Khutbah Jum’ah

Hadhrat Khalifatul Masih V atba

Tanggal 28 Maret 2014

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

 اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ o الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ oملِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ o اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ o

 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَo صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْ عَمْتَ عَلَيْهِمْ,غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَo

Pada hari ini saya akan menceritakan kutipan-kutipan dari karya tulis Hadhrat Masih Mau’ud a.s. tentang Tanda-tanda dan beberapa peristiwa yang telah beliau jelaskan atau beberapa kejadian yang orang-orang menceritakannya sendiri yang mendukung kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud a.s.

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersbda:” Untuk mendukung kebenaran saya Tuhan telah menzahirkan Tanda-tanda yang terjadi sampai hari ini tanggal 16 Juli 1906, jika saya sebutkan Tanda-tanda itu satu persatu maka dengan bersumpah atas nama Allah Ta’ala saya dapat mengatakan jumlahnya lebih dari 300.000 buah Tanda. Jika tidak ada orang yang percaya kepada sumpah saya ini maka saya bisa menunjukkan bukti-buktinya. Banyak diantara Tanda-tanda itu yang berkenaan dengan peristiwa perlindungan Allah Ta’ala terhadap saya dari kejahatan musuh sesuai dengan janji-Nya. Dan banyak diantara Tanda-tanda itu yang berkenaan dengan keperluan-keperluan dan keinginan-keinginan saya, yang Allah Ta’ala telah memenuhinya sesuai dengan janji-Nya. Dan banyak diantara Tanda-tanda itu, sesuai dengan janji-Nya yaitu, inni muhinun man aroda ihanataka yakni Aku akan menghinakan orang yang bermaksud menghinakan engkau. Allah Ta’ala telah menghinakan orang-orang yang berusaha

menghinakan saya. Banyak diantara Tanda-tanda itu yang berhubungan dengan sidang pengadilan, sesuai dengan nubuatan-Nya, saya diberi kemenangan oleh Allah Ta’ala melawan orang-orang yang telah mengajukan saya ke sidang Pengadilan itu. Kita melihat di berbagai tempat tentang sempurnanya janji Allah Ta’ala ini: inni muhinun man aroda ihanataka yakni Aku akan menghinakan orang yang bermaksud menghinakan engkau. Laporan-laporan sering diterima dari berbagai tempat di Africa dan dari tempat-tempat lain juga, bagaimana Allah Ta’ala telah berlaku terhadap mereka. Dan jika sampai sekarang Allah Ta’ala belum menangkap mereka, sesuai dengan firman-Nya Yakni: Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka; sesungguhnya rencana-Ku sangat tangguh. (Al ‘Araf:184) sesungguhnya mereka harus ingat dan waspada. Jika mereka tetap tidak mau berhenti dari perbuatan buruk itu, insya Allah, suatu ketika mereka pasti ditangkap oleh Allah Ta’ala.

Beliau a.s. bersabda lagi; Beberapa diantara Tanda-tanda itu ada yang berkenaan dengan lamanya waktu kebangkitan saya, sebab semenjak dunia diciptakan tidak ada pendusta yang diberi tenggang waktu yang panjang. Dan kadangkala sebagian Tanda-tanda itu zahir sesuai dengan keadaan zaman, yakni zaman yang mengakui perlunya kedatangan seorang Imam. Dan kebanyakan tanda-tanda yang berkenaan dengan terkabulnya do’a yang saya panjatkan untuk kawan-kawan saya. Banyak diantara Tanda-tanda itu yang berkenaan dengan terkabulnya do’a buruk yang saya panjatkan bagi seorang musuh yang jahat. Banyak diantara Tanda-tanda itu yang berhubungan dengan terkabulnya do’a yang saya panjatkan untuk kesembuhan orang yang menderita penyakit yang sangat berbahaya. Dan Allah Ta’ala memberi tahu saya kesembuhannya sebelum orang yang dido’akan itu mendapat kesembuhan. Dan banyak diantara Tanda-tanda itu yang berkenaan dengan kebenaran saya, dimana orang-orang suci dan mulia terkenal dan masyhur melihat mimpi bertemu dengan Hadhrat Rasulullah saw kemudian beliau saw memberi kesaksian tentang kebenaran saya, seperti Sajadah Nasyin Sahibul ‘Alam Sindh yang mempunyai murid hampir seratus ribu orang banyaknya dan juga Khwaja Ghulam Farid Sahib Chacharan.

Beberapa diantara Tanda-tanda itu yang berkenaan dengan ribuan orang yang Bai’at kepada saya, bahwa mereka diberitahu di dalam mimpi tentang kebenaran saya, bahwa saya dari Tuhan. Dan kebanyakan yang lainnya Bai’at kepada saya setelah mimpi berjumpa dengan Hadhrat Rasulullah saw dan beliau saw bersabda: “ Dunia sudah hampir kiamat dan orang ini adalah Khalifah terakhir sebagai Masih Mau’ud. Bai’atlah engkau kepadanya” Dan beberapa diantara Tanda-tanda itu yang berkenaan dengan orang suci tertentu yang memberi tahu nama saya sebelum saya lahir kedunia, atau sebelum saya dewasa dan memberi tahu tentang saya sebagai Masih Mau’ud. Seperti, Ni‘matullah Wali and Mian Gulab Shah of Jamalpur, District Ludhiana.” (Haqiqat-ul-Wahi, Ruhani Khaza’in, vol. 22, pp.70-71 – Essence of Islam, Jld V, hal 2-4)

Sebuah peristiwa, seorang Sahabah Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bernama Sahibzada Sirajul Haq Sahib Nu’mani, menerima sepucuk surat dari abang beliau seorang non Ahmady Pir dan Sajadah Nasyin. Pir Sajadah Nasyin Sahib berkata; “Saya bisa membuat manusia melihat ‘kasyaf kubur’. Apakah Mirza Sahib juga bisa membuat orang melihat ‘kasyaf kubur’?” Maksudnya mengetahui keadaan orang sudah mati di dalam kubur atau mempertemukan dengan orang sudah mati. Mengenai itu Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:” ‘Kasyaf kubur’ adalah perkara sia-sia. Bagi orang yang bisa bercakap-cakap dengan Tuhan Yang Hidup dan menerima wahyu-wahyu segar dari pada-Nya dan terdapat buktinya bukan ribuan bahkan ratusan ribu, apa perlunya bercakap-cakap dengan orang sudah mati dan mencari-cari orang sudah mati? Adakah buktinya seseorang telah bercakap-cakap dengan orang sudah mati? Saya mempunyai ratusan ribu bukti dari Allah Ta’ala. Setiap post card, setiap orang dan setiap Rupee yang sekarang berdatangan kepada saya adalah Tanda Tuhan yang sangat agung. Sebab beberapa lama sebelumnya Allah Ta’ala telah memberi tahu dengan firman-Nya ya’tuna min kulli fajjin ‘amiq wa ya’tika min kulli fajjin ‘amiq. Yakni manusia akan berdatangan kepada engkau dari tempat yang jauh-jauh. Dan banyak barang-barang akan datang kepada engkau dari tempat yang jauh-jauh. Dan wahyu ini turun kepada saya ketika tidak ada seorangpun yang sudah kenal dengan saya. Dan sekarang nubuatan ini sedang menunjukkan kesempurnaannya dengan sangat jelas dan deras sekali. Adakah orang yang dapat menandingi saya? Pendeknya, apa perlunya sekarang meninggalkan Tuhan Yang Hidup, kemudian mencari orang yang sudah mati? (Malfuzat, (edisi baru) jld. IV, halaman 248).

Selanjutnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s bersabda: ”Dengarlah, saya berkata dengan sesungguhnya, janganlah kalian berlaku tidak hormat kepada Tanda-tanda Allah Ta’ala. Janganlah menganggap hina kepadanya. Sebab perbuatan demikian merupakan kerugian dan Allah Ta’ala tidak suka kepadanya. Belum lama ini telah terjadi peristiwa Lekh Ram sudah terbunuh sesuai dengan Tanda Ilahi. Berpuluh-puluh juta manusia telah menjadi saksi terhadap nubuatan mengenainya. Lekhram sendiri membuat nubuatan itu masyhur, kemanapun pergi dia selalu menceritakannya. Tanda itu dia sendiri yang telah memintanya demi bukti kebenaran Islam. Dan dia sendiri telah menyatakannya sebagai tolok ukur bagi palsu dan benarnya Agama. Akhirnya nyawanya sendiri melayang dengan darahnya bercucuran untuk membuktikan kebenaran Islam dan kebenaran diri saya. Mendustakan Tanda Ilahi ini dan tidak menghiraukannya adalah perbuatan tidak adil dan zalim. Dan orang yang mengingkari Tanda Ilahi yang begitu jelas dan terbuka berarti membuat dirinya sendiri jadi Lekh Ram.

Saya sangat sedih sekali, padahal dengan karunia-Nya, Allah Ta’ala telah memperlihatkan Tanda-tanda bagi setiap Kaum, Tanda Keperkasaan-Nya, Keindahan-Nya, setiap Tanda telah diberikannya, namun mereka membuangnya laksana sampah. Suatu perbuatan yang sangat buruk sekali dan mengundang kemurkaan Allah Ta’ala. Ingatlah! Orang yang tidak menghiraukan Tanda Allah Ta’ala maka Allah Ta’ala akan membalasnya, Dia-pun tidak akan menghiraukannya. Tanda-tanda yang datang dari Tuhan, dikenal oleh orang yang berakal dan takut kepada Allah Ta’ala. Bahkan dia mengambil faedah dari padanya. Akan tetapi orang yang tidak mempunyai perasaan dan tidak takut kepada Tuhan, dia sedikitpun tidak menaruh perhatian kepadanya, dia hampa tidak memperoleh papun. Sebab dia menghendaki agar dunia, sirna dari dunia ini juga dan menghendaki agar nilai iman, yang terdapat didalam wujud iman itu, hilang sirna. Bukanlah kebiasaan Allah Ta’ala memperlihatkan Tanda-Nya yang mengakibatkan lenyapnya iman bilghaib. Seorang yang jahil dan buas tidak kenal kepada sunnatullah, dia menganggap mu’jizat terhadap perkara yang keluar dari batas iman bilghaib. Akan tetapi Allah Ta’ala tidak pernah berbuat demikian. Untuk Jema’at kita Allah Ta’ala tidak kurang menunjukkan Tanda. Seseorang tidak akan merasa malu dihadapan siapapun. Berapa banyak orang-orang yang telah masuk kedalam Jema’at ini, diantara mereka tidak ada seorangpun yang berkata bahwa dia tidak pernah melihat suatu Tanda apapun. Orang-orang masuk Jema’at di waktu dulu maupun sekarang, mereka melihat Tanda-tanda. Orang-orang Ahmady keturunan juga harus membaca kisah ibu-bapak atau nenek-kakek mereka masuk Jema’at. Begitu juga mereka harus membaca Buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Dan harus menaruh perhatian untuk selalu menjalin hubungan erat dengan Allah Ta’ala.

Beliau bersabda:” Bacalah Kitab Barahin Ahmadiyya dan renungkanlah isinya. Di dalam Buku ini terdapat semua berita tentang zaman itu, baik mengenai kawan-kawan maupun mengenai musuh-musuh. Apakah ini kekuatan manusia yakni, memberi suatu kabar yang sangat agung yang kemudian sempurna juga, bukan hanya satu atau dua, melainkan seluruhnya sudah sempurna. Padahal 30 tahun sebelum ini nama dan juga tanda-tanda sebuah Jema’at pun belum ada, dan saya sendiri tidak tahu kehidupan saya, sampai kapan saya akan hidup. Kitab Barahin Ahmadiyya ada di rumah-rumah orang Ahmady, orang-rang Kristen, orang Ariya bahkan Pemerintah juga menyimpannya. Dan jika ada rasa takut kepada Tuhan dan ingin mencari kebenaran, maka saya katakan, putuskanlah dengan Tanda-tanda yang terdapat di dalam Kitab Barahin Ahmadiyya itu. Ingatlah, pada waktu itu seorang-pun belum ada yang kenal kepada saya, dan seorangpun tidak ada yang datang kepada saya dan seorang-pun tidak ada yang tinggal dengan saya. Jika nubuatan ini berupa khayalan semata, mengapa sekarang sudah ada sebuah Jema’at yang sangat besar? Dahulu dikatakan tentang seseorang tidak ada yang tahu kepadanya seorangpun dari luar Qadian. Tentangnya dikatakan di dalam Barahin Ahmadiyya ‘fahana an tuana au tu’rafa bainan nas’ yakni, sudah tiba waktunya engkau akan ditolong dan engkau akan masyhur dikalangan manusia. Sekarang mengapa, bukan hanya di India, melainkan di Arab, Syria, Mesir dia telah dikenal sampai ke Eropah dan America. Bahkan di Africa juga.” Dan beberapa hari yang lalu selama tiga hari program dilancarkan di dalam Bahasa Arab dari Qadian berkenaan dengan Hari Masih Mau’ud khusus ditujukan kepada dunia Bangsa Arab, sehingga menggemparkan dunia Arab. Beliau a.s. bersabda: “ Jika ilham tersebut bukan firman Allah Ta’ala, melainkan sebuah siasat dari seorang pendusta yang bertentangan dengan kehendak Allah Ta’ala, maka mengapa Allah Ta’ala sendiri telah menolongnya? Mengapa Dia telah menyediakan banyak sekali sarana-sarana baginya? Apakah saya yang membuat semua itu? Jika Allah Ta’ala selalu menolong dan mendukung seperti itu terhadap seorang pendusta, maka bagaimana tolok ukur bagi berhasilnya seorang yang jujur dan benar? Kalian jawablah sendiri!

