Bencana Alam dan Azab Ilahi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal  18 Maret 2011  dari Baitul Futuh London UK

Setelah membaca tasyahud dan menilawatkan surah Al Fatihah Huzur atba bersabda :

Apabila terjadi musibah baik yang timbul dari bumi ataupun yang turun dari langit, maka orang-orang yang hatinya selalu takut kepada Allah swt, dan disebabkan rasa takut itu mereka khawatir sekali bahwa musibah yang menimpa disuatu tempat pada hari ini jangan-jangan dihari esok akan menimpa kita. Jangan-jangan amal-perbuatan kita yang tidak baik menjadi penyebab timbulnya kemurkaan Allah swt. Perasaan seperti ini hanya dapat timbul didalam hati orang-orang mukmin sejati. Dan hal itu hanya dapat timbul didalam hati orang-orang yang sudah faham betul bahwa Allah swt adalah bebas, merdeka tidak memerlukan sesuatu dari hamba-hamba-Nya. Dan apabila fikiran orang sudah demikian maka ia akan berusaha untuk menjalani kehidupan sesuai dengan keridahaan Tuhan. Dan mengnenai orang mukmin seperti itu Allah swt berfirman :

Yakni sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka, badan mereka gemetar. Dan disebabkan rasa takut itu biayaati rabbihim yu’minuun mereka beriman terhadap Tanda-tanda Tuhan mereka. Mereka tidak mempersekutukan Tuhan mereka. Dalam setiap keadaan perhatian mereka selalu terpusat kepada Tuhan. Mereka tidak seperti orang yang apabila musibah menimpa, mereka ingat kepada Tuhan dan apabila sudah terlepas dari musibah itu mereka lupa kepada Tuhan. Dalam setiap keadaan, baik dalam keadaan susah maupun dalam keadaan senang, dalam keadaan sengsara maupun dalam keadaan gembira mereka selalu ingat kepada Allah swt. Bahkan mereka terus berusaha melakukan amal kebaikan. Mereka juga selalu mengingat Allah swt apabila Allah swt telah menyelamatkan mereka dari bencana-bencana yang sedang bergejolak. Dan sedikitpun mereka tidak merasa bimbang. Bahkan mereka semakin merundukkan diri dihadapan Allah swt diwaktu terjadi suatu musibah atau diwaktu menghadapi bencana menakutkan disebabkan perubahan cuaca buruk.

Hazrat Rasulullah saw yang telah menjadi uswah hasanah atau tauladan yang paling baik bagi kita dan bagi seluruh ummat manusia sampai qiamat, bagaimana prilaku yang beliau tunjukkan apabila terjadi suatu bencana. Sehubungan dengan itu terdapat riwayat dari Hazrat Aisyah r.a. katanya; Apabila terjadi taufan bertiup sangat kencang sekali, maka Rasulullah saw berdo’a begini ; “ Wahai Allah ! Aku memohon kepada Engkau kebaikan dari bencana taufan ini, kebaikan yang ada didalamnya dan kebaikan apapun yang Engkau kirim bersama degannya. Dan aku memohon perlindungan kepada Engkau dari keburukan yang zahir maupun yang tersembunyi didalamnya.” Selain itu Hazrat Aisyah r.a. meriwayatkan katanya; Apabila nampak awan mendung meliputi angkasa, maka air muka beliau saw berubah dan nampak sangat gelisah, kadang-kadang beliau masuk kedalam rumah kemudian segera keluar lagi. Terkadang berjalan kedepan, terkadang kembali mundur lagi kebelakang disebabkan perasan beliau sangat gelisah sekali. Dan apabila awan mendung itu sudah mulai menurunkan air hujan maka hilanglah kegelisahan beliau itu. Hazrat Aisyah r.a. menjelaskan katanya; Saya lihat demikian dari keadaan air muka beliau yang berberkat. Pada suatu ketika saya bertanya kepada Rasulullah saw mengapa beliau saw sangat gelisah diwaktu melihat keadaan awan mendung diangkasa. Maka beliau saw bersabda kepada saya; Hai Aisyah !! Karena aku takut jangan-jangan awan mendung itu seperti yang pernah terjadi dimasa lampau diatas kaum ‘Ad. Tentang kaum ‘Ad itu, Allah swt berfirman; ”Ketika mereka melihat awan mendung melintas diatas lembah tanah mereka, mereka berkata ; awan ini akan menurunkan hujan bagi kita. Padahal awan itu telah membawa azab bagi mereka.”

            Demikianlah pernyataan jiwa yang kamil dan takut kepada Tuhan. Bagi orang yang takut kepada Tuhan tersedia janji-janji berupa karunia dan nikmat yang tidak terhitung banyaknya dari Allah swt. Disamping itu dijanjikan kepadanya akan diselamatkan dari setiap jenis musibah yang merugikan. Dijanjikian akan diberi kemajuan dan kejayaan juga kepadanya. Hazrat Rasulullah saw juga maklum bahwa suatu musibah tidak akan menimpa orang-orang Muslim didalam masa kehidupan beliau, bahkan yang lain juga akan selamat berkat wujud beliau. Tipu muslihat dan kejahatan Dajjal tidak akan berhasil mengalahkan beliau. Beliau saw juga maklum apabila taufan bertiup kencang membawa kebaikan bagi beliau. Misalnya diwaktu perang Badar atau perang Khandak angin badai dan angin taufan telah membuat kehancuran dan kebinasan bagi musuh-musuh beliau. Akan tetapi hal itu membuat beliau susah hati juga, sebab beliau mengira jangan-jangan mereka akan disapu bersih melalui musibah yang turun dari langit. Jadi, kgelisahan beliau timbul disebabkan sifat kasih sayang yang kuat tertanam didalam kalbu beliau, sebab wujud beliau adalah sebagai Rahmatul lil ‘alamin yakni beliau adalah rahmat bagi sekalian alam, rahmat bagi sekalian makhluk. Beliau begitu terbenam dalam perasaan gelisah, sehingga Hazrat Aisyah r.a. mengatakan bahwa air muka beliau menjadi sangat berobah karena cemas dan gelisah. Disebabkan Allah swt adalah merdeka tidak memerlukan sesuatu apapun dari manusia, sehingga beliau sangat bersusah hati, disebabkan kaum beliau tidak mengenal Tuhan dengan sesungguhnya dan disebabkan ketakabburan dan kesombongan mereka, jangan-jangan membuat kehancuran kaum beliau seluruhnya.

