Apakah Khilafah dalam Islam Didirikan untuk Menaklukkan Dunia?

Apakah Islam mendirikan kekhalifahan untuk menaklukan dunia?

Tujuan pendirian Khilafah di kalangan umat Islam adalah untuk melakukan reformasi melalui cinta dan kasih sayang. Hanya satu organisasi Islam yang telah menegakkan kembali kekhalifahan. Belum satu atau dua dekade, kekhalifahan Jamaah Muslim Ahmadiyah telah berdiri pada tahun 1908. Keanggotaan Jamaah ini sudah mencakup puluhan juta dari 200 negara – semuanya dipersatukan dalam satu khalifah. Bahkan ketika dihadapkan pada penganiayaan yang berat, Khilafah Muslim Ahmadiyah menyeru Muslim Ahmadi untuk terus tabah.

Dalam Bahasa Arab kata khalifah merujuk kepada seorang penerus/wakil. Mirip dengan sistem kepausan dalam Katolik, khalifah bertanggung jawab melanjutkan dan mengemban tugas reformasi dan tarbiyat akhlak sepeninggal nabi. Untuk itulah ia menjadi simbol persatuan.

Terkait:   Keteladanan Para Sahabat Nabi Muhammad (shallaLlahu ‘alaihi wa sallam) (Manusia-Manusia Istimewa seri 46)

Karenanya Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) telah menubuatkan tentang munculnya khilafah sepeninggal beliau.

“Kenabian akan tetap berada di antara kalian selama Allah menghendaki. Kemudian akan berlaku masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah ‘ala minhajin-nubuwwah), dan akan tetap berada selama Allah berkehendak. Kemudian diikuti masa kerajaan yang merusak (mulkan ‘adhan), dan dia akan tetap berada selama Allah berkendak. Kemudian setelah itu akan muncul kerajaan lalim (mulkan jabbariyyah), dan akan tetap berada selama Allah berkehendak. Kemudian muncul kembali khilafah yang mengikuti jejak kenabian (khilafah ‘ala minhajin nubuwwah). Setelah itu beliau diam. (Musnad Ahmad)

Di dalam nubuatan itu, Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menyebutkan urutan kejadian di masa depan: pemerintahan monarki dan tirani akan mengikuti khilafah, dan khilafah akan terbentuk kembali di Akhir Zaman.

Terkait:   Keteladanan Para Sahabat Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam (Manusia-Manusia Istimewa, seri 48)

Setelah Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) wafat pada tahun 632 M, Khalifah Rasyidah (empat Khalifah yang terbimbing) meneruskan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) sebagai pemimpin baru bagi umat Islam secara bergantian.

Kritikan yang dilontarkan kepada khalifah-khalifah di luar Khilafah Rasyidah – walau sedikit benar – tidak ada kaitannya dengan Islam karena Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) sendiri berlepas diri dari mereka dalam nubuatan di atas.

Menggenapi nubuatan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) di atas, khilafah yang mengikuti jejak kenabian telah didirikan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah pada tahun 1908, untuk melanjutkan misi reformasi melalui cinta dan persaudaraan yang dimulai oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908), Almasih akhir zaman. Keanggotaan Jamaah ini sudah mencapai puluhan juta dari 200 negara – semuanya bersatu di bawah naungan khalifah.

Terkait:   Khotbah Idul Fithri

Walaupun sering dihadapkan pada penganiayaan yang berat, Khalifah Muslim Ahmadiyah menyeru para Muslim Ahmadi untuk tetap tabah. Menolak segala bentuk kekerasan agama, supremasi politik, kediktatoran, atau pemerintahan otoriter, Khilafah Ahmadiyah melanjutkan perjuangan yang direbut melalui upaya kemanusiaan internasional, pengkidmatan masyarakat dan membuka ruang dialog.

Sumber: Alislam.org – Does Islam seek to establish caliphate to conquer the world?
Penerjemah: Mardiana Habibah