Ahmadiyah dan Inggris

Terdapat suatu keberatan yang menyatakan bahwa pendiri Jamaah Ahmadiyah, telah menggambarkan diri beliau sebagai pohon yang ditanam Inggris serta beliau menyanjung dan memuji Inggris secara berlebihan, sehingga hal itu menunjukkan bahwa dakwah kenabiannya telah disponsori Inggris.

Tuduhan itu tentu saja keliru. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as menggunakan ungkapan ‘pohon yang ditanam oleh Inggris’ itu terkait dengan orang tua beliau dengan mengacu pada pengabdian yang diberikan oleh mereka kepada Inggris. Beliau sama sekali tidak menggunakan ungkapan ini terkait dakwah atau statusnya. Beliau menulis:

“Tidak mungkin membungkam orang-orang yang berusaha menutupi kesetiaan yang diberikan oleh ayahku – Mirza Ghulam Murtaza, dan saudara laki-lakiku, Mirza Ghulam Qadir, selama lebih dari setengah abad, yang disebutkan dalam surat-surat pemerintah dan dalam buku Pemimpin Punjab, Sir Leppel Griffin, dan yang terdapat dalam tulisanku lebih dari delapan belas tahun – dan upaya mereka menimbulkan kesalahpahaman di benak otoritas Inggris serta menciptakan keraguan terhadap sebuah keluarga yang telah setia kepada pemerintah dan tetap hormat. Beberapa orang menyampaikan tuduhan palsu kepada pemerintah karena perbedaan agama, atau karena cemburu, dendam atau motif pribadi lainnya. Pihak berwenang diminta harus bertindak dengan bijak dan hati-hati dan setelah melalui penyelidikan dan perhatian terhadap keluarga yang kesetiaan dan pengabdian telah teruji, yang mengenai mereka pejabat tinggi pemerintah selalu menyatakan pandangannya dalam surat mereka bahwa anggotanya adalah pelayan pemerintah Inggris yang baik dan loyal, yang merupakan pohon yang ditanam olehnya.

(Tabligh risalat, vol VII, hal 119-120)


Cukup jelas bahwa Hadhrat Masih Mau’ud tidak mengatakan dakwahnya sebagai ‘pohon yang ditanam oleh pemerintah’, namun beliau menggunakan ungkapan itu tertuju pada pengabdian yang diberikan oleh anggota keluarganya dan diri beliau sendiri di masa lalu.

Tentang dakwahnya sendiri, beliau menulis dalam surat yang sama yang ditujukan kepada Letnan Gubernur:

“Aku menyatakan diri sebagai Almasih yang dijanjikan atas perintah Ilahi dan telah dianugerahi dengan Wahyu dan Ilham Ilahi.”

Terkait dengan pengutusan beliau sendiri, beliau mengumumkan dengan tegas bahwa beliau adalah pohon yang ditanam oleh tangan Allah taala. Beliau menulis:

“Diriku bukanlah pohon yang dapat dicabut oleh mereka. Jika golongan awwal dan akhir mereka, atau orang-orang mereka yang masih hidup dan yang telah meninggal, semuanya bergabung dan mendoakan kematianku, Tuhanku akan menolak semua doa mereka dan akan melemparkan kembali kepada mereka sebagai laknat.”

(Arbain, no 4-7)

Dalam bahasa Persia beliau mengatakan:

“Wahai kalian yang berlari mendekatiku dengan seratus kapak!
Takutlah pada tukang kebun,
karena aku adalah cabangnya yang berbuah”

Alasan Memuji Inggris

Timbul pertanyaan, mengapa beliau berulang kali mengungkapkan kesetiaannya dan memuji Inggris di dalam buku-bukunya? Jawabannya adalah karena orang-orang terus melapor kepada Pemerintah Inggris bahwa beliau adalah orang yang berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari Mahdi Sudan. Misalnya, Maulvi Muhammad Hussain dari Batala menulis tentang beliau.

