عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ اَسِيْدٍ الْغِفَارِىِّ, قَالَ اطَّلَعَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ مَاتَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ اِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ. فَذَكَرَالدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُوْلَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِالْعَرَبِ وَآخِرُ ذٰلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ اِلٰى مَحْشَرِهِمْ

Dari Abu Khudzaifah bin Asid al-Ghiffari berkata: “Rasulullah saw datang kepada kami secara tiba-tiba, saat kami (sibuk dalam diskusi). Beliau bertanya: “Apa yang sedang kalian perbincangkan?” Mereka (para sahabat) menjawab: “Kami sedang memperbincangkan masalah Hari Kiamat”. Kemudian beliau saw bersabda: “Hari Kiamat tidak akan datang sampai kalian melihat Sepuluh Tanda-tanda yang akan terjadi sebelum Kiamat itu. Lalu beliau saw menyebutkan tanda-tanda dimaksud yaitu: 1. Asap, 2. Dajjal (si penipu besar) 3. Dabbah (Binatang melata), 4. Matahari terbit dari Barat, 5. Turunnya Isa bin Maryama.s., 6.Ya’juj dan Ma’juj, 7. Gerhana di Timur, 8. Gerhana di Barat, 9. Gerhana di Jazirah ‘Arab. Dan pada akhir dari itu ada 10. Api yang menyala keluar dari Yaman, dan akan menghalau umat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul) mereka.” (Dalam Kitab Terjemahan Shahih Muslim Jilid IV, hadits no 2466, Bab “Tanda-tanda Hari Kiamat”)

Beberapa tanda-tanda yang disebutkan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadits di atas dapat kita saksikan secara nyata dan sempurna di zaman kita sekarang ini. Hal ini tidak hanya menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang Nabi yang berkata-kata berdasarkan wahyu dari Allah swt (QS.An-Najm, 53:4-5)[1], akan tetapi munculnya fenomena-fenomena alam baik di langit maupun di bumi itu pun pasti membawa pelajaran bagi orang-orang berakal (QS. Ali Imran 3:191).

Salah satu tanda yang disebut dalam hadits di atas ialah Ad-Dukhan (Asap atau Debu). Jika kita renungkan makna Ad-Dukhan (Asap atau Debu) dalam Al-Quran surah Ad-Dukhan ayat 11-12, di dalam ayat mana Allah swt menyebutkan bahwa Dukhan (Asap atau Debu) yang dimaksud ialah dibawa dari langit yang akan meliputi dan menjadi derita yang pedih bagi umat manusia, maka yang paling nyata kentara kita lihat sekarang adalah Asap dan Debu peperangan demi peperangan yang terjadi di kawasan Teluk dan Timur Tengah yang ditimbulkan oleh roket-roket atau bom yang datang dari arah udara, yang meledakkan gedung-gedung dan pemukiman sehingga menimbulkan asap dan debu yang pekat ke udara, serta menjadi derita bagi manusia yang ada di sekitarnya.

Pemandangan kota Gaza, Palestina ketika dihujani Bom oleh tentara Israel. Asap dan debu yang ditimbulkan akibat ledakan bom menyelimuti langit kota Gaza.

Salah satu Tanda lainnya yang disebut dalam hadits di atas ialah Dabbah (binatang melata). Tentu saja, binatang yang dimaksud bukan binatang melata biasa yang sering kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, karena binatang demikian tidak layak disebut sebagai sebuah Tanda zaman. Dabbah atau binatang di sini adalah sesuatu yang luar biasa yang tampak mengherankan dan mencengangkan yang sebelumnya tidak pernah ada. Ini juga sedang kita saksikan dengan timbulnya wabah virus yang melanda kehidupan umat manusia di zaman ini seperti virus HIV Aids yang telah mewabah ke seluruh dunia, dan virus Ebola yang mewabah di Afrika. Kedua jenis virus ini sangat mematikan dan mencengangkan dunia, karena telah memakan jutaan korban jiwa manusia dengan cara kematian yang mengerikan sekaligus mengherankan, sementara para ahli di seluruh dunia hingga sekarang belum ada yang dapat menemukan obat penangkalnya.

