Khutbah Jumah tanggal 3-8-2001 Khu-D

            Khutbah pada hari Jumaah  ini merupakan khutbah terakhir yang berkenaan dengan sifat Rahman. Sesudahnya akan dimulai giliran sifat-sifat yang lain. Dalam kaitan ini ilham-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. yang terdapat di dalamnya bahasan sifat rahman, itu juga yang akan dipaparkan.

            Ayat pertama adalah surah Az-zukhruf ayat 37-38:”waman ya’syu ‘an dzikrirrahmaani nuqayyidh lahu syaithaanan fa huwa lahu qariyn wa innahum layashudduwna annahum ‘anissabiyli wayahsabuwna annahum muhtaduwn-Dan barangsiapa  berpaling dari berdzikir pada Yang Rahman kami akan menetapkan baginya satu setan  yang akan menjadi teman akrabnya.Dan sesungguhnya mereka akan menyesatkannya dari jalan sedang mereka menganggap bahwa mereka mendapat petunjuk” Disini Setan yang mana yang ditetapkan untuk orang-orang  yang berpaling dari Tuhan Yang Rahman. Satu, adalah sahabat buruk yang menjadikan orang berputus asa dari rahmaniyyat Tuhan dan itu adalah setan yang terselubung dalam bentuk manusia. Kedua,bisa juga setan itu ego pribadi juga. Walhasil dari “nuqayyidh lahu-kami akan menetapkan baginya” diketahui bahwa ada setan luar yang menguasainya. Dan maksud  “melalaikan dari Tuhan Yang Rahman” adalah bahwa rahmaniyyat Yang mengasihani secara tidak terbatas, dari itu kemudian manusia mulai berburuk sangka dan mulai berputus asa dan keputusasaan adalah nama kedua dari Iblis. Jadi hendaknya diingat bahwa dari Tuhan Rahman,yakni janganlah hendaknya berputus asa dari Rabb Yang Rahman dalam corak apapun  dan  seberapapun dosa bertambah banyak  hendaknya yakin sepenuhnya bahwa jika Allah menghendaki maka rahmaniyyat-Nya akan menjadi penopang untuk kita dan akan menyelamatkan kita dari segala musibah-musibah. Dan ketika setan berkuasa di atas  mereka maka “yashudduwnahum ‘anissabiyli-Mereka  menyesatkannya dari jalan yang lurus dan mereka menganggap bahwa kami adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Jadi, ini merupakan   tipuan ke dua yang dengan nasib malang mereka dapatkan karena setan. Meskipun  mereka  telah berpisah dari jalan benar namun tetap di benak mereka ada anggapan bahwa kami berada pada jalan yang hakiki. Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam mentafsirkan ini bersabda,”Orang yang berpaling dari Al-quran dan nyata-nyata sebagai penentang, cenderung kepadanya kami akan menguasakan setan padanya.” Disini, Hadhrat Masih Mauud a.s. telah mendefinisikan mengingat rahman   dari Al-quran. Al-quran adalah kitab Al-rahman dan bahasan inilah yang ada dalam seluruh kadungan Al-quran. Bersabda,”Orang yang berpaling dari Al-quran dan nyata-nyata sebagai penentang , cenderung kepada itu kami akan menguasakan setan di atas  mereka yang setiap saat memasukkan wawas di dalam hati mereka dan terus memalingkan mereka dari kebenaran dan kebutaan nampak indah pada pandangan mereka dan satu detik pun tidak terpisah dari mereka,yakni  saat apapun tidak terpisah dengannya.

            Satu ayat surah Azzukhruf 46:was al man arsalna minqablinaa min rusulina aja’alna miduwnihima aalihatan yu’baduwn-Dan tanyakanlah pada rasul-rasul  yang kami telah kirim sebelum engkau,apakah selain Al-rahman ada sembahan untuk disembah yang kami telah ciptakan ? Disini pertanyaan adalah bahwa nabi-nabi yang berlalu sebelum Rasulullah saw.bagaimana  menanyakan pada mereka.Maka jelas maksudnya adalah kaum  yang beriman pada mereka.Tanyakanlah pada orang-orang yang beriman pada mereka, bahwa apakah sebelumnya kamu telah mendengar  dengan perantaraan seorang nabi, dengan perantaraan yang biasa menerima ilham, bahwa selain Rahman Dia telah menciptakan  sembahan.selai Dia Kini disini ada satu masaalah yang komplek bahwa Rahman jelas tidak  menciptakan sembahan. Rahman  sendiri,kan sembahan.Maka maksudnya adalah orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan palsu,  itu mereka nisbahkan pada rahmaniyyat Tuhan dan berkata bahwa Tuhan  Yang Rahman kami atau Tuhan rahman kamu sembahan palsu ini  telah dia ciptakan  untuk kami, oleh karena itu kami mengimaninya. Jadi,jelasnya Allah,yakni  Rahman tidak pernah menciptakan sembahan palsu manapun selain Dia. Maksud dari “minduwnirrahmaan– adalah,dalam perlawanan terhadap Tuhan Yang Rahman dan bisa juga maksudnya selain Tuhan Yang Rahman. Hadhrat Khalifatul Masih 1 mengambil arti “perlawanan terhadap Tuhan Yang Rahman”.

            Ada dua ayat surah Azzukhruf 82-83. Di dalam  kedua ini ada disebutkan,” qul in kaana lirrahmaani waladun fana’budul ‘aabidiyn”Kini, disini mereka menisbahkan anak terhadap Tuhan ,yakni Hadhrat Isa a.s..Maka ada perintah  kepada Rasulullah saw. bahwa  katakanlah pada mereka bahwa saya tidak ada (perselisihan ?) dengan Tuhan Yang Rahman.Jika Tuhan Yang Rahman menciptakan anak maka saya yang akan pertama-tama menyembah-Nya. Kamu apa ikatanmu ? Sebagaimana saya dekat dengan Rahman kamu tidak  bisa dekat dengan Dia. Jadi jika Tuhan Yang Rahman membuat anak ,yakni Hadhrat Isa Dia jadikan sembahan selain Dia maka yang pertama-tama saya yang akan menyembahnya “subhaana rabbissamaawaatiwal ardh rabbil ‘arsyi ‘amma yashifuwn– Namun, Maha suci Rabb, Tuhan langit dan bumi Rabb ke dua-duanya rabbil arsyi ‘amma yashifuwn-dan Rabb arsy juga.