Tentang Surah Hud Rasulullah saw bersabda bahwa surah itu telah membuat beliau menjadi tua. Kisah kehancuran dan kebinasaan berbagai kaum telah dijelaskan didalam surat itu. Rasulullah saw betul-betul memahami hakikat amanat Allah swt. Dan tidak ada orang yang memahaminya lebih baik dari beliau saw. Beliau selalu memikirkan agar umat beliau selalu berada diatas jalan benar dan lurus karena hal itu adalah tanggung jawab beliau. Sebab Allah swt berfirman ;

Yakni sebagaimana telah diperintahkan kepada engkau tetaplah berpegang teguh padanya dan mereka yang bertaubah bersama engkau dan tidak berbuat melampaui batas yakni ada perintah terhadap orang-orang mukmin bahwa mereka jangan berbuat melampaui batas. Apabila melampaui batas akibatnya akan menerima kemarahan Allah swt sebagai hukuman.(Hud : 111)

 Rasulullah saw sangat berfikir agar orang-orang mukmin bertaubah dengan sungguh-sungguh. Beliau merasa gelisah melihat taufan dan awan mendung diatas awan, karena takut jangan-jangan disebabkan kelakuan dan amal buruk orang-orang mukmin telah mengundang turunnya musibah. Disini juga terdapat perintah kepada orang-orang mukmin bahwa sekali telah bertaubah, mereka harus mengikuti jejak uswah hasanah Rasulullah saw yang telah ditegakkan dihadapan mereka. Jika tidak, maka ingatlah bahwa Allah swt bebas tidak akan peduli. Orang-orang mukmin telah diperingatkan supaya jangan menjadi seperti orang-orang yang ingat kepada Allah swt hanya apabila musibah sudah sampai didepan mata mereka dan apabila musibah itu sudah jauh sirna mereka kembali kepada keburukan semula. Taubah orang mukmin adalah taubah yang sesungguhnya dan sifatnya tetap tidak berubah-rubah. Sebagai misal Allah swt berfirman didalam Alqur’anul Karim :

Artinya : Dan apabila gelombang-gelombang menelan mereka laksana sekian banyak naungan, mereka berseru kepada Allah dengan penuh keikhlasan iman, akan tetapi apabila Dia telah menyelamatkan mereka kedaratan, kemudian sebagian dari mereka tetap menempuh jalan lurus. Dan tiada yang menolak Tanda-tanda Kami kecuali setiap orang yang khianat lagi tidak bersyukur. (Luqman 33)

Jadi, orang-orang mukmin tetap berseru hanya kepada Allah swt baik diwaktu mendapat musibah maupun setelah terlepas dari musibah itu. Akan tetapi orang yang senantiasa melanggar janji dan tidak mempunyai rasa syukur melupakan Allah swt. Dan orang seperti itulah yang kemudian menjadi musyrik dan terlibat kedalam berbagai keburukan. Sedangkan orang mukmin sejati selalu merasa takut kepada Tuhan bukan hanya diwaktu dia sendiri menghadapi kesulitan atau suatu musibah, dan imannya bertambah kuat bukan karena musibah yang hanya menimpa dirinya, melainkan dengan menyaksikan akibat buruk yang menimpa kaum lain juga didalam hatinya timbul rasa takut kepada Tuhan. Baik contoh musibah-musibah yang telah menimpa berbagai kaum dimasa lampau maupun musibah yang nampak tengah terjadi dihadapan kita dizaman sekarang ini. Jika akibat buruk yang menimpa kaum yang sudah berlalu membangkitkan rasa takut terhadap Allah swt, maka musibah-musibah yang sedang menimpa kaum lain dizaman sekarang ini harus menjadi penggugah rasa takut lebih dalam lagi dan harus membuat manusia lebih banyak menundukkan kepala dihadapan Allah swt dan harus menjadi penyebab timbulnya keinginan untuk memohon hidayah Dari Allah swt. Akan tetapi dunia tidak faham kepada hal-hal seperti ini. Pada umumnya manusia menganggap semua perubahan cuaca, musibah-musibah yang timbul dari muka bumi maupun yang turun dari langit sebagai phenomena kehendak alam atau merupakan bagian dari hukum alam semesta saja, yang biasa timbul setelah dunia berlangsung beberapa tahun lamanya. Jadi mereka anggap bencana-bencana timbul sesuai dengan kehendak hukum alam saja. Para cendekiawan zaman sekarang sekalipun telah menyaksikan bencana atau musibah dahsyat, hati mereka  tidak tergugah rasa takut kepada Allah swt karena berpegang kepada ilmu pengetahuan qudrat Allah swt yang mereka yakini seperti itu. Memang betul timbulnya suatu bencana dibawah undang-undang qudrat Allah swt (undang-undang semula ajadi). Memang betul, apabila gempa datang menggoncang bumi, berobahnya plates (lempengan) yang terdapat didasar bumi sebagai penyebab timbulnya gempa bumi. Memang betul, gempa yang telah menggoncang Newzealand dan Japan dan beberapa daerah kepulauan sebelah timur terletak diatas plates (lempengan-lempengan) itu, oleh sebab itu disekitar wilayah itu gempa bumi lebih sering terjadi.

