Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

3 Mei 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Pada khutbah yang lalu topik sifat-sifat Tuhan sepertiكبر-kibr,كبريائ-kibriyai ,تكبر-takabbur dan كبير-kabiyr yang tengah berjalan.Pada khutbah hari ini juga topik inilah yang akan dibahas dan tidak jauh dari kemungkinan dalam khutbah yang akan datang juga bahasannya masih tersisa. Walhasil dengan karunia Tuhan, dengan kasih sayang-Nya saya memulai.

Arti sifat-sifat yang Imam Ragib Isfahani terangkan itu sebelumnya telah disebutkan. Hari ini dari segi Munjid dan Lisanul-Arab arti sifat-sifat itu akan diterangkan. Sesuai dengan itu didalam Al-Munjid :Arti تكبر-takabbara adalah, Dia telah menjadi pemilik keagungan dan arti kata تكبر الرجل –takabbra-rrajulu –Dia telah menampilkan dirinya besar dalam martabat dan usia.

Di dalam Lisanul-Arab diterangkan arti-arti التكبير-At-Takbiyr dan الاستكبار-Al-Istikbaar adalah التعظم –atta’azhum- yakni menzahirkan keagungan dan kebesaran Sesuai dengan itu Allah berfirman dalam Al-A’raf 145:

سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Di dalam ini arti يتكبرون-yatabbaruwna ialah, mereka menganggap diri mereka lebih baik dari semua makhluk dan mereka menganggap bahwa mereka meraih hak-hak yang siapapun tidak memperoleh hak seperti itu. Dan sifat ini hanya digunakan untuk Allah semata. Karena hanya Tuhan –lah yang memiliki kekuasaan sempurna dan memiliki kelebihan mutlak yang tidak didapatkan oleh siapapun. Dan Dia-lah Zat yang bisa dikatakan كبرياء-kibriyaa-Maha agung,sementara untuk siapapun ini tidak layak.Karena dari segi حقوق– hak-hak semua orang adalah sama . Jadi dari segi ini siapapun tidak berhak memiliki sifat كبر-kibr-takabbur..

Sesudah bahasan ini ayat-ayat suci dan hadis-hadis yang akan disampaikan, yang menyebutkan ketakabburan manusia dan anggapan besar terhadap diri sendiri yang sangat dikecam oleh-Nya.

Ayat pertama adalah surah Annisa’An-Nisa’ 173:

لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

Al-Masih sama sekali tidak akan merasa hina mejadi hamba Allah dan malaikat yang akrab dengan-Nya;dan siapapun yang tidak merasa senang beribadah pada-Nya dan berlaku sombong Dia akan mengumpulkan mereka kepada-Nya..

Kemudian surah A’raf 11:

 قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ.قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Tuhan berfirman ,”Apa gerangan yang telah mencegah engkau untuk bersujud sedang saya telah memerintahkan engkau. Dia berkata bahwa saya adalah baik daripadanya. Engkau telah menjadikan aku dari api dan Engkau telah menjadikannya dari tanah liat.Dia berfirman:Maka pergilah engkau daripadanya karena tidak patut bagi engkau berlaku sombong di dalamnya. Keluarlah!sesungguhnya engkau termasuk diantara orang-orang yang hina.

Kini adalah surah An-Nahl ayat 24: لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ-Tidad keraguan lagi,bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka zahirkan.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang takabbur

Kini surah Bani Israil 38:

 وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

Janganlah engkau berjalan di bumi dengan congkak. Sesungguhnya engkau tidak bisa membelah bumi dan tidak engkau dapat mencapai ketinggian gunung-gunung.

Surah Al-Qasas ayat 84:

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ-Inilah rumah akherat itu !Kami peruntukkan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian dirinya dibumi ,dan tidak pula kekacauan dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Al-Mu’min 27: وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ-Dan berkatalah musa bahwa aku berlindung kepada Tuhan –ku dari setiap penyombong yang tidak beriman pada hari peritungan.

Surah Al-Mu’min 61:

            [وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّم]َ دَاخِرِينَ] -Dan Tuhan-mu berfirman:Berdoalah kepada-Ku ;Aku akan mengabulkan doamu Akan tetapi orang-orang yang terlalu takabbur untuk beribadah kepada-Ku mereka akan masuk ke dalam neraka jahannam dalam keadaan hina.

