Khilafah Ahmadiyah dan Dunia Islam

khilafah ahmadiyah islam

PIDATO JALSA SALANAH UK 2021 Oleh: Mln. Abdul Majid Tahir (Additional Wakilut Tabshir)

Sesuai dengan janji-janji Allah Ta’ala, setelah kewafatan Rasulullah (saw.), dunia Islam mendapatkan anugerah agung berupa Khilafah Rasyidah, yang membangkitkan suatu perubahan besar di dunia, dimana segenap muslim tidak hanya meraih ketinggian rohani, namun juga mencapai lompatan jauh dari segi kemajuan duniawi, dan tidak ditemukan contoh semisalnya di dalam sejarah dunia manapun sebelumnya. Dan inilah era pertama di dunia Islam.

Bagi era terakhir dunia Islam ini, dan untuk akhir zaman ini, Yang Mulia Rasulullah (saw.) telah memberikan kabar suka bahwa “kenabian akan senantiasa ada bersama engkau sekalian, lalu akan berdiri khilafah ‘ala minhajin nubuwwah, lalu akan digantikan dengan kerajaan yang aniaya, lalu akan berdiri kerajaan tirani, lalu akan bangkit khilafah ‘ala minhajin nubuwwah.

Di dalam Hadits ini, Rasulullah (saw.) menyebutkan Imam Mahdi, Masih Mau’ud, dan khilafah yang akan berdiri setelahnya, dimana tujuan sesungguhnya adalah menegakkan kembali keimanan di dalam segenap kalbu manusia, dan menganugerahkan kemenangan di segenap penjuru dunia kepada Islam.

Maka dari itu, Hz. Masih Mau’ud, Mirza Ghulam Ahmad dalam memulai benih ini tidak hanya bertujuan untuk menghidupkan kembali Islam, tetapi juga menyebutkan perihal wujud-wujud suci yang akan senantiasa berjuang untuk menyempurnakan misi ini hingga hari kiamat, dan akan menegakkan kembali kehormatan dan keagungan Islam yang telah sirna itu di dunia.

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (as.) bersabda:

“Aku adalah kodrat Tuhan yang berjasad dan setelahku akan ada beberapa wujud lain yang akan menjadi penzahiran kodrat kedua. Oleh karena itu, bersatulah engkau sekalian dalam menanti kodrat kedua itu dan teruslah berdoa”.

Kemudian dalam menyampaikan perihal misi dari wujud-wujud suci yang akan datang setelahnya tersebut pun Beliau aba. bersabda:

“Allah Ta’ala menghendaki, agar segenap ruh yang tinggal di berbagai tempat di permukaan bumi ini, baik Eropa atau Asia, mereka semua yang berfitrat suci, akan tertarik menuju tauhid, dan akan mengumpulkan hamba-hamba-Nya itu ke dalam agama yang satu. Inilah tujuan Allah Ta’ala yang karenanya aku diutus di dunia ini”.

Berdirinya Khilafah Ahmadiyah

Pada tanggal 27 Mei 1908, Jemaat Ahmadiyah telah masuk di era kodrat kedua yang penuh berkat ini, dan sekarang, dengan karunia Allah Ta’ala, kurun waktu 113 tahun telah menjadi saksi bahwa Khilafat Ahmadiyah, seraya menjadi pusat dari segenap keberkatan dan rahmat tersebut, senantiasa giat berupaya siang dan malam tidak hanya demi dunia Ahmadiyah, tetapi juga demi kemajuan dan kebaikan rohani serta jasmani segenap dunia Islam dan seluruh dunia.

Sekarang, jemaat Ahmadiyah yang telah tersebar di lebih dari 213 negeri adalah bukti nyata akan keberkatan-keberkatan khilafah Ahmadiyah. Disanalah tengah berjalan pekerjaan penerbitan terjemah Al-Qur’an Karim di berbagai bahasa di dunia, dan disana jugalah di setiap kota maupun desa, masjid-masjid Ahmadiyah telah tersebar hingga ke segenap pelosok dunia laksana jejaring yang tersebar, dan pembangunan-pembangunan baru pun terus menerus berjalan.

