Khutbah tanggal 8-6-2001 Khu-15 10.h.

          Surah  Asy-Syu’araa’ayat 120:”Maka kami menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam bahtera yang penuh muatan. Kemudian kami menenggelamkan orang-orang yang tertinggal di belakang. Sesungguhnya di dalam yang demikian itu ada satu tanda besar,tapi kebanyakan diantara mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Perkasa Maha Penyayang.

          Bahasan mengenai  bahtera Hazrat Nuh a.s. berkali-kali telah kalian dengar. Dalam hal tenggelamnya ada  satu tanda yang  abadi. Dan pencaharian bahtera Hazrat Nuh sampai kini pun terus  berjalan. Karena  sebagian tanda-tanda diperoleh  yang dari itu diketahui bahwa bahtera itu masih terjaga/utuh dan untuk yang akan datang  telah di takdirkan akan menjadi tanda. Walhasil pencaharian behtera itu pada tempatnya akan terus berlanjut.

          Disini Al-quran menyebutkan bahwa orang-orang yang ingkar terhadap Nuh kebanyakan mereka tidak beriman wa inna rabbaka lahuwal ‘azizurrahiym. Dan dengan menenggelamkan mereka zahir  tanda sifat Maha Perkasa dan Maha Unggul Tuhan menjadi zahir. Namun berkali-kali juga mengasihani(Maha Pengasih).Oleh karena itu dari kaum Nabi Nuh yang tersisa mereka dikasihani dan generasi berlanjut dari mereka.

          Ayat kedua surah As-syu’araa’ ayat 190-192.”Fa kadzdzabuwhu fa akhadzahum ‘adzaabu yaumidzdzullah.-Maka mereka mendustakannya,lalu azab yang menaungi mencengkeram mereka, yang sampai lama terus menaungi mereka..innahu kaana ‘azaabu yaumin ‘azhiym-ini merupakan azab hari yang sangat besar.innafiy dzaalika la aayatan-Sesungguhnya di dalam ini pun ada satu tanda yang sangat besar wamaa kaana aktsaruhum mu’miniyn-dan dari mereka kebanyakan tidak beriman wa inna rabbaka lahuwal ‘aziyzu rrahiym. Dan disinipun di  dalam “rabbaka” hubungan ditujukan  kepada Rasulullah saw.bahwa Tuhan engkau adalah Maha Perkasa lagi Maga Mulia dan Dialah Yang Maha Penyayang juga. Meskipun azab yang unggul menaungi mereka seperti naungan,namun tetap saja Allah dari antara mereka yang memperoleh taufik untuk bertaubah telah Dia selamatkan dan Dia berkali-kali membuktikan kemahapenyayangan-Nya yang berkali-kali.

          Kemudian surah As-syu’araa’ ayat 215-220.”wa anzil ‘asyiratakal aqrabiyn –dan peringatkanlah keluargamu yang dekat  wahfidh janaahaka wa manittaba’aka minal mu’miniyn-Tapi dari antara mereka yang beriman, rendahkanlah dirimu fa in ‘ashaaka fa inni bariyun minma ta’maluwn-Maka jika mereka mendurhakai engkau,maka katakanlah,  bahwa saya tidak bertanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan fa tawakkal ‘ala ‘aziyzi-rrahiym-dan bertakwalah kepada Allah Yang Maha Mulia, Maha Perkasa dan Magha Penyayang   alladziy yaraaka hiyna taquwm –Dia yang melihat engkau ketika kamu berdiri wa taqallubaka fissaajidiyn –dan  gerak gerik/kegelisahan  kamu bersujud dihadapan Tuhan, selalu berada dalam pandangan Tuhan.Dia melihat kegelisahan engkau di  dalam sujud. Disini  maksud ”taqallaub”  adalah “kegelisahan”.Surah As-syuaraa’

215-220 Di dalam inipun  difirmankan bahasan keunggulan  sempurna (Maha Unggul) dan Maha Penyayang, Dan bertakwalah kepada Yang sedang  melihat engkau. Kepada Rasulullah saw. dinasehatkan/di tekankan untuk bertakwa kepada Allah,yang selalu pandangan-Nya tertuju pada kegelisahan Rasulullah saw. dalam sujud.

Berkenaan dengan ini ada sebuah hadis yang diriwayatkan dari Hazrat Abu Huraerah r.a. bahwa ketika turun ayat “andzir ‘asyiyratakal aqrabiyn,maka beliau mengumpulkan orang-orang Quraesy. Kemudian seraya  menyampaikan cermah beliau memanggil  nama sebagian mereka dan kepada sebagian beliau menyeru secara umum.Beliau bersabda,”Hai Quraesy,hindarilah diri kalian dari api,karena di hadapan Allah saya tidak mempunyai kemampuan untuk menyampaikan suatu faedah atau kerugian untuk kalian. Hai Bani Abdi Manaf,hindarilah diri kalian dari api,karena saya tidak mempunyai kekuatan memberikan suatu  faedah atau kerugian untuk  kalian.Hai Bani Kusay,hindarilah diri kalian dari api,karena  saya tidak mempunyai  kemampuan  menyampaikan faedah  atau kerugian apapun untuk  kalian. Hai Bani Abdul-Muttahalib,hindarilah diri kalian dari api,karena saya tidak mempunyai kemampuan untuk menyampaikan faedah atau kerugian untuk kalian.