Gerhana bulan dan matahari di dalam bulan Ramadhan dan membuatnya terjadi di zaman kehidupan saya, apakah itu terjadi dibawah kekuatan saya? Hadhrat Rasulullah saw telah menyatakannya sebagai tanda Mahdi yang benar dan Allah Ta’ala telah menyempurnakan Tanda ini di zaman penda’waan saya. Jika saya bukan datang dari pada-Nya, apakah Allah Ta’ala sendiri telah menyesatkan dunia? Kalian harus berfikir kemudian jawablah ini bahwa, sampai dimana akibat penolakan saya! Sudah pasti sama dengan mendustakan Hadhrat Rasulullah saw dan mendustakan Allah Ta’ala. Banyak sekali Tanda-tanda serupa dengan itu, yang jumlahnya bukan hanya dua atau empat melainkan ribuan bahkan ratusan ribu banyaknya. Yang mana dan berapa banyak yang akan kalian ingkari ?

Di dalam Kitab Barahin itu juga telah ditulis bahwa ya’tuna min kulli fajjin ‘amiq, kalian sendiri telah datang ke sini dan telah menyempurnakan sebuah Tanda. Boleh kalian ingkari juga. Jika kalian bisa menghapus Tanda yang telah kalian sempurnakan sendiri, maka hapuslah! Saya berkata satu kali lagi, ingatlah! Tidak baik menolak Tanda Allah Ta’ala, karena dengan itu kemarahan Allah Ta’ala semakin berkobar. Saya telah katakan apa yang tersimpan di dalam hati saya, sekarang kalian percaya atau tidak percaya, terserah kepada kalian. Allah Ta’ala tahu pasti bahwa saya adalah benar. Dan dari pada-Nya juga saya telah datang. (Malfuzat, Vol III, (new edition) pp. 650 – 652). Kalimat terakhir yang tersebut diatas yaitu, kalian sendiri telah datang ke sini dan telah menyempurnakan sebuah Tanda. Orang yang diajak bicara oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. ini adalah orang baru masuk Islam yang ingin melihat Tanda Ilahi. Kemudian Hadhrat Masih Mau’ud a.s. menjelaskan kepadanya bahwa Tanda apa lagi yang anda kehendaki, kedatangan anda sendiri ke Qadian adalah sebuah Tanda. Dengan karunia Allah Ta’ala kita dapat menyaksikan bahwa Tanda itu sedang zahir di setiap Negara.

Selanjutnya, Tanda berkenaan dengan sembuhnya dari penyakit, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:” Putera Nawab Sardar Muhammad ‘Ali Khan, orang terhormat di Malir Kotla, bernama Abdur Rahim menderita sakit keras di Qadian. Tidak ada suatu upaya yang dapat dijalankan untuk menyelamatkan nyawanya, suasana sudah sangat kritis dan putus asa seakan-akan dia sudah menjadi mayat. Pada waktu itu saya berdo’a kepada Allah Ta’ala. Maka apa yang kita lihat, keadaannya seperti takdir mubram yang tidak dapat dirubah lagi. Barulah saya berkata kepada Tuhan Yang Maha Mulia. Ya Ilahi! Saya memberi syafa’at untuk-nya! Tiba-tiba Allah Ta’ala menjawab do’a saya ini dan berfirman: Yakni: Siapakah yang dapat memberi syafa’at dihadhirat-Nya tanpa izin-Nya? (Al Baqarah : 256). Barulah sayapun terdiam. Tidak lama setelah itu saya terima lagi ilham : Yakni, Engkau telah di-izinkan untuk memberi syafa’at! (Tazkirah hal413) Setelah itu saya mulai berdo’a dengan khusyuk dan tadharuk, maka Allah Ta’ala mengabulkan do’a saya, dan keadaan anak itu seolah-olah telah dikeluarkan dari dalam kubur, namun segera setelah itu kesan kesehatannya mulai nampak. Sebelumnya ia sudah betul-betul lemah-lunglai tidak berdaya, sekarang mulai kembali kepada keadaan semula dan sehat wal’afiat lagi pada hari itu juga. (Haqiqat-ul-Wahi, Ruhani Khaza’in, vol. 22, pp. 88-89 – Essence of Islam, Vo. V, pp. 187-188)

Selanjutnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:” Anak saya Bashir Ahmad, (yakni tentang Hadhrat Mirza Bashir Ahmad Saheb r.a.) menderita sakit mata demikian rupa sehingga tidak ada obat yang dapat memberi faedah kepadanya. Dan timbul keadaan yang sangat berbahaya, yaitu penglihatannya akan hilang. Ketika penyakitnya itu sudah sampai kepuncak yang sangat berbahaya sekali, maka saya berdo’a kepada Allah Ta’ala. Kemudian turun Ilham :  Yakni, Mata anak-Ku Bashir mulai dapat melihat! (Haqiqatul Wahyi Hal.89) Dengan karunia Allah Ta’ala pada hari itu juga matanya sembuh. Peristiwa ini telah disaksikan oleh kira-kira seratus orang lebih. (Haqiqat-ul-Wahi, Ruhani Khaza’in, Jld. 22, hal. 89)

Kemudian Tanda-tanda berkenaan dengan musuh-musuh atau para penentang, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:” Tanda ke 71 yang telah saya catat di dalam Kitab Sirrul Khilafah halaman 62 adalah: Saya berdo’a bagi para penentang agar mereka menderita penyakit ta’un. Yakni nasib para penentang yang tidak menerima hidayah, setelah beberapa tahun berlalu penyakit ta’un mulai berjangkit dan menyebar di Negeri ini. Dan banyak musuh yang sangat menentang dengan keras telah menjadi mangsa penyakit ta’un itu hingga menemui ajal mereka. Do’a itu begini:

 Yakni: Hai Tuhanku! Tangkaplah orang yang menjadi musuh jalan kebaikan dan musuh pekerjaan baik dengan menimpakan penyakit ta’un kepadanya dan binasakanlah dia.

  Dan jauhkanlah kegelisahan-ku dan selamatkanlah daku dari kesedihan, wahai Karim-ku dan hancur-leburkanlah musuh-musuhku dan sungkurkanlah mereka kedalam debu!

