Khutbah tanggal ,20-7-2001 Khu -A

            Berkenaan dengan topik sifat rahmaniyyat dari Al-quran, itu sampai kini masih berjalan. Dan kurang lebih untuk  beberapa khutbah  ke depan  topik ini yang  akan diulas untuk beberapa lama.

            Pertama, dua ayat surah Thaha 109-110: “yauma idzin yattabi’uwnadda’iya laa ‘iwaja lahuw wa khasya’atil ashwaatu lirrahmaani falaa tasma’u illa hamsa yauma idzin laa tanfausysyafaa’atu illa man adzina lahurrahmaanu wa radhiya lahu qaula”Terjemah sederhannya adalah:”Pada hari itu mereka akan mengikuti seorang penyeru yang tidak ada kebengkokan di dalamnya dan semua  suara akan merendah di hadapan Rahman karena hormatnya dan engkau tidak akan mendengar sesuatu  kecuali bisikan. Pada hari itu syafaat tidak akan memberikan faedah,kecuali  Yang Rahman  izinkan padanya dan yang Dia ridhai baginya  untuk berbicara.”

            Di dalam ayat  “yauma idzin yattabi’uwnaddaa’iya laa ‘iwaja lahuw” adalah isyarah pada ayat lain yang di dalamnya  berkenaan dengan Rasulullah saw. dan Al-quran  keduanya di terangkan dengan kata laa ‘iwaja lahu.  Alham dulillaahilladziy anzala ‘ala ‘abdihil kitaaba walam yaj’al lahu ‘iwajaa –semua pujian adalah bagi Allah yang telah menurunkan kitab dan telah menurunkan Rasul.Dan Dia tidak menciptakan kebengkokan di dalam kitab dan tidak pula meletakkan kekejian di dalam Rasul. Kesimpulan  dari ayat ini adalah bahwa  untuk Rasul disini difirmankan juga laa ‘iwaja lahu,maka oleh karena itu perkataan orang yang mengatakan bahwa disana hanya berkenaan dengan Al-quran laa ‘iwaj alhu digunakan  adalah salah. Dari ayat ini secara mutlak terbukti bahwa berkenaan dengan Rasulullah saw. juga di gunakan kata “laa ‘iwaja lahu (tidak ada kebengkokan di dalamnya).Ini karena di dalam tabiat beliau tidak ada kebengkokan.Dan terntu hamba yang memiliki kekejian/keburukan  tidak akan bisa mengikuti hamba yang tidak mempunyai kebengkokan. Karena perlu  manusia yang  bersih, polos  mengikuti manusia yang polos bersih.

            Maka berfirman,”Pada hari itu akan mengikutinya yang tidak ada kekejian/keburukan di dalamnya.” Yakni Allah akan meratakan yang tinggi dan yang rendahnya.Dan disini mengisyarahkan pada perang nuklir yang sesudahnya kesombongan bangsa-bangsa besar akan dipatahkan dan di dalam itu  tidak akan nampak kebengkokan.dan mereka akan merasakan bahwa selain Rasulullah saw. tidak  ada wujud lain untuk kita. Pada waktu “khasya’atil aswaatu lirrahmaani – Suara-suara akan merendah untuk Tuhan Yang Rahman.wala tasma’u illa hamsa-dan engkau tidak akan  medengar  dari mereka  kecuali suara bisikan mereka ”

            Kemudian kembali terulang sebutan Rahman “ yauma idzin laa tanfa’usysyafaa’atu illa man adzina lahu-rrahmaanu -Pada hari itu tidak ada syafaat yang akan berguna kecuali syafaatnya yang Allah berikan izin dan untuknya yang Allah izinkan”. Disini termasuk dua topik  .”wa radhiya lahu qaula- dan yang Allah ridhai kebenaran perkataannya.

            Diriwayatkan dari Hadhrat Auf bin Malik r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Seorang telah datang  kepada saya dari Tuhan saya. Dan dia menyuruh saya memilih satu dari dua hal atau memasukkan setengah ummatku  dalam surga.atau lalu syafaat.Atas  itu saya menyukai syafaat. Dan ini akan sesuai  haknya dia,  yang wafat dalam kondisi  tidak menyekutukan Tuhan dengan siapa pun, Jadi, dalam ummat Muhmmad -sangat disayangkan -kini banyak orang-orang  bahkan sangat banyak sekali  mereka  yang pasti dalam salah satu makna mereka menyekutukan Tuhan.

Jadi, dipilihnya “syafaat”oleh Rasulullah saw    sungguh sangat berarti sebab menurut beliau maaf hendaknya  jangan kepada siapapun yang menyekutukan Tuhan.Oleh karena itu, syafaat adalah untuk mereka yang berkenaan dengannya beliau bersabda bahwa dia tidak menyekutukan Tuhan .

            Dalam Sunna Addarimi Hadhrat Abu Zar Gaffari r.a. meriwayatkan bahwa R asulullah saw. bersabda,”Saya diberikan lima keistimewaan yang sebelum saya nabi manapun tidak diberikan. Saya dibangkitkan/dikirim untuk setiap orang putih dan orang hitam dan seluruh bumi di jadikan mesjid  dan dijadikan bersih untuk saya’. Nah, sebelum beliau satupun tidak ada nabi  yang dibangkitkan untuk semua yang putih dan yang hitam dan satupun tidak ada yang seluruh tanah dijadikan mesjid.Dimanapun datang waktu shalat, disitu di tempat yang bersih manusia boleh melakukan shalat. ‘Dan  harta rampasan dihalalkan untuk saya’. Sebagai akibat dari perang agama harta rampasan diberikan untuk diambil Beliau bersabda,’ Sebelum ini kepada siapapun ini tidak dihalalkan.Dan saya ditolong dengan ru’ub/ketakutan/kagum akan kebesaran perjalanan satu bulan”.

