Tim Ahmadiyah.id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

Jalsah Jerman 2015: Nyatakanlah Karunia-karunia Allah Ta’ala

oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

12 Juni 2015 di Masjid Baitul Futuh, London

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ *

صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hadhrat Masih Mauud as bersabda bahwa hendaknya manusia di setiap saat dan di setiap situasi senantiasa memanjatkan doa serta hendaknya senantiasa mengikuti:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhan engkau, hendaknya ceritakanlah kepada yang lain” (93:12). Hal ini meningkatkan kecintaan terhadap Allah Ta’ala dan menimbulkan gejolak untuk taat serta setia kepada-Nya.

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa selama perjalanan ke luar negeri, beliau merasakan karunia Allah Ta’ala yang meningkat berkali lipat. Dengan karunia-Nya, Allah Ta’ala menganugerahkan keberkatan dalam segala acara dan pesan Islam sejati dapat sampai dengan begitu luar biasanya kepada banyak orang yang menjadikan mereka sangat terkesan. Tujuan utama dari kunjungan Hudhur ke Jerman baru-baru ini adalah untuk menghadiri Jalsah Salanah Jerman tapi bersamaan dengan itu, banyak program lain juga dapat terlaksana yang melaluinya Islam sejati bisa diperkenalkan kepada yang lain. Ketika ada karunia Allah Ta’ala yang turun di balik doa seseorang, maka Allah Ta’ala akan menganugerahkan jauh berlipat dari apa yang kita panjatkan. Bagaimana keberkatan-keberkatan dari Allah Ta’ala turun bagi Jalsah Salanah Jerman dan berbagai program lainnya sseraya membawa pesan Islam Ahmadiyah ke sejumlah besar orang-orang menekankan kepada kita agar segala nikmat yang diperoleh ini disampaikan lagi kepada orang-orang. Khususnya Jemaat Jerman hendaknya bersyukur kepada Allah Ta’ala dalam hal ini dan senantiasa berpaling kepada-Nya lebih dari pada sebelumnya. Tidaklah mungkin upaya manusia dapat mencapai hati dan pikiran orang-orang tanpa karunia-Nya. Bahkan seringkali pidato-pidato yang dinamis sekalipun tidak dapat memberikan pengaruh yang diharapkan dan justru hal-hal yang disampaikan dengan bahasa sederhanalah yang dapat memberikan kesan.

Para tamu pada Jalsah dan pada program-program lainnya sangat terkesan dengan prosesi dan suasananya. Banyak tamu yang menghadiri Jalsah berasal dari negara-negara Eropa timur dan barat dan juga ada banyak tamu Muslim Non-Ahmadi. Para tamu berasal dari berbagai negara termasuk Makedonia, Kroasia, Slovenia, Latvia, Belgia, Italia, Spanyol, dll. Para Ahmadi dari berbagai etnis yang tinggal di Jerman juga hadir dan mulaqat dengan Hudhur.

Enam belas (16) tamu berasal dari Albania dan 2 di antaranya mengambil baiat. Seorang Ahmadi datang dengan istrinya, keduanya merupakan ahli hukum. Sang istri belum berbaiat meskipun suaminya telah menablighinya. Ia mengambil baiat pada saat Jalsah dan berkata bahwa ia merasakan pengalaman yang sangat luar biasa dengan menghadiri Jalsah. Ia berkata bahwa ia mengetahui keindahan Islam melalui tabligh suaminya namun baru memperoleh keyakinan penuh setelah bermulaqat dengan Hudhur ketika Jalsah. Ia meluapkan perasaannya meskipun umurnya masih muda. Tamu lainnya dari Albania juga menyampaikan bahwa ia telah menerima Ahmadiyah dengan penuh keyakinan ketika mulaqat dengan Hudhur.

Seorang tamu dari Kosovo berkata bahwa ia juga telah mengadiri Jalsah tahun lalu namun merasakan bahwa pengaturan dan perencanaan di tahun ini jauh lebih baik.

