Tim Ahmadiyah.Id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz pada 11 Desember 2015 di Baitul Futuh, London

“Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullah”

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ، آمين

Baru-baru ini ada seorang penulis artikel surat kabar dan juga seorang politisi Australia berkata bahwa umat Islam menjadi teroris disebabkan oleh ajaran Islam sehubungan dengan Jihad dan beberapa perintah Islam lainnya. Seorang politisi yang mengabdi di pemerintahan UK di sini juga telah berkata bahwa ada beberapa perintah atau lainnya di dalam Islam yang mencondongkan orang-orang ke arah ekstrimisme.

Islamic State of Iraq and Suriah (atau Daesh: Dawla al-Islamiya al-Iraq al-Sham (Negara Islam Irak dan Mediterania/Syam, ISIS/ISIL) telah menguasai beberapa wilayah di Iraq dan Suriah serta telah menciptakan pemerintahan mereka sendiri. Mereka mengancam dunia Barat dan juga telah menyerangnya secara barbar dengan membunuh orang-orang yang tidak berdosa. Peristiwa ini menyebabkan masyarakat takut dan telah memberikan kesempatan kepada beberapa pemimpin untuk angkat bicara melawan Islam disebabkan kurangnya pengetahuan mereka atau oleh pandangan anti-Muslim mereka.

Dituliskan (dalam artikel dll) bahwa beberapa agama lain juga memiliki ajaran yang keras namun para pengikutnya tidak mengamalkan ajaran tersebut atau mereka sudah mengubahnya sesuai dengan keharusan zaman. Mereka menyeru Al-Quran agar juga mengadakan perubahan sesuai dengan keharusan zaman. Hal ini membuktikan bahwa orang-orang ini mengakui bahwa ajaran yang mereka ikuti tidak lagi berasal dari Allah Ta’ala namun sekarang telah menjadi buatan manusia. Hal ini telah ditakdirkan terjadi karena tidak ada janji Ilahi terhadap ajaran-ajaran ini untuk tetap berlaku hingga akhir zaman.

Ketika Allah Ta’ala berfirman sehubungan dengan Al-Quran, Dia juga mengatur untuk pemeliharaannya (pemeliharaan Al-Qur’an): إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Alquran ini, dan sesungguhnya Kami baginya adalah Pemelihara. [Al-Hijr, 15:10] Dalam berbagai tafsirnya sehubungan dengan ayat ini, Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam bersabda sebagai berikut: “Hal ini telah menjadi Sunnatullah sejak zaman azali bahwa ketika Dia melarang orang-orang untuk melakukan sesuatu maka pasti di dalam takdir orang-orang tersebut ada beberapa antara mereka yang akan melakukan perbuatan tersebut. Sebagaimana Dia telah melarang orang-orang Yahudi di dalam Taurat untuk tidak menambah-nambahkan isi buku-buku tersebut. Namun demikian, Al-Quran tidak menyatakan bahwa janganlah menambah-nambahkan sesuatu di dalamnya melainkan Al-Quran menyatakan إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ ‘Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Alquran ini, dan sesungguhnya Kami baginya adalah Pemelihara.’ [Al-Hijr, 15:10][1]

Adalah jelas dari ayat ini yang menerangkan dengan gamblang bahwa setiap kali orang-orang (bangsa-bangsa) hendak melenyapkan Adz-Dzikr ini (Pemberi Ingat ini, yaitu Al-Qur’an) dari dunia ini, Allah Ta’ala akan memeliharanya melalui seseorang hamba pilihannya dari Langit.[2]

Demikianlah, waktu demi waktu orang-orang itu berupaya untuk melenyapkan ajaran Al-Quran dengan mengajukan kritik dan keberatan terhadapnya. Hal demikian karena ajaran mereka sendiri sudah tidak ada atau hanya ada di dalam kitab-kitab saja. Akhir-akhir ini terdapat sebuah cuplikan video sedang beredar melalui Whatsapp dan twitter. Ada 2 anak muda yang sedang menunjukan kepada orang-orang beberapa bagian dari sebuah buku yang bertuliskan Al-Quran pada sampulnya. Mereka membacakan beberapa bagian tersebut kepada orang-orang di jalanan dan semua orang setuju bahwa seperti itulah ajaran Islam yang keras sehingga membawa umat Islam kepada ekstrimisme.

