Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz 

Tanggal 20 Juni 2014 di Masjid Baitul Futuh, UK.

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

 اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ o الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ oملِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ o اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُo

 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَo صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْ عَمْتَ عَلَيْهِمْ, غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَo

 

Hazrat Khalifatul Masih (ATBA) bersabda bahwa beliau memimpin dua shalat Jumat yang lalu di Jerman. Khutbah Jumat tanggal 6 Juni membahas mengenai Ketaatan pada Khilafat dan hal ini tidak hanya dimaksudkan untuk Jemaat Jerman melainkan bagi jemaat di seluruh dunia, kendatipun beberapa contoh yang dikutip di dalamnya merujuk kepada Jemaat Jerman. Hudhur senang bahwa para Ahmadi di seluruh dunia merespon khutbah beliau dan segera mengungkapkan kesetiaan mereka, serta secara khusus menyebutkan bahwa walaupun beberapa pengurus mencoba dan mencari penafsiran sendiri mengenai beberapa permasalahan, tetapi mereka menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi lagidi masa yang akan datang. Ini merupakankeelokan Jemaat yang didirikan oleh Masih Mau’ud (as) bahwa ia dengan segera merespon apapun yang menjadisorotannya. Semoga Allah meningkatkan seluruh Ahmadi dalam ketaatan dan kesetiaan mereka.

Khutbah Hudhur hari ini didasari pada perjalanan beliau ke Jerman baru-baru ini serta menghadiri Jalsah Salanah di sana. Hudhur bersabda salah satu sumber kemeriahan Jalsah adalah pria, wanita dan anak-anak Ahmadi yang datang ke Jalsah dipenuhi dengan gairat yang tinggi. Hari ini para tamu non-Ahmadi pun menjadi sumber kegembiraan bagi Jalsah kita. Mereka datang untuk melihat dan mendengarkan sendiri, apakah ucapan dan perbuatan orang-orang Ahmadi itu sesuai, atau jangan-jangan mereka pun melakukan pertemuan yang sama seperti orang-orang duniawi di Jalsah yang semata-mata hanya untuk berjumpa dan bersenang-senang. Namun ketika para tamu ini merasakan Jalsah dan mendengar keindahan ajaran Islam, hal itu menjadikannya sebuah dasar untuk menghapus keraguan dan kesalahpahaman mereka tentang Islam. Sama halnya, ketika para non-Muslim dan non-Ahmadi yang mempunyai sedikit pengatahuan mengenai Ahmadiyah, merasakan sendiri kebenaran Islam pada saat Jalsah, mereka pun bai’at atau hati mereka sepenuhnya condong pada Ahmadiyah setelah waktu yang singkat tersebut. Jalsah membentuk sebuah kesan yang sangat positif terhadap Islam dan ini merupakan sumber Tabligh yang besar sebagaimana yang terjadi pada Jalsah Jerman baru-baru ini. Hudhur menyampaikan beberapa komentar para tamu Jalsah dengan mengacu pada bagaimana dukungan dan pertolongan Tuhan terhadap kita, yang membuat qalbu-qalbu dicondongkan hanya melalui rahmat Tuhan.

Disamping Jalsah, selama perjalanan ke Jerman terjadipeletakan fondasi mesjid serta peresmian masjid dimana ajaran Islam yang indah dijelaskan kepada para tamu dan mereka berkata bahwa mereka tidak mendapatkan gambaran Islam seperti ini sebelumnya. Melalui liputan media, jutaan pesan pun tersampaikan.

Banyak delegasi yang datang ke Jalsah berasal dari negara-negara tetangga Eropa dan para delegasi tersebut terdiri dari jumlah yang sangat besar. Kebanyakan darimereka mubayyin baru dan mereka ditablighi dari France dan Belgium, orang-orangyang datang dari Estonia, Croatia, Lithuania, Slovenia, Romania, Hungry, Montenegro, Bosnia, negara-negara Russian, Kosovo, Albania, Bulgaria dan Macedonia. Delegasi-delegasi ini terdiri dari pria, wanita dan anak-anak yang ditablighi.

