3 JANUARI 2021 SIARAN PERS

Huzur mendorong para Muslim Ahmadi untuk memperbaiki diri dan menyebarluaskan kepada dunia tentang kebutuhan mendesak untuk menghentikan ketidakadilan dan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Di hari pertama tahun baru ini, Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah Khalifah Kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyoroti tentang kesulitan yang tengah dihadapi manusia selama setahun terakhir dan beliau menyatakan bahwa umat manusia harus menyadari bahwa ini adalah peringatan dari Allah Ta’ala agar umat manusia menghentikan ketidakadilan.

Berbicara di Masjid Mubarak di Islamabad, Tilford dalam Khotbah Jumat yang disampaikan pada 1 Januari 2021, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyatakan:

“Hari ini adalah hari pertama tahun baru dan juga merupakan shalat Jumat pertama, oleh karena itu kita harus berdoa secara khusus semoga tahun ini menjadi tahun yang diberkati bagi Jamaah Muslim Ahmadiyah, untuk dunia dan untuk kemanusiaan. Semoga kita dapat memenuhi kewajiban kita dan semakin mendekatkan diri kepada kepada Allah Ta’ala dan meningkatkan standar ibadah kita. Semoga setiap orang di dunia menyadari tujuan penciptaan mereka dan juga dapat memenuhi kewajiban kepada Allah Ta’ala. Sesuai perintah Allah Ta’ala, semoga umat manusia dapat memenuhi hak satu sama lain, bukannya merampas hak orang lain. Ketika orang-orang materialistis gagal melakukannya maka Allah Ta’ala mempunyai cara sendiri untuk menarik perhatian mereka memenuhi tanggung jawab ini. Semoga kita, dan semua orang di dunia dapat memahami poin penting ini dan menjadikan hidup kita lebih baik, di dunia dan akhirat.”

Dalam merenungkan perubahan dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun lalu, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) mengatakan:

“Dalam setahun terakhir, kita menghadapi penyakit mematikan yang sangat berbahaya. Tidak ada negara yang terbebas dari pandemi ini dan beberapa negara terdampak lebih parah dibanding negara lain. Namun, tampaknya mayoritas dunia tidak ingin mempertimbangkan kemungkinan bahwa boleh jadi ini merupakan tanda dari Allah Ta’ala tentang bagaimana kita harus memenuhi kewajiban dan tanggung jawab kita. Mereka tidak ingin menganggap bahwa Allah Ta’ala mencoba membangunkan kita, membimbing kita dan menyadarkan kita akan kewajiban kita.”

Huzur menjelaskan bahwa pada musim panas lalu beliau telah menulis surat kepada para pemimpin dunia untuk menarik perhatian mereka terhadap peringatan yang disampaikan oleh Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Masih Mau’ud (as) bahwa berbagai bencana alam dan pandemi adalah akibat dari pelanggaran manusia dan meningkatnya ketidakadilan terhadap orang lain dan mengabaikan hak-hak Allah Ta’ala.

Huzur mengatakan bahwa meskipun beberapa pemimpin negara menanggapi surat-surat itu dengan menyatakan keinginan mereka untuk menciptakan perdamaian, pada kenyataannya mereka hanya memberikan tanggapan yang samar dan diplomatis tanpa secara serius memperhatikan pesan utama yang terkandung dalam surat-surat tersebut, yaitu mewujudkan reformasi rohani dan akhlak. Huzur menyampaikan bahwa mereka tidak menyinggung aspek religius yang terkandung dalam surat-surat tersebut di mana Huzur menarik perhatian untuk memenuhi kewajiban kepada Allah Ta’ala sebagai sarana membangun perdamaian.

