Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

4 April 2003 di Masjid Baitul Futuh, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

Dalam khutbah hari ini , seperti sebelumnya, akan dibahas  topik sifat القوى-al-Qawiyyu (Maha Kuat). Ini merupakan khutbah terakhir yang  tercakup dalam bahasan sifat itu. Sesudah itu ,mulai dari Jumaah yang akan datang akan dimulai bahasan sifat الخبير-al-khabiyr- Maha mengetahui.

Surah Al-Baqarah:

 وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang membuat sekutu  selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka akan melihat azab , bahwa segenap kekuatan itu adalah (selamanya) kepunyaan Allah  dan  Allah sangat  berat siksaan-Nya. Surah Al-Baqarah 166

          Hadhrat Abu Musa Asy’ari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, apakah saya jangan beritahukan padamu satu kalimah dari hazanah-hazanah  surga  atau bersabda apakah saya jangan beritahukan padamu akan suatu hazanah dari hazanah –hazanah surga ? Saya berkata, harus bertahukan, ya Rasulullah saw !

Beliau bersabda, (Hazanah) itu ialah لا حول ولا قوة الا بالله   – laa haula walaa quwwata illa billaahi. (tidak ada daya dan kekuatan kecuali pada  Allah)  Sahih Muslim Kitabuzzikiri waddu’ai wat-taubati wal istigfaari.

Hisyam meriwayatkan dari  Yahya bahwa Yahya meriwayatkan dan kepada saya  sejumlah saudara-saudara saya yang lain  juga membertahukan  bahwa apabila seorang muazzin mengumandangkan  حى علىالصلوة-hayya ‘alashshalaat –maka Yahya menyuruh membaca ,” لا حول ولا قوة الا بالله “dan berkata bahwa inilah yang kami telah dengar nabimu mengatakannya.Bukhari Kitabul-azan bab maa yaquwlu idza sami’al munaadiy

Hadhrat Usman ibni Abi Al-‘Aas r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi  wa ‘ala aalihii wasallam datang pada saya dalam  kondisi saya tengah mengalami sakit  parah yang mana nampak  penyakit itu akan membinasakan saya. Kemudian Rasulullah saw  bersabda kepada saya:Bacalah

“اعوذبعزة الله وقوته من شرما اجد  –a’uwdzu bi’izzatillaahi wa quwwatihi min syarrimaa ajidu,Yakni, dengan  kebesaran dan kekuatan-Nya  saya berlindung pada Allah (dari keburukan ) dalam menghadapi  sakit   yang saya derita. 

 Dan dengan tangan kanan  menyentuh tujuh kali bagian yang sakit.Sunan Attirmidzi Kitabut-thiyb bab ma jaa a fi dawaa’i dzaatil junbi

Kini, ada sebuah  riwayat lain yang secorak  dengan itu yang di dalamnya  berkaitan dengan surah Al-Fatihah bahwa pada suatu ketika sahabah beliau r.a dalam kondisi sangat haus dan lapar pergi pada suku yang bermusuhan, karena di benak mereka terfikir  bahwa disana mereka akan mendapatkan sesuatu;tetapi, malah ternyata suku yang bermusuhan itu menangkap mereka. Tiba-tiba terjadi suatu  yang kebetulan dimana  pimpinan suku yang bermusuhan itu sedang sakit kepala  yang berat,sedemikian beratnya sakit kepala yang dideritanya sehingga dengan cara bagaimanapun dia itu  tidak dapat tenang. Sesepuh /pemuka  mereka berkata, tangkaplah orang-orang  yang  datang itu,mungkin  ada resep pada  mereka. Maka mereka dibawa kesana. Mereka tidak memiliki  apa-apa,tetapi mereka menjampinya dengan membaca surat Al-Fatihah , yang ternyata dengan karunia Allah penyakitnya  menjadi hilang lalu  karena gembiranya pada maereka maka dia memberikan kambing dan barang-barang makanan pada mereka.

Terkait dengan  jampi surat Al-Fatihah, dalam hal ini pun saya mempunyai pengalaman yang luarbiasa. Di  Murdan, dalam rangka pertablighan saya pergi ke  sebuah Majlis tabligh. Tiba-tiba disana  kepala mulai terasa sangat sakit diriingi mual  dan yang dikhawatirkan ialah bahwa jika dalam saat ceramah di hadapan para penentang  saya muntah maka mereka akan meneriakkan dan  mereka akan yakin bahwa ini memang benar-benar  dusta. Maka atas hal ini sambil membaca surah Al-Fatehah  saya berdoa dengan niat supaya pengaruhnya akan mengena pada diri saya. Dan ternyata apa yang Allah tampakkan ialah  dalam sujud pertama tanda-tanda sakitnya  hilang dan mualpun sama sekali  hilang . Jadi, nama surah Al-Fatihah juga adalah syifa.

Ketika hadiah pemuka Arab itu  dibawa di hadapan Rasulullah saw  maka diantara keduanya tengah  terjadi perdebatan,seorang berkata bahwa ini merupakan upaya  penjualan  ayat-ayat Al-Quran karena Allah berfirman jangan menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah,saya tidak akan  memakan ini,kata sahabah tadi. Tatkala diskusi ini sampai di hadapan Rasulullah saw maka beliau bersabda: Mari bawalah kesini, berilah juga pada saya. Maka    dengan sangat senang hati beliau makan  dari itu. Beliau bersabda,  ini bukan menjual Al-Quran, itu mafhumnya lain. Singkat kata,  di dalam surah Al-Fatehah itu terdapat penyembuhan dan sayapun mendapat faedah dengan menggunakan itu  sebagai  jampi.

