Keberkatan, Penghargaan dan Tinjauan atas Jalsah Salanah UK 2022

khotbah jumat jalsa salanah
  • Keberkatan dan Dampak Baik Jalsah Salanah UK 2022
  • Penjelasan mengenai karunia-karunia Allah Ta’ala dalam kesempatan Jalsah dan dampak baik Jalsah bagi kalangan internal Ahmadi dan eksternal Ahmadi
  • Bagaimana menghadapi rintangan berupa wabah virus korona dalam persiapan Jalsah Salanah
  • Upaya tidak kenal lelah para sukarelawan dalam memenuhi tugas-tugas
  • Dampak Gemilang Jalsah Salanah di dunia
  • Bagaimana liputan Jalsah Salanah menjangkau seluruh dunia
  • Informasi kewafatan beberapa Ahmadi dan shalat jenazah setelah shalat Jumat. [1] Nusrat Sultana Qudrat Sahiba (محترمہ نصرت قدرت سلطانہ صاحبہ اہلیہ مکرم قدرت اللہ عدنان صاحب آف کینیڈا); [2] Chaudhary Latif Ahmad Sahib (چودھری عبد اللطیف جھمٹ صاحب) dan [3] Mushtaq Ahmad Alam Sahib (مکرم مشتاق احمد عالم صاحب).
  • Terkait pelaksanaan Jalsah ini, banyak orang yang menaruh kekhawatiran-kekhawatiran. Salah satu alasannya juga adalah wabah covid yang tengah merebak. Segenap Ahmadi pun memanjatkan doa-doa. Alhasil, Allah Ta’ala pun mengubah segenap kekhawatiran dan ketakutan itu menjadi ketenangan.
  • Para panitia di berbagai bagian baik pria maupun wanita, secara umum telah melakukan tugas secara baik sesuai kemampuannya masing-masing. Dengan ini, segenap peserta pun hendaknya memperlihatkan penghargaannya, karena inilah akhlak Islami yaitu kapan saja Anda merasakan suatu faedah dan manfaat, berterima kasihlah atas hal ini, sebab rasa terima kasih terhadap hamba-hamba Tuhanlah yang akan membawa menuju sikap syukur kepada Allah Ta’ala.
  • Banyak sekali negara (baik negara maju maupun tidak) yang terhubungkan dengan pelaksanaan Jalsah ini, sehingga para Ahmadi yang duduk di sini pun dapat menyaksikan saudara-saudara mereka yang berada di negara-negara lainnya. Ini adalah suatu pemandangan persatuan yang ini kita saksikan melalui perantaraan kamera MTA. Ini merupakan karunia istimewa Allah Ta’ala. Segenap karyawan MTA patut menerima ungkapan terima kasih atas hal ini, karena mereka telah memperlihatkan bagaimana persatuan Jemaat Ahmadiyah ini melalui MTA dan mereka telah membungkam mulut para penentang.
  • Kesan baik dari para tamu bukan Ahmadi berupa pengakuan Ahmadiyah ialah Islam sejati. Melalui Jalsah ajaran hakiki Islam dan hak-hak kaum wanita diperkenalkan
  • Semoga Allah Ta’ala meningkatkan keimanan dan keyakinan setiap Ahmadi dan semoga pengaruh dari Jalsah ini bersifat abadi dan tidak sementara.

Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu-minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis (ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz) pada 12 Agustus 2022 (Zhuhur 1401 Hijriyah Syamsiyah/ Muharram 1444 Hijriyah Qamariyah) di Masjid Mubarak, Islamabad, Tilford, UK, UK (United Kingdom of Britain/Britania Raya).

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم

[بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم* الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يوْم الدِّين * إيَّاكَ نعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ]

(آمين)

Alhamdulillah, Allah Ta’ala telah menganugrahkan kita taufik untuk menyelenggarakan Jalsah Salanah Britania di minggu lalu. Selama tiga hari ini kita telah menyaksikan karunia Allah Ta’ala yang tidak terhitung banyaknya. Sebelumnya kita beranggapan bahwa merebaknya wabah covid membuat Jalsah tahun ini pun akan diselenggarakan dalam lingkup kecil seperti tahun lalu. Namun di bulan terakhir diputuskan bahwa segenap Ahmadi Britania diizinkan untuk menghadiri Jalsah. Atas keputusan ini, pada mulanya panitia cukup khawatir meskipun pada akhirnya mereka pun memulai persiapan. Sebagaimana yang telah saya sampaikan, pada akhirnya kita menyaksikan hujan karunia Allah Ta’ala.

Jalsah adalah sangat dinantikan dan terus ditunggu sepanjang tahun. Banyak persiapan yang harus dilakukan oleh panitia. Tetapi tatkala Jalsah telah dimulai, tidak terasa betapa 3 hari ini berlalu dengan sangat cepat.

Di tahun ini, banyak orang yang menaruh kekhawatiran-kekhawatiran. Beberapa orang pun menulis surat kepada saya menyampaikan kekhawatirannya. Mereka sendiri banyak berdoa, dan saya pun memanjatkan banyak doa. Segenap Ahmadi pun memanjatkan doa-doa.

Alhasil, Allah Ta’ala pun mengubah segenap kekhawatiran dan ketakutan itu menjadi ketenangan. Salah satu alasannya juga adalah wabah covid yang tengah merebak. Ada beberapa peserta juga yang mungkin terkena penyakit ini, tetapi yang secara umum terjadi adalah adanya karunia-karunia Allah Ta’ala yang sangat besar.

Terkait Jalsah ini, kini saya hendak menyampaikan beberapa hal. Di khotbah [ini], saya mengucapkan terima kasih kepada para panitia. Saya pun akan menyampaikan kesan-kesan dari para tamu secara umum dan juga karunia-karunia Allah Ta’ala berkaitan dengan Jalsah.

Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang sejak persiapan Jalsah hingga wind-up ‘merapikan kembali’telah bekerja tanpa pamrih dan hingga kini pekerjaan merapikan pun terus berjalan dalam berbagai sisi. Kemudian selama Jalsah berlangsung, para panitia di berbagai bagian baik pria maupun wanita, secara umum telah melakukan tugas secara baik sesuai kemampuannya masing-masing. Dengan ini, segenap peserta pun hendaknya memperlihatkan penghargaannya, karena inilah akhlak Islami yaitu kapan saja Anda merasakan suatu faedah dan manfaat, berterima kasihlah atas hal ini, sebab rasa terima kasih terhadap hamba-hamba Tuhanlah yang akan membawa menuju sikap syukur kepada Allah Ta’ala.

Baik anak-anak maupun dewasa, pemuda maupun pemudi, telah berupaya memenuhi standar pengkhidmatan. Memang tampak beberapa kekurangan dan kelemahan, namun kekurangan ini tentu menjadi keniscayaan dalam suatu pengaturan yang besar ini. Maka dari itu, tugas pengurus untuk menjauhi berbagai kekurangan dan kelemahan tersebut. Sebagai contoh terdapat beberapa keluhan di bagian pembagian makan untuk Lajnah, serta beberapa hal-hal lainnya. Surat-surat yang datang terkait hal ini tengah saya teruskan kembali kepada pengurus terkait supaya kekurangan-kekurangan tersebut dapat dipelajari dan ditulis di dalam buku merah masing-masing, dan pada tahun selanjutnya setiap bidang hendaknya berupaya untuk membuat pengaturan yang lebih baik lagi. Namun pada umumnya para panitia telah menjalankan semua tugasnya dan telah melakukannya secara baik. Anak-anak pun telah menjalankan tugasnya secara baik. Maka dari itu, saya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada mereka semua.