Disini yang diulang berkali-kali ialah” saya tidak mempunyai kemampuan untuk menyampaikan faedah atau kerugian apapun”maksudnya adalah bahwa Tuhankulah yang demi untuk saya dapat memberi petunjuk juga kepada kalian dan karena pembangkangan  kalian  bisa juga membinasakan  kalian. Ini bukanlah kekuatan saya,bahkan kekuatan Tuhan saya.

Di dalam ayat yang mulia  ini ada perintah bertawakkal pada “azizurrahiym”bahwa Tuhan engkau  Maha Perkasa, Memiliki kemuliaan ,Memiliki keunggulan Yang abadi lagi Maha Penyayang. Oleh karena itu, dalam kehidupan Rasulullah saw. lah sebagian besar  anggota keluarga beliau meraih keselamatan dan  berkali-kali mereka dikasihani. Dan sangat kurang  sekali yang di dalam nasib mereka tertulis kehancuran.

Dan di dalam surah An-naml ada disebutkan mengenai tongkat Hazrat Musa,”Walqi ‘ashaak falamma ra aaha tahtazzu ka annaha jaa aannun walla mud biran walam yuaqqib-Hai Musa lemparkanlah tongkat engkau. Ketika dia melihat tongkat itu  bergerak bagaikan ular  walla mudbiran walam yu’aqqib -maka dia bangkit untuk berlari sambil memalingkan muka walam yu’aqqib-sehingga mereka  menoleh kebelakang pun tidak ya muwsaa la takhaf-Allah berfirman,”Hai Musa,janganlah takut inni laa yakhaafu ladayyal mursaluwn-di hadapan Saya siapa yang saya  utus dia tidak takut illa man zhalama tsumma baddala husna –namun meskipun demikian  yang berlaku aniaya dan kemudian mengganti keaniyaannya daengan amal dan akhlak yang baik ba’da suw in –meskipun adanya kuburukan-keburukan mereka atau sesudah keburukannya fa inni gafuwru-rrahiym-maka dia akan melihat bahwa Saya Maha Pengampun Maha Penyayang.

Kini surah An-naml ayat 30-32.”qaalat ya ayyuhal mala u inni ulqiya ilayya kitabun kariym –Dia berkata, yakni, Ratu Saba’,”Hai para pembesar saya, inni ulqiya ilayya kitabun kariym-kepada saya disampaikan/ditulis  kitab yang sangat mulia/terhormat. Disini maksud “ kitab” adalah “surat”. Kitab, disebut juga surat. Maka kepada saya dikirim surat yang sangat mulia innahu min sulaimaana-itu adalah dari Sulaiman wa innahu- dan bahwa itu adalah bismillahi-rrahmani-rrahiym-Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.An laa ta’luw ‘alayya wa’tuwniy muslimiyn-supaya kamu janganlah memberontak terhadap saya, janganlah mengerahkan tentara   melawan saya wa’tuwniy muslimiyn –dan datanglah kepada saya dalam keadaan menyerahkan diri.

Jadi, para pembesar istananya, mereka memberikan musyawarah untuk memberontak. Namun Ratu Saba’ adalah perempuan yang sangat cerdas/bijaksana. Dia berkata,”Saya menerima  surat yang  terhormat dan di dalamnya ditekankan kepada bahwa janganlah melakukan pembangkangan terhadap  saya.

Dalam penjelasan ayat suci ini.Hazrat Khalifatul-masih 1 menerangkan point yang sangat menarik. Beliau bersabda,”Zaman sudah sangat maju. Dan peradaban dewasa ini dinyatakan sebagai puncak tertinggi kemajuan manusia. Dan hal-hal yang dibanggakan. diantaranya adalah di dalam surat –surat terdapat nama gelar   panjang-panjang yang berlebihan.Yakni, di dalam surat  orang-orang terhormat tertulis gelar-gelar/panggilan kehormatan yang panjang-panjang,susunannya begitu rumit, yang berita subjek/pendahuluannya saja baru akan terdapat  di halaman ke dua dan empat.Tapi coba lihatlah Al-quran, tiga belas belas abad sebelumnya  telah memberikan contoh sebuah surat,yang telah ada   beberapa ratus tahun yang lalu dan di tulis kepada seorang anggota kelompok yang berperadaban hakiki/baik.Yaitu:” innahu min sulaimaana wa innahuw bismillahi-rrahmani-rrahiym-Bahwa itu adalah dari Sulaeman dan sesungguhnya ,dengan nama Allah Yang Maha Pengasih maha Penyayang. An laa ta’luw ‘alayya wa’tuwniy muslimiyn-Waspadalah, jangan melakukan pembangkangan terhadap saya. Dan datanglah kepada saya dalam keadaan tunduk/menyerahkan.”

“Kalimat lebih  singkat dari ini, lebih lengkap arti dan  indah cara penulisan, apakah ada yang lain ? Sesuai contoh inilah surat-surat Nabi kita saw. “ Ini pun merupakan point agung  yang Hazrat Khalifatul-Masih 1 temukan bahwa surat-surat Rasulullah saw.sendiri juga, yang ditulis kepada raja-raja, itu dengan sangat singkat, namun arti sangat lengkap/luas.Karena kata-kata tidak bisa lebih dan tidak bisa kurang,meliputi seluruh topik. Dan inilah ciri khusus surat-surat Rasulullah saw.

