Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin

Hadhrat  Mirza Masroor Ahmad

  Hadhrat Khalifatul Masih V ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz

Tanggal 14 Ikha 1390 HS/Oktober 2011

di Nunspeet, Holland (Belanda).

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

 

Zaman ini, yang sedang kita alami ini adalah zaman kebangkitan Islam kedua kali. Zaman dimana Allah Ta’ala membuktikan keistimewaan dan keunggulan Agama Islam diatas semua agama. Dan dengan karunia Allah Ta’ala kita orang-orang Ahmadi yakin sepenuhnya bahwa Allah Ta’ala betul-betul sedang membuktikan segala segi keindahan Agama Islam diatas semua agama di dunia. Khususnya dalam menentang akidah agama Kristen tentang ketuhanan seorang anak manusia yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah dengan dalaa-il (dalil-dalil) dan baraahin (bukti-bukti yang mencerahkan) yang telah diajarkan kepada kita oleh Hadhrat Masih Mau’ud as dan dengan dukungan dari langit yang setiap waktu diperlihtakan oleh Allah Ta’ala kepada kita, tidak ada satu pun golongan dariantara umat Islam yang mampu menandingi-nya walaupun hanya satu perseratus ribu bagian dari padanya dan memang sama sekali mereka tidak akan mampu. Hal itu dikarenakan pada zaman ini Allah Ta’ala telah menugaskan Hadhrat Masih Mau’ud as beserta Jemaat beliau as untuk pekerjaan itu. Dunia Kristen ataupun orang-orang Islam yang bertabiat baik telah mengakui bahwa jalan petunjuk yang benar ada pada pihak Jemaat Ahmadiyah dan mereka juga memperoleh petunjuk jalan yang benar dari Jemaat kita ini. Dan orang-orang yang berfitrat baik itu juga yakin bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as telah datang dari Allah Ta’ala.

Pada suatu masa ketika enampuluh atau tujuh puluh tahun yang silam para Padri Kristen sedang berkoar di negara-negara Afrika bahwa tidak lama lagi seluruh negara-negara Afrika akan berada dalam pangkuan agama  Kristen dan mereka akan menerima ketuhanan Anak Tuhan; dan kira-kira seratus dua puluh atau seratus tiga puluh tahun sebelum ini para misionari Kristen giat menyebarkan pengumuman yang sama seperti itu bahwa agama Kristen akan segera memperoleh kemenangan dengan segera di Hindustan. Akan tetapi ketika Hadhrat Masih Mau’ud as membatalkan akidah mereka tentang seorang anak manusia dipercayai sebagai tuhan dengan dalil-dalil yang diangkat dari kitab mereka sendiri dibantu dengan dalil-dalil akal (rasionalitas), maka dengan karunia Allah Ta’ala beratus-ratus ribu orang-orang Muslim yang sudah jatuh terperangkap kedalam jaringan mereka atau yang telah beranggapan agama Kristen lebih baik dari pada agama Islam, mereka sadar kembali dan berupaya meninggalkan pemahaman yang dusta itu. Beliau as telah menegakkan sebuah dinding penghalang yang tangguh untuk membuktikan kepada dunia keesaan Tuhan, kebenaran dan keindahan agama Islam. Begitu juga di Afrika para mubaligh Jemaat Ahmadiyah sambil menablighkan agama Islam mereka membentangkan secara terbuka hakikat-hakikat akidah atau pandangan yang keliru tentang tatslits (trinitas, kesatuan dalam tiga, ketigaan dalam satu yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Roh Kudus) dan mereka menegakkan dinding penghalang bagi agama Kristen di sana sehingga orang-orang Kristen disana terpaksa mengakui, “Orang-orang Ahmadi telah menegakkan penghalang-penghalang di hadapan kami!” Akan tetapi sekalipun umat Islam telah menyaksikan hasil karya cemerlang Jariyullah (jawara Allah) atau utusan Allah Ta’ala ini dalam membela dan menegakkan agama Islam mereka seharusnya bergembira sambil menari-nari atau mereka menggabungkan diri bersama-sama kedalam Jemaat beliau as, namun sebaliknya mereka justru menentang dan memusuhi beliau as bahkan mereka membangkitkan kemarahan, kedengkian serta permusuhan terhadap beliau as ditengah-tengah masyarakat. Namun sebagaimana telah saya katakan bahwa Allah Ta’ala telah mentaqdirkan bahwa Dia selalu bersama utusan-Nya. Dan orang-orang yang bertabiat baik dan lurus lambat laun menggabungkan diri kedalam Jemaat Masih Muhammadi dan sekarang sedang terjadi demikian. Akan tetapi kebanyakan orang-orang disebabkan takut kepada orang-orang yang menamakan diri ulama atau disebabkan kurangnya ilmu pengetahuan mereka giat memusuhi atau menentang beliau as. Dan setiap hari selalu ada kegiatan penentangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di negara-negara yang menamakan diri negara Islam terutama di Pakistan. Beberapa saluran TV juga sangat giat memprovokasi anti Jemaat Ahmadiyah yang dapat disaksikan oleh pemirsa yang tinggal di Eropa dan beberapa negara lain di dunia. Mereka sengaja mengobarkan rasa kebencian dan permusuhan dalam hati orang-orang Muslim yang kurang mengetahui mengenai Ahmadiyah. Beberapa buah saluran TV sesuai dengan kebijakan mereka tidak mengizinkan untuk berbuat demikian [menyebarkan kebencian kepada suatu golongan lewat media publik] namun para Mullah (ulama) yakni perancang kerusuhan itu mendesak dengan membayar sejumlah uang kepada TV itu akhirnya dengan alasan tertentu mereka mulai mengumumkan apa yang para Mullah itu inginkan yaitu orang-orang Ahmadi wajibul qatl (wajib dibunuh). Beberapa hari yang lalu seorang Mullah (ulama) mengumumkan hal serupa dalam sebuah TV di satu negara Eropa. Namun ketika pemilik TV itu dihubungi (rabtah) dan dimintai keterangan mengapa telah berbuat demikian, maka iapun menyatakan penyesalannya dan dipesankan kepadanya agar dimasa yang akan datang jangan memberi kesempatan lagi kepada Mullah itu untuk datang kembali ke studio TV ini. Namun dengan cara bagaimanapun orang-orang yang bertabiat buruk ini atas nama undang-undang blasphemy atau penodaan terhadap kenabian dan kehormatan Khataman Nabiyyin mempersiapkan diri untuk memicu orang-orang Muslim yang tidak memiliki cukup ilmu pengetahuan agar menentang Jemaat Ahmadiyah.

