Melindungi Diri dari Racun Dunia yang Glamor

melindungi diri dari dunia glamor materialistik

Melindungi Diri dari Racun Dunia yang Glamor

Pidato Hazrat Mirza Masroor Ahmad pada acara Penutupan Ijtima Nasional Lajnah Ima’illah UK 2021

Pada tanggal 26 September 2021, Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyampaikan pidato dari studio MTA di Islamabad, Tilford, Inggris pada pentupan Ijtima Nasional Lanjah Imaillah Inggris, organisasi wanita Jamaah Muslim Ahmadiyah. Acara dua hari yang berlangsung di Masjid Baitul Futuh di London dan dihadiri lebih kurang 3800 orang dari seluruh Inggris. Berikut kami sampaikan naskah resmi pidato Huzur dalam Ijtima Nasional tersebut.

Setelah membaca Tasysyahud, Ta’awwudz dan Surah Al-Fatihah, Hadhrat Khalifatul Masih V (aba menyampaikan:

Alhamdulillah, setelah dua tahun, Lajnah Imaillah Inggris kembali berkesempatan untuk mengadakan Ijtima Nasional. Seperti diketahui oleh tiap Ahmadi, tujuan utama Jalsah dan Ijtima kita adalah untuk meningkatkan standar rohani dan akhlak para peserta, meningkatkan penggetahuan agama dan memperkuat keimanan. Jika bukan ini tujuannya, kegiatan Ijtima dan acara-acara serupa tidak mendatangkan manfaat apa-apa.

Di dunia saat ini, pengetahuan dan pemikiran duniawi manusia telah berkembang pesat di segala bidang. Komunikasi yang ada saat ini menjadi sangat maju dan mudah dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya. Jarak terasa menjadi dekat melalui sarana-sarana transportasi modern atau melalui sarana komunikasi elektronik dan digital, seperti telepon, radio, televisi dan internet. Revolusi teknologi saat ini tampak tidak masuk akal setengah abad yang lalu. Sepuluh atau lima belas tahun yang lalu bahkan tak terbayang pesatnya kemajuan sarana komunikasi, melalui perkembangan smartphone dan teknologi pintar lainnya. Seluruh dunia telah saling terhubung dalam corak yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah umat manusia. Misalnya, sekarang kita dapat melihat dan berbicara dengan orang-orang yang tinggal ribual mil jauhnya di ujung dunia dalam sekejap mata.

Kemajuan teknologi juga memudahkan orang-orang untuk menujukkan dan menyebarkan keyakinan, nilai-nilai dan budaya mereka kepada orang-orang di seluruh dunia. Teknologi dapat membuat orang-orang yang tinggal di negara-negara maju dan kaya memamerkan cara hidup mereka kepada orang-orang yang tinggal di desa-desa terpencil dan kota-kota di negara berkembang yang berjarak ribual mil. Teknologi telah membuat negara-negara Barat dapat mempromosikan dan mengekspor kebebasan dan nilai-nilai yang mereka banggakan sebagai budaya mereka, sampai-sampai masyarakat yang paling miskin dan serba kekurangan sekarang telah mengetahui dengan baik bagaimana cara hidup masyarakat di negara-negara kaya.

Ketika masyarakat miskin melihat perkembangan pesat dan kemewahan yang didapatkan oleh masyarakat yang tinggal di negara lain, maka secara alami akan membuat mereka menjadi gundah dan sedih atas kondisi mereka yang buruk. Oleh karena itu, ketika teknologi satelit dan internet telah mengubah dunia menjadi desa global, tetapi belum bisa dikatakan bahwa ia sepenuhnya telah terbukti sebagai sarana yang membawa kebaikan.

Hazrat mirza masroor ahmad, muslimah

Di saat manusia menganggap mereka lebih beradab dan maju lebih dari sebelumnya, tetapi faktanya sebagian besar orang-orang di dunia ini masih terus hidup dalam tingkat kemiskinan yang rendah bahkan lebih parah. Hal ini semakin memperparah kondisi mereka, di mana mereka sekarang terus dihadapkan pada gambaran gaya hidup makmur dan daya beli tinggi dari orang-orang di negara maju, sementara bagi mereka untuk membeli kebutuhan dasar bagi keluarga harus membutuhkan perjuangan.

