Tim Ahmadiyah.id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

Khilafah Ahmadiyah

oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
27 Mei 2016 di Masjid Baitul Futuh, London


أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ *

صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

 

Hari ini adalah tanggal 27 Mei dan sebagaimana setiap Ahmadi ketahui bahwa setelah kewafatan Hadhrat Masih Mau’ud (Hazrat Mirza Ghulam Ahmad) ‘alaihis salaam, Kekhalifahan dimulai di dalam Jemaat Ahmadiyah ini. Dan sehubungan dengan itu, Jemaat Ahmadiyah pun merayakan hari ini sebagai Hari Khilafat. Kita bersyukur kepada Tuhan atas janji-Nya, atas nubuatan Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, dan atas khabar suka yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as mengenai Perwujudan Kedua (kudrat kedua) dari Kekuasaan-Nya. Tuhan telah menyelamatkan kita dari perpecahan dan mengikat kita bersama-sama. Dengan mengacu hal tersebut, kita pun berjanji akan bersedia untuk melaksanakan segala jenis pengorbanan demi tegak dan berlangsungnya Kekhalifahan di dalam Ahmadiyah ini. Seratus delapan (108) tahun sejarah berdirinya Khilafah Ahmadiyah menjadi saksi akan hal tersebut bahwa dari generasi ke generasi, Jemaat berkorban dengan gigih untuk memenuhi janji tersebut. Tuhan senantiasa menganugerahkan kemampuan bagi setiap anggota Jemaat yang sekarang dan yang akan datang untuk melaksanakan janji tersebut.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda bahwa tujuan kedatangan beliau adalah untuk membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan, juga untuk memenuhi segala kewajiban mereka kepada Tuhan dan kepada sesama mereka. Di dalam buku “Al-Wasiyyat” pun, setelah menceritakan kabar gembira berdirinya Khilafah, Hadhrat Masih Mau’ud as menjelaskan kepada kita untuk menjadikan semua itu sebagai bagian dari kehidupan kita. Lalu di tempat lain dalam buku yang sama beliau mengatakan bahwa jika kalian merendahkan diri sepenuhnya dihadapan Tuhan, maka atas kehendak Tuhan aku katakan kepada kalian bahwa kalian akan menjadi Jemaat-Nya yang saleh. Teguhkanlah hati kalian demi Keagungan Tuhan dan tunjukanlah Keesaan Tuhan bukan hanya dengan ucapan namun juga amal perbuatan sehingga Dia memberkati kalian dengan karunia-karunia Nya yang khas.

Hadhrat Masih Mau’ud as mengatakan kepada kita, “Tahanlah diri kalian dari dendam. Perlakukanlah umat manusia dengan belas kasih yang sebenarnya. Tampilkanlah keluhuran akhlak dalam segala hal, kalian tidak akan tahu dengan jalan apa kalian akan diselamatkan.”

Jika kita tetap berdiri pada Keesaan Tuhan dan meningkatkan belas kasih kita kepada umat manusia, dan terhubung dengan Khilafat Ahmadiyah, maka kita akan melihat semua kemajuan tersebut yang Tuhan telah janjikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. Hadhrat Masih Mau’ud as memperoleh kabar suka dari Tuhan dan mengatakan kepada kita, “Janganlah berpikiran bahwa Dia akan menyia-nyiakan kita. Kalian adalah benih yang ditanam oleh tangan-Nya. Tuhan berfirman bahwa benih ini akan bersemi dan tumbuh serta cabang-cabangnya akan menyebar ke segala arah dan akan menjadi pohon yang besar.”

Tidak diragukan lagi bahwa Jemaat yang didirikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as ini akan berderap maju. Ini adalah janji-Nya. Kita semua harus menelaah diri kita sendiri bahwa apakah kita telah memenuhi hak-hak Allah Ta’ala (hablum-minallah) dan hak-hak manusia (hablum-minannas). Dunia sedang memperhatikan kita. Allah telah memberikan kita tanggung jawab untuk menegakan keesaan-Nya. Kita harus lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan serta membantu umat manusia untuk melakukan hal yang sama. Dan memperbaiki nilai-nilai kemanusiaan dengan dasar yang kuat.

