بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّى عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

                                                                                                      

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal  04 Maret  2011  dari Baitul Futuh London UK

Setelah membaca tasyahud dan menilawatkan surat Alfatihah Huzur menilawatkan ayat-ayat Alqur’an sebagai berikut :

Artinya :  Sebab, mereka bersikap takabbur dimuka bumi ini dan merencanakan tipu daya jahat. Tetapi tipu daya jahat itu tidak mengepung (mencelakakan) sesiapa melainkan terhadap sipembuat rencana itu sendiri. Maka, tidaklah mereka itu menantikan sesuatu selain kebiasaan (sunnah) Allah berlaku terhadap orang-orang terdahulu. Dan sekali-kali tidak akan engkau dapatkan kebiasaan (sunnah) Allah itu berubah, dan tidak pula sekali-kali engkau dapatkan sunnah Allah itu berganti.

Tidakkah mereka itu pernah bepergian dimuka bumi dan melihat alangkah buruknya akhir kesudahan orang-orang sebelum mereka. Padahal orang-orang terdahulu itu lebih hebat daripada mereka dalam kekuatan. Dan tidak mungkin bagi Allah, sesuatu diseluruh langit dan bumi dapat menggagalkan rencana-rencana-Nya. Sesungguhnya Dia Mahatahu, Mahakuasa. ( Al Fathir 44-45)  

Jika Hazrat Hazrat Mirza Ghulam, Imam Mahdi Masih Mauúd a.s. telah diutus oleh Allah swt, kita yakin serta beriman dengan teguh bahwa beliau a.s. adalah utusan Allah swt, sebab setiap waktu kita telah dan sedang menyaksikan dukungan dan pertolongan Allah swt selalu turun kepada beliau. Apa yang Allah swt telah janjikan kepada beliau kita menyaksikan kesempurnaannya dan juga semua perlakuan Allah swt terhadap beliau yang dapat kita saksikan semakin meningkatkan kekuatan dan keteguhan iman kita. Bahkan setelah beliau a.s. wafat-pun, perkara-kerkara yang telah diterima dari Allah swt yang telah diberitahukan kepada Jema’at, semua perkara itu menunjukkan kesempurnaan janji-janji Allah swt kepada beliau a.s.

Jadi, disebabkan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sangat tenggelam dalam lautan kecintaan terhadap Rasulullah saw, Allah swt telah menganugerahkan kedudukan nubuat (kenabian) kepada beliau a.s. demi melanjutkan tugas atau missi Hazrat Rasulullah saw. Akan tetapi nubuat (kenabian) itu adalah nubuat ghair tasyri’i (yakni kenabian tanpa membawa syaria’at baru),  atau zilli nubuat (nubuat yang  menampilkan bayangan nubuat sebelumnya), yang merupakan sebuah mi’raj (kenaikan martabah) ummat Rasulullah saw. Kedudukan atau martabah ini dianugerahkan Tuhan semata-mata hanya kepada Hazrat Rasulullah saw bahwa disebabkan seorang dari ummat beliau sangat terbenam dalam mencintai beliau saw dan sebagai ghulam (hamba beliau) ia memperoleh pangkat nubuat atau pangkat kenabian.

Sangat disesalkan sekali orang-orang Muslim dari golongan-golongan Muslim lain, menentang kita habis-habisan disebabkan ulama-ulama mereka melakukan kesalahan dalam menafsirkan arti atau kedudukan nubuat (kenabian) ini (yang dianugerahkan kepada Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s.). Bila saja mendapat kesempatan, mereka menentang dan melawan Ahmadiyah bukan hanya sekedar dengan teriakan-teriakan mulut saja bahkan mereka menyerang secara fisik, menyiksa dan menganiaya orang-orang Ahmady. Bahkan mereka menyiksa dan menganiaya sepuas hawa nafsu mereka. Dan dalam melakukan penyerangan dan penganiayaan itu terkadang mereka sangat keterlaluan dan melampaui batas kemanusiaan.

