Rangkaian Rabtah JAI se-Kalbar

Pontianak (28/12/2021). Rombongan pengurus JAI Pontianak, melakukuan Kunjungan Natal ke kediaman Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional Bapak Drs. Yaqobus Kumis, yang terlebih dahulu telah mendapatkan informasi dari panglima Baday (Bala Adat Dayak) Provinsi Kalbar, Bapak Herculanus Didi Spd., tentang kiprah Jemaat Ahmadiyah Indonesia melalui Humanity First dalam kegiatan kerjasamanya untuk membantu korban bencana Banjir di Sintang melalui DAD provinsi. 

Dalam kesempatan kunjungan itu, bapak Yaya Sunarya selaku Amir Daerah Kalimantan Barat mendapatkan kehormatan untuk mengenakan pakian adat dayak, yang langsung ‘dindandani’ dan dikenakan oleh bapak Yaqobus.  Beliau juga atas nama Sekjen Nasional MADN menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dari perwakilan Ahmadiyah dan menyampaikan kesenangannnya atas kedatangan yang tidak disangka-sangka dapat hadir ke tempatnya.

Beliau menambahkan bahwa “Rumahnya ini adalah rumah rakyat, semua suku ada disini, kita tidak memandang agama, suku dan golongan, semu adalah saudara.” Terakhir beliau menyampaikan rencana mengundang perwakilan Ahmadiyah untuk dapat hadir pada acara Gawai Dayak Nasional di rumah Radang pada bulan Mei 2022.

Terkait:   Kronologi Kasus Penutupan Masjid Ahmadiyah Nyalindung oleh Bupati Garut

Setalah selesai berkunjung ke rumah Sekjen Majelis Adat Dayak Nasionl (MADN), keesokan harinya rombongan rabtah JAI Kalbar 1 serta perwakilan dari JAI Kalbar 3 bertolak menggunakan dua unit mini bus menuju kerumah Panglima Jilah di Sambora – Kalbar (29/12/2021).

Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Pontianak, rombongan pun tiba di rumahnya Pangalangok Jilah sebutan gelar Panglima Jilah dalam bahasa dayak. Pertemuan yang sangat menyenangkan, perwakilan JAI di sambut oleh panglima dengan sangat ramah dan penuh keakraban, terlebih sebelumnya kedua belah pihak telah di pertemuakan pada beberapa minggu setelah Masjid Miftahul Huda-Balaigana di ruksak masa.

Ada kebiasaan yang unik dari Panglima Jilah yaitu selain pada acara ibadah di Gerjanya, beliau biasa membuka bajunya dengan hanya mengenakan celana pendek atau biasa disebut cawet khas dayak. Hal ini disampaikan oleh panglima yang memiliki 50 ribu lebih pasukan itu, sebagai suatu kebiasaan bukan karena tidak sopan dan tidak menghargai para tamu. Dimana secara kultur beliau dapat menikmati suasana alam yang dapat menyentuh langsung tubuhnya. Dan bahkan apabila pergi ke hutan pedalaman pun pantang baginya mengenakan pakaian kecuali celana pendeknya, dengan alasan supaya menjadikan dirinya bersatu dengan alam.

Terkait:   Berbagi di Momen Maulid Nabi

Didalam pertemuan rabtah tersebut banyak cerita dan diskusi terkait keberadaan Jemaat Ahmadiyah di Kalbar. Ditambah lagi Panglima Baday H. Didi dan Tumenggung Petrus Edison, banyak sekali menyampaikan perihal kegiatan kunjungan Live in mereka ke pusat kegiatan JAI diantaranya kunjungan beliau-beliau ke Parung, Manislor, dan beberapa cabang Jemaat lainnya di Jakarta. Beberapa kali terucap tentang kekaguman mereka terhadap JAI dihadapan Pangalangok Jilah.

Pesan panglima kepada semua yang hadir, yaitu pada prinsipnya apa yang pernah beliau sampaikan pada pertemuan sebelumnya, yakni “Kami tidak akan mencampuri urusan keyakinan siapapun, namun apabila ada yang berkaitan dengan kemanusiaan, dimana ada kaitannya dengan keselamatan nyawa seseorang kami akan siap membela dan melindungi siapapun mereka itu.” ungkapnya.

Terkait:   Muawanah Melepas Rindu Lajnah di Samarinda

Tidak terasa tiga jam lebih pertemun kami di rumah panglima, karena sudah larut malam, maka rombongan rabtah pun berpamitan dan berfoto bersama sebelum kembali ke Pontianak. Semoga acara silaturahim dan Rabtah yang tengah dibangun di Kalimantan Barat senantiasa di berikan keberkahan. Aamiin.

Kontributor: Mln. Rustandi_Pontianak

Editor: Harpan Ahmad

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.