Belum lama ini saya bekunjung ke negara Skandinavia. Di sana, para wartawan dan orang-orang terpelajar lainnya bertanya mengenai tujuan kita. Kemudian Saya menjelaskan kepada mereka bahwa tujuan dari Khilafat dan Jemaat ini adalah sama dengan yang Tuhan sampaikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. Yaitu berusaha untuk mengajak manusia lebih dekat kepada Tuhan dan menunaikan hak-hak manusia. Kami tidak mempunyai tujuan lain selain itu. Kami mengamati bahwa dunia ini telah melupakan Tuhan dan umumnya pengkhidmatan kepada manusia dilakukan hanya untuk meraih kepentingan sendiri. Hal inilah yang menciptakan lebih banyak gejolak kerusuhan. Hubungan antar negara-negara dan bangsa-bangsa hanyut berantakan.

Orang-orang duniawi tidak memahami kesulitan besar ini. Mereka berpikiran tanpa kepentingan pribadi bagaimana bisa kita meraih keridhaan Tuhan. Mungkin orang-orang duniawi tersebut menyangka bahwa atas nama cinta dan kasih sayang, orang-orang Ahmadi mendekati mereka atau berusaha lebih dekat dengan mereka, lalu mengambil alih pemerintahan mereka setelah mengkonsolidasikan (mengukuhkan) kekuataannya. Inilah modus operandi yang mereka sangkakan kepada kita. Dalam kesempatan tersebut seorang professor Studi Islam dari Universitas Stockholm juga menanyakan pertanyaan yang serupa. Saya menjawabnya dengan bait syair dari Hadhrat Masih Mau’ud as: “Aku tidak mempunyai hubungan dengan negara-negara (pencapaian kekuasaan-kekuasaan) tersebut, karena negaraku berbeda dari semua negara itu, dan aku tidak peduli dengan mahkota-mahkota [duniawi, yaitu menjadi penguasa atau kepala negara] itu, sebab mahkotaku adalah keridhaan Tuhan.”

Dengan karunia Allah Ta’ala, selama lawatan tersebut, banyak sekali wawancara dengan media. Ada dua perjamuan diselenggarakan di Denmark dan Stocholm (ibukota Swedia), dimana kita memaparkan mengenai Islam, Kebenaran Ajaran Al-Qur’an, teladan Rasulullah saw, dan teladan dari Khulafaur-Rasyidin. Banyak orang yang mengungkapkan secara terbuka bahwa mereka kini mengetahui Ajaran Islam yang sebenarnya. Seperti itulah cara orang-orang mengekspresikan diri mereka sendiri dalam pertemuan, konferensi dan simposium yang diselenggarakan oleh Jemaat hari ini atas nama perdamaian. Artinya, di tempat-tempat yang berbeda di dunia ini, dengan satu jalan, satu topik, di barat juga di timur, di utara juga di selatan, Jemaat berusaha tanpa mengenal lelah untuk hal tersebut…semua ini disebabkan pada kenyataan mereka telah terhubung dengan Khilafat dan bekerja berdasarkan arahannya.

Setelah kewafatan Hadhrat Masih Mau’ud as, dilanjutkan dengan Nizam Khilafat yang bukan hanya membimbing para pengikutnya namun juga memperlihatkan kepada yang lainnya termasuk para penentang Ahmadiyah atau mereka yang takut kepada Islam tentang amalan-amalan ajaran Islam yang sebenarnya. Saya menghadirkan di kesempatan ini beberapa kejadian yang memperlihatkan bagaimana orang-orang tersebut terkesan ketika mereka menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Jemaat.

Pada perjamuan di sebuah hotel di Denmark yang dihadiri beberapa anggota parlemen, Menteri Kebudayaan dan Agama, walikota, politisi, cendikiawan dan para wakil dari kedutaan, semuanya mengungkapkan tanpa terkecuali bahwa mereka telah mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya. Ada seorang tamu dari Denmark yang mengatakan bahwa ia sangat puas dengan ceramah Khalifah. Ia begitu senang karena pesan seperti itu sangat diperlukan dewasa ini, dan ia berdoa semoga ucapan Khalifah benar-benar dipahami di Skandinavia ini. Walikota, Politisi, dan Cendikiawan dari salah satu kota Denmark lainnya pun datang. Bahkan, seorang anggota parlemennya berkata,

“Pidato Khalifah sangat impresif (mengesankan). Saya senang bahwa ratusan ribu umat Islam tanpa rasa takut berdiri laksana mercusuar yang terang benderang hanya demi membawa perdamaian ke seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang Ahmadiyah.”