Jadi alih-alih menjembatani kesenjangan yang ada di masyarakat, teknologi modern hanya berfungsi untuk menampakkan ketidaksetaraan dan ketikadilan yang ada. Pada gilirannya, hal ini secara alami menumbuhkan perasaan sedih, cemas dan ketidakpuasan pada masyarakat yang hidup dalam kesengsaraan.

Jadi, di satu sisi, pemerintah kaya dan masyarakat mereka meyakinkan diri bahwa televisi satelit dan internet menyediakan hiburan bagi orang-orang yang tinggal di negara-negara miskin, tetapi kenyataannya teknologi telah menciptakan jurang yang lebih besar antara si kaya dan tidak berpunya.

Walaupun banyak orang yang tinggal di negara maju mungkin lebih suka menutup mata pada kesenjangan ini, mereka harus menyadari bahwa di sini terjadi krisis besar di hadapan mereka yang memiliki dampak yang tidak kalah merusak.

Kita hidup di masa materialisme dan keduniawian yang terus meningkat. Meskipun memiliki kecerdasan dan memiliki mata untuk melihat, kebanyakan orang mengalami kebutaan rohani dan akhlak, di mana mereka menganggap segala sesuatu yang berkilau atau mengkilap itu terbuat dari emas. Mereka gagal menyadari betapa dangkalnya mereka dan terus mengabaikan dampak dan kerugian besar yang disebabkan oleh merajalelanya materialisme.

Saya yakin akan tiba saatnya ketika mereka akan menyadari bahwa paparan yang terus-menerus pada hal-hal duniawi di televisi, internet dan di media sosial, dan pengejaran keinginan yang sia-sia, akan merugikan mereka. Mereka akan melihat bagaimana semua yang mereka anggap baik dan maju sebenarnya telah memicu kemunduran rohani dan akhlak, yang mungkin belum pernah dilihat dunia sebelumnya.

Mereka akan dipaksa untuk mengakui bahwa kekayaan dunia telah membuat mereka miskin dan bangkrut secara rohani dan akhlak. Sungguh kita telah melihat buktinya, bahwa semakin banyak orang yang menderita kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental dalam skala yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Saya sangat yakin bahwa akar penyebabnya adalah karena mereka telah terperangkap dalam pengejaran dan keinginan materialistis mereka, dan di atas semua itu, karena mereka telah meninggalkan keimanan kepada Allah Ta’ala.

Kita hidup di dunia di mana betapapun kayanya seseorang, mereka akan selalu menginginkan lebih. Alih-alih bersyukur atas apa yang mereka miliki, mereka lebih asyik berfokus pada apa yang tidak mereka miliki. Di saat laki-laki telah dirusak oleh hasrat yang tinggi untuk meraih kekayaan, para perempuan juga ikut terserat dalam pengejaran yang berlebihan ini.

Pengejaran sia-sia ini hanya akan meningkatkan keputusasaan, kecemasan dan menggiring umat manusia pada kegelapan, bukan menuju pencerahan. Jika orang-orang yang hidup di negara-negara terbelakang mendapatkan pengaruh negatif dari apa yang mereka lihat di TV atau internet, kita hanya bisa membayangkan betapa banyak kerugian yang ditimbulkan pada orang-orang yang tinggal di pusat materialisme, keserakahan, dan budaya konsumerisme.

Dulu, saya telah memberi nasihat kepada para orang tua Ahmadi bahwa mereka harus memperhatikan apa yang mereka dan anak-anak mereka tonton di televisi dan mereka harus membatasi waktu yang mereka habiskan untuk menonton. Tetapi dunia saat ini telah bergerak sangat cepat, sehingga kita bukan hanya dihadapkan pada konten-konten tak pantas di televisi, tetapi anak-anak dihadapkan pada banyaknya konten di internet, YouTube dan berbagai platform media sosial.

Anak-anak yang melihat konten di ponsel, laptop dan tablet mereka, seringkali luput dari pantauan orang tua mereka dan mereka sendiri tidak mengontrol apa yang mereka lihat. Misalnya, jika mereka sedang streaming video, atau bermain game online, seringkali muncul iklan pop-up yang mempromosikan produk-produk berbahaya, atau menampilkan konten-konten kotor yang merusak akhlak dan sangat tidak sesuai dengan usia mereka. Ini merupakan kondisi yang sangat mengerikan.