Dalam surah Al-qasas  ayat 17  “qaala rabbi inni zhalamtu nafsi fagfirli fagafara lahu innahu huwal gafuwru-rrahiym –Dia berkata, “Hai tuhanku, saya telah aniaya terhadap diri saya,maka maafkanlah saya fagafara lahu-maka Allah memaafkannya innahuw huwal gafuwru-rrahiym-sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Hazrat Masih Mauud a.s. dalam mentafsirkan ayat ini bersabda,”Al-quran penuh dengan banyak sekali nubuatan-nubuatan. Sebagaimana berkenaan dengan kerajaan Rum dan Iran ada nubuatan yang luar biasa terdapat dalam Al-quran.Dan ini adalah nubuatan pada waktu ketika kerajaan Majusi,yakni, kerajaan Majusi yang merupakan kerajaan musyrik,mereka dalam satu peperangan mengalahkan kerajaan Romawi dan ada sedikit wilayah yang mereka masukkan dalam kekuasaan  mereka. Baru orang-orang musyrik Mekah menganggap kemenangan orang-orang Majusi yang musyrik sebagai pertanda baikdan dari itu mereka menganggap bahwa karena kerajaan Persia dalam  penyembahan makhluk kita sama-sama,seperti itu pula kita akan memusnahkan nabi ini,yang syareatnya ada kesamaan dengan  Ahli kitab.

Baru Allah dalam Alquran menubuatkan bahwa pada akhirnya kerajaan Romawi akan meraih kemenangan. Dan, berhubung berkenaan dengan kemenangan Romawi ada nubuatan ini,oleh karena itu nama surah ini dinamakan surah “Al-rum”. Dan berhubung orang-orang musyrik Arab menganggap kemenangan orang-orang Majusi sebagai satu tanda kemenangan mereka oleh karena itu  dalam nubuatan itu Allah berfirman juga bahwa pada hari orang-orang Romawi akan memperoleh kemenangan, pada hari itu juga orang-orang Islam akan meraih kemenangan di atas  orang-orang musyrik.Sesuai dengan itu, itulah yang telah terjadi.

Ini adalah nubuatan  sebelum hijrah. Dan sesudah hijrah, sebagaimana difirmankan dalam nubuatan,sesudah tiga tahun  dan di dalam jangka waktu sembilan tahun peritiwa agung ini telah terjadi ,yakni, orang-orang Islam meraih kemengan menghadapi orang-orang musyrik dan kerajaan Romawi meraih kemenangan melawan kerajaan Majusi,Iran. Nubuatan ini telah sempurna dengan penuh keagugan.

Dalam kaitan ini Hazrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Ayat Al-quran adalah,”Alif laam miym gulibati-rruwm fi adnal-ardhi wahum min ba’di galabihim sayaglibuwn fi bidh‘i siniyn lillahil amru min qablu wa min ba’du wa yauma idzin yafrahul-mu’minuwn-Saya adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Kedaulatan Romawi sebentar lagi  di negeri yang dekat telah/akan dikalahkan dan  bangsa itu kemudian sampai sembilan tahun, sesudah tiga tahun,yakni, sebelum sembilan tahun dan sesudah tiga tahun, akan meraih kemenangan melawan Kedaulatan Majusi. Dan hari itu untuk orang mu’min juga merupakan hari hagia. Sesuai dengan  itu, itulah yang terjadi. Dan tiga tahun kemudian, dalam jangka sembilan tahun kemudian kedaulatan Romawi meraih kemenangan di atas kerajaan Iran dan pada hari itu juga orang-orang muslim meraih kemenangan melawan orang-orang musyrik,karena hari itu adalah hari Perang Badar, dimana orang-orang Islam meraih kemenangan.

Ada satu lagi kutipan lain Hazrat Masih Mauud a.s.”Terbukti dari hadis bahwa maksud dari “Rum” adalah “Nashara-Kristen” dan mereka kemudian  pada akhir zaman  akan menekan(menjajah)  sebagian negara-negara Islam. Dan  ketika rusaknya moral raja-raja negara–negara Islam, serupa itu pula akan berada  di bawah kekuasaan Kristen,sebagaimana ketika rusaknya moral raja-raja Israil, kedaulatan Romawi menekan/menguasai negaranya.Maka jelaslah nubuatan ini telah sempurna pada zaman kita ini. Misalnya, Rusia yang telah menimpakan sedikit kerugian pada negara Romawi atas  kehendak azali Tuhan ,itu tidaklah terselubung. Dan ayat ini jika diartikan dari sisi lain,dalam kondisi menguasai/menang, maksud “ Rum” bukanlah “keluarga Kaisar Rum”,karena keluarga itu telah musnah oleh pengepungan  Islam. Bahkan di sini secara bayangan maksud “ Rum” adalah “Rusia” dan kedaulatan negara-negara Kristen lainnya yang beragama  Kristen.

Ayat ini, pertama turun pada kesempatan ketika Kisra,Raja Iran setelah berperang di sebagian perbatasan, telah mengalahkan Kaisar Romawi. Kemudian ketika sesuai  nubuatan ini, dalam  “bidh’i siniyn-3 sampai 9 tahun” Raja Rum meraih kemenangan di atas  Raja Iran maka kemudian turun ayat ini “Gulibati-rrum fiy adnal-ardh –Rum telah di kalahkan di negeri yang dekat”. Maksudnya adalah kini Kerajaan Romawi memang  telah menang, namun kemudian dalam “bidh ‘i siniyn- dari tiga sampai sembilan tahun” akan kalah di tangan Islam. Namun, meskipun qiraat (cara membaca)kedua yang di dalamnya digunakan kata kerja madhi(telah) aktif  dan  “sayughlabuwn” adalah fiil/kata kerja  mudhari’(sedang) pasif. Meskipun demikian qiraat (cara baca) pertama  “ gulibat-telah di kalahkan” adalah kata kerja madhi (telah) pasif dan sayaglibuwn adalah kata kerja mudhari’aktif tidak dihapuskan membacanya. Bahkan seperti itulah Jibril a.s. terus memperdengarkan Al-quran kepada Rasulullah saw.”

