Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

30 Mei 2003 di Masjid Baiturrasyid, Hambargh, Jerman

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata,ya, sedang Dia sendiri sampai pada mata  dan Dialah Yang Maha Halus dan  senantiasa Mahamengetahui ( prilaku hamba-hamba-Nya). Al-An’aam 104

Hadhrat Masih Mauud a.s.:

“Zat Tuhan adalah tersembunyi di balik yang tersembunyi, Maha gaib dan  jauh  dari yang terjauh  dan tidak ada akal yang dapat mencapainya, sebagaimana Dia sendiri berfirman لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ  Yakni, penglihatan dan akal tidak dapat mencapai-Nya,sedangkan Dia mengetahui puncaknya dan Dia unggul diatas semuanya. Jadi, tauhid /ke-Esaan-Nya tidak mungkin (difahami) hanya dengan perantaraan akal semata; sebab, hakekat tauhid ialah sebagaimana halnya manusia menghindari  sembahan –sembahan  lahiriah yang batil, yakni  menghindarkan diri  dari penyembahan berhala-berhala ,manusia ,matahari dan bulan. Demikian pula seyogianya menghindar dari  sembahan-embahan batil ruh-ruh  yang   terselubung, yakni   menjaga dirinya  bersandar pada kekuatan-kekuatan ruhani dan jasmani dan    terjerat dalam keangkuhan. Jadi dalam corak itu jelas bahwa        tampa meninggalkan ego dan tampa  berpegang teguh pada Rasul,  tauhid sempurna tidak akan dapat diraih. Dan seorang  yang  menyatakan potensinya sama dengan kekutan Tuhan maka bagaimana dia dinyatakan sebagai muwahhid(orang yang meyakini ke-esakan Tuhan ?).”

Kemudian beliau bersabda: Selain  dengan metode/cara  Tuhan sendiri yang menampakkan diri tidak ada lagi cara lain untuk dapat meraih  keyakinan sempurna    لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ   Dan dari ini   dapat difahami bahwa terkait dengan  penglihatan jika Dia sendiri yang menerangi maka baru akan menjadi terang. Tidak ada kemampuan penglihatan untuk dapat mengenalnya dengan kekuatannya sendiri.Al-Badar jilid dua nomer 47 tanggal  1 Desember 1903 hal 373

Kini terkait dngan sifat  خبيرkhabiyr ada beberapa ayat lain:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa /diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“Wahai orang-orang yang beriman senantiasa bertakwalah pada Tuhan dan setiap orang diantara kalian seyogianya senantiasa memperhatikan apa harta yang ia kirim untuk dunia yang akan datang. Dan takutlah pada Tuhan yang senantiasa memintai pertanggung jawaban/  Mahamengetahui  dan Dia senantiasa melihat amal-amalmu,yakni  Dia Mahamengetahui dan Mahateliti.  Oleh karena itu, Dia sama sekali tidak akan menerima amal-amalmu dan barangsiapa melakukan amal   buruk maka pekerjaan-pekerjaan itulah yang menorehkan noda hitam di dalam kalbunya.Maka mereka sama sekali tidak akan melihat Tuhan.” Sat Baccan  Ruhani Hazain jilid 10 hal. 225-226

Hadhrat Khalifatul-Masih I dalam kaitan ini bersabda:

“ Bertakwalah pada Allah dan setiap jiwa seyogianya lihat dengan cermat  apa yang ia telah lakukan untuk hari esoknya. Pekerjaan apa yang kita kerjakan dampak-dampaknya terlepas  dari kemampuan  kita. Oleh karena itu, pekerjaan apa yang bukan untuk Tuhan maka itu akan menjadi faktor  kerugian besar. Namun, apa  yang untuk Allah, maka Tuhan Yang Maha  kuasa,  Yang Maha mengetahui yang gaib  yang memiliki segenap kekuatan dan kekuasaan akan menjadikan itu  bermamfaat dan membuahkan buah-buah  yang baik.Haqaaiqulfurqan jilid  4 hal 66

Kemudian beliau (Hadhrat Khalifatul-Masih I r.a.) bersabda:

“ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan segenap jiwa seyogianya senantiasa merenungkan apa yang dia telah lakukan  untuk esok harinya dan menjadikan takwa sebagai ciri khasnya. Dan Allah Mahamengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.

Walhasil, sebuah resep kesuksesan yang Dia beritahukan di dunia dan di akherat ialah  manusia  seyogianya memikirkan yang untuk esok  hari ini dan dalam  segenap tutur kata  dan amalnya seyogianya senantiasa ingat   bahwa Tuhan senantiasa waspada pada segenap pekerjaan-pekerjaan saya. Inilah akar takwa dan  inti setiap kesuksesan. Sebaliknya  ajaran Injil yang tertera dalam bab 6 ayat 33 ialah: Untuk esok hari janganlah fikirkan, sebab hari esok akan memikirkan sendiri untuk dirinya sendiri.  Derita hari ini cukup untuk hari ini”.

Jika kita renungkan kedua ajaran itu maka hanya dengan  ungkapan yang satu  ini kita dapat  keputusan akan  kebenaran Islam dan Kristen. Seorang yang berhati suci,bersih, pencari nijat/keselamatan dan pencari kebenaran dapat mengerti dengan baik bahwa dari segi khidupan amaliah agama  apa yang lebih berhak diterima.

Jika ayat Injil ini- jangankan  kita (yang mengamalkan)- orang yang mengimani Injil sendiri saja yang mengamalkan maka akan terhenti segenap kemajuan-kemajuan dunia  dan segenap  perjalanan bisnis akan tertutup. Budget/anggaran belanja  pun tidak akan terbuat. Tidak akan  ada penerapan/pelaksanaan sesuai dengan itu. Tidak akan terbit/disebarkan dari sebelumnya jadwal kereta api dan  program /jadwal penerbangan pesawat terbang. Tidak akan ada  peluang untuk memperomosikan pusat-pusaat bisnis. Tidak akan didapatkan barang-barang makanan di rumah siapapun dan  kurang lebih di pasar pun itu tidak akan didapatkan. Sebab, tidak ada fikiran untuk esok hari,bahkan   memikirkan itu merupakan suatu tindakan dosa. Sebaliknya, ajaran Al-Quran itu betapa bersih dan berguna dalam segenap  kehidupan amaliah/nyata. Dan yang lucu/menarik adalah amal orang-orang Kristen sendiri pun sesuai dengan ayat ini, kalau tidak mulai dari hari ini semua bisnis akan tutup dan tidak ada tatananan pemerintahan yang akan bisa betahan. Dengan  mengamalkan ajaran Al-Quran

وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ  manusia tidak hanya sukses di dunia saja bahkan di akherat pun dengan karunia Tuhan akan meraih kesuksesan. Kita tidak akan bisa mengumpulkan modal keselamatan untuk akherat selama kita tidak mulai persiapan untuk hari yang abadi  itu. Tasyhidzu-ldzhan.jilid 7 nomer 5 hal 227 –228

Kemudian Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bersabda: Seyogianya segenap jiwa memperhatikan apa yang telah dia persiapkan  untuk hari esok. Bersama manusia ada  jiwa yang setiap saat (tugasnya )  merubah; sebab, tubuh manusia setiap saat tengah mengalami perpisahan /menuju kematian. Apabila untuk jiwa yang setiap saat berpisah-pisah  dan setiap zarrahnya terus berpisah-pisah,sedemikian banyak dilakukan persiapan-persiapan dan untuk perlidungannya  disiapkan alat/sarana, maka kemudian betapa  banyak seyogianya  persiapan  untuk ruh  yang  pasti tanggung jawabnya memberikan pertanggung jawaban setelah wafat. Untuk tubuh yang akan fana  ini seberapa banyak dilakukan pemikiran , wahai kiranya sebanyak itulah dilakukan pemikiran  untuk jiwa/ruh  yang akan memikul tanggung jawab dimasa yang akan datang.

إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ – Allah mengetahui segenap amal-amal kamu. Dengan memperhatikan pengetahuan /kewaspadaan T uhan tentang itu pada akhirnya pada suatu saat   fitrah manusia bangkit lalu mencela(diri)nya dan menjaganya untuk supaya jangan sampai jatuh/melakukan dosa. Badar 13 Desember 1906 hal. 9

Kemudian dalam Haqaaiqul-furqan Khalifatul-Masih I bersabda:  Di dalam ayat  ٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون(Bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan) Dia memberitahukan  obat ketakwaan,yaitu  yakinlah bahwa ada Wujud  Yang melihat pekerjaan-pekerjaan kamu dan  yang  senantiasa mengawasi amal-amal kamu. Haqaaiqulfurqan  jilid 2 hal 85

Kemudian beliau bersabda:

“ Orang yang beriman seyogianya sebelumnya memikirkan apa akibat amal yang dia kerjakan. Manusia tatkala marah dia ingin membunuh(orang). Dia mencaci maki.Namun,fikirkanlah apa akibatnya. Jika memperhatikan asas ini  maka seorang  akan mendapatkan taufik untuk melangkah di  jalan takwa. Bagaimana dapat lahir  pemikiran pada  akibat-akibatnya. Metodenya ialah  yakin pada bahwa    اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ         Allah Mahamenmgetahui apa yang kamu kerjakan . Manusia jika yakin bahwa ada raja yang Maha senantiasa waspada,Mahamengetahui dan melihat segenap amal buruk, tipuan, kecurangan dan kemalasan dan Dia Melihat kemalasan dan Dia memberikan  balasannya  maka Dia akan dapat  terhindar. Ciptakanlah iman seperti itu. Banyak orang yang malas dalam menjalankan  tugas-tugas  dalam pekerjaannya,dalam pencahariannya dan  perburuhannya dll. Dengan melakukan seperti itu rezeki tidak lagi menjadi halal. Semoga Allah menganugerahi taufik ketakwaan pada semua.” Al-Hakam 21-28 Mei 1911 hal 26

Kini, dalam kaitan ini ada masalah lain yang dewasa ini senantiasa menjadi  masaalah keluarga dan setiap hari dalam kaitan  ini ada saja yang diingatkan bahwa dari pihak anak-anak perempuan datang pengaduan  bahwa dia tengah mendapat tekanan-tekanan yang aniaya dari pihak mertua atau pihak suami. Terkadang kepada anak perempuan tidak diberitahukan tentang kondisi pria  atau sedemikian rupa tidak jelas atau dengan  kata-kata yang samar-samar dia diberitahukan  sehingga ibu bapak anak perempuan menganggap itu merupakan hal  yang biasa. Namun, tatkala kalian mulai terjun  di dalamnya  maka kondisinya   sedemikian rupa mengerikan sehingga timbul rasak hawatir. Dalam  kondisi serupa itu terkadang sang  pria dengan sopan santun dan dengan  rasa simpati ingin membawa  anak permpuan atau istrinya di rumahnya, akan tetapi mertua laki atau saudara perempuan suami bersikap keras sedemikian rupa  dan kepada anak laki-lakinya atau kepada saudaranya sedemikian rupa menyuruh melakukan hal yang melampaui batas sehingga untuk anak permpuan hanya tersisa dua jalan. Ataukah dia berupaya memisahkan diri  atau sepanjang umur dia terus digiling  dalam penggilingan  kezaliman itu. Dan tampil pula ke permukaan bahwa dalam sejumlah bentuk  tatkala ada terdapat kezaliman seperti itu, tatkala wewenang itu jatuh  pada anak perempuan tadi dalam setatus dia  sebagai menantu maka dia akan melakukan kezaliman pada mertua. Dan dengan demikian ini merupakan lingkaran syaetan yang terus berlanjut  dalam keluarga seperti itu yang tidak menempuh  jalan takwa.Padahal, pada waktu nikah tatkala  ijab kabul, disana dengan membacakan ayat yang menyebut masaalah ketakwaan mereka diingatkan pada   takwa dan tutur kata   yang lurus dan kepada kita dibertahukan bahwa tegakkanlah semisal  masyarakat  surgawi dan ciptakanlah lingkungan sedemikian rupa sehingga  orang-orang lain pun akan datang serta merta pada kalian. Akan tetapi, meskipun hanya sedikit  beberapa contoh  tentunya   dalam Jemaat. Namun,  ini  jelas  merupakan contoh-contoh yang menyakitkan dan memilukan.

