Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

21 September 2001 di Masjid Baitul Futuh, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

(Al-Maidah ayat 68) Yaa ayyuharrasul……………………..kaafiriyn-Hai rasul, sampaikanlah dengan baik apa yang diturunkan kepada engkau dari Tuhan engkau;dan jika engkau tidak melakukan seperti itu maka seolah-olah engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah akan melindungi engkau dari orang-orang.Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada kaum yang ingkar

Adapun janji perlindungan untuk Rasulullah saw.yang ada dalam ayat suci ini,ini janji zahir/jasmani juga dan juga janji secara ruhani Arti secara  zahir adalah melidungi jisim/fisik  dari segala bahaya dan melindungi  secara luar biasa dalam kondisi yang luar biasa.Dan arti kedua adalah perlindungan nyata/berarti/penting,yakni fitnah-fitnah yang sangat kotor yang dilontarkan oleh musuh-musuh kepada engkau Allah akan membuktikan engkau bebas dari itu.

            Zaman turunnya ayat layak mendapat perhatian.Dalam kitab Ibnu Jarir,Ibni Katsir Durrulmansur dan  dalam Bahrul Muhith tertulis bahwa ayat wallaahu ya’syimuka minannaas adalah turun dalam era awal Mekah.Dan berkenaan dengan ayat ini inipun para ahli tafsir lain yang  telah diterangkan  bahwa ini adalah turun di Madinah. Jadi dalam dua hal  itu bagaimana akan ada kesepakatan. Dalam corak ini yang diterangkan dalam Ruhulma’ani adalah bahwa ayat ini pertama turun di Mekah dan kemudian turun untuk kedua kali di Madinah.Maka turunnya pertama di Mekah penting, karena bahaya  lebih banyak yang dihadapi Rasulullah saw. adalah dalam erah Mekah.Jadi, jika di era Mekah tidak ada janji perlidungan maka bagaimana hati Rasulullah saw. bisa menjadi tenang.Jadi,penting sekali ayat ini telah turun di Mekah dan pendapat Ibni Katsir  sunguh benar dan lebih layak diterima,yakni telah turun di Mekah dan kemudian turun lagi di Madinah.Di Madinah, sesudah Perang Badar bahaya-bahaya yang terjadi, seperti Perang Uhud dll, itu semua menuntut supaya Rasulullah saw. dihibur dengan janji perlindungan untuk  yang ke dua kali.

            Dalam kaitan ini ada sebuah hadis Ibni Abbas bahwa Rasulullah saw. bersabda,”Ketika saya dibangkitkan atas landasan kenabian/sebagai rasul maka karenanya hati saya mulai cemas dan saya menganggap bahwa sebagian golongan orang-orang akan mendustakan saya.Atas hal itu ayat ini turun.Sesudah itu beliau berabda,”Abu Thalib setiap hari untuk menjaga  Rasulullah saw. mengirim beberapa orang dari Bani Hasyim.Beliau adalah dari suku Banu Hasyim.Oleh karena itu beliau lebih percaya kepada suku beliau dan berkenaan dengan suku penentang dikhawatirkan bahwa mereka bisa menyerang kapan saja. Akan tetapi ketika ayat wallahu ya’shimuka minannaas turun,maka Rasulullah saw. bersabda,”yaa ‘ammaahu innallaha qad ‘ashamani minal jinni wal insi falaa ahtaaju man yahrusuniy-Dari ini terbukti bahwa ayat ini turun di Mekah yang karenanya Rasulullah saw. bersabda,”Allah sendiri telah berjaji untuk melindungi saya.Jadi, kini janganlah mengirim penjaga/pengawal manapun untuk melidungi saya.

            Turunnya  yang ke dua adalah pada tahun ke 2 Hijrah.Ketika beliau telah nikah dengan Hadhrat Aisyah r.a..Hadhrat Aisyah r.a. berkata,”Rasulullah saw. tidak bisa  tidur,huzur bersabda,kiranya ada pemuda yang saleh malam ini untuk menjaga saya.”Hadhrat Aisyah r.a. bersabda,”Persis pada waktu itu kami mendengar suara gerincingnya senjata.Huzur bertanya,siapa ? “Saya”,jawab Hadhrat Saad bin Abi Waqas.   .Huzur saw. bertanya,”Kenapa kamu datang ? ”Huzur, di dalam hati saya timbul kekhawatiran di dalam hati saya tentang diri Huzur,oleh karena itu saya hadir untuk menjaga Huzur”jawabnya.Rasulullah saw. mendoakannya dan kemudian beliau saw. tidur.