Beberapa saat kemudian, anak muda itu melepas sampul buku tersebut untuk mengungkapkan bahwa ternyata buku yang mereka sedang kutip adalah Perjanjian Lama (Kitab yang disebut Taurat). Tidak ada seorang pun yang berkata negatif dan hanya menertawakannya saja, baik pria maupun wanita. Seseorang berkata bahwa ia terkejut karena tidak mengetahui bagian Perjanjian Lama tersebut meskipun pernah duduk di sekolah Kristen dan telah membaca Perjanjian Lama. Demikianlah cara mereka yakni jika seorang Muslim melakukan kesalahan, maka hal itu dihubungkan dengan agamanya namun jika seseorang dari agama yang lain melakukan kesalahan, maka ia akan dianggap mengidap gangguan jiwa atau telah salah mempelajari agama.

Kita menyadari bahwa perilaku-perilaku keliru yang dilakukan beberapa kelompok umat Islam telah membuat buruk nama Islam tapi menjadikan Al-Quran sebagai sasaran dan sudah melebih-lebihkan merupakan suatu pengungkapan kebencian dan kedengkian terhadap Islam. Salah satu pidato anti Islam yang begitu ekstrim datang dari salah seorang calon presiden Amerika Serikat (Donald Trump dari partai Republik). Bagaimanapun juga, mereka dapat mengatakan apapun yang mereka inginkan terhadap Islam tapi tidak ada satupun agama lain yang dapat menandingi dengan keindahan ajaran Islam dan tidak pula hukum-hukum agama yang telah mereka buat-buat sendiri.

Sesuai dengan Janji Ilahi, seorang pilihan-Nya diutus pada masa ini untuk memelihara ajaran Islam dan membuat kita menyadari keindahannya. Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam bersabda: “Al-Quran yang juga dikenal sebagai Adz-Dzikr (pemberi ingat) telah diturunkan untuk mengingatkan kembali kebenaran dan makrifat yang tersembunyi di dalam diri manusia sejak masa-masa awal namun telah dilupakan. Berdasarkan janji Allah Ta’ala إِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ yakni ‘…Sesungguhnya Kami baginya adalah Pemelihara’ maka seorang guru juga telah datang dari Langit pada masa ini. Ia adalah manifestasi dari وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ ‘…dari antara mereka, yang belum bertemu dengan mereka…’ [Al-Jumuah, 62:4] dan kedatangannya telah dijanjikan. Dan orang itu adalah ia yang sedang berbicara kepada kalian (saya sendiri).”[3]

Allah Ta’ala senantiasa berjanji: “Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Alquran ini, dan sesungguhnya Kami baginya adalah Pemelihara” dan memikul tanggung jawab untuk memelihara Islam dan Al-Quran pada diri-Nya sendiri. Dengan demikian Dia menyelamatkan umat Islam dari masalah dan tidak membiarkan mereka terlibat dalam perbuatan yang tidak wajar. Beruntunglah mereka yang menghargai jemaat ini dan mengambil manfaat darinya.[4]

Sesuai dengan janji-Nya, “Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Alquran ini, dan sesungguhnya Kami baginya adalah Pemelihara” Allah Ta’ala telah mengutusku pada permulaan abad ke 14 untuk menegakan keagungan Al-Quran.[5]

Tidak ada seorang pemimpin agama lain yang merasakan pertolongan dan dukungan Ilahi seperti yang ada bersama kita.[6]