           Memang, apabila Jema’at ini mencapai jenjang kemajuan, telah menyebar luas sayapnya kemana-mana dengan pesat, maka karena melihat kemajuan-kemajuan ini, para penentang memusuhi sekuat tenaga dan disamping menggunakan kekuatan sendiri ditambah menggunakan tenaga pendukung orang-orang yang dianggap sangat kuat dan gagah perkasa, berusaha keras menghadang dan merintangi kemajuan-kemajuan Jema’at Ahmadiyah. Dan kadangkala mereka menggunakan berbagai macam cara, misalnya terhadap anggauta Jema’at yang lemah iman, yang kurang memiliki pengetahuan, pemuda-pemuda yang baru meningkat dewasa, dengan cara yang licik sekali musuh-musuh berusaha mengelabui dan memperdayakan mereka dengan kata-kata yang dibuat-buat, akhirnya menggelincirkan mereka kejalan sangat jauh dari kebenaran. Oleh sebab itu setiap anggauta Jema’at harus berusaha meningkatkan tarbiyyat pribadi, menambah pengetahuan tentang Ahmadiyah dan meningkatkan kesadaran masing-masing sambil bertanya kepada diri sendiri siapa aku, mengapa aku dan bagaimana keadaan pribadi-ku, supaya kelak mampu menjawab atau menangkis trik-trik yang dilakukan oleh musuh-musuh Jema’at seperti itu. Selain itu demi memperkuat iman harus memohon pertolongan kepada Allah swt, sebab tanpa karunia Allah swt kita tidak dapat melakukan pekerjaan apapun. Untuk memperkuat iman dan untuk menyelamatkan diri dari kebengkokan fikiran kita Allah swt telah mengajarkan do’a berikut ini : Robbana laa tuzigh quluubana ba’da iz hadaitana wa hablana minl ladunka rahmatan innaka antal wahhab. Wahai Tuhan-kami ! Berilah hidayah kepada kami dan setelah memberi hidayah kepada kami sekali-kali jangan membiarkan hati kami jadi bengkok dan anugerahkanlah rahmat kepada kami Dari sisi Engkau, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (Ali Imran: 9). Jadi, keselamatan iman juga dapat diperoleh melalui Rahmat Tuhan. Oleh sebab itu setiap hamba yang lemah setiap waktu selalu memohon pertolongan kepada Allah swt dan memang harus selalu memohon pertolongan kepada-Nya. Kadangkala ada beberapa orang menulis surat kepada saya katanya; jika tidak menyebut Nabi kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. atau tidak dinyatakan demikian dihadapan orang ramai, apa halangannya?  Hal ini bukan perkara baru. Sejak zaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga pertanyaan seperti ini sering timbul. Katanya agar perlawanan dari pihak musuh boleh berkurang, oleh sebab itu jika tidak menyebutkan Nabi kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. apa halangannya? Berkenaan dengan pertanyaan ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Perkara yang sifatnya samawi (dari Allah swt) jangan merasa takut menjelaskannya kepada orang lain. Perkara apa yang telah Allah swt katakan, jangan merasa takut menyampaikannya kepada orang lain. Merasa takut terhadap sesuatu bukan cara orang yang berpegang kepada kebenaran. Tengoklah bagaimana cara yang dilakukan oleh para Sahabah alaihimus salam dimasa lampau, sekalipun mereka pergi kepada seorang Raja, beliau-beliau itu terang-terangan berkata, sedikitpun mereka tidak merasa ragu atau takut menyampaikan kebenaran. Itulah sebabnya beliau-beliau itu telah menyandang penilaian firman Tuhan : “laa yakhofuuna laomata laaimin, artinya: mereka tidak takut akan celaan seorang pencela.”(Al Maidah 55) Beliau a.s. bersabda : “ Da’wa kami adalah, Nabi dan Rasul. Dengan siapa Allah swt melakukan mukallamah wa mukhattabah yang dari segi kamiyat dan kaifiyyat lebih baik dari yang lain dan banyak sekali memberitahukan nubuatan-nubuatan (kabar-kabar ghaib) kepadanya, ia disebut Nabi. Dan istilah-istilah ini tepat betul terhadap kami. Jadi, kami adalah Nabi. Akan tetapi kenabian ini bukan kenabian tasyri’i (pembawa syari’at baru) yang memansukhkan Kitab Allah. Kenabian ini bukanlah kenabian yang memansukhkan Kitab Suci Allah, bukanlah kenabian yang membawa syari’at baru, yang memansukhkan Kitab Allah swt. Terhadap orang yang mengaku Nabi yang membawa syari’at baru, lain dari pada Syari’at Nabi Muhammad saw kami menganggapnya kuffur. Jika kami bukan seorang Nabi, maka perkataan apa lagi yang dapat membedakan kami dengan orang-orang lain yang telah menerima ilham? Dengan banyak sekali Allah swt bercakap-cakap melalui ilham, itulah kedudukan sebagai Nabi. Dan atas dasar istilah-istilah itulah kami adalah Nabi. Sebab orang-orang lain juga dapat menerima wahyu.”

Jadi itulah pengumuman terbuka dan jelas dari Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan hal itu sesuai betul dengan nubuatan atau khabar ghaib Rasulullah saw. Bahwa Al Masih yang dijanjikan akan turun diakhir zaman adalah seorang Nabi. Beliau saw pernah bersabda : Laisa baini wa bainahu nabiyyun artinya diantara aku dan dia(Isa Al Masih) tidak ada Nabi. Apabila kita telah beriman kepada Masih Mau’ud a.s. maka beriman kepada beliau sebagai Nabi sangat penting sekali. Apabila orang-orang menentangnya, memang seperti itulah Jema’at-Jema’at Allah swt selalu ditentang oleh manusia, dan akan selalu ditentang. Dan memang itulah tanda yang nyata dari pada sebuah Jema’at Allah swt, selalu ditentang oleh pihak lawan. Raja-raja besar, para pemimpin bangsa dan golongan-golongan mereka semua berdiri melawan dan menentangnya. Akan tetapi sebuah Jema’at yang didirikan atas perintah Allah swt terus-menerus meraih kemenangan dan kemajuan, sekalipun terus-menerus ditentang dan dilawan. Akhirnya tibalah masanya apabila semua golongan penentang itu habis musnah, semua kekuatan mereka dengan sendirinya mati lumpuh. Akhirnya taqdir Allah swt muncul sebagai pemenang, bahwa kataballahu laaghlibanna anaa warusuli. Sudah menjadi keputusan Allah swt, bahwa Aku dan Rasul-Ku akan menang. Dan semua orang-orang takabbur yang berusaha mengepung dan memusuhi Rasul Allah swt menjadi mangsa kehancuran jaringan makarnya sendiri. Mereka itulah yang berkata : “ Rencana kami dan golongan-golongan serta tokoh-tokoh dunia yang melindungi kami akan berhasil menghancurkan Nabi beserta para pengikutnya.” Hal itu semata-mata omong kosong mereka. Kemenangan akhir pasti akan diraih oleh Jema’at Allah swt.

