Tim Ahmadiyah.id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Khotbah Jumat

Lawatan Penuh Kesuksesan dan Keberkatan ke Eropa 2012

oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

21 Desember 2012 di Masjid Baitul Futuh, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ *

صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

      

Syukur atas Nikmat Yang Tiada Taranya dibanding Golongan Lain

Seberapa banyak penjelasan mengenai pokok bahasan syukur dalam Jemaat Ahmadiyah atau seberapa banyak pemahaman tentang tema syukur yang ada dalam jemaat, kita dapat mengatakan dengan menyatakan bahwa itu tidak dapat dipahami oleh orang-orang selain dari kita, karena syukur yang sebenarnya adalah milik Tuhan, untuk meraih keridaan Tuhan Yang Maha Tinggi, demi kemajuan agama Tuhan dan menimbulkan ru’b (kegentaran, wibawa) kepadanya atas orang-orang lain.

Jadi, saat ini secara tulus jika ada jemaat yang berusaha demi kemajuan Islam, melaksanakan segala macam planning dalam upaya untuk menyebarkan ajaran Islam yang indah ke seluruh lapisan dan pelosok dunia dan memenuhi tugas ini, maka itu adalah Jemaat Ahmadiyah dan hal ini tidak akan nampak dalam jemaat, golongan atau gerakan manapun di dunia. Seandainya pun ada yang berusaha, maka nampak bahwa kesuksesan mereka itu tidak akan mencapai seperseribu pun dibandingkan upaya-upaya dan kesuksesan-kesuksesan Jemaat. Seandainya ada ghair Muslim (non-Muslim) yang menghilangkan pemikiran-pemikiran yang keliru dari hati mereka tentang Islam atau menyatakan bahwa sekarang hati dan otak kami telah bersih dari pandangan-pandangan yang keliru tentang Islam, maka mereka membersihkan benak mereka hanya dengan hadir dalam majelis-majelis Jemaat Ahmadiyah atau mereka mengenal Islam yang benar hanya dari majelis-majelis atau program-program Jemaat Ahmadiyah.

Jadi, tugas pembaruan kembali Islam yang dimulai oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. itu kira-kira berlangsung sejak 124 tahun silam dan bukan hanya berlangsung, bahkan pemandangan janji-janji dan dukungan-dukungan Allah Ta’ala juga sedang kita saksikan. Baik pemandangan dukungan-dukungan tersebut berada di hutan-hutan dan perkotaan Afrika, gurun-gurun pasir, pulau-pulau yang jauh, dunia Arab ataupun di Asia. Ketika kita menyampaikan amanat ajaran Islam yang indah kepada orang-orang Amerika dan Eropa dan terkait dengan mengilangkan keraguan-keraguan mereka atau terkait dengan mengagungkan keindahan ajaran Islam di istana-istana Eropa dan Amerika, maka di sana juga nampak pertolongan-pertolongan Allah Ta’ala.

Jadi, orang-orang lain (non Ahmadi) tidak dapat membayangkan hujan karunia-karunia Allah Ta’ala ini yang menjadikan kita sebagai orang-orang yang memahami pembahasan tentang bersyukur dan menjadikan kita orang-orang yang bersyukur dan memang hendaknya demikian. Hanya orang-orang Ahmadi-lah yang benar-benar memahami firman Allah Ta’ala ini: لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ “Jika kalian bersyukur kepada-Ku, maka Aku akan menambahkan nikmat-nikmat yang telah Kuberikan“. (Q.S. Ibrahim [14]: 8).

Bukan Untuk Mengagungkan Diri Sendiri

Pekerjaan yang sedang kita lakukan ini, tujuannya bukan untuk mengagungkan diri sendiri, supaya dikenal atau untuk pamer, melainkan untuk memajukan misi yang dibawa oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan menampilkan ajaran Rasulullah s.a.w. yang indah ke hadapan dunia merupakan tugas kita supaya ajaran ini sampai kepada mereka (penduduk dunia), beliau s.a.w. diakui sebagai ‘aakhiri rasul’ (rasul terakhir) dan ketauhidan Allah Ta’ala ditegakkan di dunia. Jadi, tugas yang ada semata-mata demi Allah Ta’ala tanpa ada tujuan untuk mengagungkan diri sendiri dan [mencari] nama baik, kemudian setelahnya bersyukur kepada Allah Ta’ala atas hasil-hasil baiknya. Oleh karena itu, sesungguhnya dukungan dan pertolongan Allah Ta’ala lebih dari sebelumnya. Walhasil, kita harus senantiasa mengedepankan bahasan ini.

Lawatan ke Belgia dan Jerman

Baru-baru ini, saya melakukan perjalanan ke Eropa, dimana ada beberapa program yang diadakan, yang pertama ialah di ‘European Parliament (parlemen Eropa) [di Brussels, Belgium] yang diselenggarakan di auditorium mereka, yang di dalamnya anggota parlemen Eropa dan anggota parlemen berbagai negara, yakni seluruh tamu kira-kira lebih dari 200 orang, selebihnya ialah para politisi, ahli hukum dan kalangan terpelajar juga hadir. Bersamaan dengan itu juga, di sana ada program juga. Demikian pula, di hadapan beberapa perwakilan kantor berita juga saya mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan ajaran Islam yang indah [dalam jumpa pers]. Dikarenakan konferensi pers itu, sehingga diliput secara luas mendunia. Dalam hal ini, Jemaat UK telah memainkan peranan penting dalam mengorganisasi acara ini, meskipun para pemeran utamanya adalah beberapa orang teman Anggota Parlemen Eropa (MEP) sehingga keseluruhan acara tersebut dapat berlangsung dengan sangat baik. Mungkin karena Jemaat UK sangat memikirkan akan keberlangsungan acara itu, sehingga mereka pun berulangkali menyerukan Jemaat untuk banyak berdoa dan pengabulan doa-doa para Ahmadi adalah sedemikian rupa sehingga kitapun menyaksikan dalam program ini dan merasakannya.