Salah satu tamu berkata,

“Setelah pidato Khalifah, seluruh orang yang duduk satu panggung dengan Khalifah mengatakan bahwa mereka kini memahami tentang Islam yang sebenarnya. Seluruhnya mengatakan amat gembira karena Islam disajikan dengan sangat Indah. Orang-orang Denmark tidak mengetahui ada banyak sekte dalam Islam yang menginginkan perdamaian.”

Seorang tamu berkata bahwa ia menganggapnya penting agar hari ini semua tamu pulang dengan pola pikir yang baru. Khususnya di Denmark, tempat gambaran tentang Rasulullah saw dibuat dengan perspektif yang salah (sudut pandang yang salah). Saya berkata kepada mereka bahwa hal itu akan menciptakan kebencian, perdamaian akan terganggu, kehancuran akan terjadi dan tidak akan menghasilkan apa-apa. Mereka menerima bahwa meski soal sketsa (gambar kartun Nabi saw) merupakan isu yang sensitif bagi mereka untuk dibicarakan, namun cara saya menjelaskan, mereka menyukainya dan memahaminya dengan sangat baik.

Seorang tamu berkata,

“Setelah ceramah hari ini opini masyarakat tentang umat Islam pasti akan berubah. Saya telah memesan Al-Qur’an untuk bisa memahami Islam lebih baik. Setelah malam itu saya menyadari amat kurang pengetahuan tentang Islam. Saya akan mempelajari Al-Qur’an.”

Sebagaimana yang saya katakan bahwa orang-orang datang dari Nogsko dan pulang setelah selesai acara tersebut. Salah seorang tamu menulis,

“Kami sangat bersyukur sehingga konferensi itu akan diingat sebagai pengalaman dan peristiwa yang mengesankan. Dalam perjalanan pulang ada suasana yang luar biasa di dalam kendaraan. Sepanjang perjalanan ada diskusi mengenai topik yang ada di konferensi tersebut. Setiap orang setuju bahwa mereka telah menghabiskan hari yang menyenangkan dan belajar banyak di dalamnya.”

Seorang wartawan meluapkan emosinya dengan mengatakan,

“Saya banyak belajar. Pidato Khalifah memaksa diri saya untuk berpikir khususnya tentang citra Islam yang ditampilkan oleh media yang sangat berbeda dari kenyataannya. Saya tidak menemukan kesalahan dengan ucapan Khalifah karena semua yang beliau katakan adalah mengenai cinta kasih dan saling menghargai antar sesama. Khalifah mengatakan bahwa itu semua adalah kunci perdamaian. Khalifah memberitahukan kepada kita tentang bahaya perang dunia. Saya kini khawatir saat dulu beberapa orang mengatakan kita begitu dekat dengan perang dunia tersebut namun saya tidak mempercayai hal itu. Kini pandangan saya berubah dan harus memikirkan hal tersebut dengan serius. Cara Khalifah mempresentasikan hal tersebut membuat saya merenung.”

Kemudian seorang tamu wanita mengatakan,

“Ucapan Khalifah memaksa saya untuk berpikir dan mencemaskan beberapa hal, sebab Khalifah menyampaikan gambaran suram masa depan. Beliau memperingati kita tentang bahaya perang dan mengatakan bahwa sekarang adalah masanya untuk melakukan perdamaian. Jika tidak kita akan menyesal kemudian.”

Seorang wanita Denmark berkata,

“Pada hari kemarin saya memiliki pandangan negatif tentang Islam, namun apa yang saya dengar hari ini adalah kebaikan dan penuh dengan pesan kecintaan. Saya mengetahui ISIS bukanlah Islam. Ajaran Islam melindungi semua rumah Ibadah. Saya bertemu dengan orang yang membuktikan bahwa media menyampaikan gambaran Islam yang salah. Saya cukup senang ada orang yang menjelaskan kepada saya tentang makna Jihad. Saya menyukai gagasannya tentang kebebasan berbicara dan menciptakan perdamaian dunia.”