Selanjutnya, di bawah kepemimpinan khilafah Ahmadiyah, saat ini di seluruh dunia tengah berlangsung penerbitan berbagai buku dan literatur secara luas. Literatur-literatur ini telah diterbitkan setiap tahunnya hingga ratusan ribu banyaknya. Demikian pula dengan perantaraan media cetak, media elektronik, dan media sosial, tablig Islam ini tengah sampai hingga jutaan orang.

Suara Khalifah Ahmadiyah Disimak Secara Global

Yang terutama adalah, dewasa ini khutbah-khutbah dan ceramah-ceramah Khalifah Ahmadiyah (aba.) tengah memunculkan perubahan besar di dunia Islam. Semua khutbah dan ceramah ini dapat disimak ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Berbagai saluran MTA disiarkan dengan penerjemahan ke dalam berbagai bahasa.

MTA Afrika disiarkan di dalam berbagai bahasa di Afrika. Saluran ini pun mengudara di berbagai radio baik jemaat maupun stasiun-stasiun radio lainnya seraya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Berbagai negara mengupayakan websitenya masing-masing dan materi dalam bahasa lokal diunduh ke dalamnya.

Dewasa ini tengah berjalan suatu nizam yang berupaya untuk menyampaikan suara Khalifah Ahmadiyah hingga seluruh dunia, dan ini tidak ada bandingannya di dalam sejarah dunia maupun sejarah Islam. Di dalam khutbah-khutbah tersebut, yang dengannya kehidupan segenap anggota jemaat menjadi terwarnai, dan keimanan mereka menjadi terhidupi, karena Khalifah Ahmadiyah tengah menyediakan suatu hidangan rohani, di dalam khutbah-khutbah tersebut pun orang lain mengambil karunia darinya, di mana kelak itu akan menjadi sarana baginya untuk masuk kedalam jemaat Ahmadiyah sehingga di dalam kehidupan orang-orang itu pun akan lahir satu perubahan yang luar biasa.

Dari Guinea Bissau, Mubalig Incharge Sahib menceritakan bahwa ada seorang kawan bernama Usman Bande Sahib yang pernah memusuhi Ahmadiyah. Kemudian beberapa karib kerabatnya menerima Jemaat Ahmadiyah. Lalu ia pun membawa beberapa ulama [ke rumahnya]. Kepada mereka dikatakan, “Tidak dipungkiri bahwa Anda anda adalah musuh jemaat, namun alangkah baiknya jika satu hari ini Anda berkenan mendengar pesan kami, meskipun setelah itu
terserah saja melakukan apa yang Anda kehendaki”.

Alhasil datanglah hari jumat itu dan waktu itu tengah berlangsung khutbah Khalifah Ahmadiyah V (aba) secara langsung di MTA. Lalu dikatakan kepadanya, “jika ada waktu luang, mohon sejenak menyimak Khutbah Hudhur aba.”. Ia menjawab, “saya hanya akan mendengar khutbah Hudhur aba. sebentar saja”. Namun ketika mendengarnya, ia pun sedemikian lupa akan waktu yang berjalan, dan menyimak seluruh khutbah dengan seksama. Ketika khutbah selesai, maka ia berkata, “tidak mungkin jemaat Ahmadiyah adalah kafir, karena Khalifah Anda pun menyampaikan sirat para sahabat Rasulullah (saw.). tidak ada suatu jemaat kafir yang sanggup melakukan pekerjaan ini”. Setelah itu beliau pun menyertakan seluruh keluarganya untuk menerima jemaat dan kini beliau tengah giat menyampaikan tablig Ahmadiyah.

Amir Sahib Kongo Kinshasa menyampaikan bahwa ketika beliau sedang bertablig di satu kampung, maka diperdengarkanlah khutbah Hudhur aba. Anwar (aba.) secara audio saja. Mendengar khutbah ini, 5 keluarga besar pun masuk ke dalam jemaat Ahmadiyah. Dikatakan bahwa para Imam sunni menyampaikan dengan sangat lantang bahwa Ahmadi adalah kafir, namun setelah mendengar khutbah Hadhrat Khalifatul Masih sekarang, kami telah menjadi yakin bahwa para Ahmadi adalah ada di atas kebenaran. Kini kita memohon ampunan kepada Allah atas amalan kita yang telah berlalu.