Berapapun hebatnya persekongkolan dan rencana makar yang dibuat oleh mereka, sama sekali tidak akan mampu melawan rencana-rencana Allah swt. Allah swt sungguh benar berfirman kepada orang-orang Mukmin dan merupakan keputusan hukum dan sunnah Allah swt bahwa : Wa laa yhiiqul makarus sayyiu illa biahlihi, artinya : tipu daya jahat itu tidak mengepung (mencelakakan) sesiapa melainkan terhadap sipembuat rencana itu sendiri. Sungguh, dibawah undang-undang Allah swt yang lain, zaman pengurbanan juga selalu berjalan terus. Akan tetapi kemenangan akhir selalu diraih oleh orang-orang yang berada di pihak Allah swt, yakni Nabi dan Jema’at beliau. Musuh-musuh beliau pasti menjadi mangsa hukuman dari Allah swt. Itulah sunnah Allah swt. Sunnah Allah swt tidak pernah berobah. Sunnah Allah swt begitu kuatnya sehingga musuh-musuh para Nabi dimasa lampau telah menemui akibat yang sangat buruk sekali. Pada masa sekarang juga musuh-musuh Jema’at Ahmadiyah sedang menyaksikan akibat-akibat yang sangat buruk dan akan menyaksikan terus seperti itu. Sebuah contoh paling besar akan tiba masanya apabila Allah swt akan memperlihatkannya kepada mereka, sebagaimana Allah swt telah menyebutkannya didalam ayat yang telah saya bacakan pada permulaan khutbah ini. Akan tetapi demi meningkatkan kekuatan iman orang-orang mukmin, dalam berbagai kesempatan Allah swt selalu memperlihatkan pemandangan-pemandangan tentang kegagalan usaha-usaha jahat orang-orang takabbur dan rencana-rencana busuk para penentang dan musuh-musuh melawan kebenaran Jema’at Allah swt ini.

Beberapa hari yang lalu perbuatan sangat zalim yang dilakukan musuh-musuh Jema’at Ahmadiyah di Indonesia yang menamakan diri para tokoh agama dan ulama, sesudah itu membangkitkan keberanian dikalangan para Mullah (yang menamakan diri ulama) dan para ulama lainnya juga berkata mengapa kita tertinggal dibelakang? Maka mereka mulai mengumumkan bahwa pada tanggal 1 Maret 2011 akan melancarkan demonstrasi besar-besaran di Jakarta dimana ribuan orang akan mengambil bagian dan mereka juga

sangat giat dan sibuk mempersiapkan untuk rencana itu. Tuntutan mereka tiada lain agar Ahmadiyah dibubarkan atau orang-orang Ahmadiyah dilarang menyebut diri orang Islam. Dan mereka akan terus melancarkan demonstrasi selama pemerintah didak mengabulkan tuntutan mereka itu. Atau kalau tidak kami akan menggulingkan pemerintah. Demikian besarnya persiapan-persiapan yang mereka lakukan membuat risau pikiran dan menimbulkan keprihatinan terhadap Jema’at Indonesia. Persiapan-persiapan demikian besarnya mereka lakukan sehingga diperkirakan akan banyak sekali yang ikut didalam demonstrasi itu. Akan tetapi Allah swt telah merubah keadaan sehingga jumlah peserta demonstrasi hanya sedikit saja jumlahnya dan tidak memakan waktu lama akhirnya mereka membubarkan diri. Dan bahkan sebelum sampai waktunya mereka telah membubarkan diri. Beberapa hari sebelum mereka membuat program untuk demonstrasi itu Allah swt telah menanamkan didalam hati para Mullah yang didukung pemerintah untuk mengadakan sebuah Jalsah. Maka terselenggaralah Jalsah yang cukup besar dimana Kepala Negara juga hadir didalamnya. Dengan demikian semua rencana lain yang telah mereka susun Allah swt telah membatalkannya. Seringkali Allah swt telah mengatur cara-Nya sedemikian rupa bahwa demonstrasi yang telah dilancarkan sebelumnya itu telah Dia gagalkan disebabkan telah diadakannya Jalsah tersebut. Bagaimanapun kita berterima kasih kepada pemerintah disana bahwa setelah kejadian itu perlakuan pemerintah, kecuali beberapa orang menteri, telah mulai baik terhadap Jema’at kita.