Rasulullah saw bersabda pada seorang putri beliau bahwa jika kamu bangun pada waktu subuh maka bacalah doa ini

 سبحان الله وبحمده لا قوة الا بالله ماشاء الله  كان  وما لم يشاء لم يكن –subhanallahi wabihamdihi la quwwata illa billah maa syaa Allah kaana wa maa lam yasya’ lam yakun-Yakni, Maha suci Allah dengan segenap pujiannya ,segenap kekuatan dan kemampuan diperoleh  dari Allah Pekerjaan apa saja yang Allah kehendaki  maka itu akan terjadi dan bagi yang Dia tidak kehendaki  itu tidak akan mencapai kesempurnaan.Saya mengetahui bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu.Dan juga ilmu Allah   melingkupi segala sesuatu.

Jadi barangsiapa yang membaca doa ini pada waktu subuh maka sampai waktu malam dia akan berada dalam perlindungan Allah dan barangsiapa yang membacanya pada  malam hari maka sampai waktu subuh akan senatiasa berada pada perlindungan Allah .Sunan Abu Daud Kitabul-Adab bab maa yaquwlu idza ashbaha           

Hadhrat Thalq r.a. meriwayatkan bahwa seorang datang pada Abu Darda’bahwa rumah Tuan hangus terbakar. Maka beliau bersabda bahwa rumah saya tidak terbakar. Kemudian orang kedua datang lalu diapun inilah yang dia katakan. Dan tatkala  beliau datang ke rumah itu api itu telah padam. Beliau berkata, saya tahu bahwa Tuhan tidak akan berbuat seperti itu.

Orang-orang yang hadir di  majlis berkata,kedua hal ini aneh T uan sebelumnya mengatakan bahwa tidak menyala dan kini kepada Tuan dibertahukan bahwa api telah  menyala,lalu  api telah padam. Maka beliau berkata bahwa saya telah mendengar Rasulullah saw membaca kalimat

اللهم انت ربىُ لَا إِلَهَ إِلَّا انتَ عَلَيْكِ تَوَكَّلْتُ وَ انتَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيم  . ماشاء الله كان وما لم يشاء لم يكن,   لا حول ولا قوة الا بالله العلىالعظيم . أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّشَيْءٍ قَدِيرٌ . وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا.اللهم انى اغوذبك من شر نفسى من شر كل دابة اخذ تنا صيتها ان ربى على صراط مستقيم .

allaahumma anta rabbiy laa ilaa haillaa anta ‘alaika tawakkaltu wa anta rabbul arsyil ‘azhiym maa syaa Allah kaana wa maa lam yasya’ lam yakun laa haula walaa quwwata illa billaahil’aliyyil ‘azhiym. a’lamu annallaaha ‘alaa kulli syain qadiyr.wa annallaaha qad ahaatha bikulli syain ‘ilmaa. Allaahumma inniy a’uwdzubika min syarri nafsiymin kulli syarri daabbatin aakhidzun binaashiyatihaa inna rabbiy  ‘ala shiraathim-mustaqiym      Bahwa saya telah mendengar dari Rasulullah saw bahwa barangsiapa yang membaca doa ini, api tidak akan menimpakan kerugian padanya.  (Tarikh Madinah Damsyiq.Li Ibni Asaakir Bab Dzikru Abdilmulki bni Ashbag jilid 37 hal 4)

Kini, ini tentu merupakan riwayat lama ,tetapi kami telah melihat dengan mata kepala sendiri . Peristiwa ini  terjadi di Indonesia, yang mana  secara luar biasa habar gembira yang dianugerahkan pada Hadhrat Masih Mauud a.s. dari Tuhan ,bahwa api adalah sahaya /budak kami bahkan sahaya dari sahaya kami, ini telah  sempurna. Di dekat rumah Hadhrat Maulana Rahmat Ali terjadi kebakaran  dahsyat   dibarengi hembusan   angin yang sangat kencang. Jilatan api mulai menyentuh dinding-dinding  rumah beliau yang terbuat dari kayu, karena rumah-rumah disana semuanya  terbuat  dari kayu yang terus menerus nyalanya merambat mernjilat apa yang disekelilingnya. ,dari bawah terdengar teriakan menyuruh beliau  turun ke bawah  dan beliau berkata, “ Tidak, saya adalah murid Masih Mauud a.s dan api ini tidak akan meng-apa-apakan saya. Aneh orang-orang mengatakan, turunlah,takutlah pada Tuhan, rumah Tuan ini akan terbakar. Beliau berkata tidak akan ada sesuatu yang akan terjadi. Saya sama sekali tidak akan pergi. Maka aneh  kebetulan yang terjadi,kebetulan tentu tidak, itu merupakan kendali/ikut campur   tangan Allah yang tengah bergearak yang mana secara tiba-tiba turun hujan  deras yang terus menerus sehingga lidah api yang menggapai dinding –dinding  rumah itu dsitulah terhenti lalu  api menjadi  padam dan dengan karunia Allah Maulana Rahmat Ali dengan sehat selamat  turun seperti  itu.

