Buku Menghapus Satu Kesalahan

Judul : Menghapus Satu Kesalahan
Penulis : Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as
Judul Asli :
Eik Ghalaţĩ Kã Izãlah (Urdu)
Alih Bahasa : Jusmansyah
Ukuran : 14.8 X 21 Cm
Isi : x + 22 halaman
Penerbit : Neratja Press, 2015
ISBN : 978-602-0884-08-0

Sinopsis

Eik Ghalaţĩ Kã Izãlah (Menghapus Satu Kesalahan) yang ditulis oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, Al-Masih dan Imam Mahdi yang dijanjikan, pada tahun 1901 – menguraikan tentang beberapa kesalahpahaman mengenai pengakuan beliau. Masih Mau’ud as menjelaskan secara detil dalam mendefinisikan hakikat sejati dari kedudukan beliau sebagai Nabi dan Rasul Allah, dan menjelaskan dengan panjang lebar bagaimana Kenabian beliau sama sekali tidak bertentangan dengan konsep Khatamun Nubuwwat (Finalitas Kenabian Rasulullah saw). Terlepas dari penjelasan yang bersifat sekali dan untuk selamanya terhadap isu yang sangat penting dan kontroversial dari Khatamun Nubuwwat Eik Ghalati Ka Izalah juga merupakan penjelasan pamungkas dalam menyelesaikan pertikaian antara orang-orang yang percaya kepada Masih Mau’ud as dan yang tidak.

Hadhrat  Mirza Ghulam Ahmad as mengatakan  bahwa  salah  seorang  pengikut  beliau  dikecam  oleh  seseorang  karena  ia  telah  mempercayai seseorang yang mengaku nabi. Jawaban  pengikut  beliau  itu  kemudian  menyangkal  adanya  pengakuan  kenabian  itu.  Hadhrat  Ahmad as bersabda,  bahwa  jawaban  seperti  itu  tidaklah  benar,  karena  wahyu-wahyu  yang  telah  beliau  terima  dari  Allah swt   mengandung  kata-kata  sebutan  ‘nabi’  dan  ‘rasul’  tidak  hanya  sekali  dua  kali,  melainkan  ratusan kali.

Sebelum    menulis    buku    ini,    Hadhrat  Ahmad as juga  memegang   pemahaman   dan   penafsiran   kata   ‘nabi’   dan  ‘rasul’ sebagaimana kebanyakan umat Islam pada umumnya,  bahwa  seorang  nabi  dan  rasul  itu  harus  membawa  syariat  dan agama baru dan bukan mengikuti syariat nabi manapun  sebelumnya. Namun kemudian beliau diberi pemahaman oleh  Allah swt   bahwa  hal  seperti  itu  tidak  benar,  kerena  beliau as sendiri   nabi,   tetapi   tidak   membawa   syariat   dan   tidak  membawa   agama   baru,   atau   tidak   memiliki   kedudukan dan  pangkat  kenabian  yang  mandiri,  melainkan  sebagai  seorang nabi  ummati  yaitu seorang umat dan pengikut Nabi  Muhammad saw  yang dianugerahi kenabian berkat mengikuti  syariat beliau saw .

Dalam buku ini beliau menulis:

“Pada  saat  saya  membantah  pengakuan  sebagai  Nabi  dan  Rasul,  hal  itu  dimaksudkan  adalah  saya  tidak  membawa  Syariat  tersendiri  atau  menjadi  Nabi yang independen. Saya disebut sebagai Nabi  dan  Rasul,  hanya  dalam  pengertian  bahwa  saya  telah  menerima  karunia  rohani  yang  berasal  dari  Rasulullah saw yang  saya  taati,  dan  setelah  saya  menyandang  namanya,  maka  melalui  beliau saw – lah saya menerima kabar-kabar ghaib dari Allah Taala.  Tetapi  saya  tidak  datang  dengan  Syariat  baru. Saya tidak pernah membantah disebut Nabi  dalam  pengertian  ini.  Memang  dalam arti  inilah  Allah  Taala  telah  memanggil  saya sebagai  Nabi  dan  Rasul; dan dalam pengertian inilah saya tidak  menyangkal menjadi  Nabi  atau  Rasul. “

Buku ini merupakan edisi ketiga. Edisi pertama dan kedua  telah diterbitkan masing-masing pada tahun 1978 dan 1993  diterjemahkan oleh Bapak H. Sadruddin Yahya Pontoh. Edisi  ketiga ini  adalah terjemahan Bapak Jusmansyah. Semoga  terbitnya  buku  ini  dapat  menambah  khazanah  dan wawasan keilmuan bagi para pencari kebenaran. Aamiin.

 

Download PDF

[embeddoc url=”http://ahmadiyah.id/wp-content/uploads/2016/09/MENGHAPUS-SEBUAH-KESALAHAN-HMGAhmad2.pdf” download=”all”]

(Visited 109 times, 1 visits today)