Islam Hakiki untuk Masyarakat Jepang

Nama Islam artinya adalah perdamaian dan persaudaraan. Dalam bahasa Arab, kata ‘Islam’ artinya adalah menyebarkan kedamaian dan keamanan, dan menyebarkan kasih sayang dan cinta kasih. Ajaran-ajaran inilah yang merupakan realitas Islam.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba)
Nagoya, Jepang, 9 November 2013

Ahmadiyah Jepang

Para tamu yang terhormat,
Assalamulaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu

Pertama-tama dalam kesempatan ini saya ingin berterima kasih kepada para tamu yang telah menerima undangan kami untuk acara pada hari ini. Jamaah Muslim Ahmadiyah di Jepang sangat kecil, mayoritas anggota kami yang tinggal di sini berasal dari Pakistan atau dari latar belakang dari luar Jepang.

Meski demikian Anda menghadiri acara kami, tentu saja hal ini menunjukkan keterbukaan dan kebaikan hati Anda. Bahkan sikap ini lebih terpuji lagi karena Anda hadir di acara yang diselenggarakan oleh sebuah kelompok Islam, di tengah meningkatnya ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap Islam di dunia. Oleh karena itu, melihat semua hal ini, saya sangat perlu menyampaikan rasa terima kasih kepada Anda semua.

Dalam masyarakat, menyampaikan terima kasih atau penghargaan sebagai rasa hormat kepada orang lain adalah hal yang biasa. Namun, bagi pengikut ajaran Islam hakiki, ia mengucapkan terimakasih bukan hanya formalitas semata, tetapi mereka melakukannya karena junjungan kami, Nabi Muhammad (shallallahu alaihi wa sallam) mengajarkan bahwa seseorang yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia maka sama artinya ia tidak bersyukur kepada Allah Taala. Jadi mengucapkan terima kasih adalah bagian penting dari keimanan setiap mukmin hakiki.

Realitas Islam Adalah Damai

Ajaran Islam sejati sangatlah lengkap dan indah, yang di setiap tataran membimbing orang-orang mukmin menuju kebaikan yang dilambari cinta, kasih sayang dan persaudaraan. Tetapi sayangnya, terdapat banyak kelompok Islam yang telah melupakan ajaran-ajaran ini dan terlibat dalam tindakan-tindakan yang sangat keliru. Mereka disesatkan oleh para ulama atau pemuka agama karena hawa nafsu dan untuk memenuhi kepentingan pribadi mereka sendiri.

Mereka melakukan tindakan seperti itu dengan mengatasnamakan Islam, padahal apa yang mereka ajarkan tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam yang murni lagi mulia.

Nama Islam artinya adalah perdamaian dan persaudaraan. Dalam bahasa Arab, kata ‘Islam’ artinya adalah menyebarkan kedamaian dan keamanan, dan menyebarkan kasih sayang dan cinta kasih. Ajaran-ajaran inilah yang merupakan realitas Islam.

Selanjutnya Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk menerapkan sifat-sifat seperti itu, tetapi tidak hanya itu, mereka juga harus menyebarkan kedamaian, cinta dan kasih sayang di seluruh dunia.

Allah Taala sedemikian rupa menekankan ajaran kasih sayang sehingga Dia memerintahkan bahwa setiap Muslim tidak boleh berlaku tidak adil sekalipun terhadap musuh paling sengit. Allah taala berfirman dalam Surah Al Maidah: 9

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu berdiri teguh karena Allah, menjadi saksi dengan adil; dan janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil; itu lebih dekat kepada takwa.”

Selain itu untuk menegakkan standar tertinggi keadilan dan kesetaraan, Allah memerintahkan umat Islam dalam ayat lain supaya mereka bersaksi karena Allah untuk menegakkan keadilan, walaupun harus bertentangan dengan diri sendiri, orang tua atau orang-orang yang mereka cintai. (QS 4: 135). Jadi ini adalah standar keadilan yang diajarkan oleh Al-Qur’an, dan semua itu mendukung tujuan Islam untuk mencegah semua bentuk kezaliman.

