Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

15 Maret 2002

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Seri khutbah  sifat عزيز-‘aziyz yang tengah berjalan, pada khutbah itu hari ini akan terus dalam bahasan.

Surah Ibrahim ayat 5:

 وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Dan tidaklah kami mengirim seorang rasul,melaikan dalam bahasa bangsanya,supaya dapatlah ia  membuat segalanya jelas bagi mereka. Maka Allah menyatakan sesat siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Mahaperkasa,Mahabijaksana.

Diriwayatkan dari Hadhrat Ibni Abbas r.a.bahwa Allah swt  telah menganugerahkan kelebihan kepada Muhammad saw atas semua nabi-nabi dan penghuni  langit. Maka orang-orang bertanya kepada Ibni Abbas, bagaimana Allah swt memberikan kelebihan/keistimewaan pada beliau  ? Hadhrat Ibni Abbas berkata bahwa Allah   dalam [surah Al-Anbiya ayat 28 ] berkenaan dengan penghuni langit  berfirman:

وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ-Dan barangsiapa diantara mereka  berkata:” Sesungguhnya akulah tuhan selain Dia,”maka ialah yang kami akan ganjar dengan neraka Jahannam.Demikianlah Kami biasa memberikan hukuman kepada orang-orang yang zalim.

Sementara Allah berfirman kepada Muhammad saw :

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا.لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ –Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada engkau suatu kemenangan nyata.Supaya Allah menutupi kekhilafan engkau dimasa lalu dan dimasa yang akan datang .

Maka orang-orang bertanya kepada Ibni Abbas:Bagaimana kelebihan beliau atas para nabi ? Ibni Abbas berkata:Allah [berkenaan dengan nabi-nabi lainnya ] berfirman:

 وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ-Yakni, Kami tidak mengirim nabi,melainkan dalam bahasa kaumnya, supaya  bisa memberikan pengertian kepada mereka dengan jelas..

Sementara Allah swt berfirman kepada Muhammad saw:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاس-Yakni, tidaklah Kami mengirim engkau  melainkan untuk semua ummat manusia. Maka sesuai dengan itu Dia mengirim beliau sebagai rasul kepada  jin dan manusia.                                               ( Sunan Addarami Kitabul -muqaddimah)

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda:

لِيُبَيِّنَ لَهُمْ –liyubayyina lahum [supaya dia menerangkan pada mereka] : Nampak dimaklumi bahwa wakil-wakil [pengikut]  nabi hendaknya banyak mempelajari bahasa supaya mereka dapat mengajarkan agama yang benar kepada semua orang.

Lampiran  Al-badar Qadian 13 Januari 1910

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“Sebagian orang dengan secara dungu [ketidaktahuan] keberatan bahwa tedapat di dalam Al-Quranul-karim bahwa  ilham harusnya ada di dalam bahasa setiap kaum.Sebagaimana firman-Nya:Nisa’63: وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ  -[Kami tidak mengirim nabi,melainkan dalam bahasa kaumnya] kepadamu kenapa dalam bahasa arab ?

Maka   satu jawaban tentunya  ialah,tanyakanlah kepada Tuhan,kenapa demikian ? Dan rahasia sebenarnya ialah  hanya dengan tujuan  supaya memberitahukan ikatan  ilham-ilham itu  ada dalam bahasa Arab,karena kita merupakan  pengikut nabi yang mulia saw yang adalah  orang Arab. Urusan/usaha kita semuanya merupakan  bayangan dan untuk Tuhan. Kemudian jika  bukan dalam bahasa itulah ilham itu ada, maka tidak lagi ada  hubungan. Oleh karena itu, Allah mewahyukan dalam bahasa Arab untuk memberikan keagungan  dan  ingin menjaga agama-Nya. Hal yang kita sebut ذوق-dzouq-hobi/kegemaran  itulah yang orang-orang itu kritik. Tuhan tidak melepaskan/meninggalkan  bahasa asli wujud yang dipanuti. Dan  kondisi yang  ada ini, semua ini demi untuk Rasulullah saw dan dukungan terhdap  beliau. Maka bagaimana bisa pemutusan hubungan dengan (Rasulullah saw) Dan terkadang ilham ada juga dalam bahasa Inggris, Farsi dan Urdu supaya Allah memberitahukan    bahwa Dia mengetahui setiap bahasa. Serupa  itu pada suatu saat  ada yang keberatan kepada ( berkenaan dengan) Rasulullah saw, kenapa tidak ada ilham dalam bahasa yang lain ? Lalu Allah mewahyukan kepada beliau dalam bahasa Farsi,”ee musyti khaak ra gar ceh nah bakhasyam ceh kunam-(Ini adalah segumpal  tanah. Jika Saya tidak memaafkannya, maka apa  yang saya  lakukan.) Pada akhirnya rahmat Tuhan-lah yang akan beruntung”.

