Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahulloohu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

Tanggal 18 Juli  2008

dari Baitul Futuh London, U.K.

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فأعوذ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ (٧)

Seperti biasa didalam khutbah Jum’ah seminggu sebelum dimulai Jalsah Salanah saya ingin mengingatkan para petugas relawan Jalsah Salanah mengenai pelayanan terhadap para tetamu yang datang untuk menghadiri Jalsah. Pelayanan para tetamu ini selain ditanggung seluruhnya oleh Jem’at, ada juga para anggauta Jema’ah yang melayani para tetamu mereka sendiri dari antara famili, kaum kerabat atau kawan-kawan yang datang untuk menghadiri Jalsah Salanah. Mengkhidmati tetamu merupakan akhlaq yang terhormat yang telah disinggung didalam Kitab Suci Al Qur’an dan juga merupakan pengkhidmatan khas para Anbiya dan para pengikut beliau. Pengkhidmatan terhadap tetamu adalh sebuah sarana untuk meningkatkan kecintaan satu sama lain dan mengakrabkan hubungan dengan kerabat dan handai taulan, sehingga kesempatan untuk bertabligh-pun akan lebih terbuka.

Sunnah Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. mengenai pengkhidmatan terhadap tetamu selalu ternampak dihadapan kita. Dan didalam kehidupan Asyiq Shadiq Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga ternampak secara khas kepada kita bagaimana beliau mengkhidamati para tetamu beliau. Allah s.w.t. juga telah memberi tahu kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa banyak sekali para tetamu akan datang secara berbondong-bondong. Oleh sebab itu ilham berikut ini juga telah turun kepada beliau : وَ لاَ تُسَاعِرْ خَدَّكَ وَلاَ تَئْثَمْ مِنَ النَّاسِ    janganlah engkau menunjukkan akhlaq buruk kepada para tetamu yang akan berdatangan kepada engkau dan jangan merasa lelah menghadapi jumlah tetamu yang banyak itu. Hal itu menunjukkan bahwa Hazrat Masih mau’ud a.s. akan mengkhidmati banyak sekali tetamu. Dan itulah keistimewaan para Anbiya. Akan tetapi didalam hal itu semua mengandungi nasihat juga bagi kita semua dan juga merupakan sebuah nubuwatan bahwa Langgar Khana Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu kedudukan Pusat dimana Khalifa-e-waqt berada atas nama Hazrat Masih Mau’ud a.s. sejumlah manusia akan berkumpul, disana kewajiban mengkhidmati tetamu harus dipenuhi. Disana akhlaq yang istimewa dalam melakukan pengkhidmatan terhadap para tetamu tidak boleh diabaikan oleh orang-orang yang diberi tugas untuk melayani mereka.

Nubuwatan ini mengisyarahkan kepada jumlah anggauta Jema’at juga yang akan semakin bertambah banyak, dan bukan hanya jumlah bilangan saja yang akan bertambah melainkan keikhlasan dan kesetiaan para  anggauta Jema’at-pun akan semakin bertambah meningkat. Bahwa jumlah orang-orang mukhlis di Pusat akan terus meningkat sepanjang masa. Orang-orang akan terus berdatangan kepusat Jema’at. Dan bukan hanya jumlah orang-orang yang beriman saja yang akan datang bahkan jumlah orang-orang lain yang akan datang mencari kebenaran juga akan terus meningkat. Dan pengkhidmatan terhadap merekapun akan terus meningkat. Itulah sebabnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memulakan didirikannya Langgar Khanah. Hal itu juga telah beliau tetapkan sebagai salah satu pekerjaan yang sangat penting. Dengan karunia Allah s.w.t sekarang Langgar Khana Hazrat Masih Mau’ud a.s. sudah berdiri disetiap penjuru dunia. Dimanapun pusat-pusat Jema’at Ahmadiyah sudah berdiri, dengan karunia Allah swt, disana perhatian orang-orang yang datang untuk menyelidiki jumlahnya semakin meningkat sekali. Dan apabila waktu untuk mengadakan Jalsah Salanah sudah tiba kita dapat menyaksikan pemandangan yang sangat elok dan sangat menarik bagaimana semangatnya para petugas mengkhidmati para tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sebab mengkhidmati para tetamu adalah tanggung jawab yang sudah diserahkan kepada kita dan untuk melaksanakannya secara umum sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang Ahmadi dan khasnya bagi para petugas dan Khalifa-e-waqt.

Saya kira hal itu merupakan warning  bagi kita yakni jika kita tidak memperlihatkan akhlaq yang tinggi diwaktu melaksanakan pengkhidmatan para tetamu, tentu kalian akan terlepas dari ni’mat Allah s.w.t. Dan jika akhlaq ini kalian tegakkan tentu akhlaq itu akan menjadi sarana bagi kalian untuk meraih karunia dan keridhaan Allah s.w.t.