Diriwayatkan dari Hadhrat Nu’man bin Basyir bahwa Rasulullah saw bersabda: Doa adalah hakekat /saripati ibadah dan kemudian beliau membaca ayat ini: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّم – Dan Tuhan-mu berfirman:Berdoalah kepada-Ku ;Aku akan mengabulkan doamu Akan tetapi orang-orang yang terlalu takabbur untuk beribadah kepada-Ku mereka akan masuk ke dalam neraka jahannam dalam keadaan hina.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abdullah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa di dalam hatinya ada takabbur sebesar biji zarrah sekalipun, dia akan masuk surga. Dan yang di dalam dirinya ada iman sebesar biji zarrah sekalipun dia tidak akan masuk ke dalam api.

Biji zarrah adalah merupakan biji yang sangat kecil. Maksudnya, bukanlah bahwa jika iman sebesar biji zarrah sekalipun cukup,tetapi. maksudnya ialah Allah akan memperbesar biji itu. Jika di dalam hati mungkin ada iman sebesar biji zarrah sekalipun, maka lama kelamaan akan besar dan sebagaimana sebatang pohon tumbuh dari biji zarrah lalu segala sesuatu ditutupinya. Oleh karena itu, jangan hendaknya bangga akan iman yang sebesar biji zarrah. Adapun iman sebesar biji zarrah jelas ini tidak ada fungsinya sama sekali, kesuali sebagaimana apa yang telah saya terangkan yang Rasulullah saw sabdakan, yaitu, pohonnya akan tumbuh dan akan berkembang dan segalanya akan ditutupinya.

Hadhrat Haritsah bin Bahar r.a. meriwayatkan bahwa saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Apakah saya jangan beritahukan padamu akan ahli neraka ? Kemudian bersabda: Setiap orang keras hati, berakhlak buruk dan orang yang mencegah dari kebaikan dan seorang yang takabbur adalah ahli neraka.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Tanda-tanda orang-orang munafik sedemikian rupa yang dengan itu mereka dikenal. Salamnya adalah laknat,makanannya adalah harta yang dirampas,dan harta ganimah mereka adalah harta curian. Mereka datang ke mesjid-msjid dengan perasaan sedih dan tampa ada perasaan tertarik dan karena takabbur dia sampai di tempat shalat pada waktu ketika telah usai shalat. Mereka tidak memiliki ikatan cinta dengan siapapun dan tidak ada yang mempunyai ikatan cinta dengannya. Pada waktu malam sedemikian rupa dia tidur pulas sebagaimana kerbau yang terhimpit kayu api dan pada siang hari mereka bikin keributan/berteriak-teriak.

Hadhrat Abdullah bin Amr r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Ketika telah dekat watu kewafatan Nabi Allah Nuh a.s., maka dia berkata kepada anaknya, saya melarang kamu dari syirik dan takabbur. Perawi berkata,maka saya, atau ada yang lain yang bertanya: Adapun mengenai hal syirik kami telah mengetahui.Namun, takabbur ini apa ? Kemudian orang yang menanyakan berkata: Apakah diantara kami ada yang sepatunya bagus dan tali sepatunya bagus, itu takabbur ? Rasulullah saw bersabda: Tidak. Dia bertanya ,” Apakah diantara kami ada yang mengenakan pakaian yang bagus itu takabbur ? Beliau bersabda: Tidak. Kemudian dia bertanya: Apakah jika diantara kami ada yang mempunyai kendaraan yang dia tunggangi ini takabbur ? Beliau bersabda: Tidak. Dia kembali bertanya : Apakah jika diantara kami ada yang memiliki dua tempat [istirhat ?] yang di sekelilingnya dia bekerja dan beristirhat ?.Apakah ini takabbur ? Beliau bersabda: Tidak. Ditanyakan : Ya Rasulullah saw , “ Apa kibr/ketakabburan itu ? Beliau bersabda:Tidak mengenal kebenaran dan melihat orang dengan pandangan hina.

Hadhrat Abu Said Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Pada suatu kali diantara surga dan neraka terjadi diskusi. Neraka berkata: Di dalam saya ada akan ada orang-orang Jabbaar yang besar-besar dan orang-orang yang mutakabbir/sombong. Dan surga berkata : Di dalam saya akan ada orang yang lemah dan bertabeat miskin. Maka Allah mengambil keputusan diantara keduanya. Dan sambil menujukan pada surga Allah berfirman:Hai surga, engkau adalah merupakan tanda dari rahmatku. Dengan perantaraan engkau kepada siapa yang saya inginkan saya akan kasihani. Dan kemudian berfirman kepada neraka: Hai neraka, engkau adalah tanda dari azabku, dengan perantaraan engkau kepada siapa yang saya kehendaki saya akan azab.Dan memenuhi engkau berdua merupakan tanggung jawab-Ku

Hadhrat Salma bin Akwa r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Seorang manusia berlaku takabbur sehinga dia tertulis diantara para jabbaar/ orang-orang angkuh Dan mereka akan dihukum seperti para jabbaar dihukum..

