Live In Forum Kiayi Kabupaten Kuningan ke JAI Manislor

Kuningan (26/12), Jemaat Manislor untuk kedua kalinya menerima kunjungan dari Forum Kiayi se-kabupaten kuningan. Kali ini, sebanyak 23 Kiayi dari 16 Kecamatan yang hadir, lebih banyak dari pertemuan sebelumnya. Acara berjalan lancar dan cukup sukses bahkan dirasa lebih santai dan akrab dibanding pertemuan sebelumnya. Silaturrahmi ini dapat terlaksana berkat kerjasama intens JAI Manislor dengan Kiayi Mohammad Oding Sajidin sebagai ketua forum.  

Tim Rabtah Manislor dua hari sebelumnya sowan ke kediaman Kiayi Oding untuk memastikan rencana silaturrahmi para kiayi ke Manislor. Beliau menginfokan bahwa beberapa kiayi sudah dikontak dan menyatakan siap hadir; “Insya Allah kiayi-kiayi yang akan datang nanti sudah diseleksi. Yang adem-adem aja, tidak radikal. Intinya tidak akan keluar dari konteks tujuan silaturrahmi”, demikian ungkapnya.  Menurutnya, Sebelum berangkat ke Manislor, para kiayi akan dibrifing lebih dulu supaya dalam pertemuan nanti arahnya adalah memperkuat silaturrahmi dan menjaga ukhuwah.

Tepat pukul 09.00 pagi, beberapa kendaraan yang membawa rombongan Kiayi satu persatu mulai berdatangan. Para pengurus serta muballighin menyambut dan menyalami satu persatu tamu yang datang. Rombongan langsung dipersilahkan menuju lantai 2 gedung Masroor Hall, tempat berlangsungnya acara. Hall sudah disulap menjadi ruangan yang representatif dengan foto-foto dan poster para tokoh NU dan Muhammadiyah beserta quote juga sejarahnya, ditambah dengan kiprah Jemaat Ahmadiyah mengadopsi konsep Peace Center Markaz. Sehingga diharapkan siapapun tamu yang datang akan merasa nyaman dan serasa di rumah sendiri.

Setelah para tamu mengisi tempat yang disediakan, Kiayi Oding langsung membuka pembicaraan dengan memperkenalkan satu persatu kiayi yang hadir dan menyampaikan maksud, tujuan silaturrahmi.

Terkait:   Muawanah Melepas Rindu Lajnah di Samarinda

Bapak Yusuf Ahmadi selaku Ketua Jemaat Ahmadiyah memberikan sambutan penerimaan dan ucapan terimakasih atas kesediaan para kiayi berkunjung ke manislor. Harapannya mudah-mudahan dengan bertabayyun, bisa lebih mempererat tali ukhuwah dan terus terjalin komunikasi yang baik.

Mln Irfan Maulana, yang merupakan Mubaligh Daerah Jabar-10 selanjutnya menjelaskan selayang pandang Jemaat Ahmadiyah dari sisi aqidah, sejarah dan perkembangannya, visi-misi juga kiprahnya dalam dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. 

Para kiayi cukup antusias mengikuti sesi diskusi dan sharing tersebut, sebanyak 8 orang kiayi mengajukan pertanyaan maupun tanggapan. Diantaranya Kiayi Agus (Bendahara PC NU) dari Kadu Gede, Kiayi Ohan (Komisioner Baznas Kabupaten & Wakil Ketua PC NU) dari Kadu Gede, Kiayi Dadang Qomarudin dari Sindang Sari – Sindang Agung, Kiayi Aceng dari Kutaraja, Kiayi Nasron Ainullah dari Ciniru, KH Ifan Nurafandi dari Karang Tawang dan Kiayi Zainal Abdin dari Cihideung Hilir, Cidahu.

Kiayi Agus mengapresiasi Visi-Misi Jemaat Ahmadiyah dalam hal Ihya’ud Din (menghidupkan agama) maupun Iqomatusy Syariat (menegakkan syariat Al Quran) dan NU siap bekerjasama dalam program penterjemahan Al Quran. Lanjutnya, “Apapun faham dan syari’atnya, asal hidup berdampingan dibawah PB NU ( Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI & UUD 1945), maka kami siap menjalin ukhuwah basyariah, wathoniyah dan islamiyah”.

Selain itu Kiayi Ohan sebagai salah satu Komisioner Baznas Kabupaten memaparkan tentang zakat dan keprihatinan terkait masih minimnya kesadaran masyarakat tentang kewajiban zakat. Harapannya agar kedepan warga JAI Manislor bisa bekerjasama untuk menyalurkan zakatnya melalui UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di desa maupun kecamatan.

Terkait:   Puluhan mahasiswa UNISA - Kuningan Belajar Tentang Ahmadiyah ke JAI Manislor

Kiayi Aceng dari Kutaraja memberikan tanggapan yang sangat positif. Menurutnya, “Kita jangan ragu menyebut ukhuwah Islamiyah dengan sodara-sodara dari Ahmadiyah karena rukun iman dan rukun Islamnya sama”.

Para Kiayi umumnya merasa senang bisa datang ke Manislor karena bisa langsung bertabayyun dan mendapat penjelasan. Ada juga yang mempertanyakan madzhab Jemaat Ahmadiyah, perbedaan Ahmadiyah Qadian dengan  Lahore dan pertanyaan yang esensi tentang kedudukan Hz Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi atau bukan.

Alhamdulillah, para nara sumber menanggapi dengan baik semua pertanyaan yang diajukan. Baik Mubda Jabar-10, Mln Abdul Razaq (PIC Rabtah Pesantren) maupun Ketua Jemaat Manislor. Namun demikian, masih banyak yang merasa belum puas dan berharap ada diskusi lanjutan.

Terkait:   Dr. Abdus Salam: Pahlawan yang Dilupakan oleh Dunia Muslim

Tidak terasa, waktu menunjukkan pukul 11 siang. Hampir 2 jam diskusi dan sharing berlangsung dalam suasana akrab dan santai. Selanjutnya rombongan dipersilahkan menyantap hidangan makan siang yang sudah disajikan. Obrolan pun kembali berlanjut di meja makan. Di sela-sela acara, Bp Nurhalim sebagai Sektab Manislor menginformasikan juga tentang pengobatan Homoeopathy. Nampaknya beberapa kiayi juga tertarik dan ingin mencoba bahkan ada yang mengundang untuk datang ke pesantrennya.

Setelah semua rangkaian acara selesai, Kiayi Oding memberi aba-aba untuk pamit. Bingkisan yang sudah disiapkan dalam goodie bag  Live In pun segera dibagikan sebagai hadiah dan pengikat silaturrahmi. Pertemuan diakhiri dengan sesi  photo bersama. Mudah-mudahan silaturrahmi ini membawa banyak kebaikan, maslahat dan manfaat untuk kemajuan Jemaat khususnya di Kuningan. Insya Allah rabtah dan  hubungan baik ini akan terus dipelihara dan ditingkatkan.

Kontributor: Mln. Irfan Maulana_Manislor

Editor: Harpan Ahmad

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.