Disini dalam definisi “arsy” sebelumnya kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s. telah berlalu.Disini maksud arsy pertama-tama adalah hati Muhammad saw. Karena Allah yang paling banyak sebagai tempat sasaran yang Dia ciptakan adalah hati Muhammad Rasulullah saw.

            Surah Qaf 34-36: man khasyiaya-rrahmaana bilgaibi wa jaa a bi qalbin muniyb-Orang yang takut pada Tuhan Yang Rahman/Yang Maha Penyayang dalam keadaan menyendiri wajaa a bi qalbin muniyb-` dan datang dengan hati yang berkali-kali tunduk/bertaubat. Disini sebelumnya juga saya berkali-kali menerangkan  apa arti bilgaib.Bagian terbanyak rahmaniyyat adalah ada di  yang gaib. Semua ciptaan Allah /makhluk yang diciptakan sebelum itu siapa yang bisa mengetahui,hanya Dialah Tuhan Yang Maha gaib yang telah menciptakan segala sesuatu dan tidak ada orang yang melihat-Nya,tidak ada yang meminta. Maka orang yang meskipun  gaib-Nya Rahman itu mereka takut pada-Nya,inilah kedudukan takwa yang benar.Yakni, meskipun tidak bisa dicium,tidak bisa dilihat,tidak bisa di sentuh, namun meskipun demikian Dia adalah sahabat yang paling dekat, dengan perantaraan tanda-tanda-Nya.Dengan perantaraan kudrat-Nya tidak ada benda yang lebih dekat dari Dia. Jadi, Dia dekat juga dan jauh juga. Jauh untuk mereka yang tidak bisa melihat-Nya, yang melihat-Nya dengan penglihatan  yang jauh dan dekat untuk mereka yang mendapatkan-Nya lebih dekat dari urat nadinya. Dan jika  merenungkan diri sendiri maka di dalam ciptaan diri ini nampak jelas kudrat/kuasa Tuhan. Maka dari sisi ini dalam keberadaan-Nya sebagai Yang Maha gaib adalah yang terdekat.Dan di surga mereka orang-orang yang datang dengan hati yang tunduk ,hati yang selalu tunduk di hadapan Tuhan kepada mereka akan dikatakan “udkhuluwha bisalaam-kamu masuklah di dalamnya dengan keselamatan dzaalika yaumul khuluwd –ini adalah hari yang kekal.lahum maa yasyaauwna fiyha wa ladaina maziyd-Mereka akan mendapatkan segala sesuatu  yang mereka inginkan atau di dunia ini mereka selalu inginkan mereka akan melihat jenisnya yang terbaik di dalam surga itu dan bayangannyapun tidak bisa sampai pada itu, itupun kami akan berikan dan maksud dari waladaina maziyd adalah bahwa pada kami ada banyak lagi yang lain seberapa ingin memikirkan tetap saja tidak akan bisa memikirkan,oleh karena itu bersama kami banyak lagi yang lain.

            Kini ayat surah Rahman 2-5:arrahmaan ‘allamal quran khalaqal insaan ‘allamahul bayan-Maha Pengasih dan memberi tampa diminta ‘allamal quran –Yang telah mengajarkan Al-quran. Penciptaan Al-quran dan masaalah kekekalan/kekal tidaknya terpecahkan dari ayat ini.Al-quran, telah Dia ajarkan.Al-quran, tidak Dia ciptakan. Maka  ini adalah kitab yang abadi yang Allah telah simpan di Lauhil mahfuz. Masaalah Lauhimahfuz(papan tulis yang terjaga) adalah tidak terjangkau oleh pemahaman manusia umum,namun benda-benda yang tidak terjangkau oleh pemikiran di suatu kesempatan disana hendaknya mengedepankan keitaatan/penyerahan,bahwa dimana benda apa saja  yang dimengerti itu adalah benar maka inipun tentu memliki arti yang mungkin tidak terjangkau oleh  pemahaman kita,namun pasti ada bahwa satu Al-quran berada di  Lauhilmahfuz. Dan Rahman memang mengajarkan Al-quran, namun manusia Dia ciptakan. Keduanya kini beda digunakan khalaqal insaan-manusia Dia ciptakan dan ‘allamahulbayaan-dan mengajarkan bayan padanya. Kini maksud  bayan adalah bahasa juga dan maksud  bayan adalah Al-quran sendiri,karena _al-quran-lah yang paling baik menerangkan, yang memisahkan benda-benda yang diragukan dengan barang-barang yang lain.Oleh karena itu maksud  bayan bahasa-bahasa juga. Segala macam bahasa Dia ajarkan pada manusia. Bagaimana untuk menerangkan mafhumnya dan dari segi ini Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa bahasa Arab adalah bahasa pertama yang Allah telah ajarkan pada manusia.Nah, sebagian orang menjadi heran bagaimana Allah mengajarakan satu bahasa. Mereka hendaknya merenungkan bahwa manusia dan kera sebelumnya coba perhatikan, meskipun sedikit sekali perbedaan,yakni dari segi evolusi, kera sebelum manusia ada adalah puncak  terakhir,tapi bahasa kera mana dan bahasa manusia dimana (jauh berbeda/tidak ada perbandingan sama sekali). Ini selama Tuhan tidak mengajarkan kepada manusi bayan/bahasa tidak mungkin tadinya sedemikian dengan cara agung menerangkan maksud-maksudnya.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Ilmu adalah nur yang tidak bisa tertutup sedangkan kejahilan merupakan  hijab yang paling besar .Nama Tuhan adalah ‘aliym-Maha mengetahui dan kemudian di dalam Al-quran tertulis “arrahmaan ‘allamal-quran-Dia adalah Rahman Yang telah mengajarkan Al-quran”. Oleh karena itu malaikat berkata “laa ‘ilma lana illa maa ‘allamtanaa-(Tidak ada ilmu kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami”).Jadi,  berkenaan dengan Rasulullah saw. juga malaikat  tidak mengetahui apa-apa dan di hadapan Tuhan Dia memohon pada Tuhan ketika berbicara mengenai nama-nama bahwa kimi tidak mengetahui namun apa yang engkau ketahui.Maka dalam nama-nama  benda yang paling pertama-tama adalah nama-nama nabi-nabi yang akan lahir setelah penciptaan/kelahiran (makhluk),yang akan mulai dari pencitaan Adam. Sesuai dengan itu seberapa nabi-nabi datang nama-nama mereka Allah telah ajarkan pada Adam.Dan ketika di tanyakan kepada malaikat-malaikat bahwa beritahukanlah nama-nama yang telah ajarkan kepada Adam, apa itu ? Mereka berkata,”Maha suci Engkau, kami tidak mengetahui kecuali Engkau  ajarkan kepada kami, kami hanya mengetahui itu. Sebagai hasilnya, yakni satu tafsirnya adalah ` bahwa sampai Hadhrat Rasulullah saw. sebaerapa nabi-nabi yanag akan zahir nama-nama semuanya Dia ajarkan pada Adam Dan kemudian malaikat dalam ketidak tahuannya  mengajukan pertanyaan bahwa apakah Engkau akan menciptakan Adam yang akan menumpahkan darah di bumi ? Maka inipun dia tidak ketahui bahwa pada waktu Adam di bumi darah pasti akan dialirkan,namun dari pihak Adam,yakni dari pihak nabi tidak dimulai,  bahkan darah-darah orang-orang mu’min yang dialirkan yang beriman pada nabi itu. Jadi sedikit saja hal itu dirubah sebagaimana……maka pemandangan lain yang  akan tampak. Darah selalu saja telah punya ikatan dengan nabi ,tidak ada nabi yang pada waktunya darah manusia tidak dialirkan. Namun satupun nabi tidak ada yang mengajarkan ajaran mengalirkan darah atau dia yang mendahului. Bahkan para penentangnya yang mengalirkan darah orang-orang yang mengimani nabi itu.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. di Minaanurrahmaan dalam  kata“bayan” dengan mengambil kata bahasa Arab beliau bersabda,”Maksud kata “bayan” yang artinya adalah “berbicara” adalah bahasa Arab. Mufradaat/kata-kata tunggal bahasa ini terletak  berhadap-hadapan dengan itu dan bersama itu keindahan bahasa ini adalah  cara  berbicara  dimudahkan supaya mudah berpengaruh di hati”.