Delegasi dari Macedonia ada 55 kekuatan dengan 28 orang kristen, 10 non-Ahmadi dan 17 Ahmadi. Mereka menempuh perjalanan 2000 km untuk bisa sampai ke tempat Jalsah,dan ada dua jurnalis serta kameramen diantara mereka yang mengatakan bahwa sekembalinya nanti mereka akan menyiarkan rekaman mereka pada televisi di Mecedonia. Sepuluh orang delegasi Macedonia bai’at pada saat Jalsah. Komentar mereka begitu positive. Seorang tamu berkata bahwa kunjungannya terbukti benardalam halmemperoleh pengetahuan agama, dan ceramah Hudhur telah merubah sudut pandangnya terhadap Islam. Tamu lainnya berkata bahwa ia datang untuk mendapatkansedikit pengetahuan tentang Islam dan begitu terkesan dengan ceramah yang disampaikan Hudhur. Dia mengatakan ia ingin datang lagi dan merasa senang bahwa Hudhur menjelaskan semuanyadengan amat baik. Seorang tamu wanita berkata bahwa pendapatnya tentang Islam berubah seluruhnya setelah menghadiri Jalsah dan ceramah Hudhur telah mengubah jalan pikirannya. Tamu yang lainnya mengatakan bahwa ia merasa senang dengan kedatangannya ke Jalsah dan secara khusus terkesan dengan pesan perdamaian Hudhur. Seorang tamu yang merupakan seorang profesor berkata bahwa penjelasan Hudhur telah menambah pengetahuannya tentang Islam dan ia merasa pertemuannya dengan Hudhur merupakan hal yang langkah. Hudhur menyempatkan banyak waktu untuk para tamu dan memberikan jawaban yang mendetail terhadap pertanyaan mereka dan ia merasa bahwa ia datang untuk mengenal banyak hal baru dan mendapatkan bahwa para ahmadi mempraktekan apa yang mereka katakan. Seorang pelajar wanita berkata bahwa ia begitu kagum dan terpesona dengan Jalsah dan berjumpa dengan Hudhur merupakan sebuah pengalaman baru baginya. Tamu lainnya menyarankan kepada Hudhur bahwa semua agama harus diikutsertakan bersama-sama. Hudhur berkata kepadanya bahwa kita siap bekerja pada jalur ini dan Hudhur berkata kepada tamu tersebut mengenai event Guildhall kita baru-baru ini di London.

Delegasi Albania terdiri dari 10 ghair Ahmadi dan 10 Ahmadi. Seorang mantan tentara diantara tamu tersebut mengatakan bahwa ia sebelumnya tidak pernah mengalami sesuatuyang seperti Jalsah. Ia merasa ghairat yang ditampilkan para ahmadi sangat tulus dan bahkan amat menyenangkan melihat anak-anak kecil dengan riangnya menyajikan air minum. Tamu lainnya berkata bahwa ia pun telah datang ke Jalsah tahun lalu dan merasakan perbedaan yang nyata di tahun ini bahwa sekarang banyak para Ahmadi asli Jerman yang hadir. Ia merasa hanya Jemaat Ahmadiyah yang mempresentasikan model Islam sejati.

Seorang tamu diantara delegasi Hungaria yang merupakan guru berkata bahwa Jemaat ada di jalur terdepandiantara islam lainya dalam hal kecintaan dan kasih sayang serta dalam hal kesukarelawanannya. Ia menjumpaiacara bai’at yang begitu menarik dan sangat terkesan dengan Shalat berjamaahnya. Ia merasa anggota Jemaat amat mencintai Hazrat Khalifatul Masih dan kecintaannya ini merupakan spontanitas, lahir dari perasaan yang natural. Tamu lain berkata bahwa ia sangat kagum dengan penataan Jalsah dan berkata bahwa ia belum pernah melihat penataanpertemuan umat muslim sebaik itu.