Hadhrat Khalifatul-Masih awal menerangkan :”Apabila tiba saat datangnya azab, maka mereka  yang mencintai orang yang memiliki harta atau mencintai orang yang memiliki  kecantikan  sama sebagaimana dia mencintai Tuhan maka itu tidak akan dapat berguna baginya.  Pada waktu itu dapat diketahui  bahwa

أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا-sesungguhnya segenap kekuatan adalah untuk/ milik Allah.  Tidak ada kekuaatan yang dapat menolong untuk berhadapan dengan Allah. Kecantikan dan keindahan , kekuatan ilmu dan anugerah, itu berada di bawah kekuatan pedang,sementara kekuatan Ilahiah tidak berada di bawah siapapun”.Haqaaiqul furqan jilid I hal 279-280

Sejumlah orang-orang melakukan  wirid-wirid ,  melakukan zikir-zikir  panjang dan sambil berdiri  berjam-jam di sungai melakukan zikir   atau  sambil berdiri dengan lutut  menjalani  riyadhah-riyadhah /kerja keras melakukan penempaan jasmaniah, tetapi Hadhrat Masih Mauud   a.s  menentang keras dan  sama sekali  tidak menyukai hal-hal semacam itu, yakni dilakukan  kerja keras susah payah   seperti itu.

Pada suatu ketika  Pir Sirajulhaq Nu’mani r.a. bertanya kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. prihal  cara untuk melakukan (khaluat) tafakkur. Beliau bersabda: Setelah shalat bacalah selawat sepuluh kali,  bacalah  استغفرالله ربى من كل ذنب و اتوب اليه   –astagfirullah rabbiy min kulli dzanbing wa atuwbu ilaih10 X, dan bacalah لا حو ل ولا قوة الا بلله العلىالعظيم –laahaula walaa quwwata illabilla hil’aliyyil ‘azhiym 31 x, dan jika tidak bisa 31  x  لا حول –laa haula , maka 21 X dan jika tidak bisa membaca 21 x, maka haruslah baca sebanyak 11 x. Tetapi, seiring  dengan itu pula Huzur a.s bersabda:  Membaca wirid-wirid khusus(yang dilakukan secara teratur setiap hari) dan melakukan mejahadah-mujahadah  merupakan hal yang dibuat-buat, tidak ada sunnahnya dan juga bid’ah. Apa yang telah saya katakan bacalah itu dan seberapa lama waktu digunakan duduk dalam zikir,  waktu seperti itu gunakanlah untuk  melakukan   shalat.Bacalah sebanyak-banyaknya  اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ-dan  setelah membaca tasbih  di dalam rukuk dan  sujud  bacalah sebanyak-banyaknya يا حى يا قيوم برحمتك استغيث- yaa hayyu ya qayyum birahmatika astagiytsu dan panjatkanlah doa-doa dalam  bahasa sendiri dalam shalat. Di dalam inilah tahapan-tahapan suluk/perjalanan-perjalanan  akan dapat terlewati. Senjata orang mu’min ialah doa.

Tazkiratul-Mahdi Jilid I hal148-149

Kini saya akan memaparkan di hadapan kalian ayat-ayat lain Al-Quran  yang menerangkan akan sifatقوى- qawiyyun Allah swt. Dari itu setiap ayat dengan jelas memberikan pengertian pada kita bahwa sifat Tuhan ini termasuk  dalam topik-topik yang mana.

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ

Maka tatkala keputusan kami telah tiba (datang azab Kami), Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan  hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. surat Hud 65

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ(39)الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Diizinkan terhadap orang-orang yang diperangi/dipaksa berperang   untuk (berperang ) karena mereka dianiaya dan sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menolong mereka ((yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong  -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.  Surah Al-Haj 40-41

Kini, seyogianya diingat bahwa orang-orang mengatakan,misalnya,  berkenaan dengan perang Irak bahwa ini adalah jihad. Ini tentu merupakan corak jihad  dimana seorang terpaksa tengah berperang untuk membela pertahanan negaranya. Tetapi, ini bukanlah jihad yang terkait dengan itu terdapat janji Allah  bahwa Kami  Maha kuasa  menolong mereka dan mereka ini pasti  akan meraih kemenangan. Dalam perlawanan terhadap  Rasulullah saw betapa banyak tarjadi peperangan, tetapi sekalipun beliau tidak pernah menemui kekalahan. Meskipun terjadi  kekuranganpun dengan karunia Tuhan beliau tetap meraih kemenangan dan janji Tuhan ini untuk beliau tetap terus sempurna. Sehingga setelah Rasulullah saw pun sampai waktu yang panjang  wibawa  orang-orang Islam tetap bertahan  dan Jemaat-Jemaat (orang-orang Islam) yang kecilpun dapat mengalahkan Jemaat yang besar. Jadi, janji jihad  Allah bahwa  عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ-Dia Maha kuasa menolong mereka merupakan janji yang sangat penting.dan dari itu dapat di ketahui apakah jihad ini asli atau hanya tiruan. Taruhlah bukan tiruan memang, namun merupakan jihad tngkat  kedua. Jihad tingkat  kedua ialah manusia melenyapkan jiwanya dalam keadaan berperang  demi pertahanan  membela negaranya dan  harta bendanya dan mendapat kerugian. Tetapi, jihad utama  ialah yang di dalamnya dilarang  melaksanakan hukum-hukum  Tuhan.