            Ru’ub/gengsi satu bulan pada zaman itu adalah sama dengan perjalanan satu bulan .Satu bulan ru’ub pada zaman itu  adalah sama dengan perjalanan satu bulan. Dan hari inipun ru’ub satu bulan adalah sama dengan perjalanan satu bulan yang mana  seluruh bumi termasuk di dalamnya.Karena kini telah ditemukan kendaraan yang cepat. Dahulu perjalanan dilakukan di atas unta-unta betina.Kini perjalanan dilakukan di atas kendaraan-kendaraan  yang cepat.Maka maksud dari jarak/kejauhan perjalanan satu bulan adalah seluruh bumi telah berada dibawah ru’ub /gengsi Rasulullah saw. “Dan kepada saya difirmankan,’ mintalah,namun saya menarik/mengangkat permohonan , doa dan keinginan saya ini.supaya saya bisa memberikan syafaat kepada ummat saya.Dan ini diantara kalian mereka itulah yang mendapatkannya yaitu mereka yang tidak menyekutukan Tuhan dalam hal apapun.”

            Berkenaan dengan syafaat Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Dari segi Al-quran arti syafaat  adalah seorang mendoakan untuk saudaranya, supaya dia meraih maksudnya’. Nah,  disini satu arti  syafaat adalah doa juga.Maka dari segi ini saya  memilih kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa disini beliau tidak mengambil makna syafaat dalam arti secara syareat,bahkan hanya dalam arti doa. ‘Seorang berdoa untuk saudaranya supaya maksudnya itu tercapai atau satu musibah tersingkir. Jadi,  merupakan ketetapan  Al-quran bahwa orang yang lebih banyak tunduk di hadapan Tuhan,maka dia mendoakan untuk saudaranya yang lemah .supaya dia meraih martabat “.

            Kini, inilah untuk kita satu contoh. Diantara kita satupun tidak ada yang pemberi syafaat,namun dalam arti bahwa kita pasti bisa mendoakan saudara-saudara kita yang lemah.Maka kita  harus mendoakan untuk sudara-saudara kita semoga Tuhan memberikan kekuatan pada mereka dan menjauhkan musibahnya dan ini merupakan  satu corak  solidaritas.Jadi kalau Weda tidak mengajarkan solidaritas/simpati  ini dan dari segi Weda seorang saudara mutlak tidak bisa mendoakan saudaranya yang lain maka hal ini bukanlah layak pujian untuk Weda, bahkan satu aib yang sangat besar.Karena semua manusia adalah ibarat  satu  badan, oleh karena itu Tuhan berkali-kali mengajarkan pada kita bahwa jika mengabulkan syafaat adalah pekerjaan-Nya, namun kamu dalam  syafaat  saudara-saudaramu, yakni selalulah berdoa untuknya. Jadi, janganlah berhenti dari syafaat yakni doa solidaritas,yang merupakan  hak kamu terhadap satu dengan yang lain.

Pada dasarnya kata “syafaat”  diambil dari kata “syuf’atun”.Syuf’atun disebut juf/sepasang, yakni dua barang itu disebut juf/sepasang.dan yang satu disebut auth,yakni thaq/ganjil. Jadi, syuf’atun  diambil dari kata juf/sepasang.Maka manusia baru akan dikatakan syaafi’/yang memberi syafaat ketika dengan  simpati/solidaritas yang sempurna dia  menjadi pasangan orang lain,yakni, seolah-olah dia menyatu dengan saudara yang   lain Yakni dengan saudara yang lain solah-olah dia telah menyatu,.dia menjadi fana dalam itu.Dan dia memohon kesembuhan untuknya sebagaimana untuk dirinya .Dan ingatlah, agama seseorang tidak akan sempurna selama tidak dalam bentuk syafaat timbul solidaritas di dalam itu. Nah, syafaat ini, yakni doa  syafaat,menurut  saya bahwa orang yang meraih syafa’at disini,untuknya Rasulullah saw. juga akan menjadi pemberi syafa’at padanya..dan atas pandangan inilah saya  menyajikan kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s

Kemudian di satu tempat.dalam mejelaskan topik ini Hazrat Masih Mauud a.s.  bersabda,”Satu kegelapan jika   berhadapan dengan mutara yang terang berkilauan,maka kegelapan akan berubah menjadi terang. Dan begitu juga, apabila fitrah bersih yang bagaikan cermin yang sangat bersih datang berhadapan dengan matahari yang hakiki dia akan memperoleh cahaya dari itu. Maka kadang-kadang ada  kesepakatan seperti itu bahwa satu fitrah  gelap berhadapan dengan fitrah yang terang, maka disebabkan  mahaadzaat/kesesuaian itu  pantulan sinar pun akan mengenainya lalu fitrah itupun akan menjadi terang.Sebagaimana  kalian melihat apabila  di satu cermin yang bersih sinar matahari menerpa maka cermin sedemikian rupa akan memantulkan cahaya ke  dinding dan tembok sekelilingnya seolah-olah ada sinar matahari menerpa. Inilah hakekat  syafa’at.Syuf’ah dalam bahasa Arab disebut untuk juf/sepasang lawan  thaaq/ganjil.Jadi  orang yang memiliki ikatan serupa itu dengan  wujud yang bersihdan sempurna yang   seolah-olah bagian dari dirinya, maka undang-undang alam seperti itulah terjadi, yang mana dia akan mengambil bagian dari sinar-sinar itu. Inilah falsafah nijat/keselamatan bahwa orang yang menciptakan hubungan yang suci dan sempurna dia akan menjadi bayangan/tempat zahir   nur yang abadi itu.