Ini adalah jawaban atas berbagai keberatan yang muncul terhadap Islam. Perkataan orang-orang dari agama lain bahwa mereka telah membuat perubahan terhadap ajaran mereka agar sesuai dengan keharusan zaman merupakan suatu pengakuan bahwa agama mereka telah mati. Namun sabda-sabda Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam adalah bagi seluruh umat Islam di dunia. Mereka hendaknya menjalin hubungan dengan beliau ‘alaihis salaam dan membungkam para penentang yang menuduh Islam sebagai agama kekerasan. Dan mereka, yang menyatakan akan menyebarkan Islam melalui paksaan, pada kenyataannya merupakan alat kekuasaan penentang Islam.

Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam menguraikan bahwa ini bukanlah masa Jihad dengan pedang. Izin untuk berjihad dengan pedang hanya diberikan dalam kondisi tertentu pada masa-masa awal Islam ketika para musuh ingin melenyapkan Islam dengan menggunakan pedang. Islam penuh dengan ajaran kecintaan dan kedamaian.

Hari ini, ajaran tersebut perlu disampaikan. Setiap Ahmadi perlu memahami dan mengamalkan ajaran ini dan mendorong agar terciptanya suatu jalinan yang hidup dengan Allah Ta’ala. Hari ini, adalah para Ahmadi yang harus menanamkan makrifat ini kepada umat Islam dan non-Islam.

Mereka yang melancarkan kritik terhadap Islam merupakan orang-orang yang kurang akal. Oleh karena itu, kita harus memberitahukan orang-orang tersebut. Ajaran Islam berisi tentang kedamaian dan keamanan dan kita harus menanamkan ajaran ini sesuai dengan Al-Quran. Kita harus bertanya kepada orang-orang bahwa bagaimana bisa mereka mengatakan bahwa Islam merupakan agama kekerasan sementara mereka tidak mengetahui tentang Islam. Kita harus memberitahukan umat Islam bahwa saling membunuh dan berselisih antar kelompok hanya akan membuat citra Islam menjadi buruk.

Meskipun sarana kita terbatas, namun kita hendaknya melaksanakan tugas ini sebanyak mungkin melalui pers, media dan sarana lainnya di setiap negara dan kota. Adalah sangat penting untuk memberitahukan kepada dunia mengenai gambaran Islam yang hakiki. Dengan karunia Allah Ta’ala, Jemaat kita senantiasa fokus terhadap hal ini hampir di setiap tempat namun zaman sekarang memerlukan agar media terus menerus digunakan demi tujuan ini. Hubungan dengan media hendaknya dijaga dan melalui media masyarakat hendaknya diberitahukan sehubungan dengan fakta-fakta yang ada. Dengan karunia Allah Ta’ala, kita memiliki hubungan yang baik dengan media di Amerika Serikat dan juga telah menjalin hubungan dengan beberapa media di sini (UK) dan Jerman. Namun ini semua perlu diperluas.

Baru-baru ini seorang anggota parlemen Glasgow berkata di parlemen Inggris sehubungan dengan hakikat Islam seraya merujuk kepada Jemaat Ahmadiyah. Ia berkata bahwa para Ahmadi mengamalkan ajaran Islam. Ia berkata bahwa ia telah menghadiri peace symposium kita di Glasgow dan sangat memujinya. Home Secretary (Sekretaris Urusan Dalam Negeri) yang juga ada di gedung parlemen tersebut menjawab seraya mengatakan bahwa Islam yang diamalkan oleh para Ahmadi sungguh berbeda dengan yang dilakukan oleh para ekstrimis. Ia menambahkan bahwa Ahmadi merupakan warga yang cinta damai. Tentu para Ahmadi tidaklah menunjukan suatu ajaran yang baru kecuali hanya ajaran Al-Quran.