Kemudian seorang tamu dari Denmark berkata,

“Khalifah mengutip Al-Qur’an yang memperlihatkan bahwa kata-kata beliau bukanlah ucapan beliau sendiri namun berdasarkan pada kebenaran. Beliau mengatakan bahwa bersatunya umat Islam di Barat dimungkinkan terjadi karena apa yang beliau ucapkan membuktikan Islam tidak bertentangan dengan nilai-nilai Barat. Perdamaian, toleransi dan saling menghormati merupakan nilai-nilai kebersamaan. Kemudian beliau mengatakan yang sebenarnya dibicarakan bahwa orang-orang Denmark takut kepada umat Islam dan perang Timur Tengah. Namun paling tidak setelah hari ini kita memahami bahwa apapun yang terjadi di sana bukanlah kesalahan nabi Muhammad atau agama beliau saw namun sebaliknya ajaran beliau saw telah dimutilasi/dipotong-potong.”

Seorang Mahasiswa berkata bahwa poin-poin dari maksud tersebut sudah jelas bahwa nilai-nilai Islam diungkapkan sedemikian rupa sehingga kita semuanya harus mengikutinya. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa Khalifah membuat arah tujuan Jemaat Ahmadiyah begitu jelas dan membuktikan Islam adalah agama damai dengan mengutip dari Al-Qur’an, kehidupan Rasulullah saw dan teladan dari Khalifah beliau saw.

Tamu lainnya menunjukan perasaannya dengan mengatakan,

“Khalifah berbicara mengenai generasi kami dan solusi atas masalah-masalah di dalamnya dengan cara yang bermutu berdasarkan Al-Qur’an. Paling tidak, saya kini mengetahui Al-Qur’an menerangkan banyak sekali hal mengenai keadilan. Pemahaman saya tentang Islam telah berubah. Sebelumnya saya mengetahui Islam hanya melalui yang dikatakan media namun kini saya telah melihat yang sebenarnya. Khalifah mengutip sebuah ayat dari Al-Quran yang menjelaskan tentang melaksanakan keadilan bahkan kepada orang-orang yang kalian tidak sukai. Saya juga suka ketika Khalifah berkata bahwa umat Islam pada masa awal memperlakukan Yahudi dan Nasrani dengan kecintaan. Hal tersebut begitu menyentuh hati saya.”

Salah satu anggota wanita dari Humanist Society mengatakan,

“Orang-orang sangat sedikit mengetahui tentang pesan perdamaian tersebut. Media hanya mengangkat hal-hal buruk dan tidak menceritakan apapun mengenai hal yang menyejukan hati ini. Semua media di Denmark seharusnya hadir di sini hari ini dan saya kecewa dengan sikap media-media tersebut.”

Wanita Denmark lainnya mengatakan,

“Khalifah adalah guru saya. Saya senang telah belajar banyak hari ini. Saya menerima bahwa Islam adalah agama cinta damai. Saya mengharapkan supaya orang-orang memberikan perhatian kepada pesan beliau. Saya berharap mendapatkan terjemahan bahasa Denmark dari pidato Khalifah agar bisa menyerap seluruh kata-katanya, dan menyampaikannya kepada orang lain. Pesan beliau harus disebar ke seluruh pelosok Denmark dan mereka harus setuju dengan pesan dan ajaran dari beliau. Sebelumnya saya menyangka seluruh umat Islam itu adalah teroris namun kini saya menyesali pemahaman saya tersebut. Mayoritas orang Islam adalah cinta damai. Suami saya melarang saya untuk datang ke sini, namun saya memaksanya agar datang, dan kini suami saya tersebut sangat bersemangat. Ia pun mengatakan bahwa seseorang yang tidak datang kendatipun diundang adalah orang bodoh.”

Seorang politikus Denmark berkata,

“Ini merupakan pertama kalinya saya berjumpa dengan Khalifah. Kesan saya saat berjumpa dengan Khalifah sungguh amat berbeda dibandingkan dengan orang Islam lainnya. Khalifah menerangkan bahwa Islam memberikan kebebasan kepada semua agama. Meski Jemaat tuan kecil namun pesan tuan begitu besar. Saya baru mengetahui Rasulullah saw mengizinkan orang-orang Kristen untuk beribadah di masjid beliau saw, dan beliau saw menentang segala macam anti semit (rasisme).”

Perwakilan dari kedutaan besar Amerika berkata,

“Khalifah menampilkan wajah Islam yang sebenarnya dan mengatakan bahwa teroris tidak ada hubungannya dengan Islam. Saya akan menyampaikan kepada duta besar mengenai semua poin termasuk hal-hal suram yang telah Khalifah sebutkan.”