Selanjutnya dalam surah Al-anbiya ayat 27-28:”wa qaaluw-ttakhadza-rrahmaanu waladan subhaanahu bal ‘ibaadun mukramuwn laa yasbiquwnahu bil qauli wahum biamrihi ya’maluwn-Dan mereka berkata  Tuhan Yang Rahman telah mejadikan anak untuk diri-Nya.Ada kata”telah memegang/mengambil anak”-bal ‘ibaadun mukramuwn- Namun,  hakekatnya  mereka adalah hamba-hamba Allah yang terpilih /dekat yang berkenaan dengan itu mereka menuduh Tuhan mempunyai anak dan Tuhan Yang Rahman tidak memerlukan anak. Inilah sebabnya bahwa Rahman yakni sifat rahmaniyyat paling banyak disebutkan dalam surah Maryam.Karena disanapun ada tuduhan/fitnah terhadap Tuhan menciptakan anak.Oleh karena itu hubungan Rahman adalah dengan tuduhan ini bahwa Dia mencipatakan anak.Dan yang berkenaan dengan mereka bahwa mereka telah di jadikan  anak.Mereka kebanyakan adalah orang-orang yang dekat dengan Tuhan,seperti Hadhrat Isa a.s.’laa yasbiquwnahu bil qaulli wahum biamrihi ya’maluwn –mereka itu selalu menunggu perintah Tuhan..Mereka satu zarrah pun tidak bisa melangkah lebih dari perintah Tuhan. Dan inilah kondisi  Hadhrat Isa a.s.

Hadhrat Masih Mauud a..s. selanjutnya menambahkan:”Dan orang-orang Kristen berkata bahwa Tuhan telah memegang anak-Nya/membuaat anak .Maha suci Dia dari anak.Bahkan hamba-hamba ini  adalah wujud-wujud terhormaat.Disinipun maksud hamba yang terhormat adalah Hazrat Isa dan sebagian hamba-hamba lain yang saleh dan selain Tuhan dinyatakan sebagai anak Tuhan .’ibaadun mukramuwn-Mereka adalah hamba-hamba yang meraih kehormatan /terhormat.

Surah Al-anbiya ayat 37:wa idza ra aakalladziyna kafaaruw in yattakhidzuwnaka illa huzuwa ahaadzalladziy yadzkuru aalihatakum wahum bidzikrirrahmanihum kaafiruwn-Terjemah sederhananya adalah :Dan orang-orang yang ingkar, ketika mereka melihat engkau,maka mereka tidak melakukan apa-apa kecuali  menjadikan engkau sebagai sasaran olok-olok .Seraya mengatakan  apakah inilah orang yang berbicara berkenaan dengan sembahan-sembahan kalian.Dan inilah orang-orang yang ingkar  menyebut Tuhan Yang  Rahman.” Jadi, rahmaniyyat kaitannya adalah  dengan turunnya wahyu. Dan bersama dengan turunya Alquran secara khusus kaitannya dengan rahmaniyyat. Sebagaimana berfirman,” Ar-rrahmaanu ‘allamal –quraan-Rahman adalah Tuhan yang mengajarkan kalam “

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Katakanlah pada orang-orang  kafir dan para pembangkang itu bahwa jika di dalam Tuhan tidak ada sifat Rahmaniyyat maka tidaklah  mungkin kamu akan terhindar dari azab-Nya.Yakni, karena pengaruh rahmaniyyat-Nya-lah  Dia memberikan tempo pada orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak beriman dan tidak cepat mengazab mereka. Jadi, sifat rahmaniyyat adalah merupakan sifat yang sangat agung dan sebagai hasil dari rahmaniyyatlah Tuhan mengambil sifat memaafkan terhadap  dosa-dosa makhluk-Nya .Kalau tidak di setiap makhluk pasti ada saja kelemahan dan penyakit  sedemikian rupa yang jika Tuhan ingin menangkapnya maka dalam hukuman makhluk ini Dia  menghapuskan makhluk ini.