Al-Badar jilid 1 no, 10 2 Januari 1903 hal 71

Selanjutnya ayat surat Nahal yang ke 61:

لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِ وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَى وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Bagi mereka yang tidak beriman kepada akhirat perumpamaannya sangat  buruk dan  misal yang paling agung  adalah bagi Allah dan Dia adalah Mahapekasa Mahabijaksana.

Kemudian surah Syu’ara ayat 218-221:

وتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ.الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ.وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ.إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

-Dan bertawakkallah kepada yang Mahaperkasa Mahapenyayang.Yang tengah melihat engkau tatkala  engkau berdiri  melakukan shalat.Dan yang melihat juga kegelisahan  engkau diantara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia-lah yang Mahamendengar  Mahamelihat

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Bertakwalah pada Tuhan Yang Mahaperkasa Mahapenyayang. Dialah Tuhan yang melihat engkau tatkala  engkau berdiri berdoa(shalat)  dan menyeru pada-Nya, Dia-lah Tuhan yang juga melihat engkau tatkala  sebagai benih/gen masuk turun temurun ke dalam keluarga  orang-orang pilihan/ suciawan sehingga sampai pada  rahim bunda yang mulia  engkau  Aminah yang suci.

Taryaqul qulub hal 67

Sesudahnya surah An-Naml ayat 9-10:

 فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.يَامُوسَى إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Maka tatkala ia sampai kepadanya ia lalu dipanggil,”Telah diberkati  siapa yang ada di dalam api itu  dan  juga bagi yang ada disekelilingnya dan Maha suci Allah Tuhan sekalian alam.Hai Musa sesungguhnya Akulah Tuhan Yang Mahaperkasa Mahabijaksana.

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda:

“Telah diberkati siapa yang  tengah mencari api dan yang tengah usaha keras ke arah itu”. Arti tengah mencari api dan berusaha keras ke arah itu yang Hadhrat Khalifatul Masih I  artikan mempunyai arti yang sangat indah dan dalam. Bukan,dalam  api,bahkan yang tengah mencari  api

Tatkala  sampai disana, diseru/datang suara  bahwa siapa yang telah datang untuk mencari  api dia telah diberkati dan yang berada  disekelilingnya. Dan Maha suci Allah Pemelihara seluruh jagat  raya ini. Yakni, Hadhrat Musa secara lahiriah  menjadi seorang yang bersimpati.  Allah secara ruhani menjadikannya seorang yang bersimpati. Dia menjadi milik sedikit orang dan kami telah menjadikannya milik orang banyak.Dia telah pergi untuk cahaya lahiriah  dan Kami telah menganugerahkannya juga  cahaya batin/hakiki.  Dia pergi untuk mencari [tempat ] tujuan  lahiriah, tetapi Kami telah menunjukkan juga tujuan hakiki/inti padanya . سبحان الله-subhaanallah, yakni, Mahsuci Allah. Dia tidak meninggalkan sia-sia مهتدى-muhtada-seorang yang diberi  petunjuk. Kini Dia memberikan setiap habar-gembira……..Hai Musa hal sebenarnya adalah bahwa Saya-lah Allah Yang Mahaunggul dan Mahabijaksana . Letakkanlah/lemparkanlah tongkat.Yakni, Saya akan menganugerahi  kemuliaan dan keunggulan. Ini adalah  habar suka”.