Selanjutnya disini saya ingin memberitahukan bahwa sebagaimana setelah terjadi peristiwa tragic di Lahore-Pakistan Allah swt telah memperlihatkan peningkatan kesetiaan dan keikhlasan para anggauta Jema’at dibeberapa Negara di Africa dan disana telah banyak yang bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Demikian juga peristiwa disebuah kampung “Cikeusik” baru-baru ini di Indonesia telah membuka jalan kemajuan bagi Jema’at Ahmadiyah. Dan menjadi sebab mendapat taufiq bagi orang-orang yang berfitrat baik dan bersih untuk mengenal kebenaran. Seorang Muballigh dari sebuah daerah di Africa telah menulis kepada saya dan mengatakan : “Setelah menyaksikan peristiwa tragic di Indonesia didalam Internet saya merasa sangat gelisah sekali. Keadaan sangat menggoncang perasaan dan sentiment saya. Saya menyaksikannya sambil menangis. Kebetulan diwaktu petang hari mau diadakan tabligh kepada beberapa orang pembesar terhormat Ghair Ahmadi dan beberapa orang ulama dari suatu daerah dan mereka telah siap untuk mengadakan diskusi tabligh dengan kami. Rekaman peristiwa zalim di Indonesia itu telah saya persiapkan dan diletakkan dihadapan mereka. Lalu saya berkata kepada mereka : Pertama, saksikanlah dahulu video clip ini setelah itu kita akan memulai diskusi. Sambil menyaksikan video clip itu saya-pun memberi penjelasan kepada mereka bahwa sedang terjadi perlakuan sadis dan zalim terhadap orang-orang Ahmady di Indonesia. Katanya, ketika video itu berjalan belum sampai satu menit, maka seorang Imam besar dari antara mereka tiba-tiba berdiri dan mulai menangis terisak-isak sambil memukul-mukul kepala sesuai adat Africa dan berkata : “ Inikah orang Muslim yang sedang menunjukkan perbuatan sadis dan brutal? Inikah orang-orang yang sedang melakukan kejahatan atas nama Rasulullah saw ?” Ia berkata lagi : “ Saya bertobah dari perbuatan sadis dan kejam orang Muslim ini. Dan saya mengumumkan sekarang juga saya menjadi Ahmady. Ambillah segera bai’at saya!” Sebelum acara diskusi itu dimulai-pun Allah swt telah memberi taufiq kepada Imam besar itu untuk bai’at masuk Ahmadiyah. Setelah itu Imam besar itu berkata : “ Sebagai ganti untuk tiga orang syuhada Indonesia itu, insya Allah, saya akan membawa tiga kampung masuk kedalam Ahmadiyah Islam Sejati”

Demikianlah bunyi surat dari seorang Muballigh Ahmadiyah disatu daerah disebuah Negara Africa. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada beliau. Amin !!