            Kini adalah ayat surah Al-mulk:”alladzy khalaqa sab’a samaawaatin thibaaqa maa taraa fiy khalqirrahmaani min tafaawuut far ji’il basyara hal taraa min futuwr tsummar ji’il bashara karrataini yanqalib ilakal basharu khaasyiang wa hua khasiyr-Dia –lah yang telah menciptakan langit dan bumi bertingkat-tingkat/berlapis –lapis/tahap demi tahap”.

Adapun topik evolusi dari ayat ini dapat diketahui bahwa ini tidak hanya berhubungan dengan hewan-hewan yang ada di bumi ini bahkan tersebar di semua ciptaan/maakhluk ini .Semua makhluk lahir tahap demi tahap/tingkat demi tingkat berlapis -lapis dan terus maju berkembang dari yang terendah kepada yang tertinggi “maa taraa fi khalqirrahmaani min tafaawut–  dan di dalam ciptaan/alam raya yang begitu luas kamu tidak akan melihat ketidak seimbangan/kontradiksi. Satu arti  tafaawut adalah ada sesuatu  yang terlepas dari pandangan dan satu artinya adalah kontradiksi/bertentangan.Maka tidak ada sesuatu yang kamu lihat yang terlepas dari penglihatan Tuhan ,segala sesuatu telah disiapkan dan sedemikian banyak makhluk yang diciptakan dan sedemikian luas peraturan-peraturan yang diciptakan, yang mana tidak ada kontradiksi di dalamnya .”far ji;il bashara hal taraa min futuwr– maka kamu lihatlah sekali lagi, lihatlah untuk kedua kali,  apakah kamu `melihat semacam ketidak seimbangan/ketidak serasian  ? Apakah ada  cacat.yang nampak ? ”tsummarji’il bashara–  Kamudian lihatlah kembali  karratain -dua kali ,yakni yang ke dua kali yanqalib ilaikal basharu khaasyian wahua khasiyr-Pandangan untuk kedua kalinyapun akan kembali kepada kamu dengan kegagalan dan dalam kondisi letih dan lesu dan di dalam semua makhluk/alam raya Tuhan tidak akan nampak  cacat dan kosong.

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a.dalam menafsirkan ayat ini bersabda,”khalqirrahman-Barang-barang yang didapatkan gratis karena tuntutan Rahman syukurilah  itu ,di dalam itu tidak ada perbedaan .Matahari terus menerus memantulkan cahayanya kemudian  dalam hal perlunya kenabian kenapa kamu mengakui adanya perbedaan.”.tafaawut” disebut juga untuk “idhthiraab/keresahan/panik ”dan sisebut juga  ikhtilaf-perbedaan,Idhthiraab-adalah memasukkan suatu barang enrtah di sana entah disini,serupa itu bukan` dan tidak serupa itu ikhtilaf-perbedaan dan garbar-ketidak kesetabilan,misalnya, khasiat /fungsi api berpindah kepada air dan khasiat /fungi air berpindah ke api. Tafaawut dalam arti  kerugian juga Kebenaran Tuhan di dalam hikmah/kebijaksanaan tidak ada kerugian ,di dalam penelitian manusia terdapat kerugian, kalau tidak di dalam pekerjaan-pekerjaan  Tuhan tidak ada kerugian/kerusakan.

