Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

tanggal 3 Ikha 1393 HS/Oktober 2014

di Masjid Baitul Futuh, Morden, London, UK.

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلا اللّٰهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فأعوذ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda: “Menurut ajaran Islam pondasi keimanan dalam Islam adalah hanya ada dua jenisnya. Atau bisa dikatakan bahwa ajaran Islam berdasarkan dua tujuan utama. Pertama, pemahaman tentang Satu Tuhan dan pengakuan keberadaan-Nya; untuk mencintai dan benar-benar taat kepada-Nya sesuai dengan syarat kecintaan dan ketulusan. Tujuan kedua adalah untuk mengunakan semua kemampuan dalam pengkhidmatan dan kasih sayang terhadap sesama hamba Allah, bersyukur dan murah hati untuk semua, mulai dari seorang raja hingga orang biasa. Barangsiapa yang telah berlaku ihsan kepada kita, hendaklah kita pun berlaku baik dan bersyukur kepadanya…”

Beliau juga bersabda: “Ajaran Islam adalah dua macamnya: pertama, hak-hak Allah dan kedua, hak-hak manusia. Hak Allah meliputi mengingat-Nya dengan standar ketaatan dan hak-hak manusia meliputi belas kasihan bagi semua ciptaan Allah. Merupakan hal yang tidak baik untuk menyakiti seseorang hanya karena perbedaan agama.”

Terdapat banyak ragam wacana lain yang sejenis dan tulisan-tulisan Hadhrat Masih Mau’ud as yang menarik perhatian kita mengenai berbagai kewajiban kita; sebuah tema yang saat ini dunia sangat perlukan. Ini memang sebuah ajaran yang ketika disajikan kepada dunia akan mencengangkan mereka. Apabila gambaran dan detail ajaran Islam dijelaskan lebih lanjut kepada mereka, keheranan mereka meningkat karena pada tingkat umum non-Muslim hanya diberitahu oleh kalangan anti-Islam bahwa Islam adalah agama ekstrimis yang merampas hak orang lain. Mereka merujuk pada praktek organisasi Muslim tertentu sebagai bukti, mengenai hal ini sayangnya beberapa organisasi Muslim dan orang-orang tertentu sedang melakukannya.

Kenyataannya telah terbuka dengan jelas ketika contoh dari Al-Qur’an, teladan yang diberkati dari Baginda Nabi Muhammad saw yang secara benar diteruskan oleh Khilafat-e-Rashida (Khulafa-ur-Rasyidin) dan sahabat lainnya ra telah disampaikan kepada dunia. Ketika menjelaskan kepada mereka bahwa Hadhrat Masih Mau’ud as dikirim dalam zaman ini dengan ajaran seperti itu hal mana Muslim Ahmadiyah selalu berupaya dengan baik untuk melakukannya dalam praktek nyata, dunia mencatatnya! Perhatian dunia mulai tercurah kepada Jema’at Ahmadiyah. Saya (Hudhur) telah mengamati bahwa ketika fakta-fakta tersebut diuraikan dengan baik, hal itu memiliki pengaruh yang luar biasa bahkan terhadap para penentang yang keras sekalipun. Namun, saat ini bukannya menjelaskan secara mendetail mengenai apa saja detail penyampaian tersebut, sekarang saya ingin menyampaikan pekan yang lalu Jemaat Ahmadiyah Irlandia telah meresmikan Masjid pertama mereka dan pada petang harinya telah diadakan sebuah resepsi yang dihadiri oleh orang-orang ghair Ahmadi Non Muslim dan telah disiarkan secara langsung oleh MTA, mungkin anda semua telah menyaksikan dan telah mendengarnya. Pada waktu itu saya telah menjelaskan beberapa segi tentang ajaran Islam dan pada umumnya memang saya selalu berbicara tentang itu di hadapan orang-orang ghair Non Muslim, yang kesannya sangat dalam terhadap orang-orang Ghair Muslim. Tamu yang datang dari kota Galway juga sangat terkesan oleh isi pidato saya itu. Selain dari itu saya mendapat kesempatan untuk menjelaskan ajaran Islam sejati kepada orang-orang Pers, para politisi, para cendekiawan dari berbagai kalangan. Sambutan mereka sangat baik dan sangat menyenangkan. Orang-orang Irlandia mempunyai keistimewaan tertentu bahwa, mereka mengemukakan kesan-kesan mereka secara terbuka baik yang mereka sukai ataupun yang tidak mereka sukai. Jika tidak suka terhadap penjelasan yang mereka dengar mereka diam dan tetap pada pendirian mereka dan mereka tidak mengemukakan suatu kesan atau pujian apapun yang sifatnya tidak perlu.

