialah keitaatan yang benar  dan inilah  merupakan perkara yang sulit. Di  dalam itaat penting menyembelih hawa nafsu /keinginan-keinginan pribadi. Tampa itu  itaat tidak akan dapat  sempurna. Dan hawa nafsu  merupakan barang yang  dapat menjadi berhala di dalam kalbu para muwahhid besar /orang-orang besar yang mengesakan Tuhan.

Betapa karunia telah dilimpahkan  pada   para sahabah radhiallahuanhum  ajma’in dan betapa mereka merupakan kaum yang  telah larut  dalam keitaatan pada Rasulullah saw . Sungguh benar bahwa tidak ada kaum dapat dikatakan kaum dan  di dalam diri mereka  tidak akan ditiupkan ruh  kebangsaan dan kesatuan  selama mereka tidak menjalani ruh  kesetiaan. Dan jika terjadi perbedaan  pendapat lalu mengarah pada  perpecahan,  maka anggaplah ini merupakan tanda-tanda  kemunduran dan kelemahan  orang-orang Islam akibat dari perselisihan dan pertikaian diantara sesama ummat Islam. Jadi, jika perselisihan pendapat itu ditinggalkan  dan hanya satu yang diitaati yang Allah telah perintahkan  untuk mengitaatinya, maka pekerjaan mana yang mereka inginkan itu akan menjadi trealisasi. Tangan Allah  berada bersama  Jemaat. Di dalam ini inilah rahasia itu. Allah mencintai tauhid dan keesaan. Ini tidak akan mungkin terwujud  selama  keitaatan tidak dilakukan.

Pada zaman Rasulullah saw, para sahabah merupakan pemikir-pemikir ulung.  Tuhan  telah menciptakan penciptaan mereka sudah seperti itu. Mereka juga mengenal aturan-aturan/tehnik-tehnik   berpolitik. Oleh sebab  itu, tatkala  pada akhirnya  Hadhrat Abu Bakar r.a, Hadhrat  Umar r.a. dan sahabah-sahabah lainnya menjadi  khalifah dan  pemerintahan berada di tangan  mereka, maka dengan sedemikian rapi  mereka menjalankan  beban pemerintahan ,yang  dari itu  dapat diketahui dengan baik  bahwa betapa mereka merupakan sosok-sosok pemikir-pemikir ulung yang  sedemikian ahli. Namun di hadapan Rasulullah saw  kondisi mereka ialah  dimana beliau bersabda  maka mereka mengangggap hina kecerdikan dan kebijakan akal  mereka di hadapan beliau dan apa yang Rasulullah saw sabdakan itulah yang mereka anggap wajib  sebagai amalan . Kefanaan dan keitaatan  mereka sedemikian rupa kondisinya sehingga mereka mencari  berkat dari bekas-bekas air wudhu beliau dan mulut beliau mereka anggap  penuh berkah. Jika di dalam diri mereka tidak ada asas ruh    penyerahan dan  keitaatan, bahkan sebaliknya mereka menganggap   pendapat mereka itu  lebih utama  lalu timbul perpecahan, maka mereka tidak akan dapat meraih martabat yang sedemikian tinggi. Menurut saya untuk menundukkan/meredam pertikaian  diantara orang-orang  ahli sunnah dan orang-orang syiah cukup dengan sebuah  dalil ini saja bahwa diantara para sahabah perselisihan diantara mereka, ya, perpecahan semacam itu diantara mereka  dan kebencian diantara mereka tidak pernah ada. Sebab kemajuan dan kesuksesan mereka menunjukkan bahwa mereka dulunya adalah satu dan kebencian corak apapun  tidak ada diantara mereka.

