Tim Ahmadiyah.id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

Jalsah Salanah dan Karunia Ilahi

oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

14 Oktober 2016 di Kanada

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ *

صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Dengan karunia Allah, pekan lalu Jalsah Salanah yang merupakan program tahunan Jemaat Kanada dimulai dan berakhir dengan menampakkan karunia Allah. Untuk ini rasa syukur apapun yang kita sampaikan kepada Tuhan takkan mampu memenuhi hak syukur kepada-Nya. Termasuk karunia-Nya juga bahwa meskipun ini sumber daya kita sangat sedikit namun kita diberikan-Nya taufik menyelenggarakan Jalsah di tiap Negara di seluruh dunia. Dan itu hanyalah karena karunia-Nya semata sehingga umumnya pengaturan Jalsah-Jalsah juga sangat baik. Kita tidak memiliki ahli dengan keterampilan profesional untuk semua departemen yang dapat menghasilkan kualitas terbaik di semua departemen. Namun, kita memiliki relawan dari kalangan Majlis Khuddamul Ahmadiyah, Majlis Atfalul Ahmadiyah, Ansarullah, Lajnah Imaillah dan Nasiratul Ahmadiyah juga. Diantara mereka petugas diangkat dan bawahan juga ditunjuk.

Kadang-kadang, seseorang yang menurut pendidikan sekuler tingkatannya bersahaja ditunjuk sebagai panitia tertentu maka akan taat kepadanya mereka yang bekerja di bawah pimpinannya dan bekerja sama dalam banyak hal, tak peduli apakah salah seorang dari mereka itu mungkin seorang dokter, insinyur, atau bergelar Phd (sebuah gelar doktor). Mereka ini tidak berpikiran, “Kami orang yang berpendidikan tinggi atau memiliki status duniawi yang lebih tinggi.” Inilah jenis ketaatan yang kita lihat dalam Jemaat Ahmadiyah. Kemudian mereka bekerja sama dengan berbagai cara. Tidak hanya kerjasama, seperti yang saya katakan sebelumnya mereka menunjukkan ketaatan penuh juga dan patuh melakukan tugas dan layanan mereka. Terutama dalam tiga hari ini kita lihat sepertinya seolah-olah pemikiran duniawi sepenuhnya telah menghilang dari benak semua panitia. Hanya Jalsah dan bekerja tanpa pamrih pribadi yang menjadi pemikiran semua yang menawarkan pengkhidmatan mereka untuk Jalsah.

Maka dari itu, bukan pekerjaan manusia untuk mengubah kecenderungan pemikiran ke dalam lingkup demikian yang menjadikan mereka berbuat dengan kerendahan hati dan tanpa ananiyah (unsur keakuan atau mementingkan diri sendiri). Melainkan ini semata-mata karunia Tuhan. Jika itu bukan karunia Tuhan maka tidak akan dihasilkan semangat pelayanan pada anak-anak, muda, tua, laki-laki, dan perempuan yang mereka perlihatkan dalam kerja mereka. Oleh karena itu, ini adalah Maha Kuasa Allah yang menciptakan gairah semangat itu di hati para panitia yang mengajukan diri melayani semua tamu Hadhrat Masih Mau’ud as tanpa pamrih, menjaganya agar tetap di atas semua kepentingan dan keinginan pribadi serta berpikiran menempatkan tinggi ridha Tuhan dan pengkhidmatan tamu Hadhrat Masih Mau’ud as.

Hal pertama adalah kita harus bersyukur kepada Allah bahwa Dia telah memberikan kepada Jemaat para khuddam (pelayan) yang berdedikasi tersebut. Meskipun mereka orang-orang terpelajar tapi jika diminta sesuatu pengkhidmatan seperti membersihkan toilet, melayani makanan, memasak makanan, memberikan tugas keamanan dan bekerja di bidang parkir; mereka melakukan tanpa pamrih apa pun yang dimintakan pada mereka untuk dilakukan. Anak-anak senang bertugas. Tamu sangat terkesan ketika di Jalsah Gah, anak-anak melayani air untuk para tamu secara diam-diam dan tekun. Karena takjub mereka bertanya, “Bagaimana Anda menghasilkan semangat dalam mengkhidmati pada anak-anak?”

Kita perhatikan ketika terjadi dalam beberapa kelompok Muslim, anak-anak yang pergi ke madrasah, dan anak-anak dan pemuda atas nama Jihad sedang dilatih untuk kekejaman; kehidupan menjadi terancam oleh kekejaman; pada saat yang sama anak-anak dan pemuda Ahmadi melakukan pekerjaan yang bertujuan menjaga kehidupan. ketika ada pertemuan-pertemuan kita untuk distribusi air rohani dan makanan rohani; anak-anak kita, pemuda, laki-laki dan perempuan menyediakan air dan makanan jasmani. Dan mereka masuk ke dalam Jihad nyata yang memberi hidup dan tidak mengancam nyawa [mengambil kehidupan orang lain].

Oleh karena itu, beberapa orang menyatakan bahwa ketika melihat anak-anak dengan gembira dan bertanggung jawab menyediakan air, mereka timbul dalam hati mereka kecintaan secara spontan. Maka dari itu, pada saat mana kita bersyukur kepada Allah atas hal itu, suatu keharusan bagi kita semua yang hadir atau yang telah bergabung dalam Jalsa ini untuk berterima kasih kepada semua panitia juga. Banyak di antara panitia ini untuk pengaturan dari Jalsa telah bekerja sebelum dimulainya Jalsah dan banyak akan bekerja setelah Jalsah. Mereka tidak memikirkan tentang pekerjaan mereka atau hal-hal pribadi atau kerugian keuangan. Beberapa dari mereka bertemu saya dan mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan cuti dari pekerjaan mereka untuk Jalsa sehingga mereka mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.

