PENGABULAN DOA DAN TAKDIR

Ketika rahmat Allah akan diturunkan kepada manusia, Dia akan menciptakan sarana bagi pengabulan doa dimana dalam kalbu terasa ada nyala api yang melelehkan. Jika belum waktunya doa dikabulkan maka belum akan muncul perasaan kepuasan yang membawa kedekatan kepada Ilahi. Pada saat seperti terasa seolah-olah pikiran tidak memfokus pada permasalahan. Penyebabnya adalah karena Allah terkadang mau mengabulkan doa tetapi juga terkadang mau menerapkan takdir yang telah ditetapkan-Nya.

Karena itulah, sampai dengan aku bisa melihat tanda-tanda takdir Ilahi, aku tidak terlalu banyak berharap pada pengabulan doa dan berpasrah diri kepada takdir-Nya dengan hati yang lebih gembira dibanding kegembiraan yang diperoleh dari pengabulan doa karena berkah dari menerimakan takdir-Nya adalah jauh lebih besar. (Malfuzat, vol. I, hal. 460).

Terkait:   Tiga Syarat Terkabulnya Doa

Mereka yang tidak beramal baik sebagai syarat pengabulan doanya, sebenarnya bukan mendoa malah cenderung menguji Allah Yang Maha Kuasa. Karena itu sebelum mengajukan permohonan doa, perlu kiranya melakukan segala upaya dan itulah yang menjadi makna doa tersebut. Sejak awalnya ia perlu meneliti kembali tingkat keimanan dan amal ibadah dirinya karena sudah merupakan ciri Sunatullah (kebiasaan Tuhan) bahwa perbaikan akan datang dalam bentuk ketersediaan sarana-sarana. (Malfuzat, vol. I, hal. 124).

Sumber: Inti Ajaran Islam Bagian Kedua, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Neratja Press, 2017, hlm. 194