Menurut pandangan saya, hal-hal yang saya sampaikan secara umum kita menganggapnya biasa-biasa saja, namun apabila dipikirkan maka tidak ada hal yang biasa-biasa saja bila berkaitan dengan Islam. Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama ini, sehingga setiap aspek dari agama ini adalah sangat penting sehingga para peserta [hadirin yang menyimak pidato Hudhur] pun sangat terkesan dengannya. Mereka memperoleh kesan yang mendalam. Mereka menyatakannya [kesan mereka itu] secara terbuka. Berbagai keraguan dan keberatan mereka terhadap Islam menjadi sirna. Alhamdulillah ! Segala puji hanya bagi Allah!

            Setelah itu, sayapun berangkat ke Jerman dan di Jerman ada dua program besar. Pertama adalah di Hamburg terkait dengan peresmian renovasi [perbaikan] Masjid. Sebelumnya, bangunan yang baru dibeli ini telah berfungsi sebagai masjid. Bangunan itu yang diubah menjadi masjid tetapi tadinya belum ada menara dan yang lainnya. Menara dan yang lainnya telah dibangun sehingga berkaitan dengan itu sebuah program pun diadakan yang intinya ialah bagaimana mendatangkan tamu-tamu. Sesungguhnya di acara itu hadir berbagai tingkat masyarakat [para pejabat, tokoh dan masyarakat setempat] dan mereka semua mendapatkan keindahan ajaran Islam.

Sedangkan acara lainnya adalah peresmian bangunan baru Jamiah Ahmadiyah Jerman. Gedung ini direncanakan dan dibangun khusus [bangunan tetap] untuk Jamiah yang di dalamnya terdapat Ruangan Kelas tetap yang luas, ruang pertemuan, Hostel [Asrama] yang di dalamnya ada kitchen (ruang masak), ruang makan dan lain sebagainya. Gedung itu sangat luas dan dibangun dengan elok. Acara tersebut juga banyak dihadiri oleh para politisi, kalangan terpelajar dan insan pers. Para tamu juga menyimak nasehat-nasehat saya kepada para mahasiswa [Jamiah] mengenai ajaran Islam, mereka terlihat memahaminya dan menyukainya.

            Kemudian dua buah Masjid pun diresmikan. Pada kesempatan itu, Walikota dan para pemuka setempat pun hadir dan menampakan kecintaan dan persaudaraan.

            Di satu tempat ketika pembukaan Masjid, ada sepasang suami istri yang mewakili tetangga sekitar memberikan sambutan keterbukaan tangan mereka, beberapa saat kemudian mereka datang kepada saya dan mengatakan, “Kami ingin memberikan hadiah.” Mereka memberikan hadiah sambil mengatakan, “Kami ingin menyatakan itikad baik kami dan mengucapkan selamat atas peresmian masjid ini.” Pada waktu acara itu, Walikota ada di sana dan duduk di samping saya. Beliau mengatakan kepada saya, “Dalam proses pembangunan Masjid ini, sepasang suami istri ini adalah penentang yang paling keras dimana ia mengatakan, ‘Bila masjid dibangun di sini maka ia akan menjadi pusat fitnah dan kerusuhan mengingat orang Islam adalah begini dan begitu.’ Namun, para anggota Council (dewan kota) dan para tetangga yang lain membantah pemikirannya itu sehingga pembangunan masjid dapat dilanjutkan.” Dalam masa itu, orang-orang Ahmadi melakukan kontak dengan mereka, menyampaikan ajaran yang sebenarnya dari Islam, juga mengenai Ahmadiyah sehingga pandangannya pun mulai berubah. Kemudian pada kesempatan resepsi peresmian tersebut, saya pun mengarahkan perhatian para Ahmadi akan kewajiban-kewajiban mereka, mengenai apa-apa saja kewajiban-kewajiban mereka setelah masjid terbangun dan menjelaskan keindahan ajaran Islam sehingga hati dan pikiran merekapun bertambah berubah. Dalam diri mereka [suami istri yang menentang itu] terdapat kesopanan dan penghormatan. Dalam hati mereka telah menjauh sikap penentangan.

Kesan-Kesan Para Peserta Acara di Parlemen Eropa

Saya hendak menyampaikan kesan pengaruh apa-apa yang saya katakan terhadap orang-orang ghair yang ikut dalam berbagai acara tersebut. Sebagian orang menyatakannya berkaitan dengan saya. Saya berusaha demikian, bahwa dimana saja saya dapat mengatakannya maka akan saya katakan akan tetapi sebagian tempat saja yang akan saya sebutkan. Namun saya pun paham bahwa semua hal yang saya sampaikan itu adalah pesan Islam. Apabila itu berkesan maka hal demikian karena itu adalah pesan Islam semata-mata bukan karena pribadi saya. Sebagai perwakilan dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s., apa-apa saja yang saya sampaikan niscaya akan memberikan kesan pengaruhnya disebabkan adanya Janji-janji Allah Ta’ala kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s..

            [1] Pertama, sebuah pandangan dari seorang Bishop [Pejabat Tinggi Gereja Katholik] yang juga hadir dalam acara konferensi pers dan beliau juga menyampaikan pertanyaan. Dr. Amen Howard yang berasal dari Switzerland. Beliau perwakilan dari Interfaith International (Dialog Antar Iman Internasional). Beliau juga pendiri dari gerakan Feed a Family (Beri makanlah satu keluarga). Beliau diundang datang. Sehari sebelumnya beliau terpeleset di atas salju dan matanya pun luka karenanya. Kendati pun demikian sakit namun beliau mengatakan, “Saya harus hadir mengikuti acara ini.” Beliau melakukan perjalanan di Brussels. Beliau menulis: “Kata-kata dalam Pidato ini begitu berkesan (berpengaruh) layaknya sihir.” Mengenai saya beliau menulis:

“Meskipun disampaikan dengan lembut dan tenang namun dalam kata-katanya terdapat daya kekuatan dan pesona rohani yang luar biasa. Belum pernah saya menyaksikan orang yang sedemikian berani seperti ini selama hidup saya.” Pendek kata, begitulah kata-katanya setelah menyimak mengenai keindahan-keindahan Islam.

