Khutbah tanggal 13 April 2001 Khu -B

Surah Bani Israil ayat 111:Katakanlah ,Serulah  Allah atau serulah Al- Rahman ,dengan nama apapun kamu menyeru-Nya milik-Nya-lah semua nama yang baik. Janganlah kamu meninggikan bacaan shalat/doamu dan jangan pula mengucapkannya dengan suara yang sangat rendah dan pilihlah jalan tengah.

Topik sifat-sifat Tuhan ini saya telah mulai.Sebelum ini berkaitan dengan  rabbubiyyat (pemeliharaan baik) saya telah ulas,bagi saya sangat sulit untuk bisa memisah-misahkan sepenuhnya dua benang/ikatan ruhani itu. Seiring keterangan yang  satu  yang lainpun  menjadi mulai juga Kedua-duanya dari benang cahaya yang satu.tertenun.Hari ini kembali secara murni  saya akan berusaha mengulas  rahmaniyyat,namun di dalam itu merupakan hal yang  alami rabbubiyyat juga akan datang dengan sendirinya. Mula pertama saya akan menyajikan satu hadis di hadapan kalian.

Ada hadis yang diriwayatkan dari Hazrat Abu Hurairah r.a.bahwa Rasulullah saw. bersabda bahwa Allah sebelum menciptakan makhluk  Dia sendiri dengan tangan-Nya  telah mewajibkan   atas diri-Nya bahwa “Rahmat-ku, mendahului kemurkaan-Ku” Sunan ibnu Majah Kitabul Muqaddimah-Jadi, disini untuk setiap orang yang berdosa yang tidak melakukan dosa dengan sengaja merupakan habar gembira  yang sangat besar bahwa  dosa meskipun menuntut kemurkaan Tuhan namun lebih dari batasnya(itu) rahmaniyyat juga menang di atas dosa-dosa itu.

Satu hadis yang diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.yang diambil dari Sunan Ibnu Majah Kitabuzzuhud :” Hadhrat  Abu Hurairah r.a. berkata bahwa  Rasulullah saw. bersabda,”Allah memiliki seratus rahmat .Dari itu  satu rahmat Dia bagikan diantara semua makhluk “-yakni seberapapun gejolak/perasaan cinta yang didapatkan  dalam diri manusia itu adalah akibat/hasil dari pembagian satu rahmat dari seratus rahmat Tuhan”.  Dengan perantaraan itulah mereka satu dengan yang lain saling mengasihani dan dengan pernataraan itulah mereka bersikap solidaritas/ simpati satu dengan yang lain.Dan dengan perantaraan itulah binatang buas memperlakukan anak-anaknya dengan belas kasih. Dan Allah  telah menunda/menta’khirkan rahmat-Nya yang 99. Dengan perantaraan itu Dia akan mengasihani hamba-hamba-Nya pada hari kiamat“. Sunan Ibni Majah.Kitabuzzuhud. Jadi, dari satu bagian rahmat-Nya itulah  ummat manusia mengambil faedah. Tersisa  semuanya sesudah wafat  untuk hamba-hamba-Nya yang  akan meraih rahmat Allah.

Dalam kitab Abu Daud.Hadhrat Abu Salmah bin Abdurrahman menerangkan bahwa Hadhrat Abu Hurairah berkata bahwa Hadhrat Rasulullah saw. berdiri untuk melakukan shalat. Kamipun ikut bersama beliau .Pada waktu tengah sembahyang seorang Badui berdoa bahwa hai Allah ! Kasihanilah hamba dan kasihanilah  Muhammad saw.dan bersama kami janganlah kasihani pada siapapun yang lain.Ketika Rasulullah saw. selesai mengucapkan salam, maka beliau saw bersabda pada orang Badui itu,”Engkau telah berusaha membatasi rahmat Tuhan yang luas”(Abu Daud Kitabu-shshalat) Jadi, mungkin saja  sahabah yang lain tentu menjadi marah karenanya,namun perkiraan kemarahan Rasulullah saw. juga sangat indah sekali.Rasulullah saw. memberikan pengertian padanya dengan penuh cinta dan kasih sayang supaya  dia memperluas  rahmat Tuhan ,dan janganlah berusaha mengurangi itu.

Dalam Sunan Nasai Kitabul-Janaaiz Hadhrat Kharjah bin Zaid bin Tsabit meriwayatkan dari pamannya Yazid bin Tsabit r.a. Dia, satu hari tengah bepergian bersama Rasulullah saw.,maka Rasulullah saw. melihat satu kubur   baru. Beliau bertanya,ini apa ? Sahabah berkata bahwa ini adalah kuburan si fulan seorang perempuan yang adalah pembantu anak suku  fulan. Huzur mengenal perempuan  yang meninggal itu.Sahabah berkata bahwa perempuan itu  meninggal siang hari hari ini ketika Huzur saw. sedang tidur siang. Oleh karena itu kami tidak senang membangunkan Huzur(takut mengganggu).Baru Huzur berdiri untuk melakukan shalat jenazah,orang-orang juga membuat barisan di belakang beliau.Huzur melaksanakan  shalat jenazah dengan empat takbir. Kemudian bersabda,”Kapan saja diantara kalian ada yang wafat dan saya berada diantara kalian maka kalian harus  memberitahukan pada saya mengenai hal itu,karena doa adalah rahmat  untuknya .(Sunan Nasai Kitabul janaiz) Kini ,dari ini dapat dimaklumi bahwa bagian rahmat yang keseratus (1%) yang terbagi kepada semua ummat  manusia dan Rasulullah saw.yang meraih bagian terbanyak.

Dalam hadis Muslim Kitabul-fazail Hadhrat Anas bi Malik r.a. menerangkan,”Saya tidak pernah melihat orang yang lebih mengasihani pada keluarga  lebih dari Rasulullah saw.”