Seorang guru wanita dari Denmark berkata,

“Saya akan menceritakan semua yang saya ketahui kepada para murid saya. Saya tidak tahu jika Rasulullah saw memperlakukan orang-orang yahudi dan Kristen dengan amat baik. Islam dan teroris berbeda satu dengan yang lainnya.”

Tamu wanita yang lainnya mengatakan bahwa ia mengamati pidato Khalifah bahwa ia mendengarkan para pembicara yang lainnya dengan sangat baik. Kemudian ia mengatakan bahwa ucapan Khalifah mengenai perang dunia ketiga telah menimbulkan pemikiran baginya, dan ia sedikit gelisah namun ia mendapatkan semacam kepuasan dari pidato tersebut.

Di Malmo pun lebih dari 140 tamu yang hadir termasuk anggota parlemen, walikota Malmo, kepala polisi, perwakilan gereja Swedia, para profesor dan orang-orang dari berbagai macam kalangan. Seorang tamu Yahudi mengatakan,

“Di dunia ini pandangan negatif terhadap Islam tersebar luas secara merata. Saya terkejut mendengar pesan cinta kasih dan hanya cinta kasih dari seorang pemimpin umat Islam. Khalifah membuatku merasa bahwa umat Islam pun saudara-saudara kita dan merasa perasaan belas kasih terhadap orang-orang Palestina meningkat di dalam lubuk hatiku, dan aku berpikir bisa jadi tidak semua orang palestina itu buruk.”

Seorang pendeta wanita yang bekerja di rumah sakit mengatakan,

“Memang benar orang-orang Malmo dan Eropa takut terhadap orang-orang Islam dan Masjid-masjid mereka, namun Khalifah menyakinkan saya tentang tujuan didirikannya masjid dan saya berharap agar beliau pun berhasil meyakinkan yang lainnya. Bagian terbaik dari pidato beliau adalah umat manusia harus mengenali pencipta mereka dan memiliki keyakinan yang teguh tentang Tuhan. Dan ini merupakan ide saya juga.”

Walikota Malmo mengatakan,

“Khalifah meyakinkan kami tentang perdamaian dan membuat terang tujuan dari berdirinya masjid. Jemaat Ahmadiyah menganggap masjid sebagai sumber perdamaian dan kesatuan.”

Seorang wartawan menyatakan terkejut akan kenyataan bahwa kita mengeluarkan jumlah uang yang menakjubkan sebesar 30 juta Krona dari kantong kita sendiri. Ia mengatakan,

“Saya melihat insiden dan kekejaman teroris namun Ahmadiyah berbeda dari mereka. Pada sebuah kejadian, seorang Muslim berkata kepada saya, ‘Pergilah ke neraka!’ karena saya seorang Nasrani namun perkataan tersebut tidak didapatinya pada para Ahmadi.”

Dua profesor dari universitas Malmo memuji pidato Khalifah secara positif yang isinya berupa pesan cinta kasih dan toleransi. Seorang profesor berkata, “Ceramah Khalifah amat menarik dan orang-orang begitu terkesan dan bahkan meminta salinannya.”

Ada orang-orang dari agama yang berbeda. Salah satu tamu mengatakan satu kalimat yang Khalifah katakan. Ia menyukainya. Yaitu, “Demi kepentingan yang lebih besar kita harus mengesampingkan kepentingan pribadi.” Salah satu teman kita asli Polandia yang menetap di Swedia berkata bahwa pidato tersebut lengkap dalam segala sisi. Ia mengatakan bahwa ia percaya pada Tuhan sementara orang-orang yang tinggal di sini tidak, Aku sangat bangga berjumpa dengan seseorang yang memiliki keyakinan yang kokoh dengan Tuhan. Seorang Muslim dari Yugoslavia berkata bahwa ia setuju dengan segala hal yang Khalifah katakan karena ia membela Islam tidak seperti Muslim lainnya.

Seorang tamu dari Swedia mengungkapkan pendapatnya dengan mengatakan bahwa ia belum pernah mendengar ada orang yang membela Islam seperti Khalifah. Seorang politisi berkata bahwa ia benar-benar merasakan perdamaian disini. Seorang pendeta Kristen setuju dengan pidato Khalifah dan mengatakan bahwa ketika Al-Quran dibacakan di awal, membuatnya gemetar dan membawa pengaruh pada keruhaniannya. Tamu lainnya berkata bahwa ia merasa seperti berada di dunia lain. Topik sentralnya adalah kita harus perduli kepada sesama. Khalifah menjelaskan melalui Al-Quran bahwa agama adalah urusan hati.