Kemudian surah Al-anbiya ayat 43-44:qul man yak laukum billaili wannahaari minarrahmaani  –Katakanlah olehmu siapakah yang akan bisa menyelamatkan kalian siang dan malam dari azab Tuhan Yang Rahman. Bahkan mereka itu berpaling dari menyebut Tuhan mereka “balhum ‘an dzikri rabbihim mukridhuwn. am lahum aalihatun tamna’uhum minduwnina la yastathiuwna nashra anfusihim walaahum minna yuhshabuwn.-Disini disebutkan sembahan-sembahan palsu jenis kedua. Sebelumnya ‘ibaadun mukramun-hamba-hamba yang dimuliakan”, itu yang dijadikan sembahan  Kini, sebagian tuhan palsu yang tidak mukram(terhormat ), yang layak dibenci, mereka pun didakwakan  sebagai  Tuhan. Ini  merupakan maksiat yang begitu besar, yang jika ada orang yang menjadikan hamba  sebagai    Tuhan, maka mereka hendaknya berfikir bahwa  siang dan malam mereka tidak akan bisa terhindar dari azab Tuhan Yang Rahman.Tidak mungkin  mereka di siang  dan malam juga  aman  dari azab Tuhan am lahum aalihatun tamnauhum minduwnina-Disini tidak ada sebutan mukramin-orang-orang terhormat.Disini ada disebutkan apakah untuk mereka ada tuhan yang selain Kami dapat menolongnya ? Tidak akan ada.”.laa yastathiy’uwna nashra anfusihim-Mereka itu tidak bisa menolong diri mereka sendiri.walaahum minna yushhabuwn-Dan tidak ada dari pihak kami akan diberikan teman/temani.” Coba perhatikan, di dua tempat ini ada dua jenis sembahan palsu yang disebutkan dan ini merupakan  keindahan uraian Al-quranbahwa setiap jenis dari sembahan palsu  disebut pada tempatnya masing-masing. Di satu tempat adalah ‘ibaadun mukramuwn-hamba-hamba yang terhormat dan satu di tempat yang mana sembahan-sembahan palsu yang tidak disukai yang dijadikan Tuhan.Padahal untuk menolong dirinyapun tidak bisa.

            Kini surah Al-anbiya ayat 113:”qaala rabbihkum bilhaqqi wa rabbunarrahmaanul musta’aanu ‘alaa maa tasifuwn –Yakni dia/Rasulullah saw. berkata,’Hai Tuhanku,adililah  dengan kebenaran dan Tuhan kami adalah Tuhan  Yang Rahman(Maha Pengasih) Yang  dimohon pertolongan-Nya dan apa-apa yang kamu perbuat  terhadap-Nya/menentang-nya.”. Disini “Apa-apa yang kamu perbuat terhadap-nya/menentang-Nya”.Ini apa kaitannya dengan ayat pertama ? Ini hal  yang perlu direnungkan.” Tuhan kami adalah Tuhan Rahman Yang dimohon pertolongan-Nya”.Dari Rahman-lah semua bantuan dimohon dan “hal-hal/apa-apa  yang orang-orang kafir dan orang-orang musyrik perbuat” dari itupun hamba-hamba yang mu’min hanya kepada-Nyalah mereka memohon pertolongan. Kalau tidak di dalam diri mereka tidak ada kemampuan bahwa dalam jawaban  terhadap kata-kata sia-sia orang-orang kafir ada  upaya yang bisa menjauhkan itu selama Tuhan tidak memberikan taufik untuk itu.

            Kini, beberapa  ilham-ilham Hazrat Masih Mauud a.s. saya sajikan di hadapan kalian,yang di dalamnya ada sebutan  sifat rahmaniyyat.

            Satu,”alkhaeru kulluhu fil qur aani –yakni setiap kebaikan kesemuanya ada dalam Al-quran”.Jadi, orang-orang  yang memfitnah Hazrat Masih Mauud a.s. menda’wakan   kanabian baru, untuk mereka satu ilham ini  cukup. Bahwa Hazrat Masih Mauud a.s.  tidak datang membawa suatu kitab  baru. Bahkan pendakwaaan beliau adalah  di dalam Al-quran berada segala  macam kebaikan “.ilahi yas’adul kalimuththayyibu –kepada-Nya-lah naik kalam yang suci. Di tempat lain berkenaan dengan itu berfirman,”wa ‘amalu-shshaalihu yarfa’uhu-yakni kalam suci yang naik kepada Tuhan” itu bukan hanya bahasa lisan belaka, bahkan peraktik amalpun mendukungnya.Dan sebagaimana kalam suci begitu juga amal yang bersih meninggikannya.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Semua kebaikan ada di dalam Al-quran, yang adalah kitab Allah. Dia-lah Tuhan Yang Rahman. Kepada Tuhan Yang Rahman-lah naik kalimah yang suci.

            Kemudian ilham kedua,”quwwatu-rrahmaani lil’abiydillahi shshamad –ini adalah kekuatan Tuhan yang menzahirkan diri-Nya mutlak kaya raya/semua bergantung pada-Nya.

            Ada satu ilham lain: “ hukmullahi rrahmaan li khaliyfatillahi shshulthaan yu’taa lahul mulkul ‘azhiym wa yuftahu ‘ala yadihil khazaainu wa tusyriqul ardhu binuwri rabbihaa dzaalika fadhlullahi fiy a‘yunikum ‘ajiyb-Dia Tuhan Yang Rahman  telah perintah untuk Khalifah Sultan sebagai tertera dibawah ini.

Disini Hadhrat Masih Mauud a.s. disebut Khalifah Sultan bahwa dia akan dianugerahi kerajaan yang agung dan Ahmadiyah yang begitu cepat tengah berkembang di dunia, inilah  “Negara Agung” yang di janjikan dan betapa benar janji itu dan betapa jelas hal ini telah menjadi sempurna dan ini terus berjalan.Oleh karena itu tidak lama lagi bahwa inilah yang akan menjadi satu mazhab dalam Iskam yang hakimi dan akan menang di seluruh dunia.Dan janji sebuah negara agung kepada Hadhrat Masih Mauud a.s.itu dengan begitu agung penuh kebesaran tengah sempurna dan lebih dari ini dengan penuh keagungan akan terus sempurna.Sehingga .bersabda,”Hazanah-hazanah ilmu-ilmu dan makrifat  akan dibukakan di tangannya.”

