Buku Sirrul Khilafah (Rahasia Khilafat)

Sirrul Khilafah (Rahasia Khilafah)

Download Sirrul Khilafah:
PDF (Arab)
PDF (Arab dengan terjemahan Urdu)
Browser Book


Resensi Buku Sirrul Khilafah

Di dalam buku Sirrul Khilafah yang beliau tulis dalam Bahasa Arab dan diterbitkan pada bulan Juli 1894 ini Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad  membahas perbedaan yang ada di antara kaum Sunni dan Syiah mengenai Khilafah sepeninggal Rasulullah saw.

Beliau membuktikan dengan sangat meyakinkan berdasarkan fakta, bahwa meskipun Abu Bakr ra, Umar ra, Utsman ra, dan Ali ra semuanya adalah Khulafaur Rasyidah yakni yang memperoleh petunjuk, tetapi Abu Bakr ra adalah yang paling afdhal, beliau  adalah semisal Adam kedua bagi Islam. Beliau mengatakan bahwa bedasarkan bukti yang sangat nyata, Abu Bakar ra adalah penzahiran ayat Alquran yang menyebutkan tentang Khilafah.

Beliau membahas  keberatan kaum Syiah yang menentang tiga Khalifah pertama Khulafaur Rasyidah dengan panjang lebar. Lalu menantang mereka yang tidak sependapat agar bermubahalah. Jika pihak yang menentang menjadi pemenang, beliau akan mengakui sebagai orang yang tidak benar, ditambah dengan hadiah uang sejumlah 5000 Rupee. Akan tetapi tak ada seorang pun yang berani tampil menyambutnya.

Kemudian beliau pun menjelaskan nubuatan tentang kedatangan Imam Mahdi yang disertai dengan berbagai bukti terkait dengan pendakwahan beliau bahwa beliau itulah wujud Imam Mahdi  yang dijanjikan.

Adapun alasan mengapa buku ini ditulis dalam Bahasa Arab ialah untuk mengungkapkan kehampaan pengakuan Maulvi Mohammad Hussain  dan yang lainnya untuk menjadi ulama yang besar. Mereka diberi waktu selama dua puluh tujuh hari untuk menulis buku semacam Sirrul Khilafah ini dengan hadiah sejumlah uang 27 Rupe  atau satu Rupee per-hari.

Akan tetapi, tak ada seorang pun yang menyambut tantangan ini. Walhasil mereka itu semua telah memperlihatkan ketidaktahuan dan ketidakmampuan  mereka melakukan apa yang telah dikerjakan oleh Hadhrat Ahmad  dengan bantuan Ilahi.

Pada Bab Pertama, Hadhrat Ahmad   memaparkan mengenai pengertian Khilafah secara umum, dan membuktikan bahwa  Abu Bakar ra,  Umar ra dan  Utsman ra tanpa keraguan sedikitpun adalah para Khalifah yang mendapat petunjuk. Beliau membatah dengan keras pendapat kaum Syiah yang mengatakan tiga Khalifah pertama adalah perampas kekuasaan. Beliau meyakinkan bahwa tidak seorangpun yang lebih berhak menduduki jabatan Khalifah selain mereka. Beliau mengutip ayat Alquran (ayat yang menyebutkan Layastakhlifannahum) dan juga diperkuat oleh beberapa Hadits.

Pada Bab Kedua, beliau menarik perhatian para pembaca mengenai kedatangan Imam Mahdi yang beliau sebut sebagai Adam umat Islam dan Khatamul Imam. Beliau mengajak mereka untuk melihat kondisi zaman dan menyadari bahwa bukankah sudah seharusnya Imam Mahdi muncul untuk memperbaiki dunia.

Dan beliau menegaskan bahwa beliaulah Imam Mahdi yang dijanjikan serta mengapa beliau disebut juga sebagai Nabi Isa.

Bagian utama buku ini ditulis dalam Bahasa Arab dengan tambahan sebuah pernyataan dalam bahasa Urdu yang terkait dengan tantangan berhadiah dari beliau  kepada Maulvi Mohammad  Hussain dan yang lainnya.

Di bagian akhir buku ini, Hadhrat Ahmad  mencantumkan suatu surat kepada kaum terpelajar berisi himbauan agar jangan tergesa-gesa menghakimi beliau. Beliau menyatakan bahwa beliau telah disebut sebagai Isa melalui wahyu dan beliau tidak mungkin mengabaikannya atau menarik diri. Sedangkan sikap para penentang tidaklah berdasarkan Alquran, tak juga mengikuti petunjuk Hadits; sehingga terlempar dari jalan yang lurus. Beliau juga menegaskan bahwa meskipun segala macam rencana jahat ditebarkan ke hadapan beliau, namun beliau diberi keselamatan dan keamanan, sebaliknya para penentang akan menjadi nestapa.

Beliau menjelaskan kekeliruan mereka bahwa manakala para Malaikat turun ke bumi, maka tempat-tempat mereka di langit pun menjadi kosong. Ini karena mereka menganggap turunnya para Malaikat itu dengan tubuh kasarnya. Maka beliau  pun mengoreksinya, dengan menjelaskan bahwa para Malaikat bekerja dengan berbagai pengaruh dan dampaknya. Beliau meminta mereka untuk menggunakan akal sehat, karena keindahan ajaran Islam itu adalah sesuai dengan fitrat kita.

Lalu beliau berdoa agar Allah memberikan keridhoan-Nya yang beliau katakan hanya dapat diperoleh dengan mengikuti Rasulullah saw.


Sumber : The Secret of Caliphate (Khilafat)
Penerjemah: Mahmud Surahman
Editor : Jusmansyah