Para penentang yang tidak memahami  mengatakan bahwa Islam disiarkan  dengan kekuatan  pedang. Tetapi  saya katakan bahwa ini tidaklah benar. Pada   dasarnya aliran-aliran kalbu mengalir keluar setelah penuh dengan air keitaatan. Ini  merupakan  dampak  dari keitaatan dan persatuan  yang karenannya dia mampu menundukkan kalbu-kalbu  yang lain. Wajah  Rasulullah saw yang memancarkan   nur ketakwaan pada Allah   dan  mengambil warna jalal dan jamal /kegagahan dan keindahan, di dalam itulah terdapat daya mahgnit  dan kekuatan. Dan kemudian Jemaat beliau menampilkan contoh keitaan pada Rasul dan  keistiqomahannya sedemikian rupa terbukti  unggul melebihi kekeramatan sehingga yang  melihatnya serta merta  akan datang berlari-lari pedanya. Walhasil,  kinipun perlu kondisi seperti para sahabah dan persatuannya,sebab Jemaat yang tengah dipersiapkan lewat  tangan Hadhrat Masih Mauud a.s Allah telah masukkan dalam   Jemaat yang  Rasulullah telah persiapkan. Dan karena   kamajuan Jemaat adalah dengan contoh-contoh  orang-orang seperti itu ,maka  kalian yang dikatakan  Jemaat Hadhrat Masih Mauud a.s. yang ingin berjumpa  dengan para sahabah ciptakanlah warna para sahabah di dalam diri kalian. Jika itaat yang dituntut seyogianya keitaatan itu seperti mereka,cinta dan persaudaraan diantara sesama pun  hendaknya   seperti mereka. Walhasil, dalam segenap   warna , segenap corak   kamu pilihlah bentuk dan corak   sebagaimana yang pernah ditempuh  para sahabah.  ()

Berkenaan dengan itaat ada beberapa hadis-hadis  saya akan sajikan.

Diriwayatkan dari Huzaifah bin Yaman  bahwa saya bertanya: “Ya Rasulullah saw ,kita dulu berada  dalam keburukan maka Allah memberikan kebaikan. Apakah sesudah ini ada juga keburukan ? Beliau bersabda: ‘Ya’. Saya katakan: Apakah sesudahnya akan ada kebaikan ?  Beliau bersabda:’ Ya’. Kemudian saya berkata:  Apakah sesudahnya akan ada  keburukan ? Beliau berkata: ’Ya’.  Saya berkata: ‘Bagaimana ? ‘ Beliau berkata:Sesudah saya  akan ada hakim-hakim yang tidak akan berjalan di atas jalan saya, tidak akan mengamalkan sunnah saya dan di dalam mereka akan  ada orang-orang yang hatinya seperti syaetan dan jasadnya akan  seperti  jasad orang. Saya berkata: Ya Rasululah, pada waktu itu apa yang saya akan lakukan ?  Beliau bersabda : Jika kamu berada pada  zaman seperti itu, maka dengarkanlah kata hakim dan patuhlah, meskipun dia memecahkan punggung kamu  dan mengambil harta kamu. Jadi, terus dengarlah kata-katanya  dan itaatilah terus  perintah-perintahnya.

Nah, ringkasan  hadis ini ialah bahwa jika tengah terjadi perlakuan dari pihak pengurus pada kamu  sampai pada batas kezaliman sekalipun, maka kamu tetap itaatlah padanya. Rasulullah saw sedemikian rupa mementingkan  keitaatan itu  sehingga  dari  berbagai  sisi beliau terus memberikan pengertian pada ummat mengenai hal ini.

Ada beberapa hadis saya sajikan. Diriwayatkan  dari Hadhrat Anas  bin malik r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Dengarlah dan itaatlah, meskipun   seorang sahaya habsyi dipilih sebagai hakim/pemimpinmu yang  kepalanya   sebesar biji kismis (kismis corak  besar bijinya) sekalipun.

Kemudian beliau bersabda:  Hadhrat Ibni Umar meriwayatkan bahwa saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang menarik tangannya dari keitaatan pada Allah maka pada hari kiamat dia akan berjumpa  dengan Tuhan dalam kondisi   tidak ada dalil padanya dan alasan. Dan barangsiapa mati dalam kondisi  dia tidak baiat di tangan imam zaman maka dia mati dalam kematian jahiliah.