MTA pun telah menjalankan upaya peliputan yang sangat baik. Saat ini mereka bahkan telah menyiapkan sendiri studio mereka, dimana hal ini telah menghemat sekian ribu poundsterling. Pada tahun ini pun banyak sekali negara (baik negara maju maupun tidak) yang terhubungkan dengan pelaksanaan Jalsah ini, sehingga para Ahmadi yang duduk di sini pun dapat menyaksikan saudara-saudara mereka yang berada di negara-negara lainnya. Ini adalah suatu persatuan yang pemandangan ini kita saksikan melalui perantaraan kamera MTA. Ini merupakan karunia istimewa Allah Ta’ala, dan segenap karyawan MTA patut menerima ungkapan terima kasih atas hal ini, karena mereka telah memperlihatkan bagaimana persatuan Jemaat Ahmadiyah ini melalui MTA dan mereka telah membungkam mulut para penentang.

Kini saya akan menyampaikan kesan-kesan dari beberapa Ahmadi dan yang bukan Ahmadi. Saya akan menyampaikan karunia-karunia Allah Ta’ala yaitu bagaimana Allah Ta’ala dengan perantaraan Jalsah ini telah menyampaikan pesan Islam ke seluruh dunia.

Di Niger, Abu Bakar Sini Sahib, beliau adalah seorang sahabat dari kalangan ghair Ahmadi dan juga seorang ulama. Beliau pun adalah imam di satu masjid di kota Niamey. Beliau menuturkan, “Satu hal yang sangat membuat saya terkesan adalah hubungan kecintaan para Ahmadi dengan Khalifah mereka, bagaimana mereka dibawah satu isyarat memperlihatkan ketaatan sempurna kepada Khalifahnya. Semua sepenuhnya diam saat pidato-pidato berlangsung. Pemandangan ini seakan-akan Allah Ta’ala sendiri yang telah menurunkan kecintaan ini ke dalam hati segenap orang, karena di dalamnya tidak ada sedikit pun hal yang dibuat-buat.”

Kemudian ada satu sahabat bukan Ahmadi bernama Ishaq Sahib dari Burkina Faso yang menuturkan, “Jalsah Salanah Anda sangat luar biasa dan tiada bandingannya. Sedemikian banyaknya orang yang berkumpul di satu tempat ini tiada lain melainkan satu mukjizat. Dalam hal ketaatan terhadap satu imam, tiada lagi pertemuan semisal ini.” Ia menuturkan, “Percaya atau tidak, pada saat ini Islam yang hakiki hanyalah Ahmadiyah. Dan tidak lama lagi akan tiba hari tatkala segenap manusia akan menyadari kebenaran ini, dan mereka akan masuk di dalamnya.”

Ini adalah kesan dari para non Ahmadi yang juga Muslim, yaitu bagaimana Allah Ta’ala telah mencondongkan mereka.

Di Guyana Perancis, ada seorang ghair Ahmadi dari Syiria. Ia pertama kali melihat Jalsah. Di masjid telah disediakan sarana bagi penutur Bahasa Arab untuk menyimak MTA Al-Arabiyah. Ia menuturkan, “Ini adalah pertama kalinya saya mendengar ajaran Jemaat dan menyimak pidato Khalifah Anda. Saya sangat terkesan karena di kalangan Muslim pun terdapat satu Jemaat yang tengah menyebarkan ajaran Islam yang hakiki ke seluruh dunia, dan mereka bekerja di seluruh dunia dengan baiat dibawah satu sosok Khalifah. Saya Insya Allah pasti akan menelaah dan meneliti lebih banyak tentang Jemaat Anda.

Kemudian ada satu orang Muslim ghair Ahmadi dari Guyana Perancis. Ia datang untuk melihat acara Jalsah. Ia menuturkan, “Saya pertama kali menyimak acara Jalsah Salanah UK, dan saya sangat terkesan. Jemaat Anda adalah Jemaat internasional.” Ia menuturkan, “Saya berasal dari Guinea Conakry. Di acara Jalsah, saya melihat banyak negara yang ikut di Jalsah ini melalui live stream, tetapi saya tidak melihat ada Guinea Conakry. Baru saja terlintas hal demikian, saat itu juga Jemaat Guinea Conakry tampak di layar dan saya sangat gembira bahwa di sana pun telah berdiri Jemaat Anda.” Lalu menuturkan, “Apa yang Khalifah Anda sampaikan tentang hak-hak wanita telah menjadikan saya bangga sebagai seorang Muslim.”

Ada seorang tamu bukan Muslim dari Liberia bernama Bob M Dolo Sahib. Ia bekerja sebagai manajer di suatu perusahaan listrik dan adalah seorang yang berpendidikan. Ia menuturkan, “Saya sangat terkesan menyimak pidato Khalifah Ahmadiyah. Sebelumnya saya beranggapan bahwa wanita tidak memiliki hak di dalam Islam. Tetapi setelah mendengar pidato ini sekarang, saya menjadi mengetahui bahwa Islam telah membahas hak-hak wanita ini dengan sangat terinci, dimana hal ini tidak diterima di agama lain. Sebelumnya saya telah mendengar bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah Jemaat yang sangat teratur. Sekarang saya telah menyaksikan sendiri bagaimana Jemaat Ahmadiyah bersatu dibawah satu pemimpin mereka, dan sibuk dalam upaya mewujudkan kedamaian di dunia.

Ada seorang sahabat dari Nigeria bernama Kate Bole Sahib. Ia berprofesi sebagai Pastor. Ia menuturkan, “Di hari terakhir Jalsah Salanah, saya menyimak pidato penutupan dari Khalifah Anda dan saya sangat terkesan.” Ia menuturkan, “Pidato Khalifah Anda sangat luar biasa. Penjelasan yang telah disampaikan dengan sedemikian indah oleh Islam tentang hak-hak wanita, sama sekali tidaklah saya duga sebelumnya. Saya sebelumnya beranggapan bahwa Islam telah merampas hak-hak wanita dan Islam tidak memberikan kebebasan apapun kepada wanita. Saya sebelumnya beranggapan bahwa Islam mengurung para wanita di dalam rumahnya. Namun setelah saya menyimak pidato ini, kini pandangan saya berubah. Saya sama sekali tidak akan segan untuk menyampaikan bahwa hak-hak yang telah diberikan oleh Islam terhadap wanita tidaklah diberikan oleh Kristen. (ia adalah pendeta Kristen dan ia berkata bahwa hak-hak wanita yang diberikan oleh Islam tidak diberikan oleh Kristen). Kita dengan tanpa alasan menekan para wanita kita dan menjadikan wanita sebagai pelayan kita. Apa yang dikatakan Khalifah Anda sangat benar bahwa pria memaksakan hak-haknya dengan berbagai cara dan dengan perantaraan kekuatan. Kini saya merasa bahwa Islam tidak menerima ajaran kekerasan. Bahkan ajaran Islam adalah ajaran yang sangat indah.”

Kemudian ada satu sahabat dari Pantai Gading yang tengah ditabligi. Ia menuturkan, “Saya telah mengenal Jemaat melalui berbagai sarana, tetapi Jalsah Salanah UK telah menyuguhkannya dalam cara yang tersendiri.” Ini adalah pertama kalinya ia melihat suatu pertemuan secara langsung di TV. Ia sangat terkesan melihat pengaturan Jalsah. Ia menuturkan, “Ikut serta dalam suatu acara yang diikuti oleh peserta yang sedemikian banyak dengan pengaturan yang sangat baik ini menyimpulkan bahwa tarbiyat dari wujud khilafat sangatlah tertanam dalam diri mereka.” Ia menuturkan, “mereka [mungkin] tidak tahu bagaimana dahulu orang-orang berbaiat kepada Rasulullah (saw). Tetapi saat saya kini melihat orang-orang [Ahmadi] berbaiat pada sosok Khalifah, hal ini sangat membekas di hati saya dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.” Ia menuturkan, “Sekarang saya akan rutin mendengar khotbah Khalifah Anda.”

