upacara kelahiran dan kewafatan menurut islam

Apakah terdapat upacara atau amalan khusus saat kelahiran dan kewafatan menurut Islam? Berikut hal-hal yang harus dilakukan oleh umat Islam saat menyambut anak yang baru lahir dan saat terdapat seseorang yang meninggal.

Upacara Kelahiran

Amalan-amalan ketika menyambut bayi yang baru lahir.

Mengumandangkan Azan dan Iqamah

Ketika seorang bayi Muslim lahir, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumandangkan azan dan iqomah ke telinga sang bayi. Hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja dengan cara membisikkannya ke telinga bayi.

Azan adalah seruan untuk melaksanakan shalat bagi umat Islam, sedangkan Iqamah merupakan pemberitahuan bahwa shalat akan segera dimulai.

Tujuan mengumandangkan azan ke telinga bayi yang baru lahir adalah untuk menekankan pada umat Islam bahwa tujuan utama kehidupan manusia sejatinya adalah untuk menyembah Allah dan sejak lahir, seorang anak perlu ditanamkan kesadaran mengenai hal tersebut.

Memberi Madu atau Kurma

Kemudian dalam hal asupan pertama bagi bayi, bahwa zat makanan yang pertama masuk ke mulut bayi biasanya dianggap penting. Karena itu, sebelum bayi mulai menyusu, orang tua memberikan kurma matang, madu atau jus buah atau bahan makanan yang cocok bagi bayi. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah (shallallahu ‘alahi wasallam) dan diikuti oleh umat Islam.

Mencukur Rambut Bayi dan Aqiqah di hari ke 7

Menurut Islam, tujuh hari pasca kelahiran, rambut di kepala bayi dicukur bersih. Jika tidak dapat dilakukan pada hari ke-tujuh, dapat dilakukan pada hari ke-14 atau 21.

Bagi anak laki-laki, sunat merupakan hal penting lainnya. Kebiasaan sunat ini sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim as.

Biasanya di hari ketujuh setelah bayi dilahirkan, diadakan aqiqah yaitu memtong hewan dan diadakan jamuan dengan mengundang kerabat, sahabat dan sebagian lagi dagingnya dibagikan kepada orang-orang miskin. Hewan aqiqah dapat berupa kambing, domba, sapi, atau unta. Untuk aqiqah anak perempuan dengan satu ekor hewan, sedangkan aqiqah anak laki-laki adalah dua ekor hewan.

Upacara Kewafatan

Dalam Islam, orang yang meninggal diperlakukan dengan sangat bermartabat. Saat ada orang yang meninggal umat Islam harus memakamkannya sesegera mungkin menghindari proses mem-balsam atau hal yang mengganggu tubuh jenazah.

Seorang Muslim yang sudah meninggal harus dihormati dan tubuhnya ditangani sesuai sunnah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam). Jenazah dimandikan kemudian dikafani dengan dua lembar kain putih sebelum dimasukkan ke dalam makam.

Setelah semuanya sudah selesai, dilakukan shalat jenazah. Imam memimpin shalat jenazah dan diikuti oleh para pelayat. Shalat jenazah serupa dengan shalat lima waktu tetapi dengan beberapa perbedaan. (Misalnya, tidak ada ruku’ dan sujud, dan semua bacaan shalat tidak dikeraskan- hanya beberapa kata saja yang dikeraskan).

Jenazah kemudian dibawa ke pemakaman. Di pemakaman tidak harus mendirikan batu nisan, penanda yang rumit, menaruh bunga, atau kenang-kenangan lainnya. Sebaliknya, seseorang ditekankan untuk mengingat Allah dan rahmat-Nya dan mendoakan almarhum. Di dalam Islam, proses kremasi tidak diizinkan.

Sumber: Alislam.org – Are there special ceremonies around birth and death?
Penerjemah: Khaula Nurrulhakim