Dan di dalam Kitab Ijaz e Ahmady halaman 170 terdapat nubuatan ini:  Yakni, Apabila kami sudah marah kepada seseorang maka Tuhan marah kepada-nya, yang melampaui batas dan berbuat keburukan-keburukan secara terbuka.

 Waktunya sudah tiba bagi setiap zalim untuk dihancurkan. Dan merekalah yang akan dibinasakan yang menjadi penyebab orang-orang sudah binasa karena dosa-dosa mereka.

Yakni, Saya akan menjadi manusia yang paling buruk diantara orang-orang yang buruk, jika penghinaan mereka tidak dibalas dengan penghinaan lagi.

Tuhan telah memutuskan bahwa ejekan dibalas dengan ejekan lagi, maka wabah ta’un akan menyergap mereka ! Dan apabila kedurhakaan yang menghancurkan sudah melampaui batas maka aku menghendaki agar turun wabah ta’un yang membinasakan. Setelah itu turunlah Ilham berikut ini kepada-ku:  Yakni: Telah engkau hancurkan banyak sekali rumah-rumah musuh.(Tazkirah hal.606) Ilham ini telah di siarkan di dalam Surat Kabar Al Hakam dan Al Badar di Qadian. Dan do’a-do’a tersebut diatas yang dipanjatkan setelah terjadi penganiayaan yang sangat keras dilakukan oleh musuh-musuh, telah dikabulkan oleh Allah Ta’ala dan sesuai dengan nubuatan wabah ta’un telah menyergap mereka laksana kobaran api yang membakar. Beribu-ribu musuh yang telah menyebut saya pendusta dan memaki-maki saya dengan mulut kotor mereka telah dibinasakan. Disini saya akan menyebutkan beberapa nama-nama musuh yang sangat keras menentang saya sebagai contoh. Pertama, Maulwi Rasul Baba, penduduk Amritsar, patut disebut namanya. Dia telah menulis sebuah buku untuk membantah saya dan banyak kata-kata keras dan makian serta penghinaan kepada saya di dalam bukunya itu. Dan dia telah berdusta karena mencintai kehidupan dunia yang hanya beberapa hari lamanya ini, akhirnya sesuai dengan janji Tuhan dia telah binasa disergap ta’un. Sesudah dia, seorang bernama Muhammad Bakhsh Naib inspektur di Batala dengan berani telah memusuhi melakukan kezaliman. Akhirnya diapun telah mati karena ta’un. Sesudah dia, bangkit seorang bernama Chiragh Din of Jammu yang mendawakan dirinya seorang Rasul dan menyebut saya Dajjal. Dia selalu berkata: Hadhrat Isa a.s. telah memberi saya sebuah tongkat di dalam mimpi, agar saya membunuh Dajjal dengan tongkat ini. Maka diapun telah binasa disergap ta’un pada tanggal 4 April 1906 bersama dua orang anaknya sesuai dengan nubuatan yang saya siarkan sebelumnya di dalam booklet Dafi ul bala wa mayar ahlal istafa’ di waktu ia masih hidup. Di manakah tongkat Isa a.s. itu, yang akan dia gunakan untuk membunuh saya? Dan apa artinya ilham dia itu katanya: inni laminal mursalin! Aku seorang rasul dari antara rasul-rasul! Sangat disesalkan sekali! Kebanyakan manusia sebelum tazkiya e nafs menyatakan hadisun nafs suara hati nurani sebagai ilham. Itulah sebabnya dia akhirnya mati dengan penuh kehinaan. Selain dari mereka ini banyak lagi orang-orang yang telah melampaui batas dalam menghina dan mencemoohkan saya. Mereka tidak takut terhadap hukuman Allah Ta’ala dan sibuk dalam menghina, memperolokkan dan memaki-maki siang dan malam. Akhirnya mereka menjadi mangsa ta’un. Sebagaimana Munshi Mehboob Alam Sahib menulis dari Lahore: Paman saya namanya Noor Ahmad penduduk Hafeezabad, pada suatu hari dia berkata kepada saya katanya, mengapa Mirza Sahib tidak memperlihatkan Tanda sebagai Masih Mau’ud? Maka saya berkata kepadanya, salah satu Tanda dari Tanda-tanda beliau adalah ta’un yang timbul setelah nubuatan dan telah menelan jiwa banyak sekali. Maka dia berkata: “Ta’un tidak akan menyentuh kami melainkan ta’un ini telah datang untuk menghancurkan Mirza Sahib. Kami sama sekali tidak akan terkena serangan ta’un itu. Melainkan akan menyerang Mirza Sahib.” Sampai disitulah percakapan terputus. Munshi Mahboob Alam Sahib berkata lagi; Ketika saya sampai di Lahore, seminggu kemudian saya menerima kabar bahwa paman Noor Ahmad sudah mati diserang ta’un. Banyak orang kampung telah menjadi saksi bagi percakapan kami berdua dan peristiwa ini begitu jelas bagi orang-orang kampung, tidak dapat disembunyikan.

Selanjutnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “ Mian Mi’rajud Din Sahib menulis dari Lahore bahwa Maulwi Zainul Abideen yang lulusan Maulwi Fadhil dan Munshi Fadhil dan masih ada hubungan keluarga dengan Maulawi Ghulam Rasool penduduk Qilla, Lahore dia telah menyelesaikan pendidikan Agama dan telah diangkat sebagai Guru pada Anjuman Himayat e Islam, Lahore. Dia telah menantang Maulawi Muhammad Ali Sialkoti untuk mubahala sambil berdiri di depan sebuah Toko Kashmiri Bazaar Lahore, mengenai kebenaran Huzoor a.s. Selang beberapa hari setelah mubahala itu, dia mati diserang penyakit ta’un. Isterinya juga mati diserang ta’un kemudian menantunya juga yang bekerja sebagai accountant general di dalam sebuah Departemen, mati karena ta’un. Tujuh belas orang di dalam keluarganya telah mati diserang ta’un setelah mubahala dengan Maulawi Muhammad Ali Sialkoti tersebut diatas. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Hal itu sangat menakjubkan sekali, adakah orang yang faham terhadap rahasia ini? Mereka menganggap saya sebagai pendusta dan dajjal, akan tetapi setelah mubahala mereka itulah yang mati. Apakah, na’uzubillah, Tuhan sudah berbuat keliru atau salah? Mengapa kemurkaan Tuhan turun keatas orang-orang itu? Dan mereka mati dalam keadaan hina dan sengsara?” Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:” Mian Mi’rajud Din Sahib selanjutnya menulis:” Begitu juga seorang kontraktor bernama Kareem Bakhsh, Lahore sangat keras menetang dan memaki Huzoor dan dia selalu berbuat demikian. Berkali-kali telah saya peringatkan, namun dia tidak mau behenti berbuat demikian. Akhirnya dalam umur masih muda dia telah menjadi mangsa kematian yang sangat mengerikan.

Selanjutnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda:” Syed Hamid Ali Shah Sialkoti menulis katanya, Hafiz Khan Sialkoti sangat keras menentang Huzoor. Dialah orang yang telah membuat rencana, apabila Huzoor datang ke Sialkot akan melemparkan debu kedalam kendaraan yang ditumpangi Huzoor. Akhirnya pada tahun 1906 dia sendiri mati diserang ta’un yang sangat dahsyat sekali, dan sembilan atau sepuluh anggota keluarganya juga telah mati diserang ta’un itu. Begitu juga setiap orang di kota Sialkot tahu bahwa Hakeem Muhammad Shafi pembina Madrasatul Qur’an, yang murtad setelah dia bai’at, menjadi musuh keras Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Orang malang ini tidak bisa mempertahankan Bai’atnya dengan teguh disebabkan terlalu mementingkan diri sendiri dan telah bergabung dengan penduduk Mohalla Loharaan Sialkot yang menjadi musuh dan penentang sangat keras. Akhirnya dia juga menjadi mangsa serangan ta’un, kemudian isterinya, ibunya serta saudaranya telah mati secara beruntun diserang ta’un. Dan orang-orang yang membantu Madrasa yang telah dia dirikan semuanya telah mati diserang ta’un juga.”

Beliau a.s. bersabda: ”Begitu juga Mirza Sardar Baig Sialkoti yang sangat giat melakukan perlawanan sambil menghina dan memaki dengan kata-kata yang sangat keji. Siang malam pekerjaan-nya selalu mengejek dan memaki-maki dan setiap perkataan-nya penuh dengan ejekan dan caci-maki. Dia juga akhirnya disergap oleh ta’un dan mati dalam keadaan yang sangat mengerikan. Pada suatu hari sbelum mati dia berkata dengan sombong dan takabbur kepada seorang Ahmady: “Mengapa kamu selalu berkata ta’un, ta’un melulu? Kami akan percaya jika ta’un itu memang ada! Kemudian, dua hari setelah itu dia-pun mati diserang ta’un.” (Haqiqat-ul-Wahi, Ruhani Khaza’in, vol. 22, pp. 235 – 238)

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “ Saya telah diutus oleh Allah Ta’ala untuk menegakkan kembali keagungan Hadhrat Rasulullah saw yang sudah hilang. Dan untuk memperlihatkan kebenaran ajaran sejati Kitab Suci Al Qur’anul Karim. Dan semua pekerjaan ini sedang giat dilaksanakan. Namun mata orang-orang yang tertutup tabir tidak akan dapat menyaksikannya. Padahal silsilah ini sedang memancarkan cahaya terang benderang. Dan betapa banyak orang-orang yang menjadi saksi terhadap Ayat atau Tanda-tanda ini. Jika mereka dikumpulkan dalam satu tempat maka jumlahnya demikian banyak diatas dunia ini sehingga seorang Rajapun tidak memiliki jumlah tentera sebanyak itu. Selanjutnya beliau bersabda:” Allah telah mengutus saya untuk mengadakan reformasi. Dan untuk menunjukkan Tanda-tanda melalui tangan saya. Jika tanda-tanda itu diberi tahukan kepada orang yang tabi’atnya bersih dari prasangka buruk dan dalam hatinya tertanam rasa takut kepada Tuhan dan berpikir menggunakan akal sehat maka dengan Tanda-tanda itu hakikat Islam akan dia kenal dengan sebaik-baiknya. Tanda-tanda itu bukan satu atau dua, melainkan ribuan Tanda banyaknya. Dianatarany telah kami tulis di dalam Kitab Hakikatul Wahi. Ketika abad ke 13 Hijriyah sudah habis maka Allah Ta’ala mengirim saya sebagai Utusan-Nya pada permulaan abad ke 14. Dan semenjak Adam sampai akhir banyak Nabi telah berlalu, semua nama mereka diberikan kepada saya. Dan nama terakhir yang diberikan kepada saya adalah Isa Mau’ud, Ahmad dan Muhammad Mau’ud (yang dijanjikan). Dan berulangkali saya disebut dengan kedua nama itu, yaitu Masih da Mahdi.” Diantara mu’jizat yang diberikan kepada saya, adalah nubuatan-nubuatan yang mengandung perkara-perkara besar, dan tidak ada kekuatan siapapun kecuali dari Tuhan untuk menceritakannya. Dan banyak do’a-do’a yang terkabul dan diberitahukan kepada saya. Dan banyak do’a-do’a buruk yang karenanya musuh-musuh dibinasakan. Dan banyak do’a yang berupa syafa’at yang martabatnya lebih tinggi dari pada sekadar do’a, dan banyak berupa mubahalah yang kesudahannya musuh-musuh dibinasakan dan dihina-dinakan oleh Tuhan. Dan banyak diantaranya kesaksian orang-orang suci di zaman ini yang dengan menerima Ilham dari Tuhan memberi kesaksian kebenaran saya. Dan banyak kesaksian orang-orang suci yang wafat sebelum saya lahir, yang memberi kesaksian dengan menyebut nama saya dan nama kampung saya bahwa itulah Masih Mau’ud yang segera akan datang. Dan banyak juga orang-orang suci yang memberi kabar tentang kedatangan saya, bahkan ketika saya belum lahir ke dunia. Dan banyak orang-orang suci memberi kabar tentang kedatangan saya di waktu saya baru berumur sepuluh atau dua belas tahun. Dan memberi tahu kepada kebanyakan murid-murid beliau bahwa apabila kalian telah berumur sekian…sekian, kalian akan berjumpa dengan-nya. Dan Tanda-tanda yang telah ditetapkan oleh Hadhrat Rasulullah saw berkenaan dengan waktu kedatangan Masih dan Mahdi Mau’ud, seperti gerhana bulan dan gerhana matahari di bulan Ramadhan, tersebarnya ta’un di dalam Negeri ini, semua kesaksian ini telah sempurna untuk mendukung kebenaran saya sampai sekarang saya juga sudah melihat seperempat bagian dari abad ke 14. Dan begitu banyak dalil-dalil dan saksi-saksi, jika ditulis semuanya maka akan memakan banyak sekali jilid.” (Chashma Ma’rafat, Ruhani Khaza’in Vol. 23, pp. 328 – 329). Di dalam kutipan-kutipan ini diuraikan beberapa contoh akhir kesudahan para penentang sampai menemui ajal mereka dan bukti terkabulnya do’a-do’a dan tanda-tanda lainnya juga. Sekarang akan saya kemukakan beberapa peristiwa bagaimana orang-orang masuk Jema’at Ahmadiyya, baik dari zaman Hadhrat Masih Mau’ud a.s. maupun pada waktu sekarang ini.