 Kini ayat  yang tengah diterangkan ini juga merupakan sebuah ayat  dari antara ayat-ayat yang dibacakan dalam upacara nikah. Sebagaimana Hadhrat Khalifatul-Masih I bersabda: Sebelum melakukan setiap perkara, sebelum melakukan setiap pekerjaan berfikirlah bahwa apa akibatnya. Dan  pekerjaan apa yang kamu kerjakan Allah  mengetahui hal itu. Terbetik dalam fikiran  orang-orang   yang melakukan kezaliman  bahwa tidak ada yang tengah melihat kami/mereka. Kami duduk di rumah sekehendak hati apapun yang kami inginkan dapat dapat melakukan penganiayaan terhadap   anak perempuan seseorang. (Ingatlah) Allah Mahamengetahui hal itu. Nah jika kemudian  fikiran ini ada dalam hati bahwa Allah tengah melihat dan Allah Maha mengetahui hal itu maka Hudhur( Hadhrat Khalifatul-Masih I)bersabda bahwa dia/orang itu dapat  diselamatkan dari keburukan-keburukan itu. Semoga Allah  menjadikan  segenap rumah tangga orang-orang ahmadi, baik suami atau istri,mertua  atau menantu,saudara perempuan dari pihak suami atau saudara perempuan dari pihak istri dapat menjadi orang-orang yang melangkahkan kaki mereka di jalan ketakwaan dan menjadi orang-orang yang dapat menegakkan sebuah masyarakat/keluarga yang harmonis.

Kemudian Tuhan berfirman:

 وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Surat Al-Munafiquwn 12

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam hal ini bersabda:  Taubah yang bersifat munafik bukanlah taubah,tetapi terjadinya rasa takut dan khwatir  di dalam hati seorang yang keras hati dalam saat takut pada  Allah memasukkannya dalam katagori taubah dan sunnah Allah menyatakan kembali/taubah  seperti itu  sebagai faktor penundaan  azab Ilahi. Meskipun dengan taubah /kembali seperti itu azab akherat tidak akan dapat terelakkan,  namun azab dunia senantiasa selalu terelakkan  dan pada saat  lain senantiasa mengena. Lihatlah Al-Quran dengan cermat, janganlah berbicara   dungu  dan ingatlah bahwa ayat  yang berbunyi

  وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا   tidak ada kaitannya  dengan martabat  itu.  Jelasnya, maksud ayat ini ialah  apabila takdir mubram (yang tidak terelakkan) itu tiba maka itu tidak akan dapat  terelakkan. Tapi dalam hal ini bahasan terkait dengan  takdir mu’allaq/yang bergantung yang disyaratkan  dengan beberapa persyaratan   sebagaimana Allah sendiri dalam Al-Quran  berfirman bahwa dalam  saat  istigfar dan pada waktu merintih khusuk dan pada saat  ketakutan menguasai  Saya akan menjauhkan  azab dari atas kepala orang-orang  kafir dan saya akan senantiasa   jauhkan. Maka lebih dari Dia siapa lagi yang dapat menjadi saksi yang benar   yang kesaksiannya  diterima. Lampiran Anwarulislam : Selebaran hadiah tiga ribu rupiah hal 10

Kemudian Tuhan berfirman:

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya  yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. At-tagaabuwn ayat 9

 Allamah Ibnu Jarir At-tibri dalam tafsirnya di bawah ayat

وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِرٌ

menulis: Di dalam bagian ayat ini  Allah memberitahukan bahwa wahai orang-orang, Allah Mahamengetahui akan hal amal-amalmu. Diantara kalian orang-orang yang itaat pada Rabb-nya dan orang-orang yang pembangkang tidaklah tersembunyi dari-Nya dan Dia Yang membalas pada segenap amal-amal kalian. Orang yang berbuat kebaikan sesuai dengan kebajikan yang  dia kerjakan dan orang yang peambangkang sesuai dengan keahliannya/pembangkangannya atau Dia memafkannya (Tafsir Tibri) Dia kuasa   sebagaimana Dia kehendaki9Dia dapaat lakukan).Dia Raja dan juga Pemilik.

. أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ(9)وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ(10)إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ      

Maka apakah dia tidak mengetahui tatkala  dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur ? dan akan diperoleh  apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. Al-Adiyaat  11-12

Hadhrat Muslih Mauud r.a. bersabda:

“ Saya senantiasa katakan bahwa kata-kata

بصير       – bashiyr dan    عليم  ‘alim  hanya menunjukan  pada ilmu, tetapi kata khabiyr menunjukkan pula pada mengamalkan sesuai dengan ilmu  itu, yakni di dalam kata  خبيرkhabiyr selain memiliki pengetahuan akan orang-orang yang berdosa, terdapat pula isyarah  pada  hukuman dan akan dimintainya keterangan . Sesuai dengan itu ayat ini merupakan ayat yang membenarkan pandangan /pengakuan saya ini. Kata         يَوْمَئِذٍ  juga menunjukkan hal itu, sebab hanya mengetahui   senantiasa Tuhan miliki. Pada hari  itu  menjadi wujud yang mengetahui sama sekali tidak ada  arti. Jadi, di dalam kataخبير khabir-Mahamengetahui mengisyarahkan pada dua hal/Maha waspada. Satu, ialah  tidak akan ada dosamu  yang tersembunyi dari Dia, dan yang kedua, sesuai  perincian  ilmu itu (Maha mengetahuinya Dia)  Dia pada hari itu  akan memberikan ganjaran  juga. Bersama kata      يَوْمَئِذٍ  di dalam Al-Quran penggunaannya dengan kata خبيرkhabiyr  tidak ada penggunaan kata –kata  عليم –‘aliym dan   بصير  – bashiyr . Di dalam  bahasa urdu juga ada penggunaan kata mae khabar lungga-saya akan mempertanyakan/memberikan hukuman digunakan dalam bentuk pribahasa,  yang mungkin keluar dari kata خبيرkhabiyr . Demikian juga dalam bahasa Punjabi digunakan mae teri khabar langga – yang maksudnya ialah,  saya akan  membalas ganjaran amal-amalmu.  Jadi Allah berfirman

   ِا نَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِير

Yakni, tidak hanya mengetahui akan kondisinya, bahkan Dia akan membalas juga pada mereka ganjaran kondisi-kondisi   itu.

Sesuai dengan itu  senantiasa digunakan kalimat   يَوْمَئِذٍ لَخَبِير

tidak ada penggunaan kata     يَوْمَئِذٍ لَعليم yaumaidzin la-‘aliym atau      يَوْمَئِذٍ لَبصير  –yaumaidzin labashiyr . Dari itu jelas bahwa  maksud khabiyr tidak hanya  ilmu  bahkan maksudnya  akan  mermberikan hukuman .Dan arti  ِانَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِير bahwa Tuhan-Nya pada hari itu benar-benar akan memintai pertanggung jawaban/menanyakan.