Rasulullah saw bersabda: Orang mu’min yang kuat  lebih baik dari orang mu’min yang lemah dan lebih dicintai di sisi Tuhan. Sahih Muslim Kitabulqadr.           

Hadhrat ‘Ala’ bin Basyir Al-Mazni meriwayatkan bahwa demi Tuhan ! Waktu perlawanan  Rasulullah saw yang paling kuat  dan paling berani dan waktu berzikitr pada Tuhan merupakan sosok  yang paling banyak berkeluh kesah/khusyuk . Musnad Ahmad Musnad Baqi dan Musnad Al-Mutakatsirin

Pernah pada suatu ketika terdengar suara ribut dari utara Madinah yang merupakan pertanda adanya suatu bahaya. Huzur pergi kesana sendirian di atas punggung kuda beliau  dan sampai disana beliau memeriksa situasi lalu begitu  kembali segera memberitahukan pada para sahabah untuk   jangan takut  karena tidak ada bahaya.  Jadi, Rasulullah saw tidak mengambil   penjaga lain bersama beliau, bahkan beliau meluncur sendirian ke medan itu.

Sudah merupakan tradisi Rasulullah saw bahwa apabila kemanapun lasykar  melakukan penyerangan  maka beliau senantiasa terdepan  di medan perang.dan sahabah meriwayatkan bahwa kami ssenantiasa mencari perlidungan di dekat Rasulullah saw.

Ada sebuah  peristiwa yang terjadi di Perang Uhud. Pada suatu saat pernah tiba juga suatu kondisi dimana  hanya tinggal dua belas orang sahabah bersama Rasulullah saw. Pada saat  itu Abu Sufyan dengan suara  lantang tiga kali mengatakan bahwa apakah diantara kalian ada Muhammad (saw)? Rasulullah saw melarang para sahabah memberikan jawaban. Kemudian berkata apakah diantara kalian ada putra Abu Qahafah, yakni Abu Bakar  ?   Kemudian tiga kali dia berkata dengan suara lantang : Apakah diantara kalian ada putra Khaththab, yakni  Hadhrat Umar r.a ? Atas hal itu pun para sahabah tetap diam. Kemudian dia menengok pada teman-temannya sambil   berkata: Orang-orang yang telah saya sebutkan itu jelas telah terbunuh. Hadhrat Umar tidak dapat bersabar mendengar kata-katanya itu dan dengan suara lantang berkata:Wahai musuh Tuhan ! Demi Tuhan ! Nama-nama yang telah kamu sebutkan itu,mereka  kesemuanya hidup dan itulah yang tinggal tersisa untuk   kalian  yang akan buruk bagi  kalian. Maka Abu Sufyan berkata bahwa hari ini balasan/ganti  perang Badar telah dirasakan dan peperangan  adalah seperti  timba.,terkadang kesini  condongnya dan terkadang kesana condongnya. Kalian akan mendapatkan sejumlah mayat-mayat yang telah dimatslah(dipotong), tetapi dia mengatakan bahwa saya tidak pernah memerintahkan melakukan itu  Yakni, terkadang hidung  yang mereka potong atau terkadang  telinga yang mereka potong, mayat-mayat mereka bentuk menjadi sangat buruk. Dia berkata bahwa orang-orang yang syahid diantara kalian  sejumlah mereka telah dimatslah tetapi saya tidak pernah memerintahkan itu. Sesudah itu dia meneriakkan semboyan

اغل هبل ! اغل هبل !  –uglu hubul ! uglu hubul ! Yakni, hidup berhala Hubul ! Hidup berhala Hubul ! Maka pada peluang  itu Rasulullah saw bersabda: Kenapa kalian tidak menjawab ? Sahabah berkata : Ya Rasulullah saw, kami harus berikan jawaban  apa   ? Huzur saw bersabda, jawablah : الله اعلى واجل-allaahu a’laa wa ajal– Allah-lah yang Maha tinggi/ luhur dan Maha besar,tidak ada sesuatu tinggi di hadapan-Nya. Abu Sufyan dalam jawabannya meneriakkan selogan : Kami memiliki Uzza dan kamu tidak memiliki Uzza. Maka Rasulullah saw bersabda: Kenapa kalian tidak memberikan jawaban ? Para sahabah berkata: Jawaban apa yang kami harus  berikan? Beliau bersabda: الله مولانا ولا مولا لكم-allaahu maulaana walaa maulaa lakum- Allah bersama kami sebagai penolong  sementara kamu tidak ada memiliki  penolong. Sahib Bukhari Kitabul-Jihad wasseir bab yukrahu minat-tanaazu’i  wal ikhtilaafi fil harbi      