Musuh-musuh Jema’at Ahmadiyah berapapun besarnya menyusun tadbir atau rencana-rencana atau secara terbuka melawan Jema’at Ahmadiyah, supaya orang-orang yang telah beriman kepada Nabi akhir zaman ini meninggalkan Ahmadiyah, akan tetapi sedikitpun tidak akan menimbulkan kesan rasa takut terhadap para Ahmady yang memiliki iman kuat, bahkan sebaliknya semua tadbir atau rencana jahat mereka itu akan menjadi sarana ampuh untuk segera membuka hati orang-orang ramai yang berfitrat baik dan suci siap menggabungkan diri dengan Jema’at Ahmadiyah. Sehingga tugas satu tahun yang tidak dapat dikerjakan oleh para Muballighin kita, namun dalam waktu sekejap saja semua itu dapat disempurnakan disebabkan perbuatan makar para musuh Jema’at Ahmadiyah. Maka siapakah yang dapat merintangi pekerjaan Tuhan ? Akan tetapi orang-orang takabbur ini tidak mau mengerti tentang firman Allah swt bahwa Dia tidak pernah merobah Sunnah-sunnah-Nya. Pertama, Sunnah Allah swt sesuai taqdir-Nya selalu memberi kemenangan kepada Jema’at-Nya dan sunnah-Nya yang kedua adalah menghancurkan orang-orang zalim musuh-musuh Jema’at-Nya.  Jadi, ini sebuah ancaman dari Allah swt bahwa jika orang-orang terdahulu telah menerima kesudahan yang sangat buruk akibat perlawanan mereka dan Tuhan sekarang juga Tuhan yang sama yaitu Tuhan Yang Mahagagah Perkasa telah berjanji dengan firman-Nya : “ awalam yasiiru fil ardhi fayanzuru kaifa kaana ‘akibatul ladziina min qablihim wa kaanuu asyaddu minhum quwwah” Artinya : Tidakkah mereka itu pernah bepergian dimuka bumi dan melihat alangkah buruknya akhir kesudahan orang-orang sebelum mereka. Padahal orang-orang terdahulu itu lebih hebat daripada mereka dalam kekuatan. .Apa yang telah diceritakan oleh tarikh kepada kalian? Sekarang dalam program-program TV atau didalam majallah-majallah sambil duduk-duduk dirumah kita dapat menyaksikan kisah-kisah zaman dahulu. Berapa banyak bangsa-bangsa dimasa lampau telah terkubur didalam tanah disebabkan telah terjadi berbagai macam musibah, banyak sekali kampung-kampung yang telah terkubur seluruhnya didalam bumi. Bahkan pada zaman sekarang juga kita menyaksikan apabila terjadi goncangan gempa bumi banyak sekali desa-desa, bangunan-bangunan yang terkubur didalam tanah. Hal itu semua harus menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Didalam Alqur’an Allah swt sejak dulu telah memberi perintah kepada orang-orang Muslim agar mereka menggunakan akal. Dan Allah swt memerintahkan orang-orang Muslim untuk menggunakan akal dalam setiap pekerjaan jangan sampai  mengulangi perbuatan orang-orang dimasa lampau. Akan tetapi sikap mereka sangat disesalkan, sekalipun orang-orang Muslim telah diperingatkan dengan peringatan yang sangat keras namun mereka telah melupakannya. Allah swt berfirman kepada orang-orang takabbur: “Setiap orang takabbur dan sombong yang congkak dalam kekuatan tadbir dan rencana-rancana busuk-nya, semua akan menjadi sia-sia dan akan musnah. Firman-Nya : wa kaanuu asyaddu minhum quwwah Artinya: Mereka yakni orang-orang terdahulu sebelum mereka lebih  gagah dan lebih kuwat dari mereka. Yakni, musuh-musuh mereka jauh lebih kuat dari Nabi-nabi, akan tetapi apabila sudah tiba masa turunnya hukuman Tuhan mereka semuanya tidak berdaya kemudian dihancurkan oleh Allah swt. Allah swt telah mengingatkan sunnah-Nya itu dan dilestarikan didalam Alqur’an bahwa, orang-orang kuat dan orang-orang kejam seperti Fira’un yang muncul disetiap zaman tidak mempunyai nilai apa-apa dibanding dengan kekuatan Allah swt. Kekuatan mereka sedikitpun tidak mempunyai nilai apa-apa. Keduanya, bagi manusia-manusia Ilahi telah diumumkan adanya dukungan Allah swt, sekalipun pada zahirnya keadaan mereka ini nampak sangat lemah akan tetapi Allah swt menjadikan mereka sangat kuat. Sebab Allah swt memberi kekuatan kepada mereka. Dan orang-orang yang menganggap diri mereka kuat akan tiba waktunya mereka akan di lenyapkan dan dimusnahkan oleh Allah swt, sehingga tidak ada orang yang mengetahui dimana mereka pernah berada dan kemana mereka telah pergi. Jadi, musuh-musuh yang menentang manusia Ilahi harus sadar dan harus faham bahwa, melawan orang yang diutus Allah swt berarti mereka melawan Allah swt. Dan Allah swt adalah seperti yang tersebut dalam firman-Nya ini : Wama kaana liyu’jizahu min syaiin fis samwaati wal ardhi,  artinya : Tidak ada sesuatu yang dapat mengalahkan Allah swt baik dilangit maupun di bumi.

Jadi, sebuah kaum yang bodoh atau banyak orang-orang dari beberapa Negara yang menganggap diri mereka kuat dan gagah, berkata; “Kami akan menghancurkan orang-orang yang jumlahnya sedikit dan tidak ada artinya ini.”  Jika dipandang secara duniawi memang bukan kebodohan, sungguh pemikiran yang sangat benar sebab orang kuat dan orang yang cerdik biasa meraih kemenangan dan apabila kita melihat keadaan dunia sekarang juga orang yang kuat dan cerdik itu memegang tampuk pemerintahan dan sedang memerintah dan pada zahirnya orang-orang yang disebut Muslim berada dibawah kekuasan mereka. Akan tetapi disini yang kita bicarakan bukan perlawanan orang-orang duniawi terhadap orang-orang duniawi lagi, apabila masalah Jema’at Ahmadiyah dikemukakan, apabila masalah orang-orang yang menjadi murid Masih Mau’ud dikemukakan, maka perlawanan itu sedang dilakukan antara orang-orang duniawi terhadap orang-orang Utusan Ilahi, atau terhadap Jema’at Ilahi. Maka, disini peraturan duniawi tidak akan berlaku. Melainkan disini yang akan menang adalah golongan yang diumumkan oleh Allah swt yaitu : Wama kaana liyu’jizahu min syaiin fis samawaati wal ardhi,  artinya : Tidak ada sesuatu kekuatan baik dilangit maupun di bumi yang dapat mengalahkan Allah swt.