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bersabda: Pembangakang pertama yang sejarahnya kita ketahui adalah Iblis. Kenapa dia menjadi pembangkang ? Kisahnya Al-Quran telah memberitahukan kepada kita. Dia telah melakukan sikap ابى واستكبر-enggan dan takabbur/sombong.Yakni di dalam dirinya ada ingkar dan takabbur yang karenanya dia tidak bisa melaksanakan اسلم-aslim-berserah diri[lah]. Pada saat inipun banyak orang yang ابى-abaa dan استكبر-istiakbara [enggan dan sombong ] yang kaarenanya dia luput dari melakukan ajaranاسلم-aslim- tunduklah.[penyerahan diri] Ada seorang yang takabbur karena akalnya ,ada yang takabbur karena ilmunya ,ada yang karena orang-orang suci/sesepuh mereka,menjadi penyebab kerugian mereka,yakni menjadikan mereka orang-orang takabbur. Dan apabila utusan Tuhan datang maka اباء –iba’ dan استكبار-istikbar -kesombongan dan kecongkakan inilah menjadi penyebab luputnya mereka dari kebaikan. Manusia,apabila satu kali pernah mengatakan ,tidak, maka untuknya menjadi sulit mengimani untuk kedua kali. Dan karena malu pada orang-orang mereka lebih menyukai bertahan pada pendiriannya. Sebagai dampaknya mulai ingkar secara terbuka dan pada akhirnya dia menjadi penyempurnaan dari ayat :وكان من الكافرين –wakaana minal kaafiriyn-Dia dari antara orang-orang yang kafir.Ini merupakan penyakit yang berbahaya. Bahwasanya sebagian orang tidak menghiraukan peringatan para utusan Tuhan dan tidak menghiraukan peringatannya sendiri. Mereka bangga/takabbur atas ilmu mereka dan mereka berkata bahwa Kitab Ilahi ada pada kami. Kami pun mengetahui baik dan buruk. Hal baru apa yang dia bawa datang .yang kami harus beriman padanya. Walhasil, penyebab pertama dan perantaraan peling besar kemahruman adalah iba’-keengganan dan kemudian takabbur. Oleh karena itu,teman-teman kita hendaknya senatiasa menghindar dari tipuan dan ego syaitan ini. Jangan hendaknya takabbur pada sesuatu miliknya. Karena takabbur inilah dalam corak dan warna lain akan menjadi penyebab keingkaran. Walhasil, ini merupakan racun.Merasa tenteram dari hal ini bukanlah bijaksana.

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. selanjutnya bersabda: Sebagian orang-orang mengungkapkan pendakwaan yang besar-besar bahwa kami akan melakukan ini dan itu. Mereka menampilkan kebenaranian dan keperkasaan mereka.Akan tetapi, ingatlah, orang takabbur seperti itu biasa tidak bisa membuktikan benar pendakwaannya dan tidak akan bisa memperlihatkannya.Meninggalkan keburukan dan melakukan kebaikan tidak selalu berada di dalam wewenang manusia tampa pertolongan Allah manusia tidak bisa meninggalakn kelemahan dan keburukan dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang berani tampa izin dari Tuhan.