Akan tetapi harus diperhatikan juga demi bukti kebenaran da’wa orang yang telah diutus oleh Allah swt pada zaman sekarang ini, apakah tidak dijanjikan Allah swt akan terjadi banyak gempa? Ketika seorang Muballigh Ahmadiyah bernama Mln Mubasyir Ahmad Nazir sedang menyampaikan tabligh terhadap para ulama Islam di Ghana, Africa Barat, tentang kebenaran da’wa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud yang dijanjikan, para ulama dan banyak tokoh-tokoh agama yang hadir pada waktu itu akhirnya meminta bukti, mereka berkata : Tanda kedatangan Imam Mahdi yang benar itu adalah Gempa bumi. Jika da’wa-nya betul sebagai Imam Mahdi, maka perlihatkanlah kepada kami Gempa bumi itu! Pada umumnya dinegara Ghana tidak pernah terjadi gempa bumi. Maka Maulana Nazir Ahmad Mubasyir Sahib itu mulai memanjatkan do’a dengan sangat khusyuk kepada Allah swt. Apa yang terjadi ? Tidak lama kemudian terjadilah Gempa Bumi yang sangat dahsyat, sehingga sebagian penduduk Negara itu yang terkena goncangan Gempa itu menjadi gelisah

ketakutan. Banyak yang menyelidiki apa yang telah terjadi. Setelah mereka mendapat keteranagan yang jelas, tidak sedikit penduduk Ghana yang sebagian besar orang-orang Kristen itu telah masuk Ahmadiyah, Islam sejati. Disamping itu banyak diantara orang-orang Muslim juga bai’at masuk Ahmadiyah. Diantara mereka banyak juga yang tidak beriman sekalipun mereka telah menyaksikan kenyataan yang mereka pinta dan sangat ajaib itu. Bagaimanapun hal itu urusan mereka dengan Allah swt dan tanda ajaib itu sempat menjadi pembicaraan hangat yang sangat terkenal dinegara Ghana.

Bagaimanapun yang terjadi, kita telah memeriksa dengan sangat teliti dan cermat bahwa kebangkitan Imam Mahdi a.s. sangat  berkaitan erat dengan Gempa-gempa bumi dan timbulnya musibah-musibah. Allah swt telah memberitahu  melalui ilham-ilham kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. bahwa kebenaran da’wa beliau sebagai Imam Mahdi ditunjang oleh timbulnya banyak Gempa-gempa Bumi dan musibah-musibah dahsyat. Setelah menerima  ilham-ilham dari Allah swt, Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. memberitahu akan terjadinya gempa-gempa bumi dan bencana-bencana dahsyat itu, beliau bersabda : “ Tentang terjadinya bencana-bencana itu telah diberitahu Allah swt kepada-ku bahwa maut atau kematian akan menghamparkan sayapnya dari seluruh penjuru dunia. Dan gempa akan menggoncang dengan sangat dahsyatnya laksana kiamat. Bumi akan dijungkir-balikkan. Banyak kehidupan orang-orang akan sangat pahit. Kemudian orang-orang yang bertaubat dan berhenti dari perbuatan dosa, Allah swt akan kasihan kepada mereka. Sebagaimana setiap Nabi pernah mengabarkan tentang zaman ini, semuanya itu pasti akan terjadi. Akan tetapi yang membersihkan hatinya dan mengambil jalan yang disukai Allah swt, mereka tidak usah takut dan tidak usah merasa gelisah. Allah swt berfirman kepada-ku : “Engkau adalah Nazir-Ku (pemberi peringatan dan pembawa khabar takut). Akulah Yang telah mengutus engkau, supaya orang-orang yang berdosa dipisahkan dari orang-orang yang berbuat baik.” Lagi Allah swt  berfirman : “ Telah datang seorang Nazir, tetapi dunia tidak menerimanya : akan tetapi Tuhan akan menerimanya, dan akan memperlihatkan kebenarannya dengan serangan-serangan yang maha hebat. Aku akan memberi barkat begitu banyak kepada engkau, sehingga Raja-raja akan mencari barkat dari pakaian-pakaian engkau.” Bersabda : “ Gempa yang akan terjadi yang merupakan gempa yang sangat dahsyat telah diberitahu Allah  kepada-ku dan Dia berfirman : phir bahaar ai khuda ki baat phir puri hui, yakni Kemudian akan tiba musim bunga, sesudah itu firman Tuhan akan sempurna sekali lagi.” Oleh sebab itu kedatangan sebuah gempa yang sangat dahsyat adalah sudah pasti. Tetapi orang-orang yang benar, akan terpelihara dari padanya. Maka dari itu jadilah orang-orang yang benar dan peganglah taqwa supaya kamu terpelihara. Takutlah dari sekarang kepada Tuhan, supaya pada hari-hari itu kamu terpelihara dari ketakutan. Sudah pastilah langit akan memperlihatkan sesuatu, dan bumi-pun akan menzahirkan sesuatu juga, tetapi orang-orang yang takut kepada Tuhan akan terpelihara dari padanya. Tuhan berfirman kepada-ku, bahwa beberapa kejadian akan lahir dan beberapa balabencana akan turun kebumi ini. Sebagian dari padanya akan lahir dimasa hidupku dan sebagian lagi dimasa sepeninggalku. Tuhan akan memberi kemajuan kepada Jema’at-Nya ini, sebagian ditangan-ku dan sebagian lagi kemudian sesudah aku tiada. (Al Wasiyat 9-11)

            Demikianlah da’wa Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. sebagaimana sebelumnya juga kira-kira pada tahun yang lalu saya sudah menjelaskan juga khabar-khabar ghaib dari beliau ini. Bahwa selama seratus tahun yang lalu musibah-musibah dan gempa-gempa yang sudah terjadi, telah melampaui semua catatan sebelum-nya. Telah terjadi bukan hanya bencana-bencana yang  kecil tetapi yang sangat besar juga telah terjadi sebelumnya dan semua itu ada dokumentasinya.

Akan tetapi kejadian bencana-bencana itu tidak sebanyak yang telah terjadi selama seratus tahun yang baru lalu. Tanda-tanda yang menakutkan ini berulang kali telah diperlihatkan oleh Allah swt diberbagai tempat diseluruh penjuru dunia. Oleh sebab itu tanda-tanda ini harus diletakkan dihadapan kita, supaya selalu menjadi peringatan bagi kita, dapat memperkuat iman kita dan supaya kita dapat menyampaikannya kepada masyarakat dunia. Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskan bahwa tanda-tanda kebenaran-ku juga akan lahir dimasa aku sudah tiada.  Beliau dengan sangat tegas telah mengingatkan terjadinya tanda-tanda ini kepada dunia dan kita juga harus mengingatkan dunia tentang itu.