Jadi, semua para pegawai dan semua para petugas relawan serta mereka yang mengatur sangat beruntung kerana mereka telah menyerahkan jiwa-raga mereka untuk mengkhidmati para tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan mereka tengah menerima kesempatan yang sangat baik untuk meraih keridhaan Allah swt. Dengan karunia Allah s.w.t sejumlah kaum lelaki dan juga kaum perempuan yang sudah berumur lanjut, para pemuda dan para pemudi bahkan anak-anak juga dengan penuh semangat menyerahkan diri untuk mengkhidmati para tetamu dan untuk menjalankan berbagai macam tugas lainnya didalam Jalsah Salanah. Dan sudah berulang-kali saya katakan bahwa Jalsah Salanah dilaksanakan disetiap negara dimana Jema’at Ahmadiyah sudah berdiri dan sering kali saya sudah ikut menghadirinya. Maka orang-orang Ahmadi disetiap Negara atau setiap Bangsa selalunya menyerahkan diri untuk menjalankan tugas-tugas didalam Jalsah Salanah. Dan mereka dengan ikhlas dan relahati meyerahkan diri mereka untuk itu. Saya sudah mengemukakan contoh tentang orang-orang Afrika bagaimana ikhlas dan gembiranya mereka menjalankan tugas. Selain itu Jema’at di Amerika dan Canada juga telah melangsungkan Jalsah Salanah, disana juga orang-orang dari berbagai peringkat umur dan kedudukan dengan giat dan semangat menyerahkan jiwa-raga mereka untuk melakukan pengkhidmatan didalam Jalsah salanah. Dan mereka menjalankan tugas dengan hati senang dan gembira.

Akan tetapi pentingnya Jalsah Salanah UK mempunyai motif tersendiri. Dengan karunia Allah swt persiapan-persiapan disini debanding dengan negara-negara lain jauh lebih besar dan lebih banyak ragamnya, disebabkan tempat kedudukan Khilafat ada disini. Dan perhatian manusia terhadap Jalsah disini lebih banyak dibanding dengan perhatian terhadap Jalsah dinegara-negara lain, baik dari pihak anggauta Jema’at sendiri maupun dari pihak orang-orang non Ahmadi juga. Oleh sebab itu orang-orang yang menjalankan berbagai macam tugas mereka melaksanakannya lebih cermat dan dengan hati senang dan gembira. Dan jelaslah, sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa dimanapun Jalsah diadakan tanpa disadari sifatnya sudah seperti keadaan Jalsah di-Pusat. Dan pikiran dan perhatian saya juga banyak terpusat kepadanya. Harapan dan kedambaan orang-orang juga banyak tercurah kepadanya, khasnya orang-orang yang datang dari negeri lain sebagai tetamu.

Secara sepintas lalu saya ingin katakan disini bahwa disebabkan Jalsah Khilafat, khuddam London dan para petugas lainnya yang menjalankan tugas security atau yang menjalankan tugas secara tetap di Langgar Khanah atau dalam suatu seksi jamuan lainnya yang telah mewaqafkan diri mereka untuk itu, karena disini diadakan bermacam ragam jamuan lebih kerap dan lebih banyak dibandingkan dengan keadaan dinegeri-negeri lain, orang-orang disini lebih banyak dan tetap menjalankan tugas-tugas mereka dengan semangat pengurbanan yang tinggi. Dan sejak 24 tahun yang lalu mereka melaksanakan tanggung jawab mereka dengan sangat baik dan rapih. Memang kalau di Qadian dan Rabwah ada para petugas tetap untuk itu. Akan tetapi sebagian besar tugas Langgar Khana di sini dan berbagai macam pekerjaan di Masjid Fadzal London dilakukan secara suka-rela oleh Anggauta Ansar dan Khuddam. Semoga Allah sw.t memberi ganjaran yang sangat baik kepada mereka atas pekerjaan-pekerjaan yang mereka lakukan itu. Sekalipun tinggal di negeri ini, negeri yang segala bahan keperluannya sangat mahal, namun dengan ikhlas mereka mengurbankan harta dan waktu mereka. Semua pegawai dan para petugas itu melakukan semua pengkhidmatan dengan semangat dedikasi kerana mereka mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Jema’at dan mempunyai kesetiaan penuh dan kuat terhadap Khilafat. Semoga Allah s.w.t. dimasa depan-pun selalu memberi taufiq kepada mereka untuk melakukan pengkhidmatan seperti itu.