Sebagaimana telah saya jelaskan bahwa tabligh Islam dan membuktikan keistimewaannya serta untuk menjelaskan kepada dunia mengenai maqam (kedudukan dan martabat) Hadhrat Rasulullah saw yang usaha dan upayanya sedang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah telah diakui sepenuhnya oleh para kekuatan-kekuatan penentang Islam dan para misionari. [Di pihak lain], adapun orang-orang yang  menyatakan diri Islam itu dan yang sedang giat melawan dan melakukan serangan-serangan terhadap Jemaat Ahmadiyah, sedikitpun tidak mendapat taufik [terpikirkan] untuk mengeluarkan uang beberapa rupiah guna mendakwahkan Islam kepada dunia. Sebaliknya setiap hari mereka terbenam dalam pikiran bagaimana menarik sejumlah uang dari kas negara. Sekarang apa yang sedang terjadi  di sana-sini di dalam negara, sedang terjadi makar dan kerusuhan-kerusuhan atas nama Islam dan atas nama melindungi kesucian risalah, telah menimbulkan kegelisahan dan rasa tidak aman terhadap orang-orang yang bertabiat baik dan lurus. Keselamatan jiwa manusia tidak terjamin. Tindakan mereka itu merupakan ancaman keras dan sangat berbahaya terhadap orang-orang Ahmadi. Namun mereka ini sudah terbiasa menerima keadaan seperti itu. Sebagaimana sudah pernah saya jelaskan sebelumnya beberapa kali mengenai hal ini kendatipun tidak ada warga Pakistan sendiri yang selamat dari tindak kejahatan mereka ini. Mereka tidak berpikir bahwa dari satu segi mereka telah melanggar undang-undang negara, menyebarkan kerusuhan dimana-mana, kehormatan pemerintahan sudah tidak ada lagi. Dan dari segi lain mereka ini telah mengundang kemurkaan Tuhan sehingga malapetaka dan bencana-bencana alam telah melanda seluruh negeri. Apa yang sedang terjadi semua ini? Bangsa sedang dibawa kemana oleh mereka ini? Akhir kesudahan mereka akan dilemparkan kemana oleh Allah Ta’ala? Apa yang akan terjadi terhadap kesudahan mereka itu? Semoga Allah Ta’ala memberi akal kepada mereka supaya mereka dapat berpikir.

Sejauh mana tentang orang-orang Ahmadiyah, disebabkan mereka ini sangat setia kepada pemerintah, sekalipun mereka ini dari segi hukum sedang dipersulit dan dianiaya, mereka sedang diperlakukan atau sedang dipermainkan dengan kesulitan-kesulitan namun demikian mereka ini selalu memanjatkan doa agar Allah Ta’ala menyelamatkan negara mereka dari segala macam kehancuran.

Anjuran berdoa yang telah saya umumkan pada khotbah Jum’at yang lalu dan telah dianjurkan untuk melakukan puasa nafal juga, maka saya harapkan agar Jemaat menentukan hari tertentu bagi semua untuk melakukan puasa nafal itu. Setiap Jemaat secara lokal dapat memutuskan hari tertentu, akan tetapi yang paling baik adalah setiap Jemaat menetapkan hari Senin atau hari Kamis untuk melakukan puasa nafal itu. Itulah yang saya  katakan kepada Jemaat di Pakistan. Namun demikian apabila saya telah menganjurkan suatu gerakan maka seluruh Jemaat harus menaruh perhatian terhadap anjuran itu. Dimana doa yang telah saya anjurkan untuk menyelamatkan diri dari kejahatan dan dari orang-orang jahat atau dari kezaliman dan dari orang-orang zalim disana saya telah menganjurkan untuk berdoa demi keselamatan dan kesucian Negara juga dari semua keburukan itu. Semoga Allah Ta’ala membersihkan atau menyucikan negara dari semua fasad (kerusuhan dan huru-hara) itu, supaya negara ini selamat-sejahtera. Kita mencintai negara kita. Oleh sebab itu hati kita menjadi gelisah menyaksikan semua keadaan buruk seperti yang sedang terjadi di sana. Bagaimanapun inilah kewajiban kita, kewajiban setiap orang Ahmadi Pakistani untuk berlaku demikian.

Saya kembali kepada pokok pembicaraan semula, telah saya katakan bahwa pada zaman ini Hadhrat Masih Mau’ud as dan orang-orang yang telah mendapat bimbingan dari beliau as, Jemaat beliaulah yang sedang giat berusaha membangkitkan kemenangan Islam kedua kali dan sedang berusaha untuk membuktikan semua keindahan dan keluhuran ajaran Islam diatas semua agama di dunia. Oleh sebab itu baik di Afrika, di Eropa atau di Amerika atau di kawasan  manapun diatas dunia ini orang-orang Ahmadi tanpa ragu-ragu berdiri paling depan untuk membela mempertahankan Islam. Bukan hanya membela mempertahankan Islam namun juga membuktikan keindahan dan keunggulan Islam. Di mana kekayaan minyak yang melimpah ruah tidak membawa faedah apapun di sana orang-orang Ahmadi demi meraih keridhaan Allah Ta’ala bekerja dengan memberikan kontribusi atau candah [dari income (penghasilan) yang mereka dapatkan setiap bulan dan tidak banyak nilainya itu]. Tidak diragukan lagi bahwa itu bukan keistimewaan kita. Ini bukan kebanggaan kita. Ini semata-mata kebaikan Allah Ta’ala bahwa Dia memberikan keberkatan dalam pengorbanan kita yang sedikit dan tiada artinya itu sehingga mendatangkan buah atau hasil yang tidak terhitung banyaknya. Maka sekarang menjadi kewajiban kita demi kecintaan kepada Tuhan kita harus berjalan terus dan jangan berhenti untuk mempersembahkan pengorbanan kepada-Nya. Kita bukanlah orang-orang yang melupakan ihsan [Tuhan]. Betapa besarnya kebaikan dan kemurahan Allah Ta’ala terhadap kita bahwa Dia telah memberi taufik kepada kita untuk menerima Ahmadiyah. Jika Allah Ta’ala telah memberi taufik kepada ayah-ibu dan kakek-nenek kita untuk menerima kebenaran itu dan menggabungkan diri kedalam pangkuan Jemaat maka kita telah mendapat taufik untuk tetap tergabung di dalam Jemaat-Nya ini. Supaya dengan menggabungkan diri dengan Hadhrat Imam Zaman kita berusaha untuk menyempurnakan misi beliau as sehingga kita dapat memelihara keadaan dunia dan akhirat kita. Namun ingatlah! Hanya dengan menyerahkan pengorbanan harta bukan berarti tugas dan pekerjaan kita sudah selesai (cukup). Kita harus berusaha menciptakan keadaan kalbu kita agar selalu terikat dengan erat kepada Allah Ta’ala. Kita harus berupaya menghasilkan mutu (standar) akhlaq yang setinggi-tingginya. Kita harus berusaha menyampaikan atau menyebarkan amanat Hadhrat Masih Mau’ud as yang merupakan amanat Islam hakiki di negara masing-masing juga. Sambil menghapuskan tuduhan-tuduhan yang menentang Islam, kita juga harus berusaha untuk menampilkan ajaran-ajaran Islam yang indah kepada dunia.