[2] Selanjutnya, perwakilan Buddhism Jepang [Buddha Zen} yang berasal dari Switzerland, Jorge Koho Mello, seorang rahib, beserta teman-teman yang dibawanya. Ia mengatakan,

“Saya diundang kemari untuk mendengarkan kuliah anda dan saya mengikutinya lalu berjumpa dengan Khalifah yang bagi saya merupakan kebahagiaan besar tersendiri dan pengalaman berharga. Saya juga bersyukur dapat berjumpa dengan para cendekiawan dari berbagai negara yang berbeda.

[3] Honorable (Yang Terhormat) Fouad Ahidar, anggota Belgium National Parliament (Parlemen Nasional Belgia) yang malam sebelumnya bertemu dengan saya. (Beliau adalah kenalan lama kita, bahkan suatu malam beliau menjumpai saya maka saya saya sampaikan kepada beliau: “Saat ini kita sudah lama saling kenal. Sekarang ambillah janji baiat!” Beliau adalah seorang Muslim dan memiliki kaitan asal-usul dengan Maroko dan sekitarnya. Selama beberapa waktu telah tinggal di sana [Belgia] atau mungkin orang tua beliau telah tinggal kemari [Eropa]. Saat ini beliau seorang politisi yang baik, menjadi anggota Parlemen) Beliau mengatakan,

“Pidato yang disampaikan [oleh Hadhrat Khalifatul Masih] di Parlemen ini adalah suatu hal yang patut dibanggakan bukan hanya oleh saya bahkan oleh seluruh umat Islam karena Khalifah sungguh mengangkat kepala kami [derajat kami di hadapan non Muslim di jantung politik Eropa]. Sebelum [pidato Khalifah] ini kami terbiasa menundukkan kepala kami saat pidato disampaikan, hal demikian karena belum ada satu pun yang menyajikan ajaran  yang tepat [benar] tentang Islam. Adapun sekarang kami telah mengetahui ajaran yang benar tentang Islam.”

[4] Perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri Belgia, Jonathan De Beer mengatakan:

“Pidato Khalifah menggemparkan kami. Kami banyak belajar dari pidato itu. Pidato ini sungguh menggugah dan memberi inspirasi kepada kami semua.”

[5] Kemudian, member of Parliament (anggota Parlemen), Mr. Mass mengatakan, “Kami menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Khalifah yang telah menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia dan memberikan petunjuk-petunjuknya kepada kita.”

[6] Mr. Godfrey Bloom, Anggota Parlemen Uni Eropa (Member of European Parliament, MEP) mengatakan:

‘Pidato Khalifah mencerahkan kami. Kami beserta teman-teman menyampaikan penghargaan dan terima kasih.”

[7] Selanjutnya, Joker Sachen, seorang anggota Parlemen asal Norwegia dan ia adalah Sekretaris Partai Demokrat, beliau juga menyampaikan hal yang sama.

[8] Kemudian dari pihak Pemerintah Perancis, perwakilan kementerian dalam negeri dan kementerian luar negeri yang bernama Mr. Eric, beliau mencatat semua poin penting pidato. Beliau mengatakan:

“Pidato ini telah memberi banyak petunjuk bagi pemerintah kami. Setelah pulang saya akan memberikan laporannya kepada kementerian.”

Di Eropa, Perancis adalah negara yang paling banyak muncul suara-suara menentang orang-orang Islam, dan ajaran benar yang telah disampaikan di hadapannya membuatnya berkesan.

           [9] Nyonya Rocio Lopez, seorang anggota Parlemen dari Spanyol, beliau sengaja datang dari Spanyol untuk acara ini dan beliau berasal dari provinsi Toledo. Beliau mengatakan:

“Acara ini membekaskan kesan persahabatan dan persaudaraan. Program Brussels ini telah mengenalkan padaku mengenai satu Jemaat progresif [senantiasa bergerak dan maju] yang sibuk dalam pekerjaan pembangunan secara terus-menerus. Para Ahmadi dari berbagai jenis ras dan bangsa bersatu bahu-membahu bersama dibawah kepemimpinan Mirza Masroor Ahmad dan atas dasar motto ‘Love for All Hatred for None’ Kami mendukung sepenuhnya berbagai pandangan yang disampaikan di dalam Pidato Hadhrat Khalifah. Dalam dunia yang tengah kecanduan dalam kebiasaan buruknya, dan di satu segi pesan perdamaian dan cinta kasih adalah sangat penging, mengenal anda dalam dunia yang demikian adalah suatu kehormatan bagi saya.”

            Kemudian beliau berkata:

“Saya sepenuhnya menyokong pandangan-pandangan anda. Saya sepakat bersama anda dalam semua hal mengenai penegakan hak-hak kemanusiaan dan penegakan keamanan. Saya senantiasa menentang kezaliman-kezaliman atas nama agama.”

[10] Selanjutnya seorang anggota parlemen dari Spanyol, Jose Maria Alonso yang juga anggota Komite Partai Popular (Partai Rakyat) di Madrid. Beliau [perempuan] berasal dari wilayah Cantabria. Sebelumnya ketika bertemu dengan saya beliau menyatakan kesan-kesannya, beliau mengatakan:

“Saya pun sama-sama bersemangat untuk bertemu dengan semua Jemaat lainnya yang juga telah bertemu dengan Khalifah. Seluruh Jemaat ini adalah orang-orang yang menghormati tamu dan mencintai perdamaian. Sesuai dengan penyampaian Khalifah, tujuan agama-agama bukanlah untuk meningkatkan kebencian diantara umat manusia melainkan untuk meningkatkan kecintaan kepada sesama.”

[11] Mr. Santiago Catala, seorang Profesor Ilmu Hukum di Universitas Cuenca. Ia telah banyak menulis buku termasuk yang berjudul ‘Islam in Valencia’ (Islam di Valencia) dan ‘Islamic Jurisprudence’ (Hukum Islam). Beliau mengatakan, “Sampaikanlah kata-kata saya ini kepada Khalifah dan Imam itu yang saya jumpai dalam acara makan malam dan terima kasih kepada saudara-saudara Spanyol yang bersama saya. Saya memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya yang telah mempertemukan saya dengan saudara-saudara semua dan saya berharap agar di masa datang Tuhan akan mempertemukan kita juga di acara-acara lainnya.”