Di negara Kongo Kinshasa di wilayah Kasai, kota Elebo, ada peristiwa sebagaian gair Ahmadi yang secara bersama-sama dan terencana telah memulai permusuhan terhadap jemaat. Di satu hari seorang penentang menghubungi rumah misi dan berkata bahwa ia bersama seluruh keluarganya bermaksud masuk ke dalam jemaat Ahmadiyah. Ketika ditanyakan apa alasannya, maka ia berkata, “satu hari istri saya sedang mencari siaran parabola maka sampailah pada saluran MTA. Saat itu tengah berlangsung khutbah jumat Hadhrat Khalifatul Masih. Saya menyimak seluruh khutbah dan lantas meyakini bahwa suara Hadhrat Khalifatul Masih yang kini masuk ke telinga saya adalah gambaran Islam yang hakiki. Setelah mendengar Hadhrat Khalifah, tak tersisa lagi keraguan pada saya tentang jemaat. Sehingga saya pun berbaiat bersama keluarga”.

Terkait:   Konsep Pemerintahan Menurut Islam

Tidak dipungkiri, bahwa khutbah-khutbah dan ceramah-ceramah Khalifah Ahmadiyah V (aba.) tengah membangkitkan satu perubahan besar.

Muballig Muhammad Asif Sise dari Sierra Leone menyampaikan bahwa satu saat beliau mengupayakan untuk menayangkan Khutbah Hudhur aba. Anwar kepada 80 gair ahmadi di wilayahnya. Setelah menyimak khutbah, 70 orang diantaranya pun baiat dan masuk ke dalam jemaat.

Mereka yang sebelumnya berasal dari golongan penentang jemaat lalu masuk di bawah khilafat Ahmadiyah, setelah mereka menerima ahmadiyah, maka terus terlahir suatu perubahan suci melalui menyaksikan sabda-sabda Hudhur aba. Anwar yang membangun jiwa. Ini tengah menjadikan mereka sebagai sosok muslim yang beramal secara benar dan hakiki. Keburukan-keburukan di dalam diri mereka, dan amalan sia-sia yang telah melekat pada diri mereka bertahun-tahun lamanya pun terhapus dari mereka dan satu revolusi rohan tengah lahir di dalam jiwa mereka; suatu revolusi yang hanya diraih oleh hamba-hamba yang hakiki.

Di negara Afrika Tengah, seorang mubayiin baru, Mapuka Umar Sahib di dalam satu majlis pertabligan menyampaikan kepada segenap orang yang tengah ditabliginya yaitu:

“Sekarang, saya bermaksud menyodorkan diri saya sebagai satu bukti dari kebenarn jemaat Ahmadiyah. Semenjak saya menjadi Ahmadi, banyak sekali perubahan yang ada di dalam diri saya. Sebelumnya saya percaya pada hantu, jin, dan sihir. Namun kini saya telah keluar dari semua hal sia-sia itu. Saya bersumpah atas nama Tuhan bahwa Hz. Aqdas Masih Mau’ud (as.) adalah utusan Tuhan yang benar. Jika saya berkata dusta di hadapan Anda sekalian, maka di hari kiamat Allah Ta’ala akan memasukkan saya ke dalam api jahanam”.

Di Kongo ada seorang kawan bernama Ismail Sahib yang menyampaikan:

“Saya sebelumnya adalah seorang Katolik, dan saya tidak kunjung mendapat ketenangan meski dengan beribadah di gereja. Semenjak saya baiat dan masuk ke dalam Islam Ahmadiyah, kehidupan saya lantas menjadi berubah sepenuhnya. Sebelumnya, saya seorang pemarah dan kerap meminum minuman keras. Dan saya hanya beribadah satu atau dua kali saja dalam setahun. Namun sekarang dengan karunia Allah, saya menjadi beribadah lima kali dalam sehari”.

Di French Guyana, seorang wanita Kristen bernama Linda Dilaire Sahibah, tatkala ia berbaiat, ia menyampaikan, “Saya telah beberapa kali mendatangi berbagai gereja, tetapi saya tidak mendapat ketentraman hati di manapun juga. Saat itu saya tengah mencari wujud Tuhan yang hidup, dan kini setelah menerima Ahmadiyah, saya telah menemukan Tuhan saya. Saya telah meraih satu kedamaian, ketenangan, dan ketentraman. Telah lahir satu perubahan di dalam
kehidupan saya. Saya meraih satu kelezatan dalam shalat dan menilawatkan Al-Qur’an. Kini jiwa saya tengah larut dalam kecintaan kepada Allah.

