Belanda (satu pekan pertama), Prancis  (satu pekan kedua) dan Jerman  (dua pekan terakhir),: Jalsah Salanah di Belanda dan di Prancis; pidato di markas Unesco di Prancis; pidato di kalangan intelektual dan politisi di Berlin, Jerman, peresmian Masjid-Masjid; temu muka dengan tamu-tamu bukan Ahmadi dan lain-lain.[1]

            Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis (ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz) pada 01 November 2019 (01 Nubuwwah 1398 Hijriyah Syamsiyah/ Rabi’ul Awwal 1441 Hijriyah Qamariyah) di Masjid Mubarak, Islamabad, Tilford, UK (United Kingdom of Britain/Britania Raya)

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ. (آمين)

Dalam beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke beberapa negara Eropa dimana di dua negara telah diadakan Jalsah Salanah yaitu Belanda dan Prancis. Selain itu, dilaksanakan juga peresmian beberapa mesjid dan program-program bersama mereka yang bukan Ahmadi.

Di gedung UNESCO di Prancis dilaksanakan suatu acara yang mana para eksekutif di sana memberikan izin pelaksanaan acara tersebut dan mereka pun diundang. Di dalam acara itu saya mendapatkan taufik untuk menjelaskan ajaran Islam dan menyampaikan peranan umat Islam dalam kemajuan ilmu dan sains. UNESCO adalah salah satu institusi dalam Perserikatan Bangsa-bangsa yang didirikan untuk pengembangan pendidikan, sains dan budaya. Ruang lingkup kerjanya antara lain dalam hal kebebasan pers, pengentasan kemiskinan dan pelestarian warisan budaya. Singkatnya saya menyampaikan kepada mereka ajaran Islam mengenai tugas-tugas mereka tersebut, pengkhidmatan dan peranan orang-orang Islam terdahulu dalam hal ini dan mengenai peranan Jemaat Ahmadiyah.

Demikian juga di Berlin, yang merupakan ibukota Jerman, di sana saya menjelaskan kepada para politisi dan para intelektual ajaran Islam dan saya memberikan penjelasan berdasarkan ajaran Islam mengenai persepsi yang terbentuk di benak orang-orang Eropa, khususnya hal ini banyak terdapat di Jerman dan beberapa negara lainnya bahwa Islam tidak sesuai dengan budaya dan peradaban Eropa, oleh karena itu Islam tidak boleh masuk ke sini dan dikatakan juga bahwa Islam adalah bahaya bagi Eropa.

Banyak intelektual terkemuka, para politikus dan diplomat yang juga hadir di sana. Mereka mendapatkan kesan yang sangat positif dan mereka mengungkapkannya. Demikian juga dalam acara-acara yang lainnya pun Allah Ta’ala memberikan taufik untuk memperkenalkan Islam dan ajarannya.

Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan di setiap tempat untuk melihat karunia-karunia Allah Ta’ala. Pada kesempatan ini saya secara singkat akan menyampaikan kesan-kesan beberapa orang bukan Ahmadi atas acara-acara tersebut yang dari ini tampak bahwa di setiap tempat mereka mendapatkan kesempatan untuk memahami ajaran Islam yang hakiki dan menjauhkan keberatan-keberatan mereka.

Di Belanda pada hari kedua Jalsah saya mendapatkan kesempatan berbicara kepada para tamu Belanda. Ada 125 orang non-muslim Belanda yang hadir pada waktu itu. Seorang councillor (anggota dewan eksekutif kota) dari Nunspeet yang merupakan tempat Markas kita berada pada kesempatan tersebut menyampaikan kesan-kesannya, “Dalam yang waktu lama sebelumnya saya tidak suka untuk datang ke sini, yakni berhubungan dengan Jemaat Ahmadiyah, namun seiring berjalannya waktu hubungan tersebut menjadi baik dan saya pun disambut di sini. Sebelumnya saya pernah mendengar Imam Jemaat Ahmadiyah, sekarang saya ingin mendengarnya lagi dan saya sangat terkesan dengan apa yang beliau sampaikan karena darinya tampak bahwa telah terjalin hubungan yang kuat diantara kami satu sama lain dan Jemaat Ahmadiyah merupakan bagian dari masyarakat yang aktif di sini dan mereka yang hadir di Jalsah ini jalinannya menjadi semakin kuat.”[2]

Demikian juga ada seorang tamu dari Rotterdam, Belanda yang bernama Tn. Haiman Meter mengatakan, “Sebelum datang ke Jalsah saya merasa takut bahwa orang-orang Islam berkumpul di Jalsah ini, tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun setelah datang ke sini saya merasa heran karena yang dibicarakan mengenai perdamaian dan hal yang saya sukai dari pidato Anda adalah Anda telah berpidato dengan begitu berani.” Beliau berbicara kepada kawannya yang Ahmadi, “Paus berbicara mengenai perdamaian dalam corak secara umum, namun Khalifah Anda berbicara secara terang-terangan ditujukan kepada bangsa-bangsa adidaya.

Kemudian sepasang suami-istri dari Belanda yang hadir dalam Jalsah berkata, “Lingkungan Jalsah sangat unik. Semua orang tampak berakhlak baik. Sebuah lingkungan yang seperti surga.” Kemudian mengenai pidato saya mereka berkata bahwa, “Sangat berkesan bagi kami dan para penterjemah juga sangat bagus dan berkesan. Penterjemahan dilakukan secara langsung.”

Ini juga bergantung kepada bagaimana para penterjemah menterjemahkan, oleh karena itu hendaknya diupayakan untuk itu. Memang bidang penterjemahan dilakukan oleh MTA, namun di berbagai negara juga hendaknya penterjemahan dilakukan dengan baik setiap kali dilaksanakan acara-acara atau Jalsah.

Seorang tamu, Tn. Danny Harking yang hadir dalam Jalsah berkata, “Empat tahun yang lalu saya mulai mengajar bahasa Belanda di sebuah Institusi. Kemudian saya bertemu dengan satu keluarga Pakistani dan mereka datang kepada saya untuk belajar bahasa. Pertemanan kami semakin akrab dan dengan segala cara saya meyakinkan untuk membantu mereka, dan saya juga bertemu dengan anak-anak mereka. Setiap minggu mereka melewatkan waktu bersama saya dan dari anak-anak mereka tersebut saya mengetahui mengenai Jemaat. Sekarang saya datang ke sini, saya merasa nyaman di sini dan Khalifah Anda pun berbicara mengenai perdamaian dan solidaritas. Saya sendiri seorang Kristiani, dan saya dapat menyaksikan bahwa Jemaat Anda tidak hanya berhubungan baik dengan sesama Ahmadi saja melainkan juga dengan semua orang dari setiap agama. Secara khusus ketika mendengar ini dari seorang pemimpin Muslim maka saya merasa sangat terkesan, karena pada masa ini banyak persepsi-persepsi yang salah mengenai Islam. Anda berbicara mengenai kekacauan yang melanda dunia dan menekankan mengenai pentingnya menegakkan perdamaian. Kita tinggal bersama-sama di bumi yang sama dan kita bersama-sama hendaknya berusaha untuk menegakkan perdamaian.”

Kemudian di Belanda, di kota Almere telah dibangun satu mesjid, bangunan resmi mesjid yang kedua di sana, dan dilakukan peresmiannya. Seorang Kepala Gereja di Almere Tn. Haiyo Wetsel mengatakan, “Pesan Jemaat Anda adalah pesan perdamaian. Khalifah Anda menyampaikan pidato yang sangat baik mengenai perdamaian dan perdamaian dunia. Di Almere sebelumnya para penganut Katolik dan Protestan tinggal bersama-sama dengan damai. Sekarang kami juga berharap supaya para Ahmadi pun dapat tinggal dengan damai bersama kami.”