Seorang tamu Syiria yang tinggal di Rumania dan merupakan delegasi dari Rumania meminta mubaligh kita agar ia diperkenankan bertemuHazrat Khalifatul Masih dari dekat dan ia amat gembira ketika pertemuan itu terjadi. Sang Mubaligh berkata bahwa tamu tersebut mengatakan jikasejak hari pertama ia mencintai Hazrat Khalifatul Masih dan ia ucapkan hal ini berulang kali. Ia merasa Khalifah Islam adalah satu-satunya orang yang dapat membimbingnya kepada jalan yang benar. Ia pun mengungkapkan perasaannya itu selama pertemuannya dengan Hudhur. Ia kemudian bertanya kepada mubaligh kita, bagaimanakah seorang Khalifah terpilih,yang kemudian dijelaskankepada secara detail, bagiamana Tuhan menjadikan hal itutetap dalamkontrol-Nya dan turut bergabung dengan mereka yang memilihkhalifah tersebut melalui wahyu tersembunyi. Ia takdapat memahami konsep kontrol dan wahyu tersembunyi Ilahi tersebut,namun pada malam harinya ia mengatakan halitu telah dipecahkannya. Ia menerangkan bahwa ia berdiri berjajar dengan yang lainnya untuk menunggu Hudhur. Ketika Hudhur lewat di depannya, spontanitas ia mengangkat tangannya menyapa Hudhur,sejenak kemudiania mengertimaksud konsep kontrol dan wahyu tersembunyi Ilahi. Ia mengakubahwa ia tidak mengangkat dan menggerakan tangannya untuk menyapa siapa pun, tidak perduli betapa agungnyaorang tersebut, namunkenyataannya kini ia telah menyapa Hudhur dengan cara seperti itu, ia merasa hal itu pasti karena kontrol ilahisebab hal tersebut diluar kendalinya untuk melakukannya. Ia yakinmengenai ketinggian derajat Ahmadiyah dan akan berpikir sederhana lalubergabung ke dalam Jemaat Ahmadiyah.

Tiga mahasiswa datang sebagai tamu dari Lithuania. Salah satu mahasiswa berkata bahwa Jalsah amat berarti bagi para pemikir barat yang mempunyai pandangan negative mengenai Islam. Seorang mahasiswi berkata bahwa ia amat terkesan dengan kerukunan dan ketoleransian suasana Jalsah, serta ia merasa telah menemukan gambaran Islam yang benar di Jalsah. Mahaiswi lainnya berkata bahwa ia tertarik pada agama dan merasa bahwa dengan menghadiri Jalsah ia mengetahui tentang Islam dan hal itu pun memberikannya kesempatan untuk memahami dirinya sendiri.

Para pelajar dari Delegasi Kroasia menyampaikan banyak pertanyaan selama pertemuannya dengan Hudhur dan mereka berkomentar bahwa Hudhur merespon pertanyaan mereka dengan sangat baik, mendetil dan amat memuaskan. Hudhur mengatakan bahwa beliau memang saat itu menanyakan kepada mereka, apakah mereka puas dengan jawaban yang telah diberikan. Seorang tamu dari departemen pertanian berkata bahwa bertemu dengan Hudhur merupakan sebuah kehormatan dan ia memahami status Khalifatul Masih,dan setelah mendengarkan ceramah beliaumakaketakutannnya berubah menjadi cinta dan takzim serta sikapnyapunberubah.

Seorang tamu dari Bulgaria berkata bahwa ini merupakan pengalaman Jalsah pertamanya. Ia adalah seorang penentang Ahmadiyah namun tatkala melihat suasana Jalsah dan mendengarkan ceramah Hudhur akhirnya mengubah pandangannya. Seorang tamu kristen berkata bahwa ini adalah kunjungan Jalsah pertamanya dan ia amat terkesan. Ia berhasrat kembali ke Belgia dan mengumumkan agar orang-orang harus pergi ke Jalsah dan mendengarkan ceramah-ceramah tersebut. Hudhur mengatakania menceritakanbahwa Mufti di Belgia akan membuat masalah besar tentanghal ini! Tamu kristen berkata ia mendapatkan makanan ruhani di Jalsah dan bertanya kapan ia akan mendapatkan makanan ruhani tersebut di Belgia? Hudhur menyarankannya untuk berkonsultasi dengan pemerintahannya.

Hudhur bersabda bahwa dunia gelisah untuk menemukan kebenaran, namun setan pun sedang melakukan pekerjaannya. Doa kita adalah bahwa semoga pesan kebenaran Islam mencapai daerah dimana pelarangan tersebut ada!

Tamu dari Kosovo berkata ini merupakan kunjungan pertamanya dan ia bai’at! Ia mengatakan bahwa meskipun negara Jerman berusaha melakukannyanamun tidak akan dapat melaksanakan pertemuan seperti Jalsah ini. Ia merasa hanya Jemaat Ahmadiyah yang dapat melakukan hal ini.

Tamu wanita dari Bosnia menceritakan kepada Hudhur bahwa ia mempunyai banyak pertanyaan, namun semuanya telah terjawab dalam Khutbah Hudhur hingga tak ada lagi pertanyaan yang tersisa. Ia mengatakan ia merasa amat beruntung bisa Bai’at. Hudhur mengatakan bahwa Khutbah tersebut sudah lama ditujukanbagi para Ahamadi, namun wanita tersebutmenjelaskan bahwa ia memperoleh banyak wawasan darinya. Ini adalah cara Tuhan membuka hati mereka!

