Bagaimana Mendapatkan Kenikmatan Dalam Shalat?

kenikmatan shalat khusyuk

Pertanyaan: Bagaimana mendapatkan kenikmatan dalam Shalat?


Dalam mulaqat virtual siswa Jamiah Ahmadiyah Ghana dengan Hazrat Amirul Mukminin, Khalifatul Masih V (aba) yang diadakan pada 5 Desember 2020, seorang siswa bertanya bagaimana mendapatkan kesenangan atau kenikmatan dalam Shalat. Huzur (aba) memberikan jawaban sebagai berikut:

“Bagaimana dapat mendapatkan kesenangan dalam Shalat? Hazrat Masih Mau’ud as telah mengajarkan kita sebuah metode yang sangat sederhana untuk meraih kondisi. Beliau menjelaskan bahwa kita harus menciptakan suatu ekspresi di wajah kita seolah-olah tengah menangis. Ketika seseorang secara fisik menciptakan ekspresi tertentu di wajahnya untuk menimbulkan perasaan tertentu, maka perasaan itu akan berkembang dalam hati mereka.

“Oleh karena itu, ketika seseorang menunjukkan ekspresi menangis sambil membaca Surah al-Fatihah, terus diulang-ulang dan merenungkan kalimat اِیَّاکَ نَعۡبُدُ وَ اِیَّاکَ نَسۡتَعِیۡن [Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan], maka ia akan benar-benar menangis. Ketika ia mulai menangis, gejolak dan semangat tulusnya mulai berkembang, maka saat itu ia akan mulai mencapai kesenangan dan kenikmatan shalat. Kemudian, ketika kalian ruku‘ dan berdoa, maka kalian akan mendapatkan juga sebuah kenikmatan darinya. Demikian pula, ketika mengucapkan ‘sami’allahu dan berdiri dari ruku‘, maka kalian akan merasakan kenikmatan lagi dan ketika bersujud, jiwa kalian akan merasakan gejolak dan merasakan kesenangan yang sama.

Terkait:   Bisakah Seseorang Menunggu Imam atau Jamaah lainnya Berkumpul Sebelum Memulai Shalat Berjamaah?

“Jadi, kita harus menampilkan ekspresi zahir untuk mencapai kondisi batin yang diinginkan. Namun, hal hanya dapat dicapai dengan melakukan usaha dan kerja keras. Jika kita berusaha keras dengan cara ini, maka kita akan memperoleh kesenangan dalam shalat. Dan ketika kita telah merasakan kenikmatan dan kebahagiaan itu sekali, maka kita akan terus dan selalu berusaha menghadap Tuhan sambil menangis untuk meraih kenikmatan dan kebahagian dari kondisi tersebut. Kesenangan yang diperoleh seseorang dengan menangis di hadapan Allah saat sujud jauh lebih besar daripada kesenangan lainnya.

“Dan berdoalah kepada Allah Ta’ala agar Dia memberikan karunia kepada kita untuk memenuhi janji kalian yang datang ke Jamiah Ahmadiyah. Semoga kalian menjadi murabbi dan muballigh yang unggul, dan semoga Dia memberi karunia kepada kalian untuk berdakwah kepada masyarakat kalian sehingga mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Dan semoga masyarakat tersebut termasuk dari antara orang-orang yang mengalami kesenangan dan kenikmatan dalam ibadah mereka.” (KAJ)

Terkait:   Kapan Rakaat Shalat Berjamaah Dianggap Tertinggal?

Alislam.org

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.