Dua Cara Pengabulan Doa

Perlu diingat bahwa pengabulan doa itu terdiri dari dua cara, yang pertama sebagai cobaan dan yang lainnya sebagai pemuliaan. Sebagai cobaan, terkadang doa dari pendosa dan yang durhaka atau bahkan kafir sekali pun bisa saja dikabulkan, namun pengabulan tersebut tidak mengindikasikan keridhaan hakiki dan lebih banyak merupakan cobaan. Adapun persyaratan dari pengabulan doa yang merupakan pemuliaan adalah si pemohon haruslah seorang hamba pilihan Tuhan di mana tanda dan nur statusnya itu mewujud dalam dirinya.

Tuhan tidak akan mengabulkan doa orang-orang durhaka dalam pengertian hakiki. Dia hanya mengabulkan doa mereka yang dalam pandangan-Nya termasuk orang-orang yang takwa dan patuh kepada-Nya. Perbedaan di antara kedua bentuk pengabulan ini ialah, pada pengabulan doa yang merupakan cobaan tidak ada persyaratan bahwa si pemohon adalah seorang yang bertakwa dan sahabat Tuhan, dimana Tuhan kepada yang bersangkutan juga tidak akan mewartakan pengabulan doanya secara khusus. Adapun pengabulan doa yang merupakan pemuliaan selalu diikuti dengan tanda-tanda sebagai berikut:

Terkait:   Tuhan Lebih Mendekat Melalui Doa

Pertama, si pemohon adalah seorang yang bertakwa, jujur dan sempurna.

Kedua, si pemohon akan menerima warta tentang pengabulan doanya melalui firman Tuhan.

Ketiga, sebagian besar dari doa-doa yang diajukan tersebut bermutu tinggi dan berkaitan dengan masalah-masalah besar di mana pengabulannya menunjukkan bahwa hal itu bukanlah hasil kerja manusia tetapi merupakan contoh khusus dari kekuasaan Tuhan yang dimanifestasikan berkaitan dengan hamba-hamba yang terpilih.

Keempat, pengabulan doa yang merupakan cobaan jarang sekali dikabulkan sedangkan pengabulan doa yang merupakan pemuliaan dikabulkan dalam jumlah yang sangat banyak. Seringkali terjadi seorang pemohon yang pengabulan doanya merupakan pemuliaan menghadapi kesulitan sedemikian rupa sehingga jika yang bersangkutan adalah orang biasa, ia tidak akan mampu melihat jalan keluar kecuali melalui bunuh diri. Banyak terjadi dimana mereka yang cenderung pada duniawi serta jauh dari Tuhan-nya ketika terlibat dalam masalah gawat, kesedihan atau pun petaka, kekacauan dan cobaan yang tidak ada jalan keluarnya, karena kelemahan iman dan kekecewaan kepada Tuhan lalu mengambil jalan pintas minum racun, melemparkan diri dari ketinggian atau menembak dirinya sendiri. Adapun mereka yang dekat kepada Tuhan, jika menghadapi kesulitan akan menerima bantuan secara istimewa karena kekuatan keimanan dan hubungannya yang dekat kepada Tuhan. Karunia Tuhan membimbing tangannya dengan cara yang istimewa sehingga kalbu orang yang menyadari hal demikian akan langsung mengakui bahwa yang bersangkutan memang menikmati bantuan Tuhan.

Terkait:   Hakikat Pengabulan Doa

Kelima, pemohon dari doa yang pengabulannya merupakan pemuliaan selalu menerima karunia Ilahi dimana Tuhan menjadi penjaganya dalam segala hal sehingga kecerahan nur kasih Allah dan tanda pengabulan dari Tuhan serta keceriaan ruhani dan karunia dimanifestasikan dalam wujudnya sebagaimana dinyatakan Allah Yang Maha Agung:

تَعرِفُ في وُجوهِهِم نَضرَةَ النَّعيمِ
“Engkau dapat mengenal pada wajah mereka kesegaran nikmat itu.” (QS Al-Muthaffifin [83]: 25)

dan:

أَلا إِنَّ أَولِياءَ اللَّهِ لا خَوفٌ عَلَيهِم وَلا هُم يَحزَنونَ
“Ingatlah, sesungguhnya teman-teman Allah itu tak akan ada ketakutan menimpa mereka dan tidak pula mereka akan berdukacita.” (QS Yunus [10]: 63).

(Tasdiqun Nabi, hal. 43-45 atau Maktubati Ahmadiyya, vol. 3, hal. 75-77).

Terkait:   Tiga Syarat Tobat

Sumber: Inti Ajaran Islam Bagian Kedua, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Neratja Press, 2017, hlm. 186