Orang-orang ini tidak memperhatikan tentang tidur atau istirahat mereka. Bahkan, mereka tetap bekerja dengan dorongan perasaan khidmat dan dengan semangat pelaksanaan Jalsah dalam keadaan terbaik yang bisa mereka lakukan. Oleh karena itu saya meminta peserta Jalsah mengucapkan terima kasih kepada semua panitia, tapi sebelum itu, terlebih dahulu saya pribadi yang mengucapkan terima kasih kepada semua panitia dalam pelaksanaan Jalsah yang diantara mereka ialah anak-anak, para pemuda, para gadis dari kalangan tamu yang menawarkan diri secara sukarela, penuh kegembiraan dan dengan semangat pelayanan melakukan pekerjaan yang mungkin pekerjaan sederhana serta melakukannya dengan penuh tanggung jawab.

Sebenarnya, pengkhidmatan mereka adalah juga dakwah secara diam-diam (tabligh secara tidak langsung). Artinya, para panitia menunaikan kewajibannya yang menjadi sarana tabligh bagi tamu non Ahmadi yang menghadiri Jalsah dan menjadi sarana untuk mendapatkan petunjuk lebih banyak. Ada seorang tamu Non-Ahmadi datang dari Amerika dengan teman-teman Ahmadi Bengali. Ia keturunan Benggali. Namanya Shaheed-ur-Rahman. Ia menyampaikan bahwa ia telah bertengkar dengan Maulwi Non-Ahmadi sepanjang hidupnya. Islam yang mereka sajikan menjauhkannya dari masjid-masjid Ahlus Sunnah karena ia membenci ekstremisme. Istrinya, seorang wanita salehah menekankan dia untuk menghadiri Jalsah Salanah Jemaat Ahmadiyah. Dengan demikian, ia menghadiri Jalsah ini bersama dengan teman-teman Bengalinya yang Ahmadi. Mereka berjumlah 91 Bengali yang datang dari Amerika. Sat dia menyaksikan tarbiyat anggota Jemaat, kecintaan, saling menghormati diantara mereka, dia mengatakan, “Setelah mengalami Jalsah ini, saya telah kembali ke Islam.”

Pada hari terakhir Jalsah selama waktu makan siang ia duduk sendirian di kursi karena ia tidak ingin pergi makan siang karena suasana macet. Tiba-tiba ia melihat seorang anggota Majlis Khuddamul Ahmadiyah membawakan untuknya makanan dan air minum. Kemudian, sang Khadim menungguinya menyelesaikan makanan sehingga ia dapat membuang kotak kosongnya juga. Kejadian ini terkesan begitu banyak baginya sehingga ia menceritakan kepada saya dalam Mulaqat dengan saya bahwa suasana Jalsa telah membuatnya terharu dan dia akan bergabung dengan Jemaat segera. Ini adalah bagaimana Jalsa menjadi sarana propagasi. Dan kemudian moral yang tinggi dari Khadim dan sedikit pengkhidmatannya menjadi alasan untuk perubahan hati. Khadim ini mungkin tidak tahu bahwa ia Ahmadi atau Non-Ahmadi. Dia melakukannya hanya di bawah semangat pelayanan. Tapi layanan ini menjadi sebab untuk perubahan spiritual orang luar Jemaat.

Demikian pula ada beberapa politisi yang tinggal di daerah ini yang biasanya tahu pengkhidmatan Jemaat dan mengakuinya juga bahwa mereka terkesan dengan persiapan Jalsah. Mereka melihat bahwa sedemikian besar mengumpulkan orang-orang namun mereka duduk dengan tenang dan panitia bekerja diam-diam.

Tn. Deb Shawledge, seorang anggota parlemen wilayah Waan mengatakan,

“Seperti biasa hari ini juga saya sangat terkesan. Terlihat ada banyak sukarelawan yang mengorganisir Jalsah dengan sangat sistematis. Perkiraan saya ada lebih dari 25.000 (dua puluh lima ribu) orang berkumpul di sini dan mengorganisir jalannya Jalsah harus memerlukan kerja keras terus-menerus dari para relawan.”

Demikian relawan dan pekerja yang meninggalkan kesan baik. Dalam hal ini kita semua harus berterima kasih kepada mereka. Karena pada satu segi mereka mengkhidmati tamu dan di segi lainnya mereka menjadi misionaris diam-diam dan menyebarkan pesan Ahmadiyah juga. Semoga Allah selalu meningkatkan semangat pelayanan mereka dan memberi mereka hadiah terbaik untuk layanan mereka, dapat meningkatkan mereka dalam iman dan keyakinan dan semoga semua perbuatan mereka menjadi baik sesuai dengan ajaran Islam.