Kemudian  nubuatan Hadhrat Masih Mauud a.s. juga:”Sahaya-sahaya/khadim-khadim saya yang setia juga akan diberikan  ilmu yang banyak sehingga akan menutup mulut ulama-ulama besar. Dan bumi akan terang dengan nur Tuhanku’–dan bumi dengan berkat tabligh Hazrat Masih Mauud a.s. ,dengan mengembangkan Islam  akan menjadi terang .Ini adalah  karunia Tuhan yang aneh menurut pandanganmu.”

            Kemudian ada satu ilham 1898:Ini tertulis dalam surat Hadhrat Maulvi Abdulkarim:”inni ma’a-rrahmaanu aatiyka bagtatan –Saya bersama Rahman  akan datang menolongmu secara tiba-tiba”. Nah,  ilham “bagtatan-tiba-tiba” ini turun berkali-kali. Sedangkan yang saya baca ini adalah wahyu tahun 1900.Maka Tuhan yang lebih mengetahui  “bagtatan-tiba-tiba” disini dalam arti apa dan kapan akan sempurna. Namun pasti sebagaimana ilham-ilham yang lain  sempurna,  ini pun untuk JemaatAhmadiyah akan  tampak terbukti dalam corak satu tanda yang  amat besar..

            Kemudian dalam ilham 13 November 1898 bersabda,”innahu thayyibun maqbuwlu-rrahmaani-Dia  suci dan yang diterima disisi Tuhan (pilihan Tuhan).

            Kini ada sebagian  tempat  dimana terdapat kata  Rahman  akan saya bacakan. Surah Al-furqan ayat 26-29:”yauma tasyaqqaqussamaau bilgamaami wanuzzilal malaaikatu tanziylaa almulku yaumaidzini lhaqqu lirrahmaan wa kaana yauman ‘alal kaafiriyna ‘asiyra wa yauma ya’aduzhzhaalimu ‘ala yadaihi wa yaquwlu yaa laitanitttakhadztu maarrasuwli sabiylaa ya wailataa laitaniy lam attakhidz fulaanan khaliyla- Terjemahnya:”Dan ingatlah pada hari ketika langit akan terpecah  karena  awan yang menggumpal menaunginya dan malaikat  akan diturunkan.berbondong-bondong Kerajaan yang benar pada hari itu adalah untuk Tuhan Yang Rahman Dan hari itu sangat berat bagi orang-orang kafir. Dan ingatlah, ketika pada hari itu orang-orang zalim akan  dengan penuh penyesalan  akan memotong tangan mereka,seraya  berkata,Hai  kiranya saya mengambil jalan bersama-sama rasul.Wahai  kehancuran bagiku, kiranya saya jangan menjadikan si fulan sebagai teman yang akrab.

            Sebagian teman orang-orang yang secara zahir kadang-kadang adalah teman yang akrab yang membawanya kepada Jahannam yang  memasukkan was-was di hatinya. Tidak mesti bahwa ada syaitan dari luar masuk padanya. Sebagian orang jahat dalam bentuk syaitan bersama dengan mereka.Dan kerja keras/upaya-upayanya secara pemikiran itu akan menanamkan pengaruh padanya.Ada  satu peristiwa Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a bahwa ada seorang siswa  sekolah yang sangat taat beribadah. Dia setelah beberapa lama  mengadu kepada Hadhrat Khalifatul Masih 1 bahwa kini dalam hati saya ada muncul perkatanan/alam fikiran yang  menentang Tuhan dan saya merasa sangat sedih ketakutan. Padahal saya  orang yang mengakui keesaan Tuhan dengan hati yang tulus.Hadhrat Khalifatul Masih 1  seorang yang berfirasat yang tinggi. Beliau bersabda,”Apakah kamu berdiri shalat  bersama dengan orang  yang anti Tuhan ? Dia berkata,”Ada satu teman saya yang selalu bersama saya dalam shalat. Beliau bersabda,”Janganlah lagi berdiri  bersamanya,pisahlah dengannya.Sesuai dengan itu serupa itulah yang dia lakukan.Tiba-tiba berangsur-angsur fikiran  kotornya berubah menjadi fikiran yang baik.

            Ada satu ayat lagi dalam surah Al-furqan “alladziy khalaqassamaawaati wal ardha wamaa bainahuma fi sittati ayyamin tsummastawaa ‘alal arsy arrahmaan fas al bihi khabiyra-Yang  telah menjadikan langit dan bumi dan apa yang diantara  keduanya telah Dia ciptakan dalam enam hari.Kemudian Dia  bersemayam diatas arasy. Dia adalah Rahman.maka berkenaan dengan-Nya bertanyalah kepada yang arif /mengetahui.Yakni berkenaan dengan Rahman tidak bisa dijawab oleh  setiap orang. Orang yang arifbillah itulah yang bisa menjawab hakekat itu. Nah, disini apa arti arasy ? Sesuai firman-Nya,” Dia bersemayam di atas arasy”.Dan ini jelas dari tafsir Hadhrat Masih mauud a.s. apa maksud arasy.

            Brersabda,”Jelas, bahwa Tuhan telah menjadikan empat sifat itu sebagai bayangan/tempat zahir ketuhanan-Nya yang sempurna.Ini adalah empat sifat yang  terdapat  pada awal surah Al-fatihah.Dan oleh karena itu hanya sebatas keterangan itu di ambil kesimpulan bahwa Tuhan  yang memiliki sifat-sifat seperti itu Dialah sembahan yang layak. Dan pada hakekatnya sifat-sifat ini walhasil dari segala sudut pandang adalah sempurna.”