            Kini ada satu ayat surah Al-mulk :”awalam yarau ilathairi fauqahum shaaffaatin wayaqbidhna ma yumsikuhunna ilarrahmaani innahu bikulli syain bashiyr-Apakah mereka tidak melihat burung-burung yang beterbangan di atas mereka di udara shaaffatin wayaqbidn– sambil melebarkan sayapnya juga dan mengatupkannya juga. Siapa yang menjadikannya tetap disitu illarrahmaan-kecuali Tuhan Yang Rahman innahu bikulli syain bashiyr– Dia adalah wujud yang melihat segala sesuatu dengan pandangan yang tajam”. Disini pertanyaan adalah  apa hikmatnya bahwa terbangnya burung-burung diketengahkan sebagai satu misal. Dalam kaitan ini penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuan dan dengan pandangan yang dalam mereka telah memutalaahnya.Di dalam fisik buruk-burung itu tidak punya kemampuan dengan sendirinya untuk terbang., karena kalau tulang-tulangnya tidak dijadikan kosong,` otot-otot  dadanya tidak dijadikan begitu kuat dengan luar biasa, tidak ditetapkan bentuknya yang khusus dan bentuk segi tiga,  maka tidak mungkin ada satu burung yang bisa terbang di udara.Jadi, ini merupakan tuntutan rahmaniyyat.Dia ketika menciptakan burung yang layak terbang di udara, maka untuk terbang seberapa keperluan-keperluannya semuanya Dia siapkan dan ini adalah bahasan  singkat yang saya paparkan. Jika, kalian merenungkan mengenai burung-burung maka tidak terbatas hal-hal halus yang jika tidak diperhatikan maka tidak akan ada burung yang bisa terbang diudara.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam terjemah dan tafsirnya dalam Barahin Ahmadiyyah menulis ,”Apakah orang-orang ini tidak melihat burung-burung itu terbang di atas kepala mereka yang kadang-kadang sayapnya mengembang dan kadang-kadang mengaatupkannya.Rahmanlah yang mencegahnya untuk jatuh,yakni berkat rahmaniyyat meliputi semua benda yang bernyawa sehingga burung pun yang satu rupiah dapat dua tiga  itupun di dalam samudera anugerah yang luas ini berennang dengan senang dan gembira”. Kini tentu tidak dapat burung dengan harga satu sen dan pada zaman itu dari catatan Hadhrat Masih Mauud a.s. ekonomi zaman itupun dapat diketahui.Pada zaman itu dengan satu sen satu dua tiga burung bisa didapatkan.Dan kini jika diberikan satu sen untuk beli burung maka akan dilemparkan ke wajah “amman haadzalladziy huwa jundun lakum yanshurukum minduwnirrahmaan inilkaafiruwna illa fiy guruwr Ini adalah ayat surah Al-mulk.Siapa mereka ini yang datang menolong kamu dalam melawan Rahman  untuk menolong kamu.Sebagaiman lasykar burung-burung serupa itu pula malaikat-malaikat Tuhan juga ada lasykarnya dan adapun lasykar itu tidak akan bisa menolong manusia melawan Tuhan ataukah lasykar burung-burung atau ada lasykaar lain atau lasykar secara zahir.apabila Tuhan menghendaki maka bisa bisa memberikan perlongan kepada seseorang kalau  Tuhan tidak ingin maka tidak akan ada lasykar yang bisa berguna bagi manusia.inil kaafiruwna illa fi guruwr -tidaklah ada orang kafir namun dalam kondisi tipuan.Nah, di dalam guruwr dan garuwr ada sedikit perbedaan”garuwr” disebut untuk setan yang menipu dan guruwr disebut untuk tipuan yang syaitan berikan.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 menulis: jundun-lasykar kamu ini tidak akan berguna untuk kamu sedikitpun dan kalian tidak akan bisa menolak azab Tuhan Maksud dari minduwnirrahmaan –dalam melawan Rahman tidak akan berguna untuk kalian dan tidak akan dbisa menjauhkan musibah kalian.

            Kini dalam surah Al-mulk ada satu ayat lain yang didapatkan bahasan tentang Rahman qul huwarrahmaanu aamanna bihi wa ilaihi tawakkalna fa sata’lamuwna man huwa fi dhalaalin mubiyn-Katakanlah, Dialah rahman, kami beriman padanya dan kepada-Nyalah kami bertawakkal.Jadi semua tawkkal adalah hendaknya untuk rahmaniyyat Tuhan, kalau tidak manusia tidak memiliki kemampuan  apa-apa. Manusia sedemikian banyak melakukan dosa-dosa,yang  jika Tuhan tidak Maha Penyayang maka tidak akan pernah dosa-dosa mereka bisa  dimaafkan. Jadi, hanya kepada rahmaniyyatlah hendaknya bertawakkal..Seberapapun manusia melakukan dosa renungkalah itu dan kemudian lihatlah betapa Maha luas  Rahman betapa luas Maha pengampunan-Nya, perhatikanlah itu maka akan bisa bertawakkal.Bukanlah maksudnya manusia tampa malu melakukan dosa ,namun dengan kelalaian juga dosa dilakukan dan kadang-kadang dosa-dosa tidak terasakan selama dosa tidak melampaui batas, sampai pada waktu itu manusia tidak merasakan bahwa saya tengah melakukan dosa. Jadi, perasaan dosa juga  dianugerahkan akibat rahmaniyyat Tuhan. Maka walhasil meskipun adanya segala macam dosa ada satu  Rahmanlah yang bisa  tawakkul dilakukan pada-Nya.Kalau tidak, tidak ada dosa kecil sekalipun yang bisa diampuni fasata’lamuwna man huwa fi dhalaalin mubiyn –maka kamu pasti akan mengetahui bahwa siapa yang terjerumus dalam kesesatan yang nyata,

Kini saya akan menyajikan ayat surah An-naba 36-38: “la yasma’uwna fiyhaa lagwan wala kidzdzaaba-Mereka tidak akan mendengar hal-hal yang sia-sia dan tidak akan mendengar dusta sedikitpun. Satu ganjaran dari Tuhan kamu jazaa an min rabbika ‘athaa an hisaabaa maksud ‘athaa an hisaabaa sebagaimana (duri ?) anak timbangan  seperti itulah kepada mereka akan dianugerahi ganjaran,satu jenis ganjaran Tuhan yang bukan tampa hisab,  bahkan dalam arti itu dengan hisab bahwa di dalam itu mereka tidak akan melihat perbedaan.Siapakah Tuhan itu rabbi-ssamaawaatiwal ard- Dia adalah Tuhan langit dan juga Tuhan bumi wamaa bainahuma -dan semua benda-benda juga yang berada diantara langit dan bumi.Nah,kearah ini pun saya berkali-kali mengingatkan  bahwa pandangan mengenai adanya langit dan bumi  ada pada zaman Rasulullah saw., tapi yang ada diantara keduanya itu apa, ini yang tidak ada pandangan mengenai hal itu. Jadi, Al-quran pada zaman itu sedemikian rupa berbicara mengenai Tuhan, yang bukan hanya Rabb langit dan bumi, bahkan yang “diantara keduanya” hal-hal yang tidak nampak ,tidak bisa dilihat, itupun juga disebutkan. Dan daya garavitsipun juga tidak terhitung bahasannya  terdapaat di dalam Al-quran dan itu tidak nampak bigairi ‘amadin taraunaha-(tampa tiang yang kamu lihat) dengan tiang-tiang yang sedemikian rupa daya gravitasi  berjalan yang kamu tidak bisa lihat dengan mata kepala kamu sendiri. Maka bersabda,”Benda-benda yang ada di antara langit dan bumi, bisa juga ada logam-logam  yang gelap. Kini para ilmuan telah menemukan bahwa ada semacam ssatu jenis logam /zat yang merupakan zat  yang gelap, dan zat yang gelap dan zat yang terang itu sedemikian rupa terdapat keseimbangan yang mana satu dengan yang lain menjadi sama.Jadi ini merupakan hal-hal yang sangat aneh yang para ilmuan telah temukan,ini  kesemuanya mendukung Al-quran dan meskipun mereka ini sendiri adalah buta ,tidak bisa melihat kudrat Tuhan, namun merupakan buta yang sangat aneh yang  memperlihatkan kekuasaan Tuhan. Pada waktu itu di hadapan Tuhan sedemikian rupa manusia akan menjadi takut dan dikalahkan/tidak berdaya ,yakni pada hari kiamat, yang mana  tidak akan mereka dapatkan kekuatan untuk dapat berbicara dengan-Nya