Jadi, jika hal ini tidak ditindak lanjuti, orang-orang akan segera lupa. Suatu ucapan disampaikan di parlemen Inggris namun kemudian dilupakan. Apa yang diperlukan ialah menjaganya agar tetap segar di dalam ingatan mengenai apa ajaran Islam itu. Suatu serangan teroris terjadi lalu menjadi berita utama dan terbukalah kesempatan untuk tersebarnya sentimen anti-Islam.

Selama kunjungan saya (Hadhrat Khalifatul Masih) ke Jepang, banyak orang termasuk kaum terpelajar yang menyampaikan kesannya kepada. Bahkan, seorang pendeta kristen berkata bahwa apapun yang saya sampaikan sesuai dengan ajaran Islam perlu disiarkan tidak hanya kepada warga Jepang saja namun juga ke seluruh dunia. Ia berkata bahwa pesan tersebut hendaknya tidak terbatas hanya pada kegiatan yang sedang diselenggarakan namun juga dibawa ke seluruh Jepang melalui upaya yang berkesinambungan.

Sekarang, orang-orang bijak di luar Jemaat juga senantiasa mengatakan kepada kita untuk tidak tetap diam namun menampilkan ajaran ini secara terus menerus di hadapan dunia, barulah dengan demikian hal tersebut akan bermanfaat. Sekarang, adalah tugas Jemaat di Jepang untuk merencanakan dan menjaga momentum ini. Demikian pula, di sini (UK) dan di negara-negara lain di dunia, pesan ajaran Islam yang indah dan makrifat yang telah kita peroleh dari Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam hendaknya disebarkan. Tidak ada yang dapat menandingi ajaran yang indah ini yang seluruhnya dijelasakan menurut Al-Quran.

Allah Ta’ala mengutus Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam untuk memberikan penafsiran dan penjelasan Al-Quran yang benar dan juga untuk memeliharanya. Beliau ‘alaihis salaam memenuhi tugas ini dengan sangat baik melalui buku-buku beliau, malfuzhat dan pidato-pidato beliau as. Allah Ta’ala mengambil tugas pemeliharaan Al-Quran di masa ini melalui beliau ‘alaihis salaam dan ini juga merupakan tugas setiap Ahmadi untuk menyampaikan pesan ini ke seluruh lapisan masyarakat dan ke setiap aliran kepercayaan.

Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam menulis tentang ajaran Islam yang damai: “Dan hal ini jelas bahwa Islam tidak pernah mengajarkan pemaksaan. Jika Al-Quran dan segenap kitab hadits serta kitab-kitab sejarah diperhatikan dengan seksama, dan sejauh mungkin bagi manusia agar mempelajari dan mendengarkannya secara mendalam, maka dengan pengetahuan-pengetahuan yang demikian luas itu, akan diketahui secara pasti bahwa tuduhan yang menyatakan seolah-olah Islam telah mengangkat pedang untuk menyebarkan agama secara paksa, benar-benar tidak berdasar dan merupakan tuduhan yang memalukan. Ini adalah pemikiran orang-orang yang secara dengki menjauhkan diri lalu tidak menelaah Al-Quran, Hadits dan sejarah-sejarah autentik Islam. Melainkan yang mereka lakukan sepenuhnya adalah kedustaan serta tuduhan palsu.

Akan tetapi, saya mengetahui bahwa kini semakin dekat zamannya ketika orang-orang yang lapar serta haus kebenaran akan mengetahui hakikat kedustaan-kedustaan tersebut. Apakah kita dapat menyebut agama ini sebagai agama pemaksaan? Padahal di dalam kitab Al-Quran, dengan jelas terdapat petunjuk: لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ Yakni, tidak ada paksaan dalam agama. [Al-Baqarah, 2:257] Yakni memasukan seseorang ke dalam agama Islam secara paksa tidaklah dapat dibenarkan. Apakah kita dapat melemparkan tuduhan pemaksaan terhadap Hadhrat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam yang selama 13 tahun di Mekkah terus menerus menasehati segenap sahabatnya agar tidak membalas keburukan serta selalu menerima dan memaafkannya?