Hari ini saya hendak menjelaskan secara ringkas mengenai lawatan saya di sana dan beberapa kesan yang telah disampaikan oleh orang-orang di sana. Bagaimana Allah Ta’ala sedang memberi taufiq untuk memperkenalkan Jemaat Ahmadiyah dan menyebarluaskan ajaran Islam sejati kepada dunia. Hari pertama ketika saya sampai di Irlandia, Jemaat telah berusaha mengadakan pertemuan di Gedung Parlemen dengan para anggota Parlemen Nasional termasuk ketuanya (Speaker of the National Parliament, Juru Bicara). Suasana pertemuan itu sangat baik. Speaker of the National Parliament ini sangat ramah-tamah, lapang dada dan sangat simpati. Beliau berkata: ”Saya sudah kenal dengan Jemaat Ahmadiyah. Saya sangat menghargai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah. Sekalipun di sini Jemaat ini kecil, namun sangat aktif.” Beliau menceritakan lawatannya ke Negara Rwanda di Afrika. Di sana banyak masalah yang dihadapi dan beliau juga menyaksikan kegiatan Jemaat Ahmadiyah di sana.

Alhasil saya mendapat kesempatan banyak berbicara dengan beliau. Saya beritahukan tentang berbagai macam usaha dan kegiatan pengkhidmatan Jemaat Ahmadiyah di beberapa Negara Afrika. Bagaimana kita membangun rumah sakit, sekolah, pengadaan air bersih untuk minum dan beberapa pengkhidmatan kemanusiaan lainnya. Semua itu dikerjakan tanpa diskriminasi, tanpa memandang agama atau ras. Apa yang mengherankan beliau adalah, ketika saya menjelaskan bahwa di sekolah-sekolah Missi Ahmadiyya diberikan mata pelajaran Agama, dan pelajaran Bible juga, namun siapapun tidak dipaksa untuk mengikuti pelajaran agama Islam. Setiap siswa bebas mengikuti agamanya masing-masing. Mendengar penjelasan ini Speeker of the National Parliament itu menyatakan heran, sebab di Sekolah Missi Kristen hanya pelajaran Agama Kristen dan Bible yang diajarkan, semua siswa dipaksa untuk mengikutinya. Para siswa Muslim juga dipaksa harus mengikuti pelajaran Agama mereka.

Sang Juru Bicara juga mengatakan bahwa ada juga ekstrimis Kristen di beberapa tempat tetapi Kristen secara agama tidak pernah disalahkan atas tindakan mereka. Saya pun menimpali, berkebalikan dari itu, kesalahan dan keaniayaan dari pihak orang Muslim senantiasa dikait-kaitkan dengan ajaran Islam. Beliau pun sepakat dengan pendapat saya.

Saya bertemu banyak anggota parlemen (sekitar 20 orang) dalam suasana ramah. Salah seorang diantaranya ialah seorang profesor, Eaman O’Cuin, telah mengenal saya dan telah mengenal Jemaat. Di acara itu terjadi tanya-jawab dan saya menjelaskan kepada mereka tentang kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud as sesuai dengan nubuatan Nabi saw. Mungkin beberapa politisi berpikir bahwa kita ingin memisahkan diri dari umat Islam lainnya. Maka bila saja mendapat kesempatan berjumpa atau mengadakan pertemuan dengan mereka harus bertukar pikiran tentang itu dengan mereka. Ada seorang yang bertanya: ”Apakah pernah tarjadi atau mungkinkah diadakan pertemuan antara pemimpin Jemaat Ahmadiyah dengan para pemimpin penentang untuk berdialog?” Saya jawab: “ Kami selalu siap untuk bertemu kapan saja. Jika anda dapat mempersiapkan untuk mengadakan dialog, kami setiap waktu selalu siap! Kami tahu, mereka tidak akan berani datang.” Baru-baru ini BBC merencanakan program di mana anggota tim muda kita diundang untuk menyampaikan pandangan dan dari pihak lainnya (Muslim yang anti) juga diundang. Ketika mereka menyadari bahwa seorang Ahmadi akan menjadi bagian pada program itu, mereka menolak untuk datang. Mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki apa-apa dalam menanggapi fakta-fakta dan argumen kecuali kebohongan.

Saya juga membahas mengenai kemerdekaan kaum perempuan di Parlemen Irlandia sehingga memuaskan mereka. Menjawab pertanyaan mengenai sektarianisme (perpecahan) dalam Islam, seperti adanya kaum Syiah dan Ahlus Sunnah, Saya memberitahu mereka bahwa Yahudi dan Kristen juga mengalami perpecahan sektarian, demikian pula di dalam Islam. Perihal perpecahan ini telah dinubuatkan sejak lama sebelumnya oleh Nabi saw dan hal itu juga yang menjadi penyebab untuk pendirian Jemaat Ahmadiyah. Yang datang kemudian [yaitu Jemaat] menghimpun semua golongan yang berbeda ini, dan dengan karunia Allah, Jemaat Ahmadiyah tengah melaksanakan pekerjaan ini. Semua informasi diterima dengan sangat baik.

Resepsi diadakan pada sore hari Jumat di Galway setelah peresmian masjid. Jumlah tamu yang hadir melebihi 100 orang. Diantara yang hadir ada lima orang anggota parlemen yang telah bertemu dengan saya di Dublin, Irlandia di hari sebelumnya. Mereka juga datang. Tamu-tamu lain pada acara resepsi itu selain lima senator tadi, ada juga anggota Dewan Kota, Kepala Inspektur polisi Galway, wakil dari Uskup Galway, yang juga seorang Uskup, anggota dewan, para dokter, para guru, para insinyur, para pengacara dan lain-lain. Acara resepsi tersebut berlangsung dalam suasana ramah. Seorang tamu yang juga seorang politisi Irlandia bernama John Rabitt mengatakan bahwa resepsi tersebut telah menambah semangatnya dan ia sangat terkesan dengan pidato Saya ini. Dia mengatakan pandangannya tentang Islam telah benar-benar berubah. Dia bilang bahwa di tempat ini saat ini dia mendengar tentang Islam yang benar-benar berbeda dengan apa-apa yang dikabarkan oleh seorang temannya yang tinggal di Arab Saudi. Islam mengajarkan toleransi dan harmoni.