Sejumlah enam puluh dua (62) tamu datang dari Makedonia; 14 di antaranya adalah beragama Kristen sedangkan 37 lainnya Non-Ahmadi Muslim. Mereka menempuh perjalanan selama 36 jam untuk sampai di Jalsah. Di dalam kelompok tersebut terdapat 2 wartawan yang merekam Jalsah dengan kamera dan berkata bahwa mereka akan menyiarkannya di TV sesampainya di rumah nanti. Seorang tamu berkata bahwa ia sedang merasakan kenangan yang sangat luar biasa tentang Jalsah seraya menambahkan bahkan negara-negara maju sekalipun tidak dapat menyelenggarakan sebuah peristiwa besar seperti Jalsah ini. Tamu lainya berkata bahwa ini adalah pertama kalinya di dalam hidupnya ia telah bertemu begitu banyak orang. Ia sangat terkesan dengan pesan Islam dan berkata bahwa para Ahmadi mengamalkan segala apa yang dinyatakan pada banner Jalsah. Seorang tamu wartawan dari Makedonia berkata bahwa ia telah keliling dunia sebagai seorang wartawan namun merasakan program Jalsah ini begitu unggul. Ia terkesan dengan suasana toleransi dan persaudaraan antara manusia yang ia rasakan pada saat Jalsah. Ia tidak habis pikir ada suatu Jemaat seperti ini di dalam Islam. Sekarang ia sudah mengetahui dan menemukan Ahmadiyah tersebut dan merasakan sebagai bagian dari Jemaat tersebut. Tamu lainnya berkata bahwa ia akan merenungkan apapun yang didengar selama Jalsah sehubungan dengan perbedaan antara para Ahmadi dan Muslim lainnya. Ia menyarankan Jemaat hendaknya mengirimkan para mubaligh ke setiap tempat. Tamu lainnya berkata bahwa ia seraca akrab diperkenalkan kepada Umat Islam untuk pertama kalinya saat Jalsah dan ia mendengarkan semua ceramah yang disampaikan berkenaan dengan Islam.

Seorang tamu dari Bosnia berkata bahwa sebelumnya ia tidak memiliki hubungan yang kuat dengan Jemaat namun setelah bermulaqat dengan Hadhrat Khalifatul Masih, ia merasakan kedekatan dan menaruh rasa hormat kepada beliau.

Suatu keluarga Rusia datang dari Swedia dengan seorang mubayin baru. Ia menerima Ahmadiyah pada tahun 2013 namun belum pernah bertemu dengan Hadhrat Khalifatul Masih. Ia menangis setelah bermulaqat dengan Hudhur. Meskipun kakinya tidak dalam kondisi yang sehat, namun ia tetap berpergian ke Jalsah dan perlu beristirahat setiap 2 jam untuk meregangkan kakinya. Akan tetapi saat perjalanan pulang dari Jalsah yang memakan waktu 17 jam lamanya, ia merasa tidak perlu lagi untuk berhenti dan beristirahat dan ini merupakan keberkatan Jalsah.

Seorang tamu wanita dari Kroasia berkata bahwa ia telah membaca sebuah buku pemimpin Ahmadiyah dan juga telah membaca pidato beliau pada saat ‘Peace Simposium’ tahun 2014/2015. Ia mengira, ia akan bertemu dengan seseorang yang memiliki kepribadian yang buruk namun kesan ini berubah setelah bermulaqat dengan Hudhur.

Seorang tamu dari Hungaria berkata bahwa ia sangat terkesan dengan bagaimana setiap orang, baik muda maupun tua dapat bersalaman satu sama lain dengan hangat pada saat Jalsah. Meskipun ia tidak memahami bahasa yang disampaikan orang-orang, namun wajah mereka menunjukan bahwa mereka sedang berbagi kecintaan mereka. Ia berkata bahwa ia sudah pernah melihat negara-negara Timur dan Barat namun belum pernah melihat apa yang ia lihat sekarang pada saat Jalsah. Seorang tamu lainnya dari Hungaria yang merupakan seorang Yahudi. Sebelum datang ke Jalsah ini, ia senantiasa merasakan keberatan ketika berdialog dengan mubaligh kita. Namun selelah bermulaqat dengan Hudhur, ia berkata bahwa para Ahmadi tidak hanya meyakini ‘Love For All Hatred For None’ namun juga mengamalkannya. Ia juga menawarkan bantuan dan dukungan untuk Jemaat di Hungaria. Tamu lainnya dari Hungaria yang berasal dari Burkina Faso dan ingin datang dengan anak-anak perempuannya. Istrinya orang Hungaria dan tidak ingin anak-anak perempuannya menemani ayahnya sehingga ia meminta ibunya untuk menemani suaminya. Ibunya sangat terkesan dengan Jalsah dan meminjam selendang untuk menutupi kepalanya. Ia sangat terharu selama mulaqat dengan Hadhrat Khalifatul Masih dan berkata bahwa dunia Jalsah/Ahmadiyah merupakan sebuah dunia yang berbeda dalam makna positif.