            Ada satu riwayat lain yang kemudian ayat turun.Maka seolah-olah ini dua kali turun. Satu kali turun di Mekah  dan kemudian turun di Madinah.Beliau mengeluarkan kepala dari kemah dan bersabda,”Pergilah Tuan faqad ‘ashamaniyallahu-Allah telah mengambil alih tanggung jawab perlindungan diri saya.Dan jika  peristiwa turunnya kembali adalah tahun kedua Hijriah  maka sesudah itu semua peperangan, seberapapun menakutkan yang membawa kondisi yang sangat menakutkan,itu semua peristiwa-peristiwa itu terjadi  setelah  turunnya ini untuk  ke dua kali.Dan orang-orang yanng menyatakan ayat  Madinah, mereka juga hendaknya mengerti bahwa mekipun ini ayat turun di Madinah semua bahaya-bahaya itu terjadi setelah turunnya ayat ini.dan kepada Rasulullah saw. telah dijanjikan perlindungan secara fisik dan dari even-even penting/berarti.

            Kini sebuah hadis saya sajikan di hadapan kalian:Hadhrat Abu Qatadah r.a. menerangkan, bahwa  dalam satu perjalanan beliau bersama Rasulullah saw..Orang-orang karena sangat haus mendahului Rasulullah saw..-“Karena sangat haus” kenapa orang-orang mendahului Rasulullah saw..Masaalahnya adalah untuk Rasulullah saw. mereka berjalan duluan untuk mencari air.Kalau tidak ,tidak ada artinya bahwa  karena sangat haus mereka duluan dari Rasulullah saw. Pada waktu itu untuk tujuan menjaga Huzur saya pada malam itu tetap tinggal  bersama Huzur.Ada seorang yang mengatakan bahwa saya tetap tinggal bersama .Atas hal itu Huzur mendoakan saya:Semoga  Allah melidungi engkau sebagaimana engkau melindungi nabi-Nya.

            Ada satu peristiwa dari Hadhrat Aisyah Siddiqah r.a.bahwa Rasulullah saw. dijaga,namun ketika ayat wallau ya’shimuka minannaas maka Rasulullah saw. mengeluarkan kepala beliau dari kemah dan bersabda,”Hai orang-orang,pergilah karena Allah telah berjanji untuk menjaga saya”.

Dalam kaitan ini ada sebuah riwayat Hadhrat Anas r.a. bahwa ada 8o orang Mekah turun dari bukit Tanim dan mereka datang dengan tiba-tiba untuk menyerang Huzur dan para sahabah beliau,namun semuanya tertangkap dan Huzur saw memaafkan mereka semuanya. Nah, ini pun Rasulullah saw. merupakan  penjelmaan maaf.Mereka ini datang untuk niat  membunuh dan mereka menyerang dengan tiba-tiba dan meskipun demikian Rasulullah saw. memaafkan meeka .Dikatakan bahwa pada kesempatan itu turun ayat ini :Allah adalah Zat Yang menahan tangan musuh menyerang  kamu di lembah Mekah   dan menahan  tangan-tangan kamu menyerang mereka sesudah Allah memberikan kekuasaan /kesuksesann kepada engkau terhadap mereka”.

            Dalam sebuah riwayat mengenai keinginan Abu Jahal membunuh beliau saw.Abu Jahal berkata kepada Quraisy bahwa Muhammad saw. mencela agama kita dan mencaci maki berhala-berala dan nenek moyang kita dan saya berjanji kepada Tuhan bahwa saya pasti besok dengan sebuah batu yang bisa saya angkat akan memecahkan kepala Muhammad saw ketika dia sedang sujud. Jadi, besok kalian  jagalah saya.Sesudah itu Banu Abdu Manaf lakukanlah apa yang mereka ingin lakukan. Atas hal itu orang-orang Musyrik berkata,lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan  kami tidak akan menjaga kamu.Subuh berikutnya sebagaimana apa yang telah Abu Jahal katakan, seperti itu dia mengambil batu. Dan dia mulai menunggu Rasulullah saw. Tatkala Rasulullah saw.  datang untuk shalat,beliau berdiri untuk melakukan shalat.Orang-orang Quraisy dari jauh terus melihat dari jauh apa yang yang Abu Jahal lakukan.Ketika Rasulullah saw. telah bersujud,maka Abu Jahal mengangkat batu dan menuju kepada beliau. Sehingga ketika dia dekat dengan beliau,dia takut dan kembali dalam  kondisi  wajahnya dalam keadaan pucat pasi dan tangannya keram bersama  batu dan  kondisinya terus  seperti itu kalau  dia tidak melemparkan batu itu.Orang-orang Mekah datang dan berkata padanya ,”Hai Abulhakam-mereka selalu  mengatakan Abulhakam padanya- apa yang terjadi dengan kamu ?” Dia berkata,”Saya berdiri untuk mengerjakan pekerjaan yang telah saya sebutkan  dan ketika saya sampai di dekatnya, maka ada unta yang menghadang di jalan saya.Demi Tuhan, saya tidak pernah melihat kepala unta dan leher unta dan tidak pernah yang seperti itu.Karena itu saya takut,.jangan-jangan unta itu akan memakan saya:.