Hudhur bersabda di Jerman sebuah ceramah terpisah khusus diperuntukan bagi tamu Jerman. Tahun ini kira-kira 200 orang Jerman datang kesana. Orang-orang dari berbagai negara pun hadir dan jumlah keseluruhannya sekitar 450. Seorang tamu politisi berkomentar bahwa ia telah mendengar ceramah Hudhur selama tiga tahun dan begitu terkesan dengan ceramah tahun ini. Hal inimerupakan upaya sangat baik untuk mempromosikan kedamian. Ia berkata sangat luar biasa seperti sebuah pertemuan besar yang begitu damai. Ada orang-orang Jerman berkumpul dalam jumlah besar pastinya ada beberapa diantara mereka mengganggu jalannya acara. Tamu lain menyampaikan bahwa ceramah Hudhur membahas masalah-masalah yang bahkan paus pun tidak dapat menjelaskannya. Ia berkata bahwa bagaimana kontrasnya media menggambarkan tentang Islam, ia telah menemukan sendiri apa itu Islam dan terkesan dengan kehangatan dan keperdulian suasana pertemuan besar tersebut. Seorang tamu Non-Ahmadi berkata bahwa ia senang berada di sini dan walaupun ia tidak setuju dengan beberapa hal, ia suka dengan pemaparan Hudhur serta mendapatkan suasan yang sangat bagus. Tamu lainnya berkata bahwa ia belajar banyak mengenai hal baru yang didengarnya dari ceramah Hudhur. Seorang tamu menyatakan bahwa ajaran Isalam amat toleran dan persamaan yang dipresentasikan Hudhur sangat istimewa. Ia mengatakan bahwa ada seorang Ahmadi yang sekolah dengannya di universitas dan prilakunya memperlihatkan bahwa ada perbedaan antara ahmadi dan muslim lainnya. Tamu lainnya berkata bahwa setiap kata dari ceramah Hudhur sering menggetarkanperasaannya sehingga ia merasa menuliskan ceramah Hudhur tersebut.

Pada acara peletakan batu pertama Masjid di Wiesbaden wakil walikota berkata bahwa Jemaat Ahmadiyah memainkan peran yang amat aktif dan positif di Kota ini serta senantiasa mendukung perdamaian. Pejabat lainnya mengucapkan selamat pada peletakan batu pertama itu dan berkata ia merasa terhormat bisa menghadirinya. Lahan tanah yang digunakan untuk pembangunan Masjid merupakan kepunyaan seorang janda yang sudah dimilikinya selama 40 tahun, namun disebabkan usianya yang sudah lanjut, ia menjualnya kepada pihak pemerintahandaerah. Janda tua ini hadir pada acara tersebut dan merasa senang mendengar ceramah Hudhur sertamengatakan bahwa ia begitu senang properti yang pernah dimilikinya akan digunakan untuk ibadah pada Tuhan, dan sebuah Rumah Tuhan akan dibangun serta akan menetap selamanya disini. Ia mengatakan bahwa ia merasa gembira mendengar apa yang Hudhur katakan. Komentar lainnya yang sampai ke Hudhur adalah ucapan orang tua yang mengatakan bahwa ia tidak akan hidup lama namun ia prihatin terhadap bangsa Jerman sebagai bangsa yang mengalami naik dan turun. Ia kini merasabahwa apabila situasi seperti ini untuk membangun Jerman, negara ini akan aman berada ditangan Jemaat Ahamdiyah.

Seorang tamu yang merupakan seorang guru melihat Hudhur membagikan coklat kepada gadis kecil dan ia mengatakan belumpernah melihat ekspresi cinta seperti anak kecil tersebut sebelumnya. Ia berkata amat terkesan. Seorangtamu yang adalahpejabat berkata bahwa ia mendengar ceramah Hudhur dalam bentuk setengah bahasa aslinyayaitu Urdu dan setengahnya bahasa Jerman. Sebab ia ingin mendengar langsung suara Hudhur dan ia punmerasasangatnyaman.