Terdapat laporan bahwa ada anak-anak yang melihat konten yang tidak pantas, yang ketika orang tua mereka masuk, mereka dapat langsung mengalihkan pada konten yang ramah anak, sehingga orang tua tidak menyadari apa-apa. Karena alasan inilah saya berulang kali memperingatkan tentang bahaya internet dan media sosial.

Terkait:   Islam Rahmatan lil Alamin

Sudah beberapa tahun saya mengatakan bahwa siapapun yang yang menggunakan Facebook, Twitter atau platform serupa lainnya harus sangat berhati-hati. Dan sejak itu, banyak penelitian dan investigasi yang membuktikan bahwa media sosial menimbulkan kerusakan yang parah pada anak-anak dan masyarakat. Mereka menunjukkan bahwa ratusan ribu, jika tidak jutaan, anak-anak di seluruh dunia rusak karena penggunaan internet dan media sosial. Sudah menjadi rahasia umum bahwa platform-platform tersebut dibangun supaya orang-orang ketagihan, dan sebagaimana kecanduan-kecanduan yang lain, hak itu akan mengakibatkan dampak yang mengerikan.

Misalnya baru-baru ini, sebuah tulisan di Wall Street Journal menemukan bahwa Instagram, yang dimiliki Facebook, mencoba menutupi studi internal mereka sendiri, yang memberikan bukti bahwa platform mereka itu menyebabkan tingkat kecemasan yang besar dan masalah kesehatan mental yang parah di kalangan anak-anak dan remaja. Studi itu menunjukkan bahwa di antara anak-anak Inggris yang memiliki pikiran untuk bunuh diri, 13 % mengaku bahwa penggunaan Instagramlah yang mendorong mereka untuk bunuh diri.

Sekarang, orang-orang dan berbagai organisasi terkemuka mulai sadar akan bahaya media sosial. Misalnya, sebagai tanggapan atas penelitian yang baru saya sebutkan, 5Rights Foundation, yang mengkampanyekan reformasi media sosial menyatakan, “Penelitian Facebook sendiri menunjukkan suatu hal yang sangat parah atas kecerobohan yang dilakukan oleh mereka dan sektor teknis secara lebih luas dalam memperlakukan anak-anak. Demi mengejar keuntungan, perusahaan-perusahaan ini telah merampas waktu, harga diri, kesehatan mental anak-anak dan bahkan tragisnya, merenggut hidup mereka.”

Oleh karena itu, para orang tua Ahmadi harus memantau dengan cermat apa yang dilihat anak-anak mereka dan memberikan bimbingan kepada mereka apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilihat, sehingga anak-anak mereka, insya Allah, tidak termasuk dalam statistik yang mengerikan tentang hilang atau rusaknya kehidupan karena media sosial.

Selanjutnya, saya juga ingin mengingatkan Anda semua bahwa, walaupun hidup dalam kenyamanan di dunia Barat, Anda tidak boleh melupakan akar dan tujuan Anda sebenarnya. Tentu saja, sebagian besar Ahmadi yang tinggal di dunia Barat, terutama yang berasal dari Pakistan, datang ke sini untuk menghindari persekusi karena agama. Tidak peduli apa posisi mereka dalam masyarakat, apakah bekerja sebagai pengusaha, profesional, buruh, atau jika mereka sedang menempuh pendidikan, para Ahmadi di Pakistan terus menjadi sasaran penganiayaan dan ketidakadilan yang berat. Bahkan anak-anak Ahmadi yang masih kecil, dalam satu atau dua tahun diganggu oleh anak-anak lain atau guru mereka, dan ini berdampak buruk pada mereka. Dalam hal pendidikan tinggi, beberapa profesor dan anggota fakultas di universitas-universitas Pakistan, mendapat banyak prasangka dan fanatisme anti-Ahmadi yang parah.

Oleh karena itu, semua Ahmadi yang tinggal dalam kenyamanan dunia Barat, harus mensyukuri nasib baik mereka dan menyadari tanggung jawab agama yang besar di pundak mereka. Alasan Anda datang ke sini, atau orang tua atau kakek-nenek Anda, adalah agar Anda dapat menjalankan agama dengan bebas. Jadi itulah kewajiban Anda untuk memenuhi tujuan ini, bukan tenggelam dalam kehidupan materi negara-negara Barat.