Inilah perubahan suci yang tengah timbul dengan perantaraan khilafah Ahmadiyah, dan tengah terlahir sosok-sosok yang menyembah Tuhan yang Esa.

Sekarang, orang-orang luar pun memberikan kesaksian bahwa Ahmadiyah lah yang kini tengah membangkitkan suatu perubahan di dalam kehidupan berbagai orang.

Di wilayah Syayanaga di Tanzania, seorang Regional Commissioner berkata:

“Saya mengetahui bahwa di orang-orang Syayanaga sebagian besarnya tidaklah beragama. Namun demikian, mereka terus tertarik dengan ajaran Ahmadiyah dan saya menyaksikan bahwa setelah mereka menerima Ahmadiyah, tampak ada satu perubahan rohani yang baik di dalam diri mereka. Oleh karena itu hendaknya Anda terus berupaya sekuat tenaga agar ajaran ini sampai ke semua orang di wilayah Syayanaga ini karena ini akan menjadikan mereka menjadi beradab dan kecenderungan pada kejahatan pun akan terus berkurang”.

Inilah tujuan yang dibawa oleh Hz. Masih Mau’ud (as.), yaitu menarik manusia menuju tauhid, dan mengumpulkan hamba-hamba Tuhan pada jemaat yang satu.

Alhasil, inilah revolusi yang mensucikan hamba-hamba Tuhan dari kekotoran-kekotoran duniawi dan mempertemukan mereka dengan Tuhannya.

Dari Benin, seorang ketua jemaat di Makara menyampaikan pada acara pembukaan sebuah masjid: “Ahmadiyah lah Islam yang sejati. Dulu kita tidak mengenal shalat. Para Ahmadi lah yang mengajarkan kita shalat. Mereka menyediakan masjid-masjid, mengajarkan agama kepada anak keturunan kita. Jika ada yang bertanya apakah yang telah diberikan oleh Ahmadiyah kepada kita, maka saya akan menjawab bahwa Ahmadiyah telah memberikan Tuhan kepada kita. Dan hingga ajal menjemput, kami akan teguh di atasnya.”

Kini, jemaat Ahmadiyah dikenal secara khusus dan istimewa di seluruh dunia. Kini, di dalam dunia Islam, di permukaan bumi ini hanya inilah satu-satunya jemaat yang tengah berjalan diatas nizam khilafah samawi. Kini pandanglah dunia Islam ke setiap penjurunya, maka selain satu wujud ini, tidak ada wujud lain yang demi dunia Islam, dan demi sesama umat manusia, bangun dan terjaga di keheningan malam seraya berdoa pilu di hadapan Tuhannya, menangis dan berharap demi kebaikan setiap manusia.

Hz. Khalifatul Masih Al-Khamis, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba.) bersabda:

“Pemimpin duniawi manakah yang juga berdoa demi kesembuhan mereka yang sakit. Pemimpin manakah yang senantiasa resah dan berdoa untuk pasangan terbaik bagi anak-anak di negerinya. Pemimpin manakah yang senantiasa memikirkan ta’lim putra putri bangsanya”.

Lalu beliau aba. bersabda:

“Tidak ada satupun negeri di dunia yang dimana pandangan saya tidak tertuju padanya sebelum saya tidur, dan memanjatkan doa untuknya baik di waktu tidur maupun di waktu terjaga. Saya bukanlah menyampaikan ini sebagai ungkapan ihsan. Ini adalah kewajiban saya. Semoga Allah menjadikan saya agar semakin baik lagi dalam menunaikan kewajiban ini”. (Khutbah Jumat 6 Juni 2014)

Seorang mubayiin baru dari jemaat Kayoba yang bernama Ali Uqbani Sahib, yang sekarang pun sebagai ketua jemaat, menyampaikan:

“Tahun ini, di bulan februari 2021, satu hari ketika pergi ke rumah misi, motor saya mengalami kecelakaan yang mengerikan. Saat itu saya bermaksud pergi ke rumah misi setelah membingkai foto Hadhrat Masih Mau’ud dan para Khalifah Ahmadiyah lalu memasangnya, namun terjatuh dari motor. Saat itu saya tengah melalui jalan yang sangat sibuk. Saat itu kematian sungguh ada di hadapan saya. Saya terjatuh pada kaki kiri saya dan menyebabkan ada tulang
yang terkilir, sementara itu satu mobil dengan kecepatan tinggi menabrak saya namun saya lantas bergerak menghindar ke depan sehingga hanya mengenai tangan saya. saat itu mobil pasti akan menggilas saya. Allah Ta’ala telah menyelamatkan saya dari kematian. Setelah tiba di rumah sakit dan dokter pun memeriksa saya, ia berkata bahwa negara kita tengah kesulitan obat-obatan karena krisis kesehatan, yang akibatnya operasi pun tidak dapat dilaksanakan. Sementara itu, kondisi tulang kering dan pergelangan kaki saya semakin memburuk, dan dokter bukannya mengupayakan operasi, ia hanya membalut plester diluka saya. Saat itu dalam keadaan kecewa saya pun dengan segenap keyakinan menuliskan surat ke hadapan Khalifah saya yang sangat saya cintai, dan inilah harapan terakhir saya. Setelah menulis surat, saya merasa bahwa di malam itu Hz. Amirul Mukminin memanjatkan doa untuk saya. Lalu keesokan hari, dokter yang memeriksa saya datang dan mengatakan kepada saya dengan penuh gembira bahwa tulang tersebut telah kembali ke tempat semula. Betapa hal ini merupakan sebuah mukjizat, bahwa dengan perantaraan doa Hudhur aba., tulang ini pun telah kembali seperti semula tanpa melalui operasi serta obat-obatan”.

Mubayiin baru ini berkata, “tidak diragukan lagi bahwa wujud penuh berkat dari Hz. Khalifah adalah satu nikmat yang agung, yang terjaga di malam hari, dan memanjatkan doa demi jemaat dan kemenangan Islam. Ini adalah ihsan yang sangat besar dari Allah Ta’ala yang telah menganugerahkan nikmat khilafat kepada segenap muslim”.

Terkait:   Berkah Khilafah

Selanjutnya di negara Mali, ketua jemaat Dogabogo menyampaikan:

“Satu ketika saya tengah pergi ke kota terdekat yaitu Sego untuk menghadiri pertemuan jemaat. Lalu anggota jemaat setempat memberikan saya surat-surat permohonan doa mereka ke hadapan Hudhur aba. agar saya mengirimkannya. ia mengatakan, “saya telah mengirimkan surat itu dan saya pun pulang. Beberapa hari kemudian, saya melihat di dalam mimpi bahwa Hudhur aba. berkata kepada saya, “surat yang telah engkau kirim itu, saya telah mendoakannya, dan saya pun telah berdoa untuk surat yang masih ada itu”.

Ia berkata, “Tatkala saya terbangun, saya tidak mengerti apa maknanya, sementara saya pun telah sibuk dalam pekerjaan sehari-hari. Beberapa hari kemudian, ketika saya tengah membersihkan kertas-kertas yang ada di kamar saya, maka saya menemukan sebuah amplop yang terdapat surat di dalamnya yang berisi doa dari seorang anggota untuk dikirim ke hadapan Hudhur aba., namun secara tidak sengaja surat itu menjadi tidak terkirim”.

Ketua jemaat itu menuturkan, “saat itulah saya pun teringat akan mimpi tadi dan inilah surat yang dimaksud tersebut, yang di dalam mimpi Hudhur aba. menyampaikan bahwa Hudhur aba. pun telah mendoakan untuknya”.

Banyak terjadi peristiwa semacam ini, yaitu baru saja ditulis suatu surat permohonan doa agar diselamatakan dari penyakit, musibah, kedukaan, kekhawatiran, dan kesulitan ke hadapan Hudhur aba. Anwar, serta belum selesai mengeposkannya, namun doa Hadhrat Khalifah untuk sosok pemohon doa itu pun telah diterima.

Hz. Muslih Mau’ud (ra.) bersabda:

“Kedudukan khalifah Jemaat Ahmadiyah lebih tinggi dari seluruh raja dan maharaja di dunia ini. Ia adalah wakil dari Tuhan dan Rasulullah (saw.)”.