Jalsah Jema’at Ahmadiyah dan semua Nizam yang berkaitan dengan Langgar Khanah memberi kesan sangat baik terhadap orang-orang ghair Ahmadi yang menyaksikan. Sejak dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga orang-orang non Ahmadi yang datang ke Qadian sangat terkesan menyaksikan pengkhidmatan terhadap para tetamu khasnya yang dilakukan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. sendiri. Sekarang juga Langgar Khana yang telah didirikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini sangat mengesankan orang-orang luar yang menyaksikannya. Begitu juga ketika saya mengadakan lawatan ke Afrika, dimana telah diadakan Jalsah Salanah, berkanaan dengan Sadsalah Jubilee Khilafat Ahmadiyah, orang-orang ghair Ahmadi yang datang pada waktu itu merasa sangat terkesan dan hairan melihat pemberian makanan kepada tetamu yang begitu banyak jumlahnya sehingga banyak orang menganggap bahwa keadaan demikian sebagai bukti sebuah Jema’at Allah swt, mereka berkata : Dimanapun kami tidak pernah melihat pengkhidmatan terhadap tetamu seperti ini. Semua kejadian itu merupakan buah dari pada tarbiyyat Ghulam Shadiq Hazrat Muhammad s.a.w. yakni Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s.yang telah menunjukkan jalan ini sesuai dengan teladan Hazrat Muhammad s.a.w. Dengan melihat cara pengkhidmatan dan kemurahan Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. terhadap sejumlah para tetamu banyak orang-orang kafir yang sangat terkesan dan mendapat jalan untuk mengenal kebenaran kemudian mereka masuk Agama Islam. Jadi pengkhidmatan terhadap tetamu adalah sebuah akhlaq terpuji yang menjadi sarana untuk membawa manusia menjadi dekat satu sama lain baik dari segi agama maupun dunia. Pada zaman sekarang ini untuk mengadakan pembaharuan dibidang Agama dan untuk mengajak manusia mengenal kepada penciptanya dan untuk membawa mereka dekat dengan Allah s.w.t. dan untuk menegakkan akhlaq yang tinggi, Allah swt telah mengutus Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. dan Allah swt juga telah berjanji kepada beliau : Aku akan sampaikan tabligh engkau kesegenap penjuru dunia. Yakni semua pekerjaan yang telah diserahkan kepada Hazrat Masih Muhammadi a.s. sekalipun secara zahirnya sedang disempurnakan melalui perjuangan beliau dan melalui Nizam Khilafat setelah beliau a.s. akan tetapi kekuatan untuk menggerakkan hati manusia untuk menerima kebenaran tidak dapat dikuasai oleh siapapun kecuali oleh Allah s.w.t. Oleh sebab itu pekerjaan tabligh ini sesungguhnya dilakukan oleh Allah s.w.t. sendiri. Dan Dia terus-menerus melakukan tabligh-Nya. Dan berkat pertolongan Allah s.w.t. yang sangat luar biasa ini sesuai dengan firman-Nya, kepada hati siapa Dia menggerakkan, dianya akan datang untuk menerima kebenaran.

Kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. turun sebuah ilham :

يَأْتُوْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍِّ عَمِيْقْ

Artinya : Orang-orang akan berdatangan kepada engkau dari tempat-tempat yang sangat jauh.

Jadi apabila Allah mengirimkan orang-orang kepada engkau untuk menerima kebenaran Agama, untuk belajar Agama, dan untuk mengadakan penyelidikan tentang Agama, janganlah engkau gentar atau takut !! Melainkan terimalah mereka dan khidmatilah mereka sebagai tetamu sambil menunjukkan akhlaq dan perangai yang tinggi. Itulah pentingnya para tetamu yang datang kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan pentingnya bagi beliau untuk mengkhidmati mereka. Dan sempurnalah maksud dan tujuan beliau menyelenggarakan Jalsah Salanah. Orang-orang berkumpul supaya iman dan keruhanian mereka semangkin meningkat.

Jadi, para tetamu yang datang untuk Jalsah, mengkhidmati mereka dalam segi apapun menjadi tanggung jawab setiap petugas untuk mengkhidmatinya. Dan setiap petugas dan pegawai Jalsah telah menyerahkan dirinya untuk itu dan telah ditentukan tugas-tugas mereka masing-masing diberbagai seksi. Tetamu itu datang sebagai tetamu Hzrat Masih Mau’ud a.s. Allah swt telah memberi perintah kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. agar jangan merasa takut dan gelisah menghadapi para tetamu itu dan jangan pula menunjukkan akhlaq yang buruk dihadapan mereka.

Kita merasa hairan dan kagum mengetahui betapa baiknya pengkhidmatan Hazrat Rasulullah s.a.w.terhadap para tetamu beliau. Tengoklah bagaimana suri teladan telah diperlihatkan dengan sangat baik oleh Hazrat Rasulullah sa.w., ketika sebuah tempat tidur atau tilam yang telah dikotori oleh tetamu, maka beliau sendiri yang telah membersihkannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun terhadap perbuatan buruk tetamu beliau itu.

Pada suatu hari tetamu datang sebagai delegasi dari Kerajaan Najasyi, beliau sendiri yang melayani dan mengkhidmatinya. Seorang sahabat beliau memohon untuk menggantikan beliau melayani dan mengkhidmati tetamu itu, supaya beliau jangan menyusahkan diri, namun pada waktu itu beliau bersabda : Orang-orang ini telah mengkhidmati dan melayani orang-orang Islam dengan sangat hormat ketika datang kenegeri mereka, sekarang telah menjadi kewajiban saya sendiri untuk melayani dan mengkhidmati mereka ini. Kemudian tetamu datang kepada beliau dan beliau memberinya minum susu seekor kambing. Lalu dia minta lagi dan Hazrat Rasulullah s.a.w. pun memberinya lagi. Lalu minta tambah lagi dan Rasululklah s.a.w.-pun dengan senang hati memberinya terus sehingga tetamu itu merasa kenyang setelah meminum susu tujuh ekor kambing. Melihat keadaan demikian beliau sama-sekali tidak berkata : Apa yang kamu lakukan ini atau macam apa perut kamu ini ??