Dari Kongo Kinshasa, pewakilan dari Departemen Imigrasi datang ke Jalsah ini. Ia telah menyimak ceramah saya di sana. Ia menyampaikan bahwa ceramah itu telah membuatnya sedemikian rupa merenungi namun ia belum menjadi Ahmadi, tetapi ia berjanji akan terus mengunjungi rumah misi Jemaat dan terus mendalami tentang Jemaat. Jadi, tarbiyat pun dapat ditempuh melalui MTA.

Terkait:   Riwayat Abu Bakr Ash-Shiddiiq Ra (Seri 40)

Jalsah UK pun dapat disimak di rumah misi Jemaat Marau. Ini adalah satu Jemaat di Kamerun. Orang-orang datang ke sini untuk melihat acara Jalsah. Ada seorang wanita dari desa terdekat bernama Umal hadir di sana. Selama 3 hari ia melihat acara Jalsah. Seusai Jalsah Salanah, ia berkata kepada semua yang ada di sana, “Kita beruntung memiliki MTA. MTA bukanlah hanya saluran TV, tetapi ini adalah satu sekolah dan universitas dimana manusia dapat menuntut ilmu dengannya setiap hari. Kita telah mendapat banyak ilmu dalam 3 hari ini. MTA dapat kita saksikan melalui kabel (Di sana MTA pun dapat dilihat melalui saluran kabel). Oleh karena itu setiap orang hendaknya memanfaatkan ini (Ia menyampaikan nasihatnya di sana), dan hendaknya menyimak MTA di rumah secara rutin, dan memperlihatkannya juga kepada anak-anaknya untuk menambah ilmu keislaman. Terutama, segenap khotbah dan pidato Hadhrat Khalifah haruslah didengar demi meningkatkan keimanan.”

Ada satu kesan lain dari Kongo Kinshasa. Di Jemaat Ilibu, ada seorang imam dari mazhab Hambali yang diundang untuk menyimak acara Jalsah. Seusai Jalsah ia menuturkan, “Sebagaimana Jemaat Ahmadiyah telah menyampaikan ajaran Islam yang hakiki ini, yang telah dibawa oleh Hadhrat Muhammad (saw) kepada kita, menurut saya hal inilah yang menjadi keunggulan Jemaat ini. Saat ini pun saya ingin untuk masuk ke dalam Jemaat ini meski apapun yang terjadi. Semoga Allah memberi taufik kepada saya untuk melakukannya.”

Semoga Allah Ta’ala mengaugerahkan taufik ini kepadanya.

Ada seorang pemudi Muslim dari Albania yang tengah ditabligi bernama Wilma. Ia menuturkan, “Jalsah Salanah UK adalah pertemuan yang luar biasa dengan kehadiran yang juga luar biasa. Saat ini saya belum masuk ke dalam Jemaat, tetapi Jalsah ini menggerakkan saya untuk merenungi keutamaan dan kebenaran Jemaat ini dengan sungguh-sungguh. Mendengar pidato Hadhrat Khalifah, saya senada dengan hal-hal yang beliau sampaikan. Apa yang telah beliau terangkan sangat menambah keimanan saya. Saya berharap di masa yang akan datang saya dapat menghadiri Jalsah seperti ini.”

Di Guyana Perancis ada seorang wanita Afganistan yang datang dengan anak-anaknya untuk menyimak pidato penutupan. Ia menuturkan, “Saya sebelumnya telah sedikit banyak tahu tentang Jemaat Anda. Namun setelah menyimak pidato Khalifah Anda di Jalsah UK, muncul gejolak sedemikian rupa dalam diri saya. Hati saya sangat tenang setelah mendengar tentang hak-hak wanita dalam Islam dan bagaimana agama kita sangat memperhatikan hak-hak wanita.” Ia pun kurang lebih menuturkan bahwa ia sangat tersentuh karena di Afganistan Taliban hendak menegakkan Islam tetapi para wanita sama sekali tidak memiliki kedudukan di dalamnya, sementara pada hakikatnya Islam sangat menjamin hak-hak wanita.

Di Liberia ada seorang tamu non Muslim bernama Amus Gunse Sahib, seorang Komando CID di Polisi, seorang yang berpendidikan. Ia hadir setelah diundang. Ia menuturkan bahwa ia sangat tersentuh saat mendengar pidato saya di hari kedua (ia diundang di hari kedua). Di hari ketiga ia kembali datang sendiri. Setelah pidato ia menyampaikan, “Sebelumnya saya memiliki anggapan sangat negatif tentang Islam. Ini disebabkan juga oleh perilaku beberapa orang Muslim. Tetapi setelah menyimak acara Jalsah, saya merasa bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian, dan Jemaat Ahmadiyah senantiasa sibuk untuk mengkhidmati kemanusiaan. Maka dari itu, sejak hari ini pandangan saya tentang Islam telah berubah, dan berbagai kekhawatiran telah sirna.” Ia pun menuturkan, “Jika Jemaat Ahmadiyah sudah berdiri lama di wilayah ini, maka pasti hingga saat ini sudah banyak yang masuk Islam melalui Jemaat.”

Di Guyana Perancis pun diselenggarakan penayangan Jalsah oleh Jemaat di sana. Ini adalah Jemaat yang kecil, dan sedikit yang datang kesana. Di sana ada dua orang Kristen yang berasal dari Haiti yang tengah ditabligi datang untuk menyimak pidato penutupan. Mereka berkata, “Kami terkejut bahwa topik yang disampaikan oleh Khalifah Anda dalam pidatonya, yaitu bagaimana ajaran Islam tentang hak-hak wanita, adalah topik yang tengah kami berdua bicarakan dua hari lalu yakni tentang hak-hak wanita. Kami sebelumnya tidak tahu bahwa Islam memberikan ajaran yang begitu sempurna dan komprehensif tentang hak-hak wanita. Jika kami tidak mendengar pidato Khalifah Anda hari ini, kami mungkin tidak akan mengetahui ajaran yang indah dan sempurna ini. Saat ini, ada banyak pembicaraan tentang hak-hak wanita, tetapi Islam menyajikan tanggung jawab laki-laki dan wanita dalam corak hakiki.”

Saat ini beliau berdua tengah menelaah buku “Life of Muhammad” dan kemudian mereka meminta lebih banyak literatur.

Ada laporan dari Mauritius bahwa orang-orang berkumpul untuk menonton siaran Jalsah, diantaranya yang hadir adalah Tania Deole, seorang anggota parlemen dam Sekretaris pribadi Parlemen juga. Beliau mengatakan bahwa ini merupakan pemandangan yang luar biasa. Merupakan pengalaman yang luar biasa untuk dapat menyaksikan acara dan kultur Jemaat Ahmadiyah. Sangat mengesankan dimana anda sekalian mengadakan acara keagamaan yang begitu besar di kota seperti London. Ia juga mengatakan bahwa agama menjadi sangat penting dalam situasi ekonomi dan sosial saat ini. Merupakan satu perkara besar dimana sejumlah besar orang berkumpul berkumpul bersama untuk tujuan ruhani dan mengevaluasi keadaan diri sendiri. Apalagi saat ini kita semua sedang melalui masa sulit dimana dunia sedang dilanda banyak krisis. Bagi saya, hal-hal semacam ini sangat membantu dalam melindungi masyarakat di jalur yang benar dan mempertahankan nilai-nilai yang luhur. Pengalaman ini sangat menyenangkan bagi saya, banyak hal yang saya pelajari dari sini. Seiring dengan itu, saat ini adalah detik detik yang memerluka perenungan mendalam.

