Surat untuk Paus Francis

Mubarak Mosque
Sheephatch Lane
Tilford, Surrey
GU10 2AQ
United Kingdom

10 June 2020

Yang Terhormat Paus Francis,

Saat ini, kita tengah melewati masa-masa kritis nan berbahaya, disebabkan dunia tengah diliputi ketidakpastian dan keputusasaan sehingga saya menulis surat kepada Anda.

Pandemi COVID-19 telah membuat dunia tak berkutik dan memengaruhi hampir setiap negara dan masyarakat. Akibatnya, setiap orang yang merasakan kepedihan dan penderitaan diliputi kecemasan dan kegelisahan. Oleh karena itu, saya berdoa dari lubuk hati terdalam, semoga Tuhan mengakhiri cobaan dan penderitaan besar ini sehingga umat manusia dapat diselamatkan dari dampak pendemi yang mematikan dan luar biasa ini. Aamin.

Sejarah menjadi saksi bahwa pandemi, malapetaka, atau bencana alam selalu terjadi di setiap masa ketika umat manusia telah berpaling dari Penciptanya.

Baru-baru ini, saya menemukan pidato yang disampaikan Yang Mulia di mana Anda mengutarakan kekhawatiran bahwa jika Anda bertanya kepada Tuhan apakah Dia puas dengan perilaku umat manusia, maka Tuhan akan menanggapi dengan mengungkapkan ketidaksenangan-Nya.

Selain itu, Yang Mulia menunjukkan keyakinan bahwa terjadinya bencana alam merupakan tanggapan dan reaksi atas kesalahan dan kelalaian dunia saat ini.

Saya sangat setuju dengan pendapat ini dan saya merasa bahwa hal ini sangat penting supaya pesan ini disebarkan lebih luas lagi. Yang pasti, saya percaya bahwa umat manusia harus segera mengalihkan perhatian kepada Tuhan sehingga dapat diselamatkan dari kesengsaraan dan potensi kehancuran.

Sebagai pemimpin global Jamaah Muslim Ahmadiyah, saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 di desa kecil Qadian, India. Pendiri Jamaah kami, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (as), menyatakan diri bahwa beliau telah diutus oleh Allah Ta’ala dengan tujuan membawa umat manusia kembali kepada Sang Pencipta dan menarik perhatian manusia untuk memenuhi tugas dan kewajiban mereka terhadap satu sama lain. Beliau kemudian menekankan perlunya umat manusia untuk mengakhiri segala bentuk kekacauan, kekejaman dan ketidakadilan serta menekankan untuk memenuhi hak satu sama lain supaya orang-orang dapat diselamatkan dari murka Allah Ta’ala.

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (as) bersabda:

“Persoalan beriman dan tidak beriman seseorang akan diputuskan di akhirat. Bencana alam atau malapetaka yang terjadi yang dengannya bangsa-bangsa di masa lalu binasa, bukan semata karena mereka tidak beriman, tetapi mereka dihancurkan karena kesombongan, dosa dan kekejaman mereka. Bahkan Fir’aun binasa bukan karena tidak beriman, tetapi karena ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang ia lakukan.”

Sebagai Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, saya sejak lama telah mendesak para pemimpin dunia bertindak dengan adil dan penuh integritas dan melakukan segala upaya untuk membangun perdamaian hakiki dan abadi di dunia dengan jalan memastikan hak semua bangsa dan semua orang dihormati.

Sehubungan dengan ini, saya telah menulis surat kepada pendahulu Anda, Paus Benediktus XVI pada tahun 2011 dalam upaya untuk membangun kerukunan antar agama dan menyoroti pentingnya para pemimpin agama di dunia untuk bersatu menciptakan perdamaian dan niat baik di dunia.

Mengingat masa-masa sulit yang kita hadapi saat ini, saya menganggap perlu juga menulis surat kepada Anda untuk mengutarakan keyakinan saya bahwa kewajiban utama para pemimpin agama saat ini adalah membimbing umat manusia menuju suatu realita bahwa virus ini merupakan peringatan keras bagi umat manusia dan satu-satunya jalan keluar adalah dengan bersujud dengan penuh kerendahan di hadapan Pencipta kita, memenuhi hak-hak-Nya dan hak-hak satu sama lain sehingga dapat mengubah dunia dari kondisi putus asa menjadi surga yang damai, cinta dan kasih sayang.

Sebagai Pemimpin Global Jamaah Muslim Ahmadiyah, saya berjanji bahwa selalu siap membantu dan turut serta dalam setiap upaya dan tindakan untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran dan membawa manusia kembali kepada Sang Pencipta.

Saya berdoa semoga Allah Ta’ala memberkati semua upaya untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran dunia dan semoga para pemimpin dan pemeluk agama saling bekerja sama dalam tujuan mulia ini dengan mengesampingkan perbedaan keyakinan, demi keselamatan manusia. Tentu ini akan selalu menjadi tujuan utama Jamaah Muslim Ahmadiyah dan kami akan melakukan segala upaya untuk tujuan ini.

Saya berdoa semoga Allah Ta’ala menganugerahkan dunia dengan hihmat dan saling mengerti. Aamin.

Dengan hormat,

MIRZA MASROOR AHMAD

Khalifatul Masih V
PEMPIMPIN DUNIA JAMAAH MUSLIM AHMADIYAH

(Visited 7 times, 1 visits today)