Hargailah semua peluang yang Anda miliki di sini. Misalnya, para pemudi Ahmadi di Inggris belajar di sekolah, perguruan tinggi dan universitas yang sangat bagus, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan maju. Sementara itu, para pemudi Ahmadi di Pakistan tidak memiliki kesempatan seperti itu, dan mereka menghadapi diskriminasi dan intimidasi setiap hari di dunia pendidikan.

Jadi, ingatlah mengapa kalian memiliki kesempatan ini dan jangan pernah melupakan siapa diri kalian; Sebaliknya, banggalah dengan keimanan dan agama kalian. Di saat kalian berusaha untuk unggul dalam pendidikan, kalian juga harus ingat bahwa keimanan kalian harus didahulukan dari semua hal duniawi dan materi. Jika prioritas kalian benar, maka kalian akan menjalani hidup yang dapat dibanggakan, dan kalian juga akan bermanfaat bagi negara ini.

Berusahalah untuk menjadi warga negara yang baik, dan untuk mencapainya, kalian harus mengerahkan segala kemampuan, bakat dan keterampilan kalian untuk kepentingan orang lain dan selalu berperan dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih harmonis.

Kalian harus berusaha untuk menyatu dengan masyarakat, tetapi seperti yang telah saya katakan sebelumnya, berintegrasi dan berkontribusi pada negara kalian bukan berarti harus merusak kompas akhlak dan meninggalkan nilai-nilai agama kalian; sebaliknya, cara integrasi yang sukses di negara-negara Barat adalah dengan berkontribusi untuk kemajuan bangsa, sambil tetap mempertahankan identitas agama kalian. Tentu ini harus menjadi ciri dan pembeda Muslim Ahmadi yang tinggal di Barat.

Mengorbankan standar dan nilai akhlak kalian tidak akan membantu negara sama sekali. Pergi ke klub malam di mana pria dan wanita bercampur dan menari, dalam corak ketelanjangan, tidak akan menguntungkan negara ini. Pergi ke bar sampai kalian mabuk dan kehilangan akal sehat dan lepas dari segala kekangan, bukanlah bentuk pengkhidmatan kepada negara. Dan banyak lagi aktifitas tak bermoral lainnya dan kejahatan berbahaya yang sudah lazim dianggap sebagai bagian dari apa disebut masyarakat bebas.

Perlu diperjelas bahwa melakukan keburukan-keburukan dan perilaku tidak bermoral seperti itu tidak membuat kalian menjadi bebas dan juga tidak akan menaikkan derajat dan kondisi bangsa. Sebaliknya, kegiatan-kegiatan seperti itu akan menjauhkan seseorang dari Allah Ta’ala.

Jadi, alih-alih menguntungkan umat manusia, perilaku tak bermoral hanya akan merugikan negara dan melemahkan tatanan moral masyarakat. Oleh karena itu, semua Ahmadi, laki-laki, perempuan dan anak-anak, harus memahami bahwa cara mengabdi dan loyal kepada bangsa adalah dengan menjunjung tinggi moralitas dan mengamalkan ajaran Islam dengan memenuhi hak-hak Allah Ta’ala dan sesama manusia.

Tetapi fakta menyedihkan adalah orang-orang yang menganggap diri mereka paling beradab dan maju di dunia modern gagal menyadari adanya bahaya besar dan dampak yang luas dari ketidaksenonohan dan hal-hal vulgar yang melingkupi masyarakat saat ini. Hanya Allah yang lebih tahu kapan, tetapi suatu hari nanti mereka pasti akan menyadari kebiasaan mereka dan mengakui bahwa liberalisme telah bergerak terlalu jauh, tetapi pada saat itu mereka akan sangat sulit menegakkan moral yang lebih tinggi di masyarakat. Oleh karena itu, adalah kewajiban semua Muslim Ahmadi untuk membela hal-hal yang benar dan teguh dalam keyakinan mereka.

Jika kita berhasil mencapai hal ini, maka ketika orang lain menyadari kesalahan mereka, kita akan siap membimbing mereka dan memberi mereka alternatif dan sistem moral yang lebih baik. Tentu saja, saya berharap dan berdoa semoga Jemaat kita ada di sana untuk melindungi masyarakat dan menahan kemerosotan moral sebelum mencapai tahap tidak dapat diperbaiki lagi.

Jadi, sebagai Ahmadi yang tinggal di Barat, jika kalian benar-benar ingin berkontribusi pada masyarakat dan ingin menunjukkan rasa syukur yang tulus kepada negara ini karena mengizinkan kalian tinggal dengan bebas menjalankan agama, dan karena memberikan kesempatan kepada kalian untuk maju, cara terbaiknya adalah mengutamakan agama di atas segala kepentingan duniawi.