Para Mubayyin baru juga telah mengirimkan kesan kesannya. Hawa Sahiba adalah seorang mubayyiah baru dari Burkina Faso. Mengatakan bahwa kata-kata yang gamblang dan jelas dari Khalifa memberitahu kita bahwa kita tidak hanya baiat kedalam Jemaat Ahmadiyah dengan meyakininya sebagai Islam yang hakiki lalu membaiatkan orang-orang, melainkan untuk menjadikan diri kita contoh teladan dalam masyarakat. kita sendiri dalam masyarakat harus menjadi Ahmadi yang ideal dan memperkuat iman kita dengan menyelaraskan kata-kata dan tindakan kita dan meningkat dalam keyakinan. Ada yang mengatakan bahwa orang-orang Afrika buta huruf. Adapun wanita itu, mengatakan, “Kita hanya perlu menciptakan perubahan sedemikian rupa sehingga selaras antara kata-kata dan tindakan kita dan bagi setiap Ahmadi yang terpelajar dan bagi para Ahmadi yang menganggap dirinya terpelajar, begitupun bagi yang tinggal di Eropa dan di negara-negara maju, ini harus menjadi bahan renungan bagi mereka dan berfikir untuk menyelaraskan ucapan dan tindakan mereka di manapun berada.

Seorang mubayyiah baru dari Indonesia mengatakan bahwa Jalsa Salana UK adalah acara yang luar biasa. Saya seorang Mubayyiah baru, bagi saya, merupakan ajang untuk meningkatkan keruhanian dalam Jemaat Ilahi ini. saya menyaksikan bagaimana orang-orang dengan penu antusias datang untuk ikut serta dalam Jalsah beberkat ini. Meskipun saya hanya menyaksikan Jalsah ini di TV, namun kalbu dan benak saya seolah olah tengah berada di alsah UK. Berkat Jalsah ini keimanan saya akan Jemaat Ilahi ini meningkat dan dimasa yang akan datang saya akan lebih baik lagi.

Dari Kongo Brazwell melaporkan bahwa setelah mendengar pidato saya di jalsa Gah kaum Ibu, Lajnah local bertekad dengan menyatakan bahwa kami juga akan mempersiapkan diri dan anak-anak kami untuk berbagai macam pengorbanan guna tersebarnya Islam Ahmadiyah. Kemudian seorang Mubayyin baru mengatakan bahwa tiga hari telah berlalu dalam lingkungan yang penuh dengan keruhanian, Kami ingin agar setiap hari berlalu seperti ini sehingga kami dapat terus menikmati lingkungan spiritual ini.

Ari Hermawan, seorang mubayyin baru dari Indonesia Mengatakan bahwa Saya Seorang Mubayyin baru. Setelah menyaksikan Jalsah Salanah Inggris melalui live streaming, hanya satu kata yang dapat saya ucapkan yakni “luar biasa.” Saya heran bahwa hanya ada satu organisasi Islam di dunia yang anggotanya tersebar di seluruh dunia. Memiliki stasiun TV yang beroperasi 24 jam sehari. Saya sering bertanya pada diri sendiri apakah ada organisasi Islam yang seperti Saksi Yehuwa, Mormon dan Advent SDA. Semua ini adalah organisasi Kristen dengan jutaan pengikut dan tengah bekerja di ratusan negara tetapi saya mendapat jawaban bahwa salah satu organisasi Islam adalah Jemaat Ahmadiyah yang tersebar di seluruh dunia dan saya senang menjadi anggota organisasi ini. Organisasi Islam ini sesuai dengan karakter dan kepribadian saya. Sekarang sebagai seorang Ahmadi saya bisa menjadi orang yang berguna dan dapat meraih kemajuan jasmani dan rohani.

Bagobayos Durin Sahib dari Kazakstan mengatakan bahwa Jalsah itu menorehkan kesan khusus di dalam hati saya. Saya menyaksikan jalannya Jalsah ini dengan istri saya dalam suasana rohani. Pidato Khalifah memberikan kesan mendalam pada hati yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Demikian pula pidato pembicara lain juga sangat baik. Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia mendapat taufik untuk menyaksikan jalannya Jalsah melalui MTA. Semoga Allah membalas segenap panitia dengan ganjaran kebaikan dan memohon doa juga untuk diri beliau sendiri semoga Allah terus menjaga kesadaran dan keadaan spiritual ini hingga Jalsah tahun depan dan menjaganya untuk selamanya.

Seorang Mubayyin baru dari Zambia telah mendengarkan pidato saya, menuturkan, saya tidak dapat mengendalikan perasaan emosional, air mata mengalir. kawan yang berada disebelah ingin bertanya, namun beliau tidak bisa menjawab. Lalu untuk beberapa menit keluar dari aula. Setelah menyeka air mata lalu masuk Kembali, ketika ditanya beliau menjawab: untuk pertama kalinya dalam hidup dapat melihat Khalifah dan mendengar suaranya, untuk itu saya menangis. Beliau mengatakan: Usia saya delapan puluh tahun.Saya menghabiskan seluruh hidup saya di antara serigala, yaitu, di antara orang-orang kejam dan setelah masuk Ahmadiyah, saya menemukan bahwa ajaran Islam yang sebenarnya adalah menyebarkan cinta dan tidak menyebarkan kebencian di antara orang-orang. Kemudian suatu hari setelah daras subuh beliau berdiri dan berbicara kepada semua temannya dan berkata memenuhi masjid ini dengan orang-orang bukan hanya pekerjaan muballigh tetapi tanggung jawab kita semua bahwa kita semua harus bertabligh.

Ada seorang Mubayyin baru dari Australia, Pak Isa Jibril, yang sebelumnya pernah baiat, tetapi beliau juga terpengaruh oleh keberatan orang-orang non-Ahmadi, dan terutama keberatan yang menyatakan bahwa Jalsah itu adalah bid’ah. Beliau juga mengikuti Baiat Internasional di masjid Baitul Masroor Australia. Beliau menuturkan: semua keraguan saya telah hilang karena saya dapat melihat dengan jelas bahwa Jalsah adalah semata mata diadakan karena Allah. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk memperbaharui keimanan saya. Dengan berpartisipasi dalam doa ketika baiat, dengan berpartisipasi dalam doa Bersama dengan Khalifah, saya sepenuhnya yakin bahwa doa saya akan dijawab.

Kekuatan iman juga tercipta dalam diri manusia dengan menyaksikan prosesi Jalsah. Nikias Gabri, seorang Mubayyin baru dari Australia, mengatakan, “Bagi saya baiat internasional adalah pengalaman yang luar biasa, keadaan ruhani yang saya lalui saat itu, tidak pernah saya rasakan keadaan itu sebelumnya. Ada suasana spiritual yang memberi saya ketenangan kalbu dan ketentraman spiritual.”

Yusuf al-Habisa, seorang Mubayyin baru dari Lesotho, mengatakan, “Ini adalah Jalsah pertama saya dan saya telah melihat Khalifah untuk pertama kalinya. Saya mendengar bagaimana beliau menjelaskan cara-cara untuk memperbaiki kelemahan dan keburukan di masyarakat melalui ajaran Islam yang lebih luhur. Saya tidak mendengar hal itu sebelumnya begitu juga belum pernah mendapati hal itu dalam agama Kristen. Ketika saya sedang meneliti Ahmadiyah dan ketika saya pertama kali melihat photo Khilafah, Allah Ta’ala memberi tahu saya dalam mimpi bahwa inilah agama yang benar. Kedatangan saya di Ahmadiyah dan menemukan Islam yang sejati merupakan petunjuk dari Allah Ta’ala yang saya terima setelah melihat Khilafah. Begitu juga melihat jalsa untuk pertama kalinya dalam hidup saya, dan berpartisipasi dalam acara yang menggetarkan jiwa yakni baiat, saya merasakan perubahan dalam diri saya seolah-olah kehidupan baru telah diperoleh.”