(Badar,20 Juli dan Juli 26Juli 1905)

Surah An-Nahl 77-79:

    إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَقُصُّ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ.وَإِنَّهُ لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ.إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ-Sesungguhnya Al-Quran ini menjelaskan kepada /di hadapan  Baniisrail apa-apa yang mereka berselisih di dalamnya . dan sesungguhnya Al-Quran itu penyuluh dan rahmat bagi orang-orang beriman. Sesungguhnya Tuhan-mu akan mengadili perkara antara mereka dengan hikmah-Nya dan Dia Maha perkasa dan Mahamengetahui.

Diriwayatkan dari Hadhrat Anas r.a. bahwa Rasulullah saw bersabba: Dari antara orang-orang ada juga  kesayangan Allah. Ditanyakan diantara mereka siapakah kesayangan Allah  ? Beliau bersabda; Ahli Quran adalah kesayangan Allah  dan  hamba-hamba-Nya yang khas.

(Musnad Ahmad bin Hanbal .Selainnya adalah Musnad Al-Mukats-tsiriyn).

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Al-Quran memiliki kemuliaan luhur sedemikian rupa yang di hadapan cahayanya yang cemerlang  dan sinarnya yang tajam  semua kilauan kitab-kitab terdahulu menjadi tidak ada artinya.Tidak pernah ada benak/daya nalar  dapat   menciptakan kebenaran serupa itu yang  dari sebelumnya Al-Quran  tidak pernah kemukakan. Tiada ucapan yang  sedemikian kuat menanamkan pengaruh pada hati manapun  sebagaimana pengaruh  kuat dan pengaruh penuh berkat yang terus menerus ditanamkann dalam hati beratus-ratus ribu orang-orang [oleh Al-Quran]. Tidak diragukan lagi bahwa ia  merupakan sebuah cermin yang sangat putih sifat-sifat sempurna Tuhan yang  darinya didapatkan segala sesuatu yang sang pengelana perlukan  untuk dapat sampai pada jenjang-jenjang  makrifat yang tinggi.

(Surmah casyam Arya , ruhani hazainjilid 2 catatan kaki 23-24)

Serupa itu pula Hadhrat Masih Mauud a.s.  bersabda:

Barangsiapa yang telah menjadi pengikut Al-Quran lalu mengantarkan cinta dan ketulusan sampai pada puncaknya, maka secara ظلى-zhilliy-bayangan akan menjadi مظهر-mazhhar-tempat zahir sifat-sifat  Tuhan. Semua dampak ini  merupakan  kekuatan dan pengaruh luar biasa  yang kami saksikan   dalam  Al-Quran,kalam Ilahi. Kekuatan dan pengaruh  luar biasa  itu tidak didapatkan dalam kitab-kitab lain yang menurut  kaum manapun  diyakini sebagai kitab yang diwahyukan”.

Chasymai Makrifat  ruhani Hazain jilid 23 hal. 427

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Allah dalam memuji  Al-Quran bersabda : هُدًى لِلْمُتَّقِينَ– Al-Quran juga merupakan penyebab petunjuk bagi orang-orang yang memilih jalan takwa. Pada permulaannya ketakwaan orang-orang yang melihat Al-Quran ialah  jangan melihat Al-Quran dengan kejahilan, dengki dan bakhil ,bahkan bacalah Al-Quran dengan membawa kalbu  yang disinari  nur takwa  dan dengan niat yang tulus.

Al-Hakam 31 Agustus 1901

Dalam Jalsah Salanah 1906 beliau bersabda:

“Barangsiapa yang meninggalkan Al-Quran, dia telah melepaskan semuanya. Segenap perkara terdapat dalam Al-Quran. Di dalamnya terdapat keterangan mengenai orang-orang  awal dan akhir. Itu penuh dengan makrifat-makrifat.dan merupakan mazhab/agama yang persis memilih jalan tengah   Segenap cabang/bagian fitrat manusia dan obat/penawar setiap  seginya tertera  di dalamnya”.

Ceramah Jalsah Salanah 1906

Surah Al-Ankabut ayat 27:

 فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Maka Lut a.s. beriman padanya.[yakni pada Ibrahim]. Dan dia berkata bahwa saya berhijrah kepada Tuhanku Sesungguhnya Dia-lah Mahaperkasa Mahabijaksana.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abdullah r.a. bahwa ada seorang yang hadir di hadapan Rasulullah saw lalu ia berkata: Ya Rasulullah saw, siapakah orang yang berhijrah itu ? Beliau bersabda: Orang yang berhijrah ialah  orang yang meninggalkan apa  yang dilarang Allah.