            Perjalanan hijrah Rasulullah saw. Hadhrat Ibni Abbas di bawah ayat wa idz yamkuru bikalladziyna kafaruw idz yukhrijuwka menerangkan.Pada suatu malam orang-orang Quraisy Mekah bermusyawarah diantara mereka untuk menangkap Rasulullah saw. di pagi buta. Sebagian memberi musyawarah  bunuhlah dan sebagian  berkata,keluarkanlah dari Mekah. Namun, Allah memberitahukan pada beliau tentang hal itu.Baru pada malam itu Hadhrat Ali tidur di tempat tidur beliau dan nabi Saw pergi dari sana menuju  sampai ke gua. Dan orang-orang Musyrik sepanjang malam terus mengawasi  Hadhrat Ali dengan anggapan beliau adalah Rasulullah saw.Dan bergitu waktu subuh tiba dan mereka siap untuk menyerang baru mereka mengetahui bahwa Allah telah menggagalkan upaya makar mereka setelah  mendapatkan Hadhrat Ali disana Dan mereka berkata ,”Dimana teman kamu? Hadhrat Ali menjawab,’ saya tidak mengetahui”. Maka mereka mulai menelusuri jejak Rasulullah saw. Ketika sampai di bukit maka mereka tidak menemukan lagi tanda-tanda bekas kaki’.- Maksud dari sampai ke gunung, karena  jejak kaki Rasulullah saw. tidak ada lagi lewat  dari gunung itu.dan disitulah mereka berhenti.’Oleh karena itu pelacak/penunjuk jalan berkata, bahwa pasti Rasulullah saw. berada di gunung/bukit  itu.Sesuai dengan itu ketika naik di gunung dan mereka lewat di dekat dengan gua maka mereka melihat sarang laba-laba di mulut gua lalu mereka berkata, bahwa jika beliau masuk disitu maka tidak mungkin ada sarang laba-laba.Dan suara ini Rasulullah saw. sendiri dengar.Sesuai dengan itu beliau selama tiga hari berada di gua,yakni musuh kembali dengan kegagalan dari situ.Kemudian Rasulullah saw. tetap menginap di gua itu dan sesudah tiga hari beliau berangkat dari sana.

            Dalam kaitan ini sebagian orang-orang yang menurut mereka  Rasulullah saw. sembunyi di gua  dan mau tak mau pasti akan keluar lalu akan pergi ke Madinah,secara peribadi ingin mengejar Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Abu Ishak bahwa dia mendengar Bara bin Azib bahwa Hadhrat Abu Bakar datang ke rumah bapak saya maka dia berkata kepada Hadhrat Abu Bakar bahwa beritahukanlah sedikit bagaimana peristiwanya pada malam Tuan melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw. Beliau bersabda,Ya,saya perdengarkan. Kami melakukan perjalanan dari malam sampai hari berikutnya.Kami mencari jalan yang sunyi/gersang, yang umumnya orang-orang tidak jalan disitu.Pada siang hari nampak pada kami sebuah batu panjang yang karena bayangannya menjulur  ke depan disana tidak ada panas.Kami disana berhenti dan setelah matahari condong kami berangkat.Tidak jauh kami pergi, Suraqah bin Malik mengejar kami.Saya berkata,”Ya Rasulullah saw.,kita telah terkejar.Huzur bersabda,”Janganlah takut”.-Ini adalah untuk ke dua kalinya Rasulullah saw. bersabda kepada Hadhrat Abu Bakar r.a. ,janganlah takut.Satu kali beliau ucapkan di gua la tahzan innallaha ma’anaa.[Janganlah takut sesungguhnya Allah beserta kita] Dan untuk ke dua kali kemudian beliau katakan.

Hadhrat Abu Bakar tidaklah takut untuk diri beliau, bahkan demi untuk Rasulullah saw. beliau takut.”Janganlah takut Tuhan beserta kita”.Dan meskipun demikian beliau bersabda,”Allah beserta kita,yakni Tuhan beserta kita berdua.Inilah dua hadis yang datang sama-sama .Yang merupakan bukti  mutlak bahwa semua tuduhan berkenaan dengan Hadhrat Abu Bakar adalah dusta dan sia-sia. Kalau tidak Rasulullah saw.pasti bersabda,”Allahu ma’iy.-Allah beserta saya,sebagaimana Hadhrat Musa berkata.innallah ma’iy-sesungguhnya Allah beserta saya.Bukannya mengatakan”innallah ma’anaa – Allah beserta kita berdua” atau Dia beserta kita semua.Huzur berdoa buruk untuk Suraqa yang karenanya perut kudanya terperosok masuk ke tanah.