Adapun masalah ini untuk orang yang berilmu tentu akan jelas,yang mengerti istilah lughat(kamus),tapi untuk orang-orang awam,yakni untuk orang-orang ahmadi umum untuk menjelaskan itu perlu waktu banyak.Walhasil,apa adanya tulisan  Hazrat Masih Mauud a.s.itulah yang saya bacakan di hadapan kalian.Bahwa cara membaca ayat suci ini ada dua dan Allah menjadikan dua cara mmbaca itu masih tetap ada. Dan dari segi dua qiraat/cara membaca itu topik ini sempurna dengan sangat agungnya.

Dari ini terbukti, sekali lagi telah ditakdirkan bahwa orang-orang Kristen akan menguasai kembali sebagian batas-batas/kawasan Roma/Rum. Atas asas ini terdapat dalam hadis bahwa pada waktu Al-masih yang banyak di dunia adalah orang-orang Roma,yakni, orang-orang Nashara(Kristen).Maksud kami dari tulisan ini adalah bahwa di dalam Al-quran dan hadis kata “Rum” juga digunakan sebagai  bayangan.Yakni,maksud  “Rum”yang sejati bukanlah Rum, bahkan Nashara(Kristen).Jadi, pada zaman Hazrat Masih Maud a.s. juga nubuatan ini telah sempurna dan kini merupakan puncak kejayaan Nashara/Kristen. Dan dalam jumlah yang banyak  tersebar di setiap penjuru. Mereka menang  di atas apa ? Mereka menang di atas orang-orang Yahudi yang muwahhid(mengakui keesaan Tuhan).

Akan tetapi ini merupakan hal yang aneh bahwa meskipun memperoleh kemenangan di atas orang-orang Yahudi,namun di belakang layar Yahudi mempekerjakan orang-orang Kristen, yang  mereka/ Yahudi sendiri tidak bisa kerjakan.Jadi inipun merupakan point aneh yang terbuka di hadapan kita pada zaman ini.Bahwa Kristen meraih kemenangan di seluruh dunia dan Yahudi meraih kemenangan lewat perantaraan orang-orang Kristen.Dan kemenangan ini tidak akan selamanya bersama mereka,bahkan dengan sebab mereka sebagai “ magdhuwbi ‘alaihim” mereka berada dibawah kemarahan Tuhan juga dan akan selalu di bawah kemarahan dunia juga dan untuk yang akan datang juga untuk kedua kali mereka akan berada di bawah kemurkaan. Jadi, sebagian orang menjadi putus asa bahwa sampai sekarang nasib orang-orang Palestina masih terombang ambing dan orang-orang Yahudi dengan sekehendak hati  melakukan kezaliman. Tapi pada hakekaatnya, nubuatan ini bukan satu kali, bahkan berkali-kali telah sempurna di masa lampau. Sekian kali itu sempurna dengan begitu agung yang mana meragukan  itu  merupakan satu kebodohan,selain itu tidak. Coba perhatikanlah Nazi pada zaman Jerman, betapa nubuatan ini sempurna dengan sedemikian agungnya.

Orang-orang Yahudi meraih kemenangan mutlak di atas prekeonomian,politik dan di bidang perindutrian Jerman Jerman.Segala sesuaatu jatuh di tangan kekuasaan Yahudi. Pada waktu itu tidak ada yang bisa membayangkan bahwa orang-orang Yahudi akan menjadi terlaknat di dalam  bangsa ini,di kaum mana mereka  telah berkuasa dengan paksaan dan kezaliman. Tapi mereka yang telah membaca sejarah banga Nazi mengetahui, bagaimana bangsa Jerman melakukan sedemikian banyak kezaliman sebagai reaksi balik,  sehingga sampai hari ini orang-orang Yahudi menangisi peristiwa kezaliman-kezaliman itu. Dan sesuai keterangan Yahudi ada satu juta orang-orang Yahudi terbunuh  disana.

Adapun  jumlah ini mungkin jelas berlebihan,tapi  dalam hal ini tidak ada keraguan bahwa Yahudi dalam jumlah yang sangat besar dengan cara yang sangat aniaya  dibunuh di Jerman.Sehingga mereka dibunuh di kamar gelap dengan gas beracun,yakni di ruangan kecil orang-orang Yahudi di halau. Kemudian  dilepaskan  gas beracun yang karenanya mereka mati akibat  sesak napas dan tercekik  gas beracun. Kemudian anak-anak dan perempuan-perempuan mereka dianiaya dan dibunuh. Dan dengan sangat susah payah  sedikit banyak orang-orang Yahudi melarikan diri meminta perlindungan di Inggris. Maka apa yang dari Tuhan nubuatan “ gairil-magdhuwbi ‘alaihim wala-dhdhaalliyn ,disana kata “magdhuwb” itu menzahirkan bahwa di atas Yahudi kemurkaan Tuhan juga sedang terjadi/ turun pada mereka dan kemarahan orang-orang juga  turun pada mereka. Semua lembaran sejarah penuh dengan hal itu. Kini untuk orang-orang Islam tidak ada alasan untuk berputus asa. Di Palestina juga pasti akan terjadi sesuatu. Kita jelas menunggu dan mereka juga akan melihat,sejarah bersama siapa ? Sejarah memihak orang-orang Islam, Pasti kemenangan akan kembali  mereka raih, tapi hamba-jamba Allah yang saleh. Dan dari ini saya mengambil kesimpulan bahwa kemenangan ini akan diraih oleh Ahmadiyah. Semoga Allah menganugerahi taufik pada kita.Karena Dia berfirman,”Tuhan itu adalah  azizu-rrahiym”berkali-kali berbelas kasih dan Maha Perkasa dan Maha mempunyai keunggulan Yang abadi.