 Inipun perlu juga diingat  bahwa di akhir dari surah ini Allah dengan perantaran kata-kata ini mengisyarahkan pada perkara bahwa kami pasti akan memintai pertanggung jawaban/akan menanyakan/atau menghukum mereka,  tetapi sebelumnya tidak, bahkan sesudah

 وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُور  bahwa selama segenap kekotorannya tidak  zahir, kami tidak akan menghukumnya. Ini berkaitan  dengan hukuman orang-orang berdosa merupakan suatu asas yang mana banyak orang karena ketidak tahuannya mereka tidak menghiraukannya dan mereka dengan keberatan pada utusan Allah mengatakan bahwa jika Anda ini  benar maka kenapa kepada orang-orang sesudah perlawanan tidak segera turun azab. Jawaban tentang keraguan itu terdapat dalam ayat ini.  Dengan mengalamatkan  pada musuh-musuh Muhammad  saw di tempat inilah diberikan jawaban pertanyaan  itu… Allah berfirman :  ِانَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِير   Kami adalah khabiyr  Kami benar-benar mengetahui akan kondisi hati orang-orang itu, namun setelah hujjat itu  sempurna Kami baru akan menghukumnya. Mula-mula Kami akan menzahirkan kekotorannya dan kemudian kami akan menjadikan (memerintahkan/mengijinkan )orang-orang Islam menyerang mereka. Sesungguhnya Kami adalah خَبِيرkhabiyr dan kami sebelumnyapun mengetahui akan kondisi mereka,tetapi kami tidak menginginkan  bahwa di hati orang-orang ada masih tersisa  kesucian (anggapan bahwa mereka baik) mereka. Kami pada waktu itu akan menghukum mereka tatkala terjadi         وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

dan kekotoran –kekotoran mereka akan zahir dengan seterang-terangnya di hadapan orang-orang. Tafsir kabir surah Al-Adiyaat hal 504

 Dan , insyaallah, kalian akan menyaksikan bahwa   inilah kondisi akan terjadi bersama  murid setia (Hadhrat Masih Mauud a.s.)  beliau dan bersama   musuh-musuh khadim beliau saw dan bersama  orang orang yang mentertawakan beliau.

Kemudian ada sejumlah berita-berita/nubutan-nubuatan  yang diterangkan  dalam Al-Quran untuk zaman yang akan datang. Bersabda: وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ dan apabila jiwa-jiwa  dipertemukan.  Di dalam catatan Tafsir Hadhrat Khalifatul-Masih IV berkenaan dengan itu bersabda bahwa itu  merupakan zaman dimana akan banyak sekali  dibuat kebun-kebun binatang. Jelas sekali  pada zaman Rasulullah saw tidak ada wujudnya. Dan kebun-kebun binatang pada zaman ini juga memberikan kesaksian bahwa sedemikian besar-besarnya hewan-hewan  akan dipindahkan lewat  perantaraan pesawat terbang atau lewat laut  yang mana manusia pada zaman itu sama sekali tidak pernah membayangkannya.

Kemudian  perhatian kita juga ditarik   pada pertempuran –pertempuran  laut (yang akan terjadi). Beliau bersabda  bahwa kurang lebih ditarik perhatian kita   pada peperangan laut, tatkala akan sedemikian banyak  di lautan penggunaan kapal-kapal laut yang sebagai dampaknya dari jauh-jauh orang-orang  akan dipertemukan.yakni tidak hanya hewan-hewan  saja yang akan dipertemukan bahkan ummat manusia juga akan dipersatukan.

 Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:       وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ  dan apabila jiwa-jiwa dipertemukan, Yakni akan tersedia sarana-sarana perjalanan sehingga bangsa-bangsa meskipun sedemikian jauhnya, diantara mereka akan  bertemu/bersatu  sehingga dunia moderen /baru  akan menciptakan hubungan-hubungan  dengan dunia  lama  …. Pada zaman nabi saw semua sarana-sarana perjalanan belum terbuka. Tertulis dalam Tafsir Kabir bahwa ada tempat-tempat yang mana belum sampai seruan /tabligh Rasulullah pada mereka,tetapi kini dengan perantaraan surat, telegram dan  kereta api dari ujung bumi sebelah sana   sampai ujung bumi di sebelah berita dapat sampai. Kini, kereta api Saudi Arabia yang tengah dibuat di Arab, itupun  terkait dengan nubuatan itu. Badar jilid nomer 3  tanggal 23  Januari 1908  hal 3 . Ini beliau sabdakan pada tahun 1908

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Tanda-tanda mempertemukan jiwa-jiwa (orang-orang) sempurna dengan beberapa corak. Dari antara itu jelas merupakan isyarah ditemukannya  telegram yang menolong orang-orang pada waktu setiap kesulitan dan membawa berita sanak saudara  yang tinggal di belahan bumi yang jauh, yang mana sebelum  orang yang bertanya bangun dari tempatnya telegram datang membawakan berita untuk sanak familinya  dan merupakan sarana  percakapan diantara orang di barat dan di timur seolah-olah diantara keduanya tengah terjadi pertemuan. Kemudian  terhadap orang yang sedih dan terpaksa, alat-alat itu menyampaikan berita kerabatnya (orang-orang yang sedih tadi) dengan begitu cepatnya yang berkenaan dengannya  mereka bersedih. Jadi, tidak ada keraguan di dalamnya  bahwa itu mempertemukan orang-orang yang duduk berjauhan dan diantara mereka sedemikian rupa mereka berbicara  seolah-olah diantara mereka tidak ada halangan dan diantara mereka satu dengan yang lain sangat sedemikian dekat. Dan mempertemukan   diantara orang-orang  mengisyarahkan bahwa  perjalanan laut dan darat akan menjadi aman dan kesulitan perjalanan akan menjadi hilang dan orang-orang dari satu negeri ke negeri lain akan melakukan perjalanan tampa ada rasa takut dan di dalamnya tidak ada keraguan bahwa pada zaman itu  hubungan-hubungan diantara berbagai macam negara akan berkembang  dan saling megenal diantara  orang-orang  akan bertambah  seolah-olah setiap hari mereka akan  dipertemukan.  Dan  pedagang dengan pedangang, orang yang tinggal di suatu perbatasan dengan perbatasan lainnya dan satu bahasa yang lain dengan bahasa yang lain Allah akan pertemukan dan orang-orang yang mempunyai keahlian berbeda dengan yang mempunyai keahlian yang lain Dia  akan dipertemukan  dan diantara mereka akan kerja sama untuk  meraih keuntungan dan menjauhkan kerugian;dan mereka akan menjadi  penolong satu dengan yang lain dalam hal ni’mat, kebahagiaan, pakaian makanan dan sarana-sarana kemudahan. Dan dari suatu tempat ke tempat yang lain segala sesuatu akan didatangkan.   Jadi perhatikanlah, bagaimana Allah mempertemukan orang-orang seolah-olah orang-orang berada  di atas sebuah perahu. Dan dari antara sarana-sarana untuk mempertemukan di antara orang-orang adalah perjalanan orang-orang lewat kendaraan darat dan  laut. Mereka  dalam   perjalanan itu satu dengan yang lain akan saling  mengenal.