Kini mengenai “terperosok masuknya perut sampai di tanah”,inipun merupakan perkara yang perlu direnungkan. Di sana,kan tanah rawa-rawa  yang karenanya pada waktu perut kuda terperosok masuk sampai ke tanah. Namun, kuda jatuh dan terlentang dan ketika Hadhrat Abu Bakar melihat kebelakang,  maka mungkin inilah yang terasakan bahwa kuda itu  telah terperosok masuk ke bumi/tanah.Ringkasnya Huzur berdoa buruk untuk Suraqa yang karenanya kudanya nampak seolah-olah  terperosok masuk di tanah.Atas hal  itu Suraqa berkata,saya yakin bahwa kalian telah berdoa buruk untuk saya.Kini doakanlah untuk saya.Saya berkata kepada kalian berdua atas nama  Tuhan supaya  kalian tidak menolak permohonan saya.Nah, kini disini kepada keduanya dia berkata.Dia tidak hanya percaya kepada doa Rasulullah saw. .Berkenaan dengan  Hadhrat Abu Bakar juga dia berkata,dia pun doakanlah untuk saya.Baru bukan Hadhrat Bakar yang berdoa, bahkan Hadhrat Rasulullah saw. yang berdoa.Hadhrat Abu Bakar mengetahui kedudukannya ,oleh karena itu dalam menjawabnya dia sendiri diam dan memberikan kesempatan kepada Rasulullah saw. untuk mendoakan untuknya.Musibah Suraqa terlepas/terhindar.Sesudah itu dengan siapa saja  bertemu dia berkata tidak ada apa-apa.Siapapun yang bertemu dengannya dia mengembalikannya.Hadhrat Abu Bakar seperti itulah dia menyertai/menolong kami dan dia menyempurnakan janjinya.

            Kini berkenaan dengan Suraqa hendaknya diingat bahwa dia yang telah berdusta-nauzubillahi min dzaalik-Hadhrat Abu Bakar atau Hadhrat Rasulullah saw. tidak ada mengatakan hal yang salah. Suraqa, jelasnya  bukan Muslim, dia yang telah berdusta..Di satu riwayat di dapatkan bahwa  Rasulullah saw. kepada Suraqa  bersabda,”Bagaimana  kamu kelak, ketika gelang emas Kisra berada di tanganmu. Dan pada waktu itu sama sekali tidak  terbayangkan dalam kondisi terpaksa seperti itu. Rasulullah saw. pergi dari sana sendirian dalam kondisi yang penuh  bahaya dan akan datang suaatu waktu tatkala gelang Kisra akan berada di tangan Suraqa.Dan seperti inilah peristiwa yang telah terjadi.Dan Suraqa sampai pada waktu itu tetap hidup selama hadis ini belum sempurna.

            Di dalam sebuah riwayat di dapatkan riwayat daging beracun seorang perempuan Yahudi.Dan ingatlah bahwa semua riwayat seberapa pun banyaknya ini diterangkan di bawah ayat ya’shimuka minannaas.Di dalam ayat ini terdapat janji penjagaan terhadap beliau Dan di dalam waktu yang berbeda dan di dalam kesempatan yang berbahaya janji ini sempurna dengan sangat agungnya.Hadhrat Rasulullah saw. tidak memakan sedekah, namun beliau biasa menerima hadiah.Pada kesempatan Perang Haibar seorang perempuan Yahudi mengirim hadiah daging  kambing bakar yang dicampuri racun.Rasulullah saw. memakan sedikit dari itu dan sahabah yang lainpun makan dari itu.Hadhrat Rasulullah saw. bersabda,” Berhentilah memakan itu. Karena saya mengetahui bahwa ini dicampuri  racun.Sesuai dengan itu Hadhrat Bisyir bin Al-Barra bin Ma’rus Ansori wafat karena  memakan itu.Atas hal itu Rasulullah saw. menyuruh tanyakan kepada perempuan Yahudi itu.Kenapa  kamu melakukan ini ? Dia menjawab,”Jika Tuan  nabi yang benar,maka perbuatan saya ini tidak  bisa memberikan kerugian kepada Tuan.dan jika Tuan  raja dunia,maka saya melakukan ini untuk  membebaskan orang-orang dari Tuan.”

            Coba bayangkan, bagaimana sifat pemaaf Rasulullah saw. .Beliau telah mendapat kemenangan di Madinah,namun perempuan Yahudi  yang berusaha membunuh  dengan meracuni beliau, tidak beliau suruh suruh untuk dihukum.

            Dalam Musnad Ahmad bin Hambal tertulis sebuah riwayat bahwa ketika ditanyakan sebab perbuatan  itu kepada perempuan Yahudi itu maka dia menjawab:Saya melakukan ini karena jika  Tuan nabi Allah,maka pasti Allah akan memberitahukan kepada Tuan dan jika Tuan bukan nabi,maka orang-orang akan memperoleh keselamatan dari Tuan”.

            Kini Perang Hunain yang merupakan perang mengerikan   yang dihadapi, dimana luar biasa bahaya –bahaya yang menimpa  Rasulullah saw. itupun adalah merupakan peristiwa yang setelah turunnya ayat ya’shimuka minannas.Atau kalian anggap itu turun di Mekah atau di Madinah,namun di dalam itu  tidak ada keraguan bahwa  Perang Hunain seperti halnya Perang Uhud adalah terjadi setelah turunnya ayat ini.