Terkait:   100 Tahun Majelis Syura – Memahami Tujuan Majelis Syuro Ahmadiyah

Rasa syukur yang sejati mengharuskan kalian untuk memenuhi hak-hak Allah dan hak umat manusia dan menyelamatkan diri dari segala bentuk perilaku vulgar dan tidak bermoral yang dapat menjauhkan seseorang dari agama. Manakala sikap mengutamakan agama itu akan menjadi sarana bagi keselamatan kalian, maka Insya Allah, hal itu akan menjadi peran kalian untuk menyelamatkan bangsa dari kemerosotan moral.

Tentu saja, kita tengah melewati masa-masa di mana tradisi dan nilai-nilai lama telah terkikis sedikit demi sedikit, dan perubahan itu dipaksakan kepada masyarakat atas nama kebebasan. Alih-alih memperkuat masyarakat, perubahan semacam itu memicu kecemasan dan kebingungan di kalangan masyarakat.

Tentu masih ada orang-orang baik yang mulai bersuara dan mempertanyakan arah perjalanan masyarakat dan mempertanyakan mengapa nilai-nilai dan standar moral tradisional dibuang. Demikian pula, beberapa jurnalis dan tokoh masyarakat yang berpikiran adil sudah mulai menulis kolom yang berfokus pada kerusakan moral dalam masyarakat dan seberapa cepat nilai-nilai berubah, hal itu bukannya membuat kondisi lebih baik, tetapi menjadi semakin buruk.

Pada kenyataannya orang-orang baik hati dan sopan, dari berbagai kepercayaan atau agama, tidak mentolerir masyarakat yang sudah sedemikian rupa merosot sehingga kadang-kadang sulit membedakan antara tindakan dan moral manusia dengan hewan. Jadi, sebagai Muslim Ahmadi yang tinggal di Barat, adalah tanggung jawab utama kita untuk melindungi akhlak kita dan berusaha untuk memastikan bahwa masyarakat tempat kita tinggal senantiasa menjunjung standar moral yang tinggi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selanjutnya, adalah tugas dan kewajiban kita sebagai para pengikut Jamaah Masih Mau’ud as untuk menyampaikan pesan Islam yang benar kepada orang lain, dan merupakan keyakinan dan kepercayaanku yang teguh, bahwa jika kita menjunjung tinggi lentera cahaya rohani yang dipercayakan kepada kita oleh Hadhrat Masih Mau’ud as, kita akan mendapati bahwa pertolongan Allah akan menyertai setiap langkah kita, Insya Allah. Hanya dengan begitu kita akan berada dalam posisi untuk menunjukkan kepada dunia perbedaan antara orang-orang yang menyembah Allah Ta’ala dan beramal sesuai perintah-Nya dengan orang-orang yang satu-satunya tuhan mereka adalah daya tarik duniawi. Hanya dengan begitu kita dapat memberi tahu orang lain tentang tujuan sebenarnya dari penciptaan manusia, yaitu untuk menyembah kepada Allah dan mencapai kedekatan-Nya.

Hanya dengan usaha peningkatan standar agama dan rohani, kita akan dapat membimbing orang lain dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah orang-orang yang telah mencapai kedamaian pikiran dan kepuasan hakiki dengan berpegang teguh pada keyakinan dan nilai-nilai agama kita.

Tentu saja, kemewahan dan gemerlapnya dunia, betapapun menariknya, tidak akan pernah bisa memberikan kepuasan sejati dan abadi. Dalam surah Ar-Ra’d ayat 29 Allah Ta’ala berfirman:

اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“Ketahuilah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.”

Saat kita merenungkan ayat ini, kita tahu bahwa hal itu bukan hanya klaim dari Al-Qur’an; sebaliknya, pengalaman hidup dari orang-orang yang saleh dan bertakwa telah membuktikan bahwa kepuasan sejati dan kedamaian batin dicapai melalui penyembahan dan mengingat Allah, bukan melalui bentuk hiburan yang tidak berharga atau sarana-sarana kesenangan artifisial.