Coba perhatikanlah, di dunia ini juga(sifat) rab-pemelihara(jika ada pada seseorang) itu dianggap sebagai sembahan yang tepat. Sebagai hasil  Rabbubiyyat(pemeliharaan) demi untuk rezeki orang-orang membuat Tuhan  palsu dan sedemikian rupa mereka  menghormatinya seolah-olah mereka menghormati Tuhan .Dan selain itu(sifat) Yang Maha penyayang itupun secara peraktik tengah disembah. Yang kepadanya berkali-kali (orang)harus pergi untuk imbalan-imbalannya ,untuk  hasil  kerja kerasnya diapun secara amaliah tengah disembah.Dan (sifat)maaliki yaumiddiyn- yang  ditangan kekuasaan-Nya terdapat keputusan terakhir.bahwa apa yang akan diberikan  itupun dianggap layak sebagai  sembahan.

Jadi, inilah empat sifat yangmana (jika ada pada orang-orang Pen.)hamba-hamba-lah menyatakan secara amalan /peraktik layak disembah.Apakah mereka mengakui secara lisan atau tidak Dan inilah  sifat-sifat yang setelah diterangkan   di awal surah Al-fatehah, difirmankan bahwa inilah Tuhan yang benar-benar layak disembah. Selain itu pendusta-pendusta yang menjadikan  ini  sifat-sifatnya  mereka sama sekali tidak layak sebagai sembahan .

            Di dalam sifat-sifat ini terdapat sebutan permulaan sifat Tuhan juga dan masa pertengahan rahmaniyyaat dan rahimiyyat juga terdapat sebutan dan kemudian  sifat-sifat majaz/bayangan di akhir zaman juga ada keterangannya.Dan sesuai asas yang ada  tidak ada pekerjaan Tuhan yang luar dari empat sifat-sifat itu.

Coba lihatlah, empat sifat Tuhan ini merupakan  ummussifat/ induk sifat Sama sekali tidak ada kerja Tuhan yang luar dari sifat-sifat ini. Empat sifat-sifat ini memperlihatkan  wajah Tuhan sepenuhnya. Maka pada hakekatnya inilah arti istawa ‘alal arsy-Dia bersemayam di atas arasy.Bahwa ketika sifat-sifat Tuhan ini zahir  setelah menciptakan dunia.maka Allah dalam arti ini Allah duduk dengan segala macam  kegagahan-Nya,  yang mana tidak ada sifat  lazim  luar dari itu dan semua sifat tampak dengan sepenuhnya. Sebagaimana apabila sang raja bertahta di atas singgasananya maka pada waktu bertahta  semua kebesarannya  zahir. Di satu pihak untuk keperluan kerajaan berbagai  macam sarana tersedia dan dengan segera itu terjadi. Dan inilah hakekat rububiyati ammah (Pemeliharaan umum).Di sisi kedua, dengan berkah/nikmat kerajaannya tampa suatu  amal apapun para hadirin dilimpahkan dengan kedermawanan.Maka dengan demikian raja yang ada menjadi bayangan dari sifat rahmaniyyat. Di pihak ke tiga,orang-.orang yang berkhidmat dibantu dengan barang-barang yang sesuai dengan hasil pengkhidmatannya. Maka raja disini menjadi bayangan  sifat rahimiyyat.Kemudian  yang ke empat pintu hukuman dan ganjaran dibuka Ada leher seseorang yang dipenggal dan ada yang dimerdekakan.Empat sifat ini selalu menjadi hal lazim/harus ada pada  waktu bertahta.

            Jadi penerapan empat sifat ini di dunia oleh Tuhan  seolah-olah Tuhan duduk di atas tahta. Tidaklah ada tahta  khayal yang dimana Tuhan duduk,bahkan dengan sifat-sifat itu apabila Dia memerintah di dunia maka seolah-olah duduk diatas tahta dan tahta inilah yang namanya “arasy”.

            Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam mentafsirkan ayat ini menambahkan,”Apabila dikatakan kepada orang-orang kafir, orang-orang yang tidak beragama dan orang-orang yang anti Tuhan,”Sembahlah Tuhan yang Rahman,maka karena kebencian terhadap nama  Tuhan Yang Rahman mereka sebagai tanda ingkar  bertanya bahwa Rahman itu apa ? Kemudian sebagai jawaban berfirman,”Rahman adalah Zat yang memiliki limpahan banyak berkah dan sumber  kebaikan-kabikan  abadi,yakni di dalam diri-Nya tidak terhitung berkat-berkat dan Dia adalah merupakan  kebaikan-kebaikan  abadi,yakni sumber kebaikan-kebaikan yang telah menjadikan gugusan bintang-bintang/galaksi-galaksi di langit. Di dalam galaksi-galaksi Dia meletakkan/menciptakan matahari dan bulan yang tampa membeda-bedakan semua  makhluk umum, kafir dan mu’min Dia menyampaikan cahaya.Tuhan Yang Rahman inilah yang telah menciptakan siang dan malam.yang selalu berputar beriringan sesudah satu dengan yang lain.Supaya orang yang mencari makrifat mereka mendapat faedah dari rahasia-rahasia yang halus itu.Dan mereka mendapat keselamatan dari tirai kejahilan dan kelalaian.Dan mereka yang siap untuk mensyukuri nikmat mereka itu bersyukur.Mereka itulah yang menjadi penyembah hakiki Tuhan Yang Rahman,yang berjalan dengan rendah hati dan ketika orang-orang jahil menyikapi  mereka dengan suara keras maka mereka membalasnya/menjawabnya dengan kata-kata “rahmat dan salam”. .Inipun merupakan penjelasan di bawah  kata rahman yang dari itu dapat diketahui bahwa orang-orang mu’min tidak berjalan dengan bangga dan keangkuhan,bahkan mereka berjalan dengan rendah hati.Yakni untuk hamba-hamba Tuhan yang miskin mereka selalu tunduk.Dan apabila ada orang yang jahil memperlakukannya dengan keras,maka jawabannya bukannya dengan kekerasan bahkan dengan lemah lembut.Mereka menjawabnya dengan kata-kata rahmat dan keselamatan.Yakni,  bukannya dengan kekerasan bahkan kelembutan dan bukannya cacian bahkan doa yang mereka berikan.Dan mereka mengikuti sifat-sifat Tuhan,yakni dengan demikian mereka meniru sifat-sifat Tuhan Yang Rahman di dalam dirinya.