Abu Ishaq menerangkan bahwa seorang datang kepada Hadhrat Bira.Hai abu Umarah, apakah Tuan lari pada peristiwa Perang Hunain  ? Hadhrat Bira berkata,”Berkenaan dengan nabi yang mulia saw bersaksi bahwa beliau sama sekali tidak lari’.Dia bertanya kepada Abu Umarah,apakah Tuan lari ? Dia selanjutnya menjawab:Saya berkenaan dengan nabi mulia saw. memberikan kesaksian bahwa beliau sama sekali tidak lari.Hal yang sebenarnya adalah beberapa pemuda yang penuh semangat tampa  senjata berjalan ke arah suku Hawazan.Disini riwayat itu berbeda-beda dan meragukan.Ini tentu tidak mungkin mereka berjalan menuju ke kabilah/suku.Pada dasarnya adalah terjadi keributan yang luar biasa karena musuh-musuh terdiri dari  pemanah-pemanah yang luar biasa.Dan karena takut pada panah-panah mereka tunggangan mereka berbalik .Sehingga ada dalam riwayat bahwa kadang-kadang karena kembalinya kendaran dengan tiba-tiba ada sebagian orang terinjak-injak jug di bawah.dan tunggangan-tungangan  tidak bisa dikontrol.Pada kondisi itu hadis ini bahwa Rasulullah saw. berdiri disana dan dengan penuh semangat beliau membaca syair:anannabiyyu la kadzib anabnu abdulmuttalib-Bahwa saya adalah nabi dan  sebagai seorang nabi saya tidak  berbohong.dan pada waktu itu kerasnya perkataan beliau  anannabiyyu la kadzib-Hal inipun menzahirkan bahwa sebagai ganti para sahabah. beliau mengalihkan perhatian musuh terhadap beliau.Karena, musuh jelasnya bermusuhan dengan Rasulullah saw.,bukannya dengan sahabah-sahabah lainnya.dan jika  ada permusuhan, maka itu dengan perantaraan beliau.Jadi, semua perhatian beliau alihkan dari mereka kepada beliau.Siapa yang ingin memukul atau  berusaha membunuh, datanglah ke arah saya.Pada waktu Abu Sufyan memegang pelana bagal beliau  berjalan di depan beliau.Beliau turun dari keledai dan berdoa dan memanggil orang-orang untuk pertolongan dan besama itu pula beliau terus berkata anannabiyyu lakdzib anabnu abdilmuttalib-Saya adalah nabi dan di dalam diri saya  tidak kedustaan dan saya adalah anak Abdulmuttalib.Dan beliau berdoa allahumma nazzil nashraka-Hai Allah turunkanlah pertolongan-Mu,.hai Allah turunkanlah pertolongan-Mu.

Hadhrat Barra’ berkata bahwa apabila peperangan  bertambah dahsyat, maka kami mengambil perlindungan di belakang beliau.Coba perhatikan, Rasulullah saw. memberi perlindungan pada orang  lain. Pada waktu di berad di belakang beliau suatu  pertanda keselamatan .Serangan terhadap Rasulullah saw. berkenaan dengan itu Allah telah berjanji  untuk menjaganya  dan para sahabah yang di belakang beliau itu semua selalu terjaga.Dan mereka berkata bahwa diantara kami orang yang dianggap berani adalah yang ketika perang berada  paling dekat dengan Rasulullah saw. Karena disitulah perang yang paling dahsyat dimana berada wujud Rasulullah saw.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Dalam kaitan janji perlindungan beliau menerangkan satu peristiwa yang beliau alami  sendiri.Satu kali pernah terjadi ketika saya di Sialkot.Satu hari turun hujan dan saya duduk di dalam kamar. Pada waktu itu datang petir/kilat.menyambar semua kamar penuh  asap dan tercium  bau busuk. Akan tetapi kami tidak terkena kesusahan apa-apa. Jadi petir menyambar, namun kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. dan para sahabah  beliau tidak bisa dikenai musibah.Persis pada waktu itu kilat/petir itu menyambar sebuah tempel,yaitu tempelnya Thera Sing. Di dalam itu sesuai tradisi orang-orang Hindu, untuk tradisi tawaf ada tembok yang berlapis lapis.dan dia duduk di dalam.Petir setelah masuk melalui semua putaran itu  menyambar itu dan itu hangus seperti arang.Coba lihatlah, inilah api petir/halilintar yang telah membakarnya hangus,namun kami sedikitpun tidak bisa dirugikan.Karena Allah juga telah menjanjikan perlindungan-Nya kepada  kami

