Surat Khalifah Ahmadiyah untuk Para Pemimpin Dunia selama Pandemi Covid-19

surat mirza masroor ahmad selama corona

Selama pandemi Covid-19 Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba), Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifatul Masih V telah mengirim surat kepada para pemimpin dunia.

Dalam surat yang bersejarah ini, Huzur (aba) mengajak para pemimpin dunia untuk menyadari bahwa dampak mengerikan Covid-19 ini merupakan peringatan Ilahi bagi umat manusia, dan supaya menarik perhatian manusia untuk kembali kepada Sang Maha Pencipta sambil mengajak mereka untuk mencegah pecahnya Perang Dunia.

Terdapat 17 surat yang dikirimkan oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba), 14 di antaranya ditujukan kepada kepala negara atau pemimpin nasional suatu negara, di antaranya pemimpin Australia, Kanada, Cina, Perancis, Jerman, Ghana, India, Israel, Jepang, Nigeria, Rusia, Sierra Leone, Inggris Raya dan Amerika Serikat.

Selain 14 surat dikirim pada bulan Juni, Huzur juga mengirim surat kepada Paus Fransiskus serta Sekjen PBB. Ketika berkirim surat kepada Perdana Menteri Israel, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) juga mengirimkan pesan yang sama dalam sebuah surat kepada wakil Perdana Menteri Israel, karena ia akan menjabat sebagai Perdana Menteri selanjutnya.

Terkait:   Pengertian Tobat

Karena beberapa pemimpin dikirimi pesan yang sama, kami telah mengelompokkannya menjadi satu. Dalam pengelompokan itu kami telah menerbitkan surat yang lengkap kepada Presiden Prancis dan kami mencantumkan nama-nama pemimpin negara lain yang dikirim pesan dan tanggal yang sama persis. Kami menampilkan surat kepada Presiden Prancis sebagai contoh karena Prancis telah menarik perhatian media global baru-baru ini.

Huzur menambahkan paragraf berikut dalam surat beliau kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump:

“…adalah penting bahwa pemimpin suatu bangsa memberikan teladan bagi seluruh rakyat. Demi perdamaian dan keutuhan bangsa manapun, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga penegak hukum harus memperlakukan semua warganya secara setara, terlepas dari warna kulit atau etnis. Dalam hal ini, harapan akan tegaknya keadilan absolut dan non-diskriminasi dari pemimpin negara seperti Amerika Serikat sangat tinggi.”

Terkait:   Apakah Ahmadiyah Islam atau bukan Islam? Siapakah yang menentukan?

Dalam Khotbah Jum’at 6 November 2020, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyampaikan:

“Beberapa bulan yang lalu, saat terjadi pandemi virus corona, saya kembali menulis surat kepada beberapa kepada negara, termasuk Presiden Prancis. Dalam surat itu, saya memperingatkannya dengan sabda-sabda Hadhrat Masih Mau’ud as yang mengatakan bahwa cobaan dan malapetaka ini dikirim oleh Tuhan disebabkan karena adanya ketidakadilan. Oleh karena itu, ia harus memperhatikan untuk mengakhiri semua ketidakadilan adan membangun perdamaian dan mengatakan sesuatu berdasarkan kebenaran. Kami telah memenuhi kewajiban kami dan kami akan terus melanjutkannya. Sekarang terserah kepada orang lain untuk memutuskan apakah mereka akan memperhatikan atau tidak.”

Surat kepada Para Pemimpin

  • Surat kepada Paus Francis
  • Surat kepada Presiden republik Ghana, Nana Addo Dankwa Akufo-Addo
  • Perdana Menteri Australia, Scott Morrison
  • Presiden Perancis, Emmanuel Macron
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
  • Wakil Perdana Menteri Israel, Benjamin Gantz
  • Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin
  • Perdana Menteri UK, Boris Johnson
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump
  • Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau
  • Presiden China, Xi Jinping
  • Kanselir Jerman, Angela Merkel
  • Perdana Menteri India, Narendra Modi
  • Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari
  • Presiden Sierra Leone, Julius Maada Bio
  • Sekjen PBB, Antonio Guterres
Terkait:   Apakah Nabi Muhammad Memaksa Orang untuk Masuk Islam?
Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.