Kemudian dalam kitab Bukhari Kitabul-adab Bab rahmatulwalad wa taqbiylah Hadhrat Umar r.a. menerangkan bahwa ada beberapa tawanan datang kepada Rasulullah saw. .Diantara mereka ada seorang perempuan yang air susu dari dadanya (sebagaimana anak tidak minum susu maka air susu akan  penuh di tetek ibu).Karena anaknya meninggal maka air susu keluar dengan sendirinya dan ketika dia melihat anak seseorang  maka dia ingin memberikan air susunya padanya. Atas itu Rasulullah saw. bersabda,”Apakah kalian bisa membayangkan bahwa dia ini akan melemparkan anaknya ke dalam api? Para sahabah berkata bahwa selama mungkin masih bisa dia pasti tidak akan membiarkan anaknya pergi ke dalam api. Mendengar itu Rasulullah saw. bersabda,”Allah lebih Pengasih pada hamba-hamba-Nya dari ini, seberapa bisa perempuan ini lakukan terhadap anaknya”.Bukhari Kitabul Adab

Satu riwayat Hadhrat Abu hurairah r.a. dalam Tirmidzi yang tertulis dalam Kitabulbirri washshilah.Beliau berkata bahwa saya mendengar Abulqasim yakni Muhammad saw bersabda bahwa rahmat akan dirampas dari orang yang sial.(Tirmidzi Kitabulbirri washshilah  bab maa jaa afinnasiyhah) bahwa orang yang sial adalah orang yang keras hati, yang hatinya membatu, dari dialah rahmat itu akan dicabut dan kemudian dia tidak akan dapat mengasihni pada siapapun ,dan tidak pula dia akan dikasihani pada hari kiamat.

Satu hadis dalam Kitabulbirri washshilah wal adab riwayat dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.bahwa ditanyakan pada Rasulullah saw.supaya berdoa buruk untuk orang-orang musyrik.Beliau bersabda,”Saya tidak dikirim menjadi orang yang  melaknat,bahkan saya dikirim sebagai rahmat.” Oleh karena itu perkara ini hendaknya fahami dengan baik  bahwa orang yang musyrik selama dia hidup  sama sekali tidak haram berdoa untuknya,bahkan sebanyak-banyaknya hendaknya berdoa untuknya,dimana doa yang paling besar adalah semoga Allah menganugerahinya iman dan tauhid yang yang benar. Ya, apabila dia mati dalam kondisi sebagai orang musyrik,maka pada waktu itu pun jika diketahui bahwa orang yang musyrik itu dulunya adalah musuh Tuhan dan musuh Rasul  maka atas asas apapun tidak boleh berdoa  untuknya. Dan orang-orang  musyrik yang mati dalam ketidak tahuan, yang dengan pasti berkenaan dengan mereka tidak bisa dikatakan  bahwa bisa didoakan dalam suatu corak atau tidak,namun dengan memperhatikan rahmat Rasulullah saw. pandangan/perkiraan ini akan unggul bahwa orang musyrik  serupa itu, yang mati dalam kondisi tidak tahu menahu,  doa boleh untuk mereka. Jadi, kinipun di dunia ini banyak sekali orang-orang musyrik yang sedikitpun tidak mengetahui  kenapa mereka orang musyrik .Mereka  bertaqlid (ikut)dengan menutup mata. Sama sekali tidaklah jauh bahwa  Tuhan akan mengampuni mereka.

Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa Hadhrat Rasulullah saw. bersabda bahwa pekerjaan apapun yang tidak dimulai dengan bismillahirrahmaanirrahiym  adalah cacat dan kosong dari berkat. Aljaami’ushagiyr lishshuyuti huruf kaf

Di Inggris ini satu kali saya juga pernah mengalami. Disini, sebagian orang Kristen, untuk menarik orang-orang menjadi Kristen mereka mengundang orang-orang berkunjung ke kawasan mereka  yang indah selama satu satu minggu. Sayapun  hobi  jalan-jalan di kawasan-kawasan yang indah. Di daerah Karnual  juga saya pergi dan undangan si lugu kasihan ini terbalik menjadi bumirang baginya. Karena bukannya saya-naudzubillah-yang dia jadikan musyrik,bahkan menantunya mengakui di hadapan saya bahwa dia mengakui keesaan Tuhan dan  kebenaran Rasulullah saw.

Peristiwa itu mulai dari  ketika kami tengah mulai makan maka untuk beberapa saat dia menundukkan kepala dan  mulai memanjatkan doa kecil sebelum makan. Dia berdoa,dan memuji Tuhan.Dia berkata kepada saya,tuan teruskanlah mulai makan,pujian /doa kecil sebelum makan,kan hanya untuk orang-orang Kristen. Apakah grace/doa kecil hanya untuk makan. Rasul kami Hadhrat Muhammad saw bersabda bahwa setiap pekerjaan yang tidak mulai dengan “bismillah-dengan nama Allah” itu tidak akan ada berkatnya. Maka Rasul kami dalam hal ini sangat agung sekali dan rahmatnya meliputi  setiap segi. Jadi, dari segi ini menantunya dia sedemikian rupa terkesan sehingga di satu peluang dia membawa saya keluar dan berkata di hadapan saya bahwa saya mengakui keesan Tuhan. Semoga Allah menganugerahinya surga jika dia telah wafat.     

Satu riwyat dari Dar Al-quthni Babushaiyd wadzdzabaaih.Hadhrat Abu Tsa’lab r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Allah telah menetapkan beberapa kewajiban .kamu janganlah menyia-nyiakannya .Dia telah menetapkan beberapa batas-batas/peraturan-peraturan kamu janganlah melanggarnya dan janganlah pula menginjak-injaknya.Dia telah mengharamkan beberapa barang-barang,kamu janganlah melakukannya ,ada beberapa perkara yang Dia tidak sebutkan  karena kasihan kepada kamu,Dia tidak lupa dan tidak melakukan kesalahan dan janganlah mengungkit-ungkit kesalahan dan  berusaha mencari titik kelemahan.