Albania Plumbia adalah seorang guru sejarah di Jerman, beliau telah baiat dua, tiga atau empat tahun lalu. Beliau menuturkan, “Keikutsertaan Jalsah Salanah UK tahun ini bersifat virtual, tetapi saya merasa seolah-olah saya hadir secara langsung. Suasana Jalsah dan pidato Khalifa memberikan kesan begitu besar sehingga saya merasa hadir secara fisik dalam pertemuan tersebut. Pertemuan global ini merupakan bukti nyata bahwa ada persatuan didalam Jemaat. Para Ahmadi di seluruh dunia berkumpul di tangan seorang Khalifah. Semua sahabat Ahmadi ingin memahami tugasnya. mengatakan bahwa para Ahmadi sedang menunggu untuk mendengar instruksi Khalifahnya dan semua orang berkeinginan untuk menagamalkan instruksi tersebut. Dalam pidato penutupan beliau memberikan instruksi yang sangat jelas dengan kata-kata yang sangat sederhana dan kata-kata ini sedemikian rupa sehingga setiap kalangan orang dalam masyarakat dapat dengan mudah memahaminya. Pidato tersebut membuat kita berdiri di depan tanggung jawab kita. Khususnya bagi kami yang hidup dalam masyarakat Albania di mana terdapat banyak masalah mengenai hak-hak wanita.”

Terkait:   Jalsah Salanah Jerman 2019

Kemudian ada seorang wanita dari wilayah Niger, Guna Romji Sahiba, yang mengatakan bahwa setelah mendengarkan pidato di Jalsa Gah Lajna hari ini, saya benar-benar memahami hak-hak wanita dan tanggung jawabnya. Ketika Huzur menyampaikan perihal Hazrat Amma Jaan (Istri Hz Masih Mauudas) bagaimana beliau ra memberikan perhatian kepada anak anak dan memberikan tarbiyat yang ideal, saat itu juga saya bertekad bahwa mulai hari ini saya juga akan memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak-anak saya sehingga mereka dapat menjadi pengkhidmat agama yang ideal. Bagaimana Allah Ta’ala tengah menciptakan perubahan.

Atif Zahid Sahib seorang guru dari Adelaide menulis bahwa perbedaan waktu antara Adelaide dan London adalah delapan setengah jam. Semua program Jalsah disiarkan pada waktu larut malam disini. Saya khawatir orang tidak akan datang, dan kehadirannya tidak baik, tetapi keikhlasan yang luar biasa dari orang-orang menunjukkan ketulusan yang luar biasa dan meskipun hari Jumat adalah hari kerja, orang-orang datang ke masjid dan mendengarkan pidato bahkan ketika baiat Internasional. Bagaimana kesetiaan para anggota, mereka bahkan begadang sampai jam tiga malam dan mendengarkan pidato penutupan dan kecintaan semua orang terlihat kepada Khilafat dan kami juga berterima kasih kepada MTA untuk itu.

Galian AI Makina Sahiba dari Kazakstan mengatakan bahwa Jalsah Salanah ini telah selesai dengan sukses berkat karunia Allah Ta’ala, Pidato Khalifa dan pembicara lainnya tentang berbagai topik sangat bermanfaat dan menarik. Pidato-pidato ini memberikan kesan khusus pada hati saya dan saya juga belajar bagaimana bertabligh. Saya yakin dengan cara ini pendengar lain juga akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan mereka. Demikian pula, Allah Ta’ala memberi saya taufik untuk memperbaharui baiat saya. Semoga Allah Ta’ala membuka hati dan mata orang-orang serta menjadikan mereka sebagai penerima hidayah.

Shema Qasim Sahiba dari Yaman mengatakan kami telah menyaksikan prosesi Jalsah. Rasanya seperti kami berada di surga. Matahari Islam telah terbit lagi diatas kita dan menyegarkan hati dan jiwa kita. Semangat iman dan cinta sejati dan persatuan dan moralitas telah ditiupkan kedalam diri kami. Tadinya Kami terjauh dari diri kami sendiri tetapi hati kami Bersama dengan anda. Kita berada didalam rumah yang sama dan tidak seorang pun kecuali seorang Ahmadi yang bisa merasakan hubungan itu. Meskipun hujan deras di negara kami, namun cuaca baik-baik saja selama tiga hari Jalsah dan dengan karunia Allah Ta’ala kami melihat seluruh prosesi Jalsah. Wahai Sang Maula Karim anugerahkanlah keberlangsungan kepada Khilafah, karena tanpa dia kita tidak memiliki keberadaan atau tujuan.

Lalu ada wanita Arab lainnya, Dua Sahiba dari Kababir, mengatakan bahwa saya telah berusaha menulis catatan dari pidato Huzur. Saya sangat berterima kasih atas perhatian yang Huzur berikan pada hak-hak wanita dalam pidato penutupan. Saya mengikuti agama yang melindungi hak dan perasaan saya. Saya merasa bangga untuk mengulangi semua hal ini di depan teman-teman saya yang non-Muslim. Kemudian dari sudut pandang seorang wanita, Huzur memberi tahu kami tentang hak-hak kaum pria, yang membuat saya mengerti apakah saya telah membayar hak-hak ayah, saudara laki-laki dan suami saya dengan baik atau tidak. Pada saat baiat saya menyadari bahwa kita pada hakikatnya bersama dengan Khilafah dan tidak ada darat atau laut di antara kita yang menghalangi. Saya merasa sangat senang sehingga saya pikir hati saya akan meledak.

Seorang wanita dari Yordania menulis, Umm al-Shafi, bahwa saya mendengar pidato Anda pada hari pertama Jalsah, tubuh saya gemetar ketika saya menyadari tanggung jawab saya. Dalam acara hari kedua, kami menyaksikan kecintaan para Ahmadi yang tinggal di desa Bernama Viganda, kepada Hadhrat Masih Mau’ud as dan Khalifah. Meskipun desa ini sangat terbelakang dan penduduknya masih kekurangan dari kebutuhan pokok hidup, tetap saja menydengar kata-kata seorang kepala kampung membuat saya meneteskan air mata. Kepala kampung mengatakan bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya dan Hadhrat Masih Mau’ud. Ini adalah kata-kata yang tampaknya sederhana, tetapi memiliki efek mendalam di hati saya.

Kemudian Marwa Sahiba, Marwa Abdullah dari Mesir, mengatakan: Wahai Ameerul Mukminin, Anda telah memperkaya hati kami dengan kekayaan spiritual melalui pidato Anda dan pidato pembicara lainnya juga. Sementara itu, saya mulai terbang di langit ruhani dan menjadi sangat ingin bertemu dengan Tuhan saya. Saya ingin mencapai keadaan jiwa yang tenteram seperti yang Anda sebutkan. Hati ini ingin begitu tenggelam dalam cinta kepada Tuhan dan bukanah akan hubungan-Nya sehingga benar benar tidak menyadari keadaan disekitar. Tubuhku memang hadir di depan orang, tapi jiwaku harus terbang di langit kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Terdapat kemahiran yang khas dikalangan orang-orang Arab, mereka sering menata untaian kalimat, dan mereka tahu bagaimana mengekspresikan ketulusan dan kesetiaan. Semoga Allah memberikan mereka kemajuan dalam keimanan dan ketaqwaan.

Lalu ada seorang Mubayyin baru dari Malaysia, bernama Nazlan Azgan. beliau seorang insan yang sangat sederhana, beliau menjalani kehidupan yang sangat sederhana dan kondisi keuangan juga tidak baik. Beliau saat itu tidak punya uang bahkan untuk menyaksikan acara Jalsah di Internet. Lalu beliau mengambil mangga dari pohon di depan rumahnya dan menjual mangga tersebut, lalu beliau pergi untuk membeli data internet dengan uang hasil penjualan manga itu dan kemudian menyimak prosesi Jalsah.