Kondisi keberanian dan sabar Rasulullah saw dalam menahan rasa sakit  cidera-cidera beliau sedemikian rupa  bahwa di saat  Perang Uhud dimana gigi beliau juga syahid / rontok dan  beliau jatuh pingsan tergeletak di tanah. Pada malam Perang Uhud tatkala  Hudhur  kembali maka beliau menginap lalu  pada waktu shalat subuh beliau memerintahkan pada Bilal  menyampaikan azan. Hadhrat Bilal mengumandangkan azan, lalu  Hudhur memerintahkan bahwa orang-orang yang ikut serta dengan kami di Perang uhud mereka itulah yang  kini akan ikut pergi dengan  saya sementara  yang lain jangan ada yang ikut pergi. Maka, semua sahabah yang penuh cidera mereka tidak menghiraukan luka-luka mereka dan bersama Rasulullah saw mereka mengiringi  beliau dibelakang. Setelah keluar beliau menyurh meminta bendera kemudian  menyerahkannya pada Hadhrat Ali r.a.  Semua mereka dalam kondisi penuh cidera. Beliau tiba di  Amraul-asad yang berjarak sepuluh mil dari Madinah. Lalu  orang-orang Islam menyalakan api unggun  besar yang terlihat dari jarak jauh-jauh, seolah-olah nampak bahwa orang-orang tengah berkumpul  dalam jumlah besar. Allah swt sedemikian rupa menanamkan rasa takut  di hati orang-orang kafir sehingga mereka dengan segera kembali ke Mekah.Rasulullah saw bersama para sahabah tinggal di sana mulai hari Senin ,Selasa sampai hari Rabu,yakni  selama tiga hari mereka tetap tinggal disana. Tarikh Attibri jilid 2 hal 75

Abdulwahid meriwayatkan dari bapaknya bahwa beliau  datang kepada Hadhrat Jabir r.a. Hadhrat Jabir meriwayatkan bahwa tatkala kami tengah menggali Khandak/lubang,maka tiba-tiba penggaliaan  terhalang  sebongkah batu cadas/keras yang tidak dapat  pecah. Orang-orang datang pada Rasulullah saw lalu melaporkan bahwa batu keras ini menjadi penghalang dalam penggalian lubang ini. Rasulullah saw juga lapar seperti semua  dan di perut beliau juga batu-batu terikat,tetapi keberanian   sedemikian halnya sehinggga  beliau berkata, berilah  beliung/cangkul  itu  saya akan pecahkan itu. Maka dengan beliung itu  beliau memukul dan   batu yang sama sekali tidak bisa pecah oleh sahabah lain manapun itu menjadi hancur berkeping-keping oleh beliau. Sahih Bukhari Kitabul-Magaazi              

Abdurrahman bin Abu Said meriwayatkan dari bapaknya bahwa pada perang Khandak kami  ditahan  dari  melakukan shalat. Yakni, serangan musuh sedemikian dahsyatnya sehingga tidak telintas fikiran  untuk melakukan shalat hingga tiba waktu shalat magrib. Akan tetapi tatkala turun ayat

وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا (Ahzab 25)   (Dan Allah cukup berperang dari pihak orang mu’min dan Allah Maha kuat Maha Perkasa) Maka Rasulullah saw memerintahkan kepada Hadhrat Bilal untuk mengumandangkan  azan. Shalat zuhur beliau imami   sebagaimana  umumnya beliau imami. Kemudian, shalat Asar beliau imami sebagaimana biasa beliau imami, shalat Magrib beliau imami sebagaimana biasa beliau imami. Musnad Ahmad bin Hanbal Musnad Abu Said Al-Khudri.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw mengimami  shalat  setengahnya.Yakni, bukannya dua rekaat tetapi serekaat dan  memerintahkan kepada sahabah supaya datang bergiliran. Mereka meletakkan senjata mereka untuk beberapa saat  lalu melakukan shalat bersama Rasulullah saw. Mereka kembali setelah melakukan shalat dan disana mencukupkan sendiri rekaat shalat mereka yang tersisa dan seperti itu  Rasulullah saw sangat memperhatikan shalat meskipun dalam kondisi perang yang sangat  berbahaya. Inilah merupakan tanda kecintaan beliau terhadap  para sahabah. Beliau tidak menyukai bahwa mereka  ini wafat atau  menjadi syahid dalam peperangan  lalu sesudahnya mereka timbul hasrat/keinginan  untuk melakukan shalat. Sesuai dengan  itu mereka  memperoleh peluang  melakukan shalat dibelakang Rasulullah saw/berma’mum dibelakang Rasulullah saw.

Pada suatu peluang  terdapat sebuah riwayat Hadhrat Ibni Abbas r.a. bahwa beliau tengah melakukan tawaf di Ka’bah maka  kepada beliau sampai berita bahwa orang-orang musyrik berkata bahwa orang-orang Islam nampak  dari gaya jalanya bahwa mereka itu telah menjadi lemah. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk melakukan tawaf dengan berjalan cepat untuk  menzahirkan kekuatannya pada orang-orang Musyrik.Musnah Ahmad bin Hanbal Musnad bani Hasyim

Ibni Ishak meriwayatkan bahwa seorang datang  ke pada Hadhrat Barrra’ r.a. lalu berkata wahai Abu Umarah ! Apakah kamu lari di Perang Hunain ? Dia berkata,” Saya bersaksi  bahwa Rasulullah saw tidak lari, yakni beliau diam (tidak menjawab langsung pertanyaan) prihal larinya sendiri , dengan memberikan jawaban yang tidak jelas  bahwa “Rasulullah saw tidak lari”.  Abu Sufyan bin Harits sambil berjalan memegang pelana bigal beliau. Beliau turun ke bawah lalu  seraya  memanggil para sahabah beliau  berkata,”اناالنبي لا كذب انابن عبدالمظالب –anannabiyyu la kadzib anabnu AbdulmuttalibSaya adalah seorang nabi Allah dan  bukan nabi pendusta.dan saya adalah anak Abdulmuttalib. Nah , betapa  agungnya hal itu tatkala  langkah-langkah  sahabah menjadi kalang  kabut lalu  dengan cepat mereka lari ke setiap penjuru, tepat pada waktu itu beliau menarik perhatian musuh pada diri beliau sambil  berkata, bahwa kalian tengah berperang demi untuk (menghancurkan) saya,kini  saya ada disini, karena itu jika ingin membunuh , mari datang pada  saya.