Kemudian tertera dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Hadhrat Abu Huraiah bahwa Rasulullah saw bersabda: Dalam kondisi sulit dan serba berkecukupan, senang  atau  susah, dalam kondisi hak terabaikan atau tidak mendapatkan  perlakuan baik, singkat kata dalam kondisi apapun bagi  kalian mendengarkan  kata-kata hakim yang ada dan  mematuhinya adalah wajib.

Kemudian Hadhrat Ubadah bin  Walid dari riwayat kakeknya yang diriwayatkan oleh bapaknya beliau meriwayatkan  bahwa kami baiat di tangan   Rasulullah saw pada  landasan   mendengar  dan mematuhi perintah. Dalam kondisi susah atau  senang, atau dalam kondisi gembira atau pun dalam keadaan duka,ataukah   hak kami diabaikan dan  kami baiat atas landasan bahwa  kami tidak akan bertengkar pada kepemimpinan orang yang layak untuk itu dan kami  akan mengatakan perkara yang benar dimana pun kami berada. Di dalam jalan Allah  kami tidak akan takut pada cemohan orang  yang mencemoh .

Jadi, lebih dari  Rasulullah saw sebagai wujud yang  memperhatikan hak orang-orang, siapakah yang pernah ada mereka,sebagaimana tertera dalam hadis bahwa jika hak  kita tidak diperhatikan sekalipun   kita akan  tetap itaat. Tetapi,disini aturan-aturan/nilai itu   bergeser  , padahal semua para sahabah memberikan kesaksian bahwa Rasulullah saw merupakan wujud yang membayar hak lebih dari hak.  Dan berkenaan dengan kalian  tidak  pernah dapat terfikirkan bahwa kalian  tidak akan  memperhatikan hak siapapun. Akan tetapi, karena disini tengah dibicarakan mengenai nizam Jemaat yang dimana ketidak itaatan orang yang beriman/bergabung  padanya sedikitpun tidak dapat dibayangkan. Gambaran  sekecil apapun  tidak dapat ditolerir. Oleh  karena itu tengah diambil janji  bahwa dalam kondisi apapun, sekalipun   hak kita  tengah diabaikan sekalipun,  kita   dengan  keitaatan sempurna dan dengan gejolak  kesetiaan akan memenuhi hak janji baiat  ini. Maka  bukanlah maksudnya bahwa Rasulullah saw merampas  hak orang lain. Bahkan, kini apabila  menyangkut  kehidupan berjamaah, maka standar hak itu seyogianya berubah. Kini, kalian janganlah berfikir mengenai  peribadi kalian sendiri, bahkan berfikirlah mengenai   Jemaat. Kini hak-hak pribadi kalian tinggalkanlah itu dengan senang hati dan berupayalah melunasi    pembayaran hak-hak  jemaat. Disini, bahasan/topik ialah .  demi untuk sesuatu yang  luhur kurbankanlah hal  yang kecil. Kemudian pengurus-pengurus   kita atau amir yang telah ditetapkan, kini itaat padanya merupakan kewajiban kita. Itaatilah dia,  dan janganlah mempermasaalahkan  /menimbulkan pertanyaan  bahwa dia ini kenapa dipilih.

 Dan terkadang terjadi juga bahwa dimana suatu kelompok   mencela dan  mengutuk  bahwa  dia ini ada  kasus ini dan kasus ini  dengan keluarga kami dan kamu ini mengitaatinya. Nah, demi untuk Allah sama sekali  janganlah takut akan cercaan dan kutukan itu. Jadi inilah nizam luhur  dan nizam  yang utuh  yang Rasulullah saw ingin tegakkan.

Hadhrat Muslih Mauud dalam kaitan ini bersabda: Apa yang Al-Quran sebut  itaat, itu adalah  merupakan nama sebuah nizam  dan  nama pengendalian   diri/ego,  yakni siapapun tidak berhak  mengutamakan  kebebasan  peribadi dengan mengorbarkan mamfaat  orang banyak. Dan inilah pengendalian diri dan inilah  nizam/peraturan.