Dan diantara sarana-sarana untuk mempertemukan itu salah satunya   ialah rangkaian  surat –menyurat yang mana sarana –sarana untuk pengirimannya telah dibuat dengan sedemikian canggih. Kalian  melihat bagaimana surat-surat dapat dikirim keberbagai belahan dunia. Dan jika kalian merenungkan hal itu ( Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda)  Jika kalian merenungkan hal itu maka banyaknya pengirimannnya itu akan menjadikan kalian heran dan kalian tidak akan mendapatkan misalnya pada   zaman  dahulu dan demikian pula banyaknya musafir dan pedagang akan menjadikan  kalian keheranan. Maka semua ini merupakan sarana –sarana  mempertemukan orang-orang diantara mereka  dan sarana-sarana saling mengenal  di antara mereka dan sebelumnya tanda-tandanya pun tidak didapatkan. Saya dengan besumpah akan nama Tuhan saya, apakah kalian melihat sebelumnya atau apakah kalian mengenai semua itu telah kalian baca  itu dalam kitab-kitab. Ainah Kamalati Islam hal 472-475

Kini lihatlah pada zaman ini telepon, T V , internet dan lain-lain dengan perantaraan komputer kalian duduk di   rumah  dalam waktu yang sama  kalian tengah berbicara juga, catatan  juga tengah kalian antarkan dan  gambar juga kalian tengah kirim . Maka semua ini pada zaman ini   merupakan dalil-dalil kebenaran Hadhrat Masih Mauud a.s.   Inilah penemuan-penemuan.

Beliau bersabda: وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ   juga adalah untuk saya….. Kemudian inipun juga  merupakan jamak/pertemuan bahwa semua sarana untuk bertabligh Dia telah kumpulkan. Sesuai dengan itu sarana cetak mencetak   ,banyaknya kertas, banyaknya kantor-kantor pos, terlegram ,dengan perantaraan kereta api dan kapal laut  seluruh dunia sudah berfungsi menjadi sebuah kota. Kemudian penemuan-penemuan baru juga menjadikan lagi  menjadi lebih bertambah banyak sebab   sarana-sarana    tabligh  tengah terkumpul. Kini dengan fotografi juga dapat digunakan untuk sarana     tabligh dan dari itu muncul  pekerjaan-pekerjaan yang sangat ajaib,seperti adanya penerbitan surat-surat kabar dan penerbitan majalah-majalah . Walhasil, sedemikian banyak  terkumpul sarana-sarana     tabligh yang kita tidak dapatkan contohnya pada zaman manapun. Al-Hakam jilid 6 nomer 43  tanggal 30 Nofember 1902 hal. I

Kemudian Allah menyampaikan sebuah berita kepada Rasulullah saw  dan ini merupakan nubutan /habar  sebelum hijrah.

لَا أُقْسِمُ بِهَذَا الْبَلَدِ(1)وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَدِ

Waspadalah,Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu wahai Muhammad, akan turun (menaklukkan)   kota (Mekah) ini, Al-Balad 2-3

Hadhrat Muslih Mauud r.a. bersabda:  Surah ini diturunkan di Mekah dan   turun pada tahun ke  tiga atau  keempat Hijrah dan sebagian berpendapat bahwa ini turun pada waktu hirjah. T afsir Kabir jild 5 hal 577

 Di suatu   tempat lain Allah berfirman:

 إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ

 

 Sesungguhnya  Dia yang mewajibkan atasmu

  Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Al-Qashas 86

 Terkait dengan surat ini terdapat pendapat Umar bin Muhamaad   bahwa ayat ini turun pada saat dalam perjalanan tatkala tengah berhijrah dari Mekah ke Medinah . Jika pandangan itu diangggap benar maka tetap saja  surah ini termasuk dalam  kelompok surah yang  turun di  di Mekah.

Kemudian beliau bersabda:

  Kami  mengatakan bahwa adanya tertera

لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ dalam   surah yang diyakini  turun di Mekah memberitahukan bahwa Rasulullah saw pada waktu itu tengah berada di Mekah (belum hijrah) lalu  Allah memberitahukan menganai Hijrah  dan kemudian memberitahukan juga mengenai penaklukan  Mekah. Tafsir jilid 5 hal 259

 Maka sesuai dengan habar dari Tuhan, dalam bulan Ramdhan tanggal 8 Hijriah beliau masuk ke kota Mekah seperti seorang jenderal penakluk  beserta  10 ribu orang-orang suci.

Kemudian berfirman: وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَذَا الْبَلَد ِdan kamu akan turun/masuk di  di kota ini dengan keagungan dan kegagahan,yakni akan turun. Al-Balad 2 Lampiran surat kabar Qadian 4 Agustus 1912

Hadhrat Khalifatul-Masih I bersabda:

 لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ  Al-Quran apabila mendakwakan sesuatu yang besar, maka bersama itu pula memberikan dalilnya  yang sangat kuat. Pertama bahwa orang yang mengikuti saya akan menjadi raja.  Sebagai dalilnya bersabda bahwa Al-Quran ini yang  di dalamnya tertulis bahwa rekan-rekan  kamu akan memegang pemerintahan. Di dalamnya dinubuatkan bahwa Mekah darimana kamu dikeluarkan,  dimana dihadapan orang –orang itu tidak ada upaya-upaya yang dapat berhaasil  pada suatu saat di Mekah itulah kamu akan masuk  sebagai pemenang.  Sesuai dengan itu itulah yang terjadi.

Kemudian sejumlah nubuatan-nubuatan yang diriwayatkan dari Rasulullah saw untuk zaman yang akan datang.  Di dalam itu  yang paling pertama  disini saya akan sajikan. Nubuatan kedatangan Khilafat rasyidah,  kerajaan dan kemudian pemerintahan, kemudian  berdirinya khilafat di bawah cara/metode   kenabian.