Ada satu lagi ayat lain “ma ja’alallahu lirajulin min qalbaiyni fi jaufihi-Bahwa Allah tidak menciptakan di dalam dada seseorang dua hati.Yakni, jika cinta kepada seseorang  maka secara bersamaan tidak bisa cinta kepada yang lain.Kalau ada  juga pasti derajatnya  kurang.Satu cintalah yang selau menang. Berfirman ”Kami tidak menciptakan/meletakkan dua hati di dada manusia“ dan begitu juga “wama ja’ala azwaajakumu-llaatiy tuzhahiruwna ummahaatikum-dan istri-istri kamu yang untuk mengharamkannya untuk dirimu  kamu menyebutnya ibumu, mereka  tidak bisa menjadi ibumu. Ibu kamu itu dialah ibumu..wama ja’ala ad’iyaa akum abanaa akum- dan anak angkat kamu Dia tidak jadikan sebagai anak  kamu.dzalikum qaulukum bi afwaahikum-ini semua adalah ucapan mulut kamu belaka wallahu yaquwlul haqqa wa hua yahdissabiyl -dan Allah  memfirmankan yang haq/benar dan memberikan petunjuk pada jalan yang benar.ud’uwhum liaabaaihim hua aqsathu indallah-anak-anak yatim yang jatuh dalam kekuasaan kamu setelah peperangan, panggillah mereka dengan nama bapak-bapak mereka,janganlah menyatakan  mereka itu anak kamu.fa inlam ta’lamuw aabaa ahum- Jika kamu tidak mengetahui nama bapak-bapak mereka fa ikhwaanukum fiddiyn- maka mereka itu adalah saudara kamu seagama.wa mawaaliykum –dan mereka itu adalah teman/sahabat kamu dalam urusan agama juga walaaisa ‘alaikum junaahun fiima akhta’tum bih–Dan tidak ada dosa bagimu dalam urusan yang kamu sebelumnya telah  melakukan kesalahan walaa kin maa ta’ammadat quluwbukum –tapi jika hatimu sengaja ingin melakukan dosa  maka kamu akan dicengkeram –wakaana llahu gafura-rrahiyma –dan ingatlah dengan semua hal-hal itu kamu akan mendapatkan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam tafsir ayat ini Hazrat Masih Mauud a.s. bersabda,” Allah tidak menciptakan di dalam diri(rongga) seseorang dua hati. Jadi, jika kamu mengatakan kepada seseorang bahwa kamu adalah jantung hati saya, maka di dalam dirinya hati tidak akan menjadi   dua. Hati akan tetap satu. Begitu juga yang kamu sebut/katakan ibu,dia tidak akan bisa menjadi ibu kamu. Dan demikian juga anak  angkatmu tidak Dia jadikan   anak…Ini adalah ucapan mulut kamu belaka. Dan Tuhan memfirmankan yang benar dan menunjukkan jalan yang lurus. Anak-anak angkat kamu panggilalh mereka dengan nama-nama bapak-bapak mereka. Ini adalah ajaran Al-quran .Tapi karena Tuhan telah meridhoi bahwa dengan menegakkan  di dalamnya contoh suci nabi-Nya, Dia menjauhkan dari hati kebiasaan lama yang buruk,maka contoh ini Tuhan telah tegakkan. Bahwa istri sahaya Rasulullah saw. yang telah dimerdekakan telah menjadi sangat tidak harmonis,yakni tidak ada lagi komunikasi.Pada akhirnya urusan sampai pada perceraian. Kemudian ketika  dari suaminya dapat talak, maka Allah swt.menikahkan beliau dengan Rasulullah saw.

Di dalam ayat suci ini ulama-ulama salaf sangat banyak melakukan kezaliman Karena dalam menjelaskannya mereka berkata bahwa sebab perceraian adalah, Rasulullah saw. satu kali tampa mengucapkan salam, tampa memanggil,masuk di rumah  rumah Zaid. Dan pada waktu itu beliau melihat Hazrat Zaenab dalam kondisi tampa busana. Dan –nauzubillahmin dzaalik-beliau menjadi jatuh cinta padanya .Maka Allah dengan membaca hati beliau memutuskan supaya menjadi talaq dan mulai membuat-buat urusan/masaalah anak angkat bahwa ini hanya sekedar ucapan mulut belaka,kamu nikahilah. Kini.pertanyaan adalah,menikah dengan Hazrat Zaenab yang sudah lama  menikah,sebelumnya kenapa Hazrat Rasulullah saw. tidak menikah dengan beliau. Ini mutlak merupakan fitnah  besar,yakni, ulama-ulama Islam sendiri sedemikian rupa  aniaya terhadap agama mereka,  yang menjadikan bulu roma berdiri  jika  membacanya. Dan dengan mengutip hal-hal itu para  orintalis Barat/ahli ketimuran berbicara lancang terhadap Islam.