Demikian pula, ada banyak pekerja di MTA yang melalui usaha mereka, orang-orang yang tinggal di Kanada, baik yang menghadiri Jalsah atau tidak, bahkan di seluruh dunia dapat menonton Jalsa melalui MTA sehingga harus berterima kasih kepada mereka. Ada banyak sukarelawan lokal di bidang ini (MTA) dan telah datang pula sebagian berasal dari Pusat Jemaat di London. mereka semua bekerja keras sepanjang tiga hari untuk menunjukkan program Jalsa secara langsung. Seperti yang saya telah katakan bahwa tim datang dari London juga, mereka bergerak ke mana pun saya pergi. Tahun ini untuk uplink mereka membawa dish bukan menyewa di sini. Dengan cara ini kita tidak punya batasan, memiliki keuntungan dari segi waktu dan menghemat uang juga. Jika kita menyewa maka kita harus memakai dengan dibatas waktu. Jika acara Jalsah lebih lama waktu ke waktu maka kita harus membayar ekstra. cara ini secara keseluruhan kita menghemat antara 10.000-15.000 dolar Amerika.

Semua panitia dari semua departemen telah menunaikan kewajiban mereka dalam corak yang sebaik-baiknya. Dengan demikian semua anggota Jemaat harus berterima kasih kepada mereka. Demikian pula, semua panitia harus bersyukur bahwa Allah memberi mereka kesempatan untuk melayani Jemaat. Allah berfirman, لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ “Jika kalian bersyukur, Aku akan menambah bagi kalian berupa anugerah, kapasitas dan nikmat-nikmat lainnya juga.” Ketika Allah SWT berfirman, لَأَزِيدَنَّكُمْ maka Dia tidak membuat nikmat itu terbatas bahkan Dia memberi berlimpah tanpa batas dan di tiap bidang.

Termasuk kewajiban orang beriman bahwa mereka bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa pada setiap keberhasilan yang mereka raih dan atas setiap amal baik yang Tuhan berikan taufik pada mereka untuk melakukannya. Setiap kali mereka menemukan titik kelemahan, segera saja mereka beristighfar dan meminta rahmat-Nya. Memang, pasti ada kelemahan dalam proyek-proyek besar seperti ini tapi para tamu umumnya memuji pengaturan jalannya acara dan mengabaikan kelemahan. Dari segi itu, para panitia harus berterima kasih kepada semua tamu anggota Jemaat dan selainnya untuk itu.

Misalnya, berbicara tentang kelemahan, departemen penerimaan tamu tidak menghitung secara benar jumlah tamu yang hadir pada hari pertama dari Jalsah. Pada hari pertama mereka mengatakan kepada saya akan memasak untuk 22.000 (dua puluh dua ribu) tapi ternyata mereka memasak untuk 20.000 (dua puluh ribu) saja. Ini adalah bagaimana sesuai pernyataan mereka sendiri. Sekitar dua ribu orang tidak mendapatkan makanan sehingga panitia meminta maaf.

Tetapi, tamu juga datang dengan tujuan untuk mendapat manfaat dari Jalsah. Hari itu atau hari berikutnya, meski ada kekurangan makanan mereka menerimanya dengan senang hati. Mereka tidak mengeluh bahkan menjadi sebab koreksi bagi orang lain juga. Salah seorang tamu menulis, “Saya sedang berdiri di antrian dan makanan habis. Pertama kami diberitahu bahwa makanan akan datang tapi setelah menunggu lama kami diberitahu tidak akan ada lebih banyak makanan yang datang. Atas hal itu, saya sangat marah pada pengurus sementara saat itu saya mendengar seseorang yang berdiri di depan saya berkata, ‘Alhamdu lillah makanan telah habis.’

Saya bertanya kepadanya, ‘Apa yang Anda katakan?’ Dia mengatakan, ‘Saya memiliki beberapa roti kering. Mari kita mencelupkannya ke dalam air minum dan makan. Jika makanan tidak habis maka kita tidak akan dapat melakukan Sunnah ini. Jadi mari kita menyelesaikan Sunnah ini juga.’ Hal ini tidak hanya membuat kemarahan saya menghilang bahkan membuat saya malu mengapa saya marah tentang hal ini. Saya pun merasa terharu bahwa Allah telah memberi rezeki kepada Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as berupa orang-orang mukhlis semacam orang itu.”

Dengan demikian administrasi pengurus harus berterima kasih kepada para tamu yang menunjukkan etika yang tinggi. Sisi positif juga tampak dari pihak pengurus kali ini bahwa mereka tidak menyembunyikan kelemahan mereka secara lahiriah dan menampakkannya. Tapi ini tidak cukup melainkan mereka harus mendata kelemahan mereka dalam Buku Merah mereka dan melakukan perencanaan yang lebih baik di masa mendatang. Saya ingin memberitahu Anda bahwa tempat ini dapat menampung 18.000 hingga 20.000 orang dan tidak lebih dari itu. Dan oleh karunia Tuhan, Jemaat sekarang menyebar sehingga tentu Jemaat dan administrasi harus berpikiran tentang memiliki tempat yang lebih besar. Atau setidaknya ketika Anda mengundang saya pada Jalsa maka Anda harus berpikiran bahwa tempat ini tidak cukup untuk itu. Maka dari itu, pikirkanlah soal itu.

Saya akan berbicara tentang beberapa kelemahan yang pengurus sudah sebutkan sendiri dan itu telah mereka laporkan ke saya sebelumnya, dan itu benar tetapi jika ada kelemahan lebih dari itu maka orang-orang dapat menulis kepada pengurus sehingga Nizham memiliki perencanaan yang lebih baik.