            Karena Rahman juga tampa membedakan semua hamba-Nya yang baik dan yang buruk, matahari dan bulan, bumi dan dengan nikmat-nikmat yang tidak terhitung terus menyampaikan faedah. Jadi, di dalam ayat ini Tuhan dengan sebaik-biknya membukakan bahwa kata Rahman  dalam arti itu disebut untuk Tuhan Maka rahmat –Nya yang luas secara umum meliputi semua yang baik dan buruk.

            Hari ini karena  akan dilakukan shalat jenazah sesudah Jumaah,oleh karena itu setelah salat Jumaah dan dua sunnah  akan dilakukan salat jenazah.

            Mula pertama saya akan menyampaikan berita yang sangat menyedihkan bahwa  pada tanggal 18 Juli, hari rabu,  jam 11.45 kakak perempun saya,Bibi Ammatulhakim wafat di Rumah Sakit Fazli Umar,Rabwah,innalillahi wainna ilaihi raaji’uwn.Umur beliau  75 tahun. Beliau masuk berwasiat pada umur 17 tahun setengah Di formulir wasiat beliau tertera  tanda tangan Yang Mulia Ayahanda dan Hazrat Mirza Basyir Ahmad  r.a.sebagai sksi.Beliau sangat simpati terhadap  orang-orang miskin,Seorang yang doa-doanya terkabul, dan banyak melihat ru’ya dan kasyaf. Beberapa kali beliau memaparkan ru’ya dan kasyaf beliau di hadapan saya. Beliau secara teratur membantu orang-orang miskin dan tak berdaya.Banyak sekali orang-orang miskin  mengambil faedah dari beliau. Beliau melewati kehidupan  dalam keadaan serba kekurangan ,namun  seberapa taufik yang ada pasti beliau membelanjakan untuk orang-orang miskin. Yang menonjol dalam kehidupan beliau  adalah sifat darwish dan kesederhanan. Beliau selalu resah melihat penderitaan orang lain dan kemudian terus menerus beliau berdoa .untuknya Beliau nikah pada tanggal 10 November 1946 dengan  anak paman , yth Sayyid Daud Muzaffar Syah Sahib. Setelah nikah beliau lama tinggal di Sidh dan di sana dalam  mengaktifkan  organisasi Lajnah Imaillah beliau mendapat taufik yang yang sangat berharga. Allah menganugerahkan pada beliau 6 orang anak laki dan 3 perempuan.Dan beliau pun memperoleh kehormatan juga bahwa diatara itu 3 putra beliau adalah masuk wakaf diri dan mereka memperoleh taufik yang baik berkhidmat dalam Jemaat dan tiga anak perempuan nikah dengan orang-orang yang mewakafkan diri. Pada tanggal 18 Juli 2001 beliau wafat, innalillaahi wainnaa ilahi raji’uwn.Atas kewafatan beliau dari seluruh dunia diterima fax dan surat-surat belasungkawa dan yang lain mungkin akan terus berdatangan.Kami semua mengucapkan terimakasih  atas seolidaritas dan ucapan belasungkawanya. Untuk menjawabnya  satu persatu untuk saya dan staf tidaklah mungkin,oleh karena itu dengan kata-kata ini kepada semua saudara-saudara Jemaat yang menyampaikan ucapan bela-sungkawa untuk Bibi Azizah Ammatulhakim saya sampaikan ucapan terima kasih..

            Pertama, yth Maulana Syekh Mubarak Ahmad Sahib,seorang muballigh senior, yang setelah  kurang lebih 70 tahun  melakukan pengkhidmatan  agung, pada tanggal 9 Mei 2001 wafat di Wasyinton dalam umur 90 tahun,innalillahi wainna ilahi rajiuwn. Dan 70 tahun umur dari yang 90 tahun telah beliau wakafkan  dalam berkhidmat pada agama Seolah-olah dalam umur 20 tahun beliau telah mengajukan diri  untuk berkhidmat pada agama Pada tahun 1989(?) ditetapkan terlebih dahulu  sebagai amir  Inggris dan  Raisuttabligh dan kemudian pada tahun 1983 sebagai amir dan Raisuttabligh Amerika Dan di dua negara inilah  dalam pembangunan mesjid dan Rumah missi beliau memperoleh taufik  pengkhidmatan yang menonjol.Yth Syekh Sahib adalah seorang pengkhidmat agama yang mukhlis dan setia dan di Jemaat manapun belaiu ditugaskan, di Kenya dll. Yang paling lama beliau lama bertugas di Kenya.Beliau sangat populer dan disenangi oleh setiap orang. Semoga Allah meninggikan derajatnya.