Yang beliau bicarakan ini kaitannya dengan gereja, sebaliknya secara umum warga Almere menyampaikan tanggapan mereka bahwa para Ahmadi yang tinggal di sana dengan karunia Allah Ta’ala hidup membaur dan penuh kedamaian.

Seorang tamu Arab, Tn. Zakaria mengatakan, “Saya sangat menyukai program ini dan saya menyimak pidato Khalifah anda. Jika kita menginginkan perdamaian maka kita harus mengamalkan pidato ini. Sebagai seorang keturunan Arab saya juga ingin katakan bahwa di awal acara Anda ditilawatkan Al-Quran Karim yang merupakan suatu hal bagi saya aneh ketika tinggal di negara-negara barat seperti ini, dan saya sangat menyukai hal ini.

Kemudian seorang tamu lokal, Ny. Diene mengatakan, “Acara ini sangat terorganisir dengan baik dan saya mendengar pidato Khalifah Anda yang sangat bagus. Pengaturan untuk para wanita pun dilakukan dengan sangat baik. Ini pertama kalinya saya datang dan sekarang saya akan datang lagi untuk kedua kalinya ke mesjid dan menemui kembali para wanita Ahmadi sehingga lebih saling mengenal satu sama lain.”

Seorang tamu lokal lainnya mengatakan, “Ini adalah pertama kalinya saya datang ke acara orang Islam yang semacam ini. Sebelum datang ke acara ini para tetangga saya mengatakan supaya saya berhati-hati, tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang Islam. Namun setelah datang ke sini saya merasa sangat senang. Orang-orang Jemaat sangat memperhatikan kami dari awal hingga akhir.”

Kemudian seorang wanita penduduk lokal di sana, Ibu Evelin mengatakan, “Sangat disayangkan bahwa gambaran Islam yang seperti ini tidak diperlihatkan kepada dunia. Orang-orang dalam Jemaat Anda sangat pekerja keras dan ramah terhadap tamu. Hari ini saya melihat mesjid untuk pertama kalinya, namun kedepannya saya ingin datang lagi ke mesjid karena saya mendapatkan ketentraman dalam mesjid anda.”

Setelah itu saya melakukan kunjungan ke Prancis. Begitu banyak kesan, namun tadi saya telah sampaikan beberapa. Dalam kunjungan ke Prancis dilaksanakan Jalsah dan di sana pun diadakan sesi khusus bersama non-Muslim yang dihadiri kurang lebih 75 tamu.

Dalam kesempatan tersebut ada seorang tamu wanita, dari sisi profesi beliau seorang Antropolog. Beliau mengatakan, “Ketika Khalifah mengatakan bahwa beliau mengutuk berbagai serangan yang terjadi di Prancis, maka beliau telah membuatnya jelas bahwa Islam tidak ada kaitannya dengan serangan-serangan tersebut. Dari gambaran Islam yang dikemukakan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah diketahui bahwa orang-orang Islam bisa berintegrasi dengan mudah di dunia barat. Mereka yang mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi Islam di dunia barat dan orang-orang Islam tidak bisa tinggal bersama-sama di sana, mereka telah keliru. Orang-orang yang semacam itu harus mendengarkan pidato ini.”

Kemudian seorang ghair Ahmadi yang berasal dari Iran, Bpk. Murtaza mengatakan, “Hari ini untuk pertama kalinya saya mengetahui Jemaat Ahmadiyah dan status dari Khalifatul Masih. Orang-orang di dunia ini banyak melakukan propaganda menentang Islam. Hari ini Khalifah Anda memberikan jawaban yang luar biasa. Keadaan umat Islam sedemikian rupa sehingga mereka tidak mengetahui mengenai akidah dan kepercayaan mereka. orang-orang seperti itu hendaknya mempelajari Islam dari Khalifah anda.”

Pada hakikatnya dengan menjalin hubungan dengan Imam Zaman, Masih Mau’ud dan Mahdi Ma’hud lah hakikat ajaran Islam dapat diketahui. Selama orang-orang Islam tidak memahami hal ini, yakni tidak baiat kepada Hadhrat Masih Mau’ud (as), maka tidak bisa diketahui Islam yang sejati.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, “Khalifah hari ini telah menjelaskan apakah itu jihad dan bagaimana penjelasan-penjelasan yang keliru mengenai hal tersebut terus berlangsung. Dari peristiwa-peristiwa di masa-masa awal Islam dan di masa Hadhrat Rasulullah (saw) yang disampaikan oleh Khalifah, telah terbukti bahwa Islam adalah agama yang damai. Saya untuk pertama kalinya dalam hidup saya mendengar pesan Islam yang penuh hikmah seperti ini.”

Kemudian seorang tamu ghair ahmadi dari Maroko, Tn. Sufyan mengatakan, “Dari ceramah hari ini saya bisa memahami bahwa Anda para ahmadi lah yang merupakan Muslim yang hakiki dan sebenarnya. Dan orang-orang yang mengatakan bahwa Anda bukan Muslim mereka benar-benar telah keliru. Para maulwi yang sejak saya kecil mengajarkan kepada saya mengenai para Ahmadi, mereka semua adalah pendusta. Namun di Prancis orang-orang takut kepada Islam dan orang-orang Islam. Kami tidak tahu bagaimana caranya kami untuk membela Islam dan bagaimana caranya untuk menjauhkan ketakutan orang-orang. Hari ini Khalifah Anda telah membela Islam dengan cara yang sangat baik dan sebagaimana telah saya katakan bahwa ajaran Islam yang hakiki akan dapat dipahami dengan berbaiat kepada Hadhrat Masih Mau’ud (as).

Seorang tamu Kristiani, Tn. Jacob mengatakan, “Dunia sangat membutuhkan acara-acara seperti ini. Khalifah Anda telah mendekatkan jarak yang memisahkan antara berbagai bangsa dan agama. Beliau telah memberikan kami pemahaman bahwa para teroris itu memiliki tujuan-tujuan politil. Agama adalah suatu hal yang baik, hendaknya janganlah takut dengan agama. Khalifah berulang kali berbicara mengenai perdamaian. Bagi orang-orang Prancis ini adalah hal yang baru, karena orang-orang Prancis memiliki pemikiran yang benar-benar sebaliknya mengenai Islam.

Kemudian seorang tamu Tn. Mackseen Onfranze yang bekerja di sebuah think tank (lembaga pemikir) mengatakan, “Hari ini adalah hari yang sangat indah dalam hidup saya. Hari ini saya mendengarkan Khalifah Anda secara langsung dan beliau mengatakan hal yang sangat benar bahwa saat ini kita tengah melewati masa kegelapan di mana di dalamnya didapati kebencian, namun disamping itu kita juga diberikan pemahaman bahwa ini semua bukanlah disebabkan oleh agama dan tidak perlu takut terhadap agama.

Terkait:   Keteladanan Para Sahabat Nabi Muhammad (shallaLlahu ‘alaihi wa sallam) (Manusia-Manusia Istimewa seri 47)

Perkataan Khalifah yang menyatakan bahwa para radikalis telah membajak agama dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan politil mereka adalah sangat tepat, saya sepakat dengan itu.

Beliau memberikan pemahaman kepada kita dengan berdasarkan ajaran Islam mengenai bagaimana kita mewariskan dunia ini kepada anak keturunan kita di masa yang akan datang dengan baik.

Pidato ini harus disiarkan dan kita semua harus bisa mengaksesnya.”