(Musnad Ahmad bin Hambal dan Musnad Al-Mukatstsiriyn minash-shahaabah)

Hadhrat Sabrah r.a. bin Abu Fakih r.a. meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Syaitan,untuk anak Adam, duduk di banyak jalan-jalannya. Dia duduk pada jalan Islam untuknya  dan berkata (apakah) engkau  akan menerima Islam ? [Apakah] engkau akan meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu ? Akan tetapi, anak Adam mengingkarinya dan  menjadi Islam. Kemudian untuknya syaitan duduk di jalan berhijrah dan  berkata (apakah) engkau akan berhijrah ? Apakah engkau  akan meningglkan tanahmu dan langitmu,padahal  misal orang yang berhijrah adalah seperti kuda yang terikat  dengan seutas tali yang panjang. Namun, Ibni Adam mengingkari  kata-katanya dan dia berhijrah. Kemudian, Syaitan duduk untuk anak Adam  di jalannya pergi berjihad dan berkata (apakah) engkau akan berjihad ? Jihad, kan merupakan nama dari menghancurkan jiwa dan harta. Jika engkau  berperang, maka engkau  akan terbunuh dan istrimu akan ditikahi  orang lain dan hartamu akan dibagi-bagikan. Namun, tetap saja anak Adam mengingkari ucapannya dan dia berjihad..

Maka Rasulullah saw bersabda:  Barangsiapa yang melakukan semua ini,  maka berkenaan dengannya Allah telah menetapkan bahwa Dia akan memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang terbunuh  di jalan ini, maka berkenaan dengannya Allah telah mewajibkan  bagi diri-Nya untuk memasukkannya ke dalam surga. Dan jika dia mati tenggelam, maka  Tuhan menetapkan   memasukkannya ke dalam surga.Dan jika hewan tunggangannya menginjak-injaknya maka  Tuhan telah menetapkan memasukkannya ke dalam surga.

Sunan An-Nisai Kitabul Jihad.

Dewasa ini sangat jarang kesempatan dimana hewan tunggangan menginjak-injak. Namun, peristiwa seperti itu beberapa kali telah terdengar dan terlihat bahwa banyak sekali orang yang jatuh dari traktor lalu tergilas roda taraktor. Jadi, baginya/seperti itu juga ini   merupakan habar suka dari Tuhan bahwa  itupun di jalan Tuhan  merupakan semacam  syahid.

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda:

“Demi untuk Allah orang mu’min  terpaksa  meninggalkan banyak hal.Terkadang terpaksa meninggalkan akidah-akidah, teradisi-tradisi,rumah,makanan dan kadang harus meninggalkan keluarga, kerabat dan kadang tanah air”.- Semua perkara ini   merupakan hal-hal  yang Hadhrat Khalifatul Masih I  tinggalkan atas anjuran  Hadhrat Masih Mauud a.s.. “ Walhasil,  semua benda-benda  serupa itu yang  membawa  manusia dari kegelapan kepada cahaya atau merupakan  penghalang  untuk kemajuan-kemajuan yang akan datang”. Semua itu terpaksa harus lepas.

Lampiran  Surat Kabar Qadian 18 Agustus 1910

Selanjutnya surat Al-Ankabut ayat 43: إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu yang mereka seru selain Allah.Dan  Dia Maha Perkasa Maha bijaksana.

Mash’ab bin Saad meriwayatkan dari bapaknya bahwa ada seorang Badui  datang kepada Rasulullah saw dan  berkata: Beritahukanlah kepada saya doa yang saya baca berkali-kali. Beliau bersabda: Bacalah selalu kalimat ini:

لااله الا الله وحده لا شريك له. الله اكبر كبيرا. والحمد لله كثيرا.سبحان الله رب العالمين. لاحول ولا قوة الا بالله العزيز الحكيم –laa ilaa ha-illaallaahu wahdahu laa syariykalahu.allaahu akbar kabiyraa. walhamdulillaahi katsiyraa. subhaanallahi rabbil ‘aalamiyn. laahaula wala quwwata illabilla hi l ‘aziyzil-hakiym-Tidak ada sembahan kecuali  Allah. Tidak ada sekutu baginya. Allah Maha besar .Pujian dan  pujian  sebanyak-banyaknya adalah milik-Nya. Maha suci Allah  yang memlihara seluruh langit dan bumi. Tidak ada alasan/kekuatan dan tiak ada kemampuan,kecuali  dengan karunia Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana.