“Muslihatnya telah terbukti dengan nyata bahwa di dalam hatinya ia menganggap sah untuk mengakhiri kekuasaan pemerintah non-Muslim dan boleh menjarah harta milik mereka … Oleh karena itu, tidak pantas pemerintah mempercayainya, melainkan harus waspada kepadanya, jika tidak akan muncul kejahatan dari tangan Mahdi Qadian ini seperti yang terjadi di tangan Mahdi Sudan.”

(Ishaatus Sunnah, Vol. VI, 1893)

Untuk membantah propaganda ini, beliau harus menyatakan berkali-kali dalam buku bahwa jamaahnya setia kepada Pemerintah Inggris.

Mengenai tuduhan bahwa beliau memuji Inggris, perhatian terarah pada beberapa tulisan beliau. Misalnya beliau mengatakan:

“Beberapa orang yang degil telah mengajukan keberatan, di antaranya Editor Al-Manar, mengatakan bahwa karena aku tinggal di sebuah negara yang diperintah oleh Inggris, oleh karenanya aku melarang jihad. Mereka ini tidak berpikir, jika diriku ingin menyenangkan Pemerintah dengan sebuah pernyataan palsu, mengapa aku harus berkali-kali menegaskan bahwa Yesus putera Maryam, telah selamat dari tiang salib dan wafat secara alami di Srinagar sehingga dia bukanlah Tuhan ataupun anak Tuhan. Bukankah orang Inggris yang beriman pada agama mereka benci terhadap penegasanku ini?” Kemudian, perhatikanlah ini, wahai orang-orang bebal, bahwa aku tidak menyampaikan pujian kepada Pemerintah ini. Yang benar adalah menurut Al-Qur’an, dilarang memerangi penguasa yang tidak mengganggu Islam serta ibadahnya dengan cara apapun, atau menggunakan kekuatan melawan agama kita.

(Kisti Nuh, hal 68)


Lebih lanjut beliau menulis:

“Pemerintah ini melindungi kehidupan dan harta benda umat Islam dan memberi mereka keamanan terhadap serangan para penjahat … Aku tidak melakukan upaya atas dasar ketakutan pada Pemerintah atau harapan mendapatkan imbalan dari mereka. Semua yang telah aku lakukan sesuai dengan perintah Ilahi dan perintah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(Nurul Haq, Part I, p. 30)

Beliau juga menulis:

“Aku tidak pernah menginginkan bahwa aku harus terus menerus menyebutkan pengabdianku kepada pejabat pemerintah, karena aku menganggap tugasku adalah menyatakan kebenaran bukan keinginan untuk mendapatkan keuntungan atau penghargaan.”

(Tabligh Risalat, Vol. VII, hal 10)

Pernyataan lain beliau adalah:

“Aku tidak memuji Pemerintah sebagaimana dibayangkan oleh orang-orang jahil, bahwa aku menginginkan keuntungan dari Pemerintah. Sebaliknya, aku menggapnya sebagai bentuk keadilan dan kewajiban iman dengan mengungkapkan rasa syukur kepada Pemerintah.

(Tableegh Risalat, Vol. X, p.123)

Jadi, kapanpun beliau memuji, itu bukanlah bentuk sanjungan tetapi karena ketaatan kepada tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang yang tidak bersyukur kepada manusia ia tidak bersyukur kepada Allah. Menyebutkan penguasa yang mencintai keadilan atau penguasa yang adil adalah sifat Islam, dan bukanlah suatu cela.

Terkait:   Prinsip Emas untuk Perdamaian Dunia

Pujian Ulama-Ulama Kepada Inggris

Hal yang mengejutkan, ketika Mirza Ghulam Ahmad menyampaikan hal-hal yang baik dari penguasa, beliau dituduh telah menyanjung-nyanjung mereka, tetapi ketika banyak ulama-ulama sezaman dengan beliau atau setelah beliau yang memuji Inggris dengan cara yang berlebihan, tidak ada yang bersuara menentangnya. Apakah ini yang namanya keadilan Islam?