            Lebih lanjut dalam menjelaskan ini di ayat selanjutnya ayat 39-40  Allah berfirman,”yauma yaquwmurruhu wal malaaikatu shaffan la yatakallamuwna illa man adzina lahurrahmaanu waqaala shawaaba-Pada hari ruh qudus dan malikat-malikat kesemuanya berdiri berbaris-baris, mereka tidak akan berbicara kecuali yang Rahman berikan izin dan siapapun yang berbicara itu akan berbicara dengan benar Hari itu adalah hari yang pasti akan datang maka yang ingin hendaknya membuat tempat kembalinya disisi Tuhan-nya”().

            Berkenaan dengan itu dalam Haqaiqul furqan jilid 4 tertulis:”Selain itu arti rahman  adalah orang mengasihani tampa imbalan. Sifat rahmaniyyat dan kaffarah/penebusan dosa kedua-duanya tidak bisa bersatu di satu tempat.” Nah,kini adapun topik “mengasihani  tampa imbalan”, maksudnya adalah di dalam Al-quran Allah dikemukakan sebagai Rahman yang sedemikian rupa yang mana belum ada wujud yang meminta belas kasih-Nya,semua benda-benda Dia anugerahkan kepada manusia  sebelum miliaran tahun sebelum kelahiran manusia itu semua telah siap dan persis sesuai keperluan pada waktunya benda-benda itu diturunkan. Jadi,hari itu yang berkenaan dengan itu Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,” Yakni “rahm-belas kasih”itu  Yang mengasihani tampa imbalan. Bahwa Rahman adalah  Tuhan ,merupakan Allah yang tampa suatu imbalan yang kepada -Nya–tidak ada yang diberikan sesuatu apa-apa,namun Dia mengasihani. Sifat rahmaniyyat dan kaffarah/penebusan dosa tidak bisa bersatu di satu tempat. Maksudnya adalah berkenaan dengan Hadhrat Masih dikatakan bahwa dia telah  menjadi penebus dosa ummat manusia.Maka ini tidak bisa bersatu dengan sifat rahmaniyyat.Rahmaniyyat tidak menginginkan imbalan apapun dan kaffarah/penebusan dosa menghendaki suatu imbalan.Dan penebusan dosa pun merupakan pandangan yang dungu bahwa Tuhan setelah mengangkat dosa-dosa semua orang-orang dan setelah mengangkat semua dosa-dosa yang akan terjadi sampai hari kiamat Dia pikulkan di pundak seorang  Masih dan –naudzubillah –akibat dari dosa-dosa mereka bukannya mereka yang menjadi orang yang di laknat,namun Hadhrat Masih malah yang menjadi orang yang terlaknat. Jadi sedemikian rupa dusta, batilnya akidah dan sepenuhnya bertentangan dengan akal  yang lebih dari ini akidah sia-sia tidak akan bisa ada di dunia. Namun demi untuk akidah ini lihatlah di dunia Kristen bagaimana telah menciptakan kehancuran/keonaran. Dengan begitu kerja keras mereka menancapkan akidah itu di hati orang-orang,yang mana mata   tertutup dan tidak ada lagi otak untuk berfikir bahwa kami ini beriman pada hal apa dan terhadap akidah benar Al-quran  mereka menjadikan orang-orang siap untuk mengingkarinya. Kini merupakan tanggung jawab Jemaat Ahmadiyyah bahwa sedemikian rupa jelasnya hakekat,yaitu  keesaan Tuhan sugukanlah pendakwaan ini di hadapan dunia  dengan suara yang lantang dan masihiyyat /dan kristenity sedemikian rupa meleleh di hadapannya sebagaimana embun menjadi meleleh dengan sinar matahari.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam menerangkan tafsir ruhul qudus bersabda,”Dan di dalam hati saya dimasukkan bahwa di dalam ayat ini maksud ruh adalah jemaat nabi-nabi, rasul-rasul yang pada mereka ruhulqudus dimasukkan dan mereka berwawancakap dengan Tuhan. Namun  bagian/cabang ini diingat /disebut dengan kata” ruh ” kenapa tidak digunakan dengan kata arwah-ruh-ruh”. Ruh adalah kata tunggal/wahid dan kepada mereka semua diturunkan ruh-ruh secara terpisah ,setiap hamba yang dekat yang  mendapat ilham, Hadhrat Jibril tidak turun sendiri pada mereka, ruh-ruh yang turun. Namun  merupakan cara Al-quran bahwa pimpinan refrensi dikaitkan/ diserahkan padanya dan kitab-kitab yang merupakan ruh-ruh yang singkat itu tidak disebut secara terpisah-pisah. Oleh karena itu, Hadhrat Masih Mauud a.s. memberikn pengertian kepada kita bahwa kadang-kadang di dalam Al-quran ada kata wahid diucapkan, namun itu mengacu kepada jamak dan kadang-kadang kata jamak yang digunakan, namun mengena pada wahid/tunggal.Dalam kaitan ini Huzur bersabda,”Tapi bagian ini diingat dengan kata wahid/tunggal kenapa tidak disebut dengan kata ruh-ruh.Jadi, hendaknya diketahui bahwa pribahasa Al-quran  kadang-kadang dengan kata wahid dimaksudkan untuk jamak, dan kadang—kadang dengan jamak  yang dimaksudkan itu adalah wahid. Ini  merupakan adat/kebiasaan Al-quran yang terus menerus berlaku,yakni di dalam Al-quran di berbagai tempat cara ini didapatkan. Dan kemudian Tuhan menyebut nama nabi-nya dengan kata ruh,yakni dengan kata yang mengisyarahkan terpisah  dengan jisim.Ini merupakan tafsir ruh yang begitu agung  yang Hadhrat Masih Mauud a.s. tafsirkan. Bersabda bahwa ruh adalah terpisah dengan badan dan jika melepaskan badan, maka di badan tidak ada yang tersisa.Jadi, nabi-nabi adalah yang di masa hidupnyalah telah terpisah dengan badannya.Yakni, mereka terpisah dengan kekotoran-kekotoran fisik/dunia.Mereka orang-orang yang disucikan itu di dalam kehidupan duniawi dengan semua potensi-potensi mereka telah fana dalam  keredaan Allah dan dari ego-ego/diri mereka sedemikian rupa mereka  keluar bagaikan ruh keluar dari badan.dan tidak tersisa ego dan keinginan peribadinya dan mereka berbicara dengan dorongan ruh kudus bukan dengan keinginannya dan seolah-olah dengan ruh kuduslah mereka berbicara.yang bersama itu tidak ada campuran ego pribadi.”