Sudah merupakan kebiasaan Rasulullah saw. apabila masuk di rumah manapun tampa salam, beliau tidak akan masuk,tidak di rumah beliau sendiri dan tidak di rumah orang lain. Dan untuk timbulnya fikiran buruk di dalam hati merupakan suatu perkara yang tidak mungkin. Jadi, menikahnya beliau dengan Hazrat Zaenab itu adalah dampak dari belas kasih. Karena, demi untuk  beliau ,demi untuk  menyenangkan hati beliau saw.,Hazrat Zaenab  mau menikah dengan budak beliau saw. Yang mana khususnya untuk orang Arab Mekah yang sangat  sensitif gairat/kecemburuannya  adalah merupakan pekerjaan yang sangat tidak disukai. Menikahnya seorang wanita Arab terhormat  dengan seorang budak dipandang dengan pandangan yang sangat tidak menyenangkan. Dan, karena Hazrat Zaenab demi untuk menyenangkan hati beliau, sedikitpun tidak mengingkari perintah beliau dan sesuai dengan perintah beliau dia menikah,oleh kare itu ketika terjadi perceraian,  Rasulullah saw.sangat sedih atas hal itu. Dan terasakan bahwa karena ucapan saya ini dia(Hazrat Zaenab) ini memperoleh hukuman. Maka oleh sebab itulah beliau menikah dengannya. Dan Allah swt menikahkan beliau dengan Rasulullah saw.

Ada ayat lain dalam surah Al-ahzab “minal mu’miniyna rijaalun shadaquw ma ‘aahadullaha ‘alaih –diantara orang-orang mu’min ada hamba-hamba/pahlawan-pahlawan Tuhan yang telah menyempurnakan janji yang mereka telah ikat dengan Tuhan  wa mihum man qadha nahbahu wa minhum man yantazhir –diantara mereka banyak yang telah menyempurnakan baik janji mereka dan banyak yang masih dalam kondisi menunggu wama baddaluw tabdiyla –dan mereka sedikitpun tidak merobah sikap-sikap(janji) mereka liyajziallahu shshadiqiyna bishidqihim-ini supaya orang yang benar dengan kebenaran mereka,orang –orang siddiq karena kebenaran/ketulusan mereka, Allah anugerahkan ganjaran yang baik wa yu’adzdzibal munafiqiyn insyaa –dan jika Allah menghendaki orang –orang munafik karena kemunafikan mereka akan dihukum au yatuwba ‘alaihim –atau seraya cenderung ke arah mereka Dia dengan maksud menerima taubah mereka  innallah ha gafuwra-rrahiyma- sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang. Di dalam ini pun lihatlah bahwa kepada orang-orang munafik ini difirmankan,kondisi hati mereka Tuhan ketahui bahwa mereka itu adalah dusta. Meskipun demikian.Tuhan tidak berfirman bahwa kamu semua Tuhan akan musnahkan, bahkan berfirman bahwa yang siapa yang Allah kehendaki Dia akan cenderung untuk menerima taubah mereka innalla kaana gafuwra-rrahiyma –sesungguhnya Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.

Berkenaan dengan ayat ini Hazrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Sahabah yang mulia merupakan  Jemaat suci yang  tidak pernah berpisah dengan nabi mereka dan mereka tidak pernah takut menyerahkan jiwanya di jalan beliau.Bahkan sama sekali tidak gentar.Berkenaan dengan mereka ada firman minhum man qadha nahbahuw waminhum man yantazhir –yakni sebagian  telah membayar hak nya,jiwa mereka sesuai dengan janji, mereka telah persembahkan dan itu telah diterima disisi-Nya dan sebagian kini masih sedang menunggu bahwa kami pun terbunuh  di jalan ini. Dari itu dapat diketahui ketinggian kedudukan Rasulullah saw. .Namun disini hendaknya  direnungkan bahwa sahabah yang mulia radhiyallahu anhum .ajma’iyn, adalah bukti terang kehidupan sejarah Rasulullah saw. Kini jika ada yang mnyia-nyikan bukti itu, maka seolah-olah dia ingin menyai-nyiakan kenabian Rasulullah saw.

Jadi, dialah yang bisa mengahargai Rasulullah saw. dalam arti yang sebenarnya yang mengahargai para sahabah yang mulia.Dia yang tidak menghargai para sahabah yang mulia maka artinya sama sekali  tidak menghargai Rasulullah saw. Dia dusta dalam pendakwaan/pengakuannya jika dia mengatakan bahwa saya mencintai Rasulullah saw. Namun ini merupakan hal yang tidak mungkin bahwa terhadap Rasulullah saw. juga cinta dan terjadi kebencian terhadap para sahabah. Jadi disinipun merupakan jawaban yang luar biasa terhadap orang-orang Syiah.