            Dalam kaitan perlindungan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. pun menerangkan peristiwa lain.Satu kali di dalam selimut saya tertangkap kalajengking yang tengah merangkak di selimut saya dan di sisi lain ada kedapatan yang telah mati.Dan Allah telah melindungi saya dari bahayanya.Dalam kaitan ini sebelumnya pun  saya telah katakan bahwa merupakan sunnah Rasulullah saw. bahwa selimut  setelah beliau buka selalu beliau lihat dengan baik-baik.dan sebagai hasil dari melihat itu kini pun masusia banyak terhindar dari banyak bahaya.Sesuai dengan itu saya pun telah mengambil faedah dari itu.dan dalam berbagai kesempatan ketika  selimut dilihat maka ada sesuatu yang berbahaya, laba-laba  berbahaya semut –semut yang jika berkeliaran,maka Tuhan menjaga saya dari azabnya.Namun dalam urusan Hadhrat Masih Mauud a.s. merupakan karunia Tuhan yang khas,yaitu kalajengking itu di dapatkan telah mati dan Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak bisa dikenai kerugian.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. merupakan sosok wujud yang tidak peduli (akan kwselamatan pribadi) dan  di pandangan beliau pun terdapat semacam kelalian dan ketidak sadaran akan bahaya terhadap diri sendiri. Dan sedemikian rupa sederhananya sehingga tidak bisa mengetahui berkenaan dengan diri beliau  apa bahaya yang akan menimpa saya.Ada seorang yang melihat dan memberitahukan  bahwa ujung selimut/ sorban belau terbakar.Coba perhatikan,jika ujung selimut /sorban yang ternbakar hendaknya yang paling pertama tahu adalah Hadhrat Masih Mauud a.s. Namun orang yang melihat  bahwa ujung selimut/sorban beliau terbakar.Untuk panas dan hangatnya apipun ada beberapa sarana dan sebagian sarana-sarana itu ada yang terselubung di dalam yang terselubung yangmana  orang-orang tidak mengetahui.Dan sarana-sarana itu sampai kini Tuhan belum zahirkan di dunia  yang karenanya  pengaruh panas menjadi lenyap.Jadi, di dalam ini apa hal yang di herankan bahwa pada Hadhrat pada Ibrahim api telah menjadi dingin.

Dalam kaitan ini saya telah menerangkan peristiwa perjalanan saya ke Indonesia bagaimana Hadhrat Maulvi Rahmat Ali telah  dianugerahi kemenangan terhadap api.Karena ada ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. :’Api adalah sahaya kami, bahkan hamba  dari sahaya kami”. Satu kali bangunan itu saya sendiri yang telah pergi lihat. Api dengan sedemikian cepat membakar rumah-rumah yang terdiri daru rumah-rumah  kayu.Maka tatkala sampai sampai di rumah Maulvi Rahmat Ali yang mana persis telah sampai dipinggir yang satu pihak tembok/pagarpun telah terbakar.dan dari bawah orang-orang di bawah berteriak.Maulvi Sahib, sudahlah,turunlah ke bawah.Maulvi Sahib berkata,”Sama sekali tidak.Api adalah sahaya kami, bahkan  hamba-hamba  dari sahaya kami” .Sesuai dengan itu dengan tiba-tiba datang halilintar yang menggelegar dan dengan sedemikian rupa  hujan deras turun  menimpa semuanya yang menjadikan itu menjadi abu dingin.Dan rambut Hadhrat Maulvi Sahib pun tidak terbakar..Jadi ilham Hadhrat Masih Mauud a.s.sempurna dengan agungnya dan berkali-kali itu sempurna bahwa api adalah sahaya kami bahkan hamba-hamba dari sahaya kami.

Kini bagaimana Allah menjadikan  naungan awan jalan bersama-sama. Mengenai zaman Hadhrat Musa a.s. adalah merupakan zaman yang sudah kuno/tua.Namun pada zaman Hadhrat Masih Mauud a.s. ada satu peristiwa yang dari itu dapat diketahui bahwa awan-awan pun untuk ketenteraman beliau  berjalan bersama sama beliau. Hadhrat ummul mu’minin r.a. menerangkan bahwa satu kali Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda,”Ketika saya kembali ke Qadian dari satu perjalanan maka dari Batala saya menyewa dokar. Di sana ada juga seorang perempuan Hindu yang akan duduk.Ketika kami mulai untuk naik kendaraan maka dengan cepat sekali dia duduk di arah yang tidak kena pasas  matahari dan saya terpaksa duduk di tempat yang terkena panas  matahari.Dan ketika kami keluar dari kota maka muncul satu potongan awan dan datang diantara saya dan matahari dan terus menerus berjalan bersama-sama dan potongan awan yang terus menerus berjalan bersama-sama melindungi Hadhrat Masih Mauud a.s. dari teriknya  sinar matahari.