Seorang tamu Swedia mengatakan bahwa media memaparkan bahwa Islam adalah agama buas namun ia melihat sangat berlawanan dengan yang ada disini. Khalifah menghapus ketakutan kami dan membuktikan bahwa Muhammad adalah sosok yang penuh perdamaian. Seorang tamu wanita lainnya menyampaikan bahwa ia takut sebelum datang kesini. Kini ia melihat hal tersebut sangat berbeda. Ia menyukai ajaran Islam mengenai hak-hak tetangga. Banyak orang mengungkapkan pendapat yang sama.

Seorang anggota parlemen berkata,

“Khalifah harus berbicara ke berbagai forum dan orang-orang harus menyimak ucapan beliau. Jika ada orang yang takut Islam, ia harus membuang ketakutannya itu sekarang.”

Salah seorang dari mereka mengatakan,

“Pidato Khalifah tersebut akan disampaikan kepada orang-orang Australia karena mereka begitu fanatik dan anti Islam. Saya menyukai kenyataan bahwa Jemaat tidak ada hubungannya dengan politik dan hanya memikirkan tentang terciptanya perdamaian.”

Dan orang-orang Ahmadi berusaha untuk menolong manusia dan menyingkirkan kesulitan-kesulitan mereka. Penting untuk dicatat bahwa pada masa Rasulullah saw sebuah masjid dihancurkan guna membuktikan bahwa Masjid adalah tempat perdamaian.

Pada sebuah perjamuan di Stochkolm enam anggota parlemen hadir. Salah seorang dari mereka berkata,

“Khalifah telah mengingatkan kami agar mereka seharusnya jangan menutup mata terhadap perbedaan pendapat karena hal itu secara otomatis akan terpecahkan. Kami berterimakasih atas pesan tersebut.”

Salah seorang tamu berkata bahwa ada kekuatan di dunia ini yang ingin mencerai-beraikan umat manusia satu sama lain, namun kita telah sukses menyatukan mereka dengan berbagai cara. Seorang pengungsi Kristen dari Irak berkata,

“Saya tidak pernah mendengar seseorang berbicara seperti ini di Irak. Orang-orang di sana tidak menyampaikan seperti yang Khalifah sampaikan di sini. Beliau berbicara fakta yang sebenarnya tentang apa yang terjadi di dunia ini.”

Selanjutnya seorang tamu mengatakan,

“Apa yang dikatakan Khalifah saat membahas mengenai semua agama di awal, bahwa semua agama memiliki dasar ajaran yang sama. Jika kita memiliki perbedaan dengan orang-orang Islam, itu dikarenakan budaya dan bukan agama.”

Media elektronik dan media cetak Denmark yang meliput konferensi ini adalah sebagai berikut. Sebuah surat kabar nasional dengan 50.000 pembaca mempublikasikan berita tentang acara kita. Seorang wartawan mewawancarai saya selama 45 menit dan menyiarkannya sambil menerjemahkannya ke dalam bahasa Denmark kata per-kata. Stasiun radio yang memiliki 25 hingga 40 ribu pendengar, dan stasiun televisi yang memiliki 2 juta penonton pun menyiarkan berita tersebut. Begitupun melalui media yang lainnya pesan Islam ini mencapai total 3 juta orang. Demikian pula di Swedia, oleh Surat kabar, Radio, dan Televisi, dan ada enam wawancara yang diselenggarakan. Total pesan yang tersampaikan mencapai 8 juta orang.

Begitulah cara orang-orang tersebut mengungkapkan perasaan mereka, oleh karena itu saya katakan bahwa mereka hadir untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang Islam. Kini orang-orang itu tahu Jemaat Ahmadiyah terhubung dengan Khilafat dan itulah sebabnya Jemaat ini mampu memenuhi hak-hak Tuhan dan manusia. Jadi, fakta yang mendasar ini harus dimengerti oleh seluruh Ahmadi bahwa hak-hak ini bisa sepenuhnya tersampaikan jika kita menambatkan diri kita dengan Khilafat.