Sebagai gambaran, di bawah ini kami sampaikan beberapa pernyataan para tokoh agama dan pemimpin Muslim yang menggambarkan Pemerintah Inggris sebagai berkat Ilahi.

1. Maulvi Muhammad Hussain dari Batala, yang merupakan salah satu ulama dan pemimpin Ahli Hadits, menulis:

“Tidak diperbolehkan bagi umat Islam untuk berperang atau membantu dengan tenaga atau uang kepada orang yang berperang melawan pemerintah, baik itu Kristen atau Yahudi atau agama lainnya, di saat orang-orang Islam dengan bebas menjalankan tugas dan kewajiban agama. Bagi umat Islam India dilarang melawan atau memberontak kepada Pemerintah Inggris.

(Ishaatus Sunnah, Vol. VI, No. 10)

Ia juga menyatakan:

“Saudara-saudara, ini bukan waktunya untuk pedang; pada saat ini perlu menggunakan pena sebagai pengganti pedang.

(Ishaatus Sunnah, Vol. VI, No. 12)

2. Syed Ali al-Hairi, seorang mujtahid Syiah yang terkenal di Hindustan menulis:

“Kami bangga tunduk kepada pemerintah (Inggris) yang menjadikan keadilan dan kebebasan beragama sebagai hukum. Hal serupa tidak ditemukan pada pemerintahan manapun di dunia. Oleh sebab itu, saya menyatakan bahwa sebagai balasan atas kebaikan ini, setiap orang Syiah seyogyanya bersyukur kepada pemerintah Inggris dengan hati tulus dan menghargai kebaikannya.

(Mauiza Tahreef Quran, April 1923)

3. Hazrat Syed Brelwi (seorang Mujahid dan Mujaddid abad 13) menyatakan:

“Tujuan hakiki kami adalah menyebarkan Tauhid dan menegakkan Sunnah Penghulu para Nabi, dan kami melaksanakannya tanpa gangguan di negeri ini. Lalu, mengapa kita harus melawan pemerintah Inggris dan menumpahkan darah, yang keduanya bertentangan dengan prinsip agama kita.”

(Biografi Hazrat Syed Ahmed oleh Maulana Muhammad Jaafar Thanesar)

4. An-Nadwah, surat kabar Nadwatul Ulama, menulis:

“Tujuan sebenarnya dari lembaga pembelajaran ini adalah untuk menghasilkan ulama-ulama yang berpikiran terbuka dan tugas dari ulama tersebut adalah mereka harus terbiasa dengan berkat dari Pemerintah dan harus menyatakan kesetiaan pada pemerintah di negara itu.

(An-Nadwah, Vol. V, July 1908)

Masih dalam surat kabar yang sama ditulis:

“Suatu hari telah dirayakan sebagai hari libur untuk peringatan Yubileum ke-50 Pemerintah Inggris dan sebuah telegram permohonan telah dikirim oleh Nadwah kepada Yang Mulia Gubernur Jenderal.

(An-Nadwah, November, 1908)

Dengan latar belakang inilah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Inggris. Beliau mengatakan alasannya:

“Pemerintah telah memberikan kebebasan bagi setiap orang untuk menyebarkan agama mereka, sehingga orang-orang memperoleh kesempatan untuk menyelidiki dan merenungkan prinsip agama masing-masing dan dalil-dalil yang mendukungnya. … Itulah alasan mengapa kami menyebutkan kebaikan pemerintah Inggris berulang kali dalam tulisan ataupun pidato kami.”

(Ruadad Jalsa Du’a)

Banyak ulama dan pemimpin Islam yang mendapatkan hadiah dan penghargaan dari Pemerintah Inggris sebagai imbalan atas pujian mereka kepada Pemerintah dan atas pengabdian mereka. Masih Mau’ud melakukan semua ini untuk tujuan penyebaran Islam yang benar dan tidak mencari keuntungan apapun dari pemerintah inggris. Dapatkan ulama Islam yang menentang menunjukkan satu contoh saja dimana pemerintah Inggris memberikan keuntungan kepadanya sebagai imbalan atas pujiannya terhadap pemerintah?