Jadi, Jemaat Belanda juga sekalipun merupakan sebuah Jemaat yang masih kecil harus memahami kewajiban itu. Jika hanya beberapa orang saja yang menunaikan kewajiban itu tidak akan dapat mencapai maksud yang sempurna. Setiap orang Ahmadi yang tinggal di Belanda berkewajiban untuk berusaha mengamalkan kewajiban itu di lingkungan masing-masing. Inilah negara Belanda dimana tinggal seorang yang sangat malang nasibnya, yang demi kepentingan popularitas politiknya telah berusaha terus lewat kecaman-kecamannya dalam menentang Islam dan junjungan kita Nabi [Muhammad] saw. Provokasi permusuhan dan penentangannya terus berlanjut dan bertambah. Kebenciannya terhadap Islam sampai batas sehingga keluar busa dari mulutnya karena banyaknya ia berbicara dengan kemarahan (emosi). Beberapa hari yang lalu ketika seorang pemimpin organisasi Islam mengutuk dengan keras sebuah kerusuhan anti Islam, maka orang zalim ini yang bernama Geert Wilders mengumumkan, “[Kekerasan] ini tidak cukup, kami tidak akan mengakuinya sampai kalian [orang Islam] tidak mengatakan bahwa Islam adalah sebuah agama yang mengajarkan kekerasan dan kerusuhan, [agama] dusta dan bukan agama yang datang dari Tuhan. Ia harus dibuang dan dilenyapkan dari muka bumi ini. saya tidak mau menerima pengaduan seperti itu selama tidak dinyatakan seperti apa yang telah saya katakan!” Demikianlah keinginan orang zalim itu. Bagi orang demikian harus disampaikan pesan kepadanya, “Hai orang zalim dengarlah baik-baik! Kamu dan partai kamu adalah fana (hancur, tidak kekal-abadi) sebagaimana setiap orang juga akan mengalaminya (kematian). Akan tetapi Islam dan Hadhrat Muhammad Rasulullah saw telah datang ke dunia seterusnya akan selalu hidup sampai hari Kiamat. Tidak ada kekuatan dunia sekalipun besar seperti Firaun yang menjadi musuh Islam akan mampu menghapuskan Islam dari muka bumi ini. Pada zaman ini Allah Ta’ala telah mengutus seorang Jariyullah (Pahlawan Tuhan) untuk memenangkan Islam diatas semua agama, sekalipun adanya penentangan sangat keras oleh musuh-musuh seperti anda. Sekalipun dimana-mana terdapat banyak penentangan namun Islam telah ditaqdirkan untuk menang berkat pertolongan Allah Ta’ala. Dan setiap orang Ahmadi yang telah baiat kepada Jariyullah ini mengetahui dengan pasti bahkan telah berjanji akan mengorbankan jiwa-raga, harta dan waktunya sehingga akan berjaya dalam meraih maksud itu, insya Allah.

Maka, itulah sekarang pesan bagi orang-orang Ahmadi yang tinggal di negeri ini dan bagi yang tinggal dimanapun diatas dunia, inilah pesan yang untuk disampaikan kepada dunia. Anda semua harus menyampaikan amanat tersebut kepada masyarakat di negeri ini. Sekalipun ahli politik yang menjadi musuh Islam yang sangat jahat ini [Geert Wilders] akan mendapat kursi lebih banyak lagi dari sebelumnya dalam pemerintahan, namun anda semua harus memberitahukan kepada dunia bahwa semua gerak-geriknya akan mengundang turunnya kehancuran dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala selalu memberi dukungan kepada utusan-Nya. Dan Dia selalu menjaga kehormatannya dan sekarang juga Dia akan menjaganya, insya Allah. Kita tidak mempunyai suatu kekuatan dan tidak akan pula kita menggunakan senjata duniawi. Akan tetapi orang-orang yang hatinya telah terluka, doa-doa mereka mampu mengguncang arasy Ilahi dan di sini [doa-doa tersebut] persoalannya bertalian dengan melindungi [kehormatan] habib Allah Ta’ala [habib, kesayangan Allah yaitu para utusan-Nya, khususnya Nabi Muhammad saw]. Lebih dari doa-doa yang kita panjatkan Allah Ta’ala sendiri akan memperlihatkan ghairatnya untuk menolong. Sehingga akhir kesudahan orang yang bernasib malang itu akan hancur lebur hingga debunya pun tidak akan nampak lagi. Di negara Belanda ini banyak sekali orang-orang yang memiliki pandangan dan pemikiran yang baik. Pikiran mereka tidak semuanya sama. Mereka itu menolak dan menyanggah pernyataan-pernyataan orang zalim dan malang itu, yang telah menghina Islam dan junjungan kita Muhammad saw itu. Itulah sebabnya, kita dengar, bahwa orang malang itu telah diajukan ke pengadilan. Mungkin saja ia diperlakukan demikian karena tujuan politik. Akan tetapi di negeri ini sudah pasti terdengar suara riuh yang menentang dan menghindar dari perbuatan dan pemikiran yang buruk seperti itu. Maka carilah orang-orang demikian itu bersahabatlah dengan mereka kemudian sampaikanlah amanat Islam yang indah ini kepada mereka. Carilah orang-orang yang berusaha menegakkan suasana aman dan damai dan orang-orang yang menjalin hubungan persaudaraan dengan yang lain. Kemudian peringatkanlah kepada mereka tentang adanya sekelompok orang-orang yang berusaha menimbulkan kerusuhan dan kekacauan diatas dunia ini. Himpunlah orang-orang yang berusaha menjaga perasaan orang lain dan orang-orang yang saling menghormati para penganut agama-agama lain, kemudian buatlah program bersama mereka untuk menegakkan keamanan dan kedamaian diatas dunia. Sampaikanlah kepada dunia bahwa Islamlah yang sekarang paling banyak memberi pelajaran tentang saling menghormati dengan yang lain. Sehingga syirik yang merupakan dosa paling besar disisi Allah Ta’ala, namun untuk menghormati para penyembah berhala itu Islam juga telah memberi ajaran agar orang-orang Muslim jangan mencaci-maki berhala-berhala mereka. Jika tidak demikian, mereka akan memaki Tuhan kita sehingga akan menimbulkan kerusuhan di dalam negeri.