Dia berkata bahwa ini kan  semua untuk Allah, untuk saya  mana yang ada.  Rasulullah saw bersabda: Bacalah selalu doa ini:اللهم  اغفرلى وارحمنى واهدنى وارزقنى-allaahummagfirliy warhamniy wahdiniy warzuqniy- Yakni,yaa Allah, maaafkanlah aku,  kasihanilah aku, tunjukilah aku dan anugerahilah rezeki padaku.

(Muslim Kitabuzdikir dan doa)

Surah Al- Rum  ayat 28:

 وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ وَلَهُ الْمَثَلُ الْأَعْلَى فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Dialah yang memulai penciptaan;kemudian mengulanginya dan hal itu  sangat mudah bagi-Nya.Dan kedudukan Dia-lah yang paling tinggi  baik di  langit maupun  di bumi. Dan Dia Maha perkasa Maha bijaksana.

Dua ayat surah Luqman 9-10

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ.خَالِدِينَ فِيهَا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ –Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh bagi mereka ada kebun-kebun kenikmatan.Dan Dia Mahaperkasa Mahabijaksana.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Tatkala  Tuhan telah menciptakan surga dan neraka, maka Allah pertama-tama mengirim Jibril ke surga.dan berfirman: Lihatlah surga itu dan lihatlah pula apa-apa di dalamnya  yang telah saya siapkan untuk penghuni-penghuninya. Sesuai dengan itu Jibril datang  lalu  melihat surga dan apa-apa yang Allah telah siapkan untuk penghuni-penghuninya. Kemudian dia kembali ke pada Tuhan lalu berkata: Ya Tuhan, demi kemuliaan Engkau ! Surga ini  sedemikian rupa halnya sehingga siapapun yang mendengar mengenainya,  dia  akan masuk di dalamnya. Maka Allah menurunkan perintah berkenaan dengan surga Lalu sesuai dengan itu disekelilingnya dibuatkan pagar-pagar kesusahan  dan penderitaan”.Yakni, surga dihasilkan setelah melewati banyak penderitaan dan kesulitan.Kemudian Allah berfirman kepada Jibril bahwa   kini pergilah dan lihatlah kini,apa  apa yang telah Saya siapkan untuk ahli-ahli surga. Kemudian tatkala Jibril pergi, maka dia melihat surga terkepung oleh musibah-musibah dan derita-derita. Sesuai dengan itu Jibril kembali hadir di hadapan Tuhan lalu berkata: Yaa Allah ! Demi kemuliaan Engkau, kini saya khawatir bahwa tidak akan ada yang bisa masuk di dalamnya. Allah berfirman: Kini, pergilah ke neraka dan lihatlah itu dan apa apa yang telah Saya siapkan untuk penghuni-penghuninya. Jibril pergi.Maka,   apa yang dia lihat ternyata  dia melihat bahwa sebagian bagian  neraka  naik pada sebagian  yang lainnya. Beliau kembali lalu berkata kepada Tuhan: Ya Tuhan ! Demi kemuliaan Engkau, jangankan masuk di dalamnya, mendengar berkenaan dengannya pun tidak akan ada yang siap. Sesuai dengan itu Allah memerintahkan kepada neraka, maka neraka dikitari dengan pagar-pagar syahwat. Kemudian Allah berfirman kepada Jibril: Kini pergilah. Sesuai dengan itu Jibril pergi dan setelah kembali berkata : Hai Tuhan ! Demi kemuliaan Engkau,saya khawatir bahwa  tidak  ada yang  akan bisa terhindar untuk tidak masuk di dalamnya.