Terkait:   Penangguhan Jihad: Benarkah Ahmadiyah Menghapuskan Jihad?

Tidak ada contohnya. Beliau adalah penduduk Qadian dan selama hidupnya tidak ada fasilitas, seperti telegraf atau telepon atau kereta api yang disediakan oleh Pemerintah. Beliau senantiasa hidup dalam bahaya dari tulisan-tulisan provokatif dan pidato-pidato para ulama penentang, tetapi pemerintah tidak pernah memberikan langkah apapun untuk menjamin keamanannya, dan tidak juga memberikan bantuan keuangan kepada beliau. Tidak ada satuan polisi atau militer di Qadian. Beliau beberapa kali diadili atas tuduhan palsu, tetapi pemerintah tidak menunjukkan dukungan apapun. Apakah seperti itu sikap pemerintah terhadap seseorang – yang diduga – telah disusupkan oleh pemerintah dan merupakan mata-matanya?

Melawan Akidah Kristen

Ketika Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mengumumkan pendakwahannya, para penentang selama bertahun-tahun terus menuduh beliau sebagai antek pemerintah, tetapi di sisi lain beliau juga dilaporkan ke Pemerintah bahwa beliau tidak setia dan bermaksud menciptakan suatu pemberontakan.

Pada suatu kesempatan beliau menerima sebuah wahyu dalam bahasa Persia yang menyatakan bahwa Kerajaan Inggris hanya akan bertahan selama delapan tahun dan setelah itu akan terjadi periode kelemahan, kekacauan dan kemunduruan. Beliau menyampaikan wahyu ini hanya kepada beberapa anggota Ahmadiyah. Ketika Maulvi Muhammad Hussain dari Batala – yang selalu mencari sesuatu yang dapat menetapkan bahwa Masih Mau’ud as tidak setia dan ingin melakukan pemberontakan kepada Pemerintah Inggris – mengetahui wahyu ini dari seorang anggota Ahmadiyah, dia langsung menulis sebuah artikel yang menegaskan pernyataannya bahwa Masih Mau’ud adalah seorang pemberontak yang ingin mewujudkan berakhirnya pemerintahan Inggris dan Kekaisaran.

Bagaimanapun juga, tidakkah ini mengejutkan bahwa seorang yang menurut lawan-lawannya, telah diciptakan oleh Pemerintah Inggris harus menyampaikan kepada pengikutnya bahwa hari-hari Pemerintahan itu telah dibatasi. Seandainya beliau dipekerjakan oleh Inggris, beliau akan menyebarkan hal yang mendukung kekuatan dan kelanggengan Pemerintah bukan membuat nubuatan bahwa Pemerintah tidak akan bertahan lama lagi.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah pemerintah Inggris telah menghabiskan jutaan pounsterling untuk membangun kekristenan dalam negara kolonialnya. Mereka menerbitkan literatur yang banyak guna mendukung upaya ini dan membantu mendidik ribuan misionaris untuk tujuan itu. Di bawah naungan Bible Religious Society, jutaan Alkitab dicetak dalam bahasa lokal dan dipublikasikan secara cuma-cuma dan tidak ada yang luput dari pengembangan agama Kristen dan pembentukannya.

Terkait:   Dunia dalam Krisis, Bagaimana Kita Mengatasinya?

Apakah ini berarti bahwa di satu sisi pemerintah yang cerdas harus melakukan upaya luar biasa untuk menyebarkan agamanya dan di sisi lain harus memasang seseorang yang menebaskan kapak ke akar agama Kristen? Kekristenan didasarkan pada kematian Yesus di kayu salib dimana dia, dianggap, menebus dosa umat manusia. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad membuktikan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib sehingga hal itu menghancurkan fondasi kekristenan. Beliau menantang para misionaris Kristen di India dan membuktikan kepalsuan mereka. Dapatkah sosok seperti itu menjadi agen pemerintah Kristen?