Hazrat Rasulullah s.a.w. memberi Tarbiyyat kepada para sahabat beliau tentang pelayanan atau pengkhidmatan terhadap tetamu itu demikian baik dan sangat mengesankan sehingga pada suatu hari terjadi datang seorang tetamu kerumah seorang sahabah yang mempunyai makanan hanya cukup untuk seorang anaknya sendiri yang sedang merasa lapar. Demi melayani tetamu itu sang anak dibujuk dan ditidurkan, kemudian lampu-pun pada malam itu dipadamkan. Mulailah tetamu itu disuruh makan ditemani oleh tuan rumah. Tetamu itu mulai menyantap makanan yang telah tersedia dipinggannya, sedangkan tuan rumah menemani sambil mengunyah dengan suara keras padahal didalam mulutnya tidak ada apa-apa yang sedang dimakan. Hal itu beliau lakukan hanya untuk memberi kesan kepada tetamu itu seakan-akan tuan rumahpun sedang menemaninya makan bersama-sama. Peristiwa melayani tamu itu sangat disenangi oleh Allah swt sehingga melihat demikian Tuhan-pun tersenyum diatas Arasy. Kemudian Tuhan-pun dengan gembira memberitahukan peristiwa pengurbanan dan perlakuan seorang khadim-Nya itu dengan ilham kepada Rasulullah s.a.w..

Contoh lainnya lagi pengkhidmatan para sahabah terhadap para tetamu, bukan hanya satu dua hari melayani dan mengkhidmati tetamu tiu melainkan untuk beberapa lama. Yaitu ketika para Muhajirin Mekkah hijrah ke Madinah, maka orang-orang Ansar di Madinah sambil menyambut kedatangan mereka, menyerahkan sebagian atau separuh dari harta mereka kepada para Muhajirin Mekkah itu. Sehingga pemandangan itu sangat menyenangkan Allah swt dan menurunkan ayat ini dengan firman-Nya :

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ

mereka mengutamakan kepentingan para Muhajirin daripada kepentingan diri mereka sendiri. Dan pengurbanan mereka itu bukan karena keadaan mereka sudah serba cukup atau mereka itu orang-orang kaya sehingga mereka menyerahkan sebahagian dari harta mereka. Keadaan mereka sangat susah dan miskin namun dengan ikhlas mereka telah memberikan pengurbanan itu kepada saudara-saudara ruhani mereka.. Pemandangan ayat :

 ruhamaa-u bainahum (mereka saling mencintai dengan akhlaq lemah-lembut) رُحَمَاء  بَيْنَهُمْ

nampak setiap waktu kepada kita. Mereka sangat senang dan gembira menolong dan mengkhidmati para muhajirin seperti terhadap saudara-saudara mereka sendiri.

Maka sebagaimana telah saya katakan, para tetamu datang untuk menghadiri Jalsah khususnya di UK ini semata-mata karena kecintaan mereka terhadap Khilafat dan untuk belajar mencari pengetahuan agama. Oleh sebab itu pengkhidmatan terhadap mereka merupakan kewajiban kita semua. Melayani mereka dengan ceriah dan lemah-lembut adalah kewajiban kita semua. Banyak dari antara mereka datang dari Pakistan baru pertama kali dan banyak yang datang dari Afrika dan berbagai negara lainnya juga. Melayani mereka sambil menunjukkan akhlaq yang setinggi-tingginya dan mempperhatikan setiap keperluan mereka menjadi kewajiban kita semua. Baik mereka orang miskin, orang kaya semua harus kita layani dan khidmati sebagai tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. Tahun ini bersamaan dengan genapnya seabad Khilafat Ahmadiyah diharapkan akan banyak sekali tetamu datang. Oleh sebab itu persiapan-persiapan-pun sedang diusahakan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Para pegawai dan petugas harus berusaha untuk memperoleh kesuksesan yang sebaik-baiknya. Berapapun persiapan yang harus dilakukan jika para petugas dan pegawai tidak bekerja dengan baik dan cermat tentu semua persiapan akan terbengkalai.

Dengan perasaan senang dan gembira serta semangat yang tinggi para tetamu itu datang, demikianlah juga para pegawai dan petugas lelaki maupun perempuan harus menyambut mereka dengan perasaan senang dan gembira pula. Dan setiap waktu harus senantiasa siap untuk mengkhidmati dan melayani mereka. Jadi bersamaan dengan genapnya seabad Khilafat Masih Muhammadi para pegawai dan petugas relawan juga harus menimbulkan semangat dan azam didalm diri mereka lebih dari sebelumnya. Dan mereka harus menunjukkan teladan seperti yang telah ditunjukkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap para tetamu beliau yang telah beliau tegakkan sebagai teladan bagi kita untuk zaman ini. Hal itu juga merupakan sebuah lembaran yang sangat indah didalam sirat (riwayat hidup)Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan dari segi inilah saya ingin mengemukakan beberapa contoh peristiwa dari sirat Hazrat Masih Mau’ud a.s.

Berekenaan dengan pengkhidmatan demi para tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memberi nasihat sebagai berikut : “ Muhtamim Langgar Khana harus diberi penegasan bahwa “ setiap tetamu yang memerlukan apapun harus diperhatikan betul, akan tetapi oleh karena dia bekerja hanya seorang diri sedangkan pekerjaannya banyak, mungkin saja dianya tidak sempat  memikirkan hal itu. Oleh sebab itu orang lain harus selalu mengingatkannya.”

Dengan karunia Allah swt sekarang pekerjaan sudah cukup banyak dan kompleks dan telah tersedia para pegawai sementara dan petugas permanent juga sudah cukup banyak, dengan demikian tidak patut terjadi kelemahan disalah satu seksi apapun.