Kemudian beliau mengatakan:

“Tuhan telah banyak mengaruniakan kebaikan kepada saudara-saudara, dan saya berharap atas nama Tuhan bahwa saudara-saudara dikarunia nikmat-nikmat dan berdoa semoga saudara-saudara dianugerahi nikmat-nikmat duniawi dan kedamaian.”

Beliau berkata:

“Saya adalah seorang agamawan dan mengalami banyak pengalaman rohaniah. Selama periode selama ini saya tidak pernah menyaksikan nuansa rohaniah seperti ini. Kami mengetahui bahwa orang rohaniah ialah ia yang berada di jalan yang lurus, ia bersama Tuhan dan Tuhan bersamanya.“

[12] Dari Spanyol juga ada seorang wanita ahli hukum yang ikut serta dalam acara itu. Setelah pulang, ia mengirimkan pesan tertulis sebagai berikut:

“Saya diberitahu oleh teman Ahmadi dari Spanyol, Mr. Tariq [yang besertanya ia datang ke acara itu], bahwa kesan dan pesan yang saya peroleh tidak akan ada bandingannya di hari itu. Dan ternyata memang ia tidak salah. Saya berharap kepada Tuhan agar memberikan hasil atas berbagai ikhtiar yang dilakukan oleh anda [Jemaat Ahmadiyah].”

Wanita ini berasal dari Spanyol, suatu negeri yang dulu pernah menjadi negeri Islam dan saat ini permusuhan dan kebencian terhadap Islam demikian tidak terbatasnya. Sebagian wilayah dari negeri ini demikian melampaui batas [sangat berlebih-lebihan dalam membenci dan memusuhi Islam].

[13] Tuan Profesor Arnold Cassola dari Malta juga menghadiri acara ini. Beliau profesor di Universitas Malta. Mengajar mengenai literatur Malta. Beliau menulis lebih dari 30 buku. Beliau salah satu dari para pendiri partai ketiga terbesar di Malta, Malta Green Party’ (Partai Hijau Malta). Beberapa tahun pernah memimpin partai ini. Beliau juga mendapat kehormatan sebagai anggota parlemen Italia.  mengatakan: “Pengorganisasian konferensi ini sangat istimewa. Kami tidak melihat kelemahan dari segi apa pun. Motto Jemaat Ahmadiyah yang mencerminkan pandangan bersahabat yang mendunia, ‘Love for All Hatred for None’ merupakan satu pandangan yang sangat penting yang menghimpun seluruh kemanusiaan, menyatukan berbagai jenis keturunan dan kepercayaan serta menjamin persatuan umat manusia. Sesungguhnya pidato Khalifah dengan jelas mengarahkan tujuan kepada upaya sungguh-sungguh dan tekad bulat untuk menegakkan keamanan dunia. Pada hakekatnya, Jemaat Ahmadiyah menyediakan bagi semua manusia di dunia satu rancangan sangat penting sebuah konferensi yang menyatukan yang di dalamnya membahas mengenai perdamaian dan toleransi, bahkan, ia [Jemaat] juga menyajikan keputusan-keputusan bagi perdamaian dunia dari segi politik dengan cara yang indah.”

[14] Selanjutnya tamu kedua yang berasal dari Malta, Ivan Bartolo, beliau dari pihak media. Beliau juga produser program-program televisi. Pengenalan beliau tentang Jemaat [Ahmadiyah] ialah demikian, ketika di Malta, Jemaat mempunyai rencana pembagian leaflet (paket brosur tentang Ahmadiyah), rencana itu dilaksanakan dan leaflet tersebut dibagi-bagikan, beliau mendapatkannya dan mengesankan hati beliau. Beliau sendiri yang mulai menjalin hubungan dengan Jemaat. Kontak pun berlanjut. Beliau mengatakan: “Pengkhidmatan anda untuk menegakkan perdamaian di dunia adalah sangat bernilai sehingga saya pun memujinya.”

Selanjutnya mengenai saya [Hudhur], beliau menulis, “Saya telah mendapatkan yang lebih banyak dibanding apa-apa yang telah saya baca [mengenai Khalifah]. Pesan anda abadi. Saya sangat senang karena pesan anda telah sampai kepada orang yang tepat. Saya sangat berkesan akan upaya keras dan gigih dari anda, juga misi anda untuk menegakkan keamanan dan persaudaraan dunia.”

Selanjutnya beliau menjelaskan mengenai teman perempuan beliau yang beliau jumpai di Brussels, Belliau [pada even itu], “Ketika saya menyampaikan kepadanya akan kehadiran saya di acara itu maka ia berkata, ‘Umumnya program-program Parlemen Uni Eropa tidak begitu organized (terorganisasi).’” Beliau mengatakan, “Bukan. Ini program Jemaat Ahmadiyah.” Wanita itu mengatakan, “Saya mengetahui tentangnya. Program-program mereka selalu terorganisasi.”

[15] Selanjutnya, Mr. Christian Mirre, seorang anggota Gereja Scientology Eropa menurut pendapatnya, itu adalah pertemuan yang sangat penting. Ia mengatakan:

“Khalifah telah menyampaikan pesan kita semua agar setiap orang segera bekerja sama bahu-membahu untuk menciptakan perdamaian dan menghilangkan segala sikap permusuhan. Pesan Hadhrat Khalifah sangat bijaksana. Dengan mengamalkannya, dapat menjadi jaminan bagi kehidupan masa depan dunia kemanusiaan yang lebih baik.”

[16] Wakil Walikota dari sebuah wilayah Mont Le Jolie di Perancis juga ikut serta. mengatakan: “Saya sangat menyukai pidato ini. Beliau [Khalifah] telah menyampaikan pidato yang sangat agung dan semua perkataannya dijelaskan dengan sangat lugas.”

[17] Seorang profesor sebuah Universitas dari Prancis yang juga mengikuti acara itu, Mr. Marco Tiani mengatakan:

“Saya merasa sungguh sangat beruntung dapat menghadiri perhelatan di bawah bimbingan Hadhrat Khalifatul Masih ini. Tak pelak lagi, beliau adalah contoh seorang Pembawa Pesan Perdamaian yang sejati.’