Kemudian beliau berdoa: “اللهم نزل نصرك-allahumma nazzil nashraka-Wahai Allah turunkanlah pertolongan Engkau pada kami.

Hadhrat Barra’ berkata bahwa jika terjadi peperangan  yang  dahsyat maka kami mencari perlindungan di dekat Rasulullah saw dan diantara kami orang-orang yang paling berani ialah orang yang berada di barian Rasulullah saw.Sahih Muslim Kitabul-jihad wassair             

مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيز

Mereka tidak menghargai  Allah sebagaimana seharusnya menghargai-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.Al-Haj 75

Hadhrat Imam Razi bersabda: “Disini maksud sifat َقوِيٌّ-qawiyyun-Ialah Dia tidak lemah mengerjakan pekerjaan apapun . Dan Dia dalam pekerjaan apapun tidak mengalami kesulitan”

Hadhrat Masih Mauud a.s. berabda:

“Orang-orang yang kamu jadikan sebagai Tuhan kondisi mereka sedemikian rupa  bahwa jika mereka semua bersatu ingin menciptakan seekor lalat sekalipun maka mereka sama sekali tidak bisa menciptakan itu. Meskipun mereka satu dengan yang lain saling tolong –menolong, bahkan jika lalat itu merampas terbang  barang-barang mereka  maka mereka tidak akan mempunyai kekuatan untuk mengembalikan barang-barangnya itu dari lalat itu. Sembahan mereka merupakan  sembahan  yang lemah akal  dan lemah  potensi. Apakah Tuhan memang harus   seperti itu ?    Tuhan adalah merupakan wujud yang Mahakuat dari semua yang kuat dan unggul di atas  semua. Tidak ada yang bisa menangkap dan  membunuh-Nya. Orang-orang  yang tergelincir pada kesalahan–kesalahan seperti itu mereka tidak mengenal bagaimana menghargai Tuhan dan  tidak mengetahui  Tuhan  sebagaimana seharusnya.” Filsafat Ajaran Islam  hal.61

Pada suatu kesempatan Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“ Ingatlah bahwa segala sesuatu   mendengar suara Tuhan. Kendali Tuhan ada diatas segala sesuatu dan kendali  segala sesuatu berada di tangan Tuhan. Hikmah-Nya merupakan hikmah yang tiada batas yang sampai pada  akar segala  sesuatu. Dan di dalam segala  sesuatu sedemikianlah pengaruh-Nya seberapa banyak kekuasaan-kekuasaazn-Nya. Orang yang tidak beriman pada hal itu dia masuk dalam kelompok dan pemenuhan ayat   وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ –Dan mereka tidak menghargai  Allah dengan penghargaan  yang semestinya dan karena  manusia merupakan bayangan paling sempurna segenap alam Raya sebab itu segenap alam Raya ditarik/terserap padanya dari waktu ke waktu. Itu merupakan sebuah jaring alam ruhani dan segenap Alam Raya merupakan  kabel-kebelnya dan inilah rahasia segenap  mukjizah. Baraktuddua Ruhani Hazain jilid 6 hal 20-21 Sisa catatan kaki.

Hadhrat Masih Mauud a.s biasa mengungkapkan: Seberapa terus  menerus menyelami kedalaman/hakekat  segala sesuatu dan terus terungkap apa yang di dalamnya  dan di dunia akan terus terungkap temuan-temuan  baru , rahasia hakekat suatu zarrah/atompun  pun tidak akan bisa di ketahui. Sungguh aneh keagungan Tuhan kehalusan dan kebesaran-Nya tiada batasnya. Coba cermatilah Alam Raya   luasnya sedemikian rupa sehingga   kita tidak bisa membayangkannya dan jika kita membelah sebiji atom untuk mengetahui kedalaman  setiap biji zarrah   maka di dalam segenap  partikel atom  akan terus terungkap   ada lagi  dunia-dunia/penemuan-penemuan baru.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

“ Segala sesuatu yang akan tetap hidup dan dia akan menyaksikan  bahwa  pada akhirnya Tuhan yang akan unggul . Di dunia  telah datang seorang pemberi ingat ,maka  dunia tidak menerimanya, tetapi Tuhan akan menerimanya  dan akan menzahirkan kebenarannya dengan serangan-serangan dahsyat.Dia Tuhan yang tangan kuat/perkasa-Nya mencengkeram seluruh langit dan bumi dan segenap apa yang ada di dalamnya. kapan  Dia pernah takluk oleh kehendak-kehendak manusia dan pada akhirnya akan tiba suatu hari dimana Dia akan mengmbil keputusan. Jadi, inilah tanda  orang-orang benar bahwa akibat hasil akhir itu merupakan miliknya . Tuhan dengan menifestasi-Nya turun di kalbu mereka. Maka kenapa  bangunan itu mesti dapat  runtuh dimana bersemayam Raja Yang Hakiki. Cemohkanlah   sekehendak kalian ,cacimakilah seberapa kalian inginkan, dan fikirkanlah  upaya-upaya untuk menyakiti dan menyusahkan sekehendak kalian, dan untuk menghancurkan saya sampai ke akar-akar renugkanlah segenap macam upaya  dan makar  seberapa banyak yang kalian inginkan. Kemudian,ingatlah  Tuhan tidak lama lagi akan memperlihatkan pada kalian bahwa tangan-Nya  unggul.Orang-orang dungu mengatakan  bahwa dia  akan menang dengan  upaya-upayanya,tetapi T uhan mengatakan wahai terkutuk ! Lihatlah ,Saya akan menghinakan segenap upaya-upaya kalian.” Lampiran Tuhfah Gulurwiyah R uhani Hazain jilid 17 hal 53

