Makna Keselamatan Menurut Islam

Makna keselamatan menurut islam

Sayang sekali sebagian besar manusia tidak memahami makna hakiki keselamatan. Menurut umat Kristiani, yang dimaksud dengan keselamatan adalah terhindarnya seseorang dari penghukuman atas dosa-dosa yang dilakukannya. Sebenarnya bukan itu makna hakiki keselamatan. Bisa saja seseorang tidak ada melakukan zinah, mencuri, bersaksi palsu, membunuh atau pun melakukan dosa apa pun namun tetap saja yang bersangkutan tidak mengenal keselamatan dalam pengertian sebagai pencapaian kesejahteraan abadi yang didambakan fitrat manusia. Hal itu hanya mungkin dicapai melalui kecintaan kepada Ilahi karena telah memahami eksistensi Wujud-Nya dan terciptanya hubungan yang sempurna dengan Dia dimana kasih mencuat dari kedua sisi.

Bagi seorang pencari kebenaran, yang menjadi masalah utama adalah bagaimana memperoleh kesejahteraan abadi yang menjadi dasar dari kebahagiaan dan kegembiraan abadi. Tanda dari suatu agama yang benar adalah memiliki dasar ajaran yang membawa manusia ke arah kesejahteraan demikian. Melalui bimbingan Al-Quran, kita memperoleh petunjuk bahwa kesejahteraan abadi bisa dicapai melalui pemahaman Allah Yang Maha Kuasa dengan kasih-Nya yang suci dan sempurna yang membangkitkan kegairahan di kalbu seorang pencinta.

Terkait:   Dosa Dan Cara Menghindarinya

Memang ini terdengarnya hanya sebagai untaian kalimat saja, namun sebuah buku yang tebal masih belum cukup untuk menafsirkannyan secara lengkap. (Chasmai Masihi, Qadian Magazine Press, 1906; Ruhani Khazain, vol. 20, hal. 359-360, London, 1984).

Apa yang dikemukakan Al-Quran dalam konteks ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

“Wahai hamba-Ku, janganlah pernah berputus asa akan Wujud- Ku. Aku akan tetap bersifat Maha Pemurah dan Maha Penyayang serta menyelimuti dan menutupi dosa-dosa serta mengampuninya. Aku ini lebih pengasih kepada kamu dibanding apa pun yang ada di alam. Tidak ada apa pun lainnya yang memiliki rahmat bagi kamu sebagaimana Wujud- Ku. Kasihilah Aku lebih dari kalian mencintai bapak-bapak kalian karena Kasih-Ku lebih besar dari kasih mereka. Jika kamu datang kepada-Ku maka Aku akan memaafkan dosa-dosamu dan jika kamu bertobat, Aku akan menerimanya. Bila kamu melangkah perlahan ke arah-Ku maka Aku akan berlari ke arah kamu. Ia yang mencari Wujud-Ku akan menemukan Aku dan ia yang berpaling kepada-Ku akan menemui pintu-Ku terbuka. Aku mengampuni dosa-dosa mereka yang bertobat meski setinggi gunung sekali pun. Rahmat-Ku atas kamu sungguh besar dan Murka-Ku sungguh lembut karena kamu adalah mahluk-Ku. Aku telah menciptakan kamu, karena itu rahmat-Ku meliputi kamu semua.” (Chasmai Masihi, Qadian Magazine Press, 1906; Ruhani Khazain, vol. 20, hal. 56, London, 1984).

Terkait:   Hakikat Pengabulan Doa

Sumber: Inti Ajaran Islam Bagian Kedua, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Neratja Press, 2017, hlm. 233-235