 Hadhrat Huzaifah menerangkan bahwa Rasulullah saw bersabba: Diantara kalian kenabian akan tetap ada  selama Allah menghendaki kemudian akan mengangkatnya. Kemudian akan berdiri khilafat di bawah sistim kenabian kemudian Allah  apabila menghendaki akan mencabut nikmat /kenabian itu  Kemudian sesuai     takdirnya/ketentuan-Nya akan berdiri pemerintahan yang  menyakitkan. Dan zaman ini telah berakhir  maka sesuai takdirnya lebih dari itu pemerintahan yang zalim akan berdiri sehingga timbul gejolak kasih sayang Allah lalu Dia menghapuskan zaman kezaliman dan keaniyaan itu. Kemudian akan berdiri khilafat sesuai sistim  kenabian. Setelah bersabda ini beliau diam. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 4 hal 273 Cetakan Beirut  Cetakan  Beirut  dan Misykat babu-l-indzar wattahdziyr

 Nah, sesudah memperoleh habar dari  Allah apa yang  majikan kita   Rasulullah saw  telah nubuatkan persis  sesuai dengan itu sesudah kewafatan beliau berdiri khilafat rasyidah yang berjalan sampai pada khilafat Hadhrat Ali r.a.  Sesudah itu, telah berdiri  raja-raja yang menyakitkan dan pemerintahan yang zalim.Kemudian sesuai dengan apa yang dinubuatkan oleh pemberri nubuatan yang  benar itu(Rasulullaaah saw) pada abad yang ke 14  Allah telah  membangkitkan Masih yang dijanjikan. Kemudian setelah kewafatanya kembali  berdiri khilafat di atas metode  kenabian. Semoga ini berjalan sampai hari qiamat.

Kemudian ada sebuah nubuatan  berkaitan dengan gerhana bulan dan matahari. Hadhrat Masih Mauud  a.s. dalam kaitan ini bersabda:

“ Di dalam Sahih Darulqutni ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Hadhrat Imam  Bakir r.a. bersabda:

ان لمهدينا ايتين لم تكونا منذ خلق السماوات والارض ينكشف القمر لاول ليلة من رمضان و تنكسف الشمس  فى النصف منه 

inna limahdiyna aayatain lam takuwna mundzu khalqissamaawaatiwal ardh  yankasyiful qamaru liawwali lailatimir-ramadhaan wa tankasyifu-ssamsyu finnisfi mminhu

  Yakni, untuk mahdi kami ada dua tanda.  Dan  dari semenjak Allah menciptakan  langit dan bumi dua tanda ini  tidak pernah zahir pada saat zahir  nabi  dan rasul lainnya .Diantaranya salah satunya ialah di zaman Mahdi Mauud di bulan Ramadhan gerhana bulan akan terjadi pada malam pertama, yakni tanggal tiga belas dan   gerhana matahari pada hari-harinya akan terjadi di hari pertengahan, yakni di bulan Ramadhan pada tanggal 28 di bulan Ramadhan dan peristiwa seperti ini tidak pernah terjadi pada waktu zahirnya seorang nabi dan Rasul dari semenjak dunia diciptakan. Hanya pada zaman  Mahdi yang dijanjikan akan terjadinya sudah ditetapkan.  Kini, semua surat-surat  kabar berbahasa Inggris dan  Urdu dan sejumlah orang-orang ahli ilmu perbintangan menjadi saksi bahwa pada zaman sayalah -yang kurang lebih telah berlalu dua belas tahun –  gerhana bulan dan gerhana matahari yang seperti itu telah terjadi di bulan Ramadhan.” Haqiqatulwahyi hal. 192

Sesuai sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s.telah sabdakan  gerhana ini terjadi pada tahun 1894. Dari  tanggal-tanggal bulan  pada tanggal 13 ,sebab pada tanggal 13, 14 dan 15 gerhana bulan itu biasa terjadi. Dan persis di bulan inilah pada tanggal 28 yang adalah  merupakan tanggal pertengahan di tanggal itu terjadi gerhana matahari; karena , tanggal 27, 28 dan 29 pada umumnya merupakan tanggal terjadinya gerhana matahari. Dan untuk penyempurnaan hujjat pada bangsa-bangsa Barat pun   pada tahun berikutnya  orang-orang di Barat pun telah menyaksikannya.

Kemudian terbitnya matahari dari Barat dan  berkenaan dengan taun terdapat sebuah riwayat:

Hadhrat Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: Dari antara    tanda-tanda Qiamat tanda ini merupakan tanda pertama. Terbitnya matahari dari barat dan  diberikannya kekuasaan /merajalelanya serangan ulat-ulat yang aneh pada orang-orang di waktu saat makan pagi. Diberikannya kekuasaan pada ulat- ulat, maksudnya merupakan isyarah yang bisa jadi adalah taun atau ada semacam wabah kuman-kuman  akibat  peperangan yang merupakan isyarah pada penyuakit-penyakit itu . Sunan Ibnu Majah Kitabul-fitan bab terbitnya matahari dari    tempat terbenamnya.   

Hadhrat Masih Mauud dalam kaitan ini bersabda:

“ Adapun terbitnya matahari yang akan terjadi dari barat, kita walhasil  beriman pada hal itu. Tetapi terhadap yang lemah ini dimana dizahirkan dalam ru’ya itu  yang akan berarti terbitnya matahari dari barat, yakni negara barat yang dari sejak lama sudah terjerumus dalam    kekufuran dan kesesatan akan disinari dengan matahari kebenaran dan mereka akan mendapat bagian dari Islam dan saya melihat bahwa saya di kota London berdiri di sebuah mimbar sedang  menerangkan kebenaran  Islam  dalam bahasa Inggris dengan sebuah keterangan dan dalil-dalil yang sangat lengkap. Kemudian  setelah itu  saya menangkap banyak sekali burung –burung  berwarna putih yang bertengger di ranting-ranting kayu  kecil  dan mungkin layaknya cocok tubuhnya dengan   tubuh  burung dara. Maka saya mena’birkannya bahwa meskipun bukan saya, namun tulisan saya akan   tersebar diantara orang-orang itu dan akan banyak orang-orang Inggris  yang saleh akan  menjadi mangsa  kebenaran/masuk Islam. Pada hakekatnya sampai hari ini ikatan negara-negera barat dengan kebenaran-kebenaran agama ternyata sangat kurang sekali seakan-akan akal  hanya diberikan pada semua orang-orang Asia  dan akal dunia diberikan pada orang-orang Eropa dan Amerika. Rangkaian nabi-nabi juga dari sejak awal sampai akhir senantiasa menjadi bagian orang-orang Asia dan kesempurnaan kewalian-kewalian pun hanya diperoleh oleh orang-orang itu. Kini Allah ingin mencurahkan pandangan rahmatnya pada orang-orang itu”. Dan kini, ini merupakan pekerjaan kalian yang kini tinggal di Eropa untuk meneruskan amanat ini pada orang-orang dan menggenapkan  ru’ya Hadhrat Masih Mauud a.s. itu.