Tatkala keburukan para musuh telah melampaui batas dan segenap kaum telah berusaha menghapuskan agama Islam, maka saat itu ghairat Ilahi telah menghendaki agar orang-orang yang mengangkat pedang itu dibunuh dengan pedang juga. Sebab, sebenarnya Al-Quran sama sekali tidak mengajarkan pemaksaan. Seandainya terdapat ajaran pemaksaan, maka para sahabat Hadhrat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam tidak akan mampu memperlihatkan kebenaran pada masa-masa ujian seperti para mukmin sejati. Akan tetapi, kesetiaan para sahabat Junjungan kita, Hadhrat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang tidak perlu lagi saya kemukaan.[7]

Peperangan di dalam Islam tidak lebih dari 3 macam: (1) sebagai pembelaan diri, yakni upaya untuk melindungi diri sendiri. (2) sebagai hukuman, yakni darah dibalas dengan darah. (3) sebagai upaya untuk menegakan kebebasan, yakni dengan maksud menghancurkan kekuatan musuh yang membunuhi orang-orang yang masuk Islam.[8]

Al-Quran secara jelas memerintahkan untuk tidak mengangkat pedang guna menyebarkan Islam dan kualitas yang tersembunyi di dalam agama tersebut hendaknya ditunjukan dan hendaknya orang-orang lain ditarik melalui suatu teladan yang saleh. Jangan berpikir bahwa menggunakan pedang diperintahkan pada masa-masa awal Islam karena pedang tidak pernah digunakan untuk menyebarkan Islam. Sebaliknya, pedang digunakan untuk melindungi diri sendiri terhadap serangan musuh atau untuk menegakan kedamaian.[9]

Mereka yang dikenal sebagai umat Islam dan hanya mengetahui bahwa Islam hendaknya disebarkan dengan menggunakan paksaan sebenarnya tidak mengetahui kualitas yang tersembunyi di dalam agama Islam dan cara mereka adalah sama seperti hewan buas.[10]

Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam kemudian menarik perhatian kita untuk memperlihatkan keindahan Islam yang tersembunyi dengan meningkatkan ilmu pengetahuan kita lalu menarik orang-orang melalui amal baik. Sungguh merupakan tanggung jawab yang besar bagi setiap Ahmadi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan Al-Quran mereka, untuk memperlihatkan teladan yang baik dan menarik dunia. Inilah cara yang kita bisa lakukan sebagai murid Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam untuk mengkhidmati Islam dan Al-Quran serta memberitahukan kepada dunia mengenai hal ini.

Al-Quran menyatakan tentang orang-orang yang tidak menerima pesan Islam: وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا “Jika sekiranya kami mengikuti petunjuk bersama engkau (orang-orang beriman), tentulah kami akan diusir dari negeri kami.” [Al-Qashash, 28:58] Di sini, kritik terhadap Islam bukan karena ajarannya yang keras. Namun mereka yang tidak menerimanya menjadi dalam keadaan kritis/genting/berbahya karena jika mereka menjalankan ajaran kedamaian dan penuh rasa aman ini (yaitu Islam), orang-orang di sekitar mereka (yang memusuhi Islam) akan menghancurkan mereka! Islam mengajarkan perdamaian, jika beberapa kelompok Islam tidak menjalankannya, maka itu merupakan kesialan mereka saja.

Sungguh mereka tidak memelihara perintah Al-Quran. Inilah yang Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam dan Jemaatnya akan lakukan. Kita harus tunjukan kepada dunia dan kepada mereka yang menentang Islam melalui perkataan dan amalan bahwa Islam tidaklah berbahaya. Sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam bersabda bahwa adalah kedustaan dan fitnah dari kelompok-kelompok anti Islam-lah yang membawa dunia ke dalam bahaya.