Di sini, saya akan menjelaskan bahwa ada beberapa bentuk hiburan yang sangat baik dan bermanfaat yang harus dilakukan. Misalnya, olahraga teratur dan aktivitas fisik sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Namun, bentuk-bentuk hiburan atau permainan yang dapat menciptakan pembatas antara manusia dengan Allah dan dapat meningkatkan nafsu duniawi, maka itu harus dihindari. Kegiatan seperti itu tidak baik untuk kesehatan atau rohani kalian, sebaliknya, akan meningkatkan kecemasan seseorang.

Pengejaran pada kemewahan yang dangkal mirip seperti air laut yang asin, yang bukannya memuaskan dahaga, malah semakin menambahkannya. Seseorang yang kurang pengetahuan dan kebijaksanaan akan terus meminum air asin dengan menyangka pada ia nantinya akan memuaskan dahaganya. Tentu saja, air asin itu tidak pernah dapat memuaskan dahaga seseorang; sebaliknya, perlahan-lahan akan meracuninya dan menyebabkan kematian.

Air terbaik adalah air yang turun dari langit dalam bentuk hujan, yang menjadi sarana kehidupan dan keberadaan kita. Air bersih itu memberi kehidupan pada tanah di bawah kita yang merupakan penopang bagi semua jenis kehidupan. Jadi, hal itu bergantung kepada kita untuk menyelamatkan diri dari pesona beracun dunia yang laksana air asin yang memendam racun. Sebaliknya, kita harus berusaha membenamkan diri dalam air rohani yang memberi kehidupan dan memurnikan jiwa kita. Air manis itulah yang akan memperkuat kita dan memberi ketenangan pikiran dan hal itu hanya dapat dicapai melalui kedekatan kepada Allah dan mengikuti perintah-Nya.

Jadi, semua Ahmadi yang tinggal di dunia Barat harus merenungkan prioritas utama mereka, dan menyadari apakah beberapa kebebasan yang diberikan di sini benar-benar seperti yang terlihat, atau seperti pil pahit yang dilapisi gula. Tentu saja, kebebasan-kebebasan yang mengarahkan pada kejahatan, ketidaksopanan, dan penipuan itu tidak akan membawa kebaikan; sebaliknya, hal itu hanya akan menyebabkan kecemasan, penderitaan dan hancurnya keluarga dan masyarakat.

Beberapa anggota kita, terutama yang lebih muda, berpendapat bahwa larangan atau batasan-batasan yang diberikan oleh Jemaat adalah cara untuk membatasi kebebasan mereka. Namun, jika mereka menganalisis dengan cermat batasan-batasan yang ditentukan oleh Jemaat, mereka akan menyadari bahwa semuanya itu didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang benar yang tidak mengurangi hak seseorang, tetapi sebaliknya, memperkuat diri mereka dan menjadi sarana kebebasan sejati.

Ada kasus beberapa pemuda maupun pemudi Ahmadi sangat terpengaruh oleh masyarakat Barat sehingga memilih untuk melepaskan keyakinan dan agama mereka. Namun, akhirnya mereka datang untuk menyesali keputusan mereka. Mereka mengakui bahwa karena kebebasan itu, mereka telah terjerumus ke dalam jurang yang dalam. Mereka mengungkapkan kesedihan dan rasa malu mereka, dan beberapa akhirnya kembali kepada Jemaat.

Ingatlah orang bijak akan selalu melihat manfaat dan kerugian sebelum bertindak atau mengambil keputusan. Selain itu, seorang Mukmin atau Mukminah sejati, adalah dia yang bertindak dengan kebijaksanaan dan tidak hanya memperhitungkan konsekuensi setiap tindakan, tetapi juga berfokus pada manfaat agama atau bahayanya. Seorang mukmin akan selalu memastikan bahwa setiap tindakan yang diambilnya sesuai dengan ajaran Islam dan dalam batas-batas yang ditentukan.

Jadi, kembali ke televisi, internet, dan media sosial yang saya sebutkan sebelumnya, jika kalian ingin menyelamatkan diri dan keluarga dari dampak negatifnya, kalian harus bertindak dengan bijaksana. Pilihlah konten yang meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang dunia dan ciptaan Tuhan. Ketika memiliki waktu luang, kalian dapat menonton konten atau komedi yang lebih ringan, tetapi pilih program yang layak. Di atas semua itu, jangan melihat konten yang menjauhkan kalian dari Allah, karena hal itu alih-alih membawa orang lain kepada Allah, kalian sendiri akan menjauh dari-Nya.