Pesan Khalifah Ahmadiyah untuk Para Pemimpin Dunia

Jadi, suatu pekerjaan yang sangat luar biasa dan revolusioner yang terjadi di era penuh berkat ini melalui perantaraan khilafah Ahmadiyah yang merupakan wakil dari Tuhan dan Rasul-Nya adalah, bahwa di berbagai parlemen-parlemen besar dunia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad dengan segenap keberanian menyampaikan kepada petinggi-petinggi pemerintahan mereka akan ajaran hakiki Islam, dan ajaran perdamaian, persaudaraan, dan ketentraman di dalam Islam, serta pesan dari Hz. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (as.).

Khalifah Ahmadiyah V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) telah menyampaikan ceramah di Capitol Hill Amerika. Lalu di parlemen Uni Eropa, di Parlemen Inggris, di Parlemen Selandia Baru, di Pusat Angkatan Bersenjata Jerman, di Singapura, di Australia, di Jepang, dan Kanada pun telah diadakan pertemuan semacamnya.

Kemudian di sebuah lembaga di Perserikatan Bangsa Bangsa yaitu UNESCO di Perancis, dan di Berlin pun program-program semacam ini telah diselenggarakan, di mana banyak para anggota parlemen, para petinggi pemerintahan, dan para ilmuwan yang menghadirinya.

Di semua pertemuan tersebut, Khalifah Ahmadiyah V (aba) mengetegahkan pesan perdamaian Islam ke para pemimpin dunia tersebut, dan menekankan bahwa Islam lah yang dengan pesan perdamaian yang dimilikinya, seraya menghargai hak-hak sesama dan menjunjung tinggi keadilan, yang dapat menghindarkan dunia dari kehancuran.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) bersabda di salah satu parlemen terkuat dan terbesar di panggung dunia ini, yaitu Capitol Hill:

“Islam menghendaki kita agar sama sekali tidak melihat kekayaan pihak lain dengan pandangan iri dan dengki. Yang dikehendaki Islam adalah supaya bangsa yang telah maju bersedia mengesampingkan keuntungan pribadinya dan berkenan membantu dan mengkhidmati bangsa lain yang terbelakang tanpa ada kepentingan apapun. Jika asas-asas tersebut dijalankan dengan penuh kepatuhan, maka kedamaian yang hakiki akan berdiri”.

Dimanapun, pada kesempatan apapun, sosok-sosok yang berpengaruh senantiasa dengan terbuka menyatakan bahwa jika saat ini dibutuhkan sesosok wujud yang bersedia untuk mewujudkan kedamaian baik dari tingkat desa hingga bangsa, dan menghindarkan dunia ini dari kehancuran, maka itu adalah khalifah jemaat Ahmadiyah yaitu Hz. Mirza Masroor Ahmad Sahib.

Di satu kesempatan Book Fair di India, seorang kawan gair Ahmadi datang ke stand jemaat dan berkata:

“Meskipun umat muslim lain menganggap Anda sebagai kafir dan berada di luar Islam, namun cara yang disampaikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah di hadapan para pemimpin-pemimpin besar dunia dalam upaya menyampaikan Islam, hingga kini tidak ada sesosok raja, atau ulama besar sekalipun yang mendapatkan taufik untuk melakukannya. Pastilah Allah Ta’ala yang akan menolong Anda sekalian”.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) pada 22 Oktober 2019 menyampaikan satu pidato bersejarah di Berlin di mana hadir di dalamnya banyak anggota parlemen dan petinggi pemerintahan lainnya. Di kesempatan tersebut, salah satu anggota parlemen Jerman, Bettina Muller menyampaikan:

“Wangi harum perdamaian datang dari Pidato Imam Jemaat Ahmadiyah. Di dalam sosok Anda pun terpancar pengaruh kedamaian, ketenangan, dan kebenaran. Inilah nuansa yang terus saya rasakan selama mengikuti acara ini”.