Maka ;”al-halaalu bayyinun wal-haraamu bayyinun –halal dan haram ke dua-duanya Tuhan telah terangkan dengan jelas. Satu dengan yang lain telah Dia pisah-pisahkan.diantara kedua-nya ada hal-hal yang diragukan dan  dalam hal itu manusia mengambil fatwa dari dirinya sendiri. Mereka yang baik akan selalu cenderung pada yang halal dan sebagian yang lemah dari segi egonya cenderung juga pada yang buruk .Namun perinciannya Tuhan tidak jelaskan supaya sebagian mereka yang lemah yang jika diakibatkan  kelemahannya mereka  cenderung, maka  Dia memaafkan mereka juga

Dalam Bukhari Kitab tafsiyr-ul-quran dari Hazrat Abu Hurairah juga diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabada,”Allah swt. telah menciptakan makhluk.Dan ketika baru  selesai menciptakannya maka rahm /belas kasih bangkit berdiri seraya memegang pinggang Rahman(Tuhan)” Nah,kini hendaknya diingat bahwa tidaklah ada suatu benda yangmana rahm(kasih sayang/belas kasihan) secara zahir berdiri lalu memegang pinggang Rahman. Ini merupakan keterangan sifat dan itu sama sekali jangan kenakan secara zahir, kalau tidak sedikitpun tidak akan bisa mengerti hadis itu.Ini adalah satu pemandangan berkenaan dengan sifat sesuatu yang dari itu akan dapat mengerti perkara-perkara  rahimiyyat ,rahmaniyyat dan perlakuan baik pada keluarga dlsb.”Rahm /belas kasih berdiri dan memegang pinggang Rahman dan Allah berfirman:Apa ? (Rahm)berkata tempat ini adalah tempat orang-orang yang mencari perlindungan Engkau dari orang yang tidak memperlakukan keluarga dengan baik. (Allah)berfirman ,”(hai rahm/perlakuan baik pada keluarga)apakah engkau tidak ridha bahwa siapa yang menyambung/memperlakukan engkau dengan baik  saya akan memperlakukannya dengan baik dan orang yang memutuskan engkau/tidak memperlaku keluarganya dengan baik maka Saya akan memutuskan ikatan dengan mereka .Dia berkata:”Kenapa tidak hai Tuhanku” Dia berfirman ,”Inilah janjiku  denganmu”

Maksudnya adalah memutuskan tali kekeluargaan/tidak memperlakukan keluarga dengan baik adalah merupakan dosa yang sangat besar dan Allah telah mewajibkan bagi diri-Nya bahwa siapapun yang tidak memperlakukan keluarganya dengan baik,yakni tidak menunaikan hak-hak keluarga maka dia akan diputuskan dari rahmaniyyat-Ku dan pasti kemudian dia tidak akan dikasihani.Dan yang memelihara  ikatan tali kekeluargaan/memperlakukan keluarga dengan baik ,memenuhi hak-hak keluarganya,kemudian memenuhi hak-hak keluarganya ,yakni dari pihak ibu apapun kedudukannya semua hak-hak mereka terus dipenuhi,Allah akan mencurahkan belas kasih-Nya padanya.Dan sangatlah mujur nasib orang yang serupa itu. Tapi sangat sial sekali kinipun dalam Jemaat juga  banyak juga orang-orang yang bernasib malang  dan tampa cuti setiap hari saya terus menerima pengaduan-pengaduan.Saudara –saudara perempuan yang mengadukan saudara-saudara lakinya sendiri bahwa mereka merampas hak kami,  melototi harta kami, menceritakan kesana kemari keluarga dan kerabat kami dan mereka menceritakan gairat dusta dan ego mereka kesana kemari. Pendeknya mereka tuan-tuan tanah menganggap bahwa jika kami memberikan sawah/kebun kepada saudara perempuan maka sawah ladang ini akan lari ke tangan orang lain,oleh karena itu ini hanya hak kami. Nah,ini adalah pemikiran pemilik-pemilik tanah yang dungu dan  secara peraktik kini berada di Pakistan,khususnya di Punjab, ini merupakan hal yang umum.Dan karenanya banyak perselisihan kini sedang terjadi dan orang-orang tidak mengerti betapa mereka tengah melakukan dosa besar Demi untuk harta benda dunia sepenuhnya mereka mahrum dari harta akherat. Sedangkan rahmat yang ada di dunia ini hanya satu bagian /satu persen dan semua rahmat  akan diperoleh di akhirat dan akan menjadi mahrum/jauh juga dari satu bagian rahmat  dunia .Tidak dunia yang tersisa dan tidak pula agama.

Kini dari Tafsir Imam Ragib yang beliau tulis dengan penuh bijaksana dan penuh hikmat saya akan sajikan  tafsir kata-kata sulit Al-quran Di dalam itu di bawah kata “rahman dan rahiym” beliau menerangkan bahwa rahmat disebut untuk “lemah lembut “ yang  merupakan ihsan/kebaikan yang dituntut/dicari oleh orang yang dikasihani.Kadang-kadang kata ini digunakan hanya untuk murni rahmat dan kadang-kadang hanya digunakan untuk ihsan .Apabila kata ini digunakan untuk kebaikan (yang sifatnya) umum,maka seluruh ummat manusia termasuk di dalamnya.Namun apabila murni hanya penggunaan untuk ihsan maka maksudnya hanya Allah-lah yang Rahman sebagai ihsan/ kebikan.Belum ada  lahir orang yang  meminta bahwa Dia telah menciptakannya, semua keperluan-keperluannya telah Dia ciptakan.

Mereka berkata sebagaimana Dia berfirman:”rahimallaahu fulaanan-Allah telah mengasihani si fulan”kata ini jika digunakan untuk sifat Tuhan maka maksudnya hanya ihsan, bukan “lembut hati”.Yang mangacu pada arti –arti ini ada dalam satu riwayat.”innarrahmata minallaahi in’aamun wa afdhaalun wa minal admiyyiyna riqqatun wa ta’aththufun –rahmat dari Tuhan adalah hadiah-hadiah dan anugerah-anugerah dan  dari manusia adalah rahmat dan kasih saayang.