            Pada minggu yang lalu sebuah gempa yang sangat dahsyat telah terjadi dinegara Jepun disertai dengan Tsunami juga yang telah menyapu bersih banyak daerah penduduk. Daerah-daerah penduduk yang sudah digoncang oleh gempa dan porak-poranda diterjang oleh tsunami itu telah dibawa hanyut oleh air kearah lain. Pasukan penolong kita, Humanity First sudah diberangkatkan menuju daerah yang dilanda musibah untuk memberi pertolongan kepada para korban gempa dan tsunami itu. Ketika masih dalam perjalanan mereka memberi kabar kepada saya dengan teliphon dari sana bahwa ditepi jalan yang sedang kita lalui ini, sebelumnya tedapat sebuah kota kira-kira berpenduduk lima belas sampai dua puluh ribu orang. Sekarang sedikitpun sisa-sisanya tidak nampak lagi. Gedung-gedung besar dan jalan-jalan raya sudah tidak nampak lagi hanya meninggalkan bekas-bekasnya saja. Jadi, kejadian ini sungguh sangat menakutkan. Namun dalam suasana menakutkan ini dengan mengamalkan suri tauladan Hazrat Rasulullah saw kita harus memanjatkan do’a sebanyak mungkin agar Allah swt memberi taufiq kepada dunia untuk mengenal kebenaran (yang disampaikan oleh Jema’at Ahmadiyah) dan semoga mereka diselamatkan dari musibah-musibah seperti ini. Semoga mereka tidak binasa seluruhnya dilanda musibah-musibah itu dan semoga Allah swt

membuka hati mereka untuk siap menerima kebenaran. Dan dalam kesempatan seperti ini kita juga harus menyampaikan amanat kebenaran kepada mereka dengan penuh bijaksana.

            Sehubungan dengan orang-orang Jepun, Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. mempunyai prasangka yang sangat baik sekali. Dan beliau juga ingin menyampaikan amanat kepada mereka. Oleh sebab itu dimana sering terjadi musibah gempa, bagi mereka disana tersembunyi sebuah khabar suka juga. Apabila sesuai dengan prasangka baik Hazrat Masih Mau’ud a.s. mereka memahami ajaran sejati dari Allah swt maka mereka tentu akan diselamatkan juga oleh Allah swt. Oleh sebab itu kita juga harus menaruh perhatian khas terhadap mereka. Sekalipun disana terdapat Jema’at kita yang masih kecil, bagaimanapun juga kecilnya harus berusaha dengan sekuat tenaga agar amanat itu dapat disampaikan dan dikembangkan kepada mereka. Dan dalam keadaan musibah ini hendaknya amanat disampaikan dengan penuh bijak dan hikmah kepada mereka. Dan dapat juga dilakukan sambil melaksanakan khidmat khalq. Untuk melaksanakan khidmat Khalq kpada para korban bencana, pada sa’at ini Jem’at kita disana sedang sibuk memasang tenda-tenda didaerah terkena bencana. Bahan makanan dan minuman-pun sedang sibuk dipersiapkan oleh para petugas kita disana. Akan tetapi rabtah atau hubungan dengan mereka secara tetap sangat diperlukan, supaya mereka mengenal indahnya ajaran Islam.

            Bangsa Jepang sangat bangga dengan ajaran Shinto-nya dan mereka sangat tekun mempelajarinya dan banyak juga diantara mereka yang beragama Budha. Bahkan beberapa para penyelidik mengatakan bahwa kedua mazhab itu berjalan bergandengan. Untuk melakukan perkawainan mereka mengikuti adapt kebiasaan yang berlaku dalam mazhab Shinto dan diwaktu upacara kematian mereka melakukan adat kebiasaan menurut agama Budha. Ada seorang kawan saya yang sangat baik dan berpengaruh pernah berkata kepada saya bahwa orang-orang Jepang yang memeluk agama Shinto tidak akan tertarik terhadap agama Islam. Saya katakan kepadanya bahwa sekalipun ajaran Agama Shinto sangat baik, namun pada suatu hari perhatian orang-orang Japan terpaksa akan tercurah kepada Agama Islam. Sebagaimana telah saya katakan bahwa dari segi akhlaq penganut ajaran Shinto sangat baik menunjukkan ajarannya. Bahkan dapat dikatakan bahwa mereka telah memiliki akhlaq Islam yang sangat baik sekali. Bagaimanapun, seperti telah saya katakan sebelumnya bahwa Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. telah menyatakan keinginan beliau untuk mngembangkan ajaran Islam dinegeri Japan. Dan dalam suatu majlis beliau bersabda : ” Saya sudah maklum bahwa Bangsa Japan sudah mulai menaruh perhatian terhadap Islam. Oleh sebab itu perlu sekali ditulis sebuah kitab yang berisi semua penjelasan tentang ajaran Islam, sebuah kitab yang menampilkan gambaran Islam secara menyeluruh, sehingga manusia dapat mengenal Islam dari awal sampai akhir. Kebaikan dan keindahan Islam harus ditampilkan dan semua ajarannya harus dibahas secara rinci dan natijah serta berkat-berkat yang dihasilkan dari ajaran itu harus dipelihatkan kepada mereka. Bagian akhlaq harus dijelaskan secara terpisah dan disertai perbandingan dengan agama-agama lain juga. Mereka itu betul-betul tidak tahu apakah Islam itu. Kita tidak percaya sepenuhnya terhadap buku-buku tentang Islam yang dikemukakan orang lain, yang ditulis oleh orang-orang bukan Jema’at, sebab didalam buku-buku mereka itu terdapat banyak kekeliruan yang tidak dapat kita percayai. Dengan membiarkan kekeliruan atau kesalahan-kesalahan itu didalam masalah-masalah yang dikemukakan kepada orang-orang Japan atau kepada orang lain lagi berarti memberi kesempatan kepada mereka untuk mentertawakan Islam. Islam yang hakiki adalah yang Jema’at kita kemukakan kepada mereka. Jadi, kewajiban terletak diatas pundak kita untuk menyusun sebuah kitab kamil yang mencakup semua masalah ajaran Islam didalam Bahasa Jepang. Saya fikir sampai sekarang buku seperti itu belum pernah disusun. Memang sampai sekarang beberapa macam literature sudah disediakan oleh Jema’at didalam Bahasa Japan. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa jika seandainya biaya untuk mencetak buku itu harus mengeluarkan 1000 rupees, jumlah yang cukup besar menurut perkiraan pada waktu itu, kita harus mencetak buku itu. Alqur’an terjemah Bahasa Japan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan ulang. Dengan karunia Allah swt muballigh kita Mln Ziaullah Sahib beserta seorang Ahmady asal Japan sedang menyelesaikannya.