Salah satu Tanda lainnya yang disebut dalam hadits di atas ialah Matahari terbit dari Barat. Matahari yang dimaksud hadits ini tentu bukan Matahari yang biasa kita saksikan setiap pagi terbit di sebelah Timur akan berpindah terbit dari Barat. Karena pengertian seperti demikian tidak saja akan bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Alam Semesta, akan tetapi juga akan bertentangan dengan ketetapan Allah swt sendiri yang sudah menetapkan bahwa “Matahari tidak akan mungkin mengejar bulan, dan tidak pula malam akan mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada tempat edarnya.” (QS Yasin, 36:41). Matahari yang dikatakan akan terbit dari Barat ialah Matahari Islam, Matahari Rasululllah saw akan bersinar di Barat, yakni bangsa-bangsa Barat akan menerima Islam dan menjalankan ajaran Islam sedemikian rupa tinggi nilainya seakan-akan Matahari Islam dan cahaya Rasulullah saw bersinar di Barat. Baru-baru ini Penelitian Pew Research Center, Amerika Serikat menyebutkan bahwa pertumbuhan umat Islam di Eropa akan berkembang. Di Eropa, jumlah muslim mencapai 10 persen dari total populasi pada 2050. Islam pun menjadi agama mayoritas di 51 negara di dunia.(Tempo.Co Minggu, 5 April 2015 mengutip dari Dailymail)

Api Perang yang sedang berkobar di Yaman, menggakibatkan hancurnya kota-kota dan menimbulkan kepanikan dan ketakutan warga sipil sehingga mereka harus berlari meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat-tempat berkumpul yang aman.

Salah satu Tanda lainnya yang disebut dalam hadits di atas ialah Tiga Gerhana. Tentu Gerhana yang dimaksud bukan Gerhana alami yang biasa terjadi. Melainkan Gerhana luar biasa yang dalam hadits lain disebutkan sebagai Gerhana yang belum pernah terjadi sejak Bumi dan Langit diciptakan, yaitu Gerhana Bulan dan Matahari pada bulan Ramadhan dan Gerhana luarbiasa tersebut terjadi untuk menandai datangnya Imam Mahdia.s. (Dar al-Qutni, Jilid 1, hal.188). Gerhana tersebut sudah terjadi, yakni di belahan bumi sebelah Timur telah terjadi Gerhana bulan partial tanggal 21 Maret 1894 atau 13 Ramadhan 1311H, dan di belahan bumi sebelah Barat telah terjadi Gerhana Matahari total pada hari Jum’at tanggal 6 April 1894 atau 28 Ramadhan 1311 H. Gerhana Bulan dan Matahari Total di bulan Ramadhan untuk wilayah Jazirah Arabia (Timur-Tengah) telah terjadi pada tanggal 9 November 2003 dan 24 November 2003 atau Ramadhan 1424 H. (Moedji R, Staf Observatorium Boscha, Majalah Gatra 22 Nov. 2003).

Tanda lainnya yang disebut dalam hadits di atas ialah Keluarnya Api dari negeri Yaman. Tanda ini pun sedang kita saksikan, bahwa api peperangan sedang berkobar di Yaman dengan terjadinya serbuan pasukan Saudi Arabia sejak 26 Maret 2015 yang lalu, dibantu tentara koalisi menyerbu negeri Yaman. Demikian hebatnya serangan itu sehingga sudah mengakibatkan banyak korban jiwa. PBB mencatat bahwa selama 2 pekan berlangsungnya serangan, sudah 500 orang lebih tewas, dan menimbulkan kepanikan serta ketakutan bagi warga lainnya yang selamat. Puluhan ribu warga Yaman melakukan exodus (pengungsian besar-besaran) dengan melakukan perjalanan laut untuk menyeberang menuju Somalia atau ke negara lain yang aman. Demikian pula warga yang berasal dari negara-negara lain yang tinggal di Yaman pun dijemput oleh Pemerintahnya masing-masing untuk dibawa pulang demi keselamatan. Pemandangan ini persis seperti yang digambarkan di dalam hadits di atas, bahwa api yang keluar dari Yaman akan menyebabkan orang-orang berlarian dan berkumpul ke tempat kumpul mereka (yang aman).

Turunnya Isa dan Imam Mahdi

 

Di antara 10 tanda-tanda yang disebutkan dalam hadits di atas, disebutkan juga salah satunya adalah turunnya Isa Ibnu Maryam as. Dalam hadits lainnya disebutkan bahwa Isa as yang akan datang adalah Imam Mahdi juga, sebagaimana Nabi Muhammad saw menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa:

وَلاَ الْمَهْدِىُّ اِلاَّعِيْسٰى

“Bahwa tidak ada Mahdi kecuali Isa.” (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim dalam “Al-Mustadrak” dari Anasr.a.; dan Kanzul Ummal, Juz XIV/38656)