Kemudian Hadhrat Imam Ragib menulis bahwa dalam arti-arti  itulah  Rasulullah saw. dalam menyebut Tuhannya ada termasuk perkataan ini bahwa ketika Tuhan menciptakan rahm/kasih sayang,maka Tuhan berkata kepada rahm(belas kasih)bahwa Saya adalah Rahman dan engkau adalah rahm. Saya telah membuat/membentuk nama engkau dari nama Saya .Siapa yang memperlakukankeluarga dengan baik,maka Saya akan menjalin ikatan dengannya dan siapa siapa yang tidak memperlakukan keluarga dengan baik, maka Saya akan memusnahkannya. Kata”memusnahkan”banyak sekali,satu peringatan yang sangat berbahaya.Maksud dari “bikhkeni-pemusnahan” adalah Saya akan memusnahkan sampai keakar-akarnya/antek-anteknya. Maka jika  ada orang yang  dalam keserakahan dunia yang kecil-kecil dia menyukai  dimusnahkan sampai ke akar-akarnya, maka itu merupakan hukuman yang sangat besar.Berkenaan dengan pembasmian sampai ke akar-akarnya Allah dalam Al-quran memberikan misal bahwa  satu pohon yang di musnahkan sampai ke akar-akarnya  angin akan menerbangkannya kesana kemari. Dia tidak bisa mengisap air dari bumi dan tidak bisa memperoleh makanan.Yakni, yang demi untuk dunia dia terpisah dengan Tuhan maka dunia itu  juga tidak lagi menjadi miliknya  dan kemudian  dia tidak  tinggal lagi dimana-mana.Angin dari sini kesana dan dari sana kemari akan menerbangkannya. Jadi ini merupakan peringatan yang  sangat besar sekali.Khususnya anggauta Jemaat Ahmadiyah yang dengan hati yang tulus ingin menjalin ikatan kuat dengan Hadhrat Masih Masih a.s. mereka hendaknya dengan betul –betul memegang teguh nasehat ini dan jangan sama sekali ada lahir orang yang memutuskan tali silaturrahmi /tidak memperlakukan keluarganya dengan baik dalam Jemaat.

Kemudian Imam Ragib bersabda,”Kata rahman hanya mengacu pada Tuhan ,karena dari segi arti hanya bisa mengena pada Tuhan. Sebab selain Zat-Nya tidak bisa mengena pada siapapun Karena Dia-lah satu Zat yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu dan kata “Rahiym-Maha Penyayang”bisa digunakan untuk selain Tuhan juga.Dan kata ini disebut/digunakan untuk  yang rahmatnya sangat banyak.Sebagaimana Allah berfirman”innallaaha gafuwrurrahiym-Sesunggunya Allah Maha Pengampun Maha PenyayangKemudian  Allah dalam menerangkan sifat Rasulullah saw. beliaupun Dia nyatakan sebagai rahiym. sebagaimana berfirman,”laqad jaa akum rasuwlun min anfusikum ‘aziyzun ‘alaihi maa ‘anittum harishun ‘alaikum bil mu’miniyna raufurrahiym)Bahwa untukmu Rasul itu telah datang yang secara zahir memang dari antara kalian.”min anfusikum-Yakni meskipun dari antara kalian manusia-lah,tapi martabatnya adalah “ ’aziyzun ‘alahi maa ’anittum-Bahwa apapun kesusahan yang menimpamu dia sangat menderita karenanya hariyshun ‘alaikum-Dia selalu ingin untukmu setiap kebaikan dan kebagusan .Nah, karta hariyshun-ingin sekali umumnya digunakan untuk arti yang buruk,disini dalam arti yang baik,bahwa dia selalu ingin untukmu segala  sesuatu yang baik.

Bil mu’minyna raufu-rrrahiym-sangat penyantun  pada orang-orang mu;min.dan Maha Penyayang..Coba disini perhatikan,Dia tidak berfirman “bil mu’miniyna rahmaan-urrrahiym.Jadi sifat rahman  khusus hanya untuk Allah Tapi kata “rahiym”dalam arti-arti yang berbeda-beda juga digunakan untuk manusia Dan Rasulullah saw. adalah  perwujudan dari rauwf dan rahiym yang utuh.

Imam Ragib menulis dalam mufradat:”Dan ini  dikatakan karena kebaikan Tuhan secara umum  turun juga pada orang mu’min dan orang kafir.keduanya di dunia,sedangkan  di akherat hanya khusus untuk orang-orang  mu’min.Dalam arti-arti itulah sebagai peringatan Dia berfirman.”wa rahmatiy wasi’at kulla syain fa sa aktubuhaa lilladziyna yattaquwn-Bahwa rahmat Saya  sangat luas, meliputi  segala sesuatu dan Saya telah mewajibkan/menetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa

Kini saya akan menyajikan kutipan-kutipan Hadhrat Masih Mauud.a.s.di hadapan kalian.Beliau bersabda,”Maka menjadi keharusan bahwa manusia sempurna yakni Muhammad saw menjadi bayangan /tempat zahir kedua sifat itu “.Yakni,untuk Rasulullah saw. di gunakan kata “ho-engkau ”bukan “how-kamu”dan ini merupakan cara Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa apabila tujuannya sangat banyak pujian terhadap Rasulullah saw. maka kepada beliau juga sebagaimana kepada Tuhan digunakan kata “engkau”serupa itu pula untuk beliau saw.juga beliau selalu  menggunakan  sebutan untuk satu orang

Bersasbda,”Oleh karena itu dari sisi rabbikaunain”. Maksud ” rabbikaunain” adalah Tuhan/Pemelihara ke dua alam raya”-Ini siapa dan  satu yang ke dua  siapa, yakni alam ini dan alam yang ke dua/akhirat. ”Nama beliau  “Ahmad “dan” Muhammad” diberikan dan dalam hal keagungan beliau Allah berfirman,”laqad jaa akum rasuwlun min anfusikum ‘aziyzun ‘alaihi ma ‘anittum hariyshun ‘alaikum bi mu’mininyna rauwfu-rrahiym “Inilah ayat yang berkenaan dengan ayat ini  pandangan Imam Ragib telah saya sajikan di hadapan kalian.Di dalam kata ‘aziyzun dan hariyshun mengisyarahkan bahwa Rasulullah saw. adalah karunia  agung Tuhan dan  bayangan sifat Rahman, karena beliau adalah rahmatun lil’alamiyn– untuk seluruh alam ,untuk seluruh ummat manusia dan untuk segala jenis hewan, untuk orang yang ingkar dan yang beriman. Dan kemudian berfirman,”bil mu’miniyna rauwfurrahiym bahwa secara khusus untuk orang yang beriman rauwfun dan rahiymun. Kini tidaklah tersembunyi bagi yang  memahami bahwa Allah menetapkan Rasulullah saw. sebagai rahman dan rahiym.