       Jadi, pada zaman sekarang ini hal itu merupakan

khabar suka bagi kita sekalian akan tetapi bersamaan dengan itu pula terletak tanggung jawab kita yang harus diperhatikan yakni mengikatkan diri se-erat-eratnya kepada Utusan Tuhan ini dan menjalin hubungan yang khas dengan Allah swt. Berusahalah menggabungkan diri dengan orang-orang yang Allah swt telah menunjukkan Sunnah-sunnah-Nya yang khas kepada mereka. Berusahalah untuk melaksanakan ibadah, memanjatkan du’a-du’a dan melakukan amal-amal perbuatan kita sesuai dengan yang diajarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya saw yang kemudian secara terbuka dijelaskan lagi kepada kita oleh Imam Zaman, Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. Jika petunjuk-petunjuk itu kita pegang dengan teguh dan diamalkan dengan sesungguhnya, maka semua kekuatan baik yang dimiliki oleh Pakistan, Indonesia, Bangladesy dan negara-negara Arab, tidak mempunyai  arti apa-apa melawan kekuatan Allah swt. Siapa yang ditolong Tuhan dialah yang akan memperoleh kemenangan. Jadi, lawan-lawan atau para penentang Ahmadiyah harus faham kepada isyarah-syarah taqdir Allah swt dan mereka harus berusaha merobah sikap dan memperbaki diri sebab taqdir Allah swt pasti akan menang. Dan apabila taqdir pamungkas Allah swt mulai berlaku segala sesuatu yang mereka kuasai akan dihancurkan.

         Berikut ini saya ingin mengemukakan beberapa

kutipan dari sabda-sabda Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. sebagai berikut : “Allah swt akan menghancurkan kesombongn para Maulvy (ulama-ulama) takabbur dan akan memperlihatkan bagaimana Dia menolong orang-orang lemah dan miskin dan menjerumuskan orang-orang nakal dan jahat kedalam api yang berkobar-kobar. Orang-orang nakal dan jahat berkata : “ Melalui makar dan siasat, kami akan memperoleh kemenangan, dan akan kami musnahkan orang-orang baik dan benar melalui rencana-rencana kami.” Sedangkan Allah swt Yang Mahagagah dan Mahperkasa berfirman: “ Hai orang-orang jahat! Siapa yang telah mengajar kalian membuat rencana untuk melawan-Ku? Bukankah dahulu kalian hanya berupa setetes air yang hina-dina didalam rahim ibumu? Apakah kalian mempunyai kekuatan untuk melawan keputusan-keputusan-Ku?” Selanjutnya bersabda : “ Selalu terbukti bahwa hamba-hamba Tuhan yang sungguh-sungguh benar dan sangat setia, kedudukan mereka sampai kepada batas yang sangat tinggi disisi Tuhan sehingga tidak dapat dijangkau oleh pandangan mata dunia yang buta. Oleh sebab itu setiap orang yang dianggap terhormat dari para Maulvi (ulama) bangkit untuk melawannya. Dan sesungguhnya perlawanan itu bukan mereka lakukan terhadapnya melainkan terhadap Allah swt. Ingatlah bagaimana mungkin terjadi, seorang yang telah dibangkitkan untuk tujuan yang sangat agung dan dengan perantaraannya Allah swt hendak membuat perobahan-perobahan diatas dunia, apakah demi orang-orang yang betul-betul jahil dan penakut, dan demi orang-orang yang lemah dan kurang akal ini Tuhan membinasakan orang yang suci dan saleh itu? Jika ada dua buah bahtera bertembung (bertabrakan), dua buah perahu bertembung (bertabrakan) diatas sebuah sungai, jika didalam salah satu diantara kedua perahu itu sedang duduk seorang Raja yang adil, berakhlaq mulia, dermawan dan berhati jujur, sedangkan didalam perahu yang lain duduk beberapa orang jahat, pembunuh dan orang-orang bertabi’at buruk. Jika timbul situasi keduanya menghadapi keadaan bahaya dan harus dilakukan penyelamatan terhadap mereka, maka katakanlah bagaimana usaha yang paling baik harus dilakukan, apakah perahu yang ditumpangi oleh Raja adil itu dibinasakan ataukah perahu yang ditumpangi orang-orang jahat atau penjudi itu di binasakan, lalu perahu yang ditumpangi Raja adil diselamatkan ? Aku berkata dengan sungguh-sungguh bahwa perahu yang ditumpangi Raja adil itulah yang akan diselamatkan dengan sekuat tenaga sedangkan perahu yang ditumpangi orang-orang jahat itu dibinasakan. Dan mereka akan dibiarkan hanyut sampai binasa. Dan kehancuran mereka itu akan membuat orang-orang bergembira. Sebab dunia sangat memerlukan Raja yang adil, jujur dan baik hati. Dan kematiannya merupakan kematian dunia. Jika beberapa orang jahat dan penjudi atau perampok itu mati, maka kematian mereka itu tidak dapat menimbulkan kerugian atau menimbulkan akibat buruk terhadap dunia. Maka, sesuai dengan sunnah Allah swt apabila terjadi permusuhan terhadap Rasul-rasul-Nya, ada sebuah golongan berdiri untuk melawannya, maka sekalipun mereka itu dengan kuat menyatakan diri sebagai orang-orang soleh namun Allah swt tetap menghancurkan mereka. Dan kehancuran mereka itulah yang waktunya pasti akan tiba. Sebab Tuhan tidak menghendaki membinasakan seorang Rasul yang diutus-Nya itu. Jika Tuhan membinasakan Utusan-nya itu maka Dia dengan sendirinya menjadi musuh maksudnya sendiri. Kalau begitu diatas bumi ini siapa yang akan menyembah Dia lagi. Manusia melihat besarnya jumlah anggauta suatu golongan. Dan mereka mengira golongan mereka sangat besar sekali, mereka berkata, baik sekali. Disebabkan banyaknya jumlah, mereka katakan, itu baik sekali. Dan orang-orang bodoh berkata bahwa beribu bahkan beratus ribu orang berkumpul didalam mesjid-mesjid, apakah keadaan itu dikatakan buruk? Padahal Allah swt tidak memandang kepada banyaknya jumlah orang, Dia memandang keadaan hati manusia.