Terkait:   Pentingnya Khilafah

Dalam Al-Qur’an, Allah Taala banyak memberikan ajaran cinta, kasih sayang dan semangat persatuan.

Di dunia saat ini, kita mendapati adanya sebagian orang yang menyebut diri Muslim terlibat dalam kejahatan yang sangat keji dan mengerikan, bahkan mereka membunuh perempuan dan anak-anak tak berdosa tanpa pandang bulu melalui aksi bom bunuh diri dan serangan-serangan teror. Betapa tragis dan sangat memilukan tindakan yang mereka lakukan itu.

Tentu saja apa yang mereka lakukan sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Al-Qur’an mengatakan bahwa membunuh satu orang yang tidak bersalah sama dengan membunuh semua manusia. Jadi dalam keadaan apapun seorang Muslim tidak memiliki hak untuk melakukan kekejaman semacam itu.

Salah satu kejahatan yang dianggap Islam lebih buruk dari pembunuhan adalah menciptakan kekacauan dan perselisihan (fitnah). Alasannya adalah bahaya yang disebabkan orang-orang yang berusaha menciptakan kekacauan dapat mencapai tingkat yang tak terbayangkan. Kekacauan dan perselisihan dapat dengan mudah tersulut dan menyebabkan terjadinya konflik besar di semua lapisan masyarakat – baik lingkungan keluarga, desa atau kota, masyarakat yang lebih luas atau hubungan antar bangsa-bangsa.

Dampak dari konflik tersebut kemudian menimbulkan pertumpahan darah yang hebat dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya dari kedua belah pihak. Itulah mengapa Allah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa mereka yang menciptakan huru hara atau fitnah maka mereka telah melakukan kejahatan yang lebih kejam dari pembunuhan orang yang tidak bersalah. Jadi inilah ajaran Islam yang indah, dan ajaran ini jugalah yang diterapkan dan disebarkan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah ke seluruh dunia.

Tetapi jangan berpikir bahwa ini adalah bentuk ajaran baru dalam Islam, seperti yang saya katakan, ajaran ini terdapat dalam Al-Quran. Ini bukanlah ajaran yang berbeda, sesungguhnya ini adalah ajaran pendiri Islam, Nabi Muhammad SAW.

Dan terkait akhir zaman, Rasulullah (Shallallahu alaihi wa sallam) menubuatkan bahwa akan datang suatu masa ketika umat Islam akan diliputi kegelapan dan dan menyimpang dari ajaran Al-Quran.

Beliau bersabda bahwa di masa tersebut, akan muncul seorang yang dibimbing oleh Allah taala yang akan menegakkan kembali Islam yang benar dan membangun akhlak sejati Rasulullah saw kepada dunia. Jamaah Muslim Ahmadiyah meyakini bahwa pendiri kami, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s dari Qadian, adalah sosok yang diutus untuk melakukan reformasi rohani untuk zaman ini dan tugasnya adalah menyebarkan pesan Islam yang sejati ke seluruh penjuru dunia.

Untuk memenuhi tujuan-tujuan ini, kami, Muslim Ahmadi, menerjemahkan Al Qur’an ke dalam berbagai bahasa di dunia, membangun masjid, mendirikan pusat dakwah dan menyebarkan pesan-pesan kami di manapun dan kapanpun kami bisa. Masjid kami adalah simbol perdamaian dan sumber cahaya. Umumnya mereka yang tidak mengenal Muslim hakiki terkadang mereka takut dengan masjid. Tetapi ingatlah bahwa masjid adalah mercusuar cahaya yang menerangi sekelilingnya.

Dan di masjid-masjid kami, selain beribadah kepada Allah, hak-hak manusia juga dipenuhi, dan dirancang berbagai upaya untuk melayani manusia dan orang-orang yang membutuhkan. Jadi masjid kami tidak dibangun untuk menimbulkan kepiluan bagi umat manusia, tetapi sebaliknya, dibangun untuk melindungi dan mencintai semua orang.