Turmudzy Kitab sifatul-jannah

Semuanya ini merupakan tamsil-tamsil yang pada hakekatnya di dunia ini, baik di bumi maupun  di langit,  surga dan neraka  keduanya terbentang dan hanya Allah –lah yang mengetahui bagaimana  kondisinya.

 وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ –Dan, seandainya semua pohon yang ada di bumi  dan menjadi pena dan ditambah pula kepadanya tujuh samudera menjadi tinta. Kalimat Allah itu tidak akan kunjung habisnya. Sesungguhnya Allah itu Mahaperkasa Mahabijaksana.

Surah Luqman 28

قُلْ أَرُونِيَ الَّذِينَ أَلْحَقْتُمْ بِهِ شُرَكَاءَ كَلَّا بَلْ هُوَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Katakanlah,Perlihatkanlah kepadaku mereka yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-kutu-Nya”Tidak !Sekali-kali tidak mungkin,Dia adalah Allah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana. Surah Saba’ 28

Hadhrat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Dosa yang paling besar adalah menyekutukan Tuhan,membunuh jiwa tampa alasan yang benar, tidak mentaati ibu bapak dan berdusta.Rawi berkata bahwa beliau bersabda:Memberikan kesaksian yang palsu Bukhari Kitabuddiyaat

Hadhrat Masih Mauud a.s:

“Orang-orang musyrik  tidak menganal Tuhan sebagaimana layaknya. Mereka menganggap bahwa seolah-olah pekerjaan Tuhan tampa sekutu-kutu  lainnya  tidak akan berjalan,padahal Tuhan pada Zat-Nya Pemilik kekuatan sempurna dan  keunggulan yang sempurna”.

Barahin Ahmadiyah jilid 4 Ruhani Hazain jilid 1 hal.469  Catatan kaki di bawah catan kaki 4

{Pada kesempatan itu Huzur bersabda bahwa saya sedikit cepat membaca. Secara pribadi saya berusaha lambat. Semoga Allah memberikan pengertian pada  para penterjemah }

Surah Fathir 31:

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-Rahmat apapun yang Allah bukakan  bagi ummat manusia tiada yang dapat menahannya dan sesuatu apapun yang Dia tahan tiada yang dapat melepaskannya sesudah itu. Dan Dia Mahaperkasa Mahabijaksana.

Hadhrat Jundub meriwayatkan bahwa ada seorang badui datang lalu  menambat tunggangannya sambil  mengikat lututnya. Kemuadian   shalat  di belakang Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw selesai  shalat, maka orang badui itu kembali pada tunggangannya lalu membuka ikatan lututnya.Dia naik di atas tunggangannya lalu  berkata : Ya Allah, kasihanilah kepada saya dan kepada Muhammad saw dan janganlah Engkau mengikut sertakan siapapun dalam rahmat Engkau itu selain kami berdua.

Maka Rasulullah saw bersabda: Menurut pendapat kalian orang Badui ini yang lebih sesat ataukah untanya ? Apakah kalian tidak mendengar apa yang dia katakan ? Para sahabah berkata: Kenapa tidak, kami  mendengar.Maka beliau bersabda kepada  orang badui itu :Engkau telah menyempitkan rahmat/kasih sayang Tuhan. Rahmat Tuhan itu sangat luas.Allah telah menciptakan rahmat menjadi 100 bagian. Dan dari itu hanya satu bagian yang Dia turunkan, yang karenannya   semua makhluk, manusia dan jin  diantara satu dengan yang lain saling memperlakukan  dengan rahmat dan kasih sayang,sementara pada Allah ada 99 bagian rahmat yang ada. Kemudian kembali beliau mengulangi: Menurut pendapat kalian orang ini yang lebih sesat  ataukah untanya?