            Kini saya akan menyajikan sebagian ilham-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. yang di dalam itu digunakan kata rahman.Ini adalah ilham 26 juni 1905:”inni ma’arrahmaani fi kulli haalatin haaalatil mauti wahaalatilbaqaa-.Terjemahnya dalam kata-kata Hadhrat Masih Mauud a.s. sendiri tidak didapatkan, namun Hadhrat Mirza basyrr Ahmad telah menterjemahkannya .”Saya dalam setiap keadaan selalu bersama Tuhan Yang Rahman“ Yakni, seolah-olah dengan bahasa Hadhrat Masih Mauud a.s. ini diucapkan bahwa saya, yakni, Hadhrat Masih Mauud a.s. setiap keadaan bersama Tuhan Yang Rahman.,apakah dalam kondisi maut atau dalam kondisi hidup/baqa.Jadi Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak pernah pisah dengan sifat rahmaniyyat, baik dalam kondisi sedih suka dan duka dan dalam setiap kondisi bahagia.

            Kemudian ilham 19 Oktober 1905:”inni anarrahmaani aduru-Saya berkeliling dengan Tuhan Yang Rahman”. Nah, disinipun dengan ucapan Hadhrat Masih Mauud a.s. ini tengah diucapkan, yakni Allah tidak berkeliling dengan Tuhan Yang Rahman, bahkan dengan bahasa/ucapan keadaan Hadhrat Masih Mauud a.s. ini diucapkan bahwa sebagaimana rahmaniyyat Tuhan memperlihatkan penampakan-penampakannya yang baru,serupa itu pula saya  menjadi tepat dengan perwujudan rahmaniyyat. Ketika memperlihatkan pemandangan jalal maka saya juga serupa itu, di dalam diri saya    timbul gejolak dan kejalalan. Dan apabila rahmaniyyat menunjukkan kondisi yang di dalamnya penuh dengan  belas kasih dan kasih sayang sedemikian rupa dalamnya, maka sayapun juga terus sesuai dengan kondisi itu.

Ada ilham 1906 dan terjemahnya terdapat dalam kata-kata Hadhrat Masih Mauud a.s..Disini Allah berfirman ,”saya adalah Rahman inni ana-rahmaan sa-ajilu laka sahulatan fi kulli amrin –Saya adalah rahman dan saya akan memberikan kemudahan dalam segala perkara.” Jadi semua pekerjaan Hadhrat Masih Mauud a.s. adalah telah (ada jaminan) memperoleh kemudahan dari Allah swt. Dengan kekuatan sendiri beliau sama sekali tidak bisa bekerja .Sedemikian agungnya pekerjaan yang beliau telah kerjakan sehingga akal menjadi heran bahwa seorang manusia bagaimana  mendapat taufik.Tapi Allah berfirman bahwa Saya adalah Rahman dan saya yang akan memberikan kemudahan padamu  dalam setiap pekerjaan.

Ada satu ilham inni ummirtu minarrahmaani fa atuwni-Saya adalah telah dipilih sebagai khalifah dari Tuhan –ini adalah terjemahan Hadhrat Masih Mauud a.s. bukan umirtu bahkan ummirtu, yakni saya dijadikan amir/khalifah dari pihak Rahman fa atuwniy-maka datanglah pada saya.”inni himarrahmaan -saya adalah tempat gembala Tuhan.” Disini maksud himarrahman, adalah bahwa terhadap  Hahrat Masih Maauud a.s. Allah memiliki gairat/kecemburuan yang sangat tinggi. Sebagaimana tempat gembalaan seorang penggembala  menjaga dan binatang yang lain manapun tidak diizinkan untuk masuk ke dalamnya. Dan jika serigala masuk dan penggembalanya  kuat maka serigala menjadi sasaran maut. Jadi Hadhrat Masih Mauud a.s. berkenaan dengan diri beliau menerangkan ilham Tuhan bahwa saya adalah tempat gembala Tuhan dan saya adalah pohon yang berbuah yang berkenaan dengan itu takutlah bahwa penjaga kebun terhadap pohonnya yang berbuah tidak akan dibiarkan terpotong.(Farsi)Hai –ini adalah tafsir hima-hai yang  berlari-lari ke arah saya  dengan membawa beberapa pedang untuk mematahkan saya takutlah pada penjaga kebun bahwa saya adalah pohon yang berbuah dan penjaga kebun pasti akan menjaga pohonnya yang berbuah.

Kemudian ada satu ilham yaitu daari ayat al-quran:”arrahmaanu ‘allam-al-qur-aan-Tuhan telah mengajatrkan engkau Al-quran.”Ini adalah terjemah Hadhrat Masih Mauud a.s.  Disini  kata dengan “engkau” topik  diperjelas,  yakni  Tuhan Rahman memeng telah menurunkan Al-quran,tapi itu kembali Dia ajarkan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s.  dan jika Allah bukan guru beliau maka beliau tidak akan bisa mengerti Al-quran,yakni arti yang benar Dia telah bukakan kepada engkau.

Ada satu ilham Desember 1907,ini  waktu telah dekat beliau akan meninggal “.Saya adalah Tuhan kamu, Rabb Yang Rahman ,yakni Tuhan engkau Yang Maha Mulia dan Maha unggul “inni anaa rabbukarrahmaan –Saya adalah Rabb engkau Yang Rahman “dzul’izzi washshulthaan-Itu Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Unggul adalah Saya”,yakni jika kamu selalu terikat dengan rahman sebagaiman engkau, maka Dia akan menjadi penyebab kemuliaan juga untuk engkau dan juga akan menjadi penyebab kemenangan ,karena Tuhan Yang Rahman adalah memiliki kemuliaan juga dan pemilik keunggulan/kemenangan juga

Ada satu ilham hukmullahi ini adalah 1908 ini tambah lebih dekat lagi dengan waktu kewafatan beliau. Jadi, bersama ilham masa-masa  akhir beliau, hari ini  topik sifat rahmaniyyat selesai dan kemudian ke depan akan mulai sifat yang lain.”hukmullahirrahmaani li khaliyfatillahi muglishshulthaan –Terjemahnya yang Hadhrat Masih Mauud a.s. lakukan adalah,”Ini adalah perintah Tuhan Yang Rahman.  khaliyfatullah-khalifah Allah untuk Raja Mughul. Sebagai Khalifah Allah dan Raja Mughul.Dan inipun merupakan penzahiran kebesaran,yakni ini  bukanlah mughul biasa, bahkan mughlishshulthaan-Raja Mughul yang akan diberikan kemenangan yang sangat agung.