Seorang tamu dari Jerman, yang aslinya adalah dari Republik Afrika Tengah, berkata bahwa ketika ia diundang ke Jalsah, ia mengira paling banyak akan hadir ratusan tamu lalu akan ada acara jamuan makan dan setelah itu kembali pulang. Namun setelah menghadiri Jalsah, pandangannya berubah. Ternyata yang datang adalah ribuan orang. Ia berkata bagaimana suasana Jalsah ini tidak hilang dari ingatannya dan bagaimana cara tabligh yang dilakukan para Ahmadi sangat berbeda sekali. Jika ada orang yang tidak datang ke sini dan mengingkari kebenaran ini maka ia adalah orang yang sangat tidak beruntung.

Seorang tamu dari Montego berkata bahwa ia mendengarkan pidato-pidato dan mengikuti semua acara serta merasa semua program ini sangat luar biasa. Seorang tamu lainnya dari Montego berkata bahwa umat Islam berkata, na’udzu billah, para Ahmadi tidak menerima Nabi Muhammad saw. Bagaimanapun juga, apa yang ia lihat dari dekat dengan mata kepalanya sendiri membuatnya sadar bahwa segala tuduhan tersebut benar-benar salah.

Seorang tamu dari Belgia yang aslinya adalah dari Moroko berkata bahwa suasana kerohanian pada Jalsah telah menyentuh hatinya. Ia berkata bahwa pandangannya berubah ketika melihat Hadhrat Khalifatul Masih dan kemudian berdoa semoga Allah Ta’ala memungkinkannya untuk berbaiat.

Seorang tamu dari Jerman berkata bahwa menghadiri Jalsah kali ini adalah kesempatan pertama baginya untuk dapat memahami Ahmadiyah. Apapun yang Hadhrat Khalifatul Masih sampaikan adalah kebenaran dan jika orang-orang mengamalkannya maka dunia akan menjadi tempat yang penuh kedamaian.

Seorang mubayin baru dari Prancis yang baru berbaiat 3 minggu yang lalu berkata bahwa memang ia dulunya seorang Muslim namun belum memperoleh istiqamah dalam keimanannya. Ketika ia mendirikan shalat di belakang Hadhrat Khalifatul Masih, untuk pertama kalinya ia merasakan kenikmatan dan kelezatan seperti itu. Ia berkata bahwa ia merasakan tanda-tanda Ilahi di setiap hari sejak menerima Ahmadiyah.

Seorang mahasiswa yang juga merupakan tamu Jalsah berkata bahwa sebelumnya ia memiliki kesan negatif tentang Islam yang ia dapati dari media elektronik. Akan tetapi setelah menghadiri Jalsah, ia mendapati segalanya sangat berbeda dan positif. Ia berkata bahwa ia merasakan Islam yang sejati melalui para Ahmadi.

Seorang tamu dari Lithuania yang merupakan seorang pengacara berkata bahwa ia sangat terkesan oleh Jalsah. Ia telah mendengarkan pidato-pidato yang disampaikan oleh Hadhrat Khalifatul Masih dan merasa baru mengetahui Islam yang sejati dengan datang ke Jalsah. Ia akan menawarkan bantuan dan dukungan hukum kepada Jemaat Lithuania.

Seorang tamu dari Bosnia berkata bahwa Hadhrat Khalifatul Masih telah mempersembahkan sebuah konsep Tuhan yang hidup. Ia berkata hanya Jemaat Ahmadiyah yang berkata bahwa Tuhan itu hidup pada hari ini seperti dahulu.

Seorang tamu dari perbatasan Jerman-Belgia berkata bahwa ia tidak mengikuti suatu agama pun dengan serius sebelum menghadiri Jalsah. Namun pikirannya berubah setelah menghadiri Jalsah.

Seorang tamu lainnya berkata bahwa ia dimungkinkan untuk berbaiat karena pidato bahasa Inggris yang disampaikan oleh Hadhrat Khalifatul Masih. Ia berkata bahwa hatinya sekarang penuh dengan kecintaan dan cahaya.