Terkait:   Meninggalkan Warisan Berharga untuk Generasi Mendatang

Demikian pula, para wanita dan putri-putri Ahmadi harus selalu ingat bahwa karena ingin mengikuti mode dan tren terbaru, mereka tidak boleh mengorbankan nilai-nilai kesopanan. Beberapa anggota Lajnah mengatakan mereka telah menutupi sebagian kepala mereka dan menganggap itu sudah cukup. Demikian pula, beberapa wanita mengenakan mantel dengan menganggapnya pardah tetapi dengan lengan yang digulung sampai ke atas. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan bahwa hijab mewajibkan seorang wanita untuk menutupi seluruh rambutnya di depan umum dan mengenakan pakaian longgar dan memastikan bahwa kerah dan daerah dadanya tidak terbuka.

Jadi, wanita Ahmadi harus memperhatikan dengan seksama untuk melindungi kesopanan dan kesucian mereka. Jika kita tidak melakukannya berarti telah melanggar perintah Allah dan batasan-batasan yang ditetapkan oleh Islam demi melindungi martabat dan kebaikan wanita Muslim.

Ingatlah bahwa batasan apa pun yang ditetapkan oleh Islam adalah sarana untuk menjaga kehormatan dan melindungi kalian dari hal-hal buruk yang kita saksikan sehari-hari di masyarakat, di mana wanita terus-menerus diganggu, dilecehkan, dan dieksploitasi.

Dalam hal pendidikan, kalian harus unggul dan menjadi yang terbaik, tetapi pada saat yang sama, hindari hubungan yang tidak pantas dan tidak perlu dengan anak laki-laki dan orang-orang di media sosial. Telah terbukti bagaimana hubungan yang tidak pantas seperti itu akan menyebabkan kerusakan besar. Manfaatkanlah pendidikan dan kesempatan-kesempatan lain untuk memperbaiki diri sendiri, tetapi jangan pernah membiarkan kebebasan ini menjadi malapetaka bagi Anda dan orang lain.

Yang paling disesalkan, terdapat kasus-kasus di mana laki-laki dan perempuan Ahmadi tidak mematuhi batas-batas yang pantas dan telah menyebabkan kehancuran rumah tangga dan keluarga.

Walaupun pergaulan bebas adalah hal yang biasa pada masyarakat di sini, pria dan wanita Ahmadi harus hidup sesuai dengan akhlak yang diajarkan oleh Islam. Perhatikanlah selalu untuk melindungi kehormatan kalian, keluarga kalian dan jemaat dengan bertindak dengan penuh martabat dan kesopanan. Sadarilah bahwa kehormatan kalian dan suami serta keluarga adalah harta berharga yang harus selalu kalian jaga.

Beberapa wanita menulis bahwa mereka atau putri mereka menganggap pardah itu tidak lain sebagai kondisi hati seseorang dan karenanya mereka mempertanyakan perlunya kesopanan fisik dalam pakaian mereka.

Pendapat ini sangat keliru dan merupakan akibat dari pengaruh sosial yang buruk yang menjauhkan seseorang dari Tuhan. Apa yang saya katakan bukan berdasarkan budaya Pakistan atau Asia, melainkan ini adalah ajaran universal Islam yang berlaku untuk semua umat Islam, dari manapun mereka berasal. Jadi apakah mereka berasal dari Pakistan, Asia, Inggris, Eropa, Amerika, Afrika atau negara-negara lain, wanita Muslim Ahmadi harus berpedoman pada ajaran Islam dan melindungi dan menghargai kesopanannya setiap saat.

Sebagian besar wanita Ahmadi yang tinggal di sini baik yang berasal dari Pakistan atau orang tua mereka hijrah dari sana, mereka tidak boleh meninggalkan prinsip-prinsip agama, sebaliknya, kalian harus memberikan contoh nilai kesopanan bagi orang lain dan menunjukkan kekuatan, kepercayaan diri, dan harga diri kalian melalui manifestasi keimanan. Tentu saja, jika kalian memiliki kepercayaan diri dan bebas rasa rendah diri tentang agama kalian, maka hal itu akan membuka lebar pintu pertablighan dan penyebaran Islam di negara ini, Insya Allah.