Hal pertama yang mereka tulis adalah keluhan tentang makanan bagi tamu orang-orang Arab bahwa makanan untuk orang-orang Arab itu terlalu pedas dan tidak sesuai dengan standar orang-orang Arab. Itu harus diperbaiki. Kemudian mereka telah menyatakan tentang kekurangan makanan yang saya telah berbicara tentang hal itu. Kemudian makanan mencapai satu jam terlambat di tempat kaum laki-laki. Satu hal adalah jarak tempat memasak yang terlalu jauh. Dari tempat makanan dimasak kemudian dibawa tiga puluh kilometer jauhnya ke tempat Jalsah.

Hal kedua, kesalahan kendaraan pembawa makanan yang mengirim ke sisi kaum perempuan bukan sisi laki-laki. Karena itu menjadikan kaum laki-laki harus menderita. Tidak masalah jika karena itu kaum laki-laki menderita tetapi tidak baik untuk membuat anak-anak dan perempuan tetap terus lapar. Maka dari itu, adalah baik makanan disampaikan ke kaum perempuan. Pengurus menyampaikan tentang kekurangan panitia yang bisa menyiapkan makanan. Menghapus kekurangan adalah tanggung jawab pengurus dan itu tidak sulit karena dengan karunia Tuhan, Jemaat tidak kekurangan pengurus. Pengurus harus berhati-hati untuk merekrut orang-orang yang memiliki semangat pelayanan dan bukan orang-orang yang mengagumkan mereka saja. Mereka harus mengubah pemikiran ini karena pribadi-pribadi berdedikasi sangat banyak dalam Jemaat, dengan karunia Allah.

Kemudian secara terpaksa ada antrian panjang untuk ke kamar kecil dan orang-orang harus menunggu dalam waktu yang lama. Pengurus telah sendiri menyatakan tentang hal ini. Tapi keluhan yang mencapai kepada saya, bukan hanya para tamu menunggu saja, bahkan sebagian dari mereka itu sakit dan harus melalui situasi yang sangat menyakitkan hingga akhir. Sehari sebelum Jalsah, saya bertanya apakah pengaturan kamar kecil sudah memadai atau belum? Saya tidak berpikir itu telah benar sesuai dengan yang dilaporkan kepada saya. Di masa berikutnya pengaturan lebih bersifat sementara harus dilakukan jika tidak ada pengaturan permanen yang memadai.

Tidak ada penyediaan audio video di Darudh Dhiyafah (tempat panitia penerima tamu) itu adalah kesalahan administrasi pengurus. Hal ini sangat penting supaya para panitia yang tidak bisa mendengarkan Jalsah secara langsung di tempat Jalsah bahwa mereka harus disediakan di tempatnya tugas.

Kemudian dikeluhkan bahwa di sisi belakang kemah kaum pria suara [dari pengeras suara]nya tidak jelas. Tapi selama pidato saya diberitahu bahwa suara itu normal. Jika hal ini salah (tidak ada suara di bagian belakang selama pidato Khalifah) maka mereka yang duduk di belakang harus memberitahu saya. Karena sesuai informasi, awalnya suara belum normal lalu pengurus memperbaikinya.

Demikian pula ada pengaturan untuk terjemahan untuk orang Arab, tetapi hari pertama mereka tidak diberitahu [tersedianya layanan terjemahan ini]. Beberapa orang Arab bertemu saya dan mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak mendengarkan khotbah di hari pertama. Mereka baru tahu itu pada hari kedua bahwa ada pengaturan untuk terjemahan. Sekarang pengurus harus memiliki cukup pengalaman bahwa untuk terjemahan harus ada pengumuman diulang dalam bahasa-bahasa yang mana terjemahan tersedia, dari tempat apa mereka harus mendapatkan perangkat untuk terjemahan. Perlu disebutkan di papan pengumuman dan di pintu masuk juga.

Sekarang saya akan menyebutkan beberapa ekspresi dari para tamu dan surat kabar yang seharusnya lagi mengalihkan perhatian kita terhadap syukur kepada Tuhan. Bagaimana Ia sendiri menempatkan kesan dalam hati orang-orang sementara upaya kita bukanlah sesuatu yang pantas memperoleh hasil. Pertama saya akan menyebutkan komentar ekspresi Ahmadi kita, seorang Arab Suriah yang mendapatkan kesempatan menghadiri Jalsah besar seperti ini untuk pertama kalinya dan mendapatkan kesempatan untuk beribadah secara bebas karena mereka memiliki pembatasan di negara mereka bahkan sebelum masa perang selama waktu perdamaian tidak ada kebebasan bagi mereka di sana. Tapi sejak keadaan negeri mereka memburuk (perang antara pemberontak dan pemerintah) mereka lebih ditekan dan dianiaya.

Seorang teman Ahmadi Tn. Ahmed Darwesh mengatakan,

“Ini adalah Jalsah pertama yang saya hadiri. Ketika saya memasuki ruangan Jalsah dan melihat Khalifah, saya merasa baru telah memasuki Islam. Perubahan terbesar terjadi dalam hidup saya ialah shalat saya dipenuhi dengan khusyu’, kerendahan hati dan rasa hormat.” (Ini perubahan yang harus terjadi untuk semua orang Ahmadi yang menghadiri Jalsah, bukan untuk beberapa hari tapi harus permanen.)

Ia berkata lagi,

“Saya membawa satu tamu Kanada bernama Simpson. Dia datang dengan istrinya yang Kristen tapi sekarang dia ateis. Setelah menghadiri Jalsah ia mengatakan, ‘Saya belum pernah melihat kecintaan, persaudaraan, perdamaian dan keamanan serta kata-kata jujur dan tulus sebelumnya seperti dalam Jalsah. Saya senang mendengar Islam yang seperti ini.’”