Hadhrat Masih Mauud a.s. yang telah menubuatkan sejumlah nubuatan-nubuatan  bersabda:  Di dalam Barahin  Ahmadiyah terdapat sebuah nubuatan :

سبحان الله تبارك وتعالى زاد مجدك ينقطع اباءك ويبدء منك 

subhanallah tabaraka wata’ala zaada majduka yanqati’u aabaa’uka wayabda’u minka . Barahin Ahmadiyah hal 490 Tuhan Maha suci dari segenap aib dan memiliki banyak berkah Dia . Dia akan menambahkan kemuliaan engkau, akan memutuskan cerita /sebutan bapak-bapak engkau dan Tuhan akan meletakkan asas kemuliaan keluarga ini dari engkau. Ini merupakan nubuatan tatkala tidak ada dinisbahkan  macam kehormatan apapun dengan diri saya dan  pada waktu itu saya sedemikian rupa tidak dikenal orang  seolah-olah saya tidak ada di  dunia. Dan zaman  tatkala ini dinubuatkan kini telah berlalu tiga puluh tahun lamanya. Kini seyogianya diperhatikan betapa nubuatan ini telah sempurna dengan terangnya yang mana ribuan orang-orang masuk dalam Jemaatku. Dan sebelumnya siapakah yang mengetahui bahwa sedemikian rupa kebesaran saya yang tersebar di seluruh dunia. Jadi sangat disayangkan bagi mereka yang tidak merenungkan tanda-tanda Tuhan. Kemudian di dalam nubuatan sedemikian banyak keturunan yang dijanjikan dasarnyapun telah diletakkan.Sebab setelah nubuatan ini ada empat laki-laki dan seorang cucu dan dua permpuan lahir di rumah saya yang tidak ada pada waktu itu “ Haqiqatulwahyi Ruhani Hazain jilid 22 hal 264-265

Kini pada waktu nubuatan Hadhrat Masih Mauud a.s. kurang lebih ada tujuh puluh laki-laki yang ada dalam keluarga beliau dari keturunan keluarga bapak beliau. Dan setelah itu semua ini wafat dan tidak ada keturunannya . Orang yang hidup hanya mereka yang baeriman pada Hadhrat Masih Mauud a.s. dan telah menerima beliau dan seterusnyapun keturunan-keturunan  inilah yang berlanjut.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa: Kesepakatan  seperti itu  lebih dari dua ribu kali pernah berlalu bahwa  Tuhan pada waktu kapan ada keperluan saya ,maka dengan perantaraan ilham atau  kasyaf-Nya telah memberitahukan pada saya bahwa tidak lama lagi sejumlah uang akan datang dan terkadang jumlah uang yang akan datang pun Dia beritahukan dan terkadang memberitahukan bahwa sebanyak ini pada tanggal ini dan dengan perantaraan pengiriman si fulan uang  akan tiba. Dan seperti itulah yang terjadi dan saksi untuk hal itupun  sejumlah orang-orang Hindu di Qadian dan mungkin beberapa ratus orang-orang  Islam yang  dengan sumpah dapat  menerangkan; dan  tanda semacam  itu dua ribu  atau lebih juga dari itu dan ini merupakan dalil juga bahwa bagaimana pada saat keperluan-keperluan saya,  Tuhan senantiasa menjamin dan memelihara  saya. Dan kebanyakan inilah adat Tuhan berlaku dengan diri saya bahwa sebelum kejadiannya  Dia telah memberitahukan pada saya bahwa dari nikmat-nikmat dunia nikmat  apa yang ingin Dia anugerahkan  pada saya dan kebanyakan Dia membertahukan pada saya bahwa  besok  engkau akan makan  ini, dan ini yang engkau akan minum, dan ini yang akan diberikan kepada engkau dan seperti itulah yang terjadi apa yang sebelumnya telah Dia bertahukan. Dan untuk pembenaran  hal-hal itu  dengan tinggal beberapa minggu  beserta saya setiap orang dapat melakukannya.Taryaqul-qulub hal 64-65

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“ Tuhan berfirman kepada saya bahwa untukmu Saya turun di bumi dan untuk engkau nama-Ku bersinar   dan Saya telah memilih engkau dari ( ummat) seluruh   dunia. Dan bersabda:

 قال ربك انه نازل من السماء ما يرضيك – Yakni, Tuhan engkau berfirman bahwa dari langit akan turun mukjizat –mukjizat yang luar biasa yang akibatnya engkau akan menjadi senang…. Sayang sekali orang-orang ahli nujum dan ahli mantra dalam nubuatan-nubuatan itu seperti itulah mereka melawan saya  sebagaimana ahli –ahli sihir melawan nabi Musa a.s. Dan sejumlah orang-orang penerima  ilham    tejerumus  dalam lubang kegelapan dan seperti Bal’am Ba’ur untuk melawan saya mereka meninggalkan kebenaran untuk   mendukung kesesatan. Tetapi Tuhan berfirman bahwa Saya  akan mempermalukan semuanya dan siapapun yang lain sama sekali Saya  tidak akan memberikan kehormatan ini. Untuk semua kini adalah  waktunya melawan saya dengan ilmu tenung  dan dengan ilham kalian. Dan jika  serangan manapun  mereka tunda karena takut   maka mereka itu tidak jantan dan Tuhan berfirman bahwa: Saya akan mengalahkan semuanya. Dan Saya akan menjadi musuh mereka yang menjadi musuh mu. Kemudian  Dia berfirman: Untuk menzahirkan rahasia-rahasia-Ku,  Saya telah memilih engkau, langit dan bumi  beserta engkau sebagaimana itu beserta-Ku “. Tajalliyati Ilahiah hal 3-15

Beliau bersabda:

“Di dalam Barahin Ahmadiyah terdapat sebuah nubuatan:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُون 