Didalam hati hamba-hamba Tuhan yang khas tertanam kecintaan Ilahi yang sangat dalam, sidq (kebenaran yang sungguh) dan kesetiaan yang bergelora secara khas begitu hebat dan sangat unik sekali, jika saya mampu menjelaskannya tentu saya jelaskan, akan tetapi keadaan serupa itu tidak dapat diuraikan dengan kata-kata. Bagaimana harus saya uraikan, sejak Nabi-nabi datang kedunia tidak pernah ada yang dapat menguraikan secara lisan keadaan seperti itu. Hamba-hamba Tuhan yang setia menghadirkan ruh mereka dihadapan singgasana Ilahi demikian ajaibnya sehingga kami tidak mampu menguraikannya dengan kata-kata atau menzahirkannya kepada yang lain.”

Maka, beribu-ribu kali usaha makar yang dilakukan para penentang telah membuat kemajuan beliau a.s. semakin meningkat. Oleh sebab itu akibat buruk setiap perbuatan makar musuh-musuh itu dipukulkan kembali kepada mereka oleh Allah swt. Dan pemandangan seperti itu sampai sekarang kita dapat menyaksikannya. Dan selama iman kita tetap teguh kemajuan Jema’at akan selalu kita saksikan dihadapan kita. Untuk itu semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua. Amin!

Ditempat lain Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “Semata-mata kesalahan dan nasib malang orang-orang yang memusuhi-ku, yaitu betulkah mereka ingin membinasakan aku? Aku adalah sebatang pokok (pohon) yang ditanam oleh Malik Hakiki dengan tangan-Nya sendiri. Orang yang hendak memotong-ku, akibatnya tidak lain selain dia sendiri akan menerima nasib buruk sperti yang telah menimpa Karun, Yahuda Eskariot dan Abu Jahhal.”

Beliau bersabda : “ Wahai manusia ! Yakinlah kalian bahwa bersama-ku ada tangan yang sampai akhir waktu akan sangat setia kepada-ku. Jika laki-laki kamu, perempuan-perempuan kamu, para pemuda kamu dan orang-orang sudah tua kamu, orang-orang kecil dan orang-orang besar kamu semua bersatu padu dan bersujud memanjatkan do’a kepada Allah swt untuk kehancuran-ku, sehingga akibat sujud kamu yang lama hidung kalian menjadi pesek dan tangan kalian menjadi kebas, maka Tuhan sekali-kali tidak akan mengabulkan do’a kalian. Dan Tuhan tidak akan berhenti sebelum menyempurnakan pekerjaan-Nya. Dan jika tidak ada seorang-pun manusia yang menyertai-ku maka para Malaikat Tuhan akan menyertai-ku. Jika kalian menyembunyikan kesaksian kalian tentang kebenaran-ku, maka akan segera tiba waktunya batu-batu akan memberi kesaksian bagi kebenaran-ku. Maka, janganlah kalian berlaku khianat terhadap diri sendiri. Kalian dapat melihat perangai para pendusta jauh berbeda dengan perangai orang-orang yang benar. Allah swt tidak akan membiarkan suatu perkara tanpa suatu keputusan. Aku mengirimkan laknat terhadap kehidupan yang disertai dusta dan tipu muslihat. Dan aku mengirim laknat kepada orang yang takut kepada makhluk dan menjauhkan diri dari pada Tuhan. Hai manusia sekalian dengarlah ! Ini khagar ghaib dari Tuhan Yang telah menciptakan Langit dan Bumi yakni Dia akan menyebar luaskan Jema’at ini keseluruh negeri didunia. Dan Dia akan menganugerahkan kemenangan dengan mengemukakan dalil-dalil ampuh dan kot’i. Hari yang ditunggu akan tiba bahkan sudah mendekat bahwa diatas dunia hanya mazhab inilah yang akan diingat dengan penuh hormat, Allah swt akan melimpahkan barkat secara mu’jizat terhadap mazhab ini dan setiap orang yang berniat untuk menghapuskannya akan digagalkan oleh-Nya. Dan kemenangan ini akan tetap berdiri kekal sampai hari Kiamat. Jika sekarang musuh-musuh mencemoohkan pada-ku sedikitpun tidak akan merugikan pada-ku. Sebab tidak pernah datang seorang Nabi-pun yang tidak dicemoohkan. Maka sudah pasti Al Masih Al Mau’ud juga dicemoohkan. Sebagaimana Allah swt berfirman : ya hasrotan ‘alal ‘ibaad maa ya’tihim min rasuulin illaa kaanuu bihii yastahziuun. Ah, sayang sekali hamba-hamba-Ku ! Tidak pernah datang seorang Rasul-pun kepada mereka melainkan mereka selalu mencemoohkannya.”(Ya Sin:31) Jadi sudah menjadi tanda kebenaran dari Tuhan bahwa setiap Nabi pasti dicemoohkan. Akan tetapi orang yang datang dari langit dihadapan semua manusia dan Malaikat-malaikat juga bersamanya, siapa orang-orang yang akan mencemoohkannya itu.”