Seorang tamu dari Syiria yang ayahnya merupakan seorang Ahmadi dan telah menablighinya namun ia belum juga baiat. Ia telah mengadakan tanya-jawab dengan mubaligh kita namun masih belum dapat memberikan keyakinan padanya. Ia diminta untuk berdoa. Ia berkata bahwa ia telah berdoa dan ia diminta lagi untuk berdoa dengan khusyuk. Pada hari kedua Jalsah, diadakan mulaqat dengan Hadhrat Khalifatul Masih setelah beliau aba memberikan pidato. Tamu tersebut berkata kepada mubaligh kita pada hari tersebut untuk memberikannya satu bukti kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud as dari alquran. Kemudian mubaligh tersebut mengatakan padanya tentang nubuatan Hadhrat Masih Mau’ud as dan penggenapannya. Tamu tersebut siap untuk berbaiat karena ia menemukan tanda yang ia sedang cari. Dalam mimpi, ia melihat kata-kata ‘Al-Ahmadiyya’ yang tertulis dengan ukuran yang besar di dinding. Selama pidato Hadhrat Khalifatul Masih, ia merasa bahwa ia ingin dekat dengan beliau aba. Untuk sesaat ia merasa seolah-olah ia sedang tertidur dan mendapati dirinya sedang berada di samping Hudhur. Ia merasa sangat puas dan akhirnya ia pun berbaiat.

Seorang tamu Kristen dari Italia yang merupakan sekretaris umum sebuah organisasi yakni ‘Religion for Peace’ juga menghadiri Jalsah. Ia juga berpengaruh di Vatikan. Ia memberikan kesan yang sangat positif terhadap Jalsah dan menulis sebuah artikel yang mengatakan ia harus mengakui ia terkesan terhadap apa yang ia lihat. Ia berkata bahwa para Ahmadi merupakan Muslim sejati. Ia berkata ini adalah pengamatannya sendiri bahwa ribuan orang dari berbagai etnis datang bersama di Jalsah yang diatur oleh ratusan relawan. Ia bercerita bahwa ada seseorang yang mengajaknya berkeliling mengatakan padanya ia telah bekerja selama 2 minggu tanpa dibayar dan meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi relawan di Jalsah. Berkenaan dengan pidato Hadhrat Khalifatul Masih, ia berkata bahwa pidato tersebut membimbing kepada jalan yang benar.

Seorang tamu dari Syria berkata bahwa ia sebelumnya tidak pernah melihat suatu perhelatan yang diatur dengan begitu baik. Ia berkata bahwa ia telah membaca Baraheen Ahmadiyya dan merasa tidak ada satu pun orang yang dapat menuliskan buku seperti itu pada abad ke 19 untuk membela Islam.

Biasanya para tamu tidak melihat kepada beberapa kekurangan selama Jalsah namun ada dua orang wanita, tamu dari Albania berkata bahwa banyak makanan yang terbuang pada sesi wanita. Manajemen Jalsah, khususnya di bagian Lajnah hendaknya fokus pada hal ini. Seorang wanita dari Makedonia berkata akomodasinya jauh dari tempat Jalsah dan sungguh melelahkan untuk berjalan kesana kemari. Manajemen hendaknya memberikan fasilitas akomodasi yang mudah dijangkau oleh para tamu seperti itu. Petugas Jalsah Salanah juga mencatat beberapa kekurangan. Mencatat kekurangan seseorang akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa orang datang seraya menyebutkan bahwa Pasta Dish tidak tersedia di Langgar. Tujuan dari Jalsah adalah makanan rohani dan hendaknya kita memakan apapun yang tersedia pada saat Jalsah. Terkadang, beberapa pekerja (panitia) juga bersikap keras dalam beberapa hal yang menyakiti orang-orang. Para pekerja hendaknya melihat situasi dan jika ada seorang tamu yang benar-benar membutuhkan sesuatu dan apa yang dibutuhkannya itu jaiz maka berusahalah untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.

Jalsah diatur dengan sangat baik pada tahun ini dan kinerja para petugas Jalsah sangat baik. Mata hendaknya tertuju kepada kekurangan-kekurangan yang ada pada tahun ini dan sehingga akan menjadikan Jalsah tahun depan lebih baik. Segala kekurangan yang ada pada tahun lalu seperti sound system telah diperbaiki pada tahun ini. Hadhrat Khalifatul Masih mengucapkan terima kasih kepada semua pekerja.