Deputy Mayor (Wakil Walikota) kota Galway mengatakan, ia senang melihat orang dari berbagai keyakinan datang bersama-sama pada resepsi tersebut dan hal demikian membuktikan bahwa Irlandia, khususnya kota Galway menyambut baik dan mengucapkan selamat datang kepada Islam Ahmadiyah. Inilah ajaran indah Islam yang mana disambut baik oleh yang keberatan dengannya dan penganut-penganut agama lainnya. Wakil Ketua DPR Nasional, Mr. Michael P. Kitt mengatakan, “Resepsi sangat indah dan menarik hati, dan isi pidato Khalifatul Masih sangat menggugah semangat untuk menegakkan kecintaan dan perdamaian. Dari amanat yang disampaikan ini kita tahu bahwa kecintaan dan perdamaian itu sangat kokoh dan perkasa.” Tamu lain mengatakan bahwa ia sangat senang untuk hadir dan sekarang akan menyampaikan pesan yang diterimanya kepada orang lain.

Tamu lain, Mr. Deirdre McKena mengatakan dia berbesar hati melihat orang-orang dari latar belakang yang berbeda datang bersama-sama di resepsi tersebut. Dia berharap bahwa resepsi tersebut akan membuka pemikiran dalam masyarakat Irlandia sehingga semua orang bisa hidup bersama dalam suasana yang positif dan masa depan yang baik dapat diterapkan untuk Irlandia. Ajaran Islam seperti itulah yang Jemaat sebarkan yang bahkan memikat orang lain untuk mengadopsinya.

Tamu lain mengatakan, “Di zaman modern ini tidak diragukan lagi orang-orang takut dengan Islam. Namun resepsi ini memberikan pelajaran toleransi beragama kepada kita. Khalifah telah membuat para tamu menyadari ajaran Islam dan Al-Qur’an mengenai kasih sayang dan perdamaian yang paling membuat kami yakin. Kami telah belajar banyak dari acara tersebut.”

Seorang tamu, Jenny McClean beranggapan bahwa Hudhur telah menyinggung hal-hal yang sangat signifikan dalam pidatonya dan semua orang terkesan mendengarkan pidato tersebut. Dia juga mengatakan, “Khalifatul Masih menjelaskan keadaan dunia Islam yang sangat bertentangan satu sama lain. Banyak sekali tamu yang menyatakan bahwa mereka telah menjumpai ajaran Islam yang sejati di dalam resepsi ini. Banyak yang merasa bahwa pidato Khalifatul Masih sangat penuh dengan pedoman yang bijaksana dan sangat menyentuh perasaan hati yang sangat dalam. Mereka sangat terkesan dengan amanat yang membawa kecintaan dan perdamaian. Begitu juga penjelasan mengenai Jihad sangat menarik dan jelas. Nama Masjid melukiskan amanat keharmonian dan kebersamaan.”

Seorang tamu berkata, “Saya terkesan dengan pesan perdamaian Hudhur dan penjelasan tentang Jihad serta merasa bahwa nama masjid tersebut sesuai dengan pesan harmoni yang ada. Kami telah mendapatkan ilmu-ilmu baru dan ajaran-ajaran Islam yang sesungguhnya yang baru kami dengar.” Seorang anggota dewan dari Galway, Mr. Tom Healey berharap supaya pesan kita bisa bergema di dunia dan kita menjadi duta sejati Nabi saw. Perhatikanlah bagaimana orang-orang Kristen tidak hanya tertarik untuk menghormati Baginda Nabi saw, tetapi juga berdoa supaya pesan beliau saw dapat disebarluaskan.

Seorang tamu wanita dari Yayasan Pendidikan Dublin memuji nama masjid dan mengatakan bahwa pidato saya itu memberitahunya tentang status Hadhrat Maryam dalam Islam dan bagaimana Al-Qur’an telah memujinya. Dia menemukan ini aspek menarik yang harus diberitahukan kepada semua orang Kristen yang menentang Islam. Dia bilang dia tidak memiliki pengetahuan tentang Islam tetapi terkesan setelah mendengarkan pidato saya ini. Seorang tamu wanita wartawan, Mrs. Bertha mengatakan bahwa dia tidak akrab dengan Islam tetapi telah menghabiskan waktu sepanjang hari di masjid dan telah mendengarkan khotbah Jumat dan juga pidato Hudhur ini di resepsi tersebut. Dia bilang dia hanya bisa menyimpulkan dari semua ini bahwa Islam adalah agama damai dan ia memiliki pengalaman langsung bagaimana ramahnya para Ahmadi ini!