.Dari ayat yang mulia ini dapat dimaklumi bahwa yang mencintai Allah dan rasul-Nya, maka  kepada sahabahnya pun dia akan cinta. Kemudian bersabda,”Para sahabah radhiyallah ‘alihim.ajma’iyn  menghendaki  menjadikan Tuhan redha. Meskipun di jalan ini betapapun kesulitan dan penderitaan yang mereka hadapi. Jika mereka tidak terlibat dalam musibah-musibah  dan pederitaan dan itu lama tidak menimpa mereka, maka mereka menangis dan meraung-raung .Mereka telah mengerti bahwa di balik cobaan-cobaan itu teselubung keredaan Tuhan dan tersembunyi keredaan dan hazanah -Nya.

Al-quran penuh dengan pujian terhadap mereka. Bukalah itu. Kehidupan para sahabah radhiyallahu ‘alaihim.ajma’iyn adalah bukti secara peraktik kebenaran Rasulullah saw. Sampai kedudukan mana para sahabah  telah sampai, Al-quran telah menerangkan itu dengan firman-Nya minhum man qadhaa nahbahuw wa minhum man yantazhir -yakni sebagian dari mereka   telah meraih kesyahidan  dan seolah-olah mereka telah mencapai maksudnya dan sebagian mereka masih menunggu dan menginginkan mereka memperoleh kesayahidan. Para sahabah tidak cenderung kepada dunia. Sedemikian banyak harta diperoleh, yakni, bukanlah keinginan mereka, umur panjang dan harta kekayaan diperoleh dan tampa susah- susah dan  semua sarana untuk  berpoya-poya tersedia.

Apabila saya melihat contoh para sahabah ini maka terpaksa mengakui kesempurnaan daya tarik penyampaian berkah Rasulullah saw. Bahwa bagaimana beliau mencipatakan revolusi dalam diri mereka dan beliau menjadikan mereka wujud-wujud yang ber-Tuhan  allaahumma shalli ‘ala muhammadin wa aal ‘ali muhammadin wa baa rik wa sallim innaka hamiydun majiyd.

Dalam kaitan ini ada satu ayat lagi huwaslladzi yushalli ‘alikum wa malaa ikatuhu Dialah yang mengirim selawat/salam kepada mu wa malaa ikatuhu- dan malaikat-Nya juga. Coba perhatikanlah shelawat/doa Tuhan tidak hanya khusus kepada  Rasulullah saw, bahkan kepada para sahabah beliau juga Allah mengirimkan salam dan malaikat-malaikat-Nya juga. Untuk maksud apa ?  Mngirim selawat bukan hanya sekedar doa belaka, bahkan sebagai dampak dari menyeru kepada amal yang paling tinggi berkat-berkat shelawat dapat diraih liyukhrijakum minazhulumaat ilannuwr –shelawat,  oleh karena itu Dia kirimkan kepada kamu  supaya  dengan mengeluarkan dari kegelapan di bawa kepada cahaya.wakaana bilmukminyna rahiyma-dan Allah Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin.

Di sinpun kata mukmin perlu mendapat perhatian,karena untuk setiap orang Tuhan adalah rahman, namun untuk hambanya yang mukmin adalah rahiym. Karena di dalam rahiym diperlukan kerja keras juga apa yang dilakukan di jalan Tuhan. Karena hamba Allah yang mukmin demi untuk Tuhan mereka menderita kesulitan-kesulitan dan di jalan-Nya dengan bekerja keras mereka mencari redha-Nya,Oleh karena itu berfirman bahwa Tuhan dan malaikat-malikat-Nya mengirim salam kepada orang beriman supaya mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. kaana bil mu’miniyna rahiyma-yakni, belas kasih /rahimiyat Tuhan hanya khusus untuk orang-orang yang beriman,yang dari itu orang yang kafir,yakni yang tidak beriman  dan pembangkang tidak akan memperoleh bagian.

Topik ini sebelumnya sudah  berkali-kali diterangkan .Hazrat Masih Mauud a.s.  bersabda,”Berkat rahimiyyat adalah turun pada orang yang berusaha meraih berkat –berkat mutaraqqabah /yang diharapkan. Oleh karena itu, ini adalah khusus untuk orang-orang yang beriman dan mereka itaat kepada Tuhan mereka Yang Mulia. Sebagaimana firman Tuhan yang tertulis wa kaana bil mu’miniynn rahiymaa. Jadi,topik khutbah rahimuyat yang sedang berjalan, hari ini pun mungkin akan terus berjalan. Ini secara singkat berkenaan dengan itu saya sebutkan.

Kini sebelum khutbah yang ke dua, berkenaan dengan surat-surat saya ingin umumkan. Surat surat yang ditulis kepada saya di dalam itu ada gerakan-gerakan yang aneh-aneh,yang karenanya banyak waktu -waktu saya yang sia-sia. Ada sebagian perempuan menulis surat yang panjang-panjang setiap hari. Dan setiap hari bukan satu kali, bahkan tiga empat kali.Dan itulah topik  berkali-kali diulang-ulang. Sesudah membaca semua surat-surat yang panjang-panjang,ketika nama dilihat  ternyata itulah namayang tertulis.Dan itulah topik yang berkali-kali diulang-ulang dan itu hanya untuk doa. Coba, dalam hal doa ada  rahasia apa ? Dan di atas surat di tulis “Rahasia”. Doa jelasnya tentu saya tidak panjatkan di hadapan orang-orang,itu saya lakukan dengan rahasia.Tapi dengan menulis “khusus rahasia” apa bedanya.