Terdapat dalam sebuah hadis bahwa Hadhrat Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda : Mendengar dan mengitaati adalah wajib bagi setiap  Muslim,  apakah perkara itu dia senangi atau tidak  senangi sehingga apabila dia diperintahkan untuk melakukan maksiat dan jika diperintahkan untuk melakukan maksiat maka janganlah mematuhi dan mengikuti.

Sebagaimana  sebelumnya saya juga telah sebutkan bahwa kecuali terdapat perintah secara terang-terangan  yang bertentangan dengan  hukum-hukum syareat itu tidak boleh itaat),  dalam kondisi apapun itaat adalah harus /perlu. Dan di  dalam hadis inilah juga yang tertera. Tetapi, disini ada suatu hal yang   perlu dijelaskan bahwa janganlah memutuskan sambil  duduk di rumah bahwa perintah ini  bertentangan dengan syareat dan perintah  ini tidak. Bisa jadi  hal yang kamu yakini demikian  itu tidak seperti itu. Sebab kata-katanya ialah: “Perbuatan maksiat pun yang   perintahkan,diperintahkan melakukan dosa”. Nah, dengan karunia Allah nizam Jemaat sedemikian teguhnya/ mapannya ,yang mana tidak ada seorang dapat menjadi pengurus dalam Jemaat yang  sedemikian jatuhnya moralnya lalu  memberikan  perintah-perintah seperti itu. Jadi permasaalahannya  yang tersisa ialah  memahami  penjelasan dari perintah itu. Pertama,ialah ingatkanlah  pada pengurus itu bahwa   jika dia tidak mau menuruti  maka pengurus yang diatasnya atau amir sampaikanlah padanya dan kemudian sampaikanlah pada khalifah.

Tetapi,  jika menurut kamu  ini merupakan sebuah keburukan  maka tidaklah merupakan hakmu untuk menyebutnya kesana kemari di luar, sebab tentang keburukan terdapat  perintah untuk mencegahnya  disitu juga. Kini merupakan kewajibanmu supaya keputusan itu  sampaikanlah pada pengurus nizam jemaat yang lebih tinggi dan tunggulah keputusannya.

Hadhrat Muslih Mauud r.a. : Penekanan yang sedemikian rupa dilakukan   untuk itaat pada kepemimpinan  dan  khilafat ini,  itu bukanlah maksudnya bahwa segenap keputusan dan perintah yang diambil oleh amir dan khalifah dalam setiap  kasus itu keputusannya adalah benar. Beberapa kali  dalam suatu kasus mereka melakukan kesalahan.Tetapi meskipun demikian  tetap diperintahkan  untuk mengitaatinya karena  tampa itu tatanan nizam Jemaat tidak akan dapat berdiri tegak. Apabila Rasulullah saw sendiri bersabda bahwa sayapun dapat melakukan kesalahan,  maka lalu  bagaimana ada kekuatan bagi seorang khalifah atau  seorang  amir untuk mengatakan bahwa saya tidak bisa melakukan kesalahan. Khalifahpun dapat melakukan kesalahan,tetapi  meskipun demikian mengitaatinya merupakan suatu keharusan. Kalau tidak, dapat timbul fitnah yang sangat berat.  Sebagai misal, delegasi  akan  dikirimkan.  Khalifah mengatakan, perlu dikirimkan tetapi menurut seseorang itu tidak penting. Bisa jadi, pada kenyataannya memang   itu tidak penting,tetapi  jika dia diizinkan untuk tidak mematuhi   pendapat khalifah. maka dengan cara itu nizam akan menjadi pecah berantakan dan sebagai dampaknya akan timbul fitnah besar. Jadi untuk tegak dan kebaikan  nizam Jemaat jangan hendaknya mampertahankan pendapat sendiri. Dimana di suatu Jemaat ada  amir yang sudah ditatapkan,dia  jika tidak menganggap berfaedah  pendapat orang lain, maka mereka seyogianya ,yakni anggota-anggota  Jemaat seyogianya melepaskan pendapat/pendirian mereka. Demikian pula dimana ada Anjuman, orang-orang disana dibandingkan pendapat sekretaris janganlah hendaknya bersikeras mempertahankan pendapatnya dimana sejauh  terkait dengan pendapat  ketua Jemaat. Jadi sejauh   bisa dilakukan seyogianya berupaya menjadikan  ketua atau amir    sependapat  dengannya dan seyogianya memberikan pengertian padanya. Tetapi,  jika dia teguh dalam pendiriannya, maka  yang lain seyogianya meninggalkan pendapatnya. Sebab meninggalkan pendapat dibandingkan dengan   menciptakan (dapat timbulnya  ) fitnah adalah sangat penting.