Jadi, sekarang bagi para anggota Jemaat Belanda perlu sekali untuk meningkatkan gerak cepat usaha-usaha mereka. Sekarang jika anda semua menyadari semua tanggung jawab dengan sesungguhnya, maka sebidang tanah di Almere yang telah diberikan oleh Kerajaan untuk membangun sebuah mesjid tidak akan diambil kembali oleh Kerajaan. Memang betul tanah itu terletak di kawasan musuh-musuh Islam, namun demikian di dalam kota itu terdapat banyak sekali orang-orang baik hati yang bersedia bekerja sama dengan Jemaat. Jadi, Jemaat Belanda sangat perlu sekali untuk meningkatkan usaha dan kegiatan-kegiatannya. Dan disamping itu harus selalu ingat bahwa pekerjaan apapun yang kita lakukan tidak dapat berhasil tanpa disertai dengan doa. Usahakanlah untuk meningkatkan hubungan khusus dengan Allah Ta’ala. Banyak-banyaklah berdoa ke hadirat Allah Ta’ala. Disini saya ingin mengatakan agar doa-doa dipanjatkan juga bagi Ratu negara ini [Ratu Beatrix-red). Sebab, salah satu kelompok telah berkomplot menjatuhkannya karena sang Ratu telah mencegah orang-orang yang ingin melakukan berbagai macam kezaliman terhadap orang-orang Muslim. Dan dengan menganggap orang-orang Muslim juga bagian dari penduduk negeri ini beliau telah menganjurkan agar menjaga dan melindungi hak-hak asasi mereka. Sedangkan orang-orang Islam sendiri telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk membalas setiap kebaikan dengan kebaikan lagi. Jadi berdoalah bagi keselamatan sang Ratu juga semoga Allah Ta’ala menggagalkan setiap usaha komplotan untuk menentang beliau. Dan semoga Allah Ta’ala membuka hati beliau, demikian juga semoga Allah Ta’ala membuka hati penduduk negeri ini agar menjadi orang-orang yang memahami ajaran-ajaran Islam.

Jadi, demi menegakkan keadilan dan demi meninggikan martabat Islam kita harus menunjukkan perilaku yang sangat baik. Sebab, kita adalah orang-orang yang telah beriman kepada Jariyullah yang berusaha mengajak dunia untuk mempercayai keindahan Islam dan keluhuran martabat Hadhrat Rasulullah saw. Sebagaimana telah saya katakan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as-lah yang telah mencegah tersebarnya kebatilan di negeri India. Orang-orang Muslim disana baik yang percaya atau tidak, Hadhrat Masih Mau’ud as-lah yang telah menyelamatkan sekelompok besar orang-orang Muslim dari jurang kemusyrikan. Beliau as-lah yang telah mengorbankan segala sesuatu demi membela kehormatan Hadhrat Rasulullah saw. Selain itu para muballigh kita di Afrika dengan menablighkan Islam telah merubah pendirian orang-orang yang beriman kepada trinitas menjadi penegak tauhid [penyembah-penyembah Tuhan Yang Tunggal]. Telah menjadikan mereka orang-orang yang giat mengirim shalawat dan salam kepada Hadhrat Rasulullah saw. Pada waktu Jalsah-Jalsah kita menyaksikan sambil mendengarkan orang Ahmadi Afrika melantunkan “laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah” dengan suara yang indah menurut gaya khas mereka; kebanyakan dari mereka [yang melantunkan kalimah thayyibah] ini masuk Islam berasal dari penganut agama Kristen. Terutama di Ghana mayoritas orang-orang yang masuk Islam berasal dari penganut agama Kristen. Jadi, inilah pekerjaan yang sekarang Jemaat Ahmadiyah sedang laksanakan setelah belajar dari Hadhrat Masih Mau’ud as. Dan sekarang jika berpisah menjauh dari beliau as, gambaran Islam yang sesungguhnya tidak akan dapat ditampilkan kepada dunia sebab beliaulah yang  telah diutus oleh Allah Ta’ala, Imam Mahdi yang datang dari Allah Ta’ala yang membawa petunjuk yang datang dari-Nya pada zaman ini bertugas memberi petuntuk kepada dunia. Beliaulah pencinta sejati Rasulullah saw yang telah mengorbankan jiwa-raga beliau as demi mengajak manusia untuk beriman kepada Hadhrat Rasulullah saw. Kecintaan yang tertanam di dalam hati beliau as terhadap Hadhrat Rasulullah saw dapat dinilai dari tulisan-tulisan beliau as. Di satu tempat beliau as bersabda,  ”Sekarang di bawah kolong langit hanya ada seorang nabi dan hanya ada satu Kitab yakni Hadhrat Muhammad Mustafa saw yang a’la (paling tinggi) dan afdhal (paling mulia) dari semua nabi dan atim o akmal (paling sempurna) dari semua rasul dan khatamul anbiya (khatam atau yang terbaik dari semua nabi) dan khairun naas (manusia yang terbaik). Dengan mengikutinya manusia dapat bertemu dengan Tuhan dan semua tirai kegelapan terangkat dan di dunia ini tanda-tanda keselamatan yang sejati nampak dengan cemerlang.”[1]