Ini adalah ulasan dari seorang anggota think tank.

Kemudian sebagaimana yang telah saya katakan, pada tanggal 8 Oktober di UNESCO diselenggarakan sebuah acara. Dalam acara tersebut hadir 91 orang tamu. Duta besar Mali, perwakilan dari kementrian luar negeri dan dalam negeri Prancis, perwakilan kementrian urusan agama Prancis, Direktur institusi keagamaan, Presiden NATO Memorial, anggota parlemen, konselor, walikota serta perwakilan-perwakilan dari berbagai institusi pemerintahan.

Duta besar Mali di UNESCO Tn. Umar Qaida mengatakan, “Imam Jemaat menyebarkan perdamaian. Saya mengucapkan selamat untuk pesan perdamaian Anda ini. UNESCO adalah suatu tempat yang ideal di mana perdamaian bisa dibicarakan.” Beliau lebih lanjut mengungkapkan perasaan beliau, “Melalui pidato ini semua perkara menjadi jelas. Ini lah yang diperlukan oleh umat Islam. Beliau sendiri seorang Muslim yang tinggal di Mali. Beliau mengatakan ini adalah hal yang diperlukan oleh umat Islam. Gambaran keadilan internasional dan solidaritas yang disampaikan oleh Imam Jemaat sangat diperlukan oleh dunia.”

Kemudian Presiden dari NATO Memorial, Tn. Branton menyampaikan kebahagiaannya bisa hadir di dalam acara tersebut. Beliau mengatakan, “Konferensi ini pentng dan bersejarah. Dengan ini akan tercipta perdamaian, toleransi dan persaudaraan. Saya berkeinginan supaya sebanyak mungkin orang-orang mendengat pesan dari Jemaat Ahmadiyah.

Kemudian beliau menyampaikan bahwa Imam Jemaat Ahmadiyah membicarakan Islam hakiki yang penuh damai dan mengajarkan kesabaran. Pesan ini sangat bertolak belakang dengan praktik para radikalis. Imam Jemaat sangat berupaya untuk menyampaikan pesan perdamaian tersebut. ini adalah tugas penting, yakni mempromosikan pesan damai dan kami juga siap untuk membantu beliau. setiap orang dari kita hendaklah berusaha untuk menegakkan perdamaian. Tugas ini hendaklah kita kerjakan dalam tiap level dan menampilkan praktek nyata dalam hal tersebut.

Lalu di prancis, pemimpin asosiasi orang-orang katolik dari Mali, Tn. Dialo juga hadir dalam program tersebut. Beliau menyampaikan bahwa sebelumnya saya sudah mengetahui tentang orang-orang Ahmadiyah. semua agama hendaknya menyerukan pesan yang kita terima saat ini kepada orang lain dan setelah menyimak pidato ini saya merasa bahwa ini adalah pesan penuh kasih sayang dan menimbulkan hasrat di dalam hati saya, untuk berdoa demi kemajuan Islam (beliau seorang katolik). Kemudian beliau menyampaikan bahwa bila di dunia berdiri Islam seperti yang digambarkan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah, maka semua masalah dunia akan selesai. Manakala perasaan orang lain dihormati, maka perdamaian akan tercipta di setiap tempat. Menghormati satu dengan yang lain adalah sangat diperlukan. Setiap kita teguh dalam keyakinannya masing-masing. Namun kita memiliki akidah yang serupa yaitu keyakinan terhadap zat Allah.

Kemudian seorang tamu yang bernama tn Bernard mengatakan, “Propaganda yang dulu kami dengar di televisi tentang Islam, sekarang sungguh bertentangan dengan ajaran Islam yang diketengahkan dan inilah Islam hakiki. sekarang saya telah mendapatkan pengetahuan perihal rasulullah saw, bagaimana lingkungan suci dibina di medinah. Ini merupakan kali pertama saya mengetahui bahwa Islam telah banyak berpartisipasi dalam bidang pengetahuan dan mempersembahkan ilmu kepada dunia.”

Kemudian seorang anggota federasi hak asasi manusia dari prancis hadir dalam program tersebut. Beliau menyampaikan, “Pidato ini sangat bagus dan sangat dalam sekali. Langkah-langkah diterangkan untuk menjelaskan ilmu dan keutamaannya dengan sangat detil. Pengkhidmatan Islam juga dimasukkan dalam bidang pendidikan. Ini adalah pengetahuan yang sangat menarik.”

Kemudian seorang anggota Dewan Kota hadir dalam program tersebut. Beliau mengatakan, “Saya mengetuai bidang yang bertugas mengurusi hubungan lintas ras. Dalam pidato yang saya dengar hari ini, di dalamnya secara khusus telah disampaikan tentang kesamaan hak dalam menuntut ilmu bagi kalangan wanita dan menerangkan tentang keharmonisan antar agama. Ini sangat penting. Imam Jemaat Ahmadiyah juga telah menyebutkan proyek-proyek Jemaat dalam bidang pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah tertinggal di afrika. Beliau mengatakan bahwa secara umum ketika Islam disinggung di negara prancis atau negara lainnya, maka timbul beragam kekhawatiran. Dalam lingkungan muncul Islamofobia. Dalam keadaan demikian, saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan hal-hal positif tentang Islam. Saya sangat gembira dengan hal ini. Saya memiliki keinginan sejak sebelumnya untuk hadir di sini dan melihat bagaimana Jemaat Anda dan ingin mendapatkan pengetahuan lebih tentang anda. Oleh karena itu, sekarang keinginan saya sudah terpenuhi.”

Bpk. Alexander menuturkan, “Khalifah telah menyampaikan pesan perdamaian dan pidato ini berpondasi diatas kebenaran. Beliau sampaikan dengan begitu jelas dan terbuka. Saya rasa Jemaat Ahmadiyah telah menjelaskan mengenai perbudakan. Pesan ini sangat indah. Ahmadiyah telah menjadi wakil Islam untuk menyampaikan pesan ini yang notabene merupakan Jemaat yang minoritas.”

Kemudian ada seorang jurnalis perempuan. Beliau mengatakan, “Pidato yang saya dengar sangat bagus. Secara khusus saya heran mendengarnya bahwa sejauh mana Islam maju dalam bidang pengetahuan dunia. Kaum Muslimin berperan penting di dalamnya. Anda memberikan contoh alquran dalam pidato dan mencontohkan Nabi Muhammad (saw) juga bahwa bagaimana beliau menegakkan lingkungan damai.”

Jurnalis tadi mengatakan, “Sekarang saya mendapatkan banyak ilmu di sini.”

Bpk. Bessio Waleez yang bekerja di bidang amal menyampaikan, “Ini adalah acara yang amat penting. Pesan yang disampaikan sangat baik. dan bersejarah. Pesan yang mesti didengar oleh seluruh dunia. Setelah menyimak pidato tersebut ilmu saya bertambah dan saya dapat mempertimbangkan hakikat dan pentingnya perdamaian.”

Kemudian ada peresmian masjid di strassburg, sebuah kota lain di Prancis yang tepatnya di perbatasan dengan Jerman. Di sana dihadiri kira-kira 191 tamu. Diantara tamu-tamu tersebut hadir seorang anggota parlemen daerah. Walikota-walikota dari 5 daerah hadir. Ada juga delegasi lintas agama, para pemimpin asosiasi, orang-orang berasal dari berbagai kalangan juga hadir. Daerah daerah terpencil di sekitar, orang-orangnya pun hadir secara khusus. Sebelumnya mereka menjaga jarak dan menyimpan kebencian terhadap Islam, namun setelah hadir dalam acara Jemaat, kesan-kesan mereka berubah.