Kekuatan-kekuatan besar (negara-negara kuat dan maju) juga ikut andil dalam menciptakan kekacauan di negara-negara Islam. Beberapa diantara mereka sekarang mengakui bahwa para ekstrimis Islam merupakan produk dari situasi yang diciptakan oleh pemerintah-pemerintah Barat di Irak. Mereka yang melakukan aksi terorisme atas nama Islam tentunya tidak terlepas dari kekuatan-kekuatan besar yang memainkan peran dalam menyulut api ini. Semua ini telah terjadi karena keadilan dan kejujuran tidak dijalankan.

Waktu telah berubah dan sekarang pernyataan yang diberikan oleh suatu kekuatan besar (negara adidaya) tidak cukup diterima oleh dunia. Melalui beragam sarana komunikasi, setiap analis dapat menjangkau dunia dan mengemukakan pandangannya. Di satu sisi terdapat pembicaraan untuk melenyapkan teroris melalui serangan udara sedangkan di sisi lain, orang-orang mempersenjatai dan melakukan transaksi ilegal dengan mereka benar-benar bersikap acuh tak acuh.

Kedamaian dunia tidak hanya sedang dihancurkan oleh kelompok-kelompok ekstrimis umat Islam, yang tentu senantiasa menciptakan malapetaka dengan terus melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun, kekuatan-kekuatan besar juga terlibat dalam hal ini. Kepentingan pribadi menjadi tujuan utama mereka sedangkan kedamaian dunia dianggap sebagai perkara kecil dan kurang penting.

Seorang Muslim sejati mengetahui bahwa Allah Ta’ala bersifat Salam (sumber kedamaian) dan menginginkan keamanan bagi ciptaan-Nya. Di antara umat Islam, tentu para Ahmadi memiliki pengetahuan mengenai perintah-perintah serta petunjuk-petunjuk Allah Ta’ala sehubungan dengan menciptakan kedamaian serta rasa aman bagi kemanusiaan dan untuk menegakan kedamaian di dunia. Dia berfirman: وَقِيلِهِ يَا رَبِّ إِنَّ هَؤُلَاءِ قَوْمٌ لَا يُؤْمِنُونَ * فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَامٌ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (الزخرف: 89-90) “Dan ucapannya, ‘Hai Tuhan-ku, Sesungguhnya mereka ini kaum yang tidak beriman, Maka maafkanlah mereka, dan ucapkanlah, “Selamat sejahtera.” Maka mereka segera akan mengetahui.” [Az-Zukhruf, 43:89-90]

Inilah ajaran Al-Quran. Ketika Hadhrat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menyeru orang-orang kepada Allah Ta’ala, mereka malah menolak pesan beliau saw. Tidak hanya menolak pesan perdamaian tersebut, mereka juga berupaya untuk menghancurkannya. Namun Allah Ta’ala memerintahkan untuk memaafkan mereka karena mereka tidak mengerti dan kurang akal dan menyuruh Hadhrat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam untuk terus mengatakan kepada mereka bahwa pesan ini adalah pesan perdamaian dan keamanan. Seraya melihat bahwa ini merupakan apa yang telah Allah Ta’ala perintahkan kepada Hadhrat Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam dalam menghadapi penganiayaan oleh para penentang, maka betapa jauh lebih penting bagi setiap Muslim untuk mengikuti pesan beliau shallaLlahu ‘alaihi wa sallam tersebut dalam situasi saat ini lalu menyampaikannya kepada yang lain dengan cara ini.

