Pemimpin Ahmadiyah Menyampaikan Pidato Utama pada Konferensi Internasional MTA secara Virtual

pemimpin ahmadiyah

SIARAN PERS – 29 Juni 2021

Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Menyampaikan Pidato Utama pada Konferensi Internasional MTA secara Virtual

“MTA menghilangkan jarak, menyingkirkan hambatan dan, di atas semua itu, menjadikan Jamaah Hazrat Masih Mau’ud (as) tetap bersatu di tangan Khilafat dan setiap Muslim Ahmadi di seluruh dunia mengikuti ajaran dan keyakinan yang sama.” – Hazrat Mirza Masroor Ahmad


Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) menyampaikan pidato utama pada penutupan Konferensi Internasional MTA pada Minggu 27 Juni 2021.

Huzur memimpin sesi penutupan dari kantor beliau di Islamabad, Tilford, sementara para peserta konferensi bergabung secara virtual dari Masjid Baitul Futuh, London dan beberapa studio MTA International lainnya dari seluruh dunia.

Konferensi ini dihadiri sekitar 600 peserta secara virtual dari tiga puluh negara dan termasuk training tentang peningkatan produktivitas dan penetapan tujuan untuk ke depan.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan nazm (syair), dilanjutkan dengan laporan konferensi dan presentasi video.

Dalam pidato penutup yang inspiratif itu, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan bagaimana MTA benar-benar telah menjadi sarana luar biasa bagi memajukan misi Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) dalam menyebarkan pesan Islam dan menciptakan revolusi rohani dalam masyarakat.

Huzur menjelaskan bahwa Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) telah menyatakan bahwa zaman beliau akan menjadi era ‘penyempurnaan penyebaran petunjuk sempurna’ dari Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam). Untuk itu, tambah Huzur, Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) memanfaatkan mesin percetakan untuk menerbitkan buku dan artikel di berbagai surat kabar untuk menyebarkan ajaran sejati Islam yang damai, tidak hanya di seluruh India, tetapi juga seluruh dunia.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyatakan:

“Sesuai kondisi zaman itu, lebih dari satu abad lalu, Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) telah merancang skema luar biasa untuk pertablighan dan menggunakan berbagai sarana untuk menyebarkan pesan Islam. Karena yang ada saat itu adalah media cetak yang merupakan sarana efisien untuk menyampaikan informasi dan mengabarkan keyakinan, Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) secara teratur menerbitkan artikel atau pernyataan-pernyataan berupa iklan di surat kabar sehingga pesan dan ajaran Islam yang hakiki dapat tersampaikan lebih luas lagi. Dan sungguh, sejarah membuktikan bahwa pesan Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) telah mencapai Amerika Serikat, Eropa dan Inggris semasa hidup beliau melalui berbagai liputan media.”

Huzur kemudian berbicara tentang era Khalifah Pertama Ahmadiyah dan periode awal Khilafah Kedua Ahmadiyah, di mana media cetak dan tabligh oleh mubaligh-mubaligh perintis terus menjadi sarana utama untuk meneruskan pesan hakiki Islam.

Terkait:   Dialog Muslim Menyambut Ramadhan : Meneguhkan Persaudaraan Muslim, Keindonesiaan, dan Kemanusiaan

Setelah itu pada tahun 1938 muncul babak baru dalam sejarah Jamaah Muslim Ahmadiyah di mana untuk pertama kalinya seorang Khalifah Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) berbicara melalui pengeras suara dan menjangkau langsung hadirin yang lebih luas.

Berbicara tentang peristiwa bersejarah itu, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Pada saat itu, saat orang-orang bergembira atas adanya pengeras suara itu, Khalifah Kedua (ra) menyampaikan nubuat dan menyatakan bahwa waktunya pasti sudah dekat ketika Khalifah Waqt akan menyampaikan pidato di Qadian, sementara secara bersamaan suaranya akan terdengar di setiap bangsa dan setiap penjuru dunia.”

Pada tahun-tahun berikutnya, Huzur mengatakan bahwa para mubaligh Jamaah Muslim Ahmadiyah sesekali mendapat slot siaran di stasiun radio umum dan komersial. Saat itu, upaya tersebut dianggap sebagai sarana keberhasilan di kalangan Muslim Ahmadi dan sarana yang langka untuk menyampaikan Islam kepada orang lain, namun sekarang, dengan karunia Allah Ta’ala, Jamaah Muslim Ahmadiyah telah mendirikan stasiun radio sendiri di berbagai negara.