Anggota parlemen prancis, Ibu Martine mengatakan, “Saya sangat senang. Anda telah menyampaikan pesan sangat bermutu. Pesan perdamaian, pesan solidaritas dan pesan untuk seluruh dunia. Lalu beliau menyampaikan bahwa orang-orang Ahmadiyah sangat aktif. Mereka ingin menampilkan ini dan itu. Dengan amal-amal mereka, moto mereka semakin nampak. Lalu beliau menyampaikan bahwa saya akan datang kembali ketika disini orangnya sedikit dan bisa duduk dengan Anda sekalian dan bisa bicara santai.

Saya bisa mengetahui langkah-langkah Anda dengan baik dan ini sangat penting bagi lingkungan kami demi kebaikannya. Lalu beliau mengatakan bahwa khalifah Anda berbicara perdamaian dan kesabaran. Ini adalah pesan yang sangat penting bagi warga negara prancis. Orang-orang prancis harus mengetahui bahwa Islam yang kita dapati dari media sungguh berbeda. Kita perlu mengetahui Islam asli dan hakiki.”

Kemudian wakil pemimpin sebuah departeman dalam Konsil kota Berrin hadir di acara tersebut. Beliau mengatakan, “Kami telah mempunyai Buddhist European Center (Pusat agama Buddha Eropa) bagi orang-orang Tibet di daerah kami. Saya mengetahui tentang agama-agama. Saya banyak tahu dari pengkhidmatan-pengkhidmatan agama Kristen, Yahudi, Budha dan lain-lain. Tetapi saya sangat terkesan dengan pidato yang saya dengar hari ini. Karena kata-kata Anda dan ideologi Anda yaitu cinta kepada semua orang dan tiada kebencian kepada siapa pun. Anda telah mengemukakan gambaran Islam yang bermutu. Dewasa ini, sebagaimana angapan oorang mengenai Islam, Anda telah mengemukakan gambaran hakiki Islam sebaliknya. Kata-kata Anda dan ideologi Anda sangat selaras. Anda yakin terhadap terbukanya pintu bagi setiap orang dan dari acara hari ini saya belajar ini dan inilah jalan perdamaian.”

Lalu pada saat peresmian masjid di strassburg ada seorang tamu, tn Queba dan seorang wanita, boleh jadi istri beliau. Beliau mengatakan, “Sebelum menghadiri undangan acara hari ini, kami mencari informasi tentang Jemaat Anda di internet. Setelah mengetahui tentang Jemaat Ahmadiyah, kami menerima undangan tersebut dengan hati senang dan yang paling membuat kami senang adalah di sini dijelaskan pemahaman lintas agama dan dalam pidato Anda juga disampaikan ajaran kemanusiaan khususnya hak-hak bertetangga.”

(Jadi, ketika mereka hadir dalam acara-acara kita ini, orang-orang mendapatkan informasi tentang Jemaat melalui internet dan mereka juga mengetahui banyak tentang ajaran hakiki Islam).

Seorang tamu mengatakan, “Tidak mungkin bagi saya untuk menggambarkan gejolak perasaan saya sendiri. Saya benar-benar tidak mengetahui sebelumnya tentang bagaimana Islam. di jalan saya bertemu beberapa orang yang akan hadir dalam acara ini. Saya mencari tahu dari internet dan memutuskan untuk hadir di sini dan rupanya keputusan ini sangat tepat. Saya tidak bisa menyangkal untuk memuji atas Apa yang saya dengar hari ini di sini. Ini adalah cabang Islam yang cinta damai. Ini adalah gambaran Islam sejati. Ini adalah Islam yang di dalamnya terdapat kemanusiaan, kasih sayang dan cinta. Kini saya tahu bahwa Islam yang disampaikan kepada kami, bukan Islam, melainkan hal lain. Kini saya tahu bahwa ajaran akhlaki Islam sama dengan kristen. (Mereka terpaksa mengungkapkan hal itu, padahal, dalam acara acara pribadi mereka menyatakan bahwa ajaran Islam melebihi ajaran Kristen). Lalu mereka mengatakan bahwa saya yakin dari sabda-sabda khalifah bahwa ini adalah Jemaat yang luar biasa.

Kemudian seorang tamu bernama Bpk. Justin, Ketua Dewan Konsil level Distrik. Beliau mengatakan, “Pada awalnya saya sangat khawatir ketika mengetahui bahwa di sini dibangun sebuah masjid, tetapi ketika saya mendengar motto yang Anda dengungkan yang berbunyi ‘cinta kepada semua, tiada kebencian kepada siapapun’, maka saya berpikir bagaimana bisa di dunia saat ini ada yang mengumandangkan kasih sayang namun tidak diterima. Jemaat Ahmadiyah bisa menjadi pedang melawan terorisme dan radikalisme dan bisa berperan penting. Di prancis orang-orang belum mengetahui banyak tentang Jemaat Ahmadiyah, tetapi mereka harus melihat pandangan Ahmadiyah sebagai pembanding radikalisme dan mengetahui langsung dari Jemaat . Oleh karena itu, Anda harus bekerja lebih banyak.

Kemudian, seorang walikota yang bernama Bpk. Lukinzar mengatakan, “Saya hadir di masjid in iuntuk pertama kali. Jika hadir di masjid seperti yang yang saya saksikan pada hari ini, maka saya akan hadir di masjid tiap hari. Saya senang hadir di masjid dan mendapatkan ketenangan sehingga saya tidak mampu mengungkapkannya.”

Selanjutnya, kami melakukan perjalanan ke Jerman dan pada tanggal 14 oktober diadakan peresmian sebuah Masjid di Weisbaden. Di sana ada sebuah hall (gedung) yang terkenal untuk diadakan acara peresmian karena tidak ada tempat yang memadai di halaman masjid. Jumlah tamu yang hadir dalam acara tersebut adalah 370 orang dan walikota juga hadir. Hadir pula para anggota Dewan Provinsi, perwakilan pemerintahan dari berbagai kementerian, direktur berbagai departeman pemerintahan, pejabat kepolisian, para Pendeta, para Doktor, para Pengacara dan orang-orang berbagai kalangan juga hadir.

Seorang pendeta gereja katolik mengatakan, “Dalam pidato yang Anda sampaikan, Anda terangkan mencakup berbagai sudut pandang dan saya setuju sepenuhnya dengan Anda yaitu mengani mencintai orang lain dan menunaikan hak-hak Tuhan. Semua hal ini termasuk dalam ajaran saya. Hingga sekarang saya belum pernah mendengar bahasan luas dan mendalam mengenai Tuhan dalam keterangan pihak Islam yang tidak hanya disebut Tuhan yang Esa lagi Sempurna, tetapi [diterangkan juga bahwa] Dia juga Satu Tuhan dan Yang jua Pemelihara semua agama, semua bangsa dan semua peradaban di dunia dan Dia tidak mendiskriminasi (membeda-bedakan) semua ciptaan-Nya baik karena perbedaan agama dan kepercayaan atau kebangsaan di muka bumi.”

Kemudian beliau mengatakan: “Andaikan saja semua pemimpin dunia berpidato seperti ini. Jika mereka menyampaikan pidato tentang perdamaian, maka sangat baik sekali.”

Terkait:   Keteladanan Para Sahabat Nabi Muhammad (shallaLlahu ‘alaihi wa sallam) (Manusia-Manusia Istimewa seri 43)

Kemudian beliau mengatakan, “Kini saya ingin menjalin hubungan dengan Jemaat Ahmadiyah dan pasti akan datang untuk melihat masjid.”