Semoga Allah menjadikan kebahagiaan itu sebagai sebab untuk membuka hatinya juga.

Seorang Ahmadi Suriah, Tn. Abdullah mengatakan,

“Tiga hari Jalsa tidak bisa dilupakan. Di Kanada ribuan orang dari Jemaat terbaik di dunia berkumpul di Jalsah yang terbaik pengaturannya di dunia. Pengaturan Jalsah, mulai dari penerimaan hingga akhir Jalsah, dan setiap hal yang diperlukan banyak tersedia bahkan termasuk mainan untuk anak-anak tidak diabaikan. Ini merupakan hal yang luar biasa. Suasana Jalsa dipenuhi dengan kecintaan dan persaudaraan. Mengundang ribuan orang, mengatur transportasi mereka, asrama dan penginapan itu sendiri adalah tindakan yang bukan biasa saja. Pidato, terjemahannya dan pengaturan penerjemahan sangat baik. Saya telah mengundang tim wartawan dan keluarga Muslim yang semua terkejut melihat keindahan pengaturan Jalsa. Dan mereka terutama menyukai pidato Khalifah di hari terakhir Jalsah. Hal yang paling menakjubkan mereka ialah kecintaan dari para Ahmadi untuk Imam mereka.”

Demikian pula, Tn. Abdul Qadir yang mengatakan,

“Pertama kalinya melihat seberapa besar penyelenggaraan Jalsa dan bagaimana setiap pekerja melaksanakan tugas di bidangnya seperti lebah madu tanpa membuat kebisingan atau menciptakan gangguan. Semua orang ingin mengambil kesempatan untuk melayani terutama ketika tahu bahwa saya seorang Arab maka mereka memperlakukan saya dengan perhatian secara sangat hormat.”

Kemudian Ny. Reem Mustapha mengatakan,

“Jalsah meskipun jumlah besar pesertanya tapi tertib dan sangat teratur. Saya merasakan banyaknya spiritualitas yang terlihat dari wajah-wajah peserta. Semoga Allah akan tetap memperlihatkan spiritualitas ini tetap selamanya. Kita berterima kasih kepada semua orang yang berpartisipasi dalam keberhasilan Jalsah ini, penyediaan terjemahan pidato dan layanan lainnya. Dengan karunia Allah, kita telah meningkat dalam spiritualitas kita sangat banyak.”

Kemudian, Tn. Salma Juboti mengatakan,

“Melihat susunan dan organisasi satu Jalsah, dapat saya katakan bahwa Jemaat bersatu seperti satu tubuh yang terdiri atas dukungan satu sama lain. Dia mengatakan bahwa kita berterima kasih kepada departemen transportasi yang mengatur secara baik penjemputan kami dan kepulangan kembali ke rumah. Orang-orang dari berbagai bangsa dan warna kulit yang bekerja di Jalsah dengan hanya untuk satu tujuan dan itu adalah untuk menyebarkan pesan Islam dan perdamaian ke masyarakat dunia.”

Tn. Husain Abidin mengatakan,

“Saat mengikuti Jalsa Salanah adalah masa terindah dalam hidup asaa. Saya biasa menonton Jalsah Salanah di TV dan biasa berdoa harus mendapatkan kesempatan untuk menghadiri Jalsah Salanah dengan Khalifah-e-Waqt. Tapi saya tidak mengerti doa saya akan diterima begitu cepat dan Tuhan memberikan lebih dari yang saya minta. Saya sedang duduk di depan panggung dan pada waktu itu kenangan menyakitkan hari-hari saat berada di Suriah dan Turki sedang berlari di depan mata saya. Saat kenangan itulah, hati saya dipenuhi dengan rasa syukur kepada Tuhan. Dimanakah hari-hari yang penuh kesakitan itu pada waktu ini saya duduk di depan Khalifah. [Maksudnya masa penuh kesulitan saat di Suriah seperti hilang dengan menghadiri Jalsah dan berjumpa Khalifah] Ini adalah murni rahmat Tuhan.”

Kemudian ada teman Suriah lainnya, Tn. Faras. Dia mengatakan,

“Ini adalah pengalaman pertama saya menghadiri Jalsah Jemaat Ahmadiyah. Saya kagum melihat begitu banyak orang. Mereka datang dari berbagai negara. Tidak hanya dari Kanada. Selain itu, mereka tidak dari satu bangsa saja melainkan dari berbagai negara yang berbeda dan warna kulit. Demikian pula, penggunaan teknologi baru dan pengaturan yang sempurna dan ketaatan dari para peserta yang menambah iman inspiratif kita. Dan hal yang paling menggembirakan baginya adalah kehadiran Khalifatul Masih dan pidato-pidatonya yang dapat kita tarik keuntungan darinya selama tiga hari.”

Singkatnya, saya telah menyatakan beberapa ungkapan dari Ahmadi baru dan lama yang berasal dari Suriah dan karena keadaan telah bermigrasi ke Kanada.

Ada beberapa ungkapan dari orang luar Jemaat juga yang saya akan jelaskan dan dengan ini terungkap bagaimana jalan Tabligh dan pengenalan Jemaat. Konsulat Jerman mengatakan kepada saya bahwa ia telah tiba di sini empat minggu lalu. Dia tak tahu banyak soal Jemaat karena telah tinggal di negara yang berbeda. Dia menyimak pidato saya yang terakhir di Jalsah dan mengatakan, “Saya tidak pernah mendengarkan pidato yang luas seperti ini mengenai ajaran Islam. Saya berpandangan Anda (Khalifah) memiliki visi yang sangat positif.

