Syahadatul Qur'an

syahadatul quran


Judul: Syahadatul Quran (Kesaksian Al-Qur’an tentang Turunnya Almasih Yang Dijanjikan di Akhir Zaman)
Penulis: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as)
Penerjemah: Mln. Fazli Umar Faruq
Edisi: November 2019
Penerbit: Neratja Press
ISBN: 978-602-0884-47-9

Isi Buku Syahadatul Qur'an

Judul lengkap buku ini Syahadatul Qur’an ‘ala Nuzulil Masihil Mau’ud fi Aakhirizzaman, yakni Kesaksian Al-Qur’an Mengenai Turunnya Al-Masih Yang Dijanjikan di Akhir Zaman yang dikarang oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s., sehubungan dengan diterimanya sepucuk surat yang dikirim oleh seseorang yang bernama Ata Mohammad yang menanyakan apakah beliau Al-Masih Yang Dijanjikan, ataukah Al-Masih Yang Ditunggu-tunggu itu orangnya lain lagi?

Penulis surat itu meyakini bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat. Tetapi ia tidak percaya kalau Nabi Isa a.s. yang akan datang kembali itu dari antara para pengikut Rasululullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) yang mendakwahkan dirinya sebagai Isa yang dijanjikan. Ia juga mengatakan bahwa meskipun hal ini tercantum di dalam beberapa Hadits, ia tetap tidak percaya karena ia tidak yakin tentang keshahihan Hadits-Haditsnya.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. menjawab pertanyaan tersebut dengan tiga sudut pandang, yakni:

Apakah nubuatan-nubuatan Ilahi mengenai kedatangan Al-Masih Akhir Zaman yang tercantum di dalam beberapa hadits itu harus diabaikan hanya karena haditsnya dianggap lemah?

Apakah Al-Qur’an memuat keterangan tentang kedatangan Al-Masih yang Dijanjikan?

Jika kenyataannya nubuatan tersebut benar dan memang sudah terwujud, bagaimana cara memahami bahwa hal tersebut telah tergenapi dalam wujud diri beliau?

Pada bagian penutup Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. mengatakan bahwa jika segala hal yang beliau telah sampaikan itu masih belum memuaskan Ata Mohammad Sahib, maka ia harus menyatakannya dan memohon tandatanda dari Allah Swt.

Sebagai tambahan, beliau memuat suatu catatan khusus di dalam buku ini dengan judul ‘Untuk Perhatian Pihak Pemerintah’. Di dalam catatan itu beliau menekankan bantahan beliau terhadap tuduhan bahwa beliau menentang Pemerintah. Dan untuk membuktikannya beliau kutipkan sebuah tulisan dari Surat Kabar Ishaatus Sunnah yang diterbitkan oleh Maulvi Mohammad Hussain.

(Visited 333 times, 1 visits today)