Mereka sendiri telah memberikan gambaran bahwa tuhan Islam itu lain dan tuhan kristen juga lain dan ketika mereka diberitahu tentang hakikat yang sebenarnya, mereka terpaksa mengakuinya.

Kemudian, seorang perwakilan sebuah gereja dari kota Mainz juga hadir. Beliau mengatakan, “Apa yang Anda katakan tentang hak-hak bertetangga dan ajaran Islam yang Anda sampaikan dengan rinci merupakan hal baru dan menarik bagi saya dan sejauh ini saya baru pertama kali mendengar tuntutan terhadap hak bertetangga dari wujud rohaniawan.”

Kemudian seorang pengacara dari sebuah Firma Hukum mengatakan, “Sebelumnya juga saya sudah kagum akan keluasan pemikiran Jemaat Ahmadiyah. Tetapi saat ini hak-hak bertetangga yang beliau terangkan dan keluasan yang Anda terangkan dalam definisi tetangga, maka kota demi kota masuk dalam kategori tersebut. Sungguh bertambah kekaguman kami dengan hal tersebut. Demikian pula cakupan simpati dan rasa solidaritas Jemaat Ahmadiyah semakin luas bagi warga negara.

Kemudian seorang tamu yang juga dosen, Ibu Susan mengatakan, “Hal yang membuat saya senang dalam pidato tersebut adalah kita semua mempunyai satu Pencipta dan kita semua beriman pada satu Tuhan. Hal ini harus diingat oleh kita semua.”

Kemudian seorang wanita Ibu Vonnie yang berasal dari partai ‘Die Grüne’ (Partai Hijau) yang bekerja di parlemen kota Wizbaden bidang Integrasi mengatakan, “Pidato ini saya rasa sangat memotivasi. Satu hal yang sangat penting juga untuk saya dan yang tidak akan terlupakan adalah semua Ahmadi hendaklah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungannya. Hal itu tidak hanya terbatas untuk para Ahmadi saja melainkan harus dilakukan semua orang. Bila semua golongan Islam menjadi open minded seperti orang-orang Ahmadiyah, maka integrasi (pembauran) menjadi sangat mudah.”

Di sini juga saya (Hudhur) ingin jelaskan bahwa walaupun kita hidup berbaur dengan mereka tetapi sebagian orang terkadang memperlihatkan sikap yang cenderung lemah [mereka mengkompromikan ajaran mereka sendiri]. Maka dari itu, silahkan bicara kepada orang-orang lain dalam ruang lingkup batas (didasari) ajaran Islam dan dengan tetap dalam lingkup ajaran moral ini, kita dapat menyampaikan kepada orang-orang. Maka dari itu, kita tidak perlu takut. Yang dimaksud integrasi ialah hendaknya ajaran Islam ditampilkan dengan menampakkan akhlak yang mulia seiring dengan penjelasan kita tentang apa itu ajaran Islam.

Seorang guru sekolah menuturkan, “Pertama kali saya dapat mengenal Jemaat Ahmadiyah di sini. Pengelolaan acara sangat baik. Satu hal yang sangat saya garisbawahi dari pidato Khalifah untuk menekankan persamaan juga bersikap penuh kasih sayang terhadap penganut agama lain dan kepada segenap umat manusia. Hal tersebut sudah sangat jarang dijumpai dalam lingkungan masyarakat. Agama-agama lain semakin melupakan hal tersebut, namun Anda justru mengedepankan hal itu. Kedepannya saya harus berkunjung lagi ke masjid Anda dan mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang masih ada dalam benak saya.”

Seorang dokter Rumah Sakit lokal menuturkan, “Jika para tokoh agama yang ada di sekitar kita memberikan ajaran sebagaimana yang diungkapkan Imam Jemaat Ahmadiyah dalam pidatonya, maka penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dapat tercipta di dalam masyarakat. Pihak gereja pun hendaknya menyampaikan sudut pandang yang seperti itu. Pada saat ini gereja masih menghindar dari menjawab pertanyaan-pertanyaan serupa padahal Imam Jemaat Ahmadiyah menampung segala pertanyaan dan keberatan yang dilontarkan lalu menjawabnya dari berbagai sudut pandang dan dengan tanpa rasa gentar telah menjelaskan pandangan Islam dengan gamblang. Yang membahagiakan saya adalah setiap penjelasan dan keterangan beliau dapat mengantarkan masyarakat pada kedamaian, keamanan dan kasih sayang.”

Seorang tamu Ibu Haik Bradar menuturkan, “Anda telah mengatakan bahwa Tuhan seluruh dunia adalah Tuhan Rabbul Aalamiin. Ini merupakan pandangan yang luas akan Tuhan yang sangat menarik bagi saya. Yang menakjubkan adalah meskipun Tuhan Satu dan Esa, namun merupakan Tuhan bagi seluruh manusia dan Tuhan bagi seluruh bangsa dan memelihara semuanya tanpa membeda-bedakan.”

Maka dari itu, tidak ada pilihan lain bagi orang yang merenungkan dan bijak selain mengimani Tauhid (keesaan Tuhan). Adalah penting untuk mengimani Tuhan itu satu dan Esa, Pemilik segala kekuatan. Merupakan kewajiban setiap Ahmadi untuk menyampaikan pesan Tauhid ini kepada setiap orang.

Ibu Bauer menuturkan, “Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk dapat ikut hadir dalam acara penuh berkat seperti ini. Beberapa keraguan dan kesalahpahaman yang ada di benak saya sebelumnya telah dijauhkan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah dengan menyampaikan pandangannya secara jelas dan menjelaskan secara rinci ajaran Islam yang hakiki.”

Seorang tamu wanita menuturkan, “Pokok bahasan terpenting dalam menegakkan kedamaian sebagaimana dijelaskan tadi adalah dengan menghargai nilai-nilai orang lain. Sebelumnya sayapun telah mengetahui bahwa dalam Islam terdapat beragam firqah (golongan), namun saya tidak mengetahui perihal Jemaat Ahmadiyah yang notabene sebuah Jemaat yang mencintai perdamaian.”

Ibu Mukhtari yang bekerja di kepolisisan Weisbaden menuturkan, “Acara hari ini menjelaskan bahwa umat Muslim ingin menampilkan wajahnya yang lain bahwa Islam pada hakikatnya merupakan agama yang mencintai kedamaian. Apa yang dijelaskan Khalifah bahwa di Afrika Anda mengerjakan beragam proyek kemanusiaan, saya sangat menyukai hal tersebut.”

Di Fulda (Jerman) telah diadakan peresmian masjid Baitul hameed. Acara tersebut dihadiri oleh 330 tamu. Lord Mayor (Walikota) setempat pun hadir, namun hanya menyambut di luar saja lalu pulang lagi. Para walikota dari tempat lain juga hadir. Para anggota council (dewan kota), mantan anggota parlemen dan para ketua partai juga hadir. Komite meja bundar – komite keagamaan – pimpinannya hadir juga.

Pada umumnya banyak dijumpai kecurigaan terhadap umat Muslim di Fulda bahkan menentang juga. Kota ini adalah pusat kuno Kekristenan dan ini merupakan kota yang mempertahankan tradisi lamanya. Sekurang-kurangnya pihak Gereja menghendaki supaya tradisi lama tetap dipertahankan, namun bersamaan dengan itu, orang-orang di sini semakin menjauh dari agama Kristen. Disebabkan ketakutan mereka, tidak semua anggota perwakilan Gereja-Gereja hadir. Sebagian politisi pun tidak hadir. Begitu juga Lord Mayor mengatakan bahwa beliau tidak akan memberikan pidato sambutan, hanya akan menyambut saja. Beliau hanya duduk saja di tempat hadirin dan tidak duduk di panggung disebabkan kekhawatiran akan mendapatkan penentangan dari orang-orang.

