• Minggu, 6 November, 2016

Hazrat Mirza Masroor Ahmad meresmikan Masjid Mahmood dan memberikan Khotbah Jumat dalam kunjungannya ke Kanada.

Jemaah Muslim Ahmadiyah dengan bangga mengumumkan bahwa pada tanggal 4 November 2016, Imam Jemaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Huzur , Hazrat Mirza Masroor Ahmad meresmikan Masjid Mahmood di Regina, yang merupakan ibukota dari Provinsi Saskatchewan di Kanada.

Dalam kunjungannya, Huzur meresmikan Masjid tersebut dengan pembukaan sebuah plakat peringatan dan melakukan doa bersama untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT.

Huzur kemudian menyampaikan Khotbah Jumat di Masjid yang baru dibangun tersebut di manabeliau menguraikan tentang tujuan sejati dari pembangunan Masjid yang penuh dengan kedamaian.

Selanjutnya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad memuji upaya dan pengorbanan para Muslim Ahmadi lokal (di Regina) yang mengumpulkan dana untuk pembangunan Masjid dan juga berperan besar dalam proses konstruksinya. Huzur menyebutkan bahwa dana yang dianggarkan untuk pembangunan masjid itu berkurang secara siginfikan karena pengorbanan dari para Muslim Ahmadi lokal yang merelakan waktu mereka untuk terlibat langsung dalam proses konstruksi Masjid. Sebanyak 41.500 man hour (jam kerja) didedikasikan oleh Muslim Ahmadi lokal dalam pembangunan Masjid.

Membandingkan perilaku damai Muslim Ahmadi dengan perilaku Muslim yang ekstrimis, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Di saat sebagian golongan Muslim tertentu sibuk menyebarkan gangguan di dunia, Muslim Ahmadi mendedikasikan waktu dan kekayaan mereka untuk membangun Rumah Tuhan. Muslim Ahmadi bertindak sesuai dengan sabda dari Nabi Muhammad (saw) yang mengatakan bahwa siapapun yang membangun Rumah Allah di dunia ini, (ia juga) membangun rumah untuk dirinya sendiri di surga.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan bahwa pengorbanan Muslim Ahmadi dilakukan demi meraih keridhaan Allah dan untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Pengorbanan Muslim Ahmadi ini adalah untuk menginformasikan kepada dunia bahwa Masjid dan ajaran Islam bukanlah penyebab kekacauan di dunia, melainkan merupakan sarana untuk memperbaiki diri kita di dunia ini dan di akhirat kelak. Masjid dan ajaran Islam menarik manusia untuk mencintai Penciptanya dan mencintai ciptaan-Nya.”

Huzur mengatakan bahwa Ahmadi Muslim di Kanada sangat beruntung karena mereka tinggal di negara di mana mereka bisa membangun Masjid dan bebas untuk menjalankan keyakinan mereka, sedangkan Muslim Ahmadi yang tinggal di Pakistan tidak mempunyai kebebasan seperti ini.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Para Muslim Ahmadi di Pakistan seringkali menulis surat kepada saya bahwa mereka sedang berada dalam keadaan yang sulit dan mohon doa agar ada perubahan undang-undang sehingga mereka dapat membangun Masjid atau bahkan satu aula di mana mereka dapat shalat secara berjamaah. Saat ini, untuk membangun sebuah ruangan dengan desain khusus untuk tempat Imam berdiri saja tidak diizinkan di Pakistan apalagi membangun Masjid lengkap dengan menara dan kubah. Di beberapa daerah keadaaanya malah sebegitu kerasnya sampai Muslim Ahmadi tidak diperbolehkan membangun bangunan yang menghadap ke Mekkah.”

Huzur mengatakan bahwa di suatu masa di mana materialisme semakin dominan, merupakan tugas Muslim Ahmadi untuk memberikan informasi kepada orang lain tentang berkat-berkat agama dan keruhanian.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Pada saat ini, mayoritas dunia menganggap kemajuan materi sebagai tujuan utama … Di masa yang sama, merupakan tanggung jawab Muslim Ahmadi untuk memberikan informasi kepada dunia bahwa mengejar materialisme tidak akan memberikan kebahagiaan abadi atau kepuasan. Sebaliknya, sarana yang benar dan kekal untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian hanya bisa dicapai dengan memenuhi hak-hak Allah.”

Huzur mengatakan bahwa Masjid bisa menimbulkan ketertarikan dari masyarakat setempat dan mereka (masyarakat setempat) bisa melihat perilaku dari orang-orang yang datang ke Mesjid. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi Muslim Ahmadi untuk menunjukkan perilaku moral dan ketaqwaan yang tinggi setiap saat.

Sebagai Penutup Khotbah Jumat, Hazrat Mirza Masroor Ahmad berdoa:

“Semoga Allah SWT memberikan pengertian bagi anak keturunan kita bahwa pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua mereka, masjid-mesjid yang orang tua mereka bangun, upaya mempromosikan ajaran Islam yang benar serta bimbingan moral dan ruhani yang orang tua mereka berikan adalah kekayaan hakiki yang diwariskan oleh orang tua mereka. Semoga Allah memberikan jalan bagi generasi mendatang untuk ikut menanamkan keyakinan ini ke anak keturunan mereka.”


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumberpressahmadiyya.com

(Visited 155 times, 1 visits today)