Saya pun juga mempunyai syair bahwa “Khuda uradega khak ungki karega ruswae ‘aam kehna– bahwa Allah akan menghinakan  api perlawanan yang membumbung tinggi ini dan  akan menghinakan  mereka di hadapan umum.

Kini, ilham Hadhrat Masih Mauud a.s tahun 1893 saya akan sampaikan  di hadapan kalian

 انى معك حيث ما كنت وانى ناصرك وانى بدك الازم و عضدك الاقوى وامرنى ان ادعوالخلق الى القرقان ودين خيرالورى   –inni ma’ka haitsuma kunta wa inni nashiruka wa inni buddukal-laazim wa ‘adhudukal aqwa . wa amarani an ad’ulkhalqa ilalfurqaani wa diyni khairilwara- Saya berada bersama engkau dimanapun  engkau berada, Saya akan menolong engkau ,Saya untuk seterusnya akan senantiasa menjadi penopang engkau dan Saya adalah lenganmu yang sangat perkasa/kuat dan saya diperintahkan untuk menyeru ummat manusia pada Al-Quran dan agama semulia-mulia makhluk(Rasulullah saw). Ainah Kamalati Islam

Kemudian ilham  1903:

    اَتىَ اَمْرُالله فَلاَ تَسْتَعْجِلُوْه بِشَارَةٌ تَلَقَاهَ  النّبِيُّوْنَ. إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ  . إِنَّه قَوِيٌّ عَزِيزٌ. وَانهُُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ . إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ.

Tengah datng perintah/keputusan Allah , maka  kamu janganlah  tergesa-gesa. Inilah habar gembira yang sejak bahari  senantiasa diperoleh para nabi. Sesungguhnya Allah berserta mereka yang melanagkah di jalan takwa.Yakni,karena memperhatikan adab sopan santun  dan karena malu serta  takut pada Tuhan mereka   meninggalkan jalan-jalan syak wasangka  yang didalamnya dapat menimbulkan keraguan akan terjadinya maksiat dan pembangkangan   dan mereka tidak berani sembarangn melangkahkan kaki, bahkan  melangkah dengan hati-hati dan rasa takut dalam   melakukan suatu amal dan ucapan dan Allah bersama mereka yang senantiasa  tulus dan melakukan kebajikan  pada hamba-hamba-Nya. Dia Kuat dan Mahaunggul. Dia unggul atas segala sesuatu,tetapi kebanyakan orang-orang tidak mengetahui. Apabila Dia menghendaki  sesuatu maka Dia berfirman jadilah maka hal itu  akan terjadi.Tazkirah hal.1487 dan hal.490 Cetakan 1969

Maksud –    كُنْ فَيَكُونُ   kun fayakuwn ialah bahwa apabila Dia berfirman   كُنْ –kun-maka itu akan mulai terjadi dan pasti akan menjadi  sempurna. Kini  ada semacam pandangan bahwa itu  terjadi dengan segera, ini merupakan pandangan yang salah.Sekarang  cobalah perhatikan,  tatkala langit dan bumi diciptakan maka Allah berfirman “    كُنْ –kun- jadilah” maka bumi mulai terbentuk atau jagad raya ini mulai terbentuk, namun untuk sampai pada tahap sempurnannya memakan waktu  miliaran tahun.  Jadi  maksud        كُنْ فَيَكُونُ  –kun fayakuwn– ialah, Dia mengatakan, jadilah, maka itu  mulai terbentuk dan sampai  menjadi sempurna.

Nah, Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda bahwa kepada saya diberitahukan bahwa di negeri akan terjadi  banyak pendustaan(orang-orang akan mendustakan engkau dan Allah akan memperlihatkan tangan Kuat/perkasa-Nya  dan karena akibat dari itulah  akan menular /menyebar  penyakit Taun di  negeri ini   dan akan zahir beberapa tanda-tanda  فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ – Kehancuran bagi orang-orang yang mendustakan. Akan banyak rumah-rumah para  musuh akan menjadi sepi dan mereka akan meninggalkan dunia. Akan timbul suara tangis karena melihat kota-kota itu. Itu akan merupakan hari Qiamat. Akan terjadi  kemajuan dengan tanda-tanda yang dahsyat. Tazkirah hal.791 Cetakan 1969