Seorang tamu perempuan berkata: ”Saya tidak mengetahui banyak tentang Islam. Saya hanya tahu dari berita yang bisa dibaca, yakni orang Islam sangat menonjolkan diri dan melakukan banyak kekerasan. Akan tetapi apa yang dijelaskan oleh Khalifatul Masih sangat bertentangan sekali, Islam adalah agama yang menyebarkan amanat yang sarat dengan aman dan damai.”

Seorang anggota dewan mengatakan, ”Sebelum sampai di sini saya menganggap orang-orang Muslim sama saja seperti yang diberitakan oleh berbagai media, bahwa orang-orang Muslim sedang melakukan kerusuhan dan pemberontakan di mana-mana dan sedang melakukan kezaliman. Akan tetapi setelah mendengar pidato Khalifatul Masih saya sangat terkesan sekali, khususnya tentang menyebarkan amanat yang penuh aman dan damai dan saya telah mendengar motto yang disampaikan oleh Khlaifatul Masih ‘love for all hatred for none.’ Tentu tidak diragukan lagi bahwa Jemaat Ahmadiyah sedang giat menablighkan amanat motto ini dan juga mengamalkannya. Dan dunia sekarang sangat memerlukan amanat ini. Harus diberitahukan kepada dunia bahwa di dalam Islam terdapat juga sebuah Jemaat yang semata-mata menyebar luaskan amanat keamanan dan perdamaian.”

Kita bukan hanya akan senang dengan berbagai komentar [positif] ini, namun sedemikian rupa kita harus menyadari bahwa hal itu meningkatkan rasa tanggung jawab kita.

Seorang tamu wanita Counciler (anggota dewan) mengatakan, ”Saya pikir perasaan setiap orang mesti tegang sebelum datang ke pertemuan resepsi ini dan perasaan takut terhadap Islam-pun tertanam di dalam kebanyakan hati mereka. Namun setelah mendengar pidato Khalifatul Masih tentang keindahan ajaran Islam yang sebenarnya semua tamu yang hadir nampak ceria, tenang dan tenteram.”

Seorang tamu wartawan mengatakan, ”Isi pidato Khalifaul Masih telah memaksa kami untuk berpikir tentang Islam yang ditablighkan oleh Ahmadiyah. Para terrorist telah merusak ajaran Islam. Padahala Khalifatul Masih telah mengemukakan ajaran Islam yang sangat jelas dan luar biasa indahnya, kami telah memperoleh banyak ilmu dari pidato beliau itu. Saya semenjak 11 tahun yang lalu telah mengenal Jemaat Ahmadiyahh. Saya telah menyaksikan kegiatan-kegiatan sosial dan interfaith Jemaat Ahmadiyah. Hari ini setelah mendengar pidato ini penilaian saya terhadap Ahmadiyya meningkat semakin tinggi.”

Ada seorang tamu wanita anggota majelis nasional Irlandia pertama-tama ia menyatakan terima kasihnya. Kemudian berkata bahwa dirinya mengenal para Ahmadi di daerahnya. Para Ahmadi ini adalah orang-orang yang aktif dalam masyarakat di tingkat lokal. Bagaimana para perempuan Ahmadi memberikan berbagai charity (amal, derma, sumbangan) kepada masyarakat lokal.

Adalah hal yang baik untuk terlibat dalam charity (amal, derma, sumbangan) karena hal ini juga memperkenalkan Jemaat kepada orang lain dan membuka jalan pertablighan lebih lanjut.

Police Chief Superintendent satu divisi wilayah Galway mengatakan bahwa ia merasa terhormat untuk menghadiri resepsi tersebut. Dia mengatakan bahwa dia sangat menyadari bahwa Islam Ahmadiyah tidak mempromosikan pandangan ekstremis melainkan mengajarkan toleransi beragama. Dia mengatakan ini sebagai alasan masjid ini dinamai Hadhrat Maryam. Ia mengatakan, ia senang bahwa kami telah memilih Galway untuk membangun masjid. Dalam kapasitasnya sebagai seorang polisi dia memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan Jemaat!

Di Pakistan dan di negara-negara lain masjid kita dirusak dan dinodai dan semua ini dilakukan atas nama Islam dan di sini orang-orang dunia Kristen merasa terhormat bahwa kita telah memilih kota mereka untuk membangun masjid. Di berbagai tempat seperti di Indonesia dan Pakistan tindakan ekstrimisme (kekerasan) terhadap kita dilakukan di depan hidung aparat negara bahkan diback-up oleh mereka namun berkebalikan dari itu petinggi kepolisian di sebuah negara Kristen memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan kepada kita! Orang-orang di sini telah mengadopsi moral yang Islam ajarkan, sementara umat Islam telah meninggalkan hal tersebut!

Seorang politisi berpengalaman, Tn. Eyman, yang pertama kali terpilih pada tahun 1989 di majlis perwakilan dan berbakti sebagai Menteri Masyarakat dan Urusan Pedesaan periode 2002-2010 dan menjadi Menteri Perlindungan Sosial tahun 2010 mengatakan bahwa ia juga menghadiri upacara peletakan batu pondasi masjid ini pada 2010 dan senang untuk hadir di acara tersebut. Dia mengatakan, “Saya sangat terkesan oleh ajaran Jemaat Ahmadiyah tentang kecintaan dan persaudaraan. Jemaat ini selalu membuktikan, Jemaat ini sedang giat bekerja sesuai dengan tujuannya yang sangat luhur. Lebih-lebih saya sangat terkesan oleh Konferensi Agama-agama International yang diselenggarakan Jemaat Ahmadiyah untuk menghimpun semua Agama kedalam satu platform.”