Orang-orang yang mendakwakan/berbicara muluk-muluk selalu gagal. Saya telah menanyakan kepada seorang komandan perang bahwa di dalam lasykar Tuan, biasa apa tandanya seorang pemberani dan pengecut ?. Dia berkata :” Sudah merupakan pengalaman saya bahwa orang yang senatiasa selalu melilit-lilit kumisnya[supaya penampilannya menyeramkan], itu umumnya selalu di medan perang ternyata tampil pengecut dan yang sederhana polos [tidak melilit kumis] mereka selalu menyerang seperti singa. Walhasil, ingatlah dengan sebaik-baiknya bahwa orang yang tampa sebab berlaku takabbur Allah tidak memberikan taufik pada mereka untuk beramal sehingga hal inilah yang Allah telah terangkan. Sebagian orang sedemikian rupa mereka tergesa-gesanya sehingga kepada mereka terpaksa dikatakan An-Nisa’78: كُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ-kuffu aidiyakum-tahanlah tanganmu. Akan tetapi, ketika ada perintah untuk berperang maka mereka mengatakan An-Nisa’78: لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ –Mengapa Engkau tidak memberi kami tenggang waktu sedikit. Ucapan omong kosong dan kesalahan-lesalahan lain seperti ini yang terdapat pada manusia obatnya dan obat setiap penyakit adalah memperbanyak membaca istigfar dan membaca لاحول-lahaulawala quwwata illabillah. Hendaknya berdoa pada Tuhan supaya Dia menjaga kita dari akibat buruk dosa-dosa yang lalu dan menganugerahi perlindungan pada kita dari melakukan dosa-dosa di masa yang akan datang.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Saya berkata dengan sebenar-benarnya bahwa pada hari kiamat sesudah syirik tidak ada lagi musibah yang lebih besar dari takabbur. Ini merupakah musibah yang menghinakan manusia di dua alam. Kasih sayang Tuhan mencapai ke segenap orang muwahhid/yang mengesakan Tuhan,tetapi tidak untuk yang takabbur. Syaitan juga menganggap diri mereka muwahhid/yang mengesakan Tuhan,tetapi karena dikepalanya ada takabbur dan Adam yang pada pandangan Tuhan adalah suci. Ketika dia/syaitan melihatnya dengan pandangan hina dan mulai mencelanya /mengeritiknya, maka dia dipukul/dihardik.dan dimasukkan belenggu dilehernya. Dan dosa pertama yang untuk selamanya dia menjadi binasa adalah takabbur.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Barangsiapa yang meninggalkan Tuhan lalu bersandar pada sarana-sarana lahiriah, dia adalah musyrik. Dari sejak azali Tuhan terus berkata bahwa tampa menjadi orang berhati tulus tidak akan ada keselamatan. Maka jadilah orang yang tulus, dan pisahkanlah dirimu dengan rasa iri/dengki, hawa nafsu buruk dan sifat pemarah. Di alam nafsu ammarah manusia terdapat banyak macam kekotoran,tetapi yang paling banyak adalah kekotoran takabbur.Jika takabbur tidak ada maka tidak ada orang menjadi kafir. Maka jadilah orang yang miskin/sederhana hati dan tanamkalah rasa solidaritas pada ummat manusia secara merata ketika kamu menyeru mereka pada surga. Maka kapan nase()hat kamu ini menjadi benar/mengena apabila kamu di dalam dunia yang hanya beberapa hari ini kamu bertolak belakang dengan itu. Laksanakanlah kewajiban-kewajiban Tuhan dengan rasa takut/khusyuk karena kamu akan ditanyakan akan hal itu.Banyaklah beadoa dalam shalat supaya Tuhan menarik kamu kepada-Nya dan mensucikan hatimu.

Dalam menerangkan macam-macam takabbur Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Banyak dosa bersifat akhlaki seperti marah,angkara murka, dengki,gejolak semangat,riya,takabbur,hasad dll. Semua akhlak-akhlak buruk ini mengantarkan manusia pada jahannam. Dari dalam itulah ada sebuah dosa namanya takabbur yang mana syaitan telah melakukannya. Inipun merupakan akhlak buruk. Sebagai mana ditulis اَبَى واسْتَكْبَرَ-dia telah enggan dan sombong. Dan kemudian sebagai dampaknya apa yang terjadi ? Dia menjadi orang yang dinyatakan ditolak diantara makhluk-Nya dan menjadi orang yanag terkutuk untuk selama-lamanya. Namun hendaknya diingat bahwa takabbur ini bukan hanya syaitan yang melakukan ,bahkan banyak yang melakukan takabbur pada saudara-saudaranya yang miskin/lemah dan akibatnya mereka banyak sekali yang luput dari kebaikan. Takabbur itu berbagai macam corak. Kadang karena harta , ilmu, kecantikan dan kadangkala karena keturunan. Walhasil, orang-orang takabbur dengan berbagai corak mereka berlaku takabbur,yang sebagai dampaknya luput dari amal-amal baiklah yang didapatkan..

Hadhrat Masih Mauud a.s. menambahkan :Takabbur ada beberapa macam: Kadang-kadang muncul dari mata,ketika dengan mata yang tajam memandang pada orang lain,.yang artinya dia menganggap hina padanya dan menganggap dirinya orang yang besar. Kadang muncul dari ucapan dan kadang penzahirannya lewat kepala, tangan dan kaki. Singkatnya,takabbur mempunyai beberapa sumber. Dan orang-orang mu’min hendaknya senantiasa menghindar dari segenap sumber itu. Dan jangan ada organ tubuhnya yang menampilkan bau takabbur dan memperlihatkan ketakabburan.