Selanjutnya beliau a.s. bersabda : “ Karena melihat pakaian seseorang tetamu sudah kotor tidak boleh mengurangi hormat dan adab kepadanya. Bagaimanapun keadaannya posisi tetamu adalah sama. Dan jika ada orang-orang baru yang datang kesini dan memerlukan sesuatu harus diperhatikan betul-betul keperluan mereka itu, kerena merupakan kewajiban kita untuk memenuhinya. Diantara mereka banyak yang belum tahu dimana letaknya tandas (toilet), mereka harus diberitahu supaya pada waktu diperlukan jangan sampai mereka merasa susah. Oleh sebab itu sangat penting sekali untuk memperhatikan setiap keperluan para tetamu itu. Saya sering mengalami sakit, nasihat ini merupakan bagian akhir dari kehidupan saya. Oleh karena itu orang yang telah ditunjuk untuk menangani hal itu, menjadi kewajibannya untuk menjaga jangan smpai timbul sebarang complain atau keluhan dari sesiapapun. Sebab banyak sekali orang-orang yang dengan hati ikhlas datang dari jarak ribuan mil jauhnya untuk menimba ilmu dan mencari kebenaran, jika sudah sampai disini mereka merasa susah mungkin mereka akan merasa kesal sehingga menimbulkan complain atau keluhan-keluhan, yang akibatnya akan menimbulkan cobaan dan akhirnya menjadi dosa diatas tuan rumah.”

Maka sebagaimana telah saya katakan bahwa orang-orang akan berdatangan dari berbagai macam bangasa dan dalam jumlah yang sangat banyak dan banyak sekali yang baru pertama kali datang. Dan akan banyak sekali tetamu yang datang dari Afrika dan dari negara-negara lainnya yang bukan orang Ahmadi. Melayani dan menjaga perasaan mereka serta memperhatikan semua keperluan mereka itu merupakan kewajiban setiap pegawai dan setiap petugas relawan Jalsah Salanah. Ditahun-tahun yang sudah lepas dengan karunia Allah s.w.t. banyak sekali orang-orang luar yang sangat terkesan melihat semua praktik pelayanan dan pengurusan semua bidang dengan rapih, yang sudah biasa dilakukan oleh para petugas. Siapapun orang ghair yang datang melihatnya sangat terkesan.

Pada Jalsah sekarang ini sangat menarik pikiran sekali sebab jumlah yang hadir mungkin akan banyak sekali. Akan tetapi jumlah tetamu yang banyak ini jangan membuat sebarang pelayanan atau pengkhidmatan terhadap mereka menjadi terbengkalai.

Pada suatu ketika telah diceritakan bagaimana pelayanan Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap tetamu, beliau bersabda : “ Saya selalu memikirkan agar jangan ada seorang tetamupun yang merasakan sebarang kesusahan. Bahkan saya selalu menegaskan kepada para petugas relawan Jalsh supaya sedapat mungkin diusahakan agar para tetamu merasa selesa dan senang hati. Perasaan hati tetamu sangat rapuh seperti rapuhnya sebuah cermin. Sedikit saja cermin itu terkena sentuhan ianya akan menjadi pecah. Biasanya saya selalu mempersiapkan diri untuk makan makanan bersama-sama dengan para tetamu. Akan tetapi setelah saya mengalami sakit agak berat dan terpaksa harus memakan makanan sesuai dengan pantangan-pantangan, saya tidak bisa makan bersama-sama mereka lagi. Kadangkala makan bersama-sama tetamu demikian ramainya sehingga tempat-pun tidak cukup. Oleh sebab itu terpaksa saya makan terpisah. Dari pihak kami diperbolehkan siapapun yang akan mengemukakan sebarang kesusahannya atau keluhannya supaya diajukan kepada bagian yang mengatur persiapan. Kadangkala ada orang sakit, untuknya harus disediakan makanan tersendiri. Sekarang dengan karunia Allah swt sekalipun makanan tidak disiapkan untuk setiap macam bangsa namun makanan dipersiapkan beberapa macam, dan menjadi kewajiban para petugaslah untuk menyediakan makanan bagi mereka sesuai dengan selera mereka.

Hazrat Maulvi Hassan Ali Sahib r.a. menceritakan keadaan beliau sebelum bai’at masuk Ahmadiyah. Pertama kali beliau pergi ke Qadian pada 1887. Beliau mengatakan : “Saya merasa sangat ta’ajub (hairan)  melihat pelayanan Hazrat Sahib terhadap tetamu. Saya ingin menulis kejadian kecil saja sehingga nanti orang-orang boleh mengukur bagaimana beliau melayani tetamu. Saya mempunyai kebiasaan makan paan (daun sirih). Daun sirih itu bisa dibeli dikota Amritsar juga. Akan tetapi di Batala tidak ada orang yang menjual daun sirih itu. Terpaksa saya melanjutkan perjalanan sambil memakan elaici (kapolaga)sebagai pengganti makan sirih. Salah seorang teman dari kota Amritsar tanpa diketahui saya telah menceritakan kebiasaan buruk saya itu kepada Hazrat Sahib. Sehingga dengan diam-diam Hazrat Mirza Sahib telah mengirim seorang dari Gurdaspur ke Amritsar untuk membeli daun sirih itu. Pada hari kedua ketika selesai makan pukul sebelas siang saya lihat daun sirih sudah tersedia diatas meja. Daun sirih itu telah dibeli untuk saya dari tempat yang jauhnya 16 Kos atau 32 Miles. Kota Amritsar jauhnya dari sana 16 Kos atau 32 Miles, dari sana Hazrat Sahib telah memesan daun sirih untuk saya. Pada tahun 1894 sayapun bai’at, sebab pada lawatan pertama kali ke Qadian tahun 1884 pembai’atan belum dimulai.