Hazrat Sheikh Muhammad Sahib menulis, ketika saya kira-kira berumur 12 tahun dan sekalipun di dalam keluarga kami paman kami Hakim Sheikh Ibadullah Sahib dan saudara sepupu saya Bai’at masuk Jema’at, akan tetapi saya sendiri tidak pernah melihat wajah Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan tidak pernah pula melihat photo beliau. Saya bermimpi bahwa seluruh badan saya sudah tidak bernyawa lagi. Akan tetapi kekuatan mata untuk melihat dan otak untuk berpikir tetap ada. Seorang suci sedang duduk di depan saya dan dibelakang beliau saya lihat ada seorang suci berdiri hanya terlihat kedua kaki beliau. Orang suci duduk sebelah depan adalah Mirza Sahib sedang melihat kearah beliau itu. Orang yang berdiri sebelah belakang yang kelihatan hanya kaki beliau adalah Hadhrat Rasulullah saw. Keesokan harinya saya Tanya ta’wil mimpi ini kepada Maulwi Malik Abdullah Khan Sahib yang pada waktu itu menjadi anggota Jema’at Lahore. Beliau berkata: Engkau menjadi pengikut Hadhrat Muhammad saw melalui Mirza Sahib. Maka seperti itulah telah terjadi. Dan sambil bersumpah saya berkata bahwa pada tahun 1905 ketika Bai’at, saya jumpai Hadhrat Masih Mau’ud a.s. adalah sama seperti yang saya lihat di dalam mimpi.” Demikianlah Allah Ta’ala memberi jalan petunjuk kepada yang Dia sukai.

Hazrat Nizam Din Sahib menulis, ketika masih belum Bai’at saya turun dari tangga Masjid Mubarak setelah salat Asar, saya berjumpa dengan dua orang terhormat masih muda berbadan tinggi berpakaian warna putih, mereka minta tolong diberitahu dimana Mirza Sahib berada dan berkata; Kami datang dari tempat jauh. Saya jawab, mari saya beri tahu! Tidak, saudara harus dibelakang kami. Beri tahu kami, jika beliau ada di atas, kami akan kesana tentu kami bisa mengenal beliau. Maka sayapun berjalan di belakang mereka. Mereka naik tangga di depan saya kemudian langsung pergi mencari Hudhur. Di depan sebelah atas sedang ada pertemuan. Orang-orang sedang duduk bersama dan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. juga sedang duduk santai bersama mereka tanpa memakai sorban. Salah seorang dari kedua orang itu maju menghadap Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan bertanya: Apakah nama Tuan Mirza Ghulam Ahmad? Beliau jawab: Ya! Orang itu bertanya lagi: Apakah Tuan mendawakan sebagai Masih Mau’ud ? Beliau jawab: Ya ! Orang itu berkata lagi; Pertama saya sampaikan assalamualaikum dari Hadhrat Rasulullah saw, kemudian assalamualaikum dari saya sendiri. Orang itu menjelaskan; Saya telah melihat mimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad saw dan sambil meletakkan tangan beliau diatas pundak Hadhrat Masih Mau’ud berkata kepada saya: Hadza Masih ! Bai’atlah kepada orang ini! Dan sampaikanlah salam dari-ku!

Hazrat Hakeem Ata Muhammad Sahib menulis, setelah Bai’at saya tinggal di Qadian untuk beberapa hari. Setelah minta izin kepada Huzur a.s. saya kembali ke Lahore. Dan di Lahore saya dipertemukan oleh Sufi Ahmad Jan Sahib dengan saudara-saudara Ahmady. Seorang diantara mereka berkata dengan penuh kecintaan: “ Sekarang Muhammad Sahib sudah datang di Qadian.” Saya heran mendengarnya, dan berdo’a, ya Allah! Jema’at ini yakin bahwa Muhammad saw sudah datang kembali di Qadian, dan bagaimana Mirza Sahib jadi Muhammad? Saya bermimpi dan melihat Hadhrat Aqdas Masih Mau’ud a.s. sedang berdiri kemudian seorang Malaikat turun dari langit bertanya: Siapa ini? Saya jawab: Beliau ini Mirza Sahib! Lalu saya lihat nur (cahaya) Muhammad saw turun dari langit. Dan nur itu masuk kedalam otak Hadhrat Masih Mau’ud a.s. kemudian nur itu masuk kedalam seluruh tubuh beliau. Dari nur itu muka beliau menjadi sangat cemerlang sekali. Malaikat itu bertanya lagi: Siapakah ini? Saya jawab: Mula-mula beliau ini Mirza Sahib dan sekarang betul-betul Muhammad saw.” Itulah kissah-kissah di masa lampau, bagaimana orang-orang berjumpa dengan Nabi Muhammad saw kemudian Bai’at kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s.

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “ Bimbingan Allah Ta’ala seperti itu dan Tanda-tanda akan terus terjadi sampai Silsilah Ahmadiyya ini mencapai kedudukan sempurna yang sangat agung.” Jadi, nubuatan ini sampai sekarang sedang terus mencapai kesempurnaan dengan sangat cemerlang sekali. Dan Allah Ta’ala memperlihatkan Tanda-tanda sekalipun terhadap orang-orang yang tinggal ribuan Mile jauhnya dari Qadian. Ini sebagai bukti Allah Ta’ala memberi petunjuk dan bimbingan terus-menerus kepada manusia.

Di sebuah kawasan bernama Bala di Negara Mali, Africa terdapat seorang Imam besar dari Firqah Tijani. Melalui ayah dari Imam itu 93 buah kampung telah masuk Islam. Setelah ayah beliau meninggal puteranya Adam Sahib menggantikan ayah beliau. Tidak lama kemudian, dengan karunia Allah Ta’ala mereka semua mendapat taufiq masuk Jema’at Ahmadiyya. Adam Sahib mengatakan, saya melihat mimpi Hadhrat Masih Mau’ud a.s. datang kerumah dan masuk kedalam kamar saya. Dan ketika saya di dalam kamar bersama Hudhur a.s. diluar banyak sekali para Ulama sedang menunggu Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Lalu saya berkata kepada Hadhrat Aqdas Masih Mau’ud a.s. Hudhur! Di luar banyak sekali Ulama sedang menunggu Hudhur! Kemudian beliau keluar dan bertemu dengan para Ulama itu kemudian beliau membuka topi (peci) dari kepala semua Ulama itu kecuali peci saya tidak dibuka. Setelah masuk Jema’at Ahmadiyya Adam Sahib pergi ke banyak sekali kampung-kampung bersama Muballigh kita dan sekarang lebih dari 40 buah kampung telah masuk Jema’at Ahmadiyya.