Iikjaazul Masih .Ruhani Hazzin jilid 18 hal’117-118

Nah, disini tertulis kata “rahman”,oleh karena itu itulah yang saya baca.Akan tetapi pada hakekatnya kata yang ada dalam ayat, dinyatakan “ rahiym” bukan “rahman”, namun walhasil bayangan /tempat zahir sifat rahmaniyyat  adalah Rasulullah saw.

Ada satu kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s. yang dimana terdapat penjelasan kata rahman yang disabdakan di dalam Ayyaamu-shshulah. Beliau bersabda,”Keindahan/keagungan kedua Tuhan  yang merupakan ihsan tingkat kedua adalah yang dinamakan  anugerah/karunia umum,yaitu  rahmaniyyat yang diterangkan dalam surah Al-fatihah  dalam kata “al-rahman” dan dari segi istilah Al-quran nama Tuhan Al-rahman  karena  Dia telah menganugerahkan bentuk dan cara hidupnya yang layak kepada semua yang bernyawa yangmana manusia termasuk di dalamnya.Yakni corak kehidupan yang diinginkan untuknya, kondisi kehidupan yang layak, bakat-bakat dan kekuatan-kekuatan yang diperlukan atau corak  struktur badan dan anggauta badan yang diperlukan itu semua Dia berikan.”

Kini di dunia kepada setiap hewan sesuai  keperluan-keperluan, sesuai adat-adat kebiasaannya, jenis makanan yangmana perlu untuknya dan di hutan-hutan yangmana mereka biasa tinggal persis sesuai dengan itu  diberikan bentuk.Hewan-hewan diberikan kuku.mereka  diberikan kecepatan yang dengan itu dapat  memburu hewan-hewan yang lain dan kepada hewan-hewan yang lain dengan berlari dari hewan-hewan itu mereka dianugerahkan taufik untuk memperoleh keselamatan dari hewan-hewan itu dan seperti kata Darwin ”Survival of the fittest-Kelangsungan hidup yang terkuat” pada ummat manusia bahwa yang terbaik, yang paling kuat dialah yang selalu hidup.Penzahirannya  dari Tuhan tengah berlaku. Kini hewan-hewan yang cepat lari,  itu  selamat dari serigala-serigala, singa-singa dlsb dan yang agak  lemah atau yang tua atau sakit itu tertangkap Maka untuk generasi  ke depan disiapkan generasi yang lebih baik,yang  dengan demikian lama kelamaan struktur tubuh  terus mencapai tahap-tahap kesempurnaan dan dalam jangka waktu yang panjang, dalam jangka waktu puluhan juta tahun hewan itu mewarikan satu bentuk stuktur tubuh yang baik untuk keturunannya.Selanjutnya kemudian sistim“Survival of the fittest-kelangsungan hidup yang terkuat/terbaik”terus berjalan seperti itu.Dan serupa itulah  hewan-hewan bisa maju dari kondisi sebelumnya  ke arah kondisi yang diatas/lebih baik.

Kini ini adalah uraian rahmaniyyaat,tapi dengan rabbubiyyat pun ada satu ikatannya. Tidak mungkin rabbubiyyat disini bisa  dipisahkan dengan rahmaniyyat karena dari kondisi terendah membawa  ke arah kondisi yang tertinggi itu dikatakan rabbubiyyat.Maka rahmaiyyat memberikan rabbubiyyat dan rabbubiyyat kemudian menciptakan satu rahmaniyyat “Untuk kelangsungan/kekekalan  barang-barang yang perlu itu Dia telah siapkan  untuknya Untuk burung-burung,  kondisi yang layak untuk burung-burung itu, untuk hewan-hewan berkaki empat kondisi yang layak untuk hewan-hewan itu dan untuk manusia kondisi yang layak dan bakat-bakat  dan bukan hanya itu ,bahkan ribuan tahun sebelum adanya wujud benda-benda itu dikarenakan  akibat dari sifat rahmaniyyat-Nya telah Dia  anugerahkan”.

Kini perhatikanlah, Hadhrat Masih Mauud a.s. sendiri bersabda bahwa rahmaniyyat dari satu segi adalah yang paling pertama, yakni ada sebelum rabbubiyyat juga.Benda belum tercipta dan wujud yang meminta tidak juga ada, maka Allah tidak  hanya menciptakan benda itu dan memperhatikan setiap keperluannya.Dia sebagimana kehidupan yang akan dilaluinya sesuai dengan itu Dia telah menganugerahkan anggota tubuh untuknya.

Bersabda,”Dan bukan ini saja, bahkan  ribuan tahun sebelum adanya wujud benda-benda itu”. Bahkan jika dikatakan sebelum ratusan tahun,puluhan juta tahun maka ini juga tidak akan berlebihan. ” Disebabkan sifat rahmaniyyat-Nya Dia telah menciptakan benda-benda langit dan bumi(matahari bulan dan bintang-bintang dlsb)”.Yang  jelasnya benda-benda langit  puluhan juta tahun sebelumnya,miliaran tahun sebelumnya telah diciptakan.Oleh karena itu Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam pribahasa yang umumbersabda,” ribuan tahun”,namun maksud beliau adalah “puluhan juta tahun atau miliaran tahun” sebelumnya. Jadi dari penelitian ini terbukti bahwa di dalam rahmaniyyat Tuhan tidak ada  campur tangan  siapapun,bahkan itu murni rahmat ,yang asasnya telah diletakkan sebelum wujud benda-benda itu ada.Ya,manusia dari rahmaniyyat Tuhan paling banyak meraih bagian,karena segala sesuatu tengah kurban untuk kesuksesannya.”