Sebuah riwayat telah ditulis oleh Hazrat Mirza Basyir Ahmad r.a. dari Hazrat Abdullah Sanauri. Katanya Hazrat Masih Mau’ud a.s. sedang berbaring di ruangan Baitul Fikir yang merupakan bagian dari rumah Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan saya sedang memijit-mijit kaki beliau. Tiba-tiba seseorang, barangkali Lala Syarampat atau Malawamal telah mengetuk jendela bilik Baitul Fikir itu. Saya bangun hendak membuka jendela itu, akan tetapi dengan cepatnya Hazrat Sahib bangun dan segera menuju jendela dan membuka rantai penutupnya. Kemudian beliau kembali dan duduk ditempat semula dan bersabda : “ Anda tetamu saya dan Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa tetamu harus dihormati”. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana sifat merendah diri Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang tidak ada bandingannya itu. Beliau telah menunjukkan kepada saya sebuah contoh yang luhur dalam menghormati tetamu. Nampaknya memang sebuah perkara kecil, akan tetapi seorang majikan telah menghormati anak buahnya hanya semata-mata untuk mengamalkan sabda dan contoh-teladan Hazrat Rasulullah s.a.w. Perbuatan demikian hanya dapat dilakukan oleh seorang Asyiq Sejati, yang betul-betul mencintai Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. Sekarang para penentang atau musuh-musuh Jema’at Ahmadiyah menuduh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. menganggap diri beliau lebih mulia dari Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. na’uzubillahi min Zalik!!   Asyiq sejati seperti itulah yang ingin diciptakan oleh Hzrat Masih Mau’ud a.s. didalam Jema’at beliau.

Pada suatu ketika seorang Sah Autar dari Begowal, daerah Kapoor Thala mau datang untuk mengobati adiknya kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Setelah berita tentang itu sampai kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. beliau segera menyediakan tempat yang sangat khas untuk tinggal tetamu itu. Beliau dengan rasa cinta dan sangat lemah lembut memeriksa dan dengan sangat teliti sekali menanyakan penyakit apa yang sedang dialami oleh tetamu itu. Dan beliau dengan sangat khas menegaskan kepada Hazrat Maulvi Noorud Din (Khalifatul masih Awwal r.a.) bahwa Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. sangat menghargai dan menghormati tetamu yang datang dari Najasyi, karena suatu ketika Raja Najasyi pernah berlaku sangat baik dan hormat kepada orang-orang Islam. Demikianlah Hazrat Masih Mau’ud a.s-pun menunjukkan akhlaq dan sopan santun yang sangat baik sesuai dengan teladan yang ditunjukkan oleh Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w.

Hazrat Mir Hamid Ali Shah Sahib r.a. Sialkoti telah menulis sebuah riwayat beliau sendiri, katanya telah terjadi pada masa permulaan Jema’at setelah saya tinggal lama di Qadian bersama Hazrat Sahib saya meminta izin kepada beliau untuk pulang kekampung. Huzur tengah duduk didalam dan berkata : Tunggulah sebentar saya akan keluar. Mendengar perkataan beliau sayapun berdiri diluar. Mendengar Huzur mau keluar, orang-orang yang ada disekitar rumahpun tiba-tiba berkumpul seperti laron siap untuk mangerumuni beliau, sehingga Hazrat Maulana Nuruddin juga datang. Orang-orang Jemaat sudah berkumpul. Ketika kami sedang menunggu kedatangan beliau keluar, apa yang kita lihat ? Tangan kanan beliau memegang sebuah Jug penuh berisi susu dan di tangan sebelah lagi beliau pegang gelas. Bersama beliau Mian Basyiruddin Mahmud Ahmad, yang kemudian menjadi Khalifah Sani, juga keluar. Begitu sampai diluar beliau bertanya : “Dimana Syah Sahib ?” Saya sedang berdiri didepan dan orang-orang lainpun ada disana. Lalu saya berkata : “Huzur saya ada disini.” Huzur berkata kepada saya : Duduklah !! Mendengar perintah beliau, saya langsung duduk. Kemudian Huzur menuangkan susu kedalam gelas dan memberikannya kepada saya. Sayapun minum susu itu. Sudah habis saya minum, beliau memberi satu gelas lagi dan berkata minumlah lagi ! Lalu saya minum sampai habis. Lalu beliau memberi satu gelas lagi yang ketiga kalinya dan saya berkata : Huzur perut saya sudah penuh. Beliau berkata : Minum lagi !! Lalu sayapun minum lagi sampai habis dan terasa sangat kenyang. Tiba-tiba beliau mengeluarkan biskit satu bungkus dari dalam saku beliau sambil berkata : Bawalah ini untuk dimakan dijalan, supaya jangan merasa lapar. Akhirnya beliau berkata kepada saya mari kita pergi, sayapun pergi mengantar, kata beliau. Saya berkata kepada beliau, Huzur tidak usah menyusahkan, biarlah saya pergi sendiri sampai ketempat delman (kereta kuda). Akan tetapi Huzur berkata : “Tidak apa-apa kita berjalan bersama-sama.” Beliau mengantar bersama beberapa orang sahabat lainnya sambil berbincang-bincang mengenai agama sepanjang jalan. Sesudah mendapat kendaraan sayapun pergi dan beliau bersama para sahabat lainnya kemabali kerumah beliau.