            Kemudian ada satu lagi seorang khadim Jemaat saya sebutkan,yaitu yth Chaudry Abdurrahman Advokat,seorang kahdim mukhlis Jemaat,pimpinan dewan Qadha Rabwah pada tanggal 18 Mei 2001 sesudah sakit yang lama wafat di Lahor,innalillahi wa inna ilahi raajiuwn.Umur beliau 88 tahun.Beliau adalah anak dari Hadhrat Abdul Hamid Wilayat Abwah. Kakek dan nenek serta ibu beliau Rasul bibi Sahibah juga adalah  Sahabiah. Ibu beliau yth berumur 100 tahun.

Yth Chaudry Sahib adalah seorang yang sangat saleh, taat beragama,berfirasat yang tinggi,berkeperibadian lemah lembut dan seorang wujud yang sangat mencintai makhluk Tuhan. Pada masa penganiayaan 1974 yang penuh linangan air mata ketika terjadi penganiayaan  terhadap orang-orang Ahmadi di Gujranwala, pada waktu itu Yth Chaudry Sahib adalah sebagai amir Kabupaten Gujranwala. Pada hari-hari itu rumah beliau menjadi tempat penampungan tamu-tamu dan orang-orang yang teraniaya. Yth Chaudry Sahib dan keluarga besar  beliau memperlihatkan solidaritas dan simpaty yang luar biasa.Yakni rumah beliau secara resmi /permanen menjadi tempat pengungsian orang-orang yang berhijrah.

Yth Chaudry Sahib sebagai Pimpinan Dewan Qadha selama 13 tahun melakukan pengkhidmatan dengan sangat tulus. Sebelum itu beliau sampai 9 tahun  sebagai amir Kabupaten Gujranwala. Selain itu beliau sebagai anggota Majlis Ifta dan anggota Majlis Tahrik Jadid. Yth Choudry Sahib meninggalkan seorang  istri ,empat anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

            Dan sesudah itu kita juga akan menshalat jenazahkan seorang wakaf diri.Maulvi Abdussalam Sahib Tahir. Maulvi Abdussalam Murabbi/Muballigh jemaat, dosen Jamiah Ahmadiyah Rabwah pada tanggal 18 Mei 2001 pada umur 57 tahun wafat di Lahor. Beliau inilah yang paling kecil umurnya dari yang akan dishalatkan jenazahnya.

Beliau lahir pada tanggal 30 Mei 19 44 .Beliau anak dari Yth Ahmad Ali. Kakek beliau Nahtu sahib r.a.dan paman beliau Hazrat Akbari Sahib r.a. keduanya adalah sahabah. Beliau mewakafkan diri pada tahun 1960 dan pada tahun 1971 sesudah lulus syahid beliau melakukan pengkhidmatan di berbagai cabang-cabang Jemaat. Beliau meninggalkan seorang istri ,empat anak laki dan seorang anak perempuan. Anak laki –laki beliau Yth Jariullah Rasyid Sahib sendiri adalah muballigh Jemaat juga.dan anak kedua Yth Abdulhalim Syah Sahib adalah muallim Waqfi Jadid.

            Dan selain ini ada lagi yang jenazahnya akan di salatkan.Berliau ini memang bukan resmi sebagai pewakaf diri, tapi pada satu zaman beliau telah mewakafkan diri dan sesudah itu beliau di bebas tugaskan bukan karena suatu hukuman bahkan karena kondisi secara praktek beliau melewatkan hidup di luar wakaf. Tapi secara pribadi/alami selalu menjadi seorang pewakaf untuk agama. Beliau adalah Kapten Haji Ahmad Khan Iyaz,dari Karia.Sebelumnya beliau menjadi muballigh di Honggaria. Pada tanggal 19 April 2001 beliau wafat pada umur 92 tahun ,innaalillaahi wa innaa ilahi rajiuwn. Beliau adalah seorang musi dan dimakamkan di Bahesti Maqbarah Rabwah. Pada tahun 1934 sesudah mewakafkan diri selama 3 tahun beliau mendapat karunia menyampaikan tabligh di Hongaria Polandia,Cekoslovakia.Yakni, wakaf yang beliau lakukan (sebelum)  tahun 1934 itu adalah 3 tahun Sesudah itu kemudian secara peribadi ,bukan dalam arti wakaf diri resmi, beliau mewakafkan diri beliau untuk agama dan menyampaikan tabligh di Polan dan Cekoslovakia.

            Kini, saya mengumumkan lagi salat Jenazah  Ahmad Din Sahib Factory Area(lokasi pabrik)  Rabwah.Beliau ini bukan mewakafkan diri tapi putra beliau yang adalah muballigh Jemaat memberitahukan pada saya bahwa pada surat tahun 1993 yang foto kopinya dia kirimkan,saya  telah berjanji untuk  menyembahyangkan jenazah gaibnya-Allah-lah yang lebih mengetahui -siapa diantara kami yang  duluan wafat .Tapi nampak memang kehendak  Tuhan akan menyempurnakan janji-Nya .Sesuai dengan itu sebagaimana janji  saya juga hari ini  akan menyalatkan jenazahnya.

            Hari ini sebagaimana yang  telah saya umumkan   teman-teman setelah melakukan salat sunah baru kemudian semua nama-nama yang telah diumumkan akan di salatkan jenazahnya

Qamaruddin Syahid.