Kini tatkala penyakit taun/pes telah menyebar,maka dari itu rumah para musuh menjadi sepi dan sedemikian rupa kehancuran yang melanda  sehingga tidak ada  orang yang  mamakamkan mayat-mayat  para penentang. Hanya di dalam diri orang-orang Ahmadi-lah di dalam diri mereka terdapat   keberanian sehingga  dalam  perlindungan Tuhan  mereka  menguburkan jenazah-jenazah   itu. Jadi dengan datangnya tanda Taun inilah  kemudian  sedemikian banyak Ahmadiyah  berkembang. Saya telah menghitung  bahwa pada zaman datangnnya Taun  sedemikian banyak Ahmadiyah  berkembang  yang pada zaman manapun tidak pernah berkembang  seperti itu.  Terkadang sedemikian banyak  surat-surat pernyataan baiat yang  datang sehingga tukang pos  dua tiga kali terpaksa keliling pulang pergi. Jadi ini merupakan anugerah Tuhan, yakni  penyakit tau/pes inilah yang daatng untuk mendukung Hadhrat Masih Mauud a.s. dan sebagaimana beliau bersabda, bahwa di rumah saya seekor tikuspun tidak akan mati,padahal  rumah kami yang berada bedekatan dengan pemukiman   orang-orang Hindu disana sangat banyak tikus-tikus ,tetapi di rumah Hadhrat Masih Mauud a.s.seekor tikus pun tidak ada yang mati.

Pada suatu ketika di dalam diri Maulana Muhammad Ali timbul rasa was-was ,tidak sekedar was-was ,bahkan dia  yakin bahwa dia telah terkena  penyakit pes. Bisul-bisul di tubuhpun telah keluar dan juga sangat sakit,sehingga dia menganggap bahwa kini saat wafat sudah dekat. Hadhrat Khalifartul-masih Awwal juga duduk bersama beliau. Beliau mencoba berbagai macam  obat, tetapi tidak ada yang mempan, baru kepada  Hadhrat Masih Mauud a.s. diiformasikan bahwa beliau sebentar lagi akan wafat.. Beliau datang lalu begitu  tiba beliau meletakkan tangan beliau di dahinya sambil berkata, “Gejala-gejala demam kan tidak ada  Tanda-tanda pun tidak sama sekali .Mlv Muhammad Ali sambil meraba melihat, maka benar-benar tidak ada sama sekali yang tersisa  dan benar-benar demam menjadi hilang. Dia bangun  duduk dan  bersyukur pada Tuhan. Tanda-tanda yang Taun telah perlihatkan  untuk mendukung kebenaran Hadhrat Masih Mauud a.s.  itu tiada batasnya.

Ilham 18 Januari 1908:

Ini adalah  batas akhir nubuatan.  اِنّ رَبّىْ قَوِيٌّ عَزِيْز- Ini merupakan batas akhir  nubuatan   اِنّ رَبّىْ قَوِيٌّ عَزِيْز- Janji itu tidak akan meleset selama aliran sungai-sungai darah tidak mengalir dari  empat penjuru.Tazkirah hal.749  Cetakan 1969

 Hadhrat Masih Mauud a.s. memohon pada Tuhan :

“Wahai Tuhan-ku Yang Mahakuasa ! dengarlah doa-doaku yang penuh harap;  dan bukalah telinga dan hati bangsa ini  dan perlihatkanlah pada kami tatkala penyembahan sembahan-sembahan    palsu sirna dari permukaan bumi  ini dan  penyembahan  Engkau di bumi dilakukan dengan ikhlas. Dan sedemikian rupa bumi penuh  dengan orang-orang pilihan dan para muwahhid  sebagaimana  samudera penuh dengan air dan keagungan  dan kebenaran Rasul Engkau Muhammd  Mustafa saw tertancap di segenap kalbu  orang-orang. Amin.

Wahai Tuhan-ku ! Perlihatkanlah padaku perubahan ini di  dunia. Dan kabulkanlah doa-doaku yang mana segenap kekuatan dan keperkasaan adalah milik-Mu. Wahai Tuhan Yang Mahakuasa ! lakukanlah seperti itu.  amin tsumma amin. وَءَاخِرُ دَعْوَانا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. Tatimmah Haqiqatulwahyi hal. 164

Kini, terkait dengan Perang Iraq orang-orang bertanya pada saya,apa yang  orang-orang Ahmadi harus lakukan ?   Maka pertama, orang-orang Ahmadi hendaknya menyalurkan dana bantuan keuangan lewat amnesty Ahmadiyah (humanity First)  karena orang-orang tengah dilanda musibah yang luar biasa dan sejauh berkaitan dengan doa Allah telah menerangkan sebuah  doa   dalam Al-Quran  وسَحِّقْهٌم تَسْحِيْقا وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ اَللّهٌمَّ –Wahai Tuhan jadikanlah mereka berkeping-keping, hancurleburkan mereka dan lumatkanlah  mereka  selumat-lumatnya. Ada sebuah doa lagi  اللهم انا نجغلك فى نحورهم ونغوذبك من شرورهم –allaahumma innaa naj’aluka fi nuhuwrihim wa na’udzubika min syruwrihim –Jadi, panjatkanlah doa ini, tetapi ingatlah bahwa di antara mereka pun  terdapat hamba-hamba Allah yang baik dan mereka mempunyai solidaritas dengan Iraq. Yakni dengan orang-orang Islam Irak.Jadi seberapa banyak demo-demo  anti perang yang tengah keluar di dalam itu kebanyakan disana adalah orang-orang non Muslim , orang-orang Kristen termasuk di dalamnya dan mereka menzahirkan rasa solidaraitas dan sependeritaan dengan Irak. Jadi mereka bukanlah merupakan orang yang akan diazab karena doa buruk kita. Semoga Allah melindungi mereka dari musibah itu dan semoga Allah menangkap  mereka yang aniaya .

                                                          Qamaruddin Shahid