Kesan-kesan juga diperoleh dari beberapa tamu yang hadir. Bpk. Harl menuturkan, “Khalifah menasihatkan untuk bersatu dalam hal hal yang memiliki kesepahaman antara kita yang karena itulah akan tercipta pondasi kesatuan dan kedamaian global. Metode yang disampaikan tersebut sangat perlu diamalkan di dunia pada masa ini dan inilah yang diperlukan oleh dunia pada saat ini. Saya telah mengetahui bahwa taaruf yang kami dapatkan sebelum ini berkenaan dengan ajaran Islam tidaklah menggambarkan wajah Islam yang benar. Untuk itu sore hari ini telah membawa pesan yang positif dan penuh kedamaian.”

Seorang guru sekolah lokal di sana menuturkan, “Pidato yang disampaikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah seyogyanya diperdengarkan kepada para siswa lalu dievaluasi, apa yang dapat mereka pahami dari pidato ini dan agama apa yang dapat menjadi pemilik ajaran yang indah ini? Saya harap sekurang-kurangnya Anda dapat memberikan kepada saya rekaman audio maupun videonya supaya keadaan yang saya rasakan pada sore ini dapat saya share (bagikan) kepada murid-murid saya.”

Seorang walikota dari kota terdekat menuturkan, “Imam Jemaat Ahmadiyah telah menyampaikan perbandingan dua sisi antara kecurigaan orang dan jalinan hubungan dan beliaupun menjabarkan sebab musabab timbulnya perselisihan didalam lingkup sosial pada masa ini dan dalam Bahasa yang gambling beliau telah menyoroti hal hal apa saja yang dapat merusak kedamaian di masyarakat. Namun meskipun demikian beliau tidak melukai kehormatan dan perasaan suatu kalangan, firqah atau suatu grup, melainkan beliau berbicara berkenaan dengan kalbu manusia secara berjamaah dan nilai nilai kemanusiaan secara global, dalam corak stimulasi mental.”

Dr Kolor (seorang wanita) menuturkan, “Saya sangat terkesan mengetahui bahwa Anda memiliki hati yang lapang dan inilah kelebihan yang dinasihatkan oleh Khalifah Anda yakni untuk menegakkan nilai nilai kemanusiaan, kita harus membuka hati dan menjauhkan segala keraguan. Saya pun berusaha di rumah sakit saya supaya solidaritas antara agama ditingkatkan dan mendapatkan ketentraman dari keruhanian orang-orang. Ketentraman dan kedamaian inilah yang saya dapatkan pada acara hari ini. Saya sangat bahagia karena mendapat kesempatan untuk hadir di sini saat ini.”

Sebagaimana telah saya katakan sebelumnya, pidato dalam sebuah acara di Berlin (Jerman) yang saya sampaikan bertajuk Islam dan Eropa: a Clash of Civilisation (Sebuah Benturan Peradaban?” (Islam & Europa: Ein Kampf der Culturen?) atau “Perbandingan antara Civilization (Peradaban) and Culture (Kebudayaan)” dihadiri oleh 27 anggota National Assembly (DPR), tiga perwakilan dari kantor kementrian luar negeri diantaranya adalah para direktur keagamaan dan politik. Lima (5) profesor, Wakil Ketua Universitas Berlin dan hadir juga Profesor Steinbach yang mendapatkan pernghargaan pada saat ini di Jerman di bidang Timur Tengah. Selain itu, hadir juga pejabat politisi dari Kedutaan USA (Amerika Serikat) dan Kedutaan Prancis, perwakilan beberapa pemerintahan, tokoh-tokoh agama, perwakilan gereja-gereja dan komunitas lain, perwakilan media massa dan juga dari Amnesti Internasional.

Bpk. Alexander, anggota parlemen menuturkan, “Perdamaian dan keamanan yang Anda suarakan merujuk dari Al Quran. Anda perkuat pandangan Anda dengan Al Quran dan sabda sabda pendiri Islam. Meskipun topik ini adalah baru dan selaras dengan tuntutan zaman, namun Khalifah telah memperkuat hal itu dan membuktikannya dengan rujukan zaman awal Islam bahwa Islam dan Al Quran telah meletakkan pondasi agama sejak awal mula diatas ajaran solidaritas sesame manusia, kedamaian dan keamanan. Menurut hemat saya, pidato tersebut hendaknya disebarkan seluas luasnya supaya warga Eropa dapat memahami Islam dan ajarannya yang sejati.”

Tn. Neils Annen, seorang Mentri Negara menuturkan, “Imam Jemaat Ahmadiyah telah menjelaskan mengenai Islam Ahmadiyah, taaruf agama secara menyeluruh dan peranan masyarakat secara rinci, gamblang dan analisa perbandingan. Setelah memahaminya saya merasa bahwa suara yang didengungkan oleh Jemaat Ahmadiyah untuk menjaga hak hak manusia bukan untuk mendukung agama atau firqah tertentu melainkan merupakan upaya untuk melindungi hak hak manusia secara keseluruhan dan global.”

Bpk. Christoper Stakes menuturkan, “Saya tidak pernah menghadiri atau ikut serta dalam sebuah acara yang dikemas umat Muslim yang mana secara menyeluruh suasananya damai dan pidato-pidatonya memperbincangkan hal-hal secara komprehensif (menyeluruh), disertai argumen dan inklusif (mencakup semua). Saya merasa senang menyaksikan seseorang mampu melakukan highlight (menggarisbawahi atau memunculkan) potensi konflik terpendam di balik kemajuan yang tampak dan masyarakat berperadaban. Anda pun telah mengingatkan dalam perkataan yang jelas bahaya perang bom atom yang dapat merontokkan kemanusiaan.”

Bpk. Christian Bishal, seorang anggota parleman menuturkan, “Imam Jemaat Ahmadiyah telah merasakan dengan baik urat nadi keadaan pada saat ini karena diagnosa beliau tepat sehingga resep pandangan beliau dapat memberikan kesembuhan abadi dari kekacauan.”

Seorang anggota parlemen wanita Ny. Zakeleen menuturkan, “Imam Jemaat Ahmadiyah telah menjabarkan pandangannya dari berbagai sudut pandang dan tidak membiarkan ada keragu-raguan yang tersisa. Saya sangat sependapat dengan setiap ucapan beliau.”

Seorang dosen Herbert Hede menuturkan, “Dengan terdepan dalam pendidikan, Anda telah menempatkan Jemaat Ahmadiyah pada kedudukan yang istimewa disbanding Jemaat keagamaan lainnya. Anggota Jemaat yang sedemikian rupa menaruh perhatian terdapat pendidikan, maka kedudukan mereka akan memimpin bukan membebek (taklid buta).”

Seorang anggota parleman, Bpk. Axel menuturkan, “Nanti akan saya pelajari lagi pidato ini dan saya akan menjelaskannya sebatas kemampuan saya.”

Ibu Hispain Leden menuturkan, “Saya tidak berasal dari agama manapun, namun sebagai pemimpin keagamaan, Imam Jemaat Ahmadiyah telah lebih dulu merasakan penderitaan yang akan dirasakan oleh generasi keturunan manusia dan mengingatkan para pemimpin dunia saat ini. Hal itu memberikan kesan mendalam dalam diri saya. Saya berharap semoga pesan ini dapat menyebar supaya dapat timbul kesadaran akan hal tersebut dalam diri setiap orang.”