Hudhur bersabda orang-orang tersebut mempunyai cara menakjubkantersendiri untuk mengukur Jemaat. Semua ini terjadi atas perintah Tuhan. Setiap pribadi atau pengurus jangan berasumsi bahwa hal ini terjadi karena kerja keras mereka. Kerja keras telah diberlakukan bahkan sebelumnya namun tidak ada hasilnya. Kini Tuhan sendiri yang berkehendak sehingga hasilnya dapat dilihat dan prilaku mereka pun berubah. Seorang pilitisi Jerman berkata bahwa semua politisi sangat kagum dengan ceramah Hudhur dan berkata bahwa hal yang luar biasa cerdas dari Hudhur yang menyoroti kemajuan Jerman dalam pidatonya. Tamu lainnya berkata ia takjub mendengar pidato Hudhur dan berkata orang-orang Jerman harus belajar dari orang-orang Ahmadiyah.

Hudhur bersabda para Ahmadi yang tinggal di Eropa jangan merasa pelik [rumit]. Kini tanggungjawab membimbing dunia diberikan kepada Jemaat Masih Mau’ud (as). Kita harus memahami tanggungjawab ini.

Berkaitan dengan komentar para tamu pada saat peresmian Masjid Mahdi Hudhur bersabda seorang jurnalis berkata bahwa pesan perdamaian yang diberikan oleh Hudhur pada kesempatan tersebut telah menggerakan seisi aula. Seorang tamu wanita berkata bahwa ia tidak dapat bergerak ketika Hudhur menyebutkan kesyahidan Dr. Mehdi Ali dan saat Hudhur menambahkan bahwa meskipun ia syahid tidak akan berubah dalam pelayanan kita terhadap kemanusiaan, wanita itu berkata ia tidak dapat mengontrol lagi rasa harunya. Tamu wanita lainnya berkata bahwa ia amat terkesan dengan pesan yang diberikan Hudhur dan berkata pidato beliau sangat berhasil. Ia kagum bahwa daftar tamu pada kesempatan tersebut tidak hanya terdiri dari para politikus namun para tetangga pun diundang.

Hudhur bersabda dengan dibangunnya Masjid maka tanggungjawab kita dimana masjid tersebut dibangun harus tumbuh.

Pada hari ketiga Jalsah Jerman 83 orang dari 19 negara yang hadir mengambil bai’at.

Seorang Tamu dari Albania berkata bahwa ia telah membaca hadis bahwa bai’at kepada Imam Mahdi adalah wajib bagi seluruh umat Islam. Ketika bai’at ia begitu tergerak. Ia mengatakanbahwa ia sangat terkesan dengan kenyataan bahwa orang-orang tertarik pada Ahmadiyah setelah menerima mimpi. Ia berkata hal ini merupakan bukti bahwa ini adalah Jemaat Ilahi.

Tamu lainnya berkata ia tidak mempunyai pengetahuan tentang Jemaat Ahmadiyah. Ia bermimpi yang di dalamnya ia mendengar suara Adzan dan ia mendaki sebuah gunung dengan temannya. Diatas puncak gunung tersebut orang-orang saling mendorong dan berkelahi satu sama lain. Ia mengatakan kepada temannya agar meninggalkan tempat dimanaorang-orang tersebut bisa saja membunuh mereka. Kemudian mereka pun pergi, lalumereka tiba di sebuah lembah yang hijau dan rindang, dimana terdapat orang-orang yang berpakaian serba putih sedang melaksanakan shalat dengan sangat teratur. Ia bertanya kepada temannya siapa orang-orang ini. Temannya menjawab mereka orang-orang Ahmadi. Ia berkata bahwabahkan saat itu ia belum mengenal nama Jemaatsama sekali, namun akhirnya mimpi ini menjadi sumber baginya untuk menerima Ahmadiyah.

Seorang sahabat dari Maroko berkata bahwa ia diperkenalkan Jemaat enam tahun yang lalu. Ketika mengunjungi ‘Salat Centre’ Ahmadi, ia mendapati lebih dari itu dan diundang ke Jalsah Jerman. Melihat suasana ruhaniah Jalsah dan kecintaan serta ketaatan setiap orang kepada Khalifatul Masih, ia memutuskan untuk baiat.

Sahabat dari Irak yang datang dari swedia berkata bahwa ia begitu terkesan dengan suasana ruhaniah jalsah dan telah menemukan komunitas sejati yang ia cari. Ia berkata Jemaat Ahmadiyah telah menjawab semua pertanyaan-pertanyaannya dan ia pun bai’at pada Jalsah tersebut.