Anda telah menyatakan Islam yang sebenarnya yang mengajarkan diantaranya mengenai perdamaian, keadilan, kecintaan dan setiap kata tampak benar. Saya berharap media dunia bukannya memberikan waktu untuk propaganda al-Baghdadi di Irak dan Daisy (ISIS) malahan seharusnya memberikannya [kesempatan propaganda itu] kepada duta perdamaian ini supaya tercipta perdamaian nyata di dunia. Setiap kalimat [pada pidato Khalifah] didasarkan pada kebenaran dan memiliki rasa keprihatinan di dalamnya untuk perdamaian di dunia. Saya akan menyebarkan pesan ini sebanyak mungkin untuk itu semampu saya.”

Dengan karunia Tuhan, anggota Jemaat lain juga hendaknya menjadi duta kami juga.

Ny. Judi, seorang anggota parlemen di sini yang terkenal mengatakan,

“Khalifah Anda telah mempercayakan pada Anda dengan tugas yang sesuai [amat dibutuhkan] dengan situasi terkini, yaitu Anda harus menyebarkan pesan ‘Love For All Hatred For None’ di seluruh dunia. Tidak cukup hanya itu, bahkan suatu keharusan bagaimana membangun hubungan antara umat Islam dan Non-Muslim atas dasar kecintaan dan semuanya berurusan satu sama lain dengan keadilan dan kesetaraan. Karena jika hal itu tidak dilakukan maka perang dunia ketiga akan dimulai dan hal ini tampak dari keadaan terkini. Masyarakat umum dan politisi keduanya harus bekerja bersama-sama, karena itulah yang dapat menjamin perdamaian dan keamanan dunia. Kedua kelompok diantara kita, Muslim dan Non-Muslim harus menyebarkan pesan ini agar orang tahu bahwa tindakan ekstrimis tidak memiliki akar dalam Islam [tidak ada hubungan dengan Islam]. Dan itu adalah ekstrimis yang memfitnah orang lain demi keuntungan pribadi mereka.”

Kemudian ada tamu dari Evangelist Church Seventh Day (Gereja Penginjil Hari Ketujuh). Dia mengatakan,

“Hari ini hati saya sangat senang bahwa Khalifatul Masih telah menyatakan dalam pidatonya tentang perdamaian dan keamanan. Sekarang orang-orang harus mengenal Jemaat Ahmadiyah dan orang-orang harus tahu capaian-capaian apa yang dilakukan Jemaat Ahmadiyah. Orang Islam sejati bukanlah apa yang media gambarkan. Ajaran Islam yang sebenarnya sangat pendamai.”

Walikota Belize yang sebelumnya juga telah hadir di UK mengatakan,

“Pidato Anda (Khalifah) telah membekaskan pengaruh besar di hati saya. Cara Anda menjelaskan urusan internasional membuat terang benderang hal ini bahwa Anda adalah bukan hanya Khalifah yang memberi bimbingan untuk orang-orang Ahmadiyah saja, bahkan dapat menjadi sumber bimbingan untuk seluruh dunia. Hal-hal yang Khalifatul Masih sebutkan dalam sambutannya tidak akan bisa saya lupakan selamanya.”

Ada tamu walikota setempat. Ia memberikan pesan ini kepada Jemaat,

“Ini adalah kesempatan khusus bagi kita untuk harus meningkatkan spiritualitas kita. Kita harus berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang afiliasi keagamaan. Ini adalah pesan yang kita punya saat ini. Kita harus ingat bahwa Khalifah telah mengajarkan kita bahwa kita semua harus memainkan peran kita untuk menyebarkan perdamaian. Oleh karena itu, merupakan kewajiban kita, setiap dari kita menunaikan tanggungjawab kita dan berperan dalam hal ini.”

Seorang tamu dari Brampton mengatakan,

“Saya menemukan bahwa satu-satunya pesan dari Jalsah adalah untuk menyebarkan perdamaian.”

Tamu lainnya dengan mengacu pidato terakhir saya mengatakan,

“Itu adalah pidato menakjubkan. Saya tidak memiliki kata-kata untuk menjelaskan perasaan saya.”

Ny. Yasmin Itnisi, seorang wanita MP (Member of Parliament, anggota Parlemen) mengatakan,

“Saya sangat menyukai pidato Khalifah bagi kaum wanita, terutama pada kalimat ‘Seorang ibu adalah asas semua keluarga dan ketakwaan seluruh masyarakat.”

Seorang wanita bernama Marrie Lane mengatakan,

“Ini adalah kesembilan kalinya Jalsah yang saya hadiri. Saya sedang menunggu dengan tidak sabar untuk mendengarkan pidato Khalifah. Di sini saya telah melihat orang berurusan dengan orang lain secara hormat. Semua orang menyadari pentingnya Jalsa. Pengaturan keamanan baik. Sistem suara bekerja baik dan video juga berkualitas tinggi. Saya senang melihat pengaturan terjemahan karena tanpa itu semua tujuan saya datang ke Jalsa tak akan tercapai. Karena tanpa itu [bidang penerjemahan] maka kita tidak akan mampu untuk mendengarkan [mengerti isi] pidato Imam Jemaat Ahmadiyah ini.