Terkait:   Pentingnya Ibadah Jumat, Hubungannya dengan Dua Hari Raya dan Ramadhan

Bpk. Profesor Christopher Walikman menuturkan, “Saya sangat menyukai acara tadi dan mendapatkan banyak kesempatan untuk belajar dari pidato Khalifah. Seiring dengan itu banyak ayat yang saya catat dari pidato tersebut. Saya akan mempelajarinya lagi di rumah nanti.”

Seorang tamu Kristen menuturkan, “Sebelum ini saya tidak pernah mendengar Islam sedemikian rupa mengutamakan perdamaian dan ingin menegakkan kedamaian. Saya sangat senang pidato Imam Jemaat Ahmadiyah telah disimak oleh berbagai perwakilan partai politik. Begitu juga saya melihat acara ini dihadiri juga oleh para Rabbi Yahudi dan firqah-firqah Muslim lainnya.”

Seorang tamu menuturkan, “Di dalam pidato tersebut setiap individu telah diingatkan tanggungjawabnya untuk bagaimana kedamaian dapat ditegakkan. Telah dijelaskan juga dalam Bahasa yang sederhana bahwa setiap manusia hendaknya hidup bersatu dengan damai dan saling mencintai. Maka dari itu, yang terpenting adalah saling menghormati satu sama lain. Beliau juga telah menjelaskan di dunia ini segala seuatu tersedia dalam kapasitas yang cukup dan mencukupi untuk semua orang jika itu digunakan dengan benar.”

Seorang tamu menuturkan, “Anda (khalifah) telah menekankan banyak hal. Yang pertama Anda jelaskan bahwa di kalangan masyarakat saat ini agama tidaklah mendapatkan tempat yang penting. Agama dipandang dengan pandangan negatif. Kami pun sebagai penganut Kristen merasakan hal itu. Selain itu hal lain yang saya sukai dari pidato Khalifah adalah keutamaan talim dan tarbiyat. Dalam hal ini Jemaat Ahmadiyah merupakan teladan. Karena ketika manusia mengetahui apa yang diajarkan oleh kitab sucinya, maka kita akan terhindar dari banyak sekali permasalahan saat ini.”

Inipun merupakan tanggung jawab para pemuda Ahmadi untuk secara khusus menelaah Al-Quran dan memahaminya supaya dapat menjelaskan kepada orang-orang lain sehingga mereka akan terpaksa untuk merenungkannya dan memahami hikmahnya lalu mengamalkan ajarannya atau meyakini ajarannya.

Seorang Juru Bicara dari Amnesti Internasional menuturkan, “Saya merasa tenteram setelah menyimak hal-hal yang saya simak. Apa yang diterangkan oleh Khalifah mengenai definisi peradaban dan kultur (kebudayaan) dengan merujuk pada Khalifah kedua dan kaitan antara keduanya merupakan sesuatu hal yang para ilmuwan modern tidak dapat menyangkalnya. Khalifah telah menjabarkan ayat Al Quran dengan cara yang sangat baik. Inilah ayat ayat yang dimunculkan oleh para penentang Islam dengan mengesampingkan latar belakangnya.”

Seorang wanita bernama Ibu Nahondi menuturkan, “Jika pidato ini disebarkan secara luas di Eropa, maka keraguan dan kecurigaan orang-orang terhadap Islam akan terjauh dan akan menjadi solusi untuk menghilangkan kesan negative yang tidak berimbang.”

Selanjutnya diadakan acara peremian masjid Mahdiabad. Di dalam acara itu dihadiri oleh para anggota parlemen Jerman, Lord Mayor, para anggota Dewan Provinsi, Speaker (Juru Bicara) dan Deputy Speaker (Wakil Juru Bicara) Dewan Provinsi, 5 Mayor (Walikota) di wilayah setempat, 5 Chairman Parlemen. Di dalam acara tersebut dihadiri sekitar 170 orang.

Seorang tamu wanita Vice Mayor (Wakil Walikota) menuturkan, “Sepulangnya saya nanti pasti akan saya sampaikan pidato Khalifah ini. Kapan pun ada orang yang melontarkan keberatan terhadap Islam, saya akan berusaha membela Islam dengan menyampaikan pidato Khalifah ini. Pada hari ini beliau tidak hanya berbicara kepada para tamu saja, bahkan kepada para Ahmadi menekankan supaya setelah berdirinya masjid ini lebih dari sebelumnya para Ahmadi dapat mengkhidmati kemanusiaan.”

Seorang tamu wanita Ibu Angelica menuturkan, “Dari pidato tersebut saya mendapatkan pelajaran bahwa kita harus memikirkan bagaimana perilaku keseharian kita kepada orang lain. Kita hendaknya membantu kawan dan orang lain juga.”

Seorang tamu wanita menuturkan, “Saya merasa sangat senang di sini, Banyak sekali keraguan yang sebelumnya ada dalam benak saya mengenai Islam, menjadi hilang. Sebagaimana telah dijelaskan sisi solidaritas yang mana kesemuanya penting untuk segenap agama-agama.”

Seorang tamu bernama Bpk. Unsaya Ulaf, seorang konsultan Menteri Presiden menuturkan, “Pokok bahasan yang sangat berkesan bagi saya dari pidato tadi adalah Imam Jemaat Ahmadiyah menjelaskan sudut pandang yang dapat menciptakan persatuan antar segenap agama. Saya seorang anggota gereja Kristen. Meskipun cara ibadah kami dan Anda memiliki banyak perbedaan, tetap saja Imam Jemaat menjelaskan sudut pandang yang dapat didukung oleh siapapun. Saya meyakini bahwa kita semua memiliki satu Tuhan. Hanya cara ibadah saja yang berbeda (Sekurang-kurangnya mereka sudah semakin mendekat).

Seorang tamu bernama Bpk. Paitak menuturkan, Beliau telah menjelaskan kedudukan wanita dalam pidatonya dengan sangat baik yang darinya zahir kedudukan wanita dalam Islam dan kehormatan terhadap wanita di masyarakat. Semoga dada mereka terbuka untuk memahami ajaran Islam hakiki, menerimanya, dan menerima tauhid hakiki dan masuk kedalam naungan panji Rasulullah, karena inilah yang merupakan sarana keberlangsungan mereka. Karena anggapan mereka yang menyatakan bahwa penyebab keberlangsungan mereka adalah kemajuan duniawi yang sifatnya sementara, bukanlah jaminan atas keberlangsungan mereka.

Berkenaan dengan media, perlu saya sampaikan bahwa di Belanda, telah diberitakan d dua kanal media yakni RTV taspit dan Euro time. Kabar tersebut telah sampai pada 75 ribu orang. Peresmian masjid Baitul Afiyat telah diberitakan pada kanal TV Almere dan telah sampai pada 1,5 juta pemirsa. Melalui sosial media juga telah diketahui oleh ribuan orang. Menurut keterangan mereka, melalui media. Selama kunjungan di Belanda kabarnya telah sampai pada 1,6 juta orang yang kebanyakan pada saat penayangan peresmian masjid Almere yang ditayangkan oleh TV nasional di sana.

Terkait pidato yang saya sampaikan di UNESCO, sebuah kantor berita Prancis telah menerbitkan sebuah artikel tentang itu. Pada bagian akhir artikel tersebut penulis menyatakan keheranannya, “Khalifah sama sekali tidak menyinggung mengenai penganiayaan yang menimpa Jemaat Ahmadiyah.”

Selanjutnya, berkenaan dengan peresmian masjid Mahdi di Strasburg (Prancis) telah diberitakan oleh Majalah DNA dan sebuah stasiun Radio. Dengan perantaraan media outlet juga kabar ini telah sampai pada jutaan orang.