[18] Selanjutnya, mantan walikota Nunspeet (Belanda) menyampaikan kesan-kesannya dengan terlebih dahulu mengucapkan syukurnya. Lalu ia berkata:

“Saya sangat terkesan dengan program ini (mereka datang berdua dengan istri dan keduanya sama-sama berkesan). Acara jenis ini harus diselenggarakan akhir-akhir ini sebagai jawaban kepada orang-orang di dunia yang menyukai kezaliman dan kekerasan.”

Selanjutnya berkata demikian,

“Sesungguhnya tema ini, yaitu perdamaian, juga adalah program politik Parlemen Eropa. Saya berharap di masa datang tetap menaruh perhatian pada segi ini. Pendek kata, dikarenakan adanya even ini, semoga para peserta, pendengar dan para pembaca menjadi penuh dengan harapan positif.”

[19] Tuan Charles Tannock (Member of European Parliament, MEP asal London yang adalah Ketua Parlemen Uni Eropa) mengatakan:

“Jemaat Ahmadiyah tengah menyebar-luaskan pesan perdamaian dalam skala dunia dan berperang melawan ekstremisme. Sebelum kemari, konferensi pers juga telah diadakan dengan sukses. (Ia menyebut mengenai konferensi pers yang diadakan selama setengah jam sebelum acara ini). Di acara itu, orang-orang terkesan secara pribadi atas jawaban berbagai pertanyaan yang muncul. Dunia sangat membutuhkan pesan semacam ini dari pemimpin Muslim. Pesan perdamaian ini adalah juga merupakan suara hati nurani kita semua yang mana tidak hanya berkaitan dengan Islam tetapi agama-agama lainnya juga.”

Beliau mengatakan, “Jemaat Muslim Ahmadiyah hari demi hari menapaki jejak kemajuan demi kemajuan dengan cepat.”

Kemudian mengatakan,

“Cabang-cabang [dari pohon Ahmadiyah] ada di tiap-tiap benua. Masih sedikit orang yang mengetahui tentang komunitas Ahmadiyah, namun, menjadi kewajiban kami (Parlemen Uni Eropa) untuk ikut menyampaikan pesan mendasar komunitas ini ke seluruh Benua Eropa, yaitu, ‘Love for All Hatred for None’. Ini adalah pesan perdamaian dan pesan ini tidak terbatas untuk kalangan Muslim saja, melainkan, ia adalah pesan perdamaian untuk seluruh pengikut agama yang ada di dunia.”

Kemudian beliau mengatakan,

“Jemaat Ahmadiyah ini adalah satu teladan dalam menegakkan perdamaian dan toleransi. Sementara itu, di sisi lain ekstrimisme dan kekerasan atas nama agama menjadi ancaman bagi perdamaian dunia dan hak-hak kemanusiaan. Ekstremisme keagamaan ini memiliki hubungan dengan terorisme yang dewasa ini terjadi di berbagai belahan dunia.”

Kemudian beliau mengatakan, “Kaum Muslimin perlu menjawab ekstremisme sebagaimana Jemaat Ahmadiyah sedang menjawab ekstremisme.”

Kemudian beliau menyampaikan pandangannya atas penyampaian pidato,

“Kami sangat berterimakasih atas Pidato anda (Hadhrat Khalifatul Masih) yang sangat menggugah dan berwawasan luas. Dalam pidato anda menyampaikan dari berbagai segi. Anda telah menyampaikan kepada kami ajaran Islam yang sesungguhnya mengenai kedamaian dan toleransi. Anda juga menyebutkan bahwa negara maju harus membantu negara miskin dan berkembang. Tambahan lagi, anda menyebutkan tanggungjawab yang terletak di pundak dunia Barat khususnya Uni Eropa yang harus dilakukan dengan penuh perhatian dan simpati. Kami juga merasa takjub karena anda telah menyebutkan dalam pidato anda mengenai permasalahan imigrasi dengan tanpa malu-malu dan penuh keberanian. Sebagai orang politik, saya pun paham bahwa itu adalah masalah penting yang dihadapi negeri kami.”

Kemudian beliau berkata lagi, “Sesungguhnya pesan terpenting yang anda telah ingatkan kepada kami ialah mengenai saling menolong satu dengan yang lain dan saling bertoleransi. Pesan ini akan kami bawa dari ruangan ini kedalam kehidupan kami.”

            [20] Seorang Anggota  Parlemen Eropa yang berasal dari Estonia, Mr. Tunne Kelam menyatakan semangatnya dengan mengatakan: ‘Jemaat anda menolak faham terorisme dan kezaliman yang saat ini hari demi hari tersebar luas di dunia. Keteladanan anda dalam menghimpun berbagai agama dan kepercayaan [dalam suatu program] tidak hanya sangat penting dalam pencitraan saja melainkan juga dalam praktek perbuatan.

Beliau mengatakan, “Kami memiliki kesempatan dalam menyebarluaskan pesan ini dengan giat. Saya sangat senang bahwa Parlemen Eropa mengambil bagian dalam menyebarluaskan pesan ini.”

[21] Selanjutnya, Claude Moraes, seorang Anggota Parlemen Eropa (MEP) mengatakan: “Umumnya, hadirin yang mengikuti rapat di Parlemen Eropa tidak sebanyak sebagaimana yang terlihat di hari ini.”

Beliau mengatakan, “Dewasa ini dunia mengarah kepada untuk harus mengadopsi pandangan-pandangan Jemaat Ahmadiyah dalam hal keamanan dan perdamaian. Satu dengan yang lain harus menumbuhkan persaudaraan dan saling menghormati mutlak diperlukan. Hal-hal ini bukan hanya dibicarakan di buku bahkan di masa ini mengamalkan itu adalah sangat penting.”