Dan di dalam surat itu ada juga bersama itu surat –surat anak-anaknya. Padahal di bawah surat itu bisa semua tanda tangan. Semua. anak-anak.tentu ikut serta di dalamnya. Ketika diambil satu surat,ada yang lain yang keluar dan kemudian diambil keluar yang lain, keluar lagi surat anaknya yang lain.Semoga Allah memberkati rangkaian anak -anak ini dan terus Allah memperpanjang mata rantai ini,tapi dalam surat-surat mata rantai/rangkaian  ini jangan panjang hendaknya.Oleh karena itu permohonan saya dengan rendah hati adalah belajarlah menulis surat yang baik.Dan jika tidak mengetahui bagaimana cara membuat intisari surat,maka mintalah bantuan /suruhlah pada yang bisa meringkaskan surat.Tapi apakah bisa ringkasan atau tidak, hanya  dalam satu hari empat- empat, lima-lima surat dan itu setiap hari ditulis,apa hikmat di dalamnya ? Dan jika setiap haari tidak menulis  empat- empat lima-lima surat-karena umumnya yang menulis menurut saya adalah perempuan-maka uangpun akan selamat dan pengeluaran untuk surat pun akan selamat. Maka coba gunakanlah akal,tulislah surat dengan singkat.Dan hanya di dalam satu hari janganlah menulis begitu banyak  surat..Dalam satu minggu satu surat cukup dan kalau tidak cukup satu ya,mungkin cukup dua surat.Untuk orang yang menulis surat,itu selalu kebanyakan teringat di banak (tidak dilupakan).Sambil membaca surat saya  berdoa dan inilah cara saya.dan cara Hazrat Masih Mauud a.s.bahwa sambil memegang surat beliau memanjatkan doa .Dan kemudian di shalaat tahajjud dengan mengingat semua surat-surat itu di dalam ingatan untuk mereka saya berdoa juga secara keseluruhan.Jadi saya mengharapkan bahwa saudara-saudara yang mulia akan sedikit banyak menggunakan akal.Dan mata rantai saya melihat surat kalian tidak akan menyuruh saya untuk menutupnya.Saya menginginkan ini terus berjalan dan saya membaca surat dengan mata saya sendiri.Jika mata rantai ini melebihi kemampuan saya maka kebiasaan meringkaskan surat-surat itu terpaksa kembali dilakukan.Oleh karena itu di dalam ini terdapat  kebaikan saya dan juga kebaikan kalian,yakni, surat-surat kalian akan singkatkan juga dan dengan begitu banyak janganlah menulis beberapa surat-surat.Jazkallah ahsanaljaza.

Dalam rangkaian surat-surat inipun saya beritahukan bahwa ada juga surat-surat berupa fex dan setiap hari dari dalam fex itu keluar sendiri dan mereka pun tidak ingat apa yang ditulis dan kenapa ditulis.Dan fex itu diperintah bahwa kami dikirim kemari.Maka ini merupakan rangkaian surat yang  yang aneh dengan alasan doa. Doa yang benar adalah menggelisahkan  manusia ,kegelisahan sebagian orang menjadi berpindah dan dengan kegelisahan itu  hati saya terbuka /timbul keinginan berdoa untuknya.Tapi selain itu kurangilah satu hal,.yaitu habiskanlah/akhirilah surat-surat perselisihan/pertengkaran. Sedemikian banyak surat-surat perselisihan,yang mana kalian tidak akan bisa bayangkan bahwa tidak ada surat/pos yang di dalamnya tidak di tulis perincian sedemikian banyak,yakni, saya mengatakan kepada suami saya ini,suami saya mengatakan ini kepada saya,mertua saya mengatakan ini kepada saya.Kemudian saya mengatakan ini kepadanya.Dia menjawab ini kepada saya.Kemudian saya menjawab ini kepadanya.Kemudian dia menjawab ini kepada saya.Kemudian sedemikian panjang bahasan yang .di dalam ini tidak ada hal-hal yang dilebih-lebihkan. Kadang-kadang ada surat-surat sepanjang tujuh-tujuh delapan-dlapan halaman. Dan pada akhirnya tertulis,doakanlah.Coba lihatlah,apa faedahnya.  Berusahalah kalian menolong saya,sayapun akan menolong kalian.Rintihan yang keluar dari lubuk hati itu cukup dengan satu baris. Dan sebagian anal-anak perempuan menulis surat kepada saya dengan penuh keperihan.

Ya, dalam hal ini saya mmberitahukan berkenaan dengan anak –anak .  Bahwa sampai hari ini pengaduan-pengaduan terus berjalan..Orang-orang untuk niat kawin  pergi melihat anak –anak perempuan.Ada seorang anak perempuan yang menulis bahwa sedemikian rupa kami dipilah-pilah seperti kambing dipilih dan selain itu kami pun sangat terkejut/sedih bahwa kami dilihat/dipilih  seperti itu.Dan selain itu mereka menanyakan harta kami.Apakah ada rumah atas nama kami atau tidak.Apakah ada harta lain atas nama kami atau tidak.Ini adalah cara orang-orang duniawi.Anak -anak perempuan itu hendaknya jangan menghiraukan orang-orang seperti itu dan kepada ibu bapak juga hendaknya orang-orang seperti masukpun jangan berikan.Jika orang seperti itu ada yang datang untuk urusan risytanatah maka perlakukanlah mereka dengan keras,tidak ada obatnya untuk orang semacam itu.Untuk menghinakan anak-anak  perempuan siapapun manusia tidak ada hak. Maka semua hal-hal itu perhatikanlah selalu. Semoga Allah beserta kita.

Qamaruddin Syahid