Kemudian di UNESCO, sebuah lembaga di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyampaikan satu pidato bersejarah. Seorang duta Unesco untuk Mali, Umar Kaeta Sahib menyampaikan kesan-kesannya sebagai berikut:

“Imam Jemaat Ahmadiyah adalah sosok yang bervisi luas dan senantiasa bertekad untuk menegakkan perdamaian. Karena inilah suatu perkara yang sungguh dibutuhkan oleh umat muslim. Gambaran akan keadilan dan persamaan antar bangsa yang disampaikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh dunia. Dan di masa kini, umat muslim membutuhkan pemimpin yang seperti demikian. Hari ini, saya tengah dekat dengan sesosok insan yang merupakan perwujudan perdamaian dan keadilan”.

Khalifah Ahmadiyah dan Islam yang Damai

Kemudian, sosok khalifah dari sang pecinta sejati Allah dan utusan-Nya, Muhammad Mustafa (saw.), yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (as.) ini, telah membersihkan wajah indah Islam dari noda terorisme, egoisme, dan agama yang suka kekerasan.

Terkait:   Untold Story: Khalifatul Masih, Muazin, Masjid yang Kosong dan Jamaah Seluruh Dunia

Khalifah Ahmadiyah V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) telah menampilkan wajah indah Islam ke hadapan orang-orang di luar Islam. Di tempat manapun, dalam kesempatan berbagai macam program, baik konferensi pers, interview dengan media elektronik dan media cetak, pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh, Hudhur aba. Anwar seraya membela Islam, senantiasa memperlihatkan wajah indah Islam yang sebenarnya. Dan segenap orang luar dengan lantang mengungkapkan bahwa saat ini kita telah mengetahui bahwa betapa Islam merupakan agama yang indah.

Di salah satu program di Jepang, seorang pengacara terkenal dengan lantang mengungkapkan, “hari ini kami telah melihat satu wajah indah dari Islam”, dan beliau telah sedemikian yakin, bahwa seandainya dunia dapat bersatu dalam suatu perkara, maka ini hanya dapat diwujudkan melalui tangan Imam Jemaat Ahmadiyah.

Seorang kawan beragama Bahai yang hadir di satu acara di Selandia Baru berkata:

“Hingga hari ini, kesan sebelumnya yang saya miliki tentang Islam sangatlah buruk. Sebelumnya, apa saja yang saya lihat di media, saya lantas meyakininya. Setelah mendengar pidato Khalifatul Masih, kesan saya telah sepenuhnya berubah”.

Di tahun 2009 tatkala di Eropa berjalan suatu gerakan untuk mencetuskan pelarangan penggunaan menara di masjid-masjid muslim, saat itu Khalifah Ahmadiyah lah yang menjadi perisai bagi dunia Islam untuk mencegah keberhasilan gerakan itu; dan atas peran serta contoh mulia dari jemaat, rencana ini pun menemui kegagalan.

Demikianlah, Khalifatul Masih V (aba.) di dalam Khutbah Jumat 18 desember 2009 bersabda:

“Sekarang, tugas penyebaran cahaya cemerlang Islam ini hanya dan hanya ditakdirkan melalui Jemaat Ahmadiyah, dan menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, hal ini tidak hanya di swiss saja. Salah satu saluran tv satelit yang sangat besar di Spanyol memberitakan dan di dalamnya pun disertakan juga penayangan masjid kita di Pedroabad yaitu Masjid Basyarat, dan menginterview para warga lokal disana, dan semuanya menyampaikan bahwa peraturan-peraturan seperti ini adalah salah dan mereka berkata bahwa masjid jemaat ini yang ada di lingkungan mereka hanyalah menyebarkan seruan perdamaian dan belas kasih. Bahkan ada seorang yang hingga berkata demikian, “kendatipun Anda mengungkapkan terkait terorisme kepada orang-orang itu, atau mengungkapkan hal apapun terkait kebencian, namun saya tetap menyatakan bahwa sebenarnya, orang-orang itulah yang mencintai perdamaian, dan kita harus menjadi seperti mereka”. Ini adalah satu revolusi yang dicetuskan oleh jemaat Hz. Masih Mau’ud (as.) melalui tarbiyat yang mereka raih dari Hudhur aba. (as.). negara yang beberapa tahun sebelumnya, yang untuk mengucapkan salam kepada sesama muslim saja mereka takut untuk melakukannya, pada hari ini, di televisi telah disampaikan secara luas dari negeri itu, bahwa seandainya penduduk Spanyol menghendaki kedamaian, maka jadilah seperti orang-orang
muslim tersebut, yang tengah menyebarkan ajaran indah Islam ke seluruh dunia, dan inilah orang-orang yang merupakan simbol dari kedamaian dan belas kasih”.