Penting untuk disebutkan bahwa beberapa wanita Inggris atau Eropa telah menerima Islam dan menjadi anggota teladan Jemaat kita. Mereka telah membawa perubahan rohani dan akhlak yang revolusioner dalam hidup mereka dan telah menetapkan standar yang tinggi dalam hal berpakaian sopan sehingga orang-orang kagum pada mereka. Ini adalah hal yang perlu direnungkan oleh para wanita dan putri Ahmadi lainnya. Jika para wanita Inggris atau Eropa yang tumbuh di masyarakat ini, dan di lingkungan non-Muslim, telah mencapai kesimpulan bahwa cara untuk menegakkan martabat dan kehormatan mereka adalah melalui pakaian yang sopan dan perilaku yang baik, lalu bagaimana dengan para wanita dan putri Muslim Ahmadi yang berasal dari negara-negara Muslim dan yang tumbuh di lingkungan Muslim?

Tanpa keraguan sedikitpun, Jemaat kita ditakdirkan untuk maju dan akan terus berkembang, Insya Allah. Namun, jika kalian tidak melindungi keimanan kalian dan tidak memenuhi harapan dan ajaran Hadhrat Masih Mau’ud (as), maka orang-orang dari negara lain akan bergabung dengan Jemaat kita dan akan menjadi pembawa standar Islam di zaman ini. Merekalah yang akan menyebarkan ajaran Islam, sedangkan mereka yang datang sebelumnya akan ditinggalkan. Karena kalian semua telah menerima Hadhrat Masih Mau’ud (as) dan telah berbaiat, kalian harus berusaha untuk menegakkan janji bai’at kalian dan memastikan bahwa pengaruh duniawi tidak akan menjauhkan kalian darinya.

Saya berdoa semoga Allah memberikan taufik kepada kalian semua untuk menjalankan hal-hal yang saya katakan dan semoga anggota Lajnah Ima’illah benar-benar menjadi orang-orang yang membebaskan diri dari dosa dan memenuhi hak ibadah kepada Allah. Saya berdoa semoga kalian tidak pernah tenggelam dalam kesia-siaan dan pengejaran materi yang menjauhkan kalian dari ikrar baiat yang kalian buat kepada Hadhrat Masih Mau’ud as.

Terakhir, ingatlah selalu bahwa kalian jangan hanya melindungi diri sendiri dan anak-anak kalian, tetapi kalian juga harus berperan aktif dalam menyampaikan pesan Islam ke seluruh dunia. Ini harus menjadi tujuan seumur hidup kalian untuk memenangkan hati dan pikiran umat manusia sehingga suatu saat nanti, Insya Allah, orang-orang di dunia akan bergabung di bawah panji Rasulullah (saw). Ini adalah tugas besar yang diberikan Allah Ta’ala kepada Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as dan merupakan tugas utama para pria dan wanita Ahmadi untuk berkhidmat dengan sepenuh hati dalam tujuan ini.

Jika kalian ingin menghadapi tantangan ini dan membawa revolusi rohani di dunia, maka pertama-tama kita harus memulai dengan mereformasi diri kita sendiri. Jadi, berusahalah meningkatkan pengetahuan agama dan membangun hubungan dengan Allah Ta’ala. Bersujudlah di hadapan-Nya dan berdoa semoga Allah membimbing kalian ke jalan yang benar, sehingga kalian termasuk di antara orang-orang yang memenuhi perintah-Nya.

Jangan pernah lupa bahwa Allah Ta’ala Maha Mengetahui apa yang terlihat maupun yang tersembunyi, dan mengetahui semua yang kita lakukan. Jadi, walaupun tidak ada orang lain yang melihat atau menghakimi kalian, ingatlah bahwa Allah senantiasa mengawasi kalian, dan semata-mata karena Allah, kalian harus berbuat sesuai perintah-Nya, menjaga keimanan dan memenuhi tugas kalian dalam memelihara generasi berikutnya dengan cara yang terbaik. Ini adalah tugas kita untuk membawa revolusi akhlak dan rohani di dunia, oleh karena itu didiklah anak-anak kalian sehingga mereka siap untuk mengambil jubah untuk melanjutkan misi Hadhrat Masih Mau’ud (as).

Semoga Allah memberi taufik kepada kalian semua untuk menunaikan tugas kalian dengan cara terbaik dan semoga kalian semua menjadi bintang Ahmadiyah yang bersinar. Semoga Allah Ta’ala terus memberkati Lajnah Ima’illah dalam segala hal.

Sumber: Alislam.org

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.