Beliau mengatakan mengenai saya, “Kedatangan beliau (Hadhrat Khalifah) di sini merupakan suatu indikasi bahwa orang-orang harus saling mengenal satu dengan yang lain. Menurut pendapat saya sangat perlu untuk memahami lebih dalam tentang Jemaat Ahmadiyah. Sangat penting untuk memahami pandangan-pandangannya berkaitan dengan saling menghormati satu dengan yang lain dan saling menjalin persaudaraan. Selain itu, mengkhidmati kemanusiaan tanpa memandang perbedaan agama dan kepercayaan merupakan keistimewaan Jemaat ini. Sangat penting untuk memahami hal-hal itu”

Perwakilan Media Yang Meliput serta Memuat

Perwakilan berbagai media pers yang datang ialah BBC News Faith Matters, Spanish Media Aqui Europa dan ketiga Favorite Channel Malta. Media berbahasa Urdu ‘Jiyu TV’ dan perwakilan dari ‘Daily Jang’. Perwakilan dari ‘Le Magazine’ (Paris). Al-Minar Radio Belgia, Media Turki Abhaber, France Academic Research, Owner of Justice First of the world, Pukar News Britania, Channel (saluran) Pukar, Associated Press of Pakistan. Selain itu, fotografer resmi Parlemen Eropa, perwakilan radio dan televisi Belgia, dan perwakilan media dari banyak negara lainnya juga ada.

CNN dalam websitenya juga memposting satu bagian dari pidato kedalam ‘Quote of the day’ (Kutipan Hari Ini). Saya pun terkejut senang atas kutipan yang disiarkan itu yang membicarakan mengenai persatuan.

[22] Seorang Anggota Parlemen Nasional Jerman mengungkapkan kesan mereka berkata: “Pidato yang demikian sangat berkesan. Kami sangat terkesan atasnya.” Saya berpikir beliau mengatakan ini di Hamburg. Bagaimana pun mengenai saya (Hudhur) beliau mengatakan, “Sebagaimana beliau telah berpidato di Parlemen Britania (Inggris) dan juga di Capitol Hill [Amerika Serikata], maka saya pun harus mengusahakan dan mengatur agar Khalifah juga berpidato di Gedung Parlemen [Jerman, di] Berlin.”

[23] Hakan Temirel, anggota Dewan Provinsi [semacam DPRD] Hamburg waktu itu di sana berbincang-bincang dengan saya, beliau mengatakan, “Saat ini kami membutuhkan pembimbing, dunia Islam seluruhnya memerlukan pembimbing seperti ini.”

Kesan-kesan Setelah Acara di Hamburg, Jerman

Demikianlah, setelah acara di Parlemen Eropa, kini saya hendak menyebutkan kesan-kesan yang diperoleh dari perhelatan di Hamburg pada hari berikutnya. Acara di Parlemen pada hari Selasa dan hari Rabunya acara di Hamburg.

[1] Seorang Pejabat bagian Integrasi yang adalah kawan dari seorang Ahmadi mengungkapkan pikiran-pikirannya dengan mengatakan: “Khalifah anda telah menerangkan ajaran Islam dalam segi yang terbaik dan indah yang dengan itu berbagai kesalahpahaman dan keraguan kami tentang Islam menjadi hilang. Saya sangat senang mengikuti acara itu dan saya pun menjadi tahu ajaran Islam yang sesungguhnya. Sekarang kami mengundang perwakilan Jemaat dalam program-program kami supaya saudara-saudara [Jemaat] dapat menyajikan ajaran Islam di program itu.”

[2] Seorang Anggota Dewan Kota Harburg di wilayah Hamburg mengatakan: ‘Cara beliau (Hadhrat Khalifah) menyampaikan kata-kata di dalam Pidato beliau sangat menyentuh qalbu, hal demikian tak akan dapat dilakukan oleh para pemimpin agama kami.”

Kemudian mengatakan, “Gambaran ajaran Islam sebagaimana yang disampaikan secara istimewa oleh beliau, beliau menyampaikan keindahan ajaran Islam bahwa warga negara harus mencintai negeri tempatnya tinggal, hal ini adalah suatu gambaran yang baru bagi saya.”

Di sana juga hadir seorang perempuan yang telah saya sebutkan kesan-kesan mengenai saya. Selanjutnya ada dua officer perempuan perwakilan dari kantor Integrasi pemerintah yang hadir. Mereka berkata, “Ketakutan dan kecemasan kami telah menjauh. Khalifah dalam pidatonya telah menjauhkan seluruh kecemasan kami. Orang-orang Muslim seharusnya berpikir seperti ini. Ajaran Islam demikian penuh dengan kedamaian, kecemasan yang kami lihat di masyarakat sekarang telah hilang.”[2]

[3] Demikian pula, hadir kepala salah satu kantor pemerintah pusat di Harburg. Beliau bersama istrinya. Beliau mengatakan: “Kami merasa menyaksikan lebah-lebah dan ratunya. Seluruh lebah mengelilingi ratunya dan siap menyerahkan nyawanya demi si ratu. Demikian pula seluruh Jemaat anda bekerja di sekeliling Khalifah dan mereka menyerahkan nyawanya demi Khalifah dan patuh secara sempurna.”

Pemandangan seperti ini juga nampak demikian bagi orang-orang lain dan menulis bahwa pada waktu itu Khalifah seperti seorang ratu lebah dan Jemaat demikian menghormati Khalifahnya.

Kesan-Kesan Para Insan Pers, Wanita Aktifis keturunan Arab dan Kepala Polisi pada Acara di Hamburg

[4] Para insan pers pun banyak pula yang hadir di kesempatan itu. Sebelum pidato tidak ada program apa pun. Mereka mewawancarai tuan Amir Jemaat Jerman. Akan tetapi, mereka pun berkata tentang saya, “Kami ingin mewawancari beliau [Khalifah]. Harus ada acara Tanya-Jawab.” Ketika kata-kata mereka disampaikan kepada saya, saya berkata, “Baiklah. Setelah acara saja.” Setelah selesai acara [berpidato], saya berkata, “Kemana gerangan mereka itu? Tolong panggillah mereka!” Saya mendapat jawaban, bahwa mereka berkata, “Apa-apa saja yang ingin kami tanyakan, berbagai keraguan dan keprihatinan yang ada di pikiran kami, itu semua menjauh setelah kami menyimak pidato beliau. Oleh karena itu, tidak perlu ada tambahan apa-apa lagi.”

Mereka pun akhirnya mengetahui keindahan ajaran Islam sehingga mata mereka terbuka tentang apa itu Islam.