“Manusia yang paling sempurna dan insan kamil, nabi kamil yang datang dengan keberkatan-keberkatan yang kamil yang dengannya menjadi penyebab ba’ts dan hasyr (kebangkitan rohani) kiamat pertama dunia telah nampak dan sebuah keadaan alam yang telah mati menjadi hidup kembali berkat kedatangannya. Nabi yang penuh keberkatan itu, yakni Hadhrat Khatamul Anbiya (khatam/termulia dari para nabi), Imamul Ashfiya (Imam orang-orang Suci), Khatamul Mursaliin (khatam para rasul), Fakhrun Nabiyyiin (kebanggaan para nabi), Janab (yang mulia) Muhammad Mustafa saw. Wahai Tuhan Yang tercinta! Kirimkanlah rahmat dan shalawat kepada Nabi tercinta ini yang sejak awal permulaan dunia tidak pernah Engkau kirim kepada siapapun.” [2]

Selanjutnya beliau as bersabda, ”Orang yang tanpa takut kepada Tuhan menyebut nabi kami termulia, Hadhrat Muhammad Mustafa saw dengan kata-kata yang buruk, melemparkan tuduhan-tuduhan kotor terhadap junjungan kami, dan tidak berhenti memakai kata-kata kotor, bagaimana kami dapat berdamai dengan mereka itu? Kami berkata dengan sesungguhnya, bahwa kami dapat berdamai dengan ular-ular berbisa dan dengan serigala-serigala hutan belantara, akan tetapi kami tidak dapat berdamai dengan orang-orang yang telah menyerang dengan kata-kata kotor kepada Nabi kami yang lebih cintai dari nyawa kami dan nyawa ibu-bapak kami sendiri. Hai Tuhan matikanlah kami atas nama Islam. Kami tidak mau melakukan suatu amal-perbuatan yang mengakibatkan hilangnya iman.”[3]

Adakah orang yang mampu memperlihatkan ‘isyq muhammad (kecintaan kepada Nabi Muhammad), maqam (kedudukan) Muhammadiyyat dan ghairat rasul saw (merasa terusik atau tersinggung harga dirinya bila kehormatan Rasulullah saw dihina) seperti itu? Apakah nampak orang demikian pada zaman sekarang ini? Sungguh, tidak akan nampak selain Hadhrat Masih Mau’ud as sendiri. Carilah di setiap pelosok dunia! Seorang pecinta sejati seperti itu tidak akan dapat ditemukan. Akan tetapi sungguh malang nasib sebagian besar golongan dunia Islam, yang bukan hanya mengingkari pencinta Rasul ini, bahkan, mereka telah menjadikan beliau as sebagai sasaran penghinaan dan caci-maki yang sangat zalim.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa di Pakistan setiap hari para Mullah melakukan program semacam itu terus-menerus. [Bahkan,] di kota Rabwah juga yang penduduknya terdiri dari 98% orang-orang Ahmadi, di sana para Ahmadi tidak diizinkan untuk menyelenggarakan Ijtima atau Jalsah. Akan tetapi musuh-musuh Ahmadiyyah atas nama Khatami Nubuwwat diberi izin [mengadakan pertemuan-pertemuan dengan] menggunakan kata-kata kotor menentang Ahmadiyah dan menentang Hadhrat Masih Mau’ud as. Sejak sore kemarin mereka sedang melangsungkan sebuah pertemuan di kota Rabwah yang biasa mereka lakukan setiap tahun pada bulan Oktober dan pada petang hari ini jalsa mereka ini akan berakhir. Menurut laporan yang diterima dalam Jalsa itu sangat kurang pembicaraan tentang kecintaan terhadap Hadhrat Rasulullah saw. Namun tentang Hadhrat Masih Mau’ud as mereka telah menggunakan banyak kata-kata kasar yang sangat kotor dan dijadikan sasaran penghinaan. Mereka melakukannya atas nama khatami nubuwwat [Nabi Muhammad sebagai khatamun nabiyyin dalam penafsiran mereka] yang menurut mereka adalah tanda kecintaan kepada Rasul saw. Hal tersebut membuat hati para pengikut beliau as terus-menerus sangat terluka. Akan tetapi semua itu kita hadapi dengan kesabaran atas nama kecintaan terhadap Rasulullah saw juga dan bersujud dihadapan Tuhan kita tercinta yang tidak pernah meninggalkan kita.   Sekalipun usaha tabligh kita apabila kurang dari semestinya, maka Allah Ta’ala untuk membuktikan kebenaran Masih dan Mahdi yang dicintai-Nya, Dia sendiri memberi bimbingan kepada manusia. Hal itu terus berjalan semenjak 125 tahun silam. Dia membuka pintu hati manusia dan memberi taufik terus-menerus kepada manusia untuk menggabungkan diri kedalam silsilah Ahmadiyah. Selanjutnya saya ingin menyampaikan peristiwa beberapa orang masuk Jemaat Ahmadiyah demi meningkatkan iman kita semua.

Muballigh kita di Jerman, tuan Muhammad Ahmad telah menulis katanya, “Seorang teman ghair Jemaat, tuan Sarbad Bash sejak beberapa tahun lalu menjadi sasaran tabligh saya. Beliau telah memahami dengan betul akidah-akidah Jemaat akan tetapi hati beliau belum memperoleh ketenteraman untuk baiat. Beliau sendiri rajin bertabligh dan berkat pertablighannya itu ada beberapa orang yang sudah baiat. Beliau rajin bertabligh tentang Ahmadiyah namun beliau sendiri belum bersedia untuk baiat.” Tuan Murabbi (muballigh) berkata, “Pada suatu hari beliau datang kepada saya dan bertanya, ‘Bagaimana cara-cara baiat?’ Dengan perasaan heran saya bertanya kepadanya, ‘Ada persoalan apa?’ Katanya, ‘Semalam saya melihat ru’ya (mimpi). Dalam ru’ya itu saya mendengar suara, “Ahmadiyah adalah samudra (lautan) yang [kekayaan, keluasan] khazanah-khazanah [harta-benda pengetahuan dan kerohanian]nya tidak ada seorang pun yang pernah dan tidak akan ada yang mampu untuk membicarakan tentangnya sampai habis [takkan habis walau pun disampaikan panjang-lebar. Tidak pernah dan tidak akan pernah ada orang yang dapat selesai membicarakan tentang khazanah Ahmadiyah-pent.].” Katanya, ‘Suara itu telah membuat kalbu saya sangat terkesan.’ Maka pada waktu itu beliau langsung meminta baiat [masuk Jemaat Ahmadiyah].”