Mr. Fintan, pemilik perusahaan sound system (pengeras suara) yang dipakai pada masjid itu mengatakan, “Saya adalah pengurus gereja Katolik dan rajin pergi ke gereja. Namun, saya merasakan perubahan dalam hidup saya setelah datang ke masjid ini yang mana ia menemukan kedamaian. Saya tidak pernah bisa menemukan Tuhan di gereja tetapi ketika ia menyaksikan Khalifatul Masih memimpin shalat sekarang Tuhan nampak kepada saya. Saya menemukan Tuhan di masjid tersebut. Saya telah mengambil sikap sujud bersama dengan Hudhur [ia ikut shalat berjamaah]. Meskipun saya tidak tahu cara shalat, saya mengikuti cara-cara shalat para Ahmadi dan berdoa banyak untuk para Ahmadi saat berada pada posisi sujud.”

Pers merupakan sumber daya atau sarana yang sangat besar bagi pertablighan pesan Islam. Di Irlandia ada TG4, saluran televisi berbahasa Irlandia dengan 5 juta pemirsa, yang mengabarkan peresmian masjid dan memperlihatkan saya menyampaikan khotbah Jumat. Dengan kata lain seluruh penduduk Irlandia menyaksikannya. Stasiun radio RT Radio dengan satu juta pendengar juga merekam Khotbah Jumat saya dan menyiarkan sebagian kutipannya. Mereka juga mewawancarai saya serta menyiarkannya apa adanya tanpa pengurangan atau penambahan. Presenter televisi RT1 bertanya kepada saya, “Sementara motto Jemaat, ‘Love for all hatred for none’ – cinta kasih untuk semua dan kebencian tidak untuk siapapun, sebaliknya adalah yang terjadi di dunia Muslim lainnya, apakah itu tidak mengkhawatirkan Anda?”

Saya menjawab kepadanya bahwa Islam mengajarkan untuk tidak berbuat kekejaman, tidak menganiaya orang lain dan ini adalah Islam yang benar yang kami ikuti. Dan ini menjadi dasar dari motto kami ‘Love for all hatred for none’ – cinta kasih untuk semua dan kebencian tidak untuk siapapun. Islam mengajarkan kita bahwa ada satu Tuhan dan Muhammad adalah Rasul-Nya dan Allah adalah Tuhan semesta alam dan dinyatakan tentang Baginda Nabi saw bahwa beliau saw adalah rahmat bagi seluruh alam, untuk seluruh umat manusia. Sekarang, ketika keyakinan adalah bahwa hanya ada satu Tuhan yang memelihara dan menopang semua dunia dan hanya ada satu Nabi yang rahmat bagi seluruh umat manusia, maka bagaimana mungkin ajaran Islam ada hubungannya dengan merebut hak-hak orang lain dan berlaku aniaya terhadap mereka? Itulah ajaran pokok Agama Islam. Alhasil mereka cukup paham dan puas dengan penjelasan itu semua.

Presenter Radio juga bertanya kepada saya tentang ekstrimisme, Taliban dan ISIS. Saya mengatakan kepadanya bahwa mereka telah salah jalan dan dalam kesalahan. Dia meminta pandangan saya tentang situasi dunia. Saya mengatakan kepadanya bahwa dunia dengan cepat dilanda kekacauan dan gejolak. Hal ini tidak hanya terjadi di dunia Islam, tetapi negara-negara Eropa dan negara-negara Timur juga menuju ke arah ini. Jika kesabaran tidak ditunjukkan dan jika upaya perdamaian tidak dilakukan dengan cara yang damai maka bencana besar bisa terjadi pada kita semua, yaitu Perang Dunia III akan terjadi. Hal ini juga disebutkan dalam berita mereka. Sadr (Ketua Nasional) dan misionary-in-charge Jemaat Irlandia kita juga diwawancarai.

Radio FM Galway dengan jumlah pendengar sekitar 135.000 orang juga menyiarkannya. Irish Times adalah surat kabar nasional di Irlandia. Pada 29 September 2014 ia memuat berita kita pada tiga perempat halaman dengan banyak foto dengan foto besar saya dan foto masjid ini. Mereka juga mewawancarai saya dan menerbitkan beberapa kutipannya. Pembaca koran ini adalah 181.000 orang sedangkan versi online-nya menerima kunjungan dari 484.000 hits pengunjung. Selama mewawancarai, pihak Koran ini bertanya apa perbedaan antara Ahmadiyah dan umat Islam lainnya? Atas dasar apa mendirikan Jemaat Ahmadiyah? Saya menjelaskan bahwa perbedaan itu persis sejalan dengan nubuatan Baginda Nabi Muhammad saw sendiri yang menyebutkan bahwa akan datang suatu zaman dimana umat Islam akan begini dan begitu kemudian Masih Mau’ud pun diutus. Masjid-masjid orang Muslim secara lahiriah penuh dengan jamaah namun kosong dari petunjuk. [2]