Jika kita kembali pada sejarah awal Islam, kita melihat bahwa selama 13 tahun pertama masa kenabiannya, Rasulullah saw dan para pengikutnya menjadi sasaran penganiayaan yang sangat keji di tangan orang-orang kafir Mekkah. Sebagai akibat dari penentangan yang terus menerus, Rasulullah saw akhirnya terpaksa hijrah ke kota Madinah. Tetapi, walaupun mereka telah terusir dari rumah mereka, Rasulullah saw dan para sahabat tidak dibiarkan hidup damai, sekitar 18 bulan setelah hijrah orang-orang kafir pergi ke Mekkah dan mengobarkan perang dalam upaya untuk melenyapkan Islam sama sekali dan untuk membunuh Rasulullah saw dan para pengikut beliau.

Terkait:   Perdamaian Dunia Hakiki yang Berkelanjutan

Dalam kondisi demikian, Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk mengumpulkan pasukan Islam guna melawan pasukan Mekah. Namun dalam perintah ini terdapat contoh gemilang keindahan Islam yang tak tertandingi. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, bahwa izin untuk berperang diberikan karena orang-orang yang ingin membunuh Muslim tidak hanya menentang Islam tetapi juga semua agama. Sehingga Allah taala berfirman bahwa jika umat Islam tidak menanggapi serangan mereka, maka tidak ada gereja, sinagog, kuil, masjid, bahkan tempat ibadah manapun yang akan tetap aman.

Jadi izin peperangan yang bersifat defensif ini diberikan sebagai sarana untuk melindungi orang-orang dari semua agama. Sehingga kapanpun dan di manapun di dunia Jamaah Ahmadiyah membangun Masjid, kami melakukannya dengan keyakinan dan tekad bahwa tugas kami adalah untuk melindungi tempat-tempat ibadah semua agama. Dan pintu masjid-masjid yang diperuntukkan untuk beribadah kepada Allah taala selalu terbuka untuk orang-orang dari berbagai agama.

Tentu saja masjid dan ajaran kami dipenuhi dengan kedamaian, cinta dan kasih sayang. Kami ingin melayani dan membantu semua orang yang berada dalam berbagai kesusahan atau kesedihan. Kami ingin meringankan penderitaan mereka, karena itulah Islam yang hakiki. Itulah sebababnya kami menjalankan proyek-proyek kemanusiaan secara permanen di negara-negara miskin di dunia. Kami juga membantu orang-orang yang menderita karena berbagai bencana alam. Inilah sebabnya mengapa tim kami bekerja dan masih bekerja di area yang terkena dampak tsunami dan daerah-daerah yang terdampak bencana alam lainnya.

Di dunia saat ini, orang-orang dari semua tingkatan satu sama lain saling mengkritik dan menuduh telah merusak perdamaian dunia. Di tingkat politik, sebagian negara menuduh negara lain telah melakukan upaya perusakan ini. Dan tentu saja hal yang sangat disesalkan adalah sebagian negara Muslim telah terpecah oleh konflik, di mana para pemimpin dan rakyat saling berselisih. Mereka terlibat dalam pertumpahan darah yang sangat hebat, meskipun kebutuhan saat ini adalah membangun perdamaian dan menghentikan segala tuduhan dan kritik yang tidak perlu antar satu sama lain.

Setelah menyaksikan tindakan-tindakan kejam dari sebagian orang yang disebut Muslim, saya yakin banyak dari Anda akan memiliki keraguan bahkan takut terhadap Islam dan menganggapnya sebagai agama terorisme. Tetapi realitas Islam sesungguhnya adalah apa yang telah saya jelaskan kepada Anda dan bukan apa yang biasa digambarkan. Islam bukanlah agama ekstrimis atau agama kekerasan, meskipun tidak dapat disangkal bahwa praktik-praktik jahat dan keliru telah berkembang di kalangan orang-orang tertentu yang menyebut diri Muslim. Apa yang mereka nyatakan dan bagaimana mereka bertindak tentu saja tidak benar, tetapi menganggap agama itu kejam juga merupakan hal yang tidak adil.