[5] Seorang wanita anggota dari organisasi ‘Islamic Community Board’. Menurut pemikiran saya, beliau ini adalah keturunan Arab. Beliau bertugas mengadakan riset tentang Islam di sebuah Universitas. Sebelumnya beliau biasa menentang keras Jemaat dan biasa berkata-kata yang bersifat menentang terhadap para Ahmadi. Selanjutnya, setelah beberapa waktu kini sikapnya menjadi berubah. Di universitas sana juga ada profesor kita dari Mesir. Beliau sangat dekat dengan Jemaat. Mungkin sikap beliau berubah karenanya. Pendek kata, beliau mengatakan, “Semua kekhawatiran kami telah hilang. Khalifah anda bukan manusia biasa. Beliau pemimpin rohani yang sangat agung. Manusia cerdas.”

Beliau berkata lagi, “Saya telah memperhatikan Khalifah berjalan, melihat beliau berkata-kata dan melihat beliau salat. Saya  berpikir, ‘Justru sosok pemimpin seperti beliau inilah yang seharusnya dimiliki oleh Kaum Muslimin!’ Sekarang saya telah mengamati kehidupan pemimpin itu.’”

Pendek kata, inilah keberkatan Khilafat Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Yakni, kendati pun semua hal itu telah beliau saksikan, telah beliau pikirkan, beliau tetap tidak menerimanya dan masih memegang teguh keyakinannya semula.

[6] Kepala Polisi kota Hamburg juga ikut hadir dalam acara itu. Beliau juga bertanggungjawab [atas keamanan] di tingkat Provinsi. Beliau mengatakan: “Seandainya ajaran yang dijelaskan dalam Pidato [Hadhrat Khalifah] itu dilaksanakan, tentulah tak diperlukan lagi lasykar kepolisian seperti kami ini!”

Liputan Suratkabar di Hamburg dan Kesan Lainnya

Acara di Hamburg tersebut pun diliput dengan sangat baik oleh sejumlah surat kabar bertiras besar dan luas jangkauannya; Surat kabar Hamburger Abendblatt yang pembacanya sekitar 557.000 orang juga mengabarkannya. Suratkabar selanjutnya Bild yang tersebar diantara 731.000 pembaca. Selanjutnya sebuah suratkabar yang jumlah terbitannya sekitar 100.000 eksemplar, Welt Kompakt, selanjutnya suratkabar NDR Aktuell yang jumlah pembacanya ada 400.000 orang. Demikian pula berbagai suratkabar lainnya yang menyebutkan soal peresmian renovasi masjid di Hamburg dan pidato peresmiannya.

[7] Seorang Pemimpin Partai Oposisi dalam Parlemen wilayah Hasen yang hadir dan ia mengundang saya agar datang ke Parlemen bertanya: “Apa pendapat tuan atas situasi angin perubahan yang kini terjadi di Dunia Islam, khususnya di negara-negara Arab, sehingga kami di [Dunia Barat] sini pun sangat intens membahasnya. Dari kalangan mereka mengontak kemari untuk meminta bantuan dan mereka inilah yang sedikit banyak bertanggungjawab atas apa-apa yang tengah terjadi?!”

Saya jawab: “Kondisi tersebut bukan hanya terjadi baru beberapa hari ini. Inilah para pemimpin dunia Arab yang telah ada sejak 10 hingga 20 tahun yang lalu, sama dzalimnya. Pada diri mereka ada pemikiran-pemikiran itu. Namun kekuatan adi daya tidak menaruh perhatian akan hal itu karena ada pamrih pribadi dan kelompok terhadap mereka. Bangsa mereka pun tak terlalu menyadarinya. Akan tetapi, pihak-pihak yang mempengaruhi mereka ialah berasal dari luar. Itulah para pemimpin yang rusak yang sebelumnya juga korup atau tidak memperlakukan dengan baik bangsa mereka sendiri. Namun beberapa negara Barat atau agen-agennya yang memberikan bantuan kepada negara-negara itu tetap menjalin kontak dengan mereka.

 Hal yang sebenarnya ialah selama negara-negara berkekuatan besar menanamkan pengaruhnya kepada pemerintahan itu, pemerintahan itu menerima kata-kata mereka, maka sampai waktu itu tidak ada kerusuhan, tidak ada masalah. Akan tetapi, jika para pemimpin tersebut sudah tak dapat dikendalikan, maka mulailah diusahakan adanya sesuatu revolusi [oleh kekuatan besar, negara-negara barat berpengaruh].”

Saya berkata kepada beliau, “Maka jika Dunia Barat sungguh-sungguh ingin menciptakan perdamaian dalam negeri-negeri itu, tegakkanlah demokrasi yang murni di sana. Sebab, tuan-tuanlah orang-orang yang sangat banyak berteriak soal demokrasi agar ia harus ditegakkan. Tidak seperti ini, bahwa setelah menyukai orang-orang tertentu, berlama-lama mendukung [rezim pemerintahan]nya dan kemudian, setelah mereka menjadi melampaui batas atau menjadi diktator, tuan-tuan pun mengadakan aksi menentang terhadap mereka. Jadi, pada hakekatnya, tuan-tuan sendirilah yang menjadikan mereka sebagai para diktator. Kemudian pun terjadilah demikian, bahwa ketika negara tersebut mencapai suatu standar kemajuan, sudah tidak disukai lagi oleh tuan-tuan [Barat], maka kemudian mengkondisikan keburukan atas mereka sehingga mereka [negeri-negeri Islam khususnya di Arab] bertumbangan sedemikian rupa. Oleh karenanya, jika tuan-tuan ingin membantu secara hakiki negara-negara yang dilanda kerusuhan itu, lakukanlah dengan cara yang sebenar-benarnya, dan jika tuan-tuan menginginkan menegakkan demokrasi, maka lakukanlah. Ada beberapa hal lain yang kami diskusikan, akan tetapi itulah yang dapat saya sampaikan.”

