Hikmah Puasa Ramadhan (Penjelasan Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad)

hikmah puasa ramadhan

Al-Qur’an telah menjelaskan tentang hikmah Puasa Ramadhan:

Mengingat Allah

لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰی مَا هَدٰكُمۡ

“Supaya kamu mengagungkan Allah karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu.” (Surah al-Baqarah, 2: 186)

Ayat ini menunjukkan bahwa salah satu manfaat [puasa] adalah kita senantiasa dapat mengingat Allah Ta’ala di hari-hari saat berpuasa, karena kita tidak akan disibukkan dengan makan dan minum sepanjang hari, atau tidak akan disibukkan oleh pekerjaan yang menumpuk.

Sarana Bersyukur

لَعَلَّكُمۡ‭ ‬تَشۡكُرُوۡنَ

“Supaya kamu bersyukur.” (Surah al-Baqarah, 2: 186)

Hikmah kedua puasa adalah dengan merasakan pedihnya lapar maka hal ini akan menimbulkan rasa syukur yang kuat di dalam hati. Karena secara alami manusia tidak menghargai suatu nikmat saat mereka memilikinya, nilainya terasa ketika nikmat itu hilang dari mereka.

Orang yang memiliki mata pada umumnya tidak terpikir bahwa mata adalah berkah yang besar, tetapi ketika seseorang menjadi buta, barulah mereka memahami betapa bernilainya mata yang merupakan berkah besar luar biasa dari Allah Ta’ala.

Demikian pula, ketika seseorang merasakan lapar selama puasa, mereka akan menyadari betapa banyak kenyamanan yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka, dan dengan kehidupan yang nyaman itu mereka harus melakukan banyak perbuatan baik bermanfaat dan tidak melakukan hal yang sia-sia.

Terkait:   Niat Puasa dan Doa Berbuka Puasa

Menjadi Orang Yang Bertakwa

لَعَلَّكُمۡ‭ ‬تَتَّقُوۡنَ

“Supaya kalian menjadi orang bertakwa.” (Surah al-Baqarah, 2: 184)

Kata تَتَّقُوْنَ telah digunakan dalam Al-Qur’an memberikan tiga arti. Pertama, dalam arti terhindar dari bahaya dan penderitaan. Kedua, dalam arti selamat dari kejahatan dan dosa dan ketiga, dalam arti mencapai tingkat kerohanian yang lebih tinggi. Oleh karena itu, melalui firman ini, Allah Ta’ala telah menggambarkan tiga hikmah puasa.

Semangat Membantu Fakir Miskin

Hikmah pertama adalah melalui puasa seseorang diselamatkan dari penderitaan. Selintas tampak mengejutkan bahwa puasa dapat menyelamatkan seseorang dari penderitaan karena faktanya orang mengalami lebih banyak kesusahan dengan berpuasa. Tetapi jika merenungkan, maka kita akan menyadari bahwa puasa sebenarnya mengajarkan kepada orang-orang dua pelajaran yang dapat melindungi orang-orang secara nasional.

Pelajaran pertama adalah orang-orang kaya yang biasa mengkonsumsi makanan terbaik sepanjang tahun seringnya tidak menyadari penderitaan saudara-saudaranya yang miskin yang mengalami kelaparan. Mereka tidak pernah merasakan bagaimana menderitanya jika kelaparan. Namun, melalui perintah Islam, orang-orang yang sangat kaya harus berpuasa dan kemudian mereka merasakan perihnya lapar dan mereka benar-benar dapat merasakan kondisi saudara-saudara mereka yang miskin, kemudian timbullah rasa simpati di hati mereka.

Terkait:   Ramadhan dan Tanggungjawab-Tanggungjawabnya

Kondisi ini menimbulkan kemajuan dan perlindungan pada suatu bangsa, karena hakikatnya keselamatan bangsa itu terletak pada kesejahteraan masyarakatnya.

Latihan Menanggung Berbagai Kesulitan

Selain itu, Islam tidak ingin umat Islam menjadi malas, ceroboh dan tidak terbiasa menanggung kesulitan, tetapi Islam menginginkan supaya mereka mampu menanggung segala macam kesulitan ketika dibutuhkan. Setiap tahun, puasa menciptakan kekuatan ini pada umat Islam dan orang-orang yang mematuhi perintah ini tidak akan pernah menderita dengan meninggalkan sifat memanjakan diri dalam kemewahan dan kemudahan.

Terlindung dari Dosa

Hal kedua, puasa menyelamatkan manusia dari dosa. Hal ini dapat kita lihat bahwa dosa hakikatnya adalah kecenderungan pada kesenangan materi, dan secara alami kita dapat melihat bahwa ketika seseorang telah terjerumus pada kebiasaan itu, maka mereka tidak dapat melepaskannya.

Terkait:   Lailatul Qadr, Lebih Baik dari 1000 bulan (83 Tahun)

Namun, ketika mereka menemukan kekuatan untuk meninggalkan hawa nafsunya, maka hawa nafsu itu tidak akan menguasai mereka lagi. Ketika seseorang, yang semata-mata karena Allah, melepaskan semua kesenangan yang menggelincirkan pada dosa itu dan ia terbiasa mengendalikan diri selama sebulan penuh, maka hasil dari perbuatan ini adalah mereka akan dengan mudah meninggalkan berbagai kejahatan yang membawa mereka pada dosa.

Meningkatkan Doa dan Hasilnya

Puasa membantu menegakkan ketakwaan sedemikian rupa sehingga pada hari-hari puasa Ramadhan, karena seseorang harus bangun di malam hari untuk makan, mereka memiliki kesempatan lebih banyak beribadah dan berdoa. Kedua, ketika seseorang menyerahkan segala kenyamanan mereka hanya untuk Allah Ta’ala, maka Allah akan menarik mereka kepada-Nya dan menguatkan jiwa mereka.

(Dikompilasi oleh Abdul Hameed Asif Sahib. Diterjemahkan oleh Al Hakam dari bahasa Urdu asli dalam Al Fazl edisi 8 Juli 1949)

Sumber: Alhakam.org

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.