Di Jerman sejumlah acara diadakan, yaitu di Weisbaden, Fulda, Berlin dan Mahdiabad (Nahe). Berdasarkan estimasi (perkiraan) sekretaris Kharijiyah nasional mereka, pesan acara tersebut telah sampai pada 49 juta orang melalui berbagai media berupa 13 surat kabar, 4 kanal TV, 1 kanal radio begitu juga telah diterbitkan 13 berita melalui media elektronik. Demikian juga dengan perantaraan Majalah Review of Religion pesan telah sampai kepada lebih kurang 1,5 juta orang. Semoga seperti yang telah saya katakan, pesan tersebut dapat menjadi sarana bagi orang-orang untuk dapat memahami.

Setelah shalat Jumat nanti saya akan memimpin shalat jenazah ghaib untuk almarhum Maulwi Mahmud Ahmad Sahib, muballigh Palghats, Kerala, India. Beliau wafat pada usia 54 tahun pada tanggal 15 oktober, inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuwn. Ahmadiyah masuk kedalam keluarga beliau melalui ayahanda beliau bernama Yth. Maulwi K. Muhammad Alwi Sahib, yang sebelumnya merupakan ulama terkenal ghair Ahmadi yang menghadapi penentangan keras paska baiat kedalam Jemaat Ahmadiyah. Dengan perantaraan beliau, ratusan orang mendapatkan taufik masuk Jemaat di state (Negara Bagian atau provinsi) Kerala.

Almarhum Maulwi K Mahmud Ahmad Sahib meninggalkan kuliah atas nasihat sang ayah lalu mendaftar Jamiah Ahmadiyah. Beliau lulus dari Jamiah pada tahun 1988. Almarhum adalah seorang ulama besar, muttaqi, dawan shaum, shalat, tahajjud, rajin berdoa, penolong orang-orang yang tak mampu, penyabar, bersyukur dan figur yang mukhlis. Beliau menelaah Al Quran, Hadits, buku-buku Hadhrat Masih Mau’ud dengan dalam.

Beliau cukup menguasai Bahasa Arab, Urdu, Tamil dan Malayalam. Beliau memiliki perpustakaan pribadi, di dalamnya terdapat buku-buku yang sangat berkualitas. Beliau mendapatkan taufik untuk berkhidmat di Provinsi Kerala, Tamil Nadu, , Lakshadip dan untuk luar negeri di Kuwait. Beliau adalah seorang orator dan debator yang handal. Atas perintah Hadhrat Khalifatul Masih keempat, pada tahun 1994 beliau mendapatkan taufik untuk berdialog dengan Maulwi penentang keras bersama dengan maulana Muhammad Dost Syahid Sahib dan Hafiz Muzaffar Shab. Beliau adalah seorang Musi.

Beliau meninggalkan dua istri dan tiga putri. Dua menantu beliau dengan karunia Allah ta’ala adalah waqaf zindegi. Salah seorang menantu beliau menulis: Pada cuti akhir tahun jamiah, atas perintah ayah beliau, tidak pulang ke rumah melainkan mewakafkan waktu untuk menelaah buku Hadhrat Masih Mau’ud (as) selama dua bulan. Hal ini merupakan teladan yang sangat baik bagi para mahasiswa jamiah. Segenap firqah ghair Ahmadi bersatu untuk menhapuskan Jemaat Ahmadiyah dari provinsi Kerela, India lalu membuat suatu organisasi yang dinamai Anjuman Ishaat e Islam. Organisasi tersebut secara rutin mengadakan acara-acara diberbagai daerah Kerela untuk menentang Jemaat Ahmadiyah dan melontarkan keberatan yang ditujukan pada buku buu Hadhrat Masih Mau’ud (as).

Sebagai respon atas penentangan tersebut Jemaat mengadakan acara di berbagai tempat yang diketuai Almarhum. Pada tahun 1998 dan 2015 diadakan dialog bersejarah antara Anjuman Ishaat e Islam dengan Jemaat Ahmadiyah dimana almarhum mendapatkan taufik untuk tampil sebagai perwakilan Jemaat. Selain itu, hanya berkat karunia Allah semata beliau mendapatkan kemuliaan untuk berhasil dalam dialog menghadapi Ahli Hadits dan Ahli Quran. Almarhum dawam puasa dan shalat, sejak usia dini beliau sudah terbiasa tahajjud.

Menantu beliau menulis, “Kisah masa muda beliau, suatu hari almarhum tidak dapat melaksanakan shalat tahajjud. Lalu ayah beliau mengatakan, Nak, apakah kamu tidak mau mendapatkan maqam Mahmud (maqam terpuji) ? Sejak saat itu almarhum memegang nasihat tersebut dan mengamalkannya seumur hidup sampai sampai meskipun dalam keadaan sakit dan sangat lemah sekali beliau tetap melaksanakan tahajjud. Beliau memiliki kecintaan dan ketaatan dan jalinan keikhlasan yang dalam kepada Khalifah. Sebagian besar dari acara acara Talim, tarbiyat dan tabligh dikhususkan untuk khilafat. Beliau biasa menyampaikan topik tersebut dan ketika menyampaikannya tak jarang beliau diliputi rasa haru.

Pada tahun 2015 ada seorang wanita yang baiat bersama dengan anak anaknya. Suaminya tengah di luar negeri. Ketika suaminya datang, almarhum menablighinya. Suaminya menanyakan satu pertanyaan: Apa perlunya mengimani Khilafat? Lalu Almarhum menjelaskan kedudukan Khilafat, keutamaan dan keberkatan Khilafat kepada orang itu dengan cara yang mengharukan sehingga mata almarhum mencucurkan airmata. Keadaan itu sangat menyentuh hati sang ghair Ahmadi sehingga setelah menyimak pemaparan almarhum langsung baiat. Beliau pada hakikatnya adalah Sultan e Nasir bagi Khilafat.

Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan magfirah dan kasih sayangNya dan meningikan derajatny. Begitu juga semoga anak keturunan beliau mendapatkan taufik untuk dapat melanjutkan kebaikan kebaikan almarhum.

 

Khotbah II

اَلْحَمْدُ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ

وَنَعُوْذ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ –

 وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

عِبَادَ اللهِ! رَحِمَكُمُ اللهُ!

 إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذكَّرُوْنَ –

أُذكُرُوا اللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Penerjemah         : Mln. Mahmud Ahmad Wardi, Syahid (London, UK), Mln. Hashim dan Mln. Agus Mulyana; Editor: Dildaar Ahmad Dartono.

 

 

[1] The Caliph delivered over 16 speeches and sermons, conducted ‘Ameen’ ceremonies for hundreds of young children, met thousands of Ahmadi Muslims personally in private audiences in day and evening sessions, led ‘Nikah’ ceremonies, inaugurated 6 mosques and gave time to personally meet a large number of non-Ahmadis in various cities. https://fulfuldetop.com.ng/2019/10/29/caliph-returns-to-islamabad-after-4-week-groundbreaking-european-tour/

[2] Pemilihan umum di Belanda tiap 4 tahun sekali. Orang asing yang telah tinggal 4 tahun juga mempunyai hak pilih tapi bukan dipilih. Di tiap kota mereka memilih anggota dewan kota dari partai-partai yang ada tiap 4 tahun juga yang jumlahnya tergantung jumlah warga. Anggota Dewan terpilih nanti yang memilih calon walikota yang nanti disahkan oleh Ratu Belanda. councillor ialah anggota dewan eksekutif kota yang dipilih oleh Dewan Kota. Perwakilan partai-partai yang tidak terpilih saat pemilu mempunyai hak terbatas hanya bicara dan didengar di rapat dewan.