Harapan Umat Islam Untuk Terbentuknya Khilafah Islam

Kini, dunia Islam tampak gelisah dalam mewujudkan khilafah. Tidak hanya muslim awam, namun bahkan segenap cendekiawan, para penulis, dan ilmuan mereka pun terus menerus menyampaikan harapan-harapan mereka tentang ini.

Seorang editor dari harian Nawae Waqt menulis:

“Saat ini, tidak ada sosok pemimpin di dunia Islam. Dalam kondisi demikian, hanya doa kepada Allah Ta’ala lah yang dapat dipanjatkan, agar Dia menganugerahkan kepemimpinan yang mukhlis untuk dunia Islam. Seperti hanya tatkala tidak kunjung turun hujan maka segenap muslim melaksanakan shalat istisqa, demikian juga muslim seluruh dunia pun dalam suatu hari hendaknya melakukan ‘shalat memohon pemimpin’ dan hendaknya menangis seraya berdoa agar dianugerahkan kepemimpinan yang mukhlis”.

Kemudian seorang editor majalah ‘Tanzim Ahli Hadits Lahore’ menulis:

“Seandainya di detik-detik akhir kehidupan sekalipun, gagasan akan khilafat ‘ala minhajin nubuwwah ini dapat terpenuhi, maka dapat dikatakan bahwa kekisruhan dalam segenap negara Islam akan terselesaikan”.

Harapan-harapan yang tak kunjung padam di dunia Islam ini terus menerus muncul dalam berbagai coraknya, dan upaya-upaya pencetusan khilafat pun terus menerus ada di berbagai masa; namun setiap upaya mereka, karena berhadapan dengan khilafat Ahmadiyah yang merupakan khilafat ‘ala minhajin nubuwwah, dan Allah Ta’ala sendiri yang telah mendirikannya, maka Allah Ta’ala sendirilah yang telah menghancurkan segenap keinginan dan rencana mereka itu. Hz. Khalifatul Masih Al-Khamis (aba.) memberi tantangan kepada mereka dengan bersabda:

“Kini, khilafat yang ada hanya dan hanyalah mungkin dalam corak khilafat sosok Masih dan Mahdi yang dijanjikan ini, yaitu sosok khatamul khulafa (as.) ini. Kami memberi tantangan bahwa seandainya segenap pemimpin di seluruh dunia Islam, dan segenap umat muslim di seluruh dunia bersepakat untuk mengusung seorang tertentu sebagai khalifah, dan baiat kepadanya, maka jemaat Ahmadiyah pun akan menerima khalifah tersebut, dan golongan muslim lainnya pun pasti akan berpikir untuk berbaiat kepadanya. Namun Anda sekalian tidak akan menempuh perkara ini, Anda sekalian tidak akan sanggup melakukannya, dan Anda sama sekali tidak dapat melakukannya”.

Di akhir, saya akan mengakhiri ulasan saya ini dengan beberapa sabda dari Hz. Khalifatul Masih V (aba.) bersabda:

“Jadi, jika engkau sekalian ingin maju, dan unggul di dunia, maka hanya inilah nasihat saya kepada engkau, dan hanya inilah pesan saya, yaitu jalinlah hubungan erat dengan khilafat. Peganglah terus tali Allah ini dengan erat. Landasan seluruh kemajuan-kemajuan kita adalah terletak pada jalinan hubungan erat dengan khilafat”.

Alhasil, kini betapa beruntungnya kita semua, bahwa kita setiap hari tengah menyaksikan dengan mata kepala sendiri pemandangan kemajuan dan kemenangan Islam di bawah kepemimpinan Imam kita tercinta, Hz. Amirul Mukminin (aba.), dan sungguh setiap hari kita menyaksikannya.

Kini bangunlah, dan tegaklah demi setiap kemajuan duniawi dan rohani engkau di bawah derap langkah khilafat. Karena disinilah terletak kepastian keberhasilan kita. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan taufik-Nya kepada kita. Amin.

Penerjemah: Mln. Fazli Umar Faruq, Shd

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.
Select Your Style

You can choose the color for yourself in the theme settings, сolors are shown for an example.