Kini adalah sebagian ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. tahun 1893:sayarhamuka rabbuka wa ya’shimuka min ‘indihi wainlam ya’shimukannaas ya’shimukallahu min ‘indihi wainlam ya’shimuka ahadun min ahlil ardhi –Tuhan engkau akan menurunkan rahmat-Nya pada engkau.Dia akan menyiapkan sarana perlindungan dari sisi-Nya meskipun orang-orang tidak menjaga engkau.Allah akan menjaga engkau dari sisi-Nya meskipun orang-orang di bumi satu pun tidak ada yang melindungi engkau”

Ilham tahun 1900:yuriyduwna anyaqtluwka ya’shimukallaahu yaklaukallahu inni haafizhuka ‘inaayatullahi haafizhuka –Mereka ingin  membunuh engkau, Allah akan menjaga engkau dan Dia sendiri yang akan menjaga/mengawasi  engkau.Kemudian Allah berfirman:Saya-lah sebagai pelindungmu.Anugerah Allah sebagai pelindungmu.ya’shimukallaahu minal ’idaa wayasthu bikulli man saathaa halla gadhabuhu ‘alal ardh-Tuhan akan menyelamatkan engkau dari musuh Dia akan menyerang orang yang menyerang engkau dengan cara yang aniaya.Kemarahan-Nya telah turun di bumi.

Dan Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam tafsir ayat ya’shimuka minannaas terjemahnya beliau terangkan.”Tuhan akan menyelamatkan engkau dari keburukan orang-orang yang bertekad bulat untuk membunuh engkau.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s.selanjutnya menulis:Tidak terbunuhnya Rasulullah saw. di tangan seseorang adalah merupakan mukjizah yang sangat besar dan merupakan bukti kebenaran Al-Quran Karena Al-quran selama Rasulullah saw. belum memperoleh kesempatan untuk lewat dari semua bahaya-bahaya yang mana beliau belum bisa mengumumkan alyauma akmaltu lakum diynakum sampai pada waktu itu Al-Quran terus turun dan itu menjadi sempurna, maka baru dari Allah kepada Rasulullah saw. datang panggilan .Dan pada waktu itu juga Rasulullah saw. terus mengatakan kalimah ini firrafiyqil ‘alaa, firrafiyqil a’laa-Saya ingin pergi kepada  sahabat saya yang paling tinggi.Yang dari itu dapat diketahui bahwa Allah  secara ilham berfirman kepada beliau:”Jika ingin kehidupan yang lebih panjang lagi  atau sudah”.Jadi Rasulullah saw. dalam jawaban bersabda bahwa saya disini tidak memerlukan  kehidupan selebihnya .Pekerjan yang ada itu dengan karunia Allah telah sempurna.Al-Quran telah turun dan janji perlindungan terhadap beliau telah sempurna dan Rasulullah saw. sendiri yang menghendaki  kembali.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam kaitan ini juga befirman:” Bahwa di dalam kitab-kitab terdahulu tertulis bahwa nabi akhiruzzaman tidak akan terbunuh di tangan siapapun”.Saya secara spintas kini tidak ingat, kalau tidak saya sebelumnya akan mengeluarkan refrensinya .Pasti ada nubuatan nabi-nabi sebelumnya yang dimana tertulis ini.Pada khutbah yang  akan datang jika ada imformasi dari Rabwah bahwa nabi-nabi  mana yang mempunyai nubuatan, maka –insyaallah- saya akan kemukakan di hadapan kalian.

Janji perlindungan dengan  Hadhrat Rasulullah saw. yang telah sempurna telah dibahas, kinipun  ada lima janji perlidungan Tuhan terhadap Hadhrat Masih Mauud a.s. yang sempurna  dengan agungnya.Peluang-peluang itu memang tidak terhitung, namun ada lima tempat-tempat istimewa  yang Hadhrat Masih Mauud a.s. telah pilih dan begitu juga ada lima peritiwa juga berkenaan dengan diri beliau juga yang beliau terangkan bahwa sebagaimana perlindungan terhadap Rasulullah saw. Allah telah mengaturnya secara khas, begitu juga hamba yang lemah ini dengan berkah Rasulullah saw. telah dilindungi-Nya dari  bahaya-bahaya yang luar biasa.

Kata-kata beliau adalah:”Ingatlah, ada lima kondisi yang sangat kritis yang dihadapi oleh Rasulullah saw yang mana untuk bisa selamat  nampak merupakan sesuatu yang tidak mungkin.Jika beliau yang mulia bukan nabi Allah yang benar maka pasti akan terbunuh. Satu, adalah ketika orang-orang Quraisy mengepung rumah Rasulullah saw. dan mereka bersumpah bahwa hari ini kami pasti akan membunuh.Ini adalah peristiwa dimana Rasulullah saw. meningggalkan Hadhrat Ali di belakang . Kedua adalah ketika orang-orang kafir  datang ke gua dalam jumlah  banyak di mana Hadhrat Rasulullah saw. beserta Abu Bakar r.a.bersembunyi.Ketiga, kondisi kritis tatkala di peperangan Uhud Rasulullah saw. tinggal sendirian dan terkepung di antara  orang-orang kafir   dan pedang-pedang berkelebat bertubi tubi ke arah beliau, namun tidak ada yang berhasil.Ini merupakan  sebuah mukjizah.Keempat, adalah ketika seorang perempuan Yahudi mencampurkan racun di daging dan racun itu  sangat keras dan mematikan dan dicampurkan dalam kadar yang banyak.Kelima,ketika Raja Khusru Farwis, Raja Persia telah bertekad bulat untuk membunuh Rasulullah saw.dan telah mengirim tentaranya untuk menangkap beliau saw..Jadi,jelas bahwa selamatnya Rasulullah saw.  dari semua kesempatan yang penuh bahaya dan pada akhirnya unggulnya beliau  dari semua musuh-musuh adalah merupakan dalil yang luar biasa bahwa pada hakekatnya beliau adalah benar dan Tuhan adalah beserta beliau.