Musnad Ahmad bin Hanbal Musnad Al-Kufiyyin

Hadhrat Zaid bin Khalid r.a. meriwayatkan bahwa kami keluar bersama Rasulullah saw pada tahun Sulah Hudaibiah. Pada suatu malam turun hujan.Rasulullah saw setelah mengimami shalat   sambil menghadap   kami beliau  bersabda: Apakah kalian mengetahui  apa yang Tuhan kalian  firmankan ? Kami berkata hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih mengetahui.Beliau bersabda bahwa Allah berfirman: Pada pagi hari ini diantara hamba-hamba-Ku ada yang  beriman pada-Ku dan ada yang kafir.Jadi barangsiapa yang berkata bahwa pada kami turun hujan rahmat,karunia dan anugerah Tuhan,dia telah beriman kepada-Ku dan dia telah ingkar pada bintang-bintang.Dan barangsiapa yang mengatakan bahwa karena bintang –bintang itu kepada kami turun hujan maka dia  telah beriman kepada bintang-bintang dan dia telah ingkar kepada-Ku.

Bukhari Kitabulmagaazi

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Siapapun diantara kalian   amalnya tidak  akan memasukkannya ke dalam surga. Para sahabah bertanya  :Apakah untuk Tuan juga tidak ? Beliau bersabda bahwa untuk saya pun juga tidak, kecuali karunia Tuhan dan rahmat-Nya menyelimuti  saya.

(Muslim Kitab Sifatuljannah )

Beberapa ilham berkenaan dengan sifat عزبز-aziyz: اِنِّىْ مُعِزُّكَ  لاَمَانِعَ لِمَا اُعْطِىَ-inni mu’zzuka laa maani’a limaa u’thiya

(Surat tanggal 15 Februari 1884 atas nama Mir Abbas Ali Sahib. Surat/catatan  Ahmadiyah Jilid awal hal.74 dan Tazkirah 122 cetakan 1969)

Terjemah dari Hadhrat Mirza Basyir Ahmad M.A.r.a.

“Saya akan menganugerahi kemuliaan dan kemenangan kepadamu.Apa yang akan saya  berikan tidak akan ada yang bisa mencegahnya”.

Di dalam Izalah Auham sebuah ilham yang panjang.

قُلْ لَوْ كَانَ الْاَمْرُمِن عِنْدِغَيْرِاللَّه لَوِجَدْتُم فِيْهِ اِخْتِلَافًا كَُثِْْيْرًا.قل لَوْاتَّبَعَ اللَّهَ اَ هْوَاءَكُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَبَطَلَتْ حِكْمَتُه وَكَانَ اللَّهْ عَزِيزًاْحَكِيماً . قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًاقُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌُُ

Katakanlah olehmu jika urusan ini bukan dari Tuhan ,bahkan dibuat-buat dari selain Allah,maka kamu pasti akan medapat banyak perselisihan di dalamnya.Katakanlah jika Allah mengikuti pandanganmu yang bathil maka timbul kacau balau diantara makhluk yang tinggal di seluruh langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya  dan hikmat ilahi akan menjadi bathil. Dan Allah Mahaperkasa Mahabijaksana.Katakanlah jika sekiranya setiap lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Tuhan-ku niscayalah lautan itu akan habis sebelum- kalimat-kalimat Tuhanku habis sekalipun Kami datangkan sebanyak itu  lagi sebagai bantuan tambahan.Katakanlah jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku Allah akan mencintaimu dan akan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Tazkirah hal.176-177 cetakan 1969

Ilham 1893

يرْفَعُ مَنْ يَشَاءُ وَيَضَعُ مَنْ يَشَاءُوَيُعِزُّ مَنْ يَشَاءُوَ يُذِلُّ مَنْ يَشَاءُوَيَجْتَبىْاِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُyarfa’u man yasyaa wa yadhau man yasyaa wa yu ‘izzu man yasyaa wa yudzillu  man yasyaa wa yajtabiy ilaihi man yasyaa-Dia mengagungkan siapa yang Dia kehendaki dan menjatuhkan/menyingkirkan  siapa yang Dia kehendaki  dan memuliakan siapa yang yang  Dia kehendaki dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki dan Dia menjadikan seseorang terpilih di sisi –Nya bagi siapa yang Dia kehendaki.

(Tazkirah  hal.217 cetakan 1969)

Pada akhirnya Huzur bersabda: Saya sendiri berusaha  membaca dengan berhenti-henti./pelan-pelan  Selanjutnya Tuhan yang lebih mengetahui menurut para penterjemah, apakah ini pun masih juga cepat ataukah ringan.

Qamaruddin Syahid.