Dari Guinea Bissau, seorang teman non-Ahmadi Seni Balte Sahib mendengar prosesi Jalsah. Ia mengatakan, “Sampai saat ini saya belum pernah melihat program seperti ini di mana orang mendengarkan pemimpin mereka dengan penuh cinta dan rasa hormat dan pemandangan baiat internasional sangat indah.” – Beliau hanya menyaksikan pemandangan baiat Internasional di mana seluruh Jemaat berkumpul dibawah satu tangan. “Setelah melihat pemandangan ini saya yakin Jemaat Ahmadiyah sepenuhnya taat kepada Khalifahnya dan ini rahasia kemajuannya. Pada kenyataannya Jemaat Ahmadiyah adalah Jemaat sejati dan anda semua berada di jalan yang benar.”

Soraya Gomez dari Meksiko mengatakan, “Saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pidato-pidato pada Jalsah Salanah UK. Pidato penutupan paling menarik di mana hak-hak wanita diuraikan dan bagaimana lingkungan rumah dapat diperbaiki. Ini adalah ajaran Islam yang akan saya usahakan untuk mempraktekannya dalam kehidupan saya sendiri. Selain itu, saya menjadi sangat emosional ketika berlangsung baiat internasional ,suatu keadaan yang tidak dapat saya gambarkan dengan kata-kata, tetapi saya merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang luar biasa.”

Seorang Wanita mubayyin baru dari Gini Bissau. Beliau juga mengajak seorang wanita non Ahmadi yang bernama Zaib al-Nisa, ke Jalsah dan mengatakan, “Kami menyimak semua program tiga hari jalsa secara khusus dan mendengarkan semua pidato Huzur dan pada hari terakhir mengumumkan bahwa sebelum ini Wanita yang non Ahmadi itu menyimpan banyak keberatan berkenaan dengan Jemaat Ahmadiyah, tetapi setelah mendengarkan pidato Khalifah Anda, semua keberatan telah hilang dan saya menyatakan untuk bergabung kedalam jemaaat Ahmadiyah dan saya juga mendedikasikan anak saya untuk Jemaat Ahmadiyah.”

Kamba Keta Sahiba adalah seorang wanita dari sebuah desa di Guinea-Bissau. Beliau mengikuti prosesi Jalsah Salana UK. Beliau mengatakan, “Ketika saya mendengar tentang baiat Internasioanl, saya menanyakan detailnya kepada pak Muallim.”

Pak Muallim menjelaskan perihal sepuluh syarat baiat, wanita tersebut ikut serta dalam prosesi baiat internasional, mengulangi semua ikrar baiat dan juga mendengarkan pidato penutupan.

Akhirnya beliau mulai mengatakan, “Saya telah menerima Ahmadiyah pada saat terjadi baiat internasional. namun setelah pidato tersebut saya ingin mengumumkan bahwa, saat ini, jika ada seseorang yang bisa menyelamatkan umat Islam, maka hanyalah Khilafat Ahmadiyah dan hari ini saya menyatakan bergabung dalam Ahmadiyah dan saya juga akan menasihatkan anak-anak saya untuk menerima Ahmadiyah karena hanya Ahmadiyah-lah Islam yang hakiki.”

Pak Mubaligh menulis bahwa berbagai Jemaat di Kongo Brazzaville mendapatkan taufik menyaksikan seluruh siaran Jalsah secara bersama-sama dan banyak orang yang terkesan dengan pidato-pidato, dan dengan karunia Allah, dikarenakan menyimak pidato-pidato serta acara-acara Jalsah, sebanyak 23 orang mendapatkan taufik untuk baiat di hari-hari tersebut.

Mamboraban Jelli Sahib dari Kongo Brazzaville yang beragama Kristen diundang ke Jalsah. Beliau menyimak jalannya Jalsah selama dua hari. Beliau menuturkan, “Selama dua hari di sini, saya menyimak penjelasan-penjelasan mengenai hak-hak Allah, hak-hak hamba dan istighfar yang merasuk ke dalam hati saya dan saya merasakan suatu perubahan dalam diri saya. Sedangkan di gereja kami tidak diajarkan apa-apa kecuali ilmu sihir atau pengusiran setan. Saya telah memutuskan untuk bergabung dengan Jemaat anda karena di sinilah saya menemukan kedamaian rohani.” Kemudian beliau baiat dan bergabung ke dalam Jemaat Ahmadiyah.

Mese Bissa Sahib, seorang mualaf dari Burkina Faso menuturkan, “Ini adalah pengalaman pertama saya melihat Khalifatul Masih secara langsung. Saya seorang mualaf dan pertanyaan ini selalu muncul di benak saya bahwa, dunia harus bersatu di bawah satu pemimpin. Sekarang, jika anda melihat orang-orang dari Jemaat Ahmadiyah di sini, anda dapat melihat persatuan tersebut. Oleh karena itu, saya mulai shalat bersama mereka di Masjid Ahmadiyah dan hari ini saya ikut serta dalam Jalsah Salanah UK dan baiat internasional yang di dalamnya seluruh Ahmadi berpartisipasi melalui MTA. Ketika saya melihat semua ini dengan mata kepala sendiri, saya merasa tentram dan saya telah menyaksikan apa yang selalu ada dalam pikiran saya bahwa semua orang bersatu pada satu tangan dan saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan saya tersebut. Oleh karena itu, mulai hari ini saya menyatakan menerima Ahmadiyah dan saya juga akan mengajak keluarga saya untuk mengikuti Khilafat.”

Berkenaan dengan peristiwa baiat di Sri Lanka, Amir Sahib menuturkan bahwa di Jemaat-Jemaat lokal dibuat pengaturan untuk menyimak Jalsah Salanah secara bersama-sama. 85 orang Ahmadi dan non-Ahmadi ikut serta dalam Jalsah dan acara baiat Internasional di pusat Jemaat di Kolombo meskipun mengalami kesulitan perjalanan dan transportasi yang parah karena situasi negara. Pada kesempatan tersebut, dua orang mengikrarkan baiat dan bergabung dengan Jemaat.

Demikian pula, Jemaat di Nogombo, Sosala dan Polnarua ikut serta dalam Jalsah secara kolektif melalui streaming langsung dan semua program juga diterjemahkan ke dalam bahasa Tamil [sebuah bahasa di India bagian selatan]. Sebagai hasil dari program ini, empat orang mendapat taufik untuk menerima Ahmadiyah.

Terdapat laporan dari Albania, di sana disiarkan terjemahan langsung di YouTube yang disimak oleh orang-orang Albania yang ada di Albania, Kosovo, Makedonia, Jerman dan lain-lain. Albert Sahib – seorang Muslim Albania yang tengah ditablighi – ikut serta dalam sesi penutupan Jalsah Salanah UK untuk pertama kalinya. Setelah Jalsah berakhir, beliau mengatakan, “Pidato Khalifatul Masih penuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan peri kehidupan Hadhrat Rasulullah (saw) serta argumen yang rasional, namun disampaikan dengan bahasa sangat sederhana. Beliau juga menjelaskan jawaban atas semua pertanyaan dari mereka yang mengajukan keberatan tentang hak-hak perempuan dalam pidatonya hari ini.”

Tidak lama setelah kembali, beliau menelepon lagi dan terus mengungkapkan perasaannya tentang Jemaat Ahmadiyah dan Jalsah. Beliau menuturkan bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah Islam yang hakiki. Ketika syarat-syarat baiat disebutkan, beliau merujuk pada sebuah buku Jemaat dalam bahasa Albania dan berkata, “Ada sepuluh syarat baiat tertulis di dalamnya. Saya telah membacanya dan sekarang saya siap untuk baiat.” Lalu beliau bergabung dengan Jemaat.