Seorang sahabat dari Ghana yang datang dari belgia berkata bahwa ia melihat sebuah mimpi yang di dalam nya ia melihat tuhan dan tuhan pun melihatnya dengan rahmatnya kemudian ia pada kesempatan tersebut menghadiri pertemuan tabligh dimana ia melihat foto Masih Mau’ud (as). Ia ingat wajah beliau sama dengan wajah yang ia lihat di dalam mimpi. Ia terharu dan menangis sepanjang pertemuan itu. Ia datang ke jalsah tahun ini memutuskan untuk bai’at. Ia mengatakan bahwa pesannya kepada semua musuh Jemaat Ahmadiyah untuk sekali-kali datang ke jalsah. Jika mereka merasakanJalsah,ia yakin meraka akan berhenti memusuhi Jemaat.

Seorang wanita Maroko dari Belgia berkata bahwa ia melihat mimpi yang di dalamnya Imam Mahdi (as) datang berseri-seri seperti cahaya bulan dan berkata, berbahagialah, berbahagialah! Kemudian, ia berjumpa Hazrat khalifatul masih V yang berkata kepadanya: don’t worry. Wanita itu tidak mempunyai gambaran siapa orang-orang ini. Ketika ia melihat foto Masih Mau’ud (as) ia menyadari beliau adalah orang suci yang sama yang ia jumpai di dalam mimpinya dan saat mengunjungi jalsah UK,ia melihat Hudhur dan matanyapun berlinangberjumpadengan orang suci lainnya yang ia lihat di dalam mimpi. Ia meyakini kebenaran Ahmadiah dan bai’at.

Seorang sahabat asli Francis berkata bahwa ia lahir dari keluarga Kristen namun tidak mempraktekan keimanan apapun. Ketika keluarganya memintanya untuk menemaninya ke gereja dan ia melihat patung Jesus disana, ia tidak yakin apakah untuk menyembah Tuhan atau patung. Ia menerima kontak dengan seorang Ahmadi yang memberikannya buku Filsafat Ajaran Islam untuk dibaca. Ia datang ke Jalsah dan ceramah Hudhur merubah keadaan hatinya dan pada hari ketiga Jalsah Ia bai’at.

Delegasi yang berkuasa (in-charge) di Hungaria berkata bahwa ia berhubungan dengan sebuah keluarga di Jerman via internet dan ia diundang mereka ke Jalsah. Orang in tidak yakin sebab ia tidak memilikikesan baik tentang Islam. Namun ia memastikan serta setuju untuk datang dan menghadiri tiga hari Jalsah tersebut. Ia amat terkesan dengan Khutbah Jumat maupun dengan suasan selama Shalat. Ia pun memiliki kesan yang sangat baik saat mulaqat dengan Hudhur malam harinya. Ia berkata ia telah bicara kepada banyak pendeta Kristen namun tidak satupun yang membuatnya berkesan. Akan tetapi, perkataan Hudhur menggerakan hatinya. Malam itu ia menelpon anaknya dan berkata kepadanya ia telah berjumpa dengan Hazrat Khalifatul Masih. Ia tetap menjalin hubungan dengan mubaligh yang menablighinya. Pada malam sabtu,selama malam itu ia mendengar suara Hudhur di kamar hotel, seakan-akan Hudhur sedang memimpin Shalat. Ia membangunkan istrinya dan berkata kepadanya mengenai pengalamannya. Ia mulai mencela Islam namun hari minggunya ia menyatakan keinginannya untuk baiat dan ikut dalam acara bai’at!

Seorang Ahmadi Arab yang datang dari Prancis menceritakan sebuah mimpi lamanya. Ia berkata sebelum wafatnya Hazrat Khalifatul masih IV (rh) ia bermimpi ada yang berkata: ‘Hai jiwa yang tentram! Kembalilah kepada Tuhanmu, kamu ridho kepada-Nyadan Dia pun ridho kepadamu. Maka masuklah diantara hamba-hamba-Ku yang terpilih [89:28-30] Dan masuklah kedalam surga-Ku [89:31]Kemudian ia melihat seorang pria muda dan seseorang lainnya yang berkata, ini adalah Khalifa barumu. Suatu hari setelah Hazrat Khalifatul Masih IV (rh) wafat dan saat Ahmadi Arab ini melihat foto Hazrat Khalifatul Masih V, ia mendapati beliau sama percis dengan seseorang yang ia jumpai dalam mimpi.