Ini adalah Khilafat yang sesungguhnya yang tidak hanya mengganti ketakutan kita dengan ketentraman, namun juga menukar ketakutan orang lain dengan kedamaian. Saya telah mengutarakan inti perasaan orang-orang tersebut dari rasa takut berubah menjadi tenang dengan menghadiri acara kita. Karena ini adalah janji Allah Ta’ala, maka keberkatan-keberkatan Nya pun menyertainya, dan menularkan pengaruh ajaran Islam yang indah ini kepada orang lain. Inilah sebabnya mengapa beberapa dari mereka mengungkapkan hasrat mereka untuk mempelajari Al-Quran.

Selain yang berasal dari Hadhrat Masih Mau’ud as, jika pada masa ini seseorang mencoba atau berkeinginan untuk mendirikan Khilafah, ia akan gagal dan tidak akan bisa menegakan perdamaian.

Mari kita perhatikan apa yang terjadi pada masa Hadhrat Umar (ra), saat sebagai Khalifatur-Rasyidin (kedua). Beliau membawa misi perdamian ke Syiria dan Iraq, sehingga umat Nasrani merasa senang dengan umat Islam dibandingkan dengan pemerintahan Romawi. Namun apa yang terjadi sekarang di kedua tempat tersebut. Gerakan yang berdiri mengatasnamakan Khilafat tidak memiliki kekuatan sama sekali dan apa saja kekuasaan yang dimiliki sebelumnya telah kehilangan kendali. Pengikut dari organisasi tersebut itu semakin menyusut dalam tempo sekitar dua hingga tiga tahun saja. Inilah bukti kedamaian tidak didapati oleh mereka maupun oleh orang lain. Ada banyak orang bahkan dari Eropa yang pergi kesana dengan ghairat yang besar atas nama Islam dan Khilafat. Namun merasa kecewa ketika mereka melihat perbuatan kelompok tersebut terhadap orang-orang yang bukan Islam. Mereka yang menetap disana dalam kondisi ketakutan dan meski ada keinginan untuk melarikan diri namun tidak bisa. Contoh berikut ini menjelaskan kondisi kekejaman disana. Dilaporkan bahwa ada seorang wanita non muslim yang bayinya menangis karena merasa lapar, sedangkan rumahnya sangat jauh. Wanita itu pun pergi berteduh dibawah pohon dan mulai menyusui anaknya. Tiba-tiba para tentara yang mengaku dari Khilafat tersebut datang, lalu merebut anaknya, dan membunuh wanita tersebut dengan peluru. Mereka telah merampas kedamaian dari mereka sendiri dan juga orang lain.

Jemaat Ahmadiyah telah mengganti ketakutan dengan kedamaian bagi diri mereka dan juga orang lain. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan orang-orang tersebut bahwa Keberkatan Allah ada pada Khilafah Amadiyah dan Jemaat ini tidak pernah berkurang. 108 tahun sejarah berdirinya Khilafat Jemaat ini membuktikan bahwa sebagaimana yang sudah saya katakan bahwa tegaknya Jemaat Masih Mau’ud as dan Khilafatnya tersebut merupakan janji Ilahi. Sama seperti yang terjadi pada masa Hadhrat Masih Mau’ud as, beberapa orang berusaha untuk mengakhiri jemaat ini pada masa beliau as namun tidak berhasil, bahkan hingga hari ini mereka mencoba untuk mengakhirinya, akantetapi dengan karunia Allah Ta’ala mereka tidak akan pernah bisa melakukannya.

Dengan Karunia Allah Ta’ala, Nizam Khilafat Ahmadiyah akan senantiasa tegak berdiri. Jika kita melihat sumberdaya kita, kita bahkan tidak bisa membayangkan dapat menyebarkan pesan Islam ini sejumlah besar orang-orang tersebut. Ketika Allah memutuskan untuk menyampaikan pesan ini ke seluruh pelosok dunia, siapa yang ada di atas bumi ini yang dapat mencegah kemajuannya? Kita harus berdoa semoga Allah menjaga setiap keimanan para Ahmadi yang terhubung dengan Khilafat Ahmadiyah ini dan semoga kita dapat melihat janji-janji Allah tergenapi dengan lebih agung dalam waktu yang tidak lama lagi. Amiin.

Setelah itu Huzur mengumumkan untuk menshalati tiga jenazah yang akan dipimpin beliau setelah shalat Jumat selesai.

Penerjemah: Yusuf Awwab & Dildaar Ahmad

(Visited 354 times, 1 visits today)