Muballigh kita pergi ke sebuah kampung bernama Soce Abe di negara Ivory Coast (Pantai Gading, Afrika) untuk bertabligh dan setelah sampai di sana beliau mengumumkan bahwa Imam Mahdi sudah datang. Maka kepala kampung bernama Yahya Diabate sambil berdiri menjelaskan sebuah ru’ya (mimpi) yang pernah dilihatnya. Katanya kira-kira jam dua tengah malam ia melihat cahaya memancar dengan terang sekali dari ufuk utara. Seminggu kemudian nampak lagi cahaya terang dari ufuk sebelah selatan. Kepala kampung itu menceritakan ru’yanya di hadapan para ulama dan para ulama itu menjawab, “Kamu akan memperoleh suatu hal yang sangat menggembirakan!” Setelah menyaksikan ru’ya itu ketika rombongan para muballigh Ahmadiyah sampai ke kampung itu dan menyampaikan kabar tentang kedatangan Imam Mahdi, maka ia dengan gembira datang ke orang-orang yang sedang berkumpul pada waktu itu dan menjelaskan banyak hal di hadapan mereka berkata, “Inilah perkara yang sangat menggembirakan itu yang dengan perantaraan cahaya yang nampak dari ufuk utara dan dari ufuk selatan Allah Ta’ala telah memberitahukan kepada saya. Pada hari ini saya menerima kebenaran ini dan saya katakan kepada orang-orang [yang tinggal di kampung dibawah pimpinan] saya, ‘Siapa saja dari antara saudara-saudara yang ingin menerimanya, saya ingin meyakinkan saudara-saudara sekalian bahwa Ahmadiyah adalah pembawa kabar gembira dari Tuhan, [karenanya] terimalah oleh kalian semua.’” Maka di sana sekitar semua penduduk kampung itu pun baiat [masuk Jemaat Ahmadiyah].

Seorang bernama Wahid Murad dari Iraq telah menulis, “Saya tinggal di kawasan orang-orang Syiah. Ayah dan kakek saya juga Syiah. Walaupun demikian, kepercayaan golongan Syiah mengenai Imam Mahdi tidak memberikan ketenteraman kepada hati saya. Dan saya berpikir pasti ada sesuatu yang menjadi penghalang. Pada suatu ketika saya bermimpi saya sedang duduk di dalam sebuah kamar, tiba-tiba terdengar suara empat orang datang ke rumah saya. Saya tidak mengenal mereka. Ketika saya keluar nampak keempat orang itu sedang menyirami rumah saya dengan aliran air dari pipa. Dengan heran saya bertanya kepada mereka, ‘Apa yang sedang kalian lakukan ini?’ Katanya, ‘Kami mendapat perintah untuk membersihkan rumah engkau.’ Saya bertanya, ‘Bagaimana dengan rumah para tetangga?’ Mereka menjawab, ‘Kami hanya mendapat perintah untuk membersihkan rumah engkau saja.’ Dua hari setelah mimpi saya menyalakan TV maka nampak di layar TV empat orang yaitu tuan Mustafa Sabit, tuan Sharif, tuan Hani dan tuan Mu’min sedang menjalankan sebuah program ‘Alhiwar Almubasyar’ [Dialog Langsung lewat MTA-3 berbahasa Arab]. Saya yakin sekali bahwa mimpi itu datang dari Allah Ta’ala, oleh sebab itu saya harus baiat.”

Tuan Amir Prancis menulis, “Seorang perempuan dari Reunion Island datang ke Prancis untuk menghadiri meeting (rapat). Sebelum berangkat ia telah bermimpi ada seorang yang memberitahukan padanya bahwa sesampainya di Prancis ia harus berjumpa dengan saudaranya, LM. Saudaranya itu dengan karunia Allah Ta’ala sudah baiat masuk Jemaat. Ketika ia menjumpai saudaranya itu iapun diajak mengunjungi Mission House (Rumah Misi). Setelah mengikuti pertemuan tabligh ia baiat masuk Jemaat. Pada hari berikutnya setelah meninggalkan bandara dan telah sampai di kediamannya, ia berjumpa dengan suami dan anak lelakinya. Mereka berkata, ‘Ahmadiyah sudah kami ketahui sebelumnya. Sekarang ambillah baiat kami.’ Maka seluruh keluarga itu pun menjadi Ahmadi.”

Tuan Abdul Majid dari Mesir menulis katanya, “Saya bermimpi sedang duduk diatas sebuah perahu kecil sambil memegang sebuah pendayung di tangan saya dan saya sedang berputar-putar tanpa tujuan tertentu. Ketika ombak besar tiba dan perahu hampir tenggelam. Saya mendengar suara dari Allah Ta’ala, ‘Inilah tongkat Nabi Musa, pukullah laut dengannya!’ Tiba-tiba tongkat jatuh dari langit, saya mengambilnya dan saya memukul laut dengan tongkat itu. Akhirnya perahu berhenti diatas tempat yang tinggi yakni sebuah kota yang diatasnya berdiri gedung-gedung menjulang tinggi dan indah sekali. Penduduknya berwajah sangat molek penuh keceriaan. Dikatakan kepada saya, ‘Inilah kota milik Jemaat Ahmadiyah.’ Saya paham bahwa hal itu merupakan isyarat kepada saya agar baiat [masuk Ahmadiyah]. Maka dengan karunia Allah Ta’ala saya mendapat taufik untuk melakukan baiat.”