Seperti biasanya para tamu diperlakukan dengan penuh kemudahan dan hormat meskipun kami semua tidak merasa pantas (berhak) dan untuk itu kami berterima kasih kepada Anda. Itu sangat mengesankan saya untuk melihat ribuan Ahmadi hidup dalam nuansa damai dan kebahagiaan. Pemandangan ini adalah kebalikan dari hal negatif yang ada di dunia Eropa dan negeri-negeri Arab. Itu memuaskan dan menentramkan bagi saya untuk melihat kesatuan peserta tersebut.”

Mereka tamu yang datang ke Jalsah Salanah pulang dengan kesan yang baik dengan karunia Allah. Ada beberapa tamu dari luar negeri sebagaimana telah saya katakan satu atau dua tentang mereka, bahwa mereka juga mengambil kesan yang baik. Terutama mereka yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan ketika mereka mengamati suasana Jalsah pandangan mereka yangg keliru tentang Islam terhapus.

Dan, dikarenakan pusat-pusat tabligh kita di Negara-negara Amerika ini baru didirikan. Dalam dua atau tiga tahun terakhir beberapa orang telah menerima Ahmadiyah. Cabang-cabang Jemaat kita didirikan di sana. Tetapi, beberapa kesulitan juga dihadapi. Tetapi ketika pejabat tinggi dari negara-negara itu menghadiri Jalsah kita, fakta-fakta tentang kita menjadi jelas bagi mereka. Ini adalah cara bagaimana kita mendapatkan kerjasama mereka dan kemudian menjadi mudah bagi kita untuk bekerja di sana. Kebanyakan tamu tersebut juga datang ke Jalsah kita di Inggris tetapi ada beberapa dari mereka yang datang ke sini juga.

Dengan demikian, Jalsa dalam hal ini membuka jalan untuk propagasi (tabligh). Bagaimanapun, ketika di satu segi Jalsah Salanah menjadi sarana untuk mengangkat kerohanian kita maka pada segi lainnya itu menjadi sumber bagi selain kita untuk pengenalan dan rabtah (koneksi) juga dengan Jemaat ini. Jalsah juga menyediakan kita kesempatan untuk menyajikan gambaran nyata Islam kepada dunia. Dalam beberapa tahun terakhir urusan negara-negara Muslim dan urusan dunia yang seperti itu telah mengalihkan perhatian media terhadap Jemaat Ahmadiyah. Hal pertama, kembali lagi itu adalah karunia Tuhan bahwa Ia telah merubah perhatian media sehingga teralih kepada kita. Jika bukan demikian, di masa sebelumnya meskipun tabligh kita, media tidak pernah memperhatikan terhadap kita.

Hal kedua, para pemuda kita itu memainkan peran penting dalam hal ini yang dengan karunia Allah menciptakan hubungan yang luas dengan media. Tim media kita di Kanada yang banyak dari mereka ialah pemuda juga telah meningkatkan hubungan dengan pers dan media. Saya tidak tahu bahwa di Kanada pemuda kita juga berperan yang efektif dalam hal ini. Ketika saya datang kemari, saya diberitahu bahwa dengan karunia Tuhan, para pemuda bekerja keras di bidang itu. Semoga Allah senang dengan pekerjaan mereka. Saya telah mengamati banyak anak muda bekerja di bidang ini. Ini juga merupakan propagasi yang pemuda kita lakukan melalui pers dan media. Pada mereka ada gairah semangat yang kuat. Beberapa dari mereka telah terhubung dengan koran yang sangat senior dan saluran TV utama. Beberapa saluran merespon dengan baik tapi beberapa mengatakan bahwa mereka tidak tertarik pada agama sehingga tidak bisa menyiarkan berita tentang Jalsa. Atau mereka mengatakan, “Jika pun Khalifah Anda datang, kita tidak bisa datang untuk meliputnya.”

Beberapa pemuda kecewa atas penolakan itu tapi untuk memperkuat iman mereka Allah juga menunjukkan beberapa sekilas sarana-sarana dari-Nya. Misalnya mereka menghubungi salah satu surat kabar atau saluran tetapi pihak yang dihubungi menunjukkan kurangnya minat. Tetapi, sebagaimana telah saya sebutkan, salah seorang Suriah menyatakan, “Saya datang dengan para Jurnalis.” Itu mungkin tim media yang sama yang menolak para pemuda kita untuk menghadirkan perwakilan mereka di Jalsah sehingga pesan sejati Islam Ahmadiyah harus mencapai masyarakat.

Seperti yang saya telah katakan bahwa Allah melakukan pekerjaan-Nya. Saluran TV yang sama tersebut harus membuat sebuah film dokumenter tentang pengungsi Suriah. Ketika mereka pergi mencari para pengungsi Suriah, secara kebetulan atau saya harus mengatakan bahwa Allah berkehendak akan hal ini, mereka bertemu pengungsi Suriah yang Ahmadi. Para Ahmadi Suriah itu mengatakan kepada mereka, “Kami sedang akan menyelenggarakan Jalsah. Kalian boleh datang ke sana. Di sana Anda akan tahu semua dan kami akan berbicara dengan Anda di sana.”

Demikianlah, bagaimana media yang menolak sebelumnya ini harus terpaksa datang ke Jalsah kita.