Saya menjelaskan ajaran ini berdasarkan hadits-hadits dan kemudian mengatakan kepada mereka bahwa hal ini bukanlah kata-kata dusta. Tidaklah mungkin Khilafat berdiri dengan upaya orang-orang semata atau datang seorang pembaharu yang hanya kira-kira saja sebagai pembaharu dan mendakwakan diri; melainkan, hal yang sebenarnya ialah bahwa Allah Ta’ala telah mengabarkan tanda-tandanya, baik pembaharu maupun zamannya, yang diantara tanda-tanda tersebut ialah tanda samawi yaitu tanda gerhana bulan dan gerhana matahari. [3]

Alhasil semua media baik TV, Radio dan surat-surat kabar juga secara keseluruhan telah meliput dan telah menyiarkannya keseluruh penduduk Negara. Dengan demikian Jema’at Ahmadiyya telah mendapat perkenalan yang sangat baik dan positif. Maka, dimanapun kita membangun Masjid disana Allah Ta’ala menciptakan peluang yang luar biasa luasnya untuk menyebarkan amanat Islam yang sebenarnya sehingga nampak sekali bantuan dan pertolongan Allah Ta’ala kepada kita. Ini-pun merupakan ihsan Allah Ta’ala bahwa Dia telah menurunkan berkat yang luar biasa terhadap lawatan saya ke Negeri itu. Semua berkat-berkat, dukungan Ilahi, Tabligh dan terbukanya perkenalan Jema’at Ahmadiyya adalah sesuai dengan janji-janji Allah Ta’ala yang telah disampaikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. Usaha kita hanya sedikit saja tapi telah menerima anugerah karunia dan berkat-berkat yang tidak terbatas dari Allah Ta’ala yang membuat iman dan keyakinan setiap Ahmadi semakin kuat dan teguh.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda: “Sungguh menakjubkan bahwa mata orang-orang ini tidak terbuka juga meskipun Allah Ta’ala membuat kebenaran ini bersinar terang dan Dia jelas kuat dalam mendukung silsilah (Jemaat) ini. Ini juga merupakan kebiasaan Allah bahwa pendustaan-pendustaan dari para penuduh dusta malahan menarik tanda-tanda-Nya.”

Hadhrat Masih Mau’ud as juga bersabda: “Suatu kali pihak penentang menulis surat kepadaku yang mengatakan, ‘Orang-orang tidak meninggalkan apapun kecuali mereka tetap bersiteguh dalam menentang Anda. Tetapi kami tidak mengerti atas satu hal ini, bahwa meskipun adanya penentangan ini Anda tetap berhasil dalam segala hal!”[4]

Orang-orang masih mengajukan pertanyaan seperti ini pada saat ini. Sesungguhnya bantuan dan dukungan Allah bersama Hadhrat Masih Mau’ud as tetapi mereka tidak ingin melihatnya. Mereka yang disebut para pemimpin telah membuat tutupan atas mata mereka sendiri sedemikian rupa sehingga bukannya menjangkau cahaya malahan mereka memilih mencari kegelapan. Mereka mengalami kemurkaan Ilahi lagi dan lagi tetapi tetap tidak peduli. Bencana alam, keadaan menyedihkan dari dunia Muslim dan pembunuhan serta kekacauan tidak membuat mereka merenungkan tentang apa yang terjadi kepada mereka! Apakah mereka penerima berkah Ilahi ataukah tidak? Apakah dengan demikian juga menarik dunia untuk berkat-berkat tersebut atau mereka membuat dunia jauh darinya?

Semoga Allah menjadikan mereka keluar dari jerat orang-orang yang menyebut diri mereka ulama dan pemimpin yang melayani (peduli) hanya dengan diri mereka sendiri; dan membuat mereka mempraktekkan ajaran Islam yang sebenarnya dan menyebarluaskannya serta untuk itu mereka menerima Imam yang diutus oleh Allah! Mereka terus saja membunuhi anggota Jemaat kita tetapi apakah mereka mendapatkan kedamaian batin dengan mensyahidkan satu Ahmadi? Ratusan orang dari kalangan mereka sendiri terbunuh dalam setiap minggu jika tidak setiap hari! Ambillah Pakistan sebagai contoh! Dapat kita lihat ada gejolak dan kegelisahan di berbagai tempat di sana. Semoga Allah juga memberikan kemampuan kepada kita untuk melaksanakan kewajiban kita dengan sebaik-baiknya.

Hari ini saya akan mengimami shalat jenazah gaib untuk seorang syahid di Mirpurkhas, Pakistan. Ada dua jenazah lainnya, salah satu jenazah telah hadir di tempat, namun kita akan melakukan shalat jenazah untuk semua jenazah secara bersama-sama.