Ada kabar lainnya mengenai kejadian pada tahun 2000 dari Tuan Rashid dari Jerman yang menulis katanya, “Saya berkenalan dengan keluarga berasal dari Turki yang sedang mengunjungi pusat perbelanjaan dimana saya berjual-beli. Kemudian kedua suami isteri itu datang ke mesjid kita. Ketika perempuan itu bertemu dengan isteri saya maka ia menangis sambil mengeluarkan air mata lalu berkata, ‘Beberapa hari yang lalu saya melihat sebuah ru’ya (mimpi) dimana anda sedang bertabligh kepada saya dan memberi beberapa keterangan tentang Jemaat kepada saya.’ Ia juga melihat Hadhrat Khalifatul Masih lV rha di layar televisi yang menyiarkan MTA. Setelah beberapa hari kemudian ia datang lagi ke mesjid kita dan berkata, ‘Setelah saya pergi dari mesjid Jemaat untuk pulang ke rumah saya, saya telah berdoa kepada Allah Ta’ala, “Jika orang suci yang saya lihat dalam TV di mesjid itu orang benar maka ya Allah pertemukanlah saya dengan beliau.” Katanya, “Saya bertemu dengan beliau (Hudhur IV rha) dalam kasyaf.” Akhirnya dengan karunia Allah Ta’ala ketiga orang dalam keluarga itu semuanya baiat masuk Jemaat Ahmadiyah.

Allah Ta’ala tidak hanya memberikan hidayah (petunjuk) kepada orang-orang Muslim; kepada orang non Muslim pun dianugerahkan-Nya petunjuk. Mubaligh kita di Belanda (Belanda) telah menulis surat kepada saya, “Seorang perempuan Hindu bernama Malti. Ia telah masuk Islam lima belas tahun silam ketika menikah dengan seorang lelaki asal Marakesh bernama Yusuf Mansur. Setelah menikah, ia melihat dalam mimpi bahwa di Hindustan banyak orang-orang dari berbagai daerah yang semuanya mengenakan pakaian berwarna putih berkumpul di sekitar seorang buzurg (orang suci). Orang-orang itu sambil mengacungkan tangan berkata, ‘Orang itu adalah Masih Mau’ud (Almasih yang Dijanjikan)!’ Perempuan itu menceritakan mimpinya itu kepada suaminya. Suaminya melihat siaran program MTA yang sedang membahas tentang kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud as. Ketika suaminya itu memperlihatkan MTA itu kepada isterinya, maka ketika isterinya melihat foto Hadhrat Masih Mau’ud as segera mengenali beliau as katanya, ‘Inilah orang suci yang saya lihat dalam mimpi.’ Keduanya terus menyaksikan program siaran MTA sampai selesai, akhirnya kedua suami isteri itu memutuskan untuk baiat masuk Jemaat Ahmadiyah.

Peristiwa-peristiwa [baiat] dari kalangan Kristen. Tuan Amir Kanada menulis mengenai seorang perempuan Kristen bernama Brandy Wilson yang menerima Ahmadiyah, “Wanita muda penduduk kota Toronto ini beberapa kali disampaikan kabar gembira tabligh [mengenai Islam dan Ahmadiyah] oleh seorang da’i ilallah bernama tuan Hasan Faruq. Beberapa waktu kemudian, ia melihat Allah Ta’ala, Nabi Akram (Muhammad) saw dan Hadhrat Isa as dalam mimpi[4] yang menenteramkan hatinya bahwa Islam adalah agama yang benar dan mengajaknya untuk masuk Islam. Setelah melihat mimpi itu iapun baiat [masuk jemaat].

Kisah baiat seorang pemuda Kanada bernama Emmanuel Rovithis. Ia adalah penduduk kota Ontario berumur 20 tahun dari keluarga kulit putih yang semenjak kecil sudah biasa melihat pancaran cahaya terang dalam mimpi. Mula-mula dilihatnya cahaya itu buram, namun lambat laun ia melihat dalam mimpi cahaya itu semakin terang. Delapan bulan yang lalu ketika ia telah masuk Islam ia melihat cahaya dalam mimpi semakin terang sekali. Ketika sedang menyelidiki Ahmadiyah ia lihat cahaya dalam mimpi semakin jauh lebih terang sehingga ia melihat gambar manusia dalam cahaya itu. Sehingga ketika bertemu dengan seorang Ahmadi dan berdialog selama tiga jam, malam harinya ia bermimpi melihat dengan sangat jelas sekali sesosok wajah manusia itu. Ia segera menceritakannya kepada kawan Ahmadinya mengenai hal itu yang kemudian kawan Ahmadi itu memperlihatkan kepadanya foto-foto Hadhrat Masih Mau’ud as dan Hadhrat Khalifatul Masih lV rh atau para khalifah lainnya namun tatkala ia melihat foto saya (Hudhur V atba), ia berkata, “Inilah dia wajah yang telah saya lihat dalam mimpi.”  Maka akhirnya ia baiat pada bulan Maret 2011.

Tuan Amir Jemaat dari Uganda menulis, “Rombongan tabligh kita ketika pergi ke sebuah rumah untuk menyampaikan pesan Ahmadiyah lalu tuan rumah yang ternyata orang Kristen itu berkata kepada kami, ‘Kalian adalah orang-orang yang sedang saya tunggu-tunggu karena baru tadi malam saya melihat mimpi. Dalam mimpi itu saya lihat beberapa orang Muslim sedang mengumpulkan orang-orang dari berbagai golongan dan suku bangsa untuk diberitahu kepada mereka tentang Tuhan Yang Tunggal dan tentang kedatangan Isa Almasih yang kedua. Kalian telah menyempurnakan mimpi saya. Terimalah baiat saya.” Anggota rombongan kita berkata, ‘Sebaiknya membaca syarat-syarat baiat dan merenungkannya dulu [sebelum mengisi formulir baiat].’ Orang Kristen itu berkata, ‘Sebelumnya pun saya telah beriman. Jangan memperlambat keinginan baiat saya.’ Maka pada waktu juga ia baiat [masuk Jemaat Ahmadiyah] bersama keluarganya.