Selanjutnya, berbicara tentang terobosan pendirian saluran televisi, Hazrat Mirza Masroor Ahmad (aba) mengatakan:

“Manakala Allah Ta’ala menganugerahkan kepada Jemaat kita berupa inspirasi, sumber daya, dan kemampuan untuk meluncurkan saluran televisi sendiri, Allah juga menciptakan sarana, melalui satelit, untuk channel kita untuk menyiarkan ajaran-ajaran Islam yang indah ke seluruh penjuru dunia. Tidak diragukan lagi, ini adalah penggenapan janji agung dan wahyu Allah Ta’ala kepada Hazrat Masih Mau’ud (alaihiss salam), ‘Aku akan sampaikan tablig engkau ke segala penjuru dunia‘. Alhamdulillah, dengan Rahmat Allah semata, dalam penggenapan wahyu dan nubuatan ini, saat ini telah berdiri 19 Studio MTA secara global.”

Huzur kemudian menjabarkan cakupan luas dari struktur MTA International saat ini. Beberapa studio di seluruh dunia telah dilengkapi dengan fasilitas produksi berkualitas tinggi yang membuat mereka dapat memproduksi program rekaman dan siaran langsung dalam beberapa bahasa di delapan saluran TV. MTA juga disiarkan di televisi terestrial di negara-negara tertentu.

Berkaca pada sumber daya yang terbatas dalam mencapai semua ini untuk menyebarkan pesan Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Dari sudut pandang dunawi, jika kita menganalisis sumber daya keuangan dan SDM kita, sungguh kita tidak akan pernah dapat mencapai semua ini sendiri. Pada hakikatnya, semua yang telah dicapai adalah hasil dan penggenapan janji dan wahyu Ilahi, “Aku akan sampaikan tabligh engkau ke segala penjuru dunia’. Setiap hari kita menyaksikan dengan mata kepala sendiri manifestasi agung dari Pertolongan dan Karunia Allah Ta’ala. Pada awalnya hanya ada satu saluran MTA, atas karunia Allah Ta’ala MTA telah meluncurkan beberapa saluran yang disiarkan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.”

Terkait:   Dialog Muslim Menyambut Ramadhan : Meneguhkan Persaudaraan Muslim, Keindonesiaan, dan Kemanusiaan

Huzur juga menjabarkan peningkatan variasi konten yang diproduksi untuk segala usia, termasuk program anak-anak untuk kemajuan akhlak dan rohani mereka dan juga konten yang memperkenalkan pesan Islam yang damai dan indah kepada orang-orang di luar Jamaah Muslim Ahmadiyah.

Huzur menyatakan bahwa MTA International telah menjadi media yang unik untuk memfasilitasi kontak antara anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah dan pembimbing rohani mereka.

Berbicara tentang meningkatnya kontak dan komunikasi langsung melalui MTA selama pandemi Covid-19, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Selama periode ini (Covid-19), saya belum dapat melakukan perjalanan kunjungan, begitu juga para Ahmadiyah tidak dapat mengunjungi saya. Namun berkah MTA, kontak dan komunikasi langsung antara Khalifatul Masih dan anggota Jemaat tidak hanya berlanjut tetapi telah meningkat dan mencapai perkembangan baru, Alhamdulillah. Selain Khotbah Jumat yang disiarkan langsung ke seluruh dunia, muncul sarana baru [pertemuan] Mulaqat Mulaqat Virtual – selama periode ini.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad lebih lanjut menyatakan:

“Melalui Mulaqat interaktif ini, saya dapat bertemu langsung dengan para anggota Jemaat dari seluruh dunia dan mengadakan pertemuan dengan para pengurus Jemaat. Suatu hari saya bertemu Muslim Ahmadi dari Australia, hari berikutnya dari Indonesia atau Amerika Serikat. Atau dari Qadian, Eropa, Afrika, Kanada, dan belahan dunia lainnya. Saat duduk di sini di Islamabad, kata-kata dan suara Khalifah mencapai segala penjuru dunia.”