Jenazah pertama yang telah ada di tempat ialah jenazah Dr Rubina Karim Sahiba, istri Dr Abdul Monim Sahib Irlandia yang meninggal dunia pada 27 September. Almarhumah putri dari Yth. Muhammad Karim Quraisyi dan cucu dari Hadhrat Hafizh Muhammad Amin, salah satu sahabat Hadhrat Masih Mau’ud as. Beliau datang ke Irlandia pada tahun 2000 setelah suaminya dan berkhidmat pada badan Lajna dalam berbagai kapasitas. Dari 2009 sampai kewafatannya beliau menjabat sebagai naib sadr wilayah timur Irlandia. Selama bertahun-tahun Shalat Jumat dilakukan di rumah mereka. Beliau orang yang sangat ramah yang dawam shalatnya, pendoa dan hidup bermasyarakat. Beliau memiliki sifat sangat sabar dan bersyukur serta berada di garis depan dalam pengorbanan keuangan. Beliau seorang wanita yang tulus sangat berbudi luhur. Beliau pernah menderita kanker selama beberapa waktu tetapi tetap sangat teguh. Beliau menampilkan minat besar untuk bertemu Hudhur. Satu-satunya kekhawatirannya adalah perhatian untuk anak-anaknya yang masih muda yang tumbuh di lingkungan ini dan meminta doa Hudhur. Beliau tidak bisa menghadiri upacara peresmian Masjid Maryam dan meninggal keesokan harinya. Beliau meninggalkan suami dan dua anak yang adalah anak-anak Waqfe Nau.

Dr Mubasher Ahmad Shaheed Khosa menjadi syahid di Mir Pur Khas, Pakistan pada tanggal 22 September. Beliau praktek homeopati di kliniknya dimana dua orang tak dikenal datang menggunakan sepeda motor. Salah satunya masuk ke dalam klinik dan menembak lima atau enam peluru kepada syahid tepat pada kepala dan dadanya sehingga beliau menjadi syahid di tempat kejadian. Keluarga Syahid berasal dari Dera Ghazi Khan dan ayahnya juga harus bertahan terhadap penganiayaan untuk menjadi seorang Ahmadi. Khosa Sahib Shaheed pindah ke Mir Pur Khas pada tahun 1995 dan mendirikan kliniknya. Allah memberikan kepadanya kekuatan penyembuhan yang besar dan para tuan tanah datang kepadanya untuk pengobatan.

Semua orang di daerah itu mengetahui bahwa Syahid Almarhum adalah seorang Ahmadi tapi tidak ada penentangan. Sedemikian rupa sehingga Imam masjid berdekatan dengan kliniknya tidak pernah mengatakan apa-apa terhadap Jemaat dan berhubungan baik dengan Syahid. Hudhur mengatakan dengan kasih karunia Allah masih ada beberapa Maulawi Sahib (ulama Muslim lain) yang memiliki kesopanan di Pakistan, semoga Tuhan lebih membimbing mereka. Syahid mengkhidmati Jemaat dalam berbagai kapasitas dan sangat tertarik untuk melayani orang lain (Khidmat e Khalq) dan berada di garis depan ketika datang program pengorbanan. Beliau adalah orang yang sederhana secara alami dan memiliki cinta yang tinggi terhadap Khilafat. Beliau adalah seorang pria yang lembut berbicara namun kuat dalam ketaatan dan bermartabat. Beliau menghentikan kebiasaan mengunyah daun sirih karena merasa itulah yang menghambatnya untuk Durud Sharif (bershalawat). Beliau adalah seorang Musi dan meninggalkan orang tuanya, istri, dua anak perempuan dan dua anak laki-laki. Kedua putrinya adalah mahasiswa kedokteran. Semoga Allah menjadi Penolong keluarganya dan memenuhi keinginannya untuk anak-anaknya.

Al Hajja Sister (Saudari) Naima Latif. Beliau istri Al Haaj Jalalud Din Latif, Sadr (Ketua) Jemaat Sion dan juga Naib Amir Jemaat Amerika Serikat. Beliau meninggal pada 23 September setelah adanya sebuah penyakit. Beliau lahir pada tahun 1939 dari sebuah keluarga Kristen dan menempuh pendidikan di Universitas Virginia Barat. Beliau bekerja sebagai sukarelawan di departemen medis militer USA. Beliau menerima Islam Ahmadiyah pada tahun 1974 dan perkembangan keimanan yang sangat cepat terjadi melalui studi pribadi dengan begitu banyak sehingga ketika beliau bertemu Hadhrat Khalifatul Masih IV rh di Jalsah Salanah Inggris pada tahun 2000, Hudhur mengatakan bahwa hal itu tampak seolah-olah beliau adalah seorang keturunan Ahmadi Muslim.

Sister Naima Latif tidak pernah melewatkan Shalat Jumat dan beliau teratur menghadiri berbagai program Jemaat. Dia tidak pernah melewatkan puasa di bulan Ramadan dan sesuai Sunnah berpuasa setiap minggunya. Beliau juga memiliki pengalaman untuk melakukan i’tikaf. Beliau berada di garis depan dalam melayani orang lain dan selalu menolong orang tua dan lemah yang tidak bisa pergi naik ke masjid. Beliau melakukan haji bersama suaminya pada tahun 2002. Sister Naima membuat anak-anaknya libur dari sekolah untuk menghadiri Shalat Jumat dan mengajarkan pembacaan Al-Qur’an setelah Shalat Subuh dalam keluarganya. Anak-anak tetangganya diajak bergabung dengan anak-anaknya saat Shalat Maghrib.