Bagaimanapun, Allah secara ekstensif (luas) memperkenalkan nama Jemaat dengan satu atau lain sarana. Penyempurnaan pengenalan tentang Jemaat ini kepada dunia yang sedang menyebar luas melalui peran media hari ini. Saya berkata kepada orang-orang Ahmadiyah yang sukarela untuk itu supaya mereka memperluas jangkauan pekerjaan itu dengan kerja keras dan kerendahan hati. Mereka harus selalu ingat hal mendasar bahwa rahmat Tuhan harus selalu mendampingi kita dan itu adalah apa yang harus Anda cari senantiasa.

Pada hari pertama Jalsah, di hari Jumat, beberapa orang perwakilan media baik itu koran, radio, dan saluran TV datang ke sini untuk konferensi pers kecil dan mereka mewawancarai juga. Hal itu mendapat cakupan yang baik dan Jemaat diperkenalkan juga. Ajaran Islam yang sebenarnya saya jelaskan. Saya menyampaikan pada mereka pesan dari Hadhrat Masih Mau’ud as. Setiap kali perbincangan dengan mereka tentang keadaan terkini dunia atau tentang tem alai atau tentang Jemaat, saya selalu mencoba untuk menghubungkan itu dengan nubuat Nabi Muhammad saw dan dengan  kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud as. Hal demikian supaya mereka mengetahui kebenaran Islam.

Bagaimanapun ringkasan cakupan adalah sebagai berikut. Tiga surat kabar terbesar dari Kanada yaitu Toronto Star, Globe & Mail, dan Post National menyiarkan secara ekstensif berita Jalsah. Pengurus Jemaat di sana berpandangan dalam pesan kita mencapai 3,9 juta orang. Selain tiga surat kabar ini, melalui lebih dari 25 surat kabar lainnya pesan mencapai lebih dari setengah juta orang. Pesan juga mencapai lebih dari tiga ratus ribu orang melalui delapan Koran berbahasa Urdu, sepuluh berbahasa Punjabi, dan tiga surat kabar berbahasa Spanyol, tiga berbahasa Arab, dan tiga berbahasa Bengali. Stasiun radio terbesar dari Kanada, 680 News mengatakan bahwa mereka memiliki 2,5 juta pendengar yang mana berita Jalsa mencapai mereka juga.

Melalui media sosial yaitu Twitter, Instagram, Facebook dan Periscope pesan kita mencapai lebih dari dua juta orang. Lalu ada lebih dari enam belas saluran televisi utama memberitakan tentang Jalsah yang diantaranya ialah CTV, Global TV, Citi TV, Rogers TV dan CBC. Melalui mereka pesan kita mencapai mencapai dua setengah juta orang.

Berita Jalsah Salanah mencapai ke seratus ribu orang melalui saluran TV berbahasa Urdu, Punjabi, Bengali, Arab, Ghana dan lainnya. Adapun secara kolektif laporan yang sampai ke saya bahwa berita tersebut melalui saluran-saluran TV mencapai sejumlah 6,6 juta orang, melalui surat kabar 2,8 juta orang, 3,5 juta melalui stasiun radio, 2,8 juta orang melalui media sosial. Secara keseluruhan, berita mencapai 16 juta orang. Jika kita membuat perkiraan yang sangat konservatif [terkecil dan perkiraan sangat hati-hati] bahkan dengan referensi berita Jalsah maka pesan dan pengenalan Jemaat mencapai sekurang-kurangnya 10 juta orang.

Berita-berita itu telah saya periksa atau dengar melalui beberapa sarana informasi yang menegaskan bahwa mereka telah memberikan berita-berita secara sangat bisa dipercaya, yaitu berita tentang Jemaat kita, Jalsah kita dan ajaran kita. Jadi, ini adalah pekerjaan Allah bahwa Dia melakukannya sehingga pengenalan Jemaat kita menyebar di kalangan orang-orang. Tapi dengan hal ini harus mengalihkan perhatian kita bahwa kita tidak merasa cukup senang dengan hanya hal-hal ini. Sebaliknya kita harus meningkatkan kondisi rohani kita dan mendekatkan hubungan dengan Tuhan. Kita harus menahan diri dari apa yang telah dilarang Allah dan menerapkan semua yang Allah telah perintahkan untuk dilakukan. Jika Allah memberikan Anda kesempatan untuk berkhidmat, maka Anda harus menganggap itu karunia-Nya.

Semua pengurus dan panitia yang melakukan berbagai tugas pengkhidmatan mereka harus berusaha menunaikan kewajiban mereka dengan menapaki jalan-jalan ketakwaan. Semua peserta Jalsah dan yang menyimak acaranya [via MTA] harus meninjau diri mereka sendiri apakah mereka telah berusaha membuat apa-apa yang mereka dengarkan dari Jalsah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Dan menganalisa hal ini juga bagaimana mengadopsi hal-hal yang baik dan mencoba untuk meneguhkan itu semua selamanya.

Inilah syukur hakiki terhadap Allah. Syukur secara sementara waktu saja tidaklah ada artinya apa-apa. Jadi, tetaplah hal ini selalu jadi pemikiran Anda dan inilah perkara yang dengannya Allah menambahkan karunia secara dawam dan memberi tanpa putus. Semoga Allah membantu setiap Ahmadi untuk mengadopsi nasehat-nasehat dan hal-hal baik yang mampu menghubungkan mereka dengan-Nya dan menciptakan ikatan secara benar dengan-Nya.

Penerjemah: Dildaar Ahmad Dartono

dari sumber referensi: www.Islamahmadiyya.net (bahasa Arab) dan www.alIslam.org (bahasa Inggris)

(Visited 34 times, 1 visits today)