Tugas kita adalah untuk menyebarkan pesan kedamaian dan keamanan tersebut. Sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam bersabda bahwa jika Islam menggunakan paksaan, maka itu adalah untuk melindungi diri sendiri dan untuk menegakan kedamaian, serta tidak pernah untuk melakukan kezaliman. Jadi, tidak ada lagi pertanyaan bahwa di suatu tempat di dalam Al-Quran ada perintah untuk mengangkat pedang atau menggunakan paksaan terhadap mereka yang tidak menerima apa yang kita katakan. Jika sikap kelompok-kelompok umat Islam atau para pemimpin Islam bertentangan dengan hal ini, maka sikap tersebut tidak termasuk ke dalam Islam melainkan terlahir atas dasar kepentingan pribadi atau kepentingan kekuatan-kekuatan besar yang menjadikan orang-orang ini sebagai alat mereka. Puncaknya, Islam difitnah karena memiliki ajaran kekerasan! Di dalam Al-Quran dikatakan: وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا “Dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka mengucapkan ‘Selamat’.” [Al-Furqan, 25:64]

Ini adalah apa yang Al-Quran ajarkan. Hendaknya tidak satupun di antara kita khususnya anak-anak muda, yang memiliki rasa kebencian. Ini adalah Islam dan hanya Islam yang memberikan jaminan kedamaian di dunia pada hari ini dan Al-Quran senantiasa memberikan ajaran untuk mengakhiri ekstrimisme. Kita semua perlu meraih pengetahuan mengenai ajaran ini serta mengamalkannya. Sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam bersabda bahwa perlihatkanlah amal perbuatan kita kepada dunia bahwa pada hari ini Allah Ta’ala telah memberikan kita taufik untuk memelihara Al-Quran dan ini merupakan karunia Allah Ta’ala.

Penafsiran serta penjelasan Al-Quran yang benar akan membuat maknanya menjadi terpelihara dan Allah Ta’ala telah mengutus Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam untuk hal ini. Allah Ta’ala telah memberikan kita taufik untuk menerima Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam dan telah memilih kita untuk menyebarkan ajaran yang indah ini di dunia. Ini merupakan tanggung jawab setiap Ahmadi. Setiap Ahmadi baik pria, wanita dan anak-anak hendaknya melakukan upaya ke arah ini.

Dunia saat ini sedang berdiri di tepi lubang api. Setiap saat situasinya dapat semakin buruk yang akan membawa dunia ini masuk ke dalam lubang api. Ini adalah tanggung jawab para Ahmadi untuk berusaha menyelamatkan dunia agar tidak terjatuh ke dalam api dan untuk bekerja untuk menciptakan perdamaian dan keamanan. Hanya para Ahmadi yang dapat melakukan hal ini. Diperlukan adanya upaya untuk tugas ini.

Aspek utama untuk meraih tujuan ini adalah menanamkan jalinan yang khas dengan Allah Ta’ala, berpaling dan tunduk kepada-Nya serta menanamkan ketakwaan di dalam hati. Kemudian barulah kita dapat memberikan rasa aman dan damai bagi diri kita, bagi generasi kita serta bagi dunia. Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihis salaam bersabda di dalam syair beliau mengenai saat tersebut.

Ini adalah api, namun mereka semua akan diselamatkan dari api

Yakni yang mencintai Allah Ta’ala, Pemilik Segala Keajaiban.

Apa yang diperlukan adalah untuk menjalin hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa dan menumbukan kecintaan kepada-Nya. Semoga Dia memberikan kita taufik untuk berupaya dan melakukan hal ini. Semoga Dia memberikan pemahaman kepada orang-orang duniawi agar mendengarkan-Nya dan menciptakan perubahan di dalam diri mereka sehingga mereka selamat dari jurang kehancuran.

Diumumkan tiga shalat jenazah. Shalat jenazah adalah untuk Inayat Ullah Ahmadi Sahib yang meninggal dunia pada 9 Desember 2015. Beliau sudah lama berkhidmat sebagai mubaligh.

Sedangkan shalat jenazah ghaib adalah untuk Maulwi Bashir Ahmad Sahib, seorang darwaisy di Qadian yang meninggal pada 7 Desember 2015;

Serta Syeda Qanita Begum Sahiba dari Orissa yang meninggal pada 16 Oktober 2015.

Penerjemah: Hafizurrahman; Editor: Dildaar Ahmad