Kini ada satu dua kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s. pada akhir yang berkenaan dengan rahmaniyyat:”Sifat rahmaniyyat menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan setiap wujud yang  yang telah memperoleh pendidikan/tarbiyyat dari sifat rabbubiyyat“.Disini rubbubiyyat yang didahulukan  sebagaimana di dalam Al-quran difirmankan alhamdulillahi rabbil ‘aalamiyn. Disini maksud rahmaniyyat bukanlah rahmaniyyat yang paling terdahulu,bahkan rahmaniyyat yang ada sesudah rubbubiyyat itu zahir dalam bentuk turunnya Al-quran. Maka ini kontradiksi yang kadang-kadang terlihat oleh teman-teman  pemecahannya adalah ini.Bahwa satu, adalah rahmaniyyat yang dari adalah permulaan ,segala sesuatu permulaannya adalah ini. Dan rubbubiyyat juga  berjalan dengan berkah ini dan satu adalah rubbubiyyat yang baru mulai sesudah terjadinya manusia dan meliputi segala sesuatu dan itu lebih dulu dari rahmaniyyat. Tuhan Yang Rahman mendidik/memelihara manusia dengan perantaraan Al-quran sebagai hasil rubbubiyyat itu.

 Bersabda,”Maka sifat ini menjadikan  semua sarana-sarana layak untuk meraih kasih sayang.Dan hasil dari rabbubiyyat memberikan wujud itu kekuatan yang sempurna dan menjadikannya sedemikian rupa sehingga   kondisinya layak dan sesuai.Dan pengaruh sifat ini adalah bahwa semua wujud dipakaikannya kain untuk menutupi aib-aibnya dan memberikan hiasan dan memakaikan celak dimatanya dan membasahi wajahnya dan memberikan kuda untuk kendaraan dan mengajarkannya cara penunggang  yang handal.”

Kini dalam membahas arti lain rahmaniyyat  Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Arti rahman yang terbukti dari kalam Tuhan  bahwa ketika tampa suatu imbalan dan tampa suatu permintaan Dia melimpahkan rahmat dan menyiapkan sarana-sarana.Misalnya,coba lihatlah ketika Tuhan menciptakan sistim ini :Ada matahari,bulan,biji-bijian,air,udara,untuk menjauhkan penyakit-penyakit kita segala macam tumbuh-tumbuhan obat. Nah,apakah ada yang memberitahukan bahwa  ganjran amal apa ini?  Setiap orang yang merenungkan dengan dalam, maka akan terbukti padanya akan rahman-Nya Tuhan.Untuk kehidupan manusia apapun yang diperlukan sebelum kelahirannyalah telah dia siapkan apapun yang ada di langit dan apapun yang terdapat  di bumi dan apa saja yang terdapat dalam wujud kita. Yakni di dalam diri manusia juga tidak terhitung tempat kezahiran rahmat Tuhan .Perinciannya di satu tempat di buku saya Rationality telah saya sebutkan. Betapa dengan cara yang luar biasa rahmaniyyat Tuhan di dalam badan kita bergelora ,ini semua adalah akibat rahmaniyyatnya,karena ketika kita di perut ibu kita, maka pada waktu itu apa saja yang merupakan anugerah-anugerah-Nya itu bukanlah akibat suatu amal.Masaalah tanasukh/reinkarnasi menjadi terjawab dengan perantaraan ini,namun kini saya tidak ingin mengganggu/mengupas itu.

Kini pada akhirnya saya ingin memberitahukan perwujudan/penampakan dari rahmaniyyat kepada kalian. Bahwa Tuhan yang karena  ikut sifat rahmaniyyat, topik penyembuhan yang Dia jadikan bahasan nya Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa di dalam itu sistim pengobatan Homoeopathy juga ada dan ini adalah sistim penyembuhan terdekat dalam arti bahwa sedemikian rupa kehalusan-kehalusannya yang dengan merenungkannya manusia pasti akan mempercayai keberadaan wujud Tuhan. Tidak mungkin bahwa tampa sifat rahmaniyyat Tuhan  topik/sistim penyembuhan ini diajarkan.Pendeknya  merupakan ihsan  Tuhan bahwa saya diberikan taufik untuk bekerja dalam topik ini.

Kini saya ingin memberikan pengertian akan satu hal. Saya sebelumnya juga berkali-kali telah menyebutkan bahwa di dalam surat-surat saya banyak orang-orang mengirim surat bahwa obatilah kami dengan pengobatan homoeopathy. Dari Urisa juga ada surat yang datang , dari berbagai tempat di Pakistan, dari Rabwah juga dan dari luar Rabwah juga .Kini pertanyaan adalah duduk sedemikian jauh pengobatan Homoepathy sama sekali tidak bisa. Untuk pengobatan homoeopathy hendaknya ada pemeriksaan/penelitian, perlu perenungan dan pengertian yang sepenuhnya.Pemecahannya ada dua.Satu adalah kitab saya Homoeopathy itu ambil sendiri dan di dalam itu sendiri ada tanda-tanda setelah melihat itu lakukanlah mutalaah sendiri Perngobatan terbaik manusia bisa mengobati,karena dia mengetahui apa penyakit saya.Namun yang tidak mengatahui cara-cara ini dan kebanyakan tidak mengerti.Merupakan pekerjaan yang sulit bahwa untuk pengobatan Homoeopathy mengambil faedah sendiri dari kitab. Oleh karena itu untuk mereka di seluruh dunia bayangan rahmaniyyat Tuhan telah didirikan apotik-apotik telah didirikan,yang bekerja tampa imbalan. Sedemikan banyak apotik-apotik/klinik-klinik yang telah didirikan yang mana orang menjadi heran bahwa di setiap dunia betapa  tidak terhitung balai-balai pengobatan yang mengobati ummat manusia, namun hanya secara rahmaniyyat, tidak mengambil imbalan,balai-balai pengobatan yang gratis ,dan di dalam itu orang-orang mewakafkan diri.Dalam kaitan ini satu kali kembali saya memberikan pengertian kepada anggauta Jemaat bahwa jika menulis mengenai penyakitnya tulislah untuk doa, namun janganlah tulis untuk pengobatan.Ini suatu hal tidak mungkin untuk saya bahwa saya dengan duduk di tempat yang jauh saya bisa mengebati pengobatan homoeopathy dan dengan terinci kondisi mereka saya bicarakan  apa kondisinya. Sebagai akibatnya tidak lain kecuali saya hanya akan menjadi cemas bahwa si fulan sakit,si fulan sakit apa obat yang akan diberikan pada mereka dan tidak ada faedahnya.Maka saya di hadapan kalian saya akan mengajukan daftar singkat bahwa dengan begitu banyaknya di dunia dengan berkat Ahmadiyyat ada pengobatan yang geratis.Di Hindustan ,Jerman, Amerika ,Kanada.walhasil di negara-negara di seluruh dunia balai-balai pengobatan tengah bekerja. Kini merupakan kewajiban para amir-amir  memperkenalkan kepada anggota Jemaat.