Jadi ketika dikatakan bahwa Islam adalah agama terorisme dan ekstremisme, maka hal itu hanya akan menimbulkan kesedihan dan kepiluan besar bagi para Muslim Ahmadi dan Muslim lainnya yang mengikuti ajaran Islam yang hakiki. Oleh karena itu, orang-orang tidak boleh secara tidak adil menyakiti perasaan orang-orang Islam yang tidak bersalah dengan menyebut Islam sebagai agama yang kejam dan jahat, karena semua itu sangat jauh dari kebenaran.

Terkait:   Prinsip Emas untuk Perdamaian Dunia

Seruan Perdamaian

Dalam kapasitas saya sebagai pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, saya terus-menerus memperingatkan orang-orang dan bangsa-bangsa di dunia bahwa kita harus menyebarkan cinta dan kasih sayang di dunia saat ini, bukan menyebarkan kebencian dan memicu keluhan di antara satu sama lain. Kebutuhan kita saat ini adalah melangkah maju dalam semangat persatuan karena jika kita tidak menjadi duta perdamaian sejati, maka bencana besar dapat dengan mudah menimpa dunia.

Saat ini, bahkan negara kecilpun telah memiliki senjata nuklir dan sangat mungkin bahwa semua senjata itu jatuh ke tangan para ekstremis yang tidak peduli atau menyadari kehancuran yang disebabkan oleh senjata semacam itu. Seperti telah saya katakan, saya mencoba untuk membuat dunia sadar akan risiko besar yang ada, jadi saya juga meminta Anda semua untuk mempromosikan perdamaian dunia dengan segala upaya.

Anda harus membuat semua pihak sadar bahwa alih-alih menapaki jalur kekejaman dan kekejiaan dan atau memandang orang lain dengan kaca mata kebencian, kita semua harus saling melihat orang lain dengan kaca mata cinta dan kedamaian. Setiap ada kekejaman kita semua harus berusaha mengakhirinya. Masyarakat Jepang dan para pemimpinnya adalah orang-orang yang sangat memahami perlunya perdamaian dunia, melebihi orang lain. Anda adalah orang-orang yang sangat paham akan dampak mengerikan dari senjata nuklir dan kematian massal yang terjadi kemudian.

Anda adalah orang-orang yang lebih tahu akan dampak mengerikan dari peperangan modern. Jadi saya meminta Anda semua untuk memainkan peran efektif dalam hal ini. Lakukan peran efektif Anda dalam membawa kedamaian di dunia. Saya berdoa semoga Allah memberikan para pemimpin dan masyarakat dunia kemampuan untuk bertindak dengan kebijaksanaan, sehingga upaya kolektif dapat dilakukan untuk menghentikan upaya kekejian dari orang-orang yang biadab.

Sementara itu, saat setiap pemerintah menyatakan bahwa mereka ingin mengakhiri semua bentuk kekejaman dan menyelamatkan dunia dari kehancuran, tetapi di depan mata kita tampaknya sedang terbentuk dua blok di dunia ini. Blok-blok yang berlawanan saling terlibat dalam klaim terhadap satu sama lain dan akibat dari pernyataan-pernyataan seperti itu friksi di antara mereka semakin meningkat hari demi hari. Satu-satunya hasil yang mungkin terjadi dari tindakan semacam itu adalah meningkatnya permusuhan dan menjadikan perdamaian hanya sebagai mimpi semata.

Jadi, sekali lagi saya berdoa semoga Allah memberikan kebijaksanaan dan akal sehat kepada dunia. Saya berdoa semoga semua pihak dapat bersatu dan melakukan upaya bersama untuk mengakhiri semua bentuk kejahatan, bukannya menyebarkan dan kebencian dan kedengkian, supaya generasi mendatang dapat diselamatkan dari kerusakan yang tak terperikan yang pasti muncul jika senjata nuklir dipergunakan lagi oleh negara manapun.

Pada akhirnya, sekali lagi saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara ini dan mendengarkan apa yang saya katakan hari ini. Semoga Allah memberkati Anda semua dan semoga Allah memberkati Jepang yang besar ini. Terima kasih banyak.”

Sumber: The Reality of Islam for the Japanese People
Penerjemah: Mln. Hafidzurrahman
Editor: Mln. Khaeruddin Ahmad Jusmansyah