Seorang Mu’allim dari Kongo Brazzaville telah menulis bahwa ada seorang wanita yang suaminya telah menerima Ahmadiyah dan ingin istrinya untuk menerima Islam juga. Beliau menablighinya dan mendoakannya, tetapi istrinya belum siap untuk meninggalkan gereja. Mereka diundang untuk menyaksikan Jalsah. Mereka menyaksikan jalannya Jalsah selama tiga hari dan pada hari terakhir Jalsah, wanita tersebut berkata, “Saya telah membandingkan kata-kata pendeta saya dan khalifah anda selama tiga hari. Saya sampai pada pandangan bahwa kata-kata Khalifah begitu berbobot dan semuanya turun ke hati. Sementara kami mendengarkan kata-kata pendeta setiap hari, kami tidak pernah merasa bahwa kata-katanya menyentuh hati kami.” Lalu beliau baiat dan bergabung dengan Jemaat.

Terkait:   Setia pada Amanah

Inilah beberapa kesan dari orang-orang yang dapat saya sampaikan. Sebagaimana yang anda saksikan pada saat berlangsungnya Jalsah, banyak pesan diterima dari para tokoh terkemuka. 126 pesan diterima dari para politisi dan pemimpin di seluruh dunia. 101 di antaranya adalah dalam bentuk video dan 25 lainnya dalam bentuk teks.

Terdapat pesan-pesan dari para menteri dan anggota parlemen. Selain Inggris, negara lainnya yang di sana orang-orang mengirimkan pesan di antaranya adalah AS, Kanada, Sierra Leone, Uganda, Liberia, Selandia Baru, Spanyol, dan Belanda.

Dilakukan live streaming di 53 negara yang melaluinya orang-orang di negara-negara tersebut ikut serta dalam Jalsah UK, baik itu di Eropa, Afrika dan Asia. Di 53 negara tersebut, ada 80 tempat di mana orang-orang berpartisipasi.

Liputan pers dan media umumnya tidak diundang tahun ini karena covid-19, tetapi dua media secara khusus meminta izin untuk hadir. Oleh karena itu mereka diberi izin dan bagian pers berpikir bahwa kali ini sangat menantang bahwa bagaimana kita akan memberitahukan kepada dunia mengenai Jalsah Salanah ini, namun Allah Ta’ala membuat pengaturan sedemikian rupa, sehingga Dia sendiri menciptakan sarana-sarana peliputan, dan dua perwakilan media datang, yaitu BBC serta satu media lainnya.

Selain itu, BBC, ITV, Metro, LBC, BBC Radio Surrey, BBC South Today, BBC News Website dan lain-lain memberikan liputan yang bagus dan dikutip lalu disiarkan lagi oleh media lainnya. Demikian juga, 8 media juga meliput Jalsah di tingkat daerah. Selain itu, 28 situs web menerbitkan berita atau artikel mengenai Jalsah. Situs web ini menjangkau lebih dari 20 juta orang. Jika dilihat di media cetak, empat belas artikel tentang Jalsah diterbitkan di surat kabar dan jumlah pembaca surat kabar ini adalah 1,2 juta orang.

Jalsah Salanah diliput dalam 32 program di berbagai saluran TV. Jumlah pemirsa saluran TV ini lebih dari 12 juta orang. 33 program di stasiun radio memberitakan mengenai Jalsah Salanah UK. Jumlah pendengar stasiun radio ini lebih dari 1 juta orang.

Melalui media sosial, beberapa media, jurnalis, dan tokoh masyarakat menyampaikan pesan terkait Jalsah Salanah yang menjangkau lebih dari 12 juta orang. Pers dan tim media juga membuat video dan mempostingnya di media sosial yang menjangkau lebih dari 234.000 orang. Secara keseluruhan, sebanyak 57,5 ​​juta orang menyimak liputan Jalsah Salanah.

Karena wartawan tidak diperbolehkan masuk, tim media pers bekerjasama dengan Departemen Tabligh Jemaat UK mengirimkan makanan dari Langgar Khana kepada 32 jurnalis dan mereka sangat mengapresiasi hal tersebut.

Jurnalis perwakilan BBC, Edward Salt mengatakan, “Saya melewatkan waktu yang menyenangkan di Jalsah. Keramahannya sangat luar biasa, saya juga senang mendengarkan berbagai pidato. Saya akan bekerjasama lagi dengan anda di masa yang akan datang.”

Stevie Nita, seorang jurnalis, berkata, “Saya terkejut melihat kemurahan hati Jemaat Anda.”

Seorang jurnalis, Natasha Deon, mengatakan, “Semua agama pada dasarnya sama. Orang baik menggunakan agama untuk menyatukan orang dan membantu orang miskin, sementara orang jahat menggunakan agama untuk hal buruk, dan Jalsah Salanah jelas merupakan contoh orang baik.”

Unggahan foto dan video berjumlah 1885 buah berkenaan dengan Jalsah Salanah diunggah di media sosial oleh MTA. Melalui ini, berita mengenai Jalsah sampai kepada empat juta orang. 213 ribu orang menyukai postingan-postingan tesebut. 1236 video diunggah di media sosial dengan komentar di dalamnya, yang dilihat oleh 231 ribu orang dan jika total waktu yang dihabiskan oleh pemirsa ini dihitung, maka jumlahnya adalah 470 ribu jam.

Dua puluh empat ribu orang mengunjungi website MTA sebanyak 92 ribu kali. MTA Afrika melaporkan bahwa Jalsah Salanah disiarkan langsung di saluran Base TV. Beberapa di antaranya adalah saluran pemerintah dan beberapa saluran swasta. Ada beberapa saluran yang ditonton di seluruh negeri. Saluran ini termasuk TV Nasional Gambia, TV Nasional Sierra Leone, TV Nasional Liberia dan beberapa saluran swasta. Prosesi baiat internasional juga ditayangkan di dalamnya. Pidato saya ditayangkan oleh 20 saluran TV dan menjangkau 35 juta orang.

Selain liputan langsung Jalsah Salanah, item berita mengenai Jalsah dipersiapkan dan dikirim ke seluruh Afrika. Oleh karena itu, pada tiga hari Jalsah, 15 saluran menyiarkan berita tentang Jalsah Salanah yang menjangkau 15 juta orang.

Liputan yang cukup besar juga dilakukan oleh Review of Religions. Mereka melakukan liputan melalui media sosial dan YouTube. Sejumlah 40 artikel ditulis, 12 video dibuat dan lebih dari 110 postingan diunggah berkenaan dengan Jalsah. Liputan Jalsah Salanah menjangkau 300 ribu orang.

Alhasil, dengan karunia Allah Ta’ala, tidak terhitung banyaknya buah dari Jalsah yang Allah Ta’ala anugerahkan kepada kita. Saya telah menyampaikan beberapa contoh peristiwa yang telah terjadi dan kesan-kesan dari orang-orang.

Semoga Allah Ta’ala meningkatkan keimanan dan keyakinan setiap Ahmadi dan semoga pengaruh dari Jalsah ini bersifat abadi dan tidak sementara.

Setelah shalat saya akan menyalatkan beberapa jenazah. Saya akan sampaikan riwayat dari para Almarhum. Yang pertama adalah yang terhormat Nusrat Qudrat Sultanah Sahibah, istri yang terhormat Qudratullah Adnan Sahib dari Kanada. Beliau wafat beberapa hari yang lalu di usia 55 tahun. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.

Almarhumah adalah seorang yang disiplin dalam salat, rajin tahajud, seorang yang salehah, mukhlis dan layaknya malaikat.

Selama di rumah sakit, tidak ada seorang Dokter pun yang tidak beliau tablighi. Ada seorang Dokter Muslim, berkebangsaan Arab yang biasa datang untuk menyimak Al-Qur’an dari Nusrat Sahibah dan beliau biasa membacakan surah Yaasiin untuknya. Beliau biasa menyebutkan Khilafat dalam setiap pembicaraan. Beliau memiliki ikatan kesetiaan yang kuat dengan Khilafat.