Dan kini surat yang datang untuk minta pengobatan dari Losanjels,Amerika,padahal  di Lousanjels itu sendiri ada muballigh kita disana yang bisa mengobati Homoeopathy dengan yang terbaik.Ada surat datang dari Urisah,disana pun Nizam Jemaat telah ditetapkan.Pasti ada balai-balai pengobatan yang siap untuk mengobati mereka yang tampa imbalan siap untuk mengobati mereka Dan di Rabwah begitu banyak,dari Rabwah juga ada surat yang datang.Merupakan hal yang aneh.mereka  tidak mengetahui bahwa dengan karunia Tuhan disana klinik Homoeopathy banyak juga yang dengan imbalan mereka lakukan Tapi dari Jemaat pengobatan gratis sedemikian banyak kemudahan-kemudahan yang di kota manapun di dunia tidak ada yang seperti itu namun meskipun demiakian orang-orang menulis kepada saya obatilah kami dan mereka menulis alamat mereka dengan terinci.

Maka mula pertama saya yang bukannya membaca daftar nama-nama panjang saya hanya ini yang saya katakan bahwa orang-orang yang polos itu tidak mengetahui bahwa bagaimana kemudahan-kemudahan pengobatan.Di seluruh dunia ada kemudahan-kemudahan,namun orang –orang polos itu tidak mengetahui maka apa yang akan mereka  lakukan, kasihan.Maka maksudnya adalah merupakan kewajiban daripada pimpinan/ amir negeri itu memberitahukan semua Jemaat bahwa yang terdekat dengan tuan-tuan balai-balai pengobatan yang mana yang dekat yang dari itu kalian bisa mengambil faedah  dan jika di kota itu tidak ada maka beritahukanlah  kota, kemana pergi, karena mereka pasti mereka akan pergi kesana dan disana akan dokter Homoeopathy pasti ada yang setelah melihat mereka dengan seksama lalu memberikan resep pengobatan dengan baik.

Kini saya dengan singkat memberitahukan kepada kalian bahwa di Hindustan secara keseluruhan ada 70 klinik-klinik yang siap melayani, yang diantaranya 3 di Qadian,6 di punjab,1 di Hamacalpardesy,4 di Haryana,3 di Rajistan ,2 di Anderapardesy,10 di Jammu Kasymir,1 di Gujrat ,3 di Yupi,3 di Bihar,6 di Karala,2 di Tamelnado,2 di Madras,16 di Banggal,4 di Asam,2 di Urisa,ini semua klinik-klinik siap melayani dan memberikan pengobatan dengan gratis.Maka jika ada kesalahan maka itu adalah kepemimpinan pusat.Merupakan kesalahan kepemimpinan di Qadian bahwa kenapa berkali-kali tidak memberitahukan kepada semua Jemaat bahwa jika ingin berobat  Homoeopathy, maka di tempat fulan kemudahan-kemudahan ini ada.Jika mereka melakukan ini maka dengan demikian surat-surat ini tidak akan datang kepada saya.namun kepada penduduk Rabwah tidak dibertahukan maka kasihan yang lain apa yang akan mereka ketahui.()Oleh karena itu hendaknya diingat bahwa ini merupakan tanggung jawab Anjuman untuk memperkenalkan kepada semua penduduk Rabwah klinik-klinik  di Rabwah dan semua apotik-apotik yang ada di seluruh Pakistan diperkenalkan kepada seluruh Pakistan.Dari Lahor juga ada surat yang datang, kepada mereka juga hendaknya diberitahukan bahwa di Lahorkota kamu sendiri sejumlah  klinik-klinik yang siap melayani .Dari Karaci juga ada surat yang datang Beritahukanlah kepada orang-orang Karacibahwa di kota kalian sekian banyak balai pengobatan yang bekerja dengan gratis.Disana di kampung-kampung ada balai-balai pengobatan .

Oleh karena itu kini saya mengharapkan bahwa dengan membawa secara terinci akan memakan waktu yang panjang. Jadi semua amir-amir propinsi dan amir-amir kabupaten ambillah tanggungjawab ini bahwa setiap ahmadi hendaknya mengetahui bahwa dimana balai pengobatan dan bagaimana bekerja.Pada kami ada daftar,namun waktu menjadi sangat banyak.Kini saya menyelesaikan topik ini.Kini dari amir-amir Jemaat atau dari Nazir ‘ala atau dari wakil ‘ala –insyaaallah semua akan mengetahui dan kemudian –insyaallah dalam pekerjaan saya akan menjadi mudah.

Perhatikanlah untuk doa saya setiap saat selalu siap.Cukuplah hanya menulis bahwa kami menderita penyakit ini doakanlah dan itu saya lakukan secara teratur.Satu haripun tidak pernah absen.Ketika membaca surat juga saya lakukan.Pada malam hari di tahajjud juga saya lakukan saya lakukan secara keseluruhan.Oleh karena itu sejauhmana kaitannya dengan doa itu adalah merupakan kewajiban saya dan saya pasti ikut dalam kesusahan kalian dan sejauh saya memperoleh taufik saya berusaha menjauhkannya ,tapi duduk dari jauh pengobatan dengan terinci tidak akan mungkin.Diharapkan topik ini akan diperhatikan untuk ke depannya.

Kini dengan melakukan sedikit-sedikit juga telah jam satu sepuluh menit.Pendek kata ini adalah khutbah terakhir dari sifat rahmaniyyat dan untuk ke depan insyaallah akan dibahas sifat-sifat Tuhan yang lain.

Qamaruddin Syahid