Tuan Amir Jemaat Sierra Leone (sebuah negara di Afrika) menulis katanya, “Tuan Hasan Komara seorang guru Bahasa dan Seni di Secondary School di kota Lungi. Pada tahun 2006 telah melihat mimpi diatas langit banyak sekali tulisan dengan kata-kata yang besinar terang yaitu ‘The Allah is Greatest’ yakni ‘Allah paling Besar’ (Allahu Akbar, Allah Maha Besar). Oleh karena ia waktu itu adalah seorang Kristen yang tidak percaya kepada Satu Tuhan namun ia juga tidak sepenuhnya merasa puas dan tenteram dengan pendiriannya, karena jika Isa sebagai seorang nabi Tuhan bagaimana ia dapat menjadi Tuhan.” Katanya, “Maka ia sangat takut dan badannya gemetar setelah melihat mimpi itu, sehingga terbangun. Pada tahun 2008 ia melihat lagi mimpi yang serupa dengan mimpi itu, terlihat diatas langit sebuah bola cahaya yang terang benderang. Tiba-tiba bola cahaya itu pecah. Maka keluarlah dari padanya tulisan yang sangat terang sekali ‘The Allah is Greatest’ yang menyebarluas di langit. Pada bulan Juli tahun 2008 ia membeli sebuah Khilafat Centenary Souvenir (Suvenir memperingati 100 tahun khilafat Ahmadiyah berbentuk buku berukuran cukup lebar dan berisi foto-foto yang cukup banyak di tiap halamannya) yang diterbitkan dari Pakistan kemudian mulailah ia menelaahnya. Lambat-laun dengan karunia Allah Ta’ala pikirannya mulai tertarik dengan Ahmadiyah. Banyak sekali pertanyaan yang juga ada jawaban-jawabannya yang lewat penelaahannya terdapat dalam suvenir itu. Pada tahun 2009 ia melihat dalam mimpi bahwa dirinya sedang berwudhu dan setelah wudhu pergi ke sebuah mesjid Ahmadiyah. Ketika sampai di mesjid shalat berjemaah sudah selesai.” Katanya, “Saya merasa sedih sekali ketinggalan shalat berjemaah itu. Setelah itu saya terbangun. Pada bulan September 2010, mubaligh Ahmadiyah mengundangnya ke rumah beliau dan bertanya, ‘Mengapa tuan tidak baiat?’ Katanya, ‘Masih ada beberapa pertanyaan pada saya. Apabila sudah terjawab saya akan baiat.’ Pada bulan Januari tahun 2011 ini setelah memperoleh jawaban semua pertanyannya ia pun baiat masuk Jemaat. Dengan penuh semangat ia sedang menelaah buku-buku Hadhrat Masih  Mau’ud as. Alhamdu lillaah.

Seorang jurnalis (wartawan) radio, Mr Jean Tangambu datang mengunjungi ruang pameran buku kita. Ia mengatakan, “Hari ini baru pertama kali paham tentang amanat Islam. Hari ini saya banyak bertanya mengenai Islam. Hari ini saya percaya Islam sebuah agama yang benar. Sebelumnya saya menganggap Islam sangat buruk sekali. Hari ini untuk pertama kalinya saya mengerti mengenai amanat yang disampaikan oleh Hadhrat Muhammad Mustafa saw.”

Kemudian seorang tamu, Fostin Maboyi berkata, “Saya pernah mendengar bahwa masjid adalah tempat sihir. Hari ini baru pertama kali saya masuk mesjid; mesjid Ahmadiyah dan saya sekarang tahu bahwa mesjid adalah tempat yang sangat menenteramkan.”

Jadi apabila Allah Ta’ala menunjukkan kudrat-Nya, maka orang-orang yang bertabiat baik dari setiap tempat di seluruh dunia memperoleh bimbingan dari-Nya dan natijahnya ramai orang yang masuk kedalam Jemaat Ahmadiyah. Setelah mengenal Almasih Muhammadi kemudian mengikat hubungan erat dengan beliau as, maka tidak perlu merasa prihatin atau resah terhadap hambatan-hambatan yang ditimbulkan oleh para penentang Jemaat. Ya, memang para penentang Ahmadiyah atau para penentang Islam apabila dalam menentang Hadhrat Muhammad Mustafa saw menggunakan kata-kata yang tidak patut dan jahat dan terhadap Hadhrat Masih Mau’ud as juga menggunakan kata-kata kotor dan keji maka hati kita pasti merasa sakit dan sedih. Dan untuk itu hanya satu obatnya, yaitu rundukkanlah kepala dihadapan Allah Ta’ala untuk memanjatkan doa-doa kepada-Nya. Mintalah pertolongan kepada Allah Ta’ala. Dan perkenalkanlah keindahan ajaran Islam dan Ahmadiyyah kepada dunia dengan perbuatan dan dengan ilmu juga. Untuk itu semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita semua. Di Eropah mau tak mau kita harus menghadapi para penentang Islam dan juga para penentang Ahmadiyah sekaligus. Penentangan yang timbul dari orang-orang Muslim juga ada di berbagai negara manapun saat ini dikarenakan para Mullah menanamkan racun [kebencian] kepada mereka; sementara kekuatan para penentang Islam juga tetap ada. Kemajuan Jemaat dan pembangunan mesjid-mesjid kita sangat menusuk perasaan hati kedua kelompok itu (Muslim anti Ahmadiyah dan non Islam yang anti Islam). Di Belgia, insya Allah Ta’ala kita akan meletakkan batu pondasi mesjid pertama di sana. Disana kita akan menghadapi penentangan yang datang dari kedua kubu mereka itu. Berdoalah agar Allah Ta’ala menimpakan akibat semua makar dan konspirasi para musuh kepada diri mereka sendiri dan semoga pelaksanaan peletakan batu pertama itu berjalan dengan lançar dan semoga mesjid dapat dibangun dan selesai secepatnya sehingga dari sana dapat segera dikumandangkan keesaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan semoga kita dapat menyampaikan keindahan ajaran Islam lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita semua. [Aamiin]

[1] Baraahin Ahmadiyah, Ruhani Khazain jilid I halaman 557

[2] Itmaamul Hujjah, Ruhani Khazain nomor 8 halaman 308

[3] Paigham-e-Sulh, Ruhani Khzain jilid 23 halaman 459

[4] “Tidak ada yang menyerupai-Nya, tidak ada yang bersifat seperti sifat-Nya…Dia bisa menampakkan diri-Nya kepada ahli kasyaf (orang yang mengalami kasyaf) dengan jalan tamats-tsul (rupa wujud yang terlihat). Tetapi Dia tidak bertubuh dan tidak berupa.” Dikutip dari buku Al-Wasiyat, JAI 2001, halaman 22.