Jayara Bukhari Sahib, Burkina Faso, Africa menulis, saya menelephon Radio Jema’at dan berkata, saya telah mendengar siaran tabligh Radio anda. Anda mengatakan barangsiapa yang ingin tahu apakah Hadhrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud ini benar atau tidak, sembahyanglah Istikharah. Maka sejak hari itu saya mulai salat Istikharah. Setelah seminggu salat istikharah saya melihat dalam mimpi dua orang bercahaya sangat cemerlang dibawah sebuah tenda. Di dalam mimpi itu teman saya memberi tahu, orang sebelah kanan adalah Imam Mahdi dan yang kedua tidak kenal siapa beliau. Setelah itu saya yakin bahwa Imam Mahdi adalah benar. Jika tidak benar bagaimana saya bisa berjumpa dengan beliau sebagai jawaban Istikharah saya? Oleh sebab itu sayapun Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyya.

Seorang perempuan dari Egypt (Mesir) menulis kepada saya, dengan karunia Allah Ta’ala saya telah dianugerahi beberapa kelebihan oleh-Nya. Saya melihat di dalam mimpi Hadhrat Imam Mahdi a.s. bersama Hudhur juga. Dan demi Allah, saya tidak tahu bahwa pada waktu ini ada seorang Khalifah. Saya sedang Istikharah, maka kedua orang itu diperlihatkan kepada saya. Akan tetapi Syaitan telah menggelincirkan saya. Dan saya bersyukur kepada Allah Ta’ala bahwa Dia telah memberi taufiq untuk menerima kebenaran. Saya telah selamat dari tipuan Syaitan itu. Saya memohon do’a untuk maghfirah dan istiqamah saya.” Semoga Allah Ta’ala memberi istiqamah kepada beliau !

Seorang perempuan dari Morocco menulis, “Melalui program Liqa ma’al Arab di dalam MTA saya mengenal Jema’at Ahmadiyya. Penjelasan Hadhrat Khalifatul Masih lV r.h. sangat berdalil ampuh dan menenteramkan hati. Walaupun demikian dalam setiap program beliau menyarankan untuk banyak berdo’a dan salat Istikharah untuk mendapatkan kebenaran. Maka sayapun mulai Istikharah, tidak lama kemudian melihat dalam mimpi sebuah Tenda dipasang diatas sebidang tanah yang sangat luas sekali. Di dalam Tenda itu sedang duduk seseorang sambil bersedih sekali. Tiba-tiba seseorang datang dan bertanya kepada beliau: Mengapa tuan bersedih sekali ? Beliau jawab: Saya Masih Mau’ud, selalu mengajak manusia ke jalan lurus, namun manusia tidak menerima kebenaran saya. Orang yang bertanya itu berkata: Saya menerima kebenaran engkau! Saya Muhammad Rasulullah ! Setelah melihat mimpi itu saya mengambil keputusan, apapun yang akan terjadi, terjadilah! Maka segera saya mengirim surat untuk Bai’at. Setelah Bai’at saya mulai memakai pardah.” Beliau ini datang ke UK untuk menghadiri Jalsah. Beliau telah melihat Tenda dan menyaksikan keadaan Jalsa juga. Katanya, Tenda ini serupa betul dengan yang saya lihat di dalam mimpi, dimana Hadhrat Rasulullah saw bersabda kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s.: Saya mengakui kebenaran engkau!

Mu’allim kita dari Mali, Africa Abdullah Sahib menulis: “ Ustad Bamaku bernama Dambali Sahib sangat keras menentang Jema’at. Bila saja dia menelphon Radio Jema’at selalu mencaci maki. Pada suatu hari ia sambil menangis menelephon radio Rabwah FM (Radio Jema’at) memberi tahu katanya; Tadi malam saya mimpi bertemu dengan Hadhrat Aqdas Masih Mau’ud. Saya melihat Nur (cahaya) sangat cemerlang yang bersama Hadhrat Masih Mau’ud a.s. tidak pernah saya lihat sebelumnya. Oleh sebab itu saya mohon ma’af kepada Jema’at. Saya takut jika Jema’at tidak mema’afkan tentu Tuhan tidak akan mema’afkan saya. Kemudian Muallim Jema’at mengajak beliau masuk Jema’at, sebab sekarang sudah jelas tentang Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Maka beliaupun menerima seruan itu dan masuk Jema’at Ahmadiuyya Islam Hakiki.”

Mu’allim kita Yusuf Sahib dari kawasan Koulikoro, Mali, Africa menulis, ada orang tua bernama Jalakruji kelahiran Muslim, akan tetapi katanya, setelah melihat keadaan golongan-golongan Islam zaman sekarang saya tidak mengerti golongan mana yang datang dari Allah Ta’ala. Sudah lama mencari jalan kebenaran, namun kebenaran tidak dapat dijumpai. Pada suatu hari ketika mendengar siaran Radio Rabwah FM (nama Radio Jema’at di Mali) Muallim Sahib sedang berpidato dan mengatakan bahwa barangsiapa yang ingin mengetahui jalan kebenaran ia harus berdo’a kepada Allah Ta’ala. Maka Allah Ta’ala sendiri akan memberi bimbingan dan petunjuk kepadanya. Cara ini sangat saya sukai. Untuk mengamalkannya saya berniat untuk bersemedi sambil memanjatkan do’a siang-malam selama 40 hari dan 40 malam dan berniat tidak akan berbicara dengan siapapun selama itu, sampai menerima bimbingan dan petunjuk dari Allah Ta’ala. Ketika tinggal beberapa hari lagi, pada suatu hari di dalam mimpi, Allah Ta’ala memperlihatkan Imam Mahdi datang kerumah saya. Dan beliau mengusap-usap kepala anak saya dengan penuh kasih sayang. Setelah terbangun saya yakin sekali bahwa semua Ahmady di seluruh dunia berada diatas kebenaran, sebab hanya merekalah yang memberi kabar tentang kedatangan Hadhrat Imam Mahdi. Setelah melihat mimpi itu saya segera ikut menghadiri Jalsa Salana di Mali. Dan ketika melihat photo Hadhrat Masih Mau’ud a.s. saya yakin beliau inilah yang telah datang kerumah saya di dalam mimpi. Kemudian sayapun Bai’at.