            Sehubungan dengan tabligh dinegara Japan Hazrat Muslih Mau’ud, Khalifatul Masih II r.a. telah melihat ru’ya pada tahun 1945. Beliau bersabda; ” Didalam ru’ya itu diberitahukan bahwa keadaan Bangsa Japan dimasa ini sedang betul-betul dalam keadaan mati. Allah swt akan membangkitkan keinginan didalam hati mereka untuk mengethui Jema’at Ahmadiyah. Yakni keadaan ruhani mereka sudah mati. Namun secara perlahan-lahan mereka akan memperoleh semangat dan kekuatan. Dan mereka akan menyambut seruan saya dengan mengucapkan labaik sebagaimana burung-burung telah menyambut seruan Hazrat Nabi Ibrahim sambil mengucapkan labbaik.”

`           Demikianlah beliau r.a. telah mengambil kesimpulan dari ru’ya beliau r.a. Jadi, sekarang menjadi tanggung jawab kita untuk menaruh perhatian khas terhadap hal itu. Sedangkan Allah swt telah menciptakan dan sedang menciptakan keadaan dan membuka kesempatan untuk berkhidmat terhadap mereka. Untuk penyampaian tabligh juga selalu terbuka kesempatan. Untuk itu diperlukan banyak perhatian dari kita.

            Sekarang tugas kita adalah untuk mengingatkan bangsa-bangsa didunia. Gempa dan tsunami yang telah melanda negara Japan dinilai oleh banyak peneliti sebagai bencana yang dahsyat sekali sehingga seribu tahun sebelumnya belum pernah terjadi gempa dan tsunami yang sangat dahsyat seperti itu. Japan adalah sebuah negara dimana sering sekali terjadi gempa bumi. Dan disana gedung-gedung juga dibangun dengan kokoh yang dapat bertahan dari goncangan gempa. Akan tetapi apabila taqdir Tuhan sudah berjalan tidak ada orang yang dapat menandinginya. Dikatakan bahwa di Japan dibuat perencanaan pembangunan gedung-gedung demikian kokohnya agar dapat menahan goncangan gempa sampai 7.5 atau 8 skala richter. Akan tetapi gempa yang telah tejadi baru-baru ini mencapai goncangan sampai kurang lebih 9 skala richter. Dan disebabkan goncangan itu sangat kuat sekali sehingga air laut membuat ombak yang tinggi dan melanda bangunan-bangunan menjadi porak poranda. Sedangkan manusia menganggap diri mereka telah memperoleh banyak kemajuan. Mereka menggunakan materi sesuai penemuan baru mereka untuk pembangunan. Mereka menggunakan tenaga atom untuk faedah manusia. Sekalipun penggunaan tenaga atom itu sangat ditentang oleh rakyat Japan mengingat telah terjadi peristiwa sejarah perang dunia ke II, ketika pasukan tentera America telah meledakkan atom bom diatas negara mereka yang telah menimbulkan banyak korban kebinasaan yang sangat mengerikan sehingga tidak dapat mereka lupakan. Namun demi faedah manusia dan demi meningkatkan pembangunan ekonomi bangsa tenaga atom itu tetap dipergunakan juga oleh pemerintah Japan. Akan tetapi karena terjadi gempa dan tsunami ini telah menimbulkan kehancuran terhadap reactor nuklir dan sekarang radiasi-nya terus menyebar semakin luas kemana-mana. Pada hari ini saya menerima fax dari Japan melaporkan gerakan usaha untuk menangani penyelamatan terhadap reactor nuklir itu, mula-mula menggunakan helicopter  untuk menyiramkan air pendingin namun tidak berhasil, sekarang sedang menggunakan tanker bomba (tangki air milik pasukan pemadam kebakaran) untuk mendinginkan reactor agar radiasi jangan semakin menyebar luas. Semoga Allah swt menurunkan karunia-Nya kepada mereka agar berhasil mengatasi kemungkinan bahaya yang lebih luas lagi. Akan tetapi saya telah mengirimkan pesan kepada para sukarelawan untuk menyediakan obat homeopathy Radiumbromide CM dan carsinocyne CM pencegah radiasi bagi para anggauta Ahmady yang tinggal di Japan dan penduduk yang tinggal disekitar wilayah itu. Hari pertama makan obat pertama dan pada hari kedua obat yang kedua, setelah itu seminggu sekali obat pertama, seminggu setelah itu makan obat yang kedua. Jadi dua minggu sekali setiap obat itu harus dimakan. Dan berilah obat-obat itu kepada rakyat disana juga. Jika obat-obat itu tidak ada disana maka Humanity First harus segera menyediakan dan mengirimkannya kesana. Kita semua maklum bahwa di Japan disebabkan terjadi gempa dan taufan laut disertai ombak sangat kencang sekali telah menimbulkan banyak kerusakan.  Disamping itu telah timbul bahaya radiasi nuklir juga disana, yang dampak atau pengaruh buruknya akan berjalan turun-temurun sampai waktu sangat lama. Gempa menggoncang dan tsunami juga datang, namun sekarang sudah reda. Akan tetapi jika radiasi mulai menyebar, maka dampak buruknya berjalan sampai turun-temurun, mempengaruhi anak-anak yang lahir dalam keadaan cacat. Semoga Allah swt mengasihani bangsa itu. Bangsa-bangsa yang mengira bahwa mereka dalam keadaan selamat dan terlindung, namun sesuai dengan nubuatan Hazrat Imam Zaman, Imam Mahdi a.s. mereka juga tidak selamat. Jika sekarang mereka juga tidak menaruh perhatian terhadap Imam Zaman ini maka musibah-musibah yang sekarang sedang merebak boleh jadi akan menimpa mereka juga. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada mereka untuk mengenal Tuhan.