Huzur menyebutkan dampak dari pertemuan virtual ini, yang cuplikannya disiarkan setiap minggu di MTA, menjadikan Muslim Ahmadi di seluruh dunia mendapatkan wawasan mendalam tentang petunjuk yang diberikan Huzur selama pertemuan.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“MTA menghilangkan jarak, menyingkirkan hambatan dan, di atas semua itu, menjadikan Jamaah Hazrat Masih Mau’ud (as) tetap bersatu di tangan Khilafat dan setiap Muslim Ahmadi di seluruh dunia mengikuti ajaran dan keyakinan yang sama persis. Dari satu sudut dunia ke sudut lainnya – dari Asia ke Eropa, dari Afrika ke Amerika, dari Timur Jauh ke berbagai pulau di dunia, dari Timur ke Barat, dari Utara ke Selatan – ajaran Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) dan petunjuk-petunjuk Khalifah menjangkau semua bangsa dan umat manusia melalui MTA.”

Berbicara kepada Muslim Ahmadi, Huzur mengatakan bahwa mereka harus berterima kasih kepada pria dan wanita yang bekerja tanpa pamrih dan menjadi sukarelawan di MTA International.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

Terkait:   Dialog Muslim Menyambut Ramadhan : Meneguhkan Persaudaraan Muslim, Keindonesiaan, dan Kemanusiaan

“Semua Muslim Ahmadi harus berterima kasih kepada mereka yang berkhidmat di MTA, termasuk pekerja tetap dan staf, yang berkhidmat dengan penuh semangat dan ketulusan. Tunjangan atau gaji yang diberikan kepada mereka sangat minim dibandingkan dengan apa yang akan mereka peroleh jika mereka bekerja di lingkungan duniawi. Selain itu, di berbagai studio kita di seluruh dunia, terdapat ratusan bahkan ribuan sukarelawan yang, meskipun tidak dibayar sebagai staf, bekerja tanpa lelah dan penuh pengabdian. Jika seseorang mempertimbangkan waktu, tenaga, dan keterampilan yang mereka sumbangkan, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka telah menghemat jutaan pound Jemaat setiap tahun melalui upaya mereka.”

Huzur menceritakan reaksi terkejut seorang politisi senior dari Amerika Serikat ketika Huzur menjelaskan kepadanya bahwa semua saluran dan studio MTA dijalankan tanpa dana dari suatu negara atau pendapatan komersial melalui iklan.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Memang, bagi orang-orang duniawi dan material tentu tidak mungkin memahami bagaimana MTA yang bukan hanya dapat bertahan sebagai saluran global tetapi benar-benar berkembang tanpa bentuk komersialisasi apa pun. Namun, mereka tidak menyadari bahwa MTA adalah manifestasi dari janji agung Allah Ta’ala yang diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) bahwa ‘Aku akan sampaikan tabligh engkau ke segala penjuru dunia’.

Mengakhiri pidatonya, Huzur kembali mengucapkan terima kasih kepada para staf dan relawan MTA serta mengingatkan mereka untuk selalu berkhidmat dengan rendah hati.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Tidak peduli apa yang diminta, mereka terus berkhidmat dan melakukannya dengan senyum di wajah mereka dan dedikasi tinggi. Tentu saja, hati saya dipenuhi dengan rasa terima kasih untuk kalian semua. Semoga Allah Ta’ala membalas Anda dan semoga Allah memberikan taufik kepada Anda untuk terus berkhidmat dengan penuh kerendahan hati dan tanpa pamrih. Semoga Allah memberi taufik kepada Anda semua untuk terus berperan dalam menyebarkan pesan Hazrat Masih Mau’ud (alaihis salam) yang sesungguhnya merupakan pesan dan ajaran Al-Qur’an dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihis salaam)

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Saya juga selalu berdoa agar Anda tetap rendah hati dan tidak pernah membiarkan sedikit pun kesombongan atau kebanggaan masuk ke dalam hati Anda. Jangan pernah berpikir bahwa keberhasilan MTA atau Jemaat bergantung pada keterampilan Anda atau waktu Anda atau bahwa Anda layak mendapatkan pujian atau hadiah berupa materi. Yang pasti, jika Anda tetap tulus dan setia selamanya dan berkhidmat dengan kerendahan hati yang hakiki, Anda akan mendapatkan pahala terbaik dari Allah Ta’ala sendiri.”

Press Ahmadiyya

Comments (1)

Tim Ahmadiyah.Id
30/06/2021, 17:05
Sangat menyentuh hati yang dalam dan karunia Allah SWT selalu menjadi dambaan setiap orang Ahmadi

Leave a Reply

Begin typing your search above and press return to search.