Beliau a.s bersabda: Dengan dalil ini juga orang berakal akan faham bahwa Al Masih Al Mau’ud akan turun dari langit semata-mata fikiran yang dusta. Ingatlah, tidak akan ada orang yang turun dari langit. Semua musuh kita yang sekarang hidup ditengah-tengah kita, sampai mati mereka tidak akan melihat Nabi Isa Ibnu Maryam turun dari langit. Dan anak-anak mereka juga sampai mati tidak akan melihat Nabi Isa a.s. turun dari langit. Setelah itu anak-anak dari anak-anak mereka itu juga tidak akan menyaksikan Nabi Isa Ibnu Maryam turun dari mlangit sampai mereka menjumpai maut. Setelah itu barulah Allah swt akan menanamkan rasa gelisah dan cemas didalam hati mereka bahwa masa kemenangan agama salib sudah berlalu dan sekarang dunia sudah berubah dalam suasana baru akan tetapi Isa Ibnu Maryam tidak juga nampak turun dari langit. Barulah orang-orang yang bijak akan mulai menyadari pendirian mereka yang keliru itu. Sekarang abad ke tiga (Jema’at Ahmadiyah) dari hari ini belum cukup waktunya, orang-orang yang menunggu Isa Ibnu Maryam turun dari langit baik dari ummat Islam maupun dari ummat Kristen semua putus harapan dan mulai gelisah kemudian mereka akan meninggalkan aqidah dusta itu. Dan diatas dunia akan ada hanya satu mazhab dengan hanya satu orang pemimpin. Aku datang kedunia untuk menanamkan benih, melalui tangan-ku benih itu disemai dan ia akan tumbuh menjadi besar dan akan berbunga dan tidak akan ada sipapun yang dapat menghalanginya.” Jadi, kita sedang menyaksikan sempurnanya kalam (perkataan) Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini. Kita sedang menyaksikan turunnya pertolongan Allah swt terhadap Jema’at beliau a.s. Sekarang sesuai dengan janji Allah swt kita sedang menyaksikan Ahmadiyah sudah berkembang di Negara-negara Asia, di Negara-negara Kepulauan, di Eropah, di America dan di beberapa Negara Africa yang subur menghijau dan didaerah penduduk padang-padang pasir yang gersang dan sangat jauh juga. Bukan hanya disampaikan dengan sangat hebat, bahkan sedang berkembang dengan sangat cemerlang dan sangat maju dengan pesat. Setiap jenis pengurbanan yang diberikan oleh setiap orang Ahmady menjadi sarana utama bagi mencapai kemajuan kita. Maka untuk menjadi orang yang dapat meraih karunia-karunia Allah swt itu dan untuk meningkatkan iman kita masing-masing lebih kuat dari sebelumnya kita harus banyak-banyak memanjatkan do’a kepada Allah swt. Keadaan dunia dengan cepatnya sudah banyak mengalami perobahan-perobahan dan semakin banyak timbul perkembangan-perkembangan baru,  semoga hal itu semua akan menciptakan pemandangan yang sangat istimewa bagi perkembangan Jema’at Ahmadiyah diseluruh dunia, insya Allah swt. Dan untuk itu diperlukan banyak sekali do’a. Diperlukan banyak-banyak memeriksa keadaan pribadi masing-masing. Maka pada hari-hari ini sangat diperlukan sekali do’a-do’a yang dipanjatkan secara khas kehadirat Allah swt. Semoga Allah swt menutupi segala kekurangan kita, jangan sampai ada amal perbuatan kita yang menjadi penghalang bagi kita untuk menyaksikan hari-hari kemajuan dan kemenangan Jema’at kita. Akhirnya saya ingin mengumumkan wafatnya seorang Imam dari Marrocco. Beliau seorang scholar (cendekiawan) bai’at pada tahun 2002. Beliau mengenal Jema’at melalui buku Hazrat Masih Mau’ud a.s. Ijazul Masih. Pertama kali beliau berjumpa dengan saya pada Jalsa Salana tahun 2003 di Prancis. Untuk kedua kalinya berjumpa dengan saya ketika mengunjungi Strasbourg pada tahun yang lalu. Beliau mempunyai hubungan sangat erat dengan Khilafat dan beliau sedang menulis Alqur’an dengan tangan sendiri. Beliau menyerahkan semua tabungannya untuk pembangunan Mesjid di Strasbourg. Semoga Allah swt menempatkan ruh beliau ditempat yang luhur didalam surga. Dan semoga Allah swt membuka hati semua anak keturunan beliau yang belum menggabungkan diri dengan Jema’at. Amin !