Kemudian bersabda: Para sufi berkata bahwa di dalam diri manusia banyak terdapat jin akhlak-akhlak buruk. Dan apabila ini mulai keluar maka itu akan terus menerus keluar. Namun, jin yang paling akhir adalah takabbur yang menetap di dalamnya. Dan itu baru keluar dengan karunia Allah dan upaya-upaya gigih manusia dan dengan doa-doa.

Banyak orang yang mengaggap diri mereka rendah hati, tetapi di dalam diri mereka juga pasti ada saja suatu corak takabbur.Oleh karena itu,hendaknya menghindar dari corak takabbur yang sehalus-halusnya. Kadang-kadang takabbur timbul karena kekayaan. Seorang kaya yang takabbur menganggap orang lain tidak punya apa-apa dan berkata: Diantara mereka siapa yang akan menandingi saya ? Kadangkala takabbur timbul karena keluaraga dan marga dan dia menganggap bahwa marga saya besar/mulia dan ini dari marga yang rendah. Ada seorang perempuan sayyid yang kehausan. Dia masuk/pergi ke rumah orang lain,lalu berkata,” Hai امتى-ummatiy-orang kelompok ummat,tolong berilah minum,namun cangkirnya tolong dicuci,karena engkau adalah dari kelompok ummat dan saya adalah sayyid /kelompok keluaga Rasul. Kadangkala takabbur lahir karena ilmu. Seorang berbicara salah,maka dengan tangkas menangkap pembicaannya dan berteriak sambil berkata bahwa dia ini satu katapun tidak ada yang benar diucapkan. Walhasil takabbur ada berbagai macam. Dan kesemuanya ini menjadikan manusia luput dari kebaikan-kebaikan dan mencegah mendatangkan mamfaat bagi orang –orang,maka hindarilah itu.

Hadhrat Masih Mauud a.s. menambahkan: Menurut pandangan saya lebih buruk dari para filosuf kondisi suatu kaum tidak akan sedemikian buruknya. Diantara Tuhan dan hamba yang sangat cepat menciptakan perpisahan/kerenggangan adalah kelancangan, kecongkakkan, egoisme dan takabbur.Jadi, asas kaum ini sedemikian lazim/menyatunya yang seolah-olah itu telah menjadi bagian mereka yang tidak terpisahkan.Orang-orang ini ingin menguasai kekuasaan Tuhan secara paksa. Dan dari mulut siapa saja ada yang dia dengar menentangnya maka mereka memandangnya dengan pandangan penuh penghinaan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya menambahkan :Allah menghendaki perubahan suci.Kadangkala takabbur akan keturunan juga memahrumkan/luput dari kebaika-kebaikan.Dan dia berangggapan bahwa dari inilah saya akan meraih keselamatan/najat, yang sama sekali merupakan pandangan yang sia-sia. Seorang sufi Hindu mengatakan,”Alangkah baiknya kita ini lahir di kalangan orang Jumar [nama marga] dan kita hidup tumbuh di bawah keluarga yang lebih baik ini. Semua orang menghormati kita semua”. Allah mencintai kesetiaan dan ketulusan dan menghendaki amal yang saleh. Dia tidak bisa dijadikan redha hanya dengan ucapan belaka.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. melanjutkan: Barangsiapa yang telah menjadi milik Tuhan dan benar-benar wujudnya sediri dan segenap zarrah yang ada pada dirinya dianggapnya itu dari Tuhan,.Allah tambah lagi memberikan nikmat padanya.Dan orang-orang yang menganggap ruh dan setiap zarrah yang dia miliki tidak dia anggap dari Tuhan, di dalam dirinya terdapat takabbur dan seolah-olah dia itu mengingkari akan ihsan dan kebaikan Tuhan..

Pada akhirnya dalam penutup Hakikatul wahyi ada bebrapa sabda-sabda hadhrat Masih Mauud a.s. saya sajikan.Seorang yang takabbur tidak akan dapat berjumpa dengan sang kekasih. Orang yang bersedia menyatu dengan tanah dialah yang akan berjumpa dengan sang kekasih. Betapa anehnya si dungu yang takabbur dan sesat yang telah meninggalkan jiwanya tampa jalan. Pandangannya setiap saat tertuju pada keburukan orang lain,tapi tidak melihat pada keburukannya sendiri.

Qamaruddin Syahid