Berkenaan dengan itaat pada amir kita telah mendengar banyak  pesan-pesan Rasulullaah saw . Tetapi, ini ada sebuah hadis yang dapat   lebih menambah lagi rasa takut  di dalam hati sehingga setiap orang ahmadi seyogianya  mencamkan  ini dengan baik  bahwa betapa pentingnnya mengitaati amir.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:  Barangsiapa yang itaat pada saya dia telah itaat pada Allah dan barangsiapa yang tidak mematuhi saya, dia tidak mematuhi Allah.Dan barangsiapa  yang itaat pada amirku dia itaat   padaku. Dan barangsiapa  yang membangkang pada amirku  dia membangkang padaku.

Maka, siapakah diantara kita yang menyukai  keluar dari  lingkaran keitaatan pada  Rasulullah saw. Tidak ada  seorang ahmadipun yang dapat  membayangkan hal itu. Jadi, kalau ini  tidak terbayangkan, maka mengitaati   pengurus-pengurus dan para amir  Jemaat  wajibkanlah untuk diri kalian demi semata-mata untuk Allah. Dan jika dalam /pada nizam Jemaat setiap  orang (yang mempunyai kasus lalu melihat kebuntuan dalam penangan kasusnya (?),  maka untuk kalian jalan terbuka untuk menyampaikan hal itu  pada khalifah dan seharusnya mengirimkan itu  melalui   pengurus  itu.  Tanpa  nama pengaduan tidak akan dibahas /tidak anggap. Jika ingin perbaikan maka seyogianya  terbuka  di hadapan semua. Akan tetapi ingatlah, pada kalian sama sekali tidak akan diizinkan  untuk  membangkang pada pengurus  manapun. Jika terjadi corak seperti itu, maka dari segi hadis, kalian dengan tidak  mengadakan kerja sama dengan pengurus,dengan melakukan pembangkangan pada mereka,  kalian tengah melakuakan pembangkangan terhadap khalifah. Dan  kemudian  rangkaian mata rantai ini akan terus berangkai  sampai ke  atas.  Jadi keabadian/kebaikan setiap orang terdapat dalam  tetap berpegang teguh pada  janji   bahwa mereka akan siap melakukan segenap pengorbanan.

Insyaallah,kini sesudah ini, acara  Jalsah akan segera dimulai. Dalam kaitan ini  saya akan menyampaikan sejumlah doa   yang telah dipanjatkan oleh hadhrat Masih Mauud a.s.untuk orang-orang  yang ikut menghadiri jalsah. Dimana beliau banyak memanjatkan  doa-doa untuk orang-orang yang hadir dalam Jalsah-jalsah ini, disana beliau mempunyai harapan-harapan  pula dari orang –orang yang hadir dalam Jalsah.