Muballigh kita Bilal Sahib dari Mali menulis katanya, seorang Ahmady datang mengunjungi Radio Jema’at di Sikaso dan memberitahu bahwa tetangga beliau datang kerumah beliau meminta ma’af sambil menangis. Ketika ditanya apa sebabnya, beliau berkata: Sebelum ini saya sangat benci terhadap Ahmadiyya. Bila saja saya mendengar Radio Jema’at, tidak ada perkataan yang keluar dari mulut saya kecuali caci-maki belaka. Semalam Muballigh anda sedang berceramah di Radio itu, saya terus memaki-makinya sampai saya tertidur. Saya bermimpi kedatangan Hadhrat Rasulullah saw. Beliau dengan keras sekali memarahi saya. Di dalam mimpi itu juga saya memohon ma’af kepada Hadhrat Rasulullah saw dan beliaupun telah mema’afkan saya. Semenjak itu saya tidak pernah lagi memaki Jema’at Ahmadiyya bahkan sekarang saya sudah Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyya.” Dengan karunia Allah Ta’ala sekarang saudara ini menjadi Muballigh yang sangat semangat sekali.

Mu’allim Abdullah Sahib dari Mali menulis katanya, seorang siswa mulai menela’ah Jema’at Ahmadiyya melalui Internet. Sambil menela’ah dia menghubungi website Jema’at di Pranchis. Pelajar itu kemudian menghubungi saya dan bertanya beberapa so’alan. Setelah menerima jawaban-jawaban atas pertanyaannya siswa itu sudah faham betul namun belum bersedia untuk Bai’at. Pada suatu hari siswa itu datang berjumpa dengan saya dan berkata, saya mau Bai’at. Sebab semalam saya berjumpa dengan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. di dalam mimpi. Beliau datang kerumah saya dan saya melihat muka beliau sangat cemerlang penuh cahaya. Dan cahaya itu demikian cemerlang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Saya bukan hanya mau melakukan Bai’at bahkan setelah Bai’at saya akan bertabligh bersama Jema’at.”

Muballigh kita Fateh Sahib dari Koulikoro, Mali menulis katanya, Koliwali Sahib datang kepada Radio kita dan berkata: Nenek kakek kami pengikut Agama Budha. Saya juga diajak memuja berhala. Namun semenjak kecil saya tidak suka menyembah patung berhala. Setelah dewasapun saya menolak menyembah patung berhala, sehingga semua orang tua dan semua saudara-saudara saya marah kepada saya. Namun saya sedikitpun tidak peduli terhadap mereka dan saya-pun masuk Islam. Setelah masuk Islam saya menunggu kedatangan Hadhrat Imam Mahdi. Setelah lama menunggu saya melihat dalam mimpi seorang suci memakai pakaian warna putih datang dari arah Utara Mali. Banyak sekali manusia berkumpul untuk melihat orang suci itu. Saya melihat wajah Hudhur sangat cerah dan bercahaya sangat cemerlang. Sebelum ini tidak pernah saya melihat muka sperti itu. Saya bertanya kepada diri sendiri, siapa orang suci ini. Seorang yang sedang berdiri dibelakang beliau berkata: Beliau ini adalah Hadhrat Imam Mahdi a.s. Setelah bertemu dengan beliau ini saya-pun bangun. Setelah melihat mimpi itu saya yakin bahwa Imam Mahdi sudah datang. Tetapi ketika saya bertemu dengan golongan-golongan Islam lain tidak ada yang memberi tahu tentang kedatangan Imam Mahdi. Secara kebetulan saya menyetel Radio Ahmadiyya, An Noor dan di dalam Radio itu diceritakan tentang kedatangan Imam Mahdi. Begitu mendengar berita itu saya yakin bahwa pendirian orang-orang ini adalah benar. Setelah melihat mimpi itu saya beserta semua anggota keluarga pergi ke Mission House Jema’at Ahmadiyya dan Bai’at masuk Jema’at Ahmadiyya. Ketika diperlihatkan photo Hadhrat Masih Mau’ud a.s. kepada saya, langsung saya berkata, Inilah Imam Mahdi yang saya lihat di dalam mimpi. Kemudian saya membayar canda 10.000 Franc Sifa sambil bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberi taufiq kepada saya untuk mengenal Hadhrat Imam Mahdi a.s.”

Semua kissah diatas adalah Tanda-tanda dan dukungan Allah Ta’ala terhadap kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Jika tidak percaya kepada hal itu semua sebagai Tanda-tanda dan dukungan Allah Ta’ala, maka harus kita anggap apa lagi? Hal itulah yang telah mengubah keadaan hati manusia. Alangkah beruntungnya jika orang-orang Islam lain memahaminya dan memohon petunjuk dari Allah Ta’ala. Dari pada menentang, lebih baik mencari jalan yang lurus agar Allah Ta’ala juga memberi petunjuk kepada mereka.

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “ Betapa banyak Tanda-tanda yang telah diperlihatkan oleh Allah Ta’ala untuk membuktikan bahwa saya datang dari pada-Nya. Sekalipun jika Tanda-tanda itu dibagikan kepada seribu orang Nabi, maka kenabian mereka akan terbukti kebenarannya. Akan tetapi karena zaman ini zaman akhir, dan serangan Induk Syaitan bersama semua keturunan-nya adalah serangan terakhir, itulah sebabnya Allah Ta’ala telah mengumpulkan ribuan Tanda dalam satu tempat untuk mengalahkan Syaitan itu. Akan tetapi, diantara manusia yang tetap menjadi Syaitan, tidak mau percaya, bahkan mengajukan tuduhan-tuduhan palsu yang semata-mata sebagai fitnah. Dan mereka menghendaki agar Jema’at yang telah didirikan oleh Allah Ta’ala ini hancur dan lenyap dari permukaan bumi. Namun sebaliknya Allah Ta’ala menghendaki untuk memperkuat-nya dengan Tangan-Nya sendiri hingga mencapai puncak kesempurnaannya. (Chashma Ma’rafat, Ruhani Khaza’in Vol. 23, p. 332)

Akhirnya saya akan memohon agar banyak-banyak dipanjatkan do’a bagi Ummat Muslim dan juga untuk Negara-negara Muslim seluruhnya. Semoga Allah Ta’ala menegakkan keselamatan dan perdamaian di semua Negara-negara Muslim itu. Jika betul-betul mereka ingin menegakkan keselamatan dan perdamaian, maka untuk itu hanya ada satu caranya, yaitu mereka harus mengakui kebenaran Hadhrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s yang telah diutus oleh Allah Ta’ala untuk menegakkan persatuan dan perdamaian, dan telah dinubuatkan oleh Hadhrat Rasulullah saw. Hanya itulah caranya yang menjadi sarana untuk keselamatan mereka, agar mereka dapat terlepas dari kerusuhan, huru-hara dan segala macam kesulitan. Untuk itu semoga Allah swt memberi taufiq kepada semua. Amin !!!

Alih Bahasa Hasan Basri