Peresmian Masjid Baitus Samad, Baltimore

26 Oktober 2018 Ι Siaran Pers

peresmian masjid baitus samad

“Sekarang saatnya untuk menunjukkan rasa kemanusiaan kita dan meningkatkan upaya dalam menciptakan perdamaian di masyarakat kita, di negara kita dan di seluruh dunia.” – Hazrat Mirza Masroor Ahmad

 

Pada 20 Oktober 2018, Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad meresmikan Masjid Baitus Samad di Baltimore, Amerika Serikat, dan menyampaikan pidato utama pada resepsi khusus yang diadakan untuk menandai acara peresmian.

Setibanya di Baltimore, Hazrat Mirza Masroor Ahmad meresmikan Masjid Baitus Samad dengan membuka sebuah plakat peringatan dan memanjatkan doa sebagai rasa syukur kepada Allah. Setelah itu, beliau memimpin sholat Zuhur dan Ashar  dan kemudian melakukan peninjauan ke berbagai sisi gedung.

Kemudian, sekitar 500 orang menghadiri resepsi khusus yang diadakan di Hilton Hotel, Baltimore, termasuk 320 pejabat dan tamu.

Dalam pidato utamanya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan tujuan sebuah Masjid dan menjelaskan bahwa Masjid hakikatnya adalah pusat perdamaian, yang di dalamnya umat Islam berjamaah dalam beribadah kepada Allah taala dan melayani umat manusia, tanpa membeda-bedakan agama atau keyakinan.

Huzur juga meminta semua orang untuk bersatu dan menciptakan perdamaian di dalam masyarakat, bukannya menambah ketegangan dan konflik yang telah terjadi di di berbagai belahan dunia belakangan ini.

Di awal pidatonya, Huzur mengatakan bahwa tidak mengherankan beberapa orang takut kepada Masjid atau memendam kekhawatiran terhadap umat Islam disebabkan media yang terus menerus menyiarkan gambaran negatif tentang Islam.

masjid ahmadiyah baltimore

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Banyak orang khawatir bahwa sebuah Masjid akan memberi umat Islam sebuah pusat untuk mengasingkan diri dari masyarakat lainnya dan merusak perdamaian dan ketentraman daerah setempat atau kota atau bahkan negara itu sendiri.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Saya sendiri telah menyaksikan bahwa ketakutan semacam itu memang ada di kalangan non-Muslim dan sayangnya kecemasan dan kecurigaan terhadap Islam dan para pengikutnya itu semakin meningkat. Tetapi hal sebenarnya adalah Islam sepenuhnya menentang semua bentuk ekstremisme, terorisme, atau kekerasan.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad selanjutnya mengatakan:

“Islam sangat mengecam setiap upaya melanggar kebebasan berkeyakinan dan kebebasan hati nurani. Dalam keadaan apa pun Islam tidak mengizinkan paksaan atau kekerasan dalam masalah agama. Sebaliknya, Islam mengajarkan bahwa agama itu berkaitan dengan hati. Jadi, saya sangat yakin bahwa persepsi Islam yang tersebar luas di kalangan non-Muslim adalah hal yang keliru.”

Untuk meredakan ketakutan yang terkait dengan pembangunan Masjid Huzur menjelaskan tujuan hakiki dari sebuah Masjid. Huzur mengatakan di samping masjid merupakan tempat berkumpulkanya umat Islam untuk beribadah dan memperkuat hubungan kekerabatan dan persatuan satu sama lain, Masjid juga berfungsi sebagai sarana ‘Memperkenalkan ajaran Islam kepada non-Muslim dan memenuhi hak-hak masyarakat luas.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Masjid hakikatnya dibangun untuk menumbuhkan perdamaian di masyarakat dari berbagai komunitas dan keyakinan, bukan merusak kedamaian masyarakat. Singkatnya, masjid adalah tempat bagi umat Islam untuk meningkatkan ikatan mereka kepada Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa dan untuk memenuhi hak-hak sesama manusia. Setiap Masjid yang tidak memenuhi tujuan penting ini maka ia tidak ada nilainya sama sekali dan tak lebih dari sebuah bangunan kosong yang tidak memiliki tujuan.”

Huzur mengatakan bahwa sejarah Jamaah Muslim Ahmadiyah memberikan kesaksian tentang sebuah fakta bahwa di mana pun Muslim Ahmadi membangun Masjid, mereka memenuhi tujuan hakiki dari Masjid.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:

“Kami berusaha membangun hubungan persahabatan dengan non-Ahmadi dan non-Muslim. Kami mengupayakan dialog antar agama. Kami menghargai dan menghormati tetangga. Kami selalu siap membantu orang-orang yang membutuhkan. Kami memperjuangkan hak mereka yang lemah dan terpinggirkan. Kami melayani masyarakat dan menjadi warga negara yang taat dan loyal. Inilah keyakinan kami, dan ini adalah ajaran kami. Untuk itulah mengapa kami membangun Masjid.”