Disebutkan dalam banyak riwayat bahwa pada saat semua tanda-tanda zaman itu sudah muncul dan terjadi, maka Allah swt akan mendatangkan seorang laki-laki dari umat Muhammad, Rasulullah saw untuk mengajak dan memimpin mereka kembali kepada ajaran Islam (QS Yasin, 36:21), yaitu ajaran yang dahulu pernah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. (QS Al-Jumu’ah, 62:3-4). Seseorang laki-laki yang dijanjikan akan datang di akhir zaman itu adalah seorang pria, yang dari pihak ibu keturunan dari Fathimah, Putri Nabi Muhammad saw (Kanzul ummal, Juz XIV/38653) dan dari pihak ayah keturunan kaum Salman Al-Farisi sahabat Rasulullah saw (Kanzul Ummal, Juz XII/35125), yang menurut beliau saw akan muncul dari Timur Damsyik (Kanzul Ummal, Juz XIV/38852). Beliau menggunakan nama “Ahmad”, salah satu dari nama Rasulullah saw (Kanzul Ummal, Juz XIV/38655), sebab pada hakikatnya beliau diutus pada akhir zaman ini hanya semata-mata untuk menampakkan kembali wujud Rasulullah saw. Oleh karena itu, ajaran beliau adalah ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, seorang pria yang ditakdirkan menjadi mazhhar (penampakkan) Nabi Muhammad saw  ini diberi gelar Imam Mahdi (Kanzul Ummal, Juz XIV/38808) dan Nabiyullah Isa as. (Shahih Muslim, “Bab Dajjal dan Sifat-sifatnya”).

Imam Mahdi Akhir Zaman dan Pesan Rasulullah saw

 

Yang Mulia Rasulullah saw berpesan kepada kaum muslimin apabila Imam Mahdi atau Nabiyullah Isa as telah datang sebagai pengikut Rasulullah saw di zaman akhir, supaya mereka berbai’at kepada beliau walaupun mereka harus merangkak di atas salju, sebab beliau itu adalah Khalifah Allah al-Mahdi (Ibnu Majah, Juz II/4082), yaitu Wakil Allah swt di dunia ini untuk meneruskan kepemimpinan Rasulullah saw di akhir zaman, agar umat Islam bersatu kembali dalam satu Jamaah yang dipimpin seorang Imam yang telah dijanjikan, yaitu Khalifah bagi orang-orang mukmin yang beramal saleh (QS 24 : 56). Adapun figur Imam Mahdi atau Nabiyullah Isa as yang dijanjikan oleh Rasulullah saw itu tidak lain adalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian (Al-Khutbah al-Ilhamiyah, hal.41). Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as  mendakwakan diri sebagai wujud Isa dan Imam Mahdi yang dijanjikan oleh Rasulullah saw akan datang di akhir zaman. Tanda-tanda zaman baik yang disebutkan dalam Al-Quran maupun yang disebutkan oleh Rasulullah saw  yang menandai telah datangnya Imam Mahdi yang dijanjikan telah sempurna dan penyempurnaannya dapat kita saksikan di zaman kita sekarang.

Nama Jamaah Imam Mahdi

 

Jamaah kaum Muslimin yang telah didirikan oleh Imam Mahdi as di zaman akhir ini diberi nama Jamaah Islam Ahmadiyah. Kata “Jamaah” diambil dari nubuatan Rasulullah saw yang menyatakan akan ada Jamaah yang selamat disaat umat Islam terpecah menjadi 73 firqah (Kanzul Ummal, Juz I/1061) dan Ahmadiyah diambil dari nama atau sifat Rasulullah saw yang di nubuatkan Nabi Isa as  dalam surah Ash-Shaf (QS 61 : 7). Sekarang, Jamaah Imam Mahdi ini sudah tersebar di lebih dari 208 negara di dunia, dan sedang giat menablighkan Islam baik di Asia, Australia, Eropa, Afrika, maupun di Amerika. Di negeri kita Indonesia, cabang-cabangnya telah berdiri di lebih dari 383 cabang di seluruh Provinsi.

Penerbit:

Sekretaris Tabligh

Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia,

Cetakan ke-2 tahun 2015

JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA

Badan Hukum Penetapan Menteri Kehakiman RI No.JA 5/23 Tanggal 13-3-1953

Jl. Balikpapan I/10 Jakarta 10130

Telp.(021) 6321631, 68737052, Fax. (021) 6321640

[1] Penulisan nomor ayat Al-Quran dalam brosur ini berdasarkan Hadits Nabi Besar Muhammadsaw. riwayat sahabat, Ibnu Abbasra yang menunjukkan bahwa setiap Basmalah pada tiap awal surah adalah ayat pertama dari surah itu.

كَنَا لاَ يَعْرِفُ فَصْلَ السُّوْرَةِ حَتّٰى يَنْزِلَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

“Nabi Muhammadsaw. tidak mengetahui pemisahan antara surah itu sehingga bismillaahirrahmaanirrahiim turun kepada beliausaw..” [HR. Abu Daud, “Kitab Shalat” dan Al-Hakim dalam “Al-Mustadrak”]

(Visited 18 times, 1 visits today)