Tiryaqul Qulub

buku tiryaqul qulub

Judul : Tiryaqul Qulub (Penawar Qalbu)
Penulis : Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad
Penerjemah : Mln. Mahmud Ahmad Wardi, SHD
Edisi : Cetakan 1, April 2019
Penerbit : Neratja Press
ISBN : 978-602-0884-20-2

Isi Buku Tiryaqul Qulub

Buku ini dimulai dengan sebuah syair karangan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as yang menggambarkan seperti apa seharusnya seorang manusia yang sempurna itu.

Beliau kemudian menguraikan tanda-tanda samawi yang telah diberikan Allah taala guna membantu beliau dan beliau meminta para pengikut agama-agama lainnya untuk juga memberikan tanda-tanda samawi seperti yang telah dilakukan beliau.

Beliau mendasarkan ajakan itu pada satu prinsip bahwa suatu agama yang hidup akan selalu menghasilkan orang-orang yang bertidak selaku wakil atau pembantu dari nabinya. Orang-orang itu mampu memperlihatkan kepada dunia bahwa ia (nabi tersebut) masih hidup dalam hal semangat dan berkatnya, dia tidak mati dalam hal ini.

Adalah mutlak bagi seseorang yang dipanuti serta berlaku sebagai perantara dan pemberi keselamatan, berwujud sebagai seorang nabi, dengan melihat rahmat-rahmat kerohanian yang ditunjukkannya.

Yang paling menonjol dari isi buku ini ialah tentang pendakwahan beliau sebagai Al-Masih Yang Dijanjikan. Tanda kebenaran dari pendakwahan beliau ialah, beliau dianugerahi ribuan kabar gaib atau nubuatan yang berhubungan dengan bangsa-bangsa, negara-negara, teman-teman sejawat, para penentang, sanak famili, dan juga mengenai diri beliau sendiri.

Kabar-kabar gaib atau nubuwatan itu zahir secara sempurna tepat pada waktunya masing-masing, sebagai bukti tentang adanya Wujud Tuhan Yang Maha Hidup dan Maha Pengabul Doa, tentang kebenaran Islam dan juga sebagai bukti bahwa beliau datang dari Tuhan.

Salah satu nubuwatan yang paling fenomenal ialah tentang kematian Pandit Lekhram. Lekhram adalah pemimpin golongan Arya Samaj di India yang sangat kotor kata-katanya. Ia menyerang pribadi Rasulullah Saw dan agama Islam dengan katakata penuh makian.

Karena itu, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. berdoa kepada Allah Swt tentang Lekhram. Maka beliau diberitahu oleh Allah Swt bahwa Lekhram hanyalah seekor anak sapi yang tidak bernyawa, yang darinya keluar suara lenguhan seekor sapi yang tidak bernilai.

Untuknya sudah ditentukan azab, kepedihan dan hukuman sebagai imbalan dari kata-kata kotornya dan kelancangannya yang pasti akan ia dapatkan.

Setelah menerima khabar ini, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengumumkan nubuwatan tentang Lekhram bahwa suatu azab yang mematikan akan menimpa Lekhram. Azab itu akan datang dalam jangka waktu 6 tahun. Lekhram akan menjadi korban ‘pedang’ Rasulullah Saw.

Setelah lima tahun lamanya nubuwatan itu berlalu, seseorang yang tak dikenal, telah mencincang Lekhram di rumahnya dengan pisau yang tajam hingga tewas, dan hari itu bergandengan dengan Hari Raya. Kehancuran Lekhram adalah satu bukti yang luar biasa bagi kebenaran Islam, kebenaran Rasulullah Saw dan kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud a.s..

Ribuan orang dari berbagai kalangan, dan dari berbagai penjuru Hindustan memberikan kesaksian baik secara lisan maupun tertulis, bahwa apa yang dinubuwatkan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as tentang kematian Lekhram adalah benar dan itu adalah bukti kebenaran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as.