                         Ayyamushshulah Ruhani hazain jilid 14 hal.248

Jika kalian renungkan maka seberapapun setiap jenis hewan yang bernyawa apakah kalian menganggap itu hewan berbahaya atau jinak  itu kesemuanya diciptakan untuk kebaikan manusia.Ini disebut “ekosistim” (keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam)dalam ilmu sains.Yakni, binatang yang buas dan binatang yang jinak  selalu menetapkan jumlah satu dengan yang lain seberapa hendaknya itu harus ada dan itulah rahmat untuk manusia .Sesuai dengan itu di dalam Al-quran Tuhan berfirman bahwa jika Tuhan setelah mengasihani manusia lalu Dia tidak akan memberikan keberlangsungan padanya maka sebagai dampaknya Dia akan memusnahkan semua hewan-hewan.Yakni hewan yang kita dapatkan berbagai jenis  adalah untuk kebaikan untuk manusia dan pada akhirnya untuk pengabdian padanya itu semua diciptakan. Tapi dalam satu benda manusia dari setiap  hewan mendapat bagian yang lebih banyak.Itu adalah tarbiat/pendidikan secara ruhani. Jadi, dibawah kaitan rahmaniyyat  pendidikan/pengajaran ruhani akan termasuk di dalamnya.Di dalam surah Al-fatihah ketika Tuhan untuk kedua kali berfirman “Al-rrahmaani rrahimmaka” maka disini maksudnya secara khusus dari segi pendidikan ruhani menjadi Maha Pengasih.Sebagaimana Tuhan di tempat lain berfirman “Al-rrahmaanu’allamal-quran khalqal insaan ‘allamahul bayaan.”Bahwa Allah adalah Rahman ‘allamal-quran-bahwa Dia telah mengajarkannya Al-quran.Yang telah menciptakan manusia dan Al-quran  tidak Dia ciptakan (Dia ajarkan) khalaqal insaan ‘allamahul bayaan dan menganugerahkan bayan/keterangan /bicara padanya .Dari itu bahasan  yang selalu  timbul hangat  bahwa Al-quran itu ciptaan atau tidak, itu akan terpecahkan dalam ayat ini. Alquran bukanlah makhluk, Al-quran dari sejak awal adalah yang menerangkan semua sifat-sifat  baik Tuhan yang terkandung di dalamnya.Oleh karena itu, dia bukanlah yang telah menjadi makhluk,kalau tidak pasti akan ada sifat Tuhan yang menjadi makhluk.Oleh karena itu semua sifat Tuhan adalah kekal dan abadi yang akan terus tinggal .Jadi, “al-rahmaan ‘allamal –quran ‘allamahulbayaan”,bahwa manusia adalah bayangan/tempat zahir  sifat rahmaniyyat Tuhan. Rahmaniyyat  telah menciptakannya dan mengajarkannya kerterangan,yakni mengajarkannya bahasa dan mengajarkannya Al-quran

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Siapa mereka hamba-hamba Rahman. Hamba-hamba sejati Tuhan Yang Rahman itu siapa “yang berjalan di bumi dengan penuh lemah lembut dan ketika orang-orang jahil bersikap  kasar pada mereka maka mereka membalasnya dengan kata-kata keselamatan  dan rahmat,yakni bukannya keras tapi dengan lemah lembut dan bukannya cacian bahkan merek mendoakan. Hal inilah yang Hadhrat Masih Mauud a.s.sabdakan dalam sebuah syair.”galiyaa sun ke du’a detahuw un logongko rahm he jousy me aur gaezh ghtaayaa hamne– Ini ketika mereka mencaci maki saya maka sebagai jawaban saya mendoakan  mereka karena rahmaniyyat tengah bergejolak dalam diriku dan dihadapannya kemarahan menjadi dingin.

Bersabda:” Sebagai ganti kekerasan lemah lembut dan sebagai ganti cacian doa yang kami berikan dan .kami memperagakan  akhlak yang mirif dengan yang Maha  Rahman,karena Rahman juga tampa membeda-bedakan orang yang baik dan orang yang buruk kepada semua hamba-hamba-Nya dengan perantaraan matahari dan bulan, bumi dan nikmat-nikmat lain yang tidak terhitung Dia menyampaikan faedah-faedah. Jadi, di dalam ayat-ayat  itu Tuhan memaparkan dengan jelas  bahwa kata rahman digunakan untuk Tuhan un ma’nuwng kar ke-dalam arti itu”. Pribahasa “un ma’nuwng kar ke-dalam arti itu” adalah penggunaan pribahasa  zaman lampau. Dalam bahasa Urdu  masa kini mungkin tidak digunakan lagi, tapi’un ma’nuwng me-dalam arati itu’ biasa digunakan “un ma’nuwng kar ke”. Bersabda,”Kami memperagakan akhlak semisal Rahman,karena Tuhan Rahman tampa membedakan-bedakan orang yang baik  dan yang buruk, kepada semua hamba-hamba-Nya dengan matahari  dan bulan bumi dan  nikmat-nikmat Tuhan yang tidak terhitung lainnya.Dia menyampaikan faedah -faedah. Jadi, dalam ayat-ayat itu Allah memaparkan dengan jelas.bahwa kata rahman un ma’nuwng kar ke digunakan untuk Tuhan”. Yakni,. Digunakan/disebut dalam arti itu  untuk Tuhan. ”Bahwa rahmat-Nya yang luas pada umumnya meliputi orang baik dan orang yang jahat  Sebagaimana di satu tempat lain juga  Allah mengisyarahkan ke arah rahmat umum ini. ” ’adzaabiy ushiybu bihi man asyaa’u wa rahmatiy wasi’at kulla syai inSurah Al-a’raf  rukuk 19 Yakni,  saya akan mengazab siapa yang saya lihat layak untuk diazab.Dan rahmat Saya meliputi segala sesuatu.Kemudian di satu kesempatann berfirman,”qul man yaklaukum billaili wannahaari minarrahmaaniAl-anbiya rukuk 3 –Yakni, katakanlah kepada orang-orang  kafir dan para pembangkang itu bahwa jika di dalam diri Tuhan tidak ada sifat rahmaniyyat maka tidak  mungkin kamu bisa  selamat dari azab-Nya.”

Jadi, setiap manusia tidak tengah memenuhi  sebab(tujuan) kelahirannya  Manusia yang berperangai  baik pun dalam banyak hal tujuan tertinggi  dia diciptakan   tidak dia penuhi. Ada yang tersandung disini, ada yang terssandung disana. Kehidupan penuh dengan ketersandungan. Maka Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa rahman inilah Tuhan  yang pada malam hari juga dan pada siang hari juga  menghidupkan kamu dengan peraantaraan kasih sayang .dan mencukupi keperluan-keperluanmu “Yakni, karena dampak dari rahmaniyyat itulah  Dia memberi tempo pada orang-orang kafir dan orang—orang yang tidak beriman sehingga  tidak secepatnya mengazab mereka.Dan kemudian di satu tempat  lain Dia mengisyarahkan ke arah rahmaniyyat ini “awalam yarau ilaththoeri fauqahum shaa ffaatin -Bahwa apakah mereka tidak melihat  burung-burung yang terbang kesana kemari diatasnya shaaffaatin wa yaqbidhn- mereka kadang-kadang melebarkan sayapnya dan terbang di atas gelombang udara dan kadang –kadang mereka menciutkannya dan menukik kebawah. Maka, renungkanlah    semua  pemandangan  itu,maka “maa yumsikuhunna illa rrrahmaan – Dan tidak ada yang menjadikannya bebas terbang  di udara seperti itu/tidak jatuh ke bumi kecuali Tuhan yang Rahman.

Terjemahannya dalam kata-kata Hadhrat Masih Mauud a.s. adalah “Apakah mereka tidak melihat burung-burung  terbang di atas kepala mereka yang kadang-kadang  sayapnya terbuka lebar dan kadang-kadang mengatupkannya Tuhan Rahmanlah yang mencegah mereka untuk tidak jatuh.Yakni berkat rahmaniyyat seperti itu meliputi semua yang bernyawa.sehingga burung juga yang bisa dapat dibeli dengan  satu sen dapat du tiga mereka juga berenang dengan dan bahagia di samudera luas anugerah  Ilahi” Kini,dari tulisan Hadhrat Masih Mauud a.s. nilai sen pada zaman itu juga dapat dimaklumi.Pada zaman itu dengan uang satu sen  dapat membeli tiga burung dengan mudah,kini dengan tiga rupiahpun satu burung tidak dapat .Maka pada era ekonomi yang tengah berubah ini cermatilah tulisan Hadhrat Masih Mauud a.s. maka kalian akan mengerti bahwa pada zaman itu perekonomian bagaimana dan kini bagaimana.

“Dan karena sesudah rabbubiyyat adalah tingkatan berkah-berkah ini, dari sisi ini Allah  setelah menerangkan sifat rabbul-‘alamiyn dalam surah Al-fatehah kemudian lalu menerangkan sifat  menjadi  rahman-Nya supaya tertib  alaminya tetap diperhatikan.

(Barahin Ahmadiyyah jilid 4 Ruhani Hazain jilid 1hal.449-450 sisa catatan kaki no.11)

Kemudian di satu tempat lain bersabda:Al-rahman.”Samudera ketiga adalah Al-rahman dan dari itu  terairi kalimah ihdina-shshiraathal mustaqiym supaya orang-orang menjadi orang yang meraih rahmat dan petunjuk,karena sifat rahmaniyyat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk setiap wujud yang telah meraih tarbiyyat/pendidikan dari sifat rabbubiyyat.Jadi sifat ini menjadikan semua sarana-sarana sesuai/layak menerima kasih sayang dan hasil dari rabbubiyyat memberikan wujud  kekuatan  sempurna dan menciptakan kondisinya  sepenuhnya layak dan sesuai.Dan dampak  sifat ini adalah  memakaikan kepada setiap wujud selimut yang menyelubungi aib-aibnya”

Kini  untuk menutupi setiap aib-aib hewan-hewan Dia memakaikan pakaiannya,   dan ekor-ekor juga yang ada pada hewan itu yang menutupi sebagian  aib-aib dan ketelanjangannya. Maka ini merupakan kebesaran Tuhan yang sangat aneh  bahwa tidak ada yang Dia ciptakan tampa maksud.Segala sesuatu seperti Zat Tuhan ada  yang menutupinya.

Dalam Karamaatushshaadiqiyn Ruhani Hazzin jilid7 hal.118 Hazrat Masih Mauud a.s. bersabda:“(Rahmaniyyat)Memakaikan pakaian penutup aib-aib yang  memberikan keindahan padanya,menempelkan celak mata,membersihkan wajahnya,memberikan kuda padanya untuk kendaraan,memberitahukan pada mereka cara penunggang kuda yang handal dan tingkat  sifat rahmaniyyat adalah sesudah rabbubiyyat,.yang setelah menganugerahkan segala sesuatu maksud wujudnya lalu menjadikannya dari orang-orang yang telah meraih taufik. Dari itu samudera keempat adalah sifat Al-rahiym dan dari itu  kalimah shiraathalladziyna an’amta ‘alaihim meraih berkah,supaya hamba yang istimewa menjadi termasuk  kelompok orang-orang yang meraih nikmat-nikmat. Karena rahimiyyat  merupakan sifat yang menyampaikan pada nikmat-nikmat yang khusus yang dimana hanya orang-orang yang setia yang menempatinya.Seolah-olah anugerah-anugerah umum Tuhan mulai dari manusia  sampai ular-ular dan ular-ular dimasukkan  dalam ruang lingkupnya “

Nah,ini merupakan topik yang sangat dalam.Jika itu  dibuka disini maka akan memakan waktu yang panjang.Dalam  sifat rahim dan rahmniyyat ada satu perbedaan yang mendasar bahwa rahmaniyyat adalah pada permulaan memberikan sesuatu  sebagai anugerah,sedangkan kini belum lahir benda yang akan meminta . Dan adapun rahimiyyat adalah menerima nikmat-Nya dan  berkali-kali berbelas kasih. Kini dari segi ini musim datang dan pergi .Hari ini musim tanam, besoknya musim panen.Setiap tahun ini yang selalu terjadi.Musim datang dan berlalu,tapi setiap tahun terulang rahmaat ini. dan nama terulang inilah rahimiyyat..Di permulaan menganugerahkan sifat-sifat itu yang darinya  lahir benda-benda, itu dibawah/ mengikuti rahmaniyyat dan mengikuti rabbubiyyat dan dan mengikuti rahimiyyat.Berkali-kali keberadaannya terus menerus  adalah tuntutan rahimiyyat. Jadi, renungkanlah semua sifat-sifat baik Tuhan maka itu memancar  dari rahmaniyyat dan rahimiyyat dan meraih pertumbuhan dari rabbubiyyat.

Siapapun tidak ada hak,  ini semua tampa memohon  dia peroleh “dan tampa adanya hak siapapun, kepada semua yang bernyawa sesuai dengan keinginannya “ .Yakni,benda-benda yang bernyawa apa-apa saja yang diperlukan- sesuai dengan itu -amal ini terus berjalan.dengan berkat dari karunia-karunia ini.”Setiap makhluk yang bernyawa hidup tenang,makan dan minum terhindar dari bahaya dan nampak  mamamfaatkan keperluan-keperluan”.Kini tengah berjalan perbincangan perkara  jenis,bukan bahasan perkara  perbedaan. Dari kalangan manusia juga banyak sekali jumlahnya, puluhan juta, miliaran manusia yang kondisinya sangat menyedihkan,miskin dan terlibat dalam berbagai macam musibah.Namun  Allah memberikan taufik kepada setiap manusia secara keseluruhan bisa bertanggung jawab  pada setiap manusia pada zamannya.Dosanya sendiri dan kejahatan-kejahatan,ketamakan dan  kerakusan dan hawa  nafsunya yang sebagai dampaknya dia menahan  hartanya dan kekuatannya untuk dirinya dan tidak meneruskannya pada ummat manusia. Jika mereka meneruskannya maka di zaman manapun ummat manusia tidak akan terperangkap dalam  kelaparan dan kondisi yang memilukan.Jadi dari segi ini ingatlah bahwa berkah umum rahman itu meliputi semua yang bernyawa dan Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa memenuhi keperluan segala sesuatu maksudnya adalah dari segi jenis keperluan ,tapi keperluan setiap individu tidak bisa terpenuhi meskipun  hendaknya terpenuhi seperti itu. Itu oleh karena itu tidak bisa terpenuhi karena  manusia sendiri telah menjadi buruk dan manusia menjadikan manusia lainnya sasaran kezalimannya sendiri.

“Semua gejala-gejala ini adalah milik dari anugerah-anugerah ini. Apa yang sedikit banyak yang  diperlukan oleh ruh-rruh untuk tarbiyyat/pendidikan ruhani semua diberikan.Dan begitu juga ruh-ruh yang selain tarbiyyat/pendidikan jasmani perlu juga taarbiyyat ruhani yakni memiliki potensi kemajuan ruhani“. Yakni manusia”untuknya mulai dari sejak dahulu persis waktu diperlukan, kalam Tuhan terus turun”.Di setiap zaman kalam  terus turun dari Tuhan ,namun  keperluan-keperluan manusia pada zaman kuno itu terbatas oleh karena itu untuknya kalam yang mereka peroleh juga terbatas  dan rangkaian ini terus bertambah maju dan berkembang yang sampai pada zaman Rasulullah saw. dan Al-quran telah mengumpulkan di dalam dirinya semua rahmat nabi-nabi terdahulu(fiyhaa kutubun qayyimah) Di dalam Al-quranul-karim terdapat keterangan semua intisari ajaran-ajaran yang akan selalu ada  dan yang akan selalu tegak.

Pendeknya dengan perantaraan anugerah-anugerah  rahmaniyyat inilah manusia sukses dalam puluhan juta keperluan-keperluannya.”.Maksud puluhan juta keperluan-keperluan dia penuhi sendiri adalah:. “Untuk tempat tinggal ada permukaan bumi ,untuk cahaya ada bulan dan matahari,untuk bernafas ada udara,untuk minum ada air,untuk makan ada tersedia berbagai macam rezeki dan untuk pengobatan penyakit-penyakit ratusan ribu jenis obat-obatan ,dan untuk pakaian berbagai macam busana dan untuk memperoleh petunjuk ada kitab Tuhan dan tidak ada yang bisa mendakwakan bahwa semua benda-benda itu lahir adalah berkat pekerjaan-pekerjaan saya”. Dia sendiri tidak ada waktu itu, maka pekejaannya yang mana ?.Jadi akidah awagun yang membingungkan  di dalam agama Hindu , itu yang Hadhrat Masih Mauud a.s. tengah bantah. Kalimah ini diambil dari Barahin Ahmadiyah,.Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa akibat kerja-kerja saya semua ini lahir “Dan saya telah melakukan amal baik dalam suatu kelahiran yang akibatnya semua nikmat-nikmat yang tidak terhitung ini Tuhan telah anugerahkan pada semua putra Adam.Jadi terbukti bahwa anugerah-anugerah  ini yang dalam corak  ribuan tengah zahir untuk ketenangan wujud-wujud yang bernyawa,  ini  hadiah tampa diminta, yang bukan imbalan suatu amal, hanya satu gejolak rahmat Tuhan ,supaya setiap yang bernyawa sampai pada tujuan alaminya dan apapun kondisi yang diletakkan di dalam fitrahnya itu menjadi terpenuhi”

Barahin Ahmadiyah jilid 4 Ruhani Hazain jilid 1hal.445-447 sisa catatan kaki no.11