Sesudah itu beliau bersbda berkenaan dengan pribadii beliau:”Ini merupakan hal yang aneh bahwa untuk saya pun ada lima peristiwa-peristiwa  yang dihadapi yang di dalam itu kehormatan ,dan jiwa berada dalam kondisi  yang sangat berbahaya.-Kini, kata ‘ishmat  yang saya terjemahkan dalam arti dari segi kehormatan ,Hadhrat Masih Mauud a.s. juga mendukung hal ini.Bukan hanya bahaya dari segi jiwa saja, bahkan kehormatan pun dalam kondisi bahaya dan di dalam kata ya’shimuka minannaas terdapat dua  janji .Kesempatan pertama ketika Dr Marton Klark menuntut saya dalam kasus  pembunuhan.Kedua,ketika polisi menuntut saya dalam perkara pidana di pengadilan Mr Doi  wakil  Komisaris polisi Gudaspur.Ketiga,adalah perkara pidana yang dilakukan oleh Karamdin Bem terhadap saya di Jehlem.Keempat, perkara pidana yang dilakukan oleh Karam Din ini juga terhadap saya di Gudaspur.Kelima, setelah terbunuhnya  Lekram  rumah saya digeledah dan musuh-musuh berusaha sekuat tenaga supaya saya dinyatakan sebagai pembunuh,namun dia di semua kasus-kasus itu tidak berhasil.

Dan inipun merupakan peristiwa besar  bahwa dalam mencari pembunuh Lekram orang-orang Arya berteriak bahwa pembunuhnya adalah Mirza Gulam Ahmad dan dia hendaknya digledah.Sesuai dengan itu secara tiba-tiba untuk penggeledahan  kepala polisi sendiri yang adalah warga negara Inggris datang kesana.  Hadhrat Masih Mauud a.s.  pada waktu itu  menyerahkan sendiri di hadapan mereka semua surat-surat dan surat- menyurat beliau yang mana untuk itu mereka.bekerja keras lari kesana kemari supaya dengan cara apapun itu bisa jatuh di tangan mereka.Dan beliau berkata   ini suratnya, ini suratnya .Sepenuhnya surat-surat dan surat  menyurat  atau  surat-surat beliau untuk orang lain atau surat-surat  beliau yang ada semuanya di hadapannya beliau bukakan.Dia memutalaah semuanya dan dimanapun tidak mendapatkan satupun keraguan .Berkenaan dengan kesempatan itu ada seseorang yang menakut-nakuti Hadhrat Masih Mauud a.s.dan berkata bahwa kepala polisi fulan  yang sangat sentimen yang  kurang lebih adalah bapak Syekh Niaz Ahmad  bahwa dia telah berjanji saya akan menangkap Mirza Sahib dan saya akan melihat siapa yang akan bisa menyelamatkannya dari tangan saya.Namun, ketika Hadhrat Masih Mauud a.s. mendengar hal ini maka beliau duduk sambil besendar dengan tangan di kepala  berkata,” Siapa yang bisa menangkap singa Tuhan.Tangan itu akan dipatahkan’.Sesuai dengan itu itulah yang terjadi.Tangannya sedemikian rupa terkena penyakit yang mana pada dokter tidak ada  lagi obatnya, kecuali tangan itu dipotong /diamputasi.Dan mukjizat-mukjizat Hadhrat Masih Mauud a.s. juga dengan karunia Tuhan dengan berkah Junjungan beliau tidak terhitung dan selangkah demi langkah mukjizah-mukjizah beliau berjalan di belakang mukjizah Rasulullah saw.

Kini  setelah khutbah yang agak pendek,karena  banyak riwayat –riwayat tidak otenti  yang masuk ,yakni riwayat Ibni Hisyam dll  semua itu saya keluarkan.Saya hanya menyajikan riwayat-riwayat di hadapan kalian yang mutlak dan meyakinkan supaya  kalian bisa dengan berani mengemukanakn itu di hadapan lawan-lawan.Kini sesudah khutbah ini saya menyampaikan khutbah kedua.

Qamaruddin Syahid