Berbicara tentang kepemimpinan politik saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Covid-19 tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak yang sangat besar pada pada ekonomi. Bahkan, covid-19 juga sangat berdampak pada negara-negara kaya dan adidaya. Orang-orang duniawi hanya melihat satu solusi untuk hal ini. Begitu ekonomi mereka mengarah pada titik kehancuran, mereka akan mencoba merebut kekayaan dan ekonomi negara-negara kecil lainnya dan mencoba menjerat mereka dalam jaring-jaring mereka dan kemudian, dengan berbagai alasan mereka akan merebut kekayaan mereka. Untuk mencapai hal ini, mereka akan membentuk blok-blok, dan aliansi semacam itu sudah mulai dibentuk. Perang Dingin akan muncul kembali. Bahkan ada yang berpendapat bahwa di satu sisi, perang dingin ini telah dimulai dan sangat mungkin berakhir dengan pecahnya perang yang menggunakan persenjataan yang menimbulkan malapetaka.”

Dalam merefleksikan pentingnya perbaikan diri sebelum seseorang menasihati orang lain, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan:

“Tahun ini akan menjadi tahun saling mengucapkan selamat jika kita memenuhi tanggung jawab kita dengan memberi tahu orang-orang dan membuat mereka menyadari akan tanggung jawab terhadap Tuhan dan terhadap sesama. Jadi, untuk melakukan semua ini, pertama-tama kita harus melihat keadaan kita sendiri. Setelah menerima Hadhrat Masih Mau’ud (as), kita harus jujur bertanya pada diri sendiri apakah kondisi akhlak kita sudah sedemikian rupa sehingga kita memenuhi tanggung jawab kepada Allah? Apakah kita telah memenuhi hak-hak manusia semata-mata karena Allah? Atau apakah kita masih perlu memperbaiki diri sendiri dan meningkatkan kecintaan kita terhadap sesama di dalam hati kita?”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Oleh karena itu, setiap Muslim Ahmadi harus memperhatikan fakta bahwa mereka telah diamanatkan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas besar dan untuk memenuhinya, pertama-tama mereka harus menciptakan suasana cinta, kasih sayang dan persaudaraan dalam lingkungan Muslim Ahmadiyah dan kemudian membawa dunia di bawah panji yang dikibarkan Rasulullah (saw), yaitu panji ketauidan.”

Dalam menasihati Muslim Ahmadi agar berjanji mewujudkan perbaikan akhlak, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyatakan:

“Setiap Muslim Ahmadi, pria, wanita, pemuda, anak-anak dan orang tua harus berjanji di tahun ini dengan pemahaman bahwa mereka harus menggunakan segala kemampuan mereka untuk mewujudkan revolusi rohani dan akhlak di dunia. Semoga Allah memberikan taufik kepada setiap Muslim Ahmadi untuk melakukannya.”

Di akhir Khotbah Jumat, Huzur menyampaikan tentang persekusi terhadap Muslim Ahmadi di Aljazair dan Pakistan. Huzur menyerukan setiap Muslim Ahmadi berdoa semoga Allah segera memberikan keadilan kepada para pelaku kekejaman.

Berbicara tentang orang-orang yang memanfaatkan undang-undang penistaan agama untuk melakukan persekusi terhadap Muslim Ahmadi dengan dalih menjunjung tinggi kehormatan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam), Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) mengatakan:

“Sesungguhnya, orang-orang yang menganiaya kami, justru tengah mencemarkan nama baik sosok agung yang diberi gelar ‘rahmatan lil ‘alamin’. Sebaliknya, Muslim Ahmadi adalah orang-orang yang mengorbankan hidup mereka demi menjunjung tinggi kehormatan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam), … Jadi, orang-orang materialistis ini dapat menimpakan ketidakadilan terhadap kita dengan menggunakan saran-sarana pemerintahan dan kekayaan duniawi, namun mereka harus ingat bahwa kami percaya bahwa Tuhan adalah ‘Sebaik-baik Pelindung dan Penolong.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menutup khotbahdengan mengingatkan alasan hakiki perayaan di saat banyak orang merayakan awal tahun baru.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Perayaan hakiki adalah ketika semua umat manusia menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan; ketika balas dendam di antara manusia berubah menjadi cinta.”

(Visited 596 times, 1 visits today)