Semua misionaris Kristen bersatu dalam melawan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Jika mereka tahu bahwa beliau adalah salah satu bagian mereka sendiri, mengapa mereka harus menentangnya dengan keras?

Salah satu penentanganya yang terkenal adalah Padre Thakurdas, ia telah menulis dan menerbitkan buku-buku seperti Review Braheen Ahmadiyya, Izalatul Mirza Qadiani, Zunub Muhammadiyya, untuk menentang Ahmadiyah. Padre S.P Jacob menulis dan menerbitkan sebuah buku yang menentang beliau dengan judul the Promised Messiah. Pendeta Dr. Groswold menulis dan menerbitkan buku yang bejudul Mirza Ghulam Ahmad Qadiani. Misionaris terkemuka seperti Fateh Masih, Waris Masih, Imadud-din, Rirajuddin, Abdullah Atham, dan Henry Martyn Clark, berusaha secara maksimal dalam penentangan kepada beliau. Abdullah Atham adalah Asisten Komisaris Tambahan.

Jika Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah disiapkan oleh Inggris, apakah mereka harus menginstruksikan salah satu pejabat senior mereka untuk menentangnya? Dr Henry Martyn Clark membuat tuntutan palsu terhadap Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dengan menuduh beliau melakukan konspirasi pembunuhan. Apakah ini jenis perlakuan dari orang Kristen terhadap agen pemerintah?

Sampai dua tahun sebelum kewafatannya, nama setiap pengunjung Qadian dicatat oleh agen polisi. Sebagian pejabat Inggris terkemuka memandang Ahmadiyah dengan penuh curiga dan menentangnya. Gubernur Punjab, Sir Herbert Emerson, terkenal akan permusuhannya terhadap Ahmadiyah. Dia mendorong dan mendukung Ahrar dalam menentang Ahmadiyah. Apakah semua ini menunjukkan bahwa pejabat Inggris itu adalah teman Ahmadi atau menentang mereka?

Para penentang Ahmadiyah menggambarkan beliau sebagai agen Kristen dari Pemerintah Inggris, yaitu sosok yang telah menyebut para misionaris Kristen sebagai Anti-Christ (Chashmai-Maarifat), dan menyatakan:

“Semua orang Kristen tidak memiliki keimanan sehingga mereka tidak berhak untuk berdebat dengan orang lain dalam permasalahan Iman, kecuali mereka pertama-tama membuktikan keimanan mereka sendiri. Kondisi mereka telah membuktikan bahwa karena kurangnya kualitas yang oleh Yesus ditetapkan sebagai kualitas iman, entah karena mereka tidak memiliki iman atau beliau yang salah menurunkan kualitas seperti itu terhadap mereka sehingga tidak ditemukan di dalamnya. Dalam kedua kasus ini jelas bahwa orang-orang Kristen benar-benar melenceng jauh dan tercerabut dari kebenaran.

(Karamatus Sadiqiin, hal 55)

Dapatkah orang yang menulis ini menjadi agen pemerintah Inggris? Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah sosok yang menghalangi kemajuan agama Kristen, yang membuktikan kematian tuhan umat Kristen, yang menegakkan kebenaran Al-Qur’an di atas Alkitab, yang sibuk menghancurkan benteng Kristen di seluruh dunia, dia yang mengundang Ratu Inggris, yang merupakan penguasa terbesar di zamannya, untuk menanggalkan agama Kristen dan menerima Islam. Beliau menulis:

“Yang Mulia Ratu dan Permaisuri, dengan rasa hormat dan kami sampaikan bahwa di waktu yang berbahagia ini, yaitu perayaan Jubileum emas anda, Anda harus berusaha … untuk menyelamat kehormatan Yesus dari noda yang telah diletakkan di atasnya.

(Tohfah Qaisariyah)

Dapatkan orang yang berakal menerima bahwa seseorang yang diciptakan oleh Pemerintah Kristen untuk mencabut Islam, sebagaimana dituduhkan, berdiri dan mengundang penguasa terkuat pada masanya, Ratu Victoria, untuk menerima Islam?

Sumber: Ahmadiyyat and the British