[8] Di sana juga ada peresmian Jamiah Ahmadiyah. Werner Amend adalah walikota Radstadt, tempat dimana Jamiah berada. Beliau mengatakan, “Pidato yang disampaikan Khalifah, bukanlah pidato tertulis, melainkan pemikiran-pemikiran yang keluar dari dalam hati beliau. Beliau (khalifah) mengatakan kepada para mahasiswa supaya mereka sendiri mengamalkan ajaran dalam diri mereka dan tetap menjadi teladan secara amal perbuatan di hadapan orang-orang adalah hal penting dan mutlak. Meskipun menjadi pemimpin suatu golongan agama, beliau adalah orang yang sangat praktis [bukan sekedar teoritis].”

Saya [Hudhur] tidak tahu, apa maksud beliau dari kata “meskipun”? Mungkin dalam pemikiran beliau, pemimpin agama [biasanya] tidak praktikal atau secara lisan berkata demikian sedangkan dalam amal perbuatan bertindak yang lain lagi.

[9] Tuan Wolf Walther, sekretaris konferensi Islam Jerman. Beliau juga hadir dalam peresmian Jamiah Ahmadiyah di sana. Beliau mengatakan, “Intruksi-intruksi Khalifah sangat penting. Beliau mengatakan kepada para mahasiswanya, seraya mengomentari satu instruksi bahwa disebabkan para mahasiswa berbeda dengan penduduk biasa dan mengenakan pakaian yang berbeda, maka sangat penting supaya mereka memiliki sikap yang bersahabat dan bertemu dengan orang-orang dengan hati yang terbuka. Dengan begitu, rasa takut terhadapnya berkurang dan sikap fanatik menjauh. Hal demikian menjadi mungkin apabila terjadi saling berbicara satu sama lain dan tukar-menukar informasi. Oleh karena itu, intruksi Khalifah dalam kaitan ini sangat penting.”

[10] Seorang jurnalis, Hanack, mengatakan, “Menurut saya acara tersebut sangat meriah dan diselenggarakan dalam suasana yang bersahabat. Pidato pemimpin saudara sangat penuh makna dan tepat. Kata-kata beliau menghidupkan tidak hanya terbatas pada membahas akhlak-akhlak secara mendasar. Meninggalkan kesan mendalam pada diri saya, karena beliau telah menjelaskan tentang bagaimana seharusnya sikap para mahasiswa [Jamiah] terhadap penduduk setempat dengan cara yang akrab lagi ramah.”

Nasihat untuk Jamiah Ahmadiyah Jerman

Peresmian Jamiah Ahmadiyah juga mendapatkan liputan yang cukup di media cetak dan media elektronik. Ada lebih dari 10 berita yang di dalamnya termasuk televisi, radio provinsi dan lain-lain. Ada juga foto Jamiah [yang dimuat]. Surat-surat kabar menulis bahwa Mirza Masroor Ahmad telah berpidato di hadapan para mahasiswa. Beliau berulang kali mengatakan bahwa keindahan Islam harus dikemukakan ke hadapan dunia. Beliau menasehati para pemuda tersebut supaya mereka senantiasa introspeksi diri, menerapkan ajaran-ajaran pada diri mereka sendiri dan tampil di hadapan umat manusia dengan akhlak yang baik. Syarat penting Jemaat Ahmadiyah adalah keharmonisan dan keamanan harus disebarkan dalam lingkungan masyarakat.

Sebuah surat kabar menulis, “Jemaat Islam Ahmadiyah di masa mendatang akan mempersiapkan para Imam [Muballigh] di kota Radstadt dan menjelaskan rincian apa saja dasar pemikiran itu. Pemimpin mereka, Mirza Masroor Ahmad, seraya mengajak bicara kepada para imam di masa depan [mahasiswa Jamiah] berkata, ‘Akhirilah rasa takut terhadap Islam dalam diri orang-orang di Radstadt dan distrik Hozen. Islam tidak memerangi agama-agama lain dan lingkungan sosial sekitarnya.’” Demikianlah, beberapa komentar dari surat-surat kabar.

Semoga Allah Ta’ala membuahkan hasil-hasil yang berjangka panjang atas program-program yang telah dilaksanakan dan setiap langkah kita menjadi langkah kemajuan setapak demi setapak. Semoga Allah Ta’ala senantiasa meningkatkan kita dalam hal syukur dan ketakwaan. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Syukur kalian yang sebenarnya adalah menjalankan ketakwaan dan kesucian. Sekedar mengucapkan Alhamdulillah atas pertanyaan, ‘Apakah anda seorang Muslim?’ bukanlah syukur yang sebenarnya. Sekiranya kalian telah melewati pujian [syukur] yang hakiki, yakni dengan cara menempuh jalan-jalan kesucian dan ketakwaan, maka saya memberi kabar suka kepada kalian bahwa kalian telah teguh dalam batas-batas [syariat, agama]. Tidak ada yang dapat mengungguli kalian.”

Selanjutnya beliau bersabda: “Perkara yang sebenarnya adalah ru’b [kehebatan] ketakwaan menimbulkan kesan pengaruh pada orang lain juga dan Allah Ta’ala tidak menyia-nyiakan orang-orang muttaqi.”

Selanjutnya beliau bersabda: “Menjadi keharusan bagi manusia untuk tidak melepaskan ketakwaan dari tangan dan berjalan dengan teguh di atas jalan-jalan ketakwaan, karena orang muttaqi pasti memberikan kesan pengaruhnya dan ru’bnya pasti juga muncul dalam hati para penentang.”[3]

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menganugerahi kita dengan karunia-karunia-Nya seraya berjalan di atas ketakwaan.

 

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Kantor pemerintah bagian Integrasi bekerja bagaimana membuat para pendatang [baik yang Muslim dan non Jerman lainnya] dapat bergaul dengan baik di masyarakat. Integrasi pendatang kedalam masyarakat Jerman dicemaskan oleh dua petugas ini karena menguatnya eksklusifitas dan kecurigaan antar masing-masing kelompok [pendatang dan pribumi Jerman yang berbeda budaya dan agama]. Kedua petugas Integrasi mengkhawatirkan hal ini karena hal demikian memang beberapa kali terjadi di Jerman berupa penyerangan pemuda ultra nasionalis kepada para pendatang atau kecurigaan warga pribumi atas pendatang yang sulit beradaptasi dengan warga.

[3] Malfuzhat, jilid 1, halaman 49-50, edisi 2003, cetakan Rabwah