Riwayat dari Munsyi Abdullah Sahib meriwayatkan sebagai berikut : Pada suatu hari setelah pergi berjalan-jalan bersama Hazrat Sahib, beliau berkata kepada saya: Anda tetamu saya, perlu apapun beritahulah kepada saya tanpa malu-malu. Sebab saya selalu berada didalam rumah tidak tahu barang-barang apa saja yang diperlukan oleh tetamu. Sekarang disebabkan banyaknya tamu yang datang, pelayan-pelayan juga mungkin tidak mampu melayani semua dengan baik. Jika anda tidak sempat atau tidak suka menyampaikan keperluan anda secara lisan, tulislah diatas kertas lalu berikan kepada saya, sebab mengkhidmati tetamu merupakan kewajiban saya.

            Hazrat Mufti Muhammad Sadiq r.a. menulis : “ Saya ingat sekali kira-kira pada tahun 1897 atau tahun  1898 pada suatu hari saya baru datang dari Lahore ke Qadian. Hazrat Masih Mau’ud a.s. menyuruh saya duduk dimesjid Mubarak yang pada waktu itu Masjid Mubarak sangat kecil. Beliau berkata kepada saya : “Duduklah dahulu disni saya sebentar lagi kembali membawa makanan untuk anda kesini.” Beliaupun pergi kedalam rumah, saya pikir beliau akan mengirim seorang pembantu beliau untuk membawa makanan untuk saya. Beberapa menit kemudian pintu terbuka, apa yang saya lihat ? Beliau membawa sendiri makanan itu untuk saya diatas sebuah talam (tray). Sambil menyerahkan makanan itu beliau berkata : Makanlah anda, saya mau mengambil air minum untuk anda. Saya sangat terharu, tak kuasa menahan air mata. Jika seorang majikan, seorang Imam Yang Mulia mengkhidmati anak buahnya begitu baik dan ramah-tamah, bagaimana kita yang mengaku diri kita sebagai murid-muridnya harus saling mengkhidmati sesama teman yang lain ??

Munsyi Zafar Ahmad Kotly r.a. meriwayatkan : Pada waktu Jalsah Salanh banyak sekali orang-orang datang kepada beliau. Banyak diantara mereka tidak mempunyai pakaian hangat. Tidak mempunyai selimut atau tilam untuk tidur. Seorang bernama Nabi Bakhsy dari Batala, mulai meminta bebarapa buah tilam dari dalam rumah beliau lalu dibagikan kepada para tetamu. Setelah sembahyang Isya saya datang menjumpai Hazrat Sahib. Saya nampak beliau sedang duduk dan karena kedinginan melipatkan kedua belah tangan diatas dada beliau dan bersama beliau Mian Mahmud Ahmad putra beliau sedang berbaring diatas lantai diselimuti oleh overcoat beliau. Diketahui bahwa tilam beliaupun telah diambil oleh Nabi Bakhsy dan diberikan kepada tetamu. Saya berkata kepada beliau : Huzur ! Tidak ada selimut dan tilam untuk Huzur, hawa sangat dingin sekali. Beliau bersabda : Para tetamu tidak boleh mengalami kesusahan, jangan memikirkan diri sendiri, malampun akan berlalu begitu saja !! Saya cepat turun dan menjumpai Nabi Bakhsy dan dengan rasa marah saya berkata kepadanya : Mengapa engkau telah mengambil selimut dan tilam Hazrat Sahib ? Dia dengan merasa malu berkata : Barang yang sudah saya berikan kepada tetamu bagaimana harus saya ambil lagi ?? Lalu saya meminta selimut dan tilam dari Mufti Fazlur Rahman lalu diberikan kepada Hazrat Sahib. Namun beliau tidak mengambilnya dan bersabda kepada saya : Berikanlah tilam dan selimut ini kepada tetamu lain, saya jarang merasa ngantuk !!

            Hazrat Maufti Sahib r.a. menulis, bahwa Hazrat Masih Mau’ud a.s. sangat mementingkan dan mengambil berat terhadap pengkhidmatan para tetamu. Jika tetamu datang tidak begitu banyak beliau sendiri yang mempersiapkan makanan dan tempat tinggal para tetamu itu. Apabila tetamu mulai bertambah banyak, beliau menyuruh khuddam, Mian Hafiz Ali, Nizamuddin Sahib dan lain-lain untuk melayani mereka sambil menasihati mereka : “Ingatlah jangan membiarkan tetamu dalam keadaan susuah, setiap keperluan mereka harus diperhatikan, tempat tinggal mereka juga harus diperhatikan. Diantara tetamu itu banyak yang kalian kenal dan banyak juga yang tidak kalian kenal. Kalian wajib memperlakukan mereka seperti kalian sudah mengenal mereka semuanya. Musim sangat dingin, sediakan bagi mereka minuman teh panas, jangan sampai ada yang merasa kesusahan. Saya percayakan semua ini kepada kalian untuk memberi keselesaan dan kemudahan terhadap para tetamu. Khidmatilah mereka semuanya, jika ada yang merasa sangat kedinginan diruangan mereka, sediakanlah bara api untuk memanaskan ruangan mereka.