Seorang Mubayin baru asli dari Maroko yang datang dari Mercia, Spanyol berkata bahwa ia berkerja dengan seorang Ahmadi Maroko dan amat kagum dengan keadaan akhlak dan agamanya. Satu kali ia melihat orang Maroko yang lain mencacinya. Hal ini yang menyebabkannya untuk mencari tahu siapa “Qadiani” ini. Ia menonton MTA dan merasa bahwa wajah yang ada di layar tersebut bukanlah pendusta. Ia kemudian menyelidikinya dan bai’at. Ia bermimpi berkunjung ke tempat Hudhur dengan istrinya dan Hudhur menyiapkannya penginapan dan mereka melaksanakan Shalat. Selama empat tahun ia adalah satu-satunya Ahmadi dia daerah tersebut dan sering dicemoh oleh orang-orang. Ia menulis surat ke Hudhur meminta pertolongan dan Hudhur menasehatinya agar berdoa: ‘. . Ya Tuhan, janganlah Engkau tinggalkan aku seorang diri dan Engkaulah Yang Paling Baik dari semua yang mewariskan. ’ [21:90] Melalui mukjizat doa sedikit demi sedikit para Ahmadi datang ke daerah tersebut dan kini sudah berdiri Jemaat.

Sahabat lainnya menulis dari Italia bahwa ia telah mengimami Shalat namun setelah ia baiat orang-orang mengejeknya dan ia menulis ke Hudhur yang mengatakan ia takut. Hudhur berkata kepadanya jangan takut. Karena Tuhan telah memilihnya untuk mengimami shalat bagi orang-orang beriman. Mereka yang sebelumnya ia imami shalatnya bukanlah orang-orang beriman.

Media di Jerman memberi ulasan yang luas sehingga diperkirakan bahwa melalui electronik dan media massa pesan Ahmadiyah menjangkau 37 juta orang.

Kemudian Hudhur bersabda bahwa beliau pun ingin menyebutkan beberapa aspek yang dapat menarik kita kearah refleksi diri. Rahmat dan pertolongan Tuhan Maha Kuasa harus membuat kita sadar bahwa tak ada seorangpun dari kita yang dapat mencabut rahmat Ilahi karena kesalahan kita. Kita bahkan harus sadar akan kelemahan dan kesalahan kita serta harus berusaha menghapusnya, khususnya para pengurus diantara kita dan bahkan lebih khusus mereka para pengurus yang berkhidmat di tingkat nasional.

Amir Jerman menulis dan memohon maaf atas setiap kelemahan di Jemaat mereka [selama Jalsah]. Namun, tulisan permintaan maaf tidaklah cukup kecuali jika sisa tahunitudihabiskan dalam upaya kerasuntuk menghapus kelemahan tersebut. Permohonan maaf tidak berguna tanpa reformasi dan langkah praktis yang diambil dalam masalah ini. Seorang jurnalis wanita yang kemungkinan datang dari Macedonia bertanya kepada Hudhur apakah beliau benar-benar puas dengan penataanJalsah tersebut. Tuhan mengetahui apa tujuan dibalik pertanyaannya itu!Mungkin ia ingin mengidentifikasi beberapa kelemahan. Namun Hudhur menjawabnya bahwa komunitas yang maju harus memperbaiki diri mereka sendiri agar lebih baik dan lebih baik lagi. Kita tidak bisa berasumsi dari beberapapujian bahwa kita telah memperoleh apa yang kita raih. Kelemahan jelas tidak dapat diabaikan, dan memang tidak boleh diabaikan.

Kelemahan pada sound system terjadi dua atau tiga kali selama acara Hudhur. Hudhur mengatakan kepada jurnalis tersebut bahwa ia harus melihat kekurangan pada sound system. Ia tidak merespon hal itu, mungkin karena Hudhur menunjukkan kelemahan beliau sendiri. Memang benar untuk sempurna 100% tidaklah mungkin, namun kita harus terus memperbaiki standar kita. Kelemahan pada sound system semata-mata disebabkan karena kelalaian. Hudhur memberitahu para pekerja sehari sebelum Jalsah bahwa bila ada kelemahan hal itu disebabkan karena kelalaian dan telah meminta mereka jangan mengagap remeh bahkan sepele pekerjaan tersebut. Mungkin pengelolah Jalsah mengira intruksi ini hanya untuk para pekerja dan bukan mereka. Penyidik dalam masalah ini telah mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi disebabkan kecerobohan dan kelalaian dan bisa jadi menyebabkan kecelakaan besar. Aliran listrik yang dibiarkan tanpa pengawasan dan seseorang yang mencabut sound system dan suaranya pun hilang! Ini bukan lah masalah sepele. Pengelolah Jalsah harus menyadari berapa banyak muatan dari sistem tersebut yangdapat diambil dan apakah mereka dapat menyambungkan hal-hal extra atau tidak. Sound systemterhubung ke area yang sama dimana fasilitas pembuat tea berada. Dan sekring terlepas dan hal ini yang menyebabkan suara hilang pada kesempatan tersebut.

Hudhur bersabda beliau berulangkali menarik perhatian kepada kepedulian dan kewaspadaan yang berkaitan dengan masalah keamanan. Kotak sekering dan titik daya adalah bahaya keamanan terbesar. Jalsah UK yang akan datang, mereka pertama-tama harus memperhatikan keamanan sekitarnya 24 jam, pasokan daya ke tenda utama dan fasilitas pembuatan teh harus di area yang lain serta tea harus dibawa untuk para pekerja.

Hudhur bersabda satu tanggapan dari Amir Jerman adalah bahwa mereka akan mengganti perusahaan sound system tahun depan dan ini adalah kelalaian mereka. Hal ini merupakan pendekatan yang belum dewasa. Hasilnya akan sama meskipun perusahaannya diganti namun kecerobohan tetap ditunjukan. Jika ketaatan yang sempurna tidak ditanamkan dalam setiap masalah dan masalah tersebuttidak diletakan pada tempatnyasebagaimana diinstruksikan, hal seperti ini akan terus terjadi dan kesalahan-kesalahan serta kekeliruan yang kecil akan terus muncul kepermukaan.

Suara pun lenyap selama pengambilan bai’at dan alasan pun dibuat mengenai kejadian ini. Hudhur bersabda hal yang baik bahwa beliau mengulangi kata-kata bai’at, seketika itu faks mulai berdatangan dan orang-orang berkata mereka amat gembira Hudhur mengulang pembacaan bai’at kalau tidak mereka akan kehilangan moment tersebut. Ahmadi Pakistan secara khusus berharap untuk mengulangi pembacaan bai’at dalam bahasa Urdu sebab sebagian besar waktu acara Bai’at dilaksanakan dalam bahsa Inggris. Perhatian pun perlu diberikan pada persoalan ini. Hudhur menarik perhatian management Jerman terhadap makanan dan kini terbukti bahwa beberapa paket roti yang disajikan di Jalsah telah kadaluarsa. Hudhur menginstruksikan untuk menginvestigasi dan melaporkan hal ini. Beliau bersabda kesalahan yang muncul kepermukaan ini harus dimasukan dalam catatan merah dan pekerja Jalsah harus ditanyakan apakah ada point selanjutnya yang perlu dicatat dalam buku merah. Point-point ini perludirenungkan dan perbaikan harus dibuat untuk tahun berikutnya. Hanya perubahan praktis yang dapat memperbaikinya kalauCuma sekedar kata-kata tidak akan bermanfaat sema sekali. Jika perhatian dicurahkan maka semuanya bisa tercapai. Satu tahun ini situasi yang serupa muncul di Kanada. Hudhur menarik perhatian mereka kepada hal ini, mereka mengambil langkah-langkah praktis dan kini orang-orang menulis ke Hudhur bahwa pengaturan [di Kanada] tambah semakin baik. Hal ini disebabkan mereka mendengar, mempraktekan dan berusaha penuh mengenai hal ini. Management Jerman pun atas dasar ini harus bekerja lebih baik. Para pekerja dan anggota Jemaat menulis ke Hudhur dengan rasa cemas dan mungkin akan melakukannya lagi. Namun pengurus nasional perlu keluar dari cangkang mereka. Mereka seharusnya tidak menganggap diri mereka pejabat; akan tetapi mereka harus berpikir diri mereka adalah pelayan dan melayani orang lain. Mereka harus menanamkan pandangan ini. Semoga Tuhan memberikan kemampuan mereka untuk dapat melakukannya!

Apapun kesuksesan Jemaat yang dikumpulkan harus dikaitkan dengan rahmat Tuhan dan kita harus berusaha dan meningkatkan dalam hal kerendahan hati, kelemah lembutan dan rasa syukur. Semoga hal ini ditanamkan di semua pengurus sehingga kita dapat menyerap berkat Ilahi yang amat besar!