Pada tahun ini disektor Asia Tenggara tiga buah negara telah dilanda bencana sangat dahsyat. Di Newzealand sebagian besar dari sebuah kota (Christchurch) telah porak poranda. Katanya pada tahun 1931 telah terjadi sebuah gempa

bumi di Newzealand dan karenanya dua buah kota telah hancur binasa. Pada tahun ini juga disana telah terjadi gempa. Sekalipun gempa ini goncangannya lebih rendah dari gempa tahun 1931 disana, akan tetapi telah menimbulkan banyak sekali kehancuran. Dan oleh karena rumah-rumah tempat tinggal mereka juga telah hancur luluh terpaksa 70.000 orang penduduk meninggalkan kota itu. Sebab lebih kurang 72 % kota itu telah rusak binasa. Kemudian di Australia juga disebabkan hujan sangat lebat diserta taufan laut yang sangat kencang sekali telah mengakibat banyak sekali tempat-tempat hancur luluh dilanda banjir. Disana 70 buah kota besar kecil telah hancur diterjang taufan dan direndam air bah. Hampir seluruh bagian Quinsland State dilanda bencana. Kawasan Quinsland State luasnya sama dengan empat kali ganda negara Japan. Namun terjadinya bencana itu telah menghapuskan harapan penduduk disana untuk menyelamatkan diri tinggal dikawasan itu. Dikawasan Quinsland State 85% dari sejumlah lombong-lombong (Pertambangan-pertambangan) lokal telah hancur dan porak-poranda. Dikatakan bahwa pertambangan batu-bara disana telah menelan kerugian ekonomi sebanyak $2.3 billions. Dikawasan Victoria juga telah terjadi bencana taufan yang merupakan bencana taufan yang paling buruk sekali. Demikianlah keadaan dunia sekarang. Bencana- bencana itu telah menghapus anggapan mereka yang mengatakan kami adalah bangsa yang telah maju. Di America juga pada tahun yang lalu telah terjadi badai taufan dan beberapa jenis pertolongan telah diberikan kepada mereka demi menyelamatkan para korban bencana itu. Maka dengan dilandanya bencana-bencana dinegara-negara itu, negara-negara lain jangan menganggap diri selamat dari bencana-bencana itu. Dan diwilayah negara itu sudah biasa terjadi musibah berupa gempa atau berupa taufan dan badai.

Allah swt menghendaki agar semua bangsa didunia ini dihimpun menjadi satu dibawah satau tangan dan Zat-Nya diperkenalkan kepada mereka. Untuk tujuan itu Tuhan telah mengutus Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sebagai Utusan-Nya dizaman ini. Beliau a.s. bersabda : ” Allah swt menyaksikan keadaan dunia zaman ini sedang dalam kegelapan dan Dia melihat keadaan dunia sudah lengah, tenggelam didalam kekufuran dan  kemusyrikan, sedangkan kejujuran dan ketqwaan serta keadilan sudah lenyap pula. Maka  Tuhan telah mengutus aku, supaya aku meningkatkan kembali ilmu pengetahuan manusia, meningkatkan amal-amal baik mereka, menegakkan akhlaq dan budi pekerti mereka yang luhur serta menghidupkan dan meningkatkan kembali iman manusia diatas dunia ini. Dan supaya aku menyelamatkan Islam dari serangan-serangan orang-orang yang bermaksud merusak taman Ilahi ini dengan menggunakan dalil-dlil philosophy, dalil-dalil nature atau alami, atau dengan pengaruh kemusyrikan dan dahriyyat atau faham tidak bertuhan.”

Jadi, sekarang kebenaran Islam yang cemerlanag akan ditegakkan kembali diatas dunia ini melalui Hazrat Imam Mahddi, Masih Mau’ud .a.s. dan dengan menggabungkan diri bersama beliau ini Islam akan dapat ditegakkan. Jika keluhuran Islam akan dibuktikan dengan menunjukkan perbandingan secara nyata dengan ajaran agama-agama lain didunia maka hal itu hanya dapat dilakukan dengan cara menggabungkan diri dengan beliau sebagai Utusan Allah swt. Untuk maksud itu tidak akan ada orang lain yang dapat melakukannya.

Ummat Islam harus merenungkan dengan sungguh-sungguh, bagaimana Rasulullah saw menjadi sangat gelisah dikala melihat taufan berhembus kencang dan hujan lebat turun. Maka, sekarang tengoklah keadaan pribadi masing-masing apakah kita sedang sibuk mengamalkan dengan sesungguhnya uswah Rasulullah saw itu? Ataukah kita masih sedang berusaha untuk mengamalkan-nya? Jika tidak, tentu harus menjadi perhatian kita sepenuhnya, sebab Allah swt sangat independent, tidak memerlukan sesuatu dari siapapun, Dia tidak mempunyai hubungan keluarga dengan siapapun juga. Tuhan menjadi milik seorang yang telah menjadi hamba-Nya yang sejati.

Pada tahun 2010  yang lalu banjir telah melanda Pakistan, yang menurut sejarah merupakan banjir yang paling teruk sekali, telah menggenangi semua wilayah dari provinsi Sarhad sampai Provinsi Sindh yang sangat luas. Orang-orang yang telah mengadakan servey mengatakan bahwa banjir itu lebih dahsyat dari pada Tsunami yang pernah melanda Indonesia pada tahun 2004. Sampai sekarang penduduk yang terkena korban banjir itu masih tinggal didalam tenda-tenda diberbagai kota disana. Pemerintah tidak menaruh perhatian terhadap rehabilitasi tempat tinggal mereka dan tidak pula para Mullah yang telah menjadi para simpatisan mereka, yang setiap hari telah memicu mereka untuk menentang Jema’at Ahmadiyah. Keadaan seluruh negeri Pakistan sedang sangat kacau-bacau. Rakyat awam juga merasa bingung apa yang sedang dilakukan Pemerintah Pakistan terhadap mereka itu.

Dan penolakan terhadap Imam Zaman juga sedang terus-menerus dilakukan oleh mereka itu. Banjir yang telah melanda mereka itu sedang dibahas dikalangan mereka bersama para Mullah. Mereka bertanya kepada para mullah ; ”Bukankah banjir ini azab bagi kita? Seorag Mullah besar menjawab : ”Bukan ! Banjir ini bukan azab bagi kita, melainkan ujian bagi kita.” Padahal ujian itu menimpa manusia-manusia Ilahi. Dan mereka sendiri mengakui bahwa azab turun apabila seorang Nabi datang kedunia dan orang yang menda’wakan diri Nabi itu juga sudah ada. Oleh karena mereka percaya tidak ada lagi Nabi pada zaman sekarang ini maka azab tidak akan datang. Padahal orang yang telah menda’wakan diri menjadi Nabi sudah ada pada zaman sekarang ini, namun mereka sendiri tidak bersedia beriman kepada-nya. Semoga Allah swt mengasihani bangsa Pakistan ini. Beberapa tahun sebelumnya telah terjadi gempa bumi juga yang menggoncang Pakistan sangat dahsyat sekali. Namun mereka tidak juga mau menggunakan akal mereka. Mereka tidak berfikir bahwa bencana gempa itu telah dinubuatkan oleh seorang yang telah diutus oleh Allah swt dan yang telah ditolak oleh mereka. Dan sebagaimana telah saya bacakan dari tulisan Hazrat Masih Mau’ud a.s. beliau bersabda dengan jelas sekali bahwa ; ” Banyak kejadian-kejadian dan musibah itu akan datang setelah aku pergi. Maka, hai orang-orang yang menda’wakan diri suci ! Hendaknya kalian membuka mata kalian dan mengambil pelajaran dari padanya !! Dengan menyaksikan musibah-musibah menimpa negeri orang, jangan kalian berkata : Kami selamat dan terpelihara dari bencana itu! Beliau a.s. bersabda :” Nubuatan-nubuatan-ku berlaku bagi seluruh dunia, tidak terkecuali Provinsi Punjab dan tidak pula wilayah-wilayan lain dikecualikan. Perkara hak atau kebenaran tidak dapat disembunyikan. Oleh sebab itu kalian harus berfikir dengan sungguh-sungguh.” Ditempat lain Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s bersabda : ” Allah swt telah memberi tahu dengan ilham kepada-ku tentang gempa bumi. Maka fahamilah dengan penuh yakin bahwa, sesuai dengan nubuatan (khabar ghaib) itu telah terjadi gempa di America begitu juga telah terjadi di Eropah dan diberbagai tempat dikawasan Asia juga akan terjadi gempa-gempa bumi. Dan sebagian dari padanya akan sangat dahsyat sekali yang menggambarkan keadaan Qiamat. Karenanya kematian akan menimpa begitu banyaknya sehingga akan mengalir sungai-sungai darah. Disebabkan kematian itu binatang-binatang juga tidak akan selamat. Diatas bumi akan terjadi kehancurkan yang sangat dahsyat, kehancuran seperti itu tidak pernah terjadi semenjak manusia lahir kedunia. Banyak sekali tempat-tempat akan hancur luruh, yang diatas menjunam kebawah dan yang dibawah tersembul ketas, sehingga keadaan akan berubah seakan-akan ditempat itu tidak ada manusia pernah tinggal. Bersamaan dengan itu akan terjadi lagi musibah-musibah yang sangat mengerikan yang akan timbul dari bumi dan juga dari langit. Sehingga setiap cendekiawan yang berakal akan mengira bahwa semua itu bukan phenomena biasa atau kecil. Tentang itu tidak dapat diketahui keterangannya dari kitab-kitab Astronology maupun dari kitab-kitab Falsafah. Pada waktu itu dikalangan manusia akan timbul kegelisahan dan kecemasan yang luar biasa, apa yang akan terjadi, dan bagaimana kita akan selamat. Sebagian akan diselamatkan dan sebagian akan dibinasakan. Hari-hari peristiwa itu sudah dekat sekali, bahkan sudah sampai diambang pintu dimana dunia akan menyaksikan pemandangan sebuah Qiamat. Bukan hanya sekedar gempa, bahkan lebih dari itu akan zahir bencana-benca yang sangat dahsyat dan sangat menakutkan. Sebagian akan turun dari langit dan sebagian akan zahir dari bumi. Semua itu terjadi sebab manusia telah meninggalkan ibadah kepada Tuhan. Dan semua fikiran dan perasaan hati dan semangat serta angan-angan manusia hanya dicurahkan kepada urusan dunia semata. Jika saya tidak datang tentu semua bencana dan musibah ini akan diperlambat datangnya. Bersamaan dengan kedatangan-ku keinginan Allah swt untuk menurunkan musibah masih tersembunyi dan tersembunyi sejak lama, sekarang sudah zahir. Sebagaimana Allah swt berfirman : wamaa kunna mu’adzibiina hatta nab’atsa rasulan..yakni Kami tidak akan menurunkan azab sebelum Kami mengutus seorng Rasul.. Semua orang yang bertaubah akan mendapat keamanan dan orang-orang yang rujuk kepada Tuhan sebelum musibah menimpa mereka akan dikasihani. Apakah kalian fikir bahwa kalian akan selamat dari musibah gempa ini? Ataukah upaya-upaya kalian akan dapat menyelamatkan diri mkalian? Sekali-kali tidak !! Pada waktu itu upaya-upaya manusia tidak akan berguna. Janganlah kalian fikir gempa-gempa yang telah menghancurkan America, kalian akan selamat dari bahaya bencana itu. Bahkan saya menyaksikan bahwa musibah akan menimpa kalian lebih dahsyat lagi dari itu. Hai Eropah ! Kamu juga tidak aman ! Wahai Asia ! Kalian juga tidak selamat. Dan wahai orang-orang yang tinggal dikepulauan !! Tidak ada tuhan buatan yang akan menolong kalian !! Aku melihat banyak kota-kota hancur-luluh dan banyak wilayah penduduk menjadi sunyi-senyap. Tuhan Yang Tunggal dan Maha Perkasa tinggal diam untuk masa tertetntu. Sedangkan dihadapan-Nya banyak amal perbuatan buruk diperbuat manusia dan Dia-pun tetap diam. Akan tetapi sekarang Dia akan menampakkan Muka-Nya dengan sangat dahsyat. Hai Manusia yang mempunyai kuping !! Dengarlah, waktunya tidak lama lagi akan tiba. Aku berusaha untuk menghimpun manusia dibawah naungan perlindungan Tuhan, namun taqdir Tuhan yang telah tertulis akan sempurna. Aku berkata dengan sesungguhnya bahwa giliran negara ini juga untuk menerima musibah semakin dekat waktunya. Peristiwa banjir zaman Nabi Nuh akan datang dihadapan kalian. Dan kedaan gempa bumi dizaman Nabi Luth akan disaksikan kembali oleh mata kepala kalian sendiri. Akan tetapi kemurkaan Tuhan sangat lamban turun-Nya. Maka taubat-lah kalian supaya kalian dikasihani. Orang yang meninggalkan Tuhan, ia seekor ulat, ia bukan manusia, dan orang yang tidak takut kepada Tuhan ia mati bukan manusia hidup.

(Haqiqatul Wahi).

Jadi, orang-orang Muslim dinegeri ini juga harus diingatkan bahwa mereka juga tidak selamat. Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. telah meperingatkan dengan sangat tegas sekali. Maka kita juga berkewajiban dengan rasa penuh simpathy harus berulang-ulang menarik perhatian dan mengingatkan dunia kepada phenomena ini. Supaya orang-orang Muslim di Hindustan juga merobah kehidupan mereka dan agar mereka harus berhenti menggunakan akal jahat mereka dalam menentang Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. Orang-orang Muslim Bangladesy juga harus menjga mulut mereka, dan orang-orang Pakistan juga harus menggunakan akal sehat dan sadar, bahwa waktu datangnya musibah-musibah sudah sangat dekat sekali. Maka, takutlah kalian semua kepada Tuhan ! Musibah-musibah yang telah melanda negara-negara kepulauan dan keadaan teruk yang sedang dihadapi oleh Negara Japan, harus jadi pelajaran bagi kita semua, bagi orang-orang Muslim dan bagi semua manusia didunia. Semoga Allah swt memberi pengertian kepada semua

orang Muslim agar mereka faham apa amanat yang telah disampaikan oleh Hazrat Imam Zaman, Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s.

Sekarang selain dari pada musibah yang menimpa banyak negeri, setiap negara orang-orang Muslim menghadapi berbagai macam konflik antara pemerintah dengan rakyat mereka. Kerusuhan-kerusuhan yang timbul adalah ujian dan percobaan bagi negara-negara itu. Rakyat awam dan Pemerintah sudah saling bunuh, haus akan darah masing-masing lawan. Orang-orang Muslim sedang saling bunuh sehingga darah tertumpah mengalir dimana-mana. Apa lagi yang akan lebih mengerikan dari kejadian-kejadian seperti itu. Alangkah disesalkannya, mengapa mereka tidak memahami phenomena itu! Demi memperbaiki dan mendamaikan dunia, orang yang ditunggu-tunggu akan diutus oleh Allah swt, sekarang sudah diutus kedunia !! Sekarang jika mereka menghendaki kesejhteraan, maka tidak ada jalan lain kecuali mereka harus datang kebawah naungan kesejahteraan Utusan Tuhan zaman ini. Semoga Allah swt memberi taufiq dan memberi pengertian kepada mereka. Semoga Allah swt menjadikan kita juga orang-orang muslim sejati, dan semoga kita menjadi penyampai hakiki amanat ini terhadap umat manusia dengan penuh rasa simpathy disertai dengan bingkisan do’a-do’a bagi mereka. Amin !!!

Akhirnya saya ingin mengumumkan berita yang sangat menyedihkan yaitu, seorang Khadim Jema’at bernama Rana Zafrullah Sahib, Qaid local dan Secretaris Mal, Provinsi Sindh Pakistan telah ditembak hingga syahid oleh dua orang penunggang motor cycle yang tidak dikenal. Inna lillahi wa inna ilahi raji’un. Beliau ditembak ketika dalam perjalanan kembali kerumah setelah melaksanakan sebuah program Jema’at. Beliau menghembuskan nafas terakhir ketika sedang dibawa dalam perjalanan menuju Hospital. Beliau meninggalkan seorang isteri beserta dua orang puteri yang masih kecil. Semoga Allah swt menempatkan ruh beliau ditempat tinggi didalam syurga dan semoga Dia memberi kesabaran dan ketabahan kepada semua ahli keluarga yang ditinggalkan, semoga Dia menjadi Pelindung dan Penolong bagi mereka. Semoga Allah swt melindungi semua warga Jema’at disana dan semoga Allah swt menyediakan sarana agar pelaku-pelaku kejahatan seperti itu segera ditangkap-Nya. Amin !! Setelah salat Jum’ah akan dilkasanakan salat jenazah ghaib untuk almarhum.

Alihbahsa dari Video Urdu oleh Hasan Basri