            Sekarang saya ingin memperdengarkan kesan-kesan orang ghair Ahmadi tentang pengkhidmatan beliau terhadap tetamu yang datang pada tahun 1905. Setelah mengunjungi Qadian tetamu itu menceritakan kesan-kesannya itu kepada wartawan surat Khabar “Wakil” di kota Amritsar. Katanya : Apa yang saya lihat ? Saya melihat Qadian. Saya berjumpa dengan Mirza Sahib dan menjadi tamu beliau. Saya harus mengucap banyak terima kasih tehadap akhlaq dan perhatian Mirza Sahib. Disebabkan udara panas bibir dan mulut saya pecah-pecah dan saya tidak bisa makan gulai dan makanan lain

yang dihidangkan. Melihat keadaan saya demikian Mirza Sahib cepat-cepat keluar dari rumah entah kemana, tidak lama kemudian beliau kembali ke bilik tetamu sambil membawa susu dan roti untuk saya. Sekarang Mirza Sahib tinggal disebuah kebun yang sangat luas milik beliau sendiri yang letaknya dipinggiran desa Qadian. Para tokoh agama juga tinggal disana. Penduduk Qadian kira-kira 3000 jiwa. Akan tetapi setiap waktu nampak sangat ramai. Disana jalan-jalan tidak diaspal dan tidak rata. Khasnya jalan dari Batala menuju Qadian. Ketika saya datang kesana dengan dokar (kereta kuda) saya merasa susah dan sangat tersiksa sekali, sebab keadaan jalannya yang sangat buruk. Jika didalam hati saya tidak terbit keinginan keras untuk berjumpa dengan Mirza Sahib jangankan 8 mile 8 langkahpun saya tidak akan sanggup untuk pergi. Pengkhidmatan terhadap tetamu merupakan akhlaq khas beliau. Tetamu besar-kecil dilayani dan dikhidmati secara khas.

Saya sudah menguraikan beberapa kisah dan riwayat tentang pengkhidmatan Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap para tetamu beliau, supaya para pegawai dan petugas relawan Jalsah Salanah disini dengan penuh semangat siap untuk melayani dan mengkhidmati para tetamu dan mudah-mudahan sirat Hazrat Masih Mau’ud a.s. tentang itu senantiasa segar didalam ingatan. Sudah saya katakan tentu banyak juga para Ahmadi yang menerima tetamu pribadi, diantaranya ada keluarga dekat mereka datang, atau rekan-rekan sejawat datang dari jauh, mereka harus melayani dan mengkhidmati tetamu dengan senang hati dan gembira. Dan tetamu yang datang dibawah tanggung jawab Jema’at harus diperhatikan secara khas oleh para pegawai dan petugas relawan Jalsah. Makanan, tempat tinggal dan transportasi secara khas harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Berhubung banyak sekali tetamu akan datang, maka untuk kemudahan transportasi sedang dilakukan perobahan dan sedang diterapkan cara-cara baru. Oleh sebab itu para petugas relawan yang berkaitan dengan transportasi tentu akan melaksanakannya dengan cermat dan penuh perhatian. Sekalipun Kreta Api dan Bas-bas juga berjalan seperti biasa akan tetapi bas-bas yang diatur oleh Jema’at-pun menyediakan transport untuk beberapa jurusan dengan sistim baru itu. Persiapan ini tersedia untuk mereka yang datang dari negara-negara Eropah. Harus diusahakan supaya mereka dapat disampaikan ketempat Jalsah (Jalsah Gah) pada waktunya. Para tetamu yang datang dari negera-negara lain juga harus diberi penerangan-penerangan secara lemah-lembut dan mereka akan diangkut dengan bas ke Jalsah gah. Oleh sebab itu para pegawai dan para petugas relawan harus memperhatikan mereka dengan sebaik-baiknya. Para tetamu yang datang dari luar negara harus diberi keistimewaan. Berkenaan dengan keadaan cuaca kita tidak merasa yakin sepenuhnya kepada berita ramalan-ramalan cuaca yang dibuat oleh manusia, namun kita harus banyak-banyak berdo’a semoga Allah swt mengatur cuaca yang sesuai dan baik untuk kita selama Jalsah berlangsung. Jika terjadi kesulitan kepada seorang tetamu, supaya memberi tahu kepada petugas dengan cara yang sebaik-baiknya dan dengan perasaan hati yang senang. Yang penting harus diingat bahwa untuk menjalankan pengkhidmatan diperlukan jiwa berkorban. Oleh sebab itu harus diingat didalam hati bahwa kita siap untuk berkorban demi pengkhidmatan ini. Dan Hazrat Masih Mau’ud a.s. secara khas melakukan pengkhidmatan terhadap para tetamu sesuai dengan hak-haknya. Sebab tetamu yang datang adalah tetamu Jalsah dan tetamu Hazrat Masih Mau’ud a.s. maka dengan melakukan pengkhidmatan terhadap mereka akan meraih keridahaan Allah swt. Semoga Allah s.w.t memberi taufiq kepada semuanya untuk menjalankan tugas-tugas pengkhidmatan dengan sebaik-baiknya, Amin !!!

Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri