Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 07 November 2008 di Masjid al-Mahdi, Bradford, UK.

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

قُل لِّعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ ()

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, mereka hendaknya mendirikan shalat dan membelanjakan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, sebelum datang Hari yang tidak ada jual-beli di dalamnya dan tidak pula persahabatan.” (Al-Qur’an, Surah Ibrahim; 14:32).

Alhamdu Lillah, Jemaat Bradford mendapat taufik membangun masjid ini. [Hudhur memuji masjid yang indah tersebut dan juga lokasinya yang berada di ketinggian sehingga memberikan panorama kota Bradford. Ini semata-mata hanyalah berkat anugerah Allah Ta’ala. Hudhur akan meresmikan masjid lainnya di kota Sheffield pada hari besoknya. Sebagai tambahan, ada dua pusat (kegiatan agama) yang telah dibeli di wilayah yang sedang dikunjungi Hudhur V atba saat ini.]

Sejarah Jemaat di sini termasuk cukup tua. Berdiri pada 1962. Hadhrat Khalifatul Masih III rha datang kemari pada 1968 dan 1973. Pada 1979 dibeli bangunan yang waktu itu dipakai sebagai sentral. Selanjutnya, Hadhrat Khalifatul Masih IV rha juga datang kemari pada 1982 dan 1989. Pada 1992, tatkala berkunjung lagi ke sini, beliau rha memerintahkan agar Jemaat di sini (Bradford) membeli tempat yang bisa dijadika masjid. Kemudian pada 2001 ijin rencna pembangunan didapat dari pemerintah. Pada 2004 diletakkan batu pondasi pertama. Biaya pembangunan masjid £ 2.300.000 dikerjakan oleh 600 orang. Ada ruang kaum laki-laki, ruang kamu perempuan dan satu ruangan lagi. Pembangunnya ialah sebuah perusahaan. Disamping itu juga dibantu oleh sukarelawan Ahmadi seperti Tn. Rasyid dan Tn. Syahid.

Pendanaan pembangunan masjid bukan hanya oleh Jemaat Bradford tetapi juga terdapat kontribusi Lajnah UK yang amat berperan besar dalam membangun masjid ini. Demikian pula Khuddamul Ahmadiyah UK. Sementara itu Ansharullah UK sudah berperan besar dalam pembangunan masjid Hartpolt. Jemaat UK juga menyadari akan pentingnya target dan tujuan membangun masjid masjid. Semoga Allah memungkinkan mereka untuk mencapai target dibangunnya 25 buah masjid dengan segera.

Akhir-akhir ini terdapat peningkatan minat muda-mudi khususnya di Eropa kepada Islam. (Karena itu) adalah tanggung jawab kita untuk merawat dan mempertahankan kecenderungan minat (terhadap Islam) ini, dan menarik orang orang kepada Islam sejati yang diwakili oleh Ahmadiyah.

Sekedar membangun fisik Masjid yang indah tidaklah cukup. Adalah sangat penting untuk memenuhi tujuan dari Masjid itu sendiri. Yaitu, berpaling kepada Allah dengan niatan murni dan dengan hati yang penuh luapan hasrat untuk mencari ridha-Nya, juga memenuhi hak-hak sesama manusia. Setiap anggota Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as agar mempunyai semangat dan kegairahan ini. Jika tidak, Allah berfirman supaya masjid-masjid yang dibangun bukan untuk meraih ridha-Nya, agar diratakan dengan tanah. Ternyata, pada zaman Baginda Nabi Muhammad shallAllahu ‘alaihi wa sallam, sebuah masjid yang dibangun atas nama Allah oleh kaum penentang Islam dan orang-orang munafik untuk menipu dunia, telah Allah perintahkan kepada beliau saw agar merobohkannya. Surah Taubat ayat 107 – 109 untuk menjelaskan hal ini lebih rinci.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ()

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ ()

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ()

“Dan, di antara orang-orang munafik ada yang telah membuat masjid untuk kemudaratan Islam dan membantu kekufuran dan menyebabkan perpecahan di kalangan orang-orang yang beriman, dan membuat tempat untuk memata-matai oleh orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sebelum ini. Dan, mereka pasti akan bersumpah, ‘Kami bermaksud tiada lain kecuali kebaikan.’ Dan Allah menyaksikan, sesungguhnya mereka itu pendusta-pendusta.

Janganlah engkau berdiri shalat di dalamnya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang pondasinya diletakkan atas takwa semenjak hari permulaan, engkau lebih berhak berdiri untuk shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang berkeinginan mensucikan diri, dan Allah swt. mencintai orang-orang yang mensucikan diri.

Maka, apakah orang yang telah mendirikan bangunannya atas dasar takwa kepada Allah swt. dan keridhaan-Nya itu yang baik ataukah orang yang mendirikan bangunannya di atas tebing yang terkikis air dan mau runtuh, lalu jatuh besertanya ke dalam Api Jahannam? Dan, Allah swt. tidak memberi petunjuk kepada kaum yang aniaya.”

Tidaklah diharapkan dari Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as (yang telah diutus di zaman akhir agar manusia mengenal Allah dan juga saling menghormati dan menghargai diantara ciptaan-Nya) bahwa masjid mereka jadi sebab kesusahan, ataupun sumber penyebaran ketidak-imanan, atau masjid-masjid mereka menjadi perlindungan bagi orang-orang munafik (semoga tidak demikian dan semoga Allah mengampuni kita). Karenanya kita harus menyebarkan pesan Hadhrat Masih Mau’ud as kepada orang-orang di sekitar kita dan memberitahu dunia bahwa Sang Mahdi yang datang sebagai pelayan Rasulullah saw untuk menyingkirkan segala permasalahan dunia sudahlah datang.

Beliau telah datang untuk meletakkan dasar perdamaian dan keamanan. Masjid-masjid Jemaat beliau as senantiasa akan meletakkan dasar-dasar kasih sayang, perdamaian dan kesabaran dalam menahan hawa nafsu. Saat ini Jemaat Ahmadiyah berada di garis depan dari kaum-kaum lainnya dalam bekerja menghilangkan kesakitan dan penderitaan manusia. Pelayanan kita di seluruh dunia adalah tanpa pamrih, unik dan mencakup berbagai bidang.

Dalam ayat-ayat Surah at-Taubah yang tadi telah dibacakan terkandung penjelasan bahwa salah satu keburukan masjid yang tidak dibangun untuk Allah adalah masjid tersebut akan menyebarkan ketidak-imanan. Masjid-masjid kita dibangun untuk memenuhi kewajiban-kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan juga memenuhi tujuan penciptaan manusia.

Wilayah Bradford memiliki banyak populasi Muslim yang tinggal di sana, dan ada salah satu area di wilayah ini yang tidak senang dengan pembangunan masjid kita. Mereka berusaha untuk membuat berbagai kesulitan selama pembangunan masjid berlangsung. Sekelompok orang non Muslim Inggris juga melakukan hal yang sama, mengganggu pembangunan masjid. Namun, dengan karunia Allah Ta’ala, masjid kita akhirnya berhasil selesai.

Karenanya kita harus berusaha dan memenuhi kewajiban menyembah Allah dengan ketulusan yang lebih besar. Kita harus melakukan hal tersebut sebagai perwujudan pendakwaan Hadhrat Masih Mau’ud as bahwa turunnya beliau adalah untuk menaburkan benih-benih suci dan bercahaya Keesaan Allah diantara manusia sekali lagi. Kita menyatakan diri sebagai Jemaat beliau as; karenanya kita adalah cabang-cabang dari pohon-pohon yang beliau tanam. Selama (sebagai pohon) kita rimbun, kita akan memenuhi kewajiban-kewajiban kita. Jika tidak, kita akan terpisahkan seperti layaknya cabang-cabang kering dan membusuk. Kita harus membuktikan dengan perkataan dan tindakan-tindakan kita, bahwa kita membangun masjid benar-benar untuk menyembah Tuhan.

Allah berfirman bahwa masjid-masjid tidak dibangun oleh mereka yang menyebabkan perpecahan orang-orang beriman. Karenanya, setiap Ahmadi harus mengabarkan dan menyiarkan kasih sayang dan kedamaian dari kata-kata dan juga tindakan mereka, dan menjadi contoh sempurna perwujudan رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ‘ruhamaa-u bainahum’ – “lemah lembut diantara sesama” (48:30). Hanya dengan inilah tabligh kita akan memberikan hasil. Kewajiban Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as bahwa amal perbuatan mereka adalah amal perbuatan orang-orang yang sungguh-sungguh beriman. Mereka harus menerapkan ajaran Rasulullah saw dalam kehidupan mereka. Dengan demikian membangun masjid ini berdasarkan teladan yang disebutkan oleh Allah Ta’ala, yaitu dasarnya pada takwa dan pencarian ridha Ilahi.

Kita bebas dari kemunafikan; bekerja murni untuk Allah Ta’ala . Dengan memberikan contoh rencana orang-orang munafik untuk mencederai Islam pada masa Rasulullah saw, Allah Ta’ala telah menghibur hati kita bahwa seperti halnya taktik dan siasat (para munafik) itu telah gagal di zaman Rasululah saw maka di masa datang Allah Ta’ala akan menyelamatkan orang-orang yang beriman dari keburukan dan kejahatan jika mereka terus-menerus menaati perintah-Nya dengan iman yang tulus. Aspek yang sangat mendasar bagi siapapun yang membangun masjid adalah niatan yang murni dan tulus. Mereka harus bebas dari pemikiran-pemikiran yang bersifat merusak dan harus memiliki rasa pengorbanan.

Fakta bahwa masjid ini bisa dilihat dari dalam kota, tampak menonjol dan mencolok seharusnya bukan satu-satunya yang membuat kita senang. Keindahan sejati masjid ini akan tampak jelas saat kita menapaki jalan takwa dan memenuhi tujuan-tujuan kita. Setiap Ahmadi harus berusaha untuk sembari membangun masjid juga fokus menyembah Tuhan dengan ketulusan, menciptakan suasana persaudaraan, memaafkan, bebas dari kedengkian dan kebencian, memenuhi kewajiban-kewajibannya, juga hak orang lain, serta rendah hati. Hanya dengan demikian maka seseorang menjadi penerima sah sabda Baginda Nabi saw, مَنْ بَنَى مَسْجِدًا للهِ بَنَى اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ ‘Man bana masjidan liLlaahi banAllahu fil jannati mitsluhu.’ – “Allah Ta’ala membuatkan rumah di surga bagi orang-orang yang membangun masjid di bumi semata-mata karena-Nya.”[2]

Ayat yang telah disebutkan sebelumnya (14:32) menyebutkan dua perintah yang terus-menerus diulangi dalam Al-Qur’an. Perintah pertama adalah menjalankan Shalat. Dengan pembangunan masjid ini, maka tanggungjawab kita semakin meningkat karena pembangunan masjid secara umum akan memperluas paparan mengenai Jemaat. Karenanya, penting untuk meningkatkan standar penyembahan (ibadah) kepada Tuhan. Peningkatan taraf ibadah akan menuntun kita ke arah reformasi dan kita akan mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk menyebarkan pesan Ahmadiyah kepada orang lain dan menuai hasil-hasil yang lebih baik.

Perintah kedua adalah untuk memberi atau mengorbankan harta karena Allah. Pondasi bangunan Masjid di Hartlepool dan juga masjid di Bradford ini diletakkan pada hari yang sama. Namun, karena ukurannya lebih kecil, masjid Hartlepool selesai lebih dahulu, yaitu dua tahun yang lalu. Hal yang ingin saya (Hudhur) kemukakan adalah pada peresmian masjid Hartlepool saya telah mengumumkan tahun perjanjian Tahrik Jadid periode baru. Itu kali pertama saya mengumumkan mengenai tahun perjanjian Tahrik Jadid di luar kota London. Secara kebetulan, hari ini (dalam khotbah Jumat) sekali lagi kesempatan saya untuk mengumumkan tahun perjanjian Tahrik Jadid yang baru (di luar kota London).

Program Tahrik Jadid pertama kali dimulai oleh Hadhrat Mushlih Mau’ud ra ketika permusuhan para penentang sedang pada puncaknya. Namun, dengan diluncurkannya program ini, Tabligh Ahmadiyah meningkat secara dramatis dan saat ini masjid-masjid dan pusat pusat kegiatan Jemaat yang kita bangun adalah buah dari program Tahrik Jadid ini. Memberi atau mengorbankan harta di jalan Allah telah memfasilitasi penyebaran tulisan-tulisan, pembangunan masjid-masjid, dan pelatihan para Muballigh.

Sebelumnya kita hanya memiliki dua sekolah Jamiah. Saat ini, dengan peningkatan kebutuhan akan Muballigh, sudah banyak sekolah Jamiah yang telah dibuka di seluruh dunia. Inggris adalah salah satu negara yang beruntung karena memiliki sekolah Jamiah.

Seperti layaknya shalat yang dilakukan secara teratur itu dibutuhkan, begitu juga pemberian atau pengorbanan harta yang terus menerus juga diperlukan. Pemberian atau pengorbanan harta yang hanya sekali saja tidak dapat memenuhi kewajiban seseorang. Sekarang Allah Ta’ala telah membuka cara-cara dan sarana-sarana baru untuk bertabligh, seperti MTA. Saat ini, dunia mendengarkan Khotbah Jumat ini secara langsung lewat MTA. Kita sekarang harus membawa pesan kita ke setiap kota besar, ke setiap kota kecil dan juga ke setiap jalan di dunia. Untuk hal ini pengorbanan harta diperlukan. Sesungguhnya, kita juga menegaskan pemberian dan pengorbanan harta di dalam janji kita (kepada Jemaat).

Adalah karunia Allah Ta’ala bahwa Dia sendirilah yang menanamkan gairah pengorbanan harta kepada para anggota Jemaat. Di masa krisis ekonomi global ini, Allah meyakinkan orang-orang yang beriman bahwa ibadah dan pengorbanan mereka akan melindungi mereka dari akibat buruk krisis ini. Hal ini karena seseorang yang beriman memiliki pandangan jauh ke tujuan akhir, yakni untuk mencari ridha Allah, maka penyembahan dan pengorbanan harta sangatlah membantu. Karena karunia Allah pulalah sehingga para Ahmadi dapat memahami hal ini. Sesekali mungkin ada yang merasa bahwa pengorbanan harta tsb dirasa banyak, namun para Ahmadi terus membelanjakan harta di jalan Allah Ta’ala .

Banyak yang menunggu pengumuman dimulainya tahun perjanjian baru Tahrik Jadid dengan kontribusi pengorbanan mereka yang telah ditabung sebelumnya. Mereka tidak membiarkan perhitungan mereka dengan Allah terhutang. Beberapa dari mereka bahkan harus diingatkan oleh saya (Hudhur) bahwa keluarga mereka pun memiliki hak (atas harta yang ingin mereka korbankan tersebut). Mereka menjawab bahwa justru karena hal itulah mengapa mereka membuat perjanjian dan ‘berbisnis’ dengan Allah. Bahkan, para istri orang-orang itu meningkat dalam pengorbanannya. Saya lihat, masya Allah, pemberian dan pengorbanan harta para wanita Ahmadi lebih besar daripada kaum prianya. Lajnah UK telah berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini, dan juga dalam pembangunan masjid Berlin. Gelombang pengorbanan harta sepertinya telah menyapu Inggris dan Lajnah UK mengambil bagian di dalamnya.

Pada penutupan tahun perjanjian Tahrik Jadid yang ke-74 dan sekarang telah dimulai tahun ke-75, kontribusi pengorbanan harta untuk Tahrik Jadid adalah sebesar £ 4,102,792 (atau kurang lebih senilai Rp 63 milyar). Jumlah ini, meskipun adanya kiris ekonomi global, meningkat sebesar £500,000 (atau senilai lebih dari Rp 7,5 milyar) dari tahun sebelumnya.

Tahun ini, sekali lagi Pakistan berada di urutan pertama dalam memberikan kontribusi terbesar. Urutan kedua adalah USA (Amerika Serikat), diikuti UK (Britania atau Inggris Raya), Jerman, Kanada, INDONESIA (ke-6) lalu India; Belgia dan Australia sama-sama di urutan ke-8, diikuti oleh Swiss, dan yang sama-sama berada di posisi ke-10 adalah Nigeria dan Mauritius. USA memang di urutan kedua, namun jumlah kontribusi mereka secara total kurang dari tahun lalu sementara nilai tukar Dollar USA sebenarnya lebih baik pada tahun ini. Kontribusi UK meningkat sebesar £ 74,000 (tujuh puluh empat ribu Pound Sterling, senilai lebih dari Rp 1 milyar) dari tahun lalu. Nigeria telah membuat perbaikan yang berarti dan telah bergabung kedalam 10 Jemaat besar pertama, dan menjadikan mereka negara Afrika pertama yang berada dalam 10 urutan pertama. Total jumlah peserta Tahrik Jadid sejumlah 500 ribu orang. Ini masih belum mencukupi. Pendaftar Daftar Awwal Tahrik Jadid (para kontributor awal di 19 tahun pertama program ini dicanangkan) telah dipulihkan sejumlah 3.851 buah nomor, beberapa oleh keluarga mereka, yang lainnya dipulihkan dari pihak Jemaat Pusat berupa kiriman beberapa saudara Jemaat dari Eropa ini.

Di Pakistan, tiga Jemaat yang merupakan kontributor terbesar adalah Jemaat Lahore, Rabwah dan Karachi. Di UK, Jemaat terbesar sesuai urutan posisinya adalah Masjid London, Worcester Park, West Hill, Tooting, Sutton, Bradford, Manchester, Gillingham dan Inner Park. Majelis-majelis yang lebih kecil urutannya adalah Scunthorpe, Wolverhampton, Bristol, Spen Valley, Leamington Spa, Bournemouth, North Wales, Woking, Keighley dan Devon & Cornwell. Di USA, empat Jemaat pertama adalah Silicon Valley, Chicago West, North Virginia dan Detroit. Di Kanada, tiga posisi urutan pertama adalah Calgary North East, Calgary North West dan Peace Village.

Akhirnya, semoga Allah Ta’ala memberi ganjaran kepada semua yang telah berpartisipasi dalam Tahrik Jadid tahun ini – semoga Dia memberkati jiwa dan kekayaan mereka dengan keberkatan yang tak terkira dan semoga mereka terus memberikan pengorbanan harta sembari memahami hakekatnya dan terhiasi dengan keindahan ruh pengorbanan – dan semoga standar ibadah mereka kepada Allah semakin meningkat.

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Shahih Muslim

عَنْ مَحْمُوْدِ بْنِ لَبِيْدٍ:أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ أَرَادَ بِنَاءَ الْمَسْجِدِ فَكَرِهَ النَّاسُ ذٰلِكَ فَأَحَبُّوْا أَنْ يَدَعَهُ عَلَى هَيْئَتِهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا للهِ بَنَى اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

dari Mahmud bin Labid ra bahwa Utsman bin Affan ra bermaksud hendak merenovasi masjid, tetapi dicegah oleh orang banyak. Mereka lebih suka membiarkan masjid itu sebagaimana adanya. Maka dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw, bersabda : ‘Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah membuatkan (rumah yang mulia) di surga untuknya seperti masjid itu.’”