Beberapa mesjid juga diresmikan selama perjalanan Hadhrat Khalifatul Masih ke Jerman. Di saat peresmian salah satu mesjid, seorang penduduk lokal berkata bahwa ia telah mendengar pidato Hadhrat Khalifatul Masih di parlemen Eropa dan ingin mendengarkan pidato beliau pada saat peresmian mesjid lokal tersebut untuk mengetahui apakah ia hanya berbicara tentang perdamaian ketika di hadapan kalangan terkemuka dan berpengaruh saja. Ia melihat Hudhur berbicara tentang ajaran yang persis sama saat pidato peresmian mesjid tersebut sebagaimana yang beliau lakukan di parlemen Eropa dan hal ini membuat para tamu sangat terkesan. Walikota dan para tamu lainnya juga memberikan pandangan mereka.

Pada saat peresmian mesjid lainnya, commissioner wilayah berkata bahwa ia sangat terkesan dengan pidato Hadhrat Khalifatul Masih. Ia menyarankan agar pidato tersebut tersedia secara online. Seorang wanita anggota parlemen berkata bahwa ia merasa senang menghadiri peresmian mesjid tersebut. Ia berkata bahwa karena kekhawatiran terhadap Islam, maka menjadi penitng bagi setiap orang untuk datang bersama-sama memberikan pesan perdamaian. Seorang tamu lainnya berkata bahwa sebelumnya sulit baginya untuk memberikan pandangan yang positif tentang Islam tetapi setelah mendengarkan pidato Hadhrat Khalifatul Masih, ia merasa Islam merupakan agama yang mengajarkan perdamaian dan kedamaian. Seorang insinyur yang telah berpartisipasi dalam mendirikan mesjid tersebut berkata bahwa ia sependapat dengan apapun yang Hadhrat Khalifatul Masih sampaikan dalam pidato beliau. Ia berkata bahwa acara ini mungkin seperti acara gereja namun berlangsung dengan penuh kesederhanaan.

Semua acara ini diliput secara luas melalui media online dan pesan tersebut sampai ke 106-107 juta orang melalui media lainnya. Berbagai surat kabar yang meliput acara ini memiliki jumlah pembaca mencapai 32 juta orang. Tiga stasiun radio juga menyiarkan berita ini dan begitu pula 4 siaran TV. Pada hari terakhir Jalsah, seorang wartawan wanita mewawancarai Hadhrat Khalifatul Masih yang akan diterbitkan dalam 2 bagian di surat kabar online yang memperoleh 17.5 juta hits.

Berita peresmian mesjid terakhir juga diliput oleh 3 surat kabar yang mencapai jumlah pembaca hingga 116.000 orang.

Peletakan batu sebuah mesjid juga dilaksanakan dan diliput oleh surat kabar dengan jumlah pembaca mencapai 6 juta orang.

Sebuah wawancara dengan Hadhrat Khalifatul Masih telah diterbitkan dalam surat kabar mingguan dengan jumlah pembaca 1,5 juta orang yang mencapai 5 juta hits secara online. Wawancara ini dilakukan oleh seorang wartawan Jemaat.

Selain Jalsah Salanah memberikan fasilitas bagi diri kita untuk meningkatkan kerohanian, program ini juga memberikan gambaran sejati tentang Islam bagi orang lain. Banyak orang yang sebelumnya tidak siap untuk berbaiat namun menjadi siap berbaiat setelah bermulaqat dengan Hadhrat Khalifatul Masih dan setelah menanyakan beberapa pertanyaan. Kita sungguh sangat bersyukur! Semoga Allah Ta’ala memungkinkan Jemaat untuk memelihara para mubayin baru ini dan semoga keberkatan Jalsah senantiasa tersebar luas. Semoga Allah Ta’ala memungkinkan setiap peserta Jalsah untuk merasakan faedahnya yang abadi!

Shalat jenazah ghaib akan dlaksanakan bagi Rasheena Begum Sahiba, istri seorang Darwaisy Qadian yang meninggal dunia pada tanggal 1 juni pada umur 77 tahun. Ia merupakan seorang Musiah.

Penerjemah: Hafizurrahman