Dan beliau bersabda: Janganlah menganggap Jalsah ini merupakan suatu pertemuan  dunia pada umumnya. Kemudian  kalian  berkumpul, mulai duduk   membuat  kelompok-kelompok , duduk bergerombol membuat majlis-majlis  masing-masing. Pada  waktu pelaksanakan Jalsah –kecuali dalam kondisi terpaksa- di tempat Jalsaah,dimana tengah berlangsung program jalsah,di gedung mana   harus duduk, semua seyogianya mendengarkan perogram-perogram yang tengah berjalan. Para panitia  juga seyogianya memperhatikan  hal itu bahwa kepada semua  para peserta Jalsah harus  diingatkan dan merupakan pekerjaan orang yang datang juga untuk melakukan kerjasama dengan para panitia Jalsah. Janganlah  menganggap buruk apa yang mereka katakan. Dan apapun pengaturan itu itaatilah itu sepenuhnya. Sebab, inipun merupakan suatu bagian keitaatan  pada  nizam Jemaat. Dan mulai dari hari inilah  akan dapat diketahui pernyataan dari kalian bahwa siapa dan sampai dimana dia seorang yang displin.

Khususnya para wanita seyogianya memperhatikan hal ini bahwa mereka itu datang untuk mendengarkan jalsah, bukan untuk membuat   pertemuan-pertemuan  untuk bersenang-senang,  dan tidak pula untuk mebicarakan hal dunia. Inilah hari dimana terdapat peluang untuk perbaikan jiwa/diri.Maka seyogianya sepenuhnya mengambil faedah   dari itu.Kemudian, perempuan-perempuan  yang membawa anak-anak kecil dimanapun ada tenda yang disediakan untuk mereka duduklah di belakang supaya karena anak-anak jangan ada kesulitan bagi yang lain untuk mendengarkan perogram jalsah. Mereka dengan mudah dapat mendengar semua perogram jalsah. Dan satu faedahnya juga ialah bahwa perempuan-perempuan yang mempunyai bayi, pada saat bayi mereka  memerlukan sesuatu dan mereka terpaksa berdiri  maka untuk keluarpun mereka ada kemudahan. Maka diharapkan- insyaallah- dalam tiga hari ini kalian dapat membuktikan bahwa hanya demi Allah semata kalian berkumpul disini untuk melewatkan kehidupan kelian.

Kini saya akan membacakan doa Hadhrat Masih Mauud a.s. yang beliau panjatkan pada kesempatan ini.

Beliau memanjatkan doa di hadapan Allah,pada saat berdoa  untuk Jemaat: Setiap orang yang melakukan perjalanan untuk  jemaat Ilahi ini, semoga Allah bersama mereka dan Allah menganugerahi ganjaran  besar pada mereka dan semoga Allah mengasihani mereka dan  memudahkan  kondisi resah dan kesulitan-kesulitan mereka dan  menjauhkan kesedihan dan kedukaan mereka;dan menganugerahkan keselamatan pada mereka dari segenap kesulitan dan membukakan pada mereka jalan-jalan  untuk mencapai tujuan-tujuan dan cita-cita  mereka dan mengangkat mereka pada hari akherat dengan hamba-hamba yang dinaungi dengan  karunia dan kasih sayang –Nya. Dan sampai  perjalanan mereka usai  Dia sesudahnya menjadi pengganti/khalifah  mereka. Wahai Tuhan, Tuhan Yang memiliki keluhuran dan Pemberi anugerah dan Maha penyayang serta  Wujud Yang memudahkan segenap  kesulitan, terimalah segenap doa-doa ini   dan anugerahilah pada kami kemenangan dengan tanda-tanda yang terang, sebab segernap kekuatan dan keperkasaan adalah milik-Mu.Amin      tsumma amiin.

 Semoga Allah menjadikan kita waris  doa-doa Hadhrat Masih Mauud a.s. dan selain itu  semua doa-doa yang beliau panjatkan untuk Jemaat yang dicintai dan menjadikan kita sebagai orang-orang beribadah pada-Nya; membersihkan kita dari segenap syirik, senantiasa menempatkan  kita pada posisi senantiasa dalam keitaatan  sempurna   pada-Nya dan dengan menganugerahkan  semua berkah-berkah jalsah ini pada kita  Dia senantiasa mengenakan jubah-jubah rahmat dan  karunia-karunia –Nya  pada kita.Amin.

Qamaruddin  Syahid