َpara penentang ingin  memadamkan cahaya Allah dengan tiupan mulut  mereka, tetapi  Allah tetap akan menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.(As-shaf ) Ini merupakan  sebuah nubuatan tatkala pada   waktu itu tidak ada penentang. Bahkan nama  sayapun tidak dikenal  orang. Kemudian sesudah itu, sesuai nubuatan itu dengan terhormat saya meraih  kemasyhuran di dunia dan ribuan orang-orang telah menerima saya. Baru sedemikian rupa terjadi perlawanan  sehingga  dimintakan fatwa kafir untuk saya, dari Mekah Muazzamah dimintakan fatwa kafir untuk saya  dengan menerangkan pada ahli Mekah hal-hal  yang bertentangan dengan kenyataan    dan dilakukan sebuah peropaganda besar mengafirkan saya di dunia,dikeluarkan fatwa bunuh, pemerintah dihasut, hubungaan masyarakat  umum dipisahkan dengan  saya dan Jemaat saya. Walhasil, dengan segala macam cara diupayakan cara untuk menghapuskan saya. Tetapi sesuai nubuatan Tuhan semua mulla dan sejenisnya  tidak berhasil dan gagal  dalam upaya-upaya mereka. Sangat disesalkan  betapa butanya para penentang itu.  Mereka tidak melihat akan kebesaran nubuatan itu, pada zaman mana ini, dan betapa itu telah menjadi sempurna dengan gagah  dan dahsyatnya. Apakah selain pekerjaan Tuhan ada yang lain yang punya  pekerjaan  ?  jika ada,maka tampilkanlah  contohnya. Apakah kalian tidak merenungkan hal ini  bahwa jika ini merupakan pekerjaan manusia dan  bertentangan dengan kehendak Tuhan, maka di dalam (melakukan perlawanan terhadap Jemaat ini) mereka tidak akan  gagal. Siapakah  yang menggagalkan upaya-upaya mereka ? Dialah Tuhan yang senantiasa bersama  saya. Haqiqatulwahyi hal 230

Kemudian beliau bersabda:

“Tuhan belum menghabiskan dukungan-dukungan  dan   tanda-tanda–Nya dan saya bersumpah atas nama Zat  Yang     tidak akan  pernah berhenti selama Dia belum memenangkan kebenaran saya di permukaan bumi. Maka, wahai orang-orang yang mendengarkan suara saya,takutlah pada Tuhan dan janganlah melampaui batas. Jika missi  ini merupakan pekerjaan manusia, maka Tuhan akan menghancurkan saya dan  nama dan  bekasnyapun  tidak  akan tersisa. Tetapi kalian melihat bagaimana pertolongan Tuhan senantiasa menyertai saya dan sedemikian banyaknya tanda-tanda    turun yang  tidak dapat dihitung. Lihatlah, betapa banyaknya musuh  yang hancur setelah  bermubahalah dengan saya. Wahai hamba Tuhan  ! berfikirlah sejenak, apakah Tuhan  memperlakukan orang-orang dusta sepeerti itu ? Penutup Haqiqatulwahyi hal 118

Kemudian bahasan akan ilham-ilham  beliau. Beliau bersabda bahwa:

“Jelas,bahwa   Masih yang kedua juga tidak akan datang dengan membawa pedang dan kerajaannya hanya berada di langit dan seperti inilah yang telah terjadi. Tuhan tidak mengirim saya dengan membawa pedang dan tidak juga dia memerintahkan pada saya untuk berjihad, bahkan membertahukan pada saya bahwa bersama engklau akan berkembang kerukunan dan kedamaian. Seekor binatang buas akan berdamai   dengan seekor kambing dan anak-anak akan bermain dengan  ular. Ini merupakan kehendak Ilahi meskipun orang-orang memandangnya dengan rasa heran. Walhasil, saya tidak datang  untuk menabuh genderang perang, bahkan saya datang untuk membuka pintu kerukunan dan kedamaian  seperti Al-Masih sebelumnya. Jika ditengah-tengahnya tidak ada landasan  perdamaian,  maka kemudian semua silsilah  jemaat kita akan sia-sia dan beriman padanyapun  adalah sia-sia. Al-Isytihar wajibul-izhar. Dhamimah Taryaqulqulub  Ruhani Hazain jilid 15 hal 521

 Kemudian  sebuah ilham tahun 1898 :  “ Saya adalah imam  zaman  dan Tuhan senantiasa mendukung saya dan untuk saya Dia berdiri seperti pedang yang tajam dan saya dibetahukan bahwa orang yang licik  melawan saya dia akan dihinakan dan dipermalukan . Lihatlah, saya telah menyampaikan perintah /ketentuan yang merupakan tanggung jawab saya “ Dharuratul-Imam  ruhani Hazain jiklid 13497

Ada sebuah kutipan, beliau bersabda: “ Tuhan saya senantiasa bersama saya dalam setiap langkah saya. Dan kondisi diri saya yang  Dia ketahui siapapun tidak ada yang mengetahuinya. Jika segenap orang meningglakan saya maka Tuhan akan menciptakan kaum lain yang akan menjadi rekan saya. Penentang yang lugu berfikir bahwa dengan makar  dan tipu daya  dan perogram-peerogram mereka  hal ini akan binasa dan Jemaat ini akan runtuh dan binasa. Namun, orang yang dungu ini tidak mengetahui  bahwa apa yang telah ditetapkan di langit, tidak ada kekuatan bumi yang dapat  menghapuskannya. Di hadapan Tuhan saya gemetar bumi dan langit. Itulah Tuhan yang menurunkan wahyu kepada saya dan memberitahukan pada saya rahasia-rahasia yang gaib. Tidak ada Tuhan selain Dia. Dan pasti  Dia menjalankan Jemaat-Nya,menumbuhkannya dan   memajukannya sehingga  Dia menampilkan perbedaan diantara  yang benar dan yang kotor. Segenap penentang seyogianya sedapat mungkin berupayalah untuk memusnahkan Jemaat ini dan kerahkanlah segenap potensi  untuk itu lalu kemudian  lihatlah, apakah pada akhirnya dia yang  menang  atau Tuhan ?  Sebelumnya segenap upaya-upaya apa yang pernah  Abu Jahal, Abu Lahab dan teman-temannya kerahkan untuk menghancurkan kebenaran,tetapi    dimana mereka sekarang ?  Dia firaun yang ingin membinasakan  Musa tidak ada  beritanya.  Jadi, yakinlah bahwa  orang  benar tidak dapat  menjadi sia-sia. Dia (Masih Mauud a.s.)  mondar mandir di tengah –tengah  tentara para malaikat. Alangkah sialnya mereka yang tidak mengenalnya. Lampiran Berahin Ahmadiyah hal 128-129

Qamaruddin  Shahid