Banyak kerabat beliau yang merupakan ghair Ahmadi Sunni, beliau menyampaikan pesan tabligh kepada mereka semua, “Anda semua juga harus baiat kepada Imam Zaman.” Di antara yang ditinggalkan, selain suami juga 3 anak. Salah seorang putra beliau, Radhiyallah Nu’man merupakan mahasiswa di Jamiah Ahmadiyah Kanada, 2 lainnya adalah saudara laki-laki beliau dan saudara perempuan beliau.

Suami beliau mengatakan bahwa, “Istri saya menjalani hidup seperti seorang Waqif Zindegi. Beliau mengerahkan seluruh kemampuan dan upayanya untuk tarbiyat anak. Beliau sangat mencintai dan setia pada Khilafat. Sebagaimana telah saya sampaikan, beliau sangat senang bertabligh. Beliau juga menumbuhkan semangat ini pada diri anak-anak beliau dan saya melihat semua anaknya memiliki kesenangan dalam bertabligh dan merupakan kesenangan yang luar biasa, bukan kesenangan yang biasa-biasa saja. Dengan karunia Allah Ta’ala, anak-anak beliau mendapatkan tarbiyat yang istimewa dari beliau dan beliau juga sangat senang membaca. Allah Ta’ala menganugerahkan kepada beliau kepiawaian sehingga banyak yang baiat melalui perantaraan beliau.”

Sebagaimana telah saya sampaikan, seorang putra beliau belajar di Jamiah. Radiyallahu Nu’man Sahib melaksanakan tugasnya dengan baik. Semoga di masa yang akan datang, Allah Ta’ala juga memberikan taufik kepadanya dan anak-anak lainnya untuk mengkhidmati agama dengan penuh ketulusan dan menjadikan mereka pewaris dari doa-doa ibunda mereka. Aamiin.

Putra beliau, Jariullah Adnan menuturkan, “Ibunda merupakan sosok wanita Ahmadi yang sangat salehah, suci, mutaqi dan merupakan suri teladan. Beliau memiliki hubungan yang istimewa dengan Allah Ta’ala. Beliau sangat memikirkan tabriyat anak-anak dan pandangannya setiap saat selalu tertuju pada Allah Ta’ala. Ketika beliau didiagnosa menderita kanker, beliau ridho dengan ketetapan Allah Ta’ala, bahkan selalu mengatakan kepada kami bahwa kalian harus kuat dan keimanan kalian kepada Allah Ta’ala harus lebih kuat lagi. Beliau biasa mengatakan kepada dokter bahwa hidup dan mati bukanlah masalah besar, tetapi yang utama adalah seseorang harus menjalani hidupnya sedemikian rupa sehingga semua orang senang dengannya dan dia sendiri puas dengan amalannya.” Semoga Allah meninggikan derajat beliau.

Jenazah kedua yang riwayatnya akan sampaikan adalah, yang terhormat Choudry Latif Ahmad Jhamat Sahib. Beliau juga wafat beberapa hari yang lalu di usia 89 tahun. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Dengan karunia Allah Ta’ala beliau seorang mushi. Ahmadiyah masuk ke dalam keluarga beliau melalui kakek beliau, Hadhrat Choudry Muhammad Diin Sahib Wasil Baqi Nawis yang namanya ditulis sebagai Mian Muhammad Din Patwari Bilani, Distrik Gujarat di urutan ketiga dalam daftar 313 sahabat di buku Anjaam-e-Atham, Rohani Khazain, Jilid 11, Hal. 325. Chaudhry Latif Jhammat Sahib memperoleh gelar MSc Matematika dari Punjab University Lahore pada tahun 1966.

Beliau berkecimpung di dunia pendidikan. Dari tahun 1966 hingga 1968, beliau mampu mendapatkan taufik berkhidmat sebagai dosen di Ta’limul Islam College, Rabwah. Demikian pula, dari tahun 1968 hingga 1994, selama kurang lebih dua puluh enam tahun, beliau menjalankan tugasnya di departemen pendidikan di Sierra Leone sebagai guru dan kepala sekolah dengan sangat baik. Beliau seorang Waqaf Zindegi.

Sekembalinya dari Afrika, beliau mendapatkan taufik berkhidmat sebagai Naib Wakilul Mal Tsani selama sekitar lima tahun dan sebagai Naib Wakilul Mal Tsalits selama tujuh tahun. Sebagaimana yang saya sampaikan, beliau melaksanakan tugas mengajar di sekolah Jemaat di Sierra Leone dan pada tahun 1971 beliau secara resmi mewakafkan hidupnya. Pada 1 Januari 2007, beliau diangkat sebagai Wakilul Mal Tsalits. Dengan demikian, total periode pengkhidmatan beliau lebih dari setengah abad.

Istri beliau, Rashidah Latifah Sahibah menuturkan, “Ketika itu, suami saya tinggal di Sierra Leone dan setelah menikah saya pergi ke sana. Sesampainya di sana, beliau menasihati saya bahwa, bagi seorang Waqif Zindegi, di sini sangatlah sulit untuk membeli dan mengkonsumsi barang-barang dari Asia. Seorang Waqif Zindegi serta istrinya harus memakan makanan setempat. Oleh karena itu, belajarlah memasak masakan lokal, yang karenanya setelah itu kami mendapatkan kemudahan. Beliau sosok yang sangat sederhana dan perhatian. Orang-orang yang bekerja bersama beliau juga banyak menceritakan mengenai sikap baik Almarhum kepada mereka. Setiap orang memuji beliau.”

Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan maghfiroh dan rahmat-Nya kepada beliau, meninggikan derajat beliau, memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan.

Beliau memiliki satu putra dan satu putri. Seorang anak beliau meninggal di masa kanak-kanak. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik juga kepada mereka untuk dapat meneruskan kebaikan-kebaikan Almarhum.

Jenazah yang ketiga adalah Mushtaq Ahmad Alim Sahib bin Almarhum Muhammad Ali Sahib dari Mirpur, Azad Kashmir. Beliau wafat pada 19 Juli 2022 di usia 60 tahun. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Dengan karunia Allah Ta’ala beliau seorang Mushi.

Di antara yang ditinggalkan, selain istri, juga 6 putra dan 2 putri. Seorang menantu beliau merupakan Hafiz Quran. Tiga putra beliau adalah muballigh dan salah satunya adalah Hafiz Musawar Ahmad Muzamal yang bertugas di Senegal, Afrika Barat. Putra kedua beliau adalah Hafiz Akhlaq Ahmed dan putra ketiga beliau adalah Abdul Khaliq Sahib yang sedang menempuh spesialiasi di bidang arkeologi. Putra beliau yang bertugas di Senegal tidak dapat hadir dalam pemakaman.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran dan ketabahan kepada mereka dan memperlakukan Almarhum dengan kasih sayang.

Sebagaimana telah saya sampaikan, setelah shalat Jumat saya akan melaksanakan shalat jenazah gaib untuk mereka.[1]

Khotbah II

الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَنَعُوْذ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا – مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ – وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ – عِبَادَ اللهِ! رَحِمَكُمُ اللهُ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذكَّرُوْنَ – أُذكُرُوا اللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُاللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


[1] Sumber referensi: www.alislam.org (website resmi Jemaat Ahmadiyah Internasional bahasa Inggris dan Urdu) dan www.Islamahmadiyya.net (website resmi Jemaat Ahmadiyah Internasional bahasa Arab). Penerjemah: Mln. Mahmud Ahmad Wardi, Syahid (London-UK), Mln. Hasyim dan Mln. Fazli Umar Faruq. Editor: Dildaar Ahmad Dartono.

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.