Berbicara tentang peran Masjid di dalam masyarakat, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Saya yakin sepenuhnya bahwa, Insya Allah, Masjid ini akan menjadi simbol perdamaian yang senantiasa memancarkan cinta, kasih sayang, dan persaudaraan di seluruh kota dan masyarakat yang lebih luas. Masjid ini akan berfungsi sebagai suar yang menerangi sekelilingnya dan menyebarkan cahaya ke segala arah. Masjid ini akan menjadi Rumah Perdamaian di mana para jamaah bergabung bersama untuk melayani dan memenuhi hak-hak para tetangga.”

Huzur mengatakan bahwa masyarakat setempat di sekitar Masjid akan segera menyaksikan bahwa penjelasan saya tentang Masjid ini bukan sekedar kata-kata yang berlapiskan gula yang menutupi pil pahit, melainkan sebuah kebenaran yang sesungguhnya.

Huzur melanjutkan dengan mengatakan bahwa perdamaian abadi tidak dapat terwujud hanya dengan menjentikkan jari kita. Sebaliknya, Huzur mengatakan perlunya masyarakat untuk bersatu pada nilai-nilai bersama sambil menunjukkan rasa saling menghormati satu sama lain.

masjid baitus samad

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan:

“Semua anggota masyarakat, baik Muslim atau non-Muslim, apakah beragama ataupun tidak, harus bekerja sama untuk perdamaian dan kemakmuran dunia. Bukannya menyalahkan satu sama lain, atau menunjukkan kekurangan dan kelemahan masing-masing, kita harus membuka hati kita kepada orang lain dan menunjukkan kasih sayang dan cinta kasih. Bukannya menyerang agama satu sama lain dan saling memprovokasi, tetapi kebutuhan paling mendesak saat ini adalah dengan menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi.”

Berbicara tentang kebutuhan mendesak umat manusia untuk merenungkan kembali dan berfokus pada tujuan mereka, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyatakan:

“Saya menganggap bahwa kita sedang melewati titik kritis dalam sejarah dunia, di mana, baik di tingkat nasional dan internasional, dunia semakin terpolarisasi dan terpecah. Kita berdiri di ambang bencana, dan sekarang adalah waktu untuk mundur selangkah dan memfokuskan semua energi kita guna melindungi masa depan umat manusia. Sekarang saatnya untuk menunjukkan rasa kemanusiaan kita dan meningkatkan upaya dalam menciptakan perdamaian di masyarakat kita, di negara kita dan di seluruh dunia.”

Mengakhiri pidatonya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Harapan dan doa saya adalah tanpa membedakan agama atau keyakinan, kita dapat bekerja bersama dalam semangat kebajikan dan saling menghormati dan cita-cita kita bersama adalah untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.”

Pada malam sebelumnya, berbagai pejabat juga menyampaikan sambutannya, sementara Presiden Nasional Jamaah Muslim Ahmadiyah AS, Dr Mirza Maghfoor Ahmad memperkenalkan Hazrat Mirza Masroor Ahmad sebelum pidato utama.

Senator Amerika Serikat Ben Cardin berkata:

“Tuan yang mulia, kami menyambut Anda di Baltimore. Kami merasa terhormat atas kehadiran Anda dan Anda telah menginspirasi kami dengan kepemimpinan Anda. Jamaah yang Anda pimpin telah membantu membangun Baltimore, Maryland dan Amerika yang lebih kuat dan lebih damai dan kepemimpinan Anda telah menjadi global di seluruh dunia. Pesan damai dan cinta Anda adalah sesuatu yang kami butuhkan saat ini lebih dari sebelumnya. Kehadiran dan kata-kata Anda telah menginspirasi kami di Baltimore ini bahwa kita semua dapat melakukan hal yang lebih baik.”

John Wobensmith, Sekretaris Negara Maryland mengatakan:

“Tuan yang mulia, pesan-pesan Anda dalam hal pelayanan kepada Kemanusiaan untuk mengembangkan kedamaian dan keadilan adalah hal yang paling mengagumkan dan sangat dibutuhkan untuk membantu kami mengatasi banyak kelemahan kami. Ini adalah pesan yang dapat dipegang baik oleh umat Islam maupun bukan.”

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Sebelumnya,Huzur telah bertemu dengan sejumlah pejabat secara pribadi, termasuk Ben Cardin dan Catherine Pugh, Walikota Baltimore. Huzur juga menjawab berbagai pertanyaan selama konferensi pers dengan media yang datang.

Sumber: Pressahmadiyya.com