Sister Naima Latif berada di garis depan dalam pengorbanan keuangan. Beliau akan memberikan perhiasan yang suaminya belikan untuknya sebagai hadiah ke masjid dan di kemudian hari beliau mengatakan kepada suaminya bahwa sejak saat suaminya membelikan perhiasan untuk beliau, beliau selalu menyumbangkan semua perhiasan tersebut, maka daripada membelikan hadiah untuknya lebih baik suaminya langsung saja menyumbang dana untuk masjid. Beliau memiliki sifat yang sangat disiplin dan membenci pergunjingan. Jika dia mendengar seorang wanita mengatakan sesuatu yang negatif tentang seseorang, dia secara terbuka akan mengatakan dia tidak ingin makan daging siapapun. Tidak ada yang berani kembali bergunjing di hadapannya. Hudhur mengatakan jika semua perempuan kita serta orang-orang hanya mengadopsi cara ini saja maka banyak masalah dan perpecahan kita akan terselesaikan.

Sister Naima Latif memiliki kesetiaan dan kecintaan terhadap Khilafat. Beliau segera memakai jilbab setelah mendengarkan ceramah Hadhrat Khalifatul Masih III rh di sebuah Universitas tentang pentingnya pardah! Pada saat itu beliau satu-satunya wanita di daerahnya yang mengenakan jilbab Islam. Beliau secara teratur menulis surat permohonan do’a kepada Hudhur dan setiap kali datang untuk Jalsah, beliau bertemu Hudhur dan memiliki pengabdian yang luar biasa. Beliau berkhidmat dalam Lajnah USA tingkat nasional dalam banyak kapasitas dan merupakan seorang Musiah. Beliau wafat dan meninggalkan suaminya Jalalud Din Latif Sahib, satu putri dan tiga putra. Keluarganya sangat tulus dan setia kepada Jemaat, mungkin putrinya lebih meningkat dalam ketulusan disbanding yang lain saat ia datang untuk Jalsah Salanah Inggris setiap tahun. Semoga Allah mengangkat derajat Sister Naima Latif, semoga Dia memaafkannya dan menjaganya dengan kasih karunia-Nya. Semoga Dia memberi ketabahan untuk keluarganya dan selalu menghapus kesulitan mereka! (Hasan Bashri & Ahsan)

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Al-Jaami’ li Syi’bil Iman (Kumpulan mengenai cabang-cabang Iman) karya al-Baihaqi, cabang ke-18, bab nasyril ‘ilmi (penyebarluasan ilmu), pasal berkata, ‘yanbaghi li thalibil ‘ilmi..’, jilid 3, halaman 317-318, hadits 1763, Maktabah ar-Rusyd, Riyadh-Saudi Arabia, 2004.

يُوْ شِكُ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يَبْقَى مِنَ الإِسْلاَمِ إِلاَّ اسْمُهُ, وَلاَ يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلاَّ رَسْمُهُ, مَسَاجِدُهُمْ عَامِرَةٌ وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى, عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمَاءِ, مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةِ وَفِيْهِمْ تَعُوْدُ.

‘Yuusyika ‘alan naasi zamaanun laa yabqa minal Islami illa ismuhu, wa laa yabqa minal Qur’aani illa rasmuhu, masaajiduhum ‘aamiratun wa hiya kharaabum minal huda, ‘ulamaa-uhum syarru man tahta adiimis samaa-i, min ‘indihum takhrujul fitnati wa fiihim ta’uud.’ “Akan datang suatu zaman, Islam tinggal namanya dan Al-Qur’an hanya tulisannya, masjid-masjidnya ramai akan tetapi kosong dari petunjuk dan para ulama mereka adalah seburuk-buruk orang yang ada di bawah kolong langit, dari sisi mereka keluar fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka.”

[3] Sunan Ad-Daru Qutni juz 2 halaman 51, Kitab al-‘Idain bab shifatush Shalat al Khushufu wal kushuf haiatuhuma Darul Kutubil Ilmiah, Beirut, 2003

إِنَّ لِمَهْدِينَا آيَتَيْنِ لَمْ تَكُونَا مُنْذُ خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ تَنْكَسِفُ الْقَمَرُ لأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَتَنْكَسِفُ الشَّمْسُ فِى النِّصْفِ مِنْهُ وَلَمْ تَكُونَا مُنْذُ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ. (الدارقطني)

Muhammad bin Ali meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya bagi Mahdi kami telah ditetapkan dua tanda yang belum pernah terjadi sejak saat bumi dan langit diciptakan; gerhana bulan akan terjadi di bulan Ramadhan pada malam pertama (dari malam-malam yang telah ditetapkan baginya) dan matahari akan ber-gerhana pada pertengahannya (dari hari-hari yang sudah ditentukan bagi gerhana ini). Dan ini adalah Tanda yang belum pernah terjadi semenjak Allah menciptakan langit dan bumi.” Muhammad bin Ali yang dimaksud diatas ialah Imam Muhammad al-Baqir, putra Imam Ali Zainul Abidin, putra Imam Husain, putra Imam Ali bin Abi Thalib dengan istri beliau a.s., Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad s.